Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 63

Menunggu Saksi dari Luar Negeri, Sidang Dugaan Penempatan PMI Ilegal Kembali Molor

0
Sidang di PN Batam molor. f, Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Persidangan perkara dugaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural dengan terdakwa Zul Amri kembali mengalami penundaan. Sidang yang digelar di Ruang Sidang Wirjono Prodjodikoro, Pengadilan Negeri Batam, Kamis, (11/6), sedianya memasuki agenda pembuktian dari pihak terdakwa. Namun, majelis hakim memutuskan memberikan tambahan waktu selama sepekan.

Penundaan itu terjadi setelah penasihat hukum terdakwa menyampaikan rencana menghadirkan seorang saksi yang saat ini berada di luar negeri. Majelis hakim menilai terdakwa masih perlu diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi tersebut sebelum pemeriksaan perkara dilanjutkan.

“Kita kasih kesempatan sekali lagi kepada terdakwa. Satu minggu ya. Tanggal 17 kita lanjut lagi untuk persidangan,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Eri Justiansyah dalam persidangan.

Hakim juga menyarankan agar mekanisme menghadirkan saksi yang berada di luar negeri dikonsultasikan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tempat saksi tersebut tinggal. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan proses pemeriksaan saksi dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penundaan kali ini menambah panjang perjalanan perkara yang mulai disidangkan sejak 9 Maret 2026. Hingga kini, persidangan telah memasuki agenda ke-10, namun belum juga beranjak ke tahap pembuktian dari pihak terdakwa.

Kasus yang menjerat Zul Amri bermula dari dugaan upaya pemberangkatan dua calon pekerja migran Indonesia ke Malaysia tanpa melalui prosedur resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Zul Amri diduga berperan bersama seorang perempuan bernama Yulia yang hingga kini masih masuk dalam daftar pencarian orang.

Jaksa menguraikan, pada Desember 2025 Yulia menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Malaysia melalui unggahan status WhatsApp. Tawaran itu menarik minat Siti Rodiah yang dijanjikan gaji sebesar 1.500 ringgit Malaysia per bulan. Tawaran serupa juga diterima Sri Handayani Lestari dengan iming-iming upah sekitar Rp6 juta per bulan.

Kedua perempuan tersebut kemudian berangkat ke Batam. Setibanya di kota itu, mereka dijemput oleh Zul Amri dan dibawa ke sebuah rumah kos di kawasan Sei Jodoh, Kecamatan Batuampar.

Menurut dakwaan, keesokan harinya terdakwa mengantar Sri Handayani Lestari ke Kantor Imigrasi untuk mengurus paspor sebagai salah satu persiapan keberangkatan ke Malaysia. Setelah proses administrasi selesai, mereka kembali ke tempat penginapan.

Namun rencana keberangkatan itu tidak pernah terwujud. Aparat kepolisian yang menerima informasi mengenai dugaan pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural lebih dahulu mengamankan kedua calon pekerja migran tersebut. Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah kepada Zul Amri yang ditangkap sehari berikutnya di kawasan Batam Kota.

Jaksa menilai Zul Amri telah melakukan atau turut serta melakukan penempatan pekerja migran Indonesia tanpa izin resmi serta tanpa memenuhi berbagai persyaratan yang diwajibkan undang-undang. Persyaratan itu antara lain pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, pemeriksaan dokumen, hingga kelengkapan administrasi lainnya sebelum pemberangkatan ke luar negeri.

Atas dugaan perbuatannya, Zul Amri didakwa melanggar Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebagai dakwaan subsider, jaksa juga menjerat terdakwa dengan Pasal 83 Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia karena diduga menempatkan calon pekerja migran yang belum memenuhi persyaratan administratif maupun kompetensi.

Dalam berkas perkara, jaksa menyertakan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan proses perekrutan dan persiapan keberangkatan calon pekerja migran. Barang bukti tersebut antara lain mutasi rekening bank, tiket perjalanan bus dan pesawat, dokumen pembayaran paspor, foto boarding pass, serta satu unit telepon genggam.

Dengan penundaan terbaru ini, majelis hakim memberikan waktu hingga pekan depan bagi terdakwa untuk menghadirkan saksi yang dianggap penting bagi pembelaannya. Kehadiran (*)

 

Artikel Menunggu Saksi dari Luar Negeri, Sidang Dugaan Penempatan PMI Ilegal Kembali Molor pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Jaga Daya Saing Investasi dan Logistik

0
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menyampaikan keterangan terkait penundaan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Batam, Kamis (11/6/2026). Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya saing investasi, industri, dan efisiensi logistik di kawasan perdagangan bebas tersebut.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memutuskan menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di pelabuhan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di Kota Batam.

Keputusan itu merupakan tindak lanjut arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mempertimbangkan masukan dari pelaku usaha serta pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan internasional.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menegaskan bahwa penundaan bukan berarti menghentikan agenda modernisasi layanan kepelabuhanan. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar implementasi kebijakan tarif di masa mendatang dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangannya di Marketing Center BP Batam, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, Batam saat ini tengah berada pada momentum positif dalam menarik investasi. Oleh karena itu, berbagai faktor yang memengaruhi kepercayaan investor harus dijaga, termasuk kepastian dan efisiensi biaya logistik.

Fary menjelaskan bahwa daya saing Batam tidak hanya ditentukan oleh letak geografis yang strategis, insentif fiskal, maupun kemudahan perizinan. Prediktabilitas biaya logistik juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan investasi.

BP Batam menilai biaya logistik merupakan salah satu komponen utama yang memengaruhi operasional dunia usaha. Beban biaya tersebut tidak hanya berasal dari tarif resmi layanan pelabuhan, tetapi juga akumulasi berbagai komponen lain seperti layanan terminal, jasa forwarding, transportasi barang (trucking), pengurusan dokumen, biaya penyimpanan (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary.

Kebijakan penundaan penyesuaian tarif tersebut mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menilai langkah BP Batam menunjukkan kepekaan pemerintah terhadap kondisi pelaku usaha yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Menurut Rafki, fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga bahan baku, serta meningkatnya biaya energi menjadi tekanan yang harus dihadapi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” ujarnya.

Ke depan, BP Batam berkomitmen membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator terminal, asosiasi usaha, perusahaan forwarder, konsultan hukum, serta pengguna jasa pelabuhan.

Evaluasi terhadap kebijakan tarif nantinya akan dilakukan berdasarkan data yang akurat dan dikaitkan dengan standar pelayanan minimal (service level agreement/SLA) yang terukur. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan efisiensi biaya bagi pelaku usaha.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, serta Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, beserta jajaran. (*)

 

Artikel BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Jaga Daya Saing Investasi dan Logistik pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Jaga Daya Saing Investasi dan Logistik

0
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menyampaikan keterangan terkait penundaan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Batam, Kamis (11/6/2026). Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya saing investasi, industri, dan efisiensi logistik di kawasan perdagangan bebas tersebut.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memutuskan menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di pelabuhan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di Kota Batam.

Keputusan itu merupakan tindak lanjut arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mempertimbangkan masukan dari pelaku usaha serta pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan internasional.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menegaskan bahwa penundaan bukan berarti menghentikan agenda modernisasi layanan kepelabuhanan. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar implementasi kebijakan tarif di masa mendatang dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangannya di Marketing Center BP Batam, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, Batam saat ini tengah berada pada momentum positif dalam menarik investasi. Oleh karena itu, berbagai faktor yang memengaruhi kepercayaan investor harus dijaga, termasuk kepastian dan efisiensi biaya logistik.

Fary menjelaskan bahwa daya saing Batam tidak hanya ditentukan oleh letak geografis yang strategis, insentif fiskal, maupun kemudahan perizinan. Prediktabilitas biaya logistik juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan investasi.

BP Batam menilai biaya logistik merupakan salah satu komponen utama yang memengaruhi operasional dunia usaha. Beban biaya tersebut tidak hanya berasal dari tarif resmi layanan pelabuhan, tetapi juga akumulasi berbagai komponen lain seperti layanan terminal, jasa forwarding, transportasi barang (trucking), pengurusan dokumen, biaya penyimpanan (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary.

Kebijakan penundaan penyesuaian tarif tersebut mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menilai langkah BP Batam menunjukkan kepekaan pemerintah terhadap kondisi pelaku usaha yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Menurut Rafki, fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga bahan baku, serta meningkatnya biaya energi menjadi tekanan yang harus dihadapi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” ujarnya.

Ke depan, BP Batam berkomitmen membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator terminal, asosiasi usaha, perusahaan forwarder, konsultan hukum, serta pengguna jasa pelabuhan.

Evaluasi terhadap kebijakan tarif nantinya akan dilakukan berdasarkan data yang akurat dan dikaitkan dengan standar pelayanan minimal (service level agreement/SLA) yang terukur. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan efisiensi biaya bagi pelaku usaha.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, serta Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, beserta jajaran. (*)

 

Artikel BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Jaga Daya Saing Investasi dan Logistik pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Pertama SPMB SMA/SMK Kepri, Upload Berkas Sulit dan Sistem Sempat Lumpuh

0
Sejumlah orang tua mendatangi posko pengaduan SPMB di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, setelah mengalami kendala mengakses sistem pendaftaran yang sempat mengalami gangguan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (11/6), diwarnai gangguan server yang menyebabkan sejumlah calon peserta didik kesulitan mengakses sistem pendaftaran.

Kendala tersebut membuat sejumlah orang tua mendatangi sekolah tujuan untuk meminta bantuan dan memperoleh informasi terkait proses pendaftaran yang tidak berjalan normal.

Di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, misalnya, beberapa orang tua datang langsung ke sekolah setelah mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran secara daring.

“Sejauh ini sudah ada enam orang tua yang datang ke SMA 2 Tanjungpinang. Mereka meminta bantuan karena mengalami kendala saat melakukan pendaftaran,” kata Panitia Pelaksana SPMB SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Mariyanto.

Menurutnya, gangguan mulai terjadi sejak sistem pendaftaran dibuka pada pukul 08.00 WIB. Akibatnya, sebagian calon peserta didik tidak dapat menyelesaikan proses pendaftaran maupun mengunggah dokumen persyaratan.

Mariyanto menjelaskan, pihak sekolah masih menunggu informasi resmi terkait penyebab teknis gangguan tersebut dari panitia SPMB tingkat provinsi.

Namun, dugaan sementara mengarah pada tingginya beban akses yang menyebabkan sistem tidak mampu menampung seluruh pengguna secara bersamaan.

“Untuk detail penyebabnya kami masih menunggu informasi dari panitia SPMB tingkat provinsi,” ujarnya.

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMA Negeri 2 Tanjungpinang menyediakan kuota sebanyak 432 siswa. Kuota tersebut terdiri atas jalur domisili berbasis jarak dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.

Mariyanto berharap gangguan server dapat segera teratasi agar proses pendaftaran berjalan lancar. Ia mengakui kondisi serupa juga sempat terjadi pada hari pertama pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, mengatakan gangguan server dipicu membludaknya jumlah pendaftar yang mengakses sistem secara bersamaan pada hari pertama pembukaan.

Meski demikian, ia memastikan kondisi server berangsur normal dan proses pendaftaran tetap berlangsung.

“Semua berebut masuk pada waktu yang sama. Itu hal yang wajar. Pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB dan hingga saat ini sudah sekitar 8.000 calon siswa yang mendaftar. Insyaallah sistem sudah berjalan lebih baik,” kata Andi.

Ia mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk tetap tenang apabila masih mengalami kendala karena masa pendaftaran masih berlangsung hingga 14 Juni 2026.

Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar jenjang SMK telah melampaui 4.000 orang, sedangkan pendaftar SMA mendekati 4.500 orang.

“Data terus bergerak secara real time. Saat ini pendaftar SMK sudah lebih dari 4.000 orang dan SMA hampir 4.500 orang,” ujarnya. (*)

Artikel Hari Pertama SPMB SMA/SMK Kepri, Upload Berkas Sulit dan Sistem Sempat Lumpuh pertama kali tampil pada Kepri.

Pipa Air Bersih Bocor, Suplai ke Taman Baloi hingga Sukajadi Batam Dihentikan Sementara

0
Tim teknis PT Air Batam Hilir melakukan perbaikan darurat pipa transmisi air bersih berdiameter 800 mm di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6). Kebocoran akibat pergeseran tanah pascahujan menyebabkan suplai air ke sejumlah wilayah di Batam dihentikan sementara.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) melakukan perbaikan darurat terhadap pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6/2026).

Perbaikan dilakukan setelah terjadi kebocoran pada pipa transmisi utama yang diduga dipicu oleh pergeseran tanah akibat hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir.

Akibat pekerjaan tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam terpaksa dihentikan sementara hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Berdasarkan informasi dari tim teknis Air Batam Hilir, kebocoran kembali terjadi di titik yang sama dengan lokasi perbaikan sebelumnya. Kondisi tanah yang labil pascahujan diduga menjadi penyebab pipa kembali bergeser sehingga memicu kebocoran.

Wilayah yang terdampak penghentian sementara distribusi air bersih meliputi Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Teluk Tering, Kelurahan Sukajadi, serta kawasan di sekitarnya.

Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh sumber daya teknis telah dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Namun, pekerjaan sempat mengalami kendala karena hujan deras yang turun saat proses dewatering atau pengurasan air berlangsung. Faktor keselamatan pekerja menjadi pertimbangan utama mengingat kondisi lokasi yang berlumpur dan berisiko.

“Waktu pengerjaan mengalami keterlambatan karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir sekitar dua jam setelahnya,” ujar Ariastuty, yang akrab disapa Tuty.

Ia menjelaskan, setelah proses dewatering selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa yang rusak, pemasangan pipa baru, pemasangan baut dan pengelasan, pemasangan penyangga pipa (support pipe), hingga tahap pemulihan suplai air ke pelanggan.

BP Batam dan Air Batam Hilir juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menampung air sebagai cadangan selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,” katanya.

Menurut Tuty, BP Batam akan terus menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi layanan.

Ia menegaskan, dukungan dan pengertian masyarakat sangat dibutuhkan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar dan keandalan jaringan distribusi air bersih di Kota Batam tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya. (*)

 

Artikel Pipa Air Bersih Bocor, Suplai ke Taman Baloi hingga Sukajadi Batam Dihentikan Sementara pertama kali tampil pada Metropolis.

Pipa Air Bersih Bocor, Suplai ke Taman Baloi hingga Sukajadi Batam Dihentikan Sementara

0
Tim teknis PT Air Batam Hilir melakukan perbaikan darurat pipa transmisi air bersih berdiameter 800 mm di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6). Kebocoran akibat pergeseran tanah pascahujan menyebabkan suplai air ke sejumlah wilayah di Batam dihentikan sementara.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) melakukan perbaikan darurat terhadap pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6/2026).

Perbaikan dilakukan setelah terjadi kebocoran pada pipa transmisi utama yang diduga dipicu oleh pergeseran tanah akibat hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir.

Akibat pekerjaan tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam terpaksa dihentikan sementara hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Berdasarkan informasi dari tim teknis Air Batam Hilir, kebocoran kembali terjadi di titik yang sama dengan lokasi perbaikan sebelumnya. Kondisi tanah yang labil pascahujan diduga menjadi penyebab pipa kembali bergeser sehingga memicu kebocoran.

Wilayah yang terdampak penghentian sementara distribusi air bersih meliputi Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Teluk Tering, Kelurahan Sukajadi, serta kawasan di sekitarnya.

Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh sumber daya teknis telah dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Namun, pekerjaan sempat mengalami kendala karena hujan deras yang turun saat proses dewatering atau pengurasan air berlangsung. Faktor keselamatan pekerja menjadi pertimbangan utama mengingat kondisi lokasi yang berlumpur dan berisiko.

“Waktu pengerjaan mengalami keterlambatan karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir sekitar dua jam setelahnya,” ujar Ariastuty, yang akrab disapa Tuty.

Ia menjelaskan, setelah proses dewatering selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa yang rusak, pemasangan pipa baru, pemasangan baut dan pengelasan, pemasangan penyangga pipa (support pipe), hingga tahap pemulihan suplai air ke pelanggan.

BP Batam dan Air Batam Hilir juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menampung air sebagai cadangan selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,” katanya.

Menurut Tuty, BP Batam akan terus menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi layanan.

Ia menegaskan, dukungan dan pengertian masyarakat sangat dibutuhkan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar dan keandalan jaringan distribusi air bersih di Kota Batam tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya. (*)

 

Artikel Pipa Air Bersih Bocor, Suplai ke Taman Baloi hingga Sukajadi Batam Dihentikan Sementara pertama kali tampil pada Metropolis.

Penumpang KM Kelud Keluhkan Parkir Pelabuhan Bintang 99 Batuampar

0

batampos –Satpolairud Polresta Barelang melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap penumpang serta barang muatan KM Kelud yang sandar di Pelabuhan Batam Bintang 99, Batu Ampar, Rabu (10/6). Pengamanan dilakukan untuk memastikan aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Polisi Penolong itu melibatkan personel Satpolairud bersama unsur Syahbandar, KPLP, KP3, dan TNI AL. Petugas melakukan pengawasan terhadap penumpang yang turun maupun naik kapal serta memeriksa barang bawaan dan muatan kapal.

Berdasarkan data di lapangan, jumlah penumpang yang turun dari KM Kelud tercatat sebanyak 2.521 orang. Sementara penumpang yang naik mencapai 1.340 orang dan penumpang lanjutan sebanyak 619 orang.

Seluruh proses embarkasi dan debarkasi berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.
Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Kota Batam.
“Pengamanan dan pengecekan terhadap penumpang serta barang bawaan KM Kelud dilakukan dalam rangka menjaga harkamtibmas di kawasan pelabuhan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” kata I Kade Dwi Suryawandika.

Meski pengamanan berjalan baik, sejumlah pengguna jasa pelabuhan masih mengeluhkan kondisi fasilitas pendukung, terutama area parkir dan akses keluar masuk kendaraan yang dinilai belum mampu mengakomodasi tingginya aktivitas penumpang saat kapal sandar.

Andi, salah seorang penjemput penumpang, mengatakan kepadatan kendaraan sering terjadi ketika ribuan penumpang turun dalam waktu bersamaan. “Kalau KM Kelud datang, kendaraan yang masuk dan keluar sering menumpuk. Kadang harus menunggu lama hanya untuk keluar dari area pelabuhan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Batam yang mengantar keluarganya ke pelabuhan. Menurutnya, kapasitas parkir yang terbatas membuat kendaraan kerap berhenti di bahu jalan. “Harapan kami area parkir diperluas dan jalur kendaraan ditata lebih baik. Jadi tidak semrawut dan masyarakat lebih nyaman,” katanya.

Warga berharap pengelola Pelabuhan Batam Bintang 99 dapat segera melakukan pembenahan fasilitas, terutama penataan parkir dan rekayasa arus lalu lintas kendaraan. Dengan meningkatnya jumlah penumpang kapal laut dari waktu ke waktu, perbaikan fasilitas dinilai penting agar pelayanan di pelabuhan semakin nyaman, aman, dan tertib bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.(*)

 

Artikel Penumpang KM Kelud Keluhkan Parkir Pelabuhan Bintang 99 Batuampar pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Masalah Keluarga

0
Polisi mengevalkuasi jenazah anak SMP yang ditemukan tewas gantung diri. F. Istimewa

batampos – Warga Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pelajar SMP, Kamis (11/6) pagi. Samuel Hasibuan, siswa kelas IX SMP Negeri di Nongsa, ditemukan tewas tergantung di kamar lantai atas rumahnya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban. Sebelumnya, keluarga sempat mencari keberadaan Samuel karena tidak berada di tempat tidur dan tidak dapat dihubungi.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, menjelaskan sekitar pukul 06.00 WIB ibu korban menyadari Samuel tidak lagi berada di tempat tidurnya. Ia kemudian berupaya menghubungi anaknya melalui telepon, namun tidak mendapat respons.

“Korban beberapa kali dihubungi, tetapi tidak bisa dihubungi. Sekitar pukul 07.30 WIB, ibu korban naik ke kamar lantai atas untuk memastikan keberadaan korban,” ujar Rayhan.

Sesampainya di kamar, ibu korban mendapati Samuel sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang terikat pada kayu plafon rumah. Melihat kondisi tersebut, ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Teriakan itu mengundang perhatian warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Beberapa warga kemudian datang membantu dan melepaskan ikatan tali yang melilit leher korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polresta Barelang dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Bekas luka yang ditemukan pada leher korban dinyatakan konsisten dengan jeratan tali akibat posisi tubuh yang tergantung.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Luka pada leher sesuai dengan jeratan tali akibat gantung diri,” jelas Rayhan.

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya karena persoalan pribadi yang berkaitan dengan masalah keluarga. Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan keterangan lainnya.

“Kami menduga ada permasalahan pribadi yang menjadi pemicu. Namun hal itu masih dalam pendalaman,” tambahnya.

Rayhan juga menyebut pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang diserahkan kepada penyidik.

“Keluarga menolak untuk diautopsi,” tegas Rayhan.

Salah seorang warga, Sigit, terkejut saat mengetahui kabar tersebut. Menurutnya, Samuel masih berstatus pelajar dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

“Kami semua kaget mendengar kejadian ini. Korban masih sekolah dan sehari-hari biasa saja seperti anak-anak seusianya,” kata Sigit.

Hingga kini, kepolisian masih melengkapi administrasi penyelidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (*)

 

Artikel Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Masalah Keluarga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tersangka OTT di Muara Enin Sebut Pimpinan BPK Terima Uang Suap

0
Dua tersangka kasus dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemkab Muara Enim, Titin Rita Lestari (kedua kanan) dan Augus Dwianggara (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/6/2026). f. antara

batampos – Tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) lanjutan Muara Enim, Ketua Tim Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan Titin Rita Lestari, menyatakan pimpinan BPK yang menerima suap, bukan dirinya.

“Pimpinan saya berjenjang,” ujar Titin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Selain itu, dia mengatakan bahwa dirinya hanya seorang pelaksana sehingga tidak menerima satu pun uang dari kasus dugaan korupsi tersebut.

“Saya enggak terima uang ya. Ini enggak adil. Saya cuma pelaksana,” katanya.

Sebelumnya, KPK selama 7-8 Juni 2026 menangkap 10 orang dalam OTT. Lima orang ditangkap di Jakarta, dan lima lainnya di Sumatera Selatan.

Dalam OTT ke-12 yang dilakukan KPK sepanjang 2026 tersebut, Bupati Muara Enim Edison menjadi salah satu dari 10 orang yang diamankan.

Pada 9 Juni 2026, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025-2026.

Keempat tersangka tersebut adalah Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, dan Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison.

Pada 10 Juni 2026, KPK kembali melakukan OTT lanjutan dan menangkap lima aparatur sipil negara (ASN) BPK RI. Operasi tersebut menjadi OTT ke-13 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Pada 11 Juni 2026, Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan Titin Rita Lestari dan pihak swasta bernama Augus Dwianggara dikonfirmasi KPK sebagai tersangka dugaan suap dalam pengaturan temuan pemeriksaan BPK pada Pemkab Muara Enim. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tersangka lain dari OTT lanjutan Muara Enim tersebut.(*)

Artikel Tersangka OTT di Muara Enin Sebut Pimpinan BPK Terima Uang Suap pertama kali tampil pada News.

Antisipasi Lonjakan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Batam Perkuat Layanan Digital

0
Ilustrasi kartu JKN.

batampos – Tingginya cakupan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Batam mendorong BPJS Kesehatan terus memperkuat kapasitas layanan kesehatan, baik melalui perluasan kerja sama fasilitas kesehatan maupun percepatan transformasi digital.

Kepala Bagian SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Ilham, mengatakan pihaknya secara berkala melakukan pemetaan jumlah peserta dan kapasitas fasilitas kesehatan untuk memastikan akses layanan tetap terjaga seiring meningkatnya kepesertaan JKN.

Menurut dia, penambahan kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dilakukan berdasarkan kebutuhan wilayah dan pertumbuhan jumlah peserta.

“BPJS Kesehatan secara rutin melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas kesehatan berdasarkan pertumbuhan peserta, kepadatan penduduk, dan akses layanan di setiap wilayah,” kata Ilham, Kamis, (11/6).

Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Batam telah mencapai 96,82 persen dari total jumlah penduduk semester II tahun 2025. Angka tersebut menempatkan Batam dalam kategori Universal Health Coverage (UHC), yakni kondisi ketika hampir seluruh penduduk telah terlindungi jaminan kesehatan.

Untuk melayani peserta tersebut, BPJS Kesehatan saat ini bekerja sama dengan 118 FKTP yang terdiri atas puskesmas dan klinik pratama.

Seiring meningkatnya jumlah peserta, BPJS Kesehatan menempatkan transformasi digital sebagai salah satu strategi utama meningkatkan kualitas layanan.

Sejumlah inovasi yang telah diterapkan meliputi antrean online melalui aplikasi Mobile JKN, integrasi sistem informasi rumah sakit dan klinik dengan sistem BPJS Kesehatan, penggunaan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) elektronik, bridging farmasi, hingga pemanfaatan validasi biometrik dan rekam medis elektronik.

Menurut Ilham, digitalisasi layanan membantu mempercepat proses administrasi, mengurangi antrean manual, serta memberikan kepastian waktu pelayanan bagi peserta.

Peserta juga didorong memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Selain itu, aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan informasi seperti riwayat pelayanan kesehatan, hasil skrining kesehatan, telekonsultasi, jadwal operasi, hingga informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit.

“Dengan sistem antrean online, peserta dapat datang sesuai jadwal sehingga mengurangi penumpukan pasien di ruang tunggu dan mempercepat alur pelayanan,” ujarnya.

Untuk memastikan implementasi layanan digital berjalan optimal, BPJS Kesehatan secara rutin melakukan monitoring pemanfaatan antrean online, supervisi langsung ke fasilitas kesehatan melalui program Si-Bling dan Customer Visit, evaluasi kendala pelayanan, serta menindaklanjuti berbagai keluhan peserta.

Meski jumlah peserta terus bertambah, BPJS Kesehatan menilai kapasitas layanan kesehatan di Batam masih berada dalam kondisi yang memadai.

Ilham menjelaskan salah satu indikator yang digunakan adalah rasio dokter terhadap peserta JKN. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2194/2023, rasio ideal ditetapkan satu dokter untuk maksimal 5.000 peserta.

“Untuk Kota Batam saat ini rasio dokter umum terhadap peserta masih berada di bawah angka satu banding lima ribu. Artinya kebutuhan dokter terhadap jumlah peserta masih tercukupi,” katanya.

Selain itu, BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Batam juga melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas kesehatan berdasarkan jumlah penduduk di setiap kecamatan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang berpotensi mendapatkan penambahan fasilitas kesehatan mitra.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan sistem digital Atlas-SIG, yakni peta sebaran fasilitas kesehatan berbasis web yang menampilkan lokasi dan cakupan layanan fasilitas kesehatan. Sistem ini dapat diakses masyarakat dan menjadi salah satu instrumen dalam perencanaan perluasan jaringan layanan.(*)

Artikel Antisipasi Lonjakan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Batam Perkuat Layanan Digital pertama kali tampil pada Metropolis.