Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 6043

Polisi Tangkap Pencuri Mesin di Gudang LPK Puri

0
Pelaku pencuri di alat mesin di gudang Sekolah Mengemudi LPK Puri Diky Saputra (19) diamankan ke Mapolresta Tanjungpinang, Rabu (29/3/2023)

batampos – Pelaku pencuri di alat mesin di gudang Sekolah Mengemudi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Puri di Jalan Ahmad Yani, Diky Saputra (19) diringkus jajaran Polresta Tanjungpinang.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengatakan pelaku ditangkap tim Satreskrim ketika berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah pada Selasa (28/3/2023) malam.

Saat itu pelaku sedang mengendarai mobil pickup, yang berisikan barang-barang hasil curian dari Gudang LPK Puri.

“Aksi pencurian ini terungkap usai pegawai kantor LPK Puri tidak menemukan mesin press bata, yang disimpan di dalam gudang,” kata Kombes Pol Heribertus, Rabu (29/3).

Selain mesin press bata, Kapolresta menyebut pemilik LPK Puri juga kehilangan sebuah power pack, tiga unit dinamo skw, sebuah hidrolik cucian motor, 6 buah hidrolik, genset listrik 10 kva dan gardan mobil, dengan total kerugian mencapai Rp 50 juta.

“Modusnya, pelaku datang ke kantor LPK Puri dan mengambil kunci gudang yang disimpan di atas dispenser air galon, lalu masuk dan mengambil barang-barang,” ungkapnya.

Pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan mobol pickup pinjaman. Polisi juga mengamankan satu set alat las, yang digunakan pelaku untuk memotong-motong mesin tersebut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pemilik LPK Puri dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga. Bahkan pernah bekerja di sekolah mengemudi tersebut,” ungkapnya.

Diky juga seorang residivis, dan kejadian itu menjadi yang ketiga kalinya ia dijebloskan ke penjara, sedangkan untuk pelaku lain masih dalam pengembangan.

Sementara pelaku Diky mengaku melancarkan aksinya bersama rekannya, ia pernah bekerja di tempat tersebut sehinga sudah mengetahui situasi kantor. “Rencananya akan dijual, tapi belum sempat,” tuturnya. (*)

Reporter : Peri Irawan

Dua Perda Kepri Tunggu Evaluasi Kemendagri, Pemprov Kembali Terancam Kehilangan Pendapatan Retrebusi

0

batampos– Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Sahat Sianturi mengatakan, saat ini ada dua Peraturan Daerah (Perda) yang disusun Pemprov Kepri menunggu evaluasi Kemendagri. Tentu, kondisi ini akan berdampak pada rencana kerja Pemerintah Daerah.

“Kita berharap, evaluasi dua Perda ini bisa segera terbit dari Kemendagri. Sehingga ada tindaklajutnya seperti apa dan bagaimana,” ujar Sahat Sianturi, Rabu (29/3) di Tanjungpinang.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, dua perda tersebut adalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kepri. Satu perda lainnya yakni, retrebusi Perizinan Tenaga Kerja Asing (TKA). Menurutnya, dua Perda ini sama-sama penting bagi Pemprov Kepri.

Sahat Sianturi

“RZWP3K menyangkut rencana pemanfataan ruang laut. Sedangkan Izin TKA adalah peluang retrebusi sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Kepri,” jelasnya.

Ditegaskannya, tahun 2022 lalu, Pemprov Kepri sudah kehilangan PAD dari sektor retrebusi TKA Rp8 miliar. Padahal ini, sudah masuk dalam komponen pendapatan daerah. Namun kenyataanya, karena evaluasi Kemendagri belum ada, Pemprov belum bisa memungutnya.

BACA JUGA:Perda RZWP3K Provinsi Kepri Mangkrak Dua Tahun

“ Belum disetujuinya Perda ini, menjadi kerugian bagi daerah. Karena Provinsi Kepri tidak menarik retrebusi tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri, Mangara Simarmata mengatakan, dari 61 daerah yang sudah mengesahkan Perda Izin TKA ini, Kemendagri baru memberikan persetujuan ke Provinsi Bali. Sedangkan daerah lainnya masih dalam proses evaluasi.

“Daerah tidak akan bisa bergerak untuk mendapatkan retrebusi disektor ini. Karena Perda tersebut masih belum disetujui oleh Kemendagri,” jelasnya.

Masih kata Mangara, ampai saat ini, Kemendagri juga tidak ada memberikan penjelasan apapun, setelah pihaknya mengirimkan Perda tersebut untuk dikaji. Karena Pemprov Kepri bersama DPRD Kepri sudah mengesahkan revisi Perda Retrebusi ini pada April 2022 lalu.

“Padahal, biasanya 15 hari setelah Perda itu dikirimkan kajiannya sudah selesai. Pak Gubernur juga sudah mengirimkan surat, tapi juga belum ada balasan,” ungkap Mangara.

Ditambahkannya, sesuai dengan Permenaker Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing menyatakan, bahwa DKP-TKA adalah kompensasi yang harus dibayar oleh pemberi kerja TKA atas penggunaan TKA sebagai penerimaan negara bukan pajak atau penerimaan daerah.

“Adapun besaran DKPTKA sesuai dengan Permenaker tetap 100 Dolar Amerika per orang per bulan. Tahun 2021 lalu, penerimaan dari sektor ini untuk Provinsi Kepri sekitar Rp7 miliar,” tutup Mangara. (*)

reporter: jailani

Pengurusan Paspor Haji Umrah Bisa Langsung ke Imigrasi

0

 

 

batampos – Kantor Imigrasi Tanjungpinang sosialisasikan pelayanan penerbitan paspor untuk jemaah haji dan umrah kepada para pengusaha travel di Tanjungpinang. Sekarang paspor untuk jemaah haji dan umrah tidak lagi membutuhkan rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) dan bisa langsung ke kantor imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpinang, Khairil Mirza mengatakan sebelumnya pengurusan paspor haji dan umrah didapatkan melalui rekomendasi kantor Kemenag, namun sekarang aturan itu tidak berlaku, jemaah bisa mendapatkannya langsung di Kantor Imigrasi.

“Dulunya melalui Kemenag, sekarang melalui Kementerian Hukum dan HAM yaitu kantor imigrasi,” kata Mirza, Kamis (30/3).

Selain itu, Khairil menyebut sekarang paspor biasa yang dimiliki masyarakat juga bisa digunakan untuk berangkat haji, umrah, atau untuk pekerjaan ke luar negeri tidak lagi memerlukan paspor khusus.

“Khusus paspor haji dan umrah kita jemput bola dengan eazy passport,”ujarnya.

Ia mengingatkan bagi jemaah haji yang akan berangkan untuk segera membuat atau memperpanjang paspornya agar tidak terkendala saat keberangkatan.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjungpinang, Khairil Mirza.

“Tidak lama lagi musim haji, jangan sampai masyarakat yang akan berangkat tidak ada paspor,” ucapnya.

Sementara itu pengusaha Travel Nettour Group Tanjungpinang, Muhamma Dedi Sapurta mengaku sangat terbantu dengan penghapusan aturan di Kantor Kemenag untuk pengurusan paspor haji dan umrah.

“Birokrasinya dipangkas, travel atau jemaah bisa langsung urus ke kantor imigrasi. Tanpa melalui rekomendasi Kemenag,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter: Peri Irawan

 

 

Arus Mudik di Pelabuhan Roro Rawan Penyelundupan, BC Batam Tingkatkan Pengawasan

0
bea cukai
Personel Bea Cukai Batam bersama TNI, Polri dan ASDP memeriksa salah satu truk yang membawa kasur bekas di Pelabuhan Roro Punggur, Kota Batam. Foto: Bea Cukai Batam untuk Batam Pos

batampos – Pelabuhan Roro Telaga Punggur akan dipadati kendaraan keluar Batam atau masyarakat yang mudik jelang Lebaran. Momen ini dinilai rawan penyelundupan barang ilegal, seperti barang bekas, minuman alkohol, dan lainnya.

Diketahui, Pelabuhan Roro Telaga Punggur juga merupakan salah satu jalur utama lalu lintas barang yang akan keluar dan masuk ke Batam.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Baidillah mengatakan untuk mengantisipasi penyelundupan dalam arus mudik nanti, pihaknya akan meningkatkan pengawasan.

Baca Juga: ASDP Batam akan Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Calo Tiket Mudik

“Peningkatan pengawasan ini dengan patoli darat dan laut,” ujar Rizki, Rabu (29/3).

Ia menjelaskan selain peningkatan patroli, untuk mendeteksi penyelundupan, BC Batam akan berkoordinasi serta bertukar informasi dengan inteligen dan aparat lain.

“Kita juga lakukan operasi bersama. Dari beberapa operasi kita berhasil menegah beberapa truk dan barang ilegal,” katanya.

Sebelumnya, Bea Cukai (BC) Batam mengamankan berbagai macam jenis barang bekas dari lima truk yang akan menyeberang dari Batam menuju Bintan melalui Pelabuhan Roro Telagapunggur.

Baca Juga: BP Batam Jamin Kemudahan Investasi, Turki dan Hongkong Tertarik Berinvestasi

Pengungkapan pengiriman barang bekas secara ilegal ini, merupakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Bea Cukai Batam dari 3-6 Maret lalu.

Namun dalam kasus penegahan barang ilegal ini, BC Batam mengaku kesulitan mengungkap pemiliknya. Alasannya, petugas belum mendapatkan bukti yang kuat. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

KPK Temukan Uang Rp 1,3 M Saat Geledah Apartemen Pakubuwono

0
Ilustrasi: Penyidik KPK saat melakukan penggeledahan. (HARYANTO TENG/JAWA POS)

batampos – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang tunai sejumlah Rp 1,3 miliar dalam penggeledahan dalam penggeledahan di Apartemen Pakubuwono, Jakarta Pusat, pada Senin (27/3).

Uang tersebut diduga terkait dengan kasus korupsi tunjangan kinerja (tukin) pegawai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2020-2022. “Kita memang menemukan sejumlah uang yang enggak puluhan miliar rupiah, sekitar Rp1,3 miliar,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur di Jakarta, dikutip dari Antara Kamis (30/3).

Asep menjelaskan, temuan tersebut berawal saat Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Kementerian ESDM dan menemukan kunci apartemen.  “Kemudian dari sana ketika akan dilakukan penggeledahan ditemukan kunci apartemen,” ujar Asep.

Meski demikian, Asep mengatakan Penyidik KPK masih mendalami soal temuan uang dan apartemen tersebut dan tidak serta merta menyimpulkan bahwa uang tunai tersebut, terkait dengan kasus yang disidik KPK. “Kita dalami juga ada keterkaitan atau tidak. Kuncinya memang ada tetapi kita enggak tahu secara hukum punya siapa itu, biasa saja di sana hanya umpan, kita enggak tahu,” tuturnya.

Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mengumpulkan alat bukti terkait dugaan korupsi tunjangan kinerja tersebut. Pada kesempatan terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Penyidik KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut dan menyebut tersangka lebih dari satu orang. Potensi kerugian yang ditimbulkan dalam kasus dugaan korupsi tukin tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Meski demikian, KPK belum bersedia mengumumkan siapa saja para pihak yang ditetapkan tersangka. Ali mengatakan daftar tersangka, uraian konstruksi dugaan pidana, dan pasal yang disangkakan akan kami sampaikan kepada publik setelah pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik dinilai lengkap. (*)

Reporter: JP Group

Daewoong Pharmaceutical: Kami akan tumbuh bersama Indonesia melalui visi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia”

0

Daewoong Pharmaceutical mengumumkan ‘Visi Pertumbuhan Bersama Industri Kesehatan Indonesia’ di Forum Kerjasama Investasi Ulang Tahun ke-50 Hubungan diplomatik Korea-Indonesia

• Kemeterian Kesehatan Indonesia menyampaikan akan “Meninjau dan secara aktif berinvestasi dalam perbaikan terkait industri biofarmasi”

• Berbagi pengetahuan tentang keberhasilan melalui lokalisasi berdasarkan kompetensi inti seperti bio, kecantikan medis, dan terapi sel
• Menekankan pertumbuhan bersama berdasarkan ‘Mitra Kesehatan’ untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembentukan rumah sakit

Daewoong Pharmaceutical mengumumkan keinginan untuk ‘Bertumbuh Bersama’ sebagai perusahaan unggulan yang mendorong pertumbuhan industri kesehatan di Indonesia.

Daewoong Pharmaceutical (CEO Seng-ho Jeon dan Chang-jae Lee) mengumumkan pada tanggal 27 Maret bahwa Wakil Presiden Eksekutif Seongsoo Park berpartisipasi sebagai perwakilan Daewoong Pharmaceutical untuk menjadi pembicara utama dalam Forum Kerjasama Bisnis Internasional yang diadakan di The Ambassador Seoul – A Pullman Hotel pada tanggal 24 Maret lalu.

Acara tersebut dihadiri Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Won Hee-ryong dan Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Bang Ki-sun, serta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Presiden Eksekutif Daewoong Pharmaceutical Seongsoo Park, untuk membahas penguatan kemitraan dan kerjasama kesehatan antara Korea Selatan dan Indonesia.

mempercepat proyek perluasan rumah sakit dan berbagai infrastruktur medis karena situasi infrastruktur medis di Indonesia perlu ditingkatkan,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Di forum ini, Wakil Presiden Eksekutif Daewoong Pharmaceutical Seongsoo Park diundang ke sesi “Health Partnership: Healthy Partnership antara Indonesia dan Korea Selatan” untuk memberikan presentasi contoh kesuksesan dan visi Daewoong Pharmaceutical di Indonesia dengan tema “Daewoong Indonesia, Bertumbuh Menjadi Kiblat Bio”.

“Melihat dari pasar farmasi global yang bertumbuh 5-6% setiap tahunnya, Indonesia, dengan sumber daya manusia terbesar keempat di dunia memiliki potensi pertumbuhan yang tak tertandingi, sehingga rata- rata pertumbuhan pasar farmasi diperkirakan 11,8% selama lima tahun ke depan,” kata Wakil Presiden Park.

Wakil Presiden Park memilih ‘strategi lokalisasi kompetensi inti’ seperti: kerja sama aktif dengan perusahaan lokal seperti perusahaan gabungan ( joint venture); lokalisasi seluruh aspek penelitian, pengembangan, produksi, penjualan; aktif berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia; pengembangan projek khusus seperti kecantikan medis dan sel terapi.

Pada tahun 2012, Daewoong Pharmaceutical mendirikan Daewoong Infion, sebuah perusahaan gabungan dengan perusahaan farmasi lokal ‘Infion’ untuk melokalisir bisnis farmasi dan bio. Melalui pembangunan pabrik biofarmasi pertama di Indonesia, Daewoong telah berkontribusi dalam pengembangan industri biofarmasi lokal, termasuk transfer teknologi unggul, dan membentuk fondasi operasional langsung seperti penelitian dan pengembangan, produksi, dan penjualan. Khususnya, EPO (nama produk: Epodion) yang diproduksi oleh Daewoong di Indonesia telah mempertahankan pangsa pasar nomor satu di Indonesia sejak tahun 2017, dan setelah memperoleh sertifikasi halal pada tahun 2020, produk-produk yang diproduksi secara lokal didorong untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.

Daewoong Pharmaceutical mendorong lokalisasi bisnis kecantikan dan bedah komestik di Indonesia untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi dalam industri biofarmasi Indonesia. Melalui investasi dan pembangunan fasilitas produksi yang sedang berlangsung di Bali dan Cikarang, Daewoong Pharmaceutical berencana untuk mentransfer teknologi inti terkait kecantikan, seperti pengembangan produk baru, produksi, dan ekspor botulinum toxin. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyebaran teknologi medis terkini dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

lembaga terkemuka untuk melakukan lokalisasi R&D. Strategi ini melibatkan perluasan lima kali lipat dari kerjasama terbuka dengan universitas di Indonesia yang telah dilakukan sebelumnya, dengan tujuan memperkuat kemampuan R&D global melalui kolaborasi dengan bakat lokal terbaik. Khususnya, setelah menandatangani MOU pada September lalu, lembaga riset untuk Drug Development yang akan dibuka tahun ini di Institut Teknologi Bandung akan memperkuat dasar penelitian di bidang bio dan kimia dengan menerapkan teknologi tablet berlapis Daewoong, teknologi nukleus, dan teknologi tablet berlapis tunggal. Selain menjadi pusat pelatihan peneliti obat untuk universitas setempat, institut tersebut akan dioperasikan sebagai ruang untuk melatih bakat global di bidang penggabungan teknologi, barat, ketersediaan, dan rute pemberian obat. Obat-obatan hasil penelitian dari institut tersebut, dengan sinergi dan kombinasi formulasi farmasi, akan diluncurkan di pasar Indonesia.

Selanjutnya, Daewoong Pharmaceutical juga menyampaikan visi dan rencana pertumbuhan bersama ke depan untuk pengembangan bakat dan pembentukan rumah sakit. Daewoong meyakini bahwa ‘Health Partnership’ yang terbentuk melalui rencana ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan industri medis Indonesia dan dapat terus menciptakan dampak ekonomi positif.

Untuk pengembangan talenta lokal, Daewoong berencana untuk lebih aktif dalam mengembangkan program pendidikan DDS Global yang saat ini sedang berlangsung, merekrut talenta terbaik, dan memberikan dukungan beasiswa. Selain itu, Daewoong juga berencana untuk mendukung pertukaran pengetahuan dan pengembangan platform lokal melalui pendirian rumah sakit di bidang penyakit pencernaan (penyakit kronis) yang menjadi kekuatan perusahaan.

Sebagai bagian dari visi ini, Daewoong Pharmaceutical telah melakukan berbagai kegiatan sosial sejak tahun 2005 untuk mengembangkan industri biofarmasi Indonesia menjadi pusat bio global. Pada tahun 2012, perusahaan membangun pabrik biofarmasi pertama di Indonesia, memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan R&D industri biofarmasi di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung untuk mendirikan pusat penelitian bio dan pengembangan obat, serta memberikan beasiswa untuk melatih para ahli dan peneliti biofarmasi Indonesia.

###

Tentang Daewoong Pharmaceutical

Berdasarkan visi “grup perawatan kesehatan global yang memimpin peningkatan kualitas hidup,” Daewoong Pharmaceutical mengembangkan obat-obatan yang sangat baik dan memasoknya ke pasar global. Perusahaan telah mendirikan anak perusahaan lokal, lembaga penelitian, dan pabrik di delapan negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, dan Cina, dan beroperasi di Indonesia sebagai basis penelitian, pengembangan, dan produksi biofarmasi.

Daewoong Pharmaceutical mendirikan perusahaan Indonesianya, PT. Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia (DPCI) di Jakarta pada tahun 2005 dan mendirikan PT. Daewoong Infion (PTDI), perusahaan patungan antara PT. Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia (DPCI) dan Infion, pada tahun 2012 untuk mendirikan pabrik biofarmasi pertama di Indonesia. Daewoong Pharmaceutical memimpin pengembangan perawatan “pertama di kelasnya” dan “terbaik di kelasnya” untuk penyakit yang sulit disembuhkan guna meningkatkan kualitas hidup manusia.  (*)

SPAM Batam Bahas Peningkatan Suplai Air, Penindakan Illegal Connection dan Pengembangan IPA jadi Atensi Serius

0
spam batam
SPAM Batam Rapat mengelar Koordinasi Program Kerja Triwulan II yang berlangsung di Hotel Santika, penindakan sambungan air ilegal (Illegal Connection) dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP). Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam memberikan atensi serius terhadap peningkatan suplai air untuk masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Triwulan II yang berlangsung di Hotel Santika, penindakan sambungan air ilegal (Illegal Connection) dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) menjadi atensi serius dalam upaya peningkatan suplai ke depan.

Sejauh ini, Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam diketahui telah memutus delapan titik sambungan air ilegal (Illegal Connection) di Kawasan Jodoh yang menyebabkan suplai terganggu.

Baca Juga: BP Batam Jamin Kemudahan Investasi, Turki dan Hongkong Tertarik Berinvestasi

“Dari 14 laporan indikasi ilegal, kita sudah lakukan pemutusan terhadap delapan meteran. Rata-rata kasus adalah ilegal koneksi dan ilegal konsumsi,” ujar Direktur Badan Usaha SPAM Batam, Denny Tondano, Rabu (29/3/2023).

Denny mengucapkan, Kawasan Jodoh dan Maritim Square atau District Metric Zone (DMZ) 14 menjadi daerah paling rawan terhadap sambungan ilegal. Baik ilegal koneksi ataupun ilegal konsumsi.

Dari catatan yang ada, angka kehilangan air di wilayah kerja SPAM Batam akibat sambungan ilegal tersebut mencapai sekitar 18 persen. Dengan total kehilangan hampir 500 lt/dt.

Baca Juga: Ini Kata BP Batam Terkait Keluhan Warga Piayu Mengenai Jalan S Parman

Sedangkan untuk Kawasan Jodoh dan sekitarnya, persentase kehilangan pun mencapai 26 persen dan menjadi titik paling rawan dibandingkan daerah lain.

Denny berharap, masyarakat Kota Batam tak lagi bandel dan menghiraukan imbauan yang telah disampaikan SPAM Batam sejak penindakan sambungan ilegal ini dilakukan, Selasa (21/3/2023) lalu.

Tak main-main, pihaknya bakal menempuh jalur hukum jika masih menemukan warga yang memakai sambungan ilegal.

“Proses hukum itu agar jadi efek jera. Kepala BP Batam pun memberikan atensi serius terhadap permasalahan kurangnya suplai ke masyarakat akibat tindakan-tindakan ilegal, jadi kita tak main-main,” tambahnya.

Baca Juga: Pemko dan BP Batam Carikan Solusi Bagi Warga Kampung Aceh

Sementara, penguatan dan pengembangan terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) agar suplai air ke masyarakat ikut meningkat turut jadi pembahasan penting dalam rakor tersebut.

Untuk mendukung langkah tersebut, Badan Usaha SPAM Batam pun akan memperkuat dan melakukan pengembangan terhadap jaringan perpipaan yang ada.

Denny berharap, masyarakat dapat merasakan manfaat pekerjaan ini dalam waktu dekat.

Hal ini juga selaras dengan komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terhadap permasalahan ketersediaan air untuk masyarakat.

“Pelayanan harus kita dahulukan, ini yang menjadi prioritas. Mudah-mudahan suplai air terus maksimal,” pungkasnya.(*)

SPAM Batam Bahas Peningkatan Suplai Air, Penindakan Illegal Connection dan Pengembangan IPA jadi Atensi Serius

0
spam batam
SPAM Batam Rapat mengelar Koordinasi Program Kerja Triwulan II yang berlangsung di Hotel Santika, penindakan sambungan air ilegal (Illegal Connection) dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP). Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam memberikan atensi serius terhadap peningkatan suplai air untuk masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Triwulan II yang berlangsung di Hotel Santika, penindakan sambungan air ilegal (Illegal Connection) dan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) menjadi atensi serius dalam upaya peningkatan suplai ke depan.

Sejauh ini, Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam diketahui telah memutus delapan titik sambungan air ilegal (Illegal Connection) di Kawasan Jodoh yang menyebabkan suplai terganggu.

Baca Juga: BP Batam Jamin Kemudahan Investasi, Turki dan Hongkong Tertarik Berinvestasi

“Dari 14 laporan indikasi ilegal, kita sudah lakukan pemutusan terhadap delapan meteran. Rata-rata kasus adalah ilegal koneksi dan ilegal konsumsi,” ujar Direktur Badan Usaha SPAM Batam, Denny Tondano, Rabu (29/3/2023).

Denny mengucapkan, Kawasan Jodoh dan Maritim Square atau District Metric Zone (DMZ) 14 menjadi daerah paling rawan terhadap sambungan ilegal. Baik ilegal koneksi ataupun ilegal konsumsi.

Dari catatan yang ada, angka kehilangan air di wilayah kerja SPAM Batam akibat sambungan ilegal tersebut mencapai sekitar 18 persen. Dengan total kehilangan hampir 500 lt/dt.

Baca Juga: Ini Kata BP Batam Terkait Keluhan Warga Piayu Mengenai Jalan S Parman

Sedangkan untuk Kawasan Jodoh dan sekitarnya, persentase kehilangan pun mencapai 26 persen dan menjadi titik paling rawan dibandingkan daerah lain.

Denny berharap, masyarakat Kota Batam tak lagi bandel dan menghiraukan imbauan yang telah disampaikan SPAM Batam sejak penindakan sambungan ilegal ini dilakukan, Selasa (21/3/2023) lalu.

Tak main-main, pihaknya bakal menempuh jalur hukum jika masih menemukan warga yang memakai sambungan ilegal.

“Proses hukum itu agar jadi efek jera. Kepala BP Batam pun memberikan atensi serius terhadap permasalahan kurangnya suplai ke masyarakat akibat tindakan-tindakan ilegal, jadi kita tak main-main,” tambahnya.

Baca Juga: Pemko dan BP Batam Carikan Solusi Bagi Warga Kampung Aceh

Sementara, penguatan dan pengembangan terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) agar suplai air ke masyarakat ikut meningkat turut jadi pembahasan penting dalam rakor tersebut.

Untuk mendukung langkah tersebut, Badan Usaha SPAM Batam pun akan memperkuat dan melakukan pengembangan terhadap jaringan perpipaan yang ada.

Denny berharap, masyarakat dapat merasakan manfaat pekerjaan ini dalam waktu dekat.

Hal ini juga selaras dengan komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terhadap permasalahan ketersediaan air untuk masyarakat.

“Pelayanan harus kita dahulukan, ini yang menjadi prioritas. Mudah-mudahan suplai air terus maksimal,” pungkasnya.(*)

Agung Toyota Perkenalkan All-New Astra Toyota Agya dan Toyota Agya GR Sport di Batam

0
toyota
Peluncuran All New Agya dan All-New Agya GR Sport di One Batam Mall. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Agung Toyota yang merupakan authorized founder dealer Toyota PT. Toyota Astra Motor memperkenalkan dua model mobil sekaligus di dua segmen berbeda.

Yaitu All-New Astra Toyota Agya untuk mendukung mobilitas first-user terhadap mobil pertama yang dapat diandalkan dan Toyota Agya GR Sport Sport yang ditujukan bagi pelanggan berjiwa sporty yang menginginkan mobil dengan performa seperti sebuah sports car.

All-New Agya merupakan bentuk komitmen Toyota dalam menjalankan visi continuous improvement terhadap produk yang dipasarkan di Indonesia dan menghadirkan ever-better cars dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang berkembang, termasuk untuk para sporty seeker dan motorsport enthusiast dengan memberikan performa dan handling yang superior pada All-New Agya GR Sport.

“Sejalan dengan komitmen Mobility for All, Toyota meningkatkan value yang menjadi keunggulan hatchback ini dengan menyematkan teknologi terkini Toyota berdasarkan konsep canggih human-centered approach,” ucap Himawan Wahyu Wardhana selaku Chief Operation Officer Agung Toyota saat peluncuran All New Agya dan All-New Agya GR Sport di One Batam Mall, Rabu (29/3/2023).

Baca Juga: BP Batam Jamin Kemudahan Investasi, Turki dan Hongkong Tertarik Berinvestasi

Selain menjawab kebutuhan pelanggan, kehadiran perdana Agya menjadi bagian dari partisipasi aktif Toyota dalam mendukung inisiatif positif pemerintah untuk memberikan pilihan mobilitas baru. Dengan memproduksi mobil yang secara khusus dikembangkan berdasarkan kebutuhan yang mudah di akses oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jambi sendiri.

Seiring waktu, Agya berhasil memikat hati pelanggan bermodalkan tiga DNA utama yaitu kualitas yang dapat diandalkan, konsumsi bahan bakar yang hemat, serta harga yang terjangkau. Secara nasional Agya telah menjawab kebutuhan mobilitas lebih dari 320.000 pelanggan dan untuk di Provinsi Jambi sendiri telah mencapai 1230 sejak tahun 2020 hingga saat ini.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pelanggan atas kepercayaan yang diberikan kepada Agya sebagai mobil pertama mereka yang dapat diandalkan. Seiring dengan evolusi trend dan lifestyle, kami melihat ada perkembangan kebutuhan masyarakat yang tidak hanya mencari mobil berdasarkan harga jual yang terjangkau,” lanjut Regional Manager West Area, Mahmud Fauzi.

Baca Juga: BI Sarankan Masyarakat Tukarkan Uang di Konter Resmi, Ini Jadwal dan Lokasinya

Banyak calon pelangan yang mendambakan mobil dengan kualitas dasar yang lebih baik, fitur yang advanced, tampilan yang sporty dan performa yang mumpuni. Untuk menjawab kebutuhan ini, di generasi ke-2 Agya tidak hanya hadirkan 1 namun 2 model sekaligus.

“Bagi yang mencari mobil yang exciting dan memberikan peace of mind, kami siapkan All-New Agya. Dan bagi para sporty seekers, kami siapkan All-New Agya GR Sport, yang dibekali dengan special tuning di beberapa bagian sehingga menghadirkan performa dan handling yang superior. Kami harap kedua model ini dapat memenuhi kebutuhan di masing-masing segmen, sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan Mobility for All,” lanjut Mahmud Fauzi.

Sementara itu, untuk promo yang ditawarkan saat launching yaitu DP low hanya Rp 20 juta dengan angsuran ringan hanya Rp 3 jutaan untuk tenor 4 tahun sampai 5 tahun. Promo ini berlaku selama bulan April 2023 saja.

Baca Juga: APINDO dan Kadin Imbau Pengusaha Patuhi SE Menaker Terkait THR

“Promo spesial ini hanya satu bulan saja, untuk stok ready kita langsung antarkan ke rumah Anda, ” sambung Yunus Arif Prabowo selaku Regional Manager wilayah Timur Agung Toyota.

Untuk harga lanjut Yunus, dibuka dari Rp 175 jutaan sampai harga tertinggi Rp 242 jutaan untuk Agya GR Sport Sport.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Bantuan Jaring dan Kerambah Jaring Apung Jangan Dipindahtangankan

0
Staf KKP, Wiji menyerahkan bantuan secara simbolis ke kelompok nelayan disaksikan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Bintan, M. Panca Azdigoena dan Kadis Perikanan Bintan, Fachrimsyah di Masjid An Nur, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (28/3/2023). F.Slamet Nofasusanto

batampos– Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI memberikan bantuan jaring dan kerambah jaring apung untuk kelompok perikanan budidaya yang ada di Bintan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid An Nur, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (28/3/2023) sore.

Staf TU KKP, Wiji meminta kelompok perikanan budidaya segera memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan.

“Segera dimanfaatkan, jangan dipindahtangankan,” pesannya.

Dia menyampaikan, bakal ada monitoring yang dilakukan lembaganya terkait bantuan yang sudah diberikan ke kelompok perikanan budidaya.

BACA JUGA:Miris, Taman Kota Seri Kuala Lobam Tak Terawat

Dia berharap, kelak kalau dilakukan monitoring, sudah ada ikannya.

‘”Jangan sampai kosong. Kalau kosong, bantuan yang sudah diberikan bisa dipindahkan untuk kelompok lain,” kata dia.

Analis Perikanan Budidaya KKP, M Rizky Pratama mengatakan, bantuan ini stimulan dari KKP untuk kelompok perikanan budidaya, salah satunya di Bintan.

Disebutkannya, bantuan yang diberikan berupa kerambah jaring apung untuk 2 kelompok dan jaring untuk 10 kelompok di Bintan.

Harapannya, kelompok perikanan budidaya yang mendapat bantuan dapat berkembang dan mandiri sehingga tidak lagi berpangkutangan ke pemerintah.

Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah menyampaikan apresiasi ke KKP yang telah memberikan stimulan bantuan ke kelompok perikanan budidaya di Bintan.

“Mudah-mudahan ke depan kelompok perikanan budidaya lainnya yang mendapat stimulan bantuan,” kata dia.

Kepada kelompok perikanan budidaya yang menerima bantuan, dia berpesan agar digunakan sebaik mungkin.

“Jangan dipindahtangankan, karena sewaktu-waktu akan dilakukan monitoring KKP,” tukasnya. (*)

reporter: slamet