Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6324

Mahfud MD: Faktanya Selama Ini Lukas Enembe Beraktivitas Normal

0
Gubernur Papua Lukas Enembe dikawal ketat saat tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/1/2022).  (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe selama ini bisa melakukan aktivitas seperti orang yang tidak sakit. Karena itu, KPK memutuskan untuk menangkap Lukas Enembe yang sudah menyandang status tersangka.

“Ternyata Lukas melakukan aktivitas seperti orang tidak sakit, meresmikan Gedung dan aktivitas lain sehingga sesudah berkonsultasi dengan saya, membicarakan dengan saya, Ketua KPK, pada 5 Januari 2023 sore, diputuskan bahwa Lukas Enembe ditangkap dengan tetap memperhatikan sepenuhnya atas perlindungan HAM,” kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Kemenko Polhukam, Rabu (11/1).

Mahfud mengungkapkan, alasan sakit yang membuat KPK terlambat menangkap Lukas Enembe. Pasalnya, Lukas mengaku selalu sakit sehingga secara hukum tidak bisa diperiksa dan ditahan.

“Menurut hukum orang sakit tidak boleh diperiksa, apalagi ditahan. Dan itu harus meminta rujukan dokter. Dan sesudah itu dilakukan ternyata Lukas melakukan aktivitas seperti orang tidak sakit,” ucap Mahfud.

Oleh karrna itu, Mahfud memastikan KPK akan bertanggung jawab atas penanganan kesehatan terhadap Lukas. Menurut Mahfud, jika dinyatakan sakit oleh dokter dan membutuh perawatan khusus, KPK akan memberikan fasilitas kesehatan.

“Bahkan kalaupun harus keluar negari karena misalnya keahlian itu ada di Singapura, maka pemerintah juga bisa mengantar dan mengkawal ke Singapura, tidak boleh berangkat sendiri,” pungkas Mahfud.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menangkap Lukas Enembe yang telah menjadi tersangka kasus dugaan suap. Lukas Enembe saat ini sedang dalam pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah. Kasus itu terkait proyek-proyek di lingkungan Pemprov Papua. Lukas Enembe juga diduga menerima suap sebesar Rp 1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka. Selain itu, KPK juga menduga Lukas Enembe telah menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya. (*)

Reporter: JP Group

Penjaga Sekolah di Padang Pariaman Sembunyikan 36 Kg Ganja di Perpustakaan

0
Kapolsek Nan Sabaris AKP Andra Nova (kiri) dan Kasat Narkoba Polres Pariaman Iptu Syafwal (kanan) saat merilis temuan puluhan kilogram ganja di Nan Sabaris, Rabu (11/1/2023). (ANTARA/Aadiaat M.S. )

batampos – Seorang guru menemukan sekitar 36 kilogram ganja di perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Sunur Tengah, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pengungkapan ganja di sekolah ini terjadi pada Rabu (11/1) sekitar pukul 10.00 WIB, dikutip dari Antara.

“Ganja tersebut ditemukan oleh guru sekolah, kemudian pihak sekolah melaporkan penemuan ganja itu kepada wali nagari dan selanjutnya wali nagari menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas,” kata Kepala Kepolisian Sektor Nan Sabaris Ajun Komisaris Polisi Andra Nova saat jumpa pers di Nan Sabaris.

Ia mengatakan, ganja sebanyak itu terbungkus dalam 36 paket yang masing-masing diperkirakan memiliki berat sekitar satu kilogram.

Dari penemuan ganja itu, polisi kemudian menangkap penjaga sekolah berinisial A, 44, yang mengaku sebagai pemilik barang haram itu.

Andra mengatakan dari pengakuan penjaga sekolah itu, puluhan kilogram ganja itu berasal dari Sumatera Utara yang dititipkan kepadanya dan nantinya akan dibawa oleh orang lain.

“Jadi, hanya transit, nanti akan ada yang menjemput,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan A, puluhan kilogram ganja tersebut tiba pada Selasa (10/1) malam dan penyimpanan di perpustakaan ini merupakan kali pertama dilakukannya.

Menurut Andra, pemilik ganja itu merupakan mantan narapidana dengan kasus pencurian dan telah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pariaman.

Andra belum bisa memastikan apakah penjaga sekolah berinisial A itu mengenal pemasok ganja saat menjalani hukuman di lapas. Saat ini, pemilik dan barang bukti ganja telah diserahkan ke Polres Padang Pariaman untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman Inspektur Polisi Satu Syafwal mengatakan pihaknya akan mendalami kasus penemuan puluhan kilogram ganja di perpustakaan sekolah tersebut.

“Kami akan mendalami apakah ada jaringan lainnya, khususnya di Kecamatan Nan Sabaris,” ujarnya.

Meskipun pelaku mengaku baru sekali menerima penitipan ganja tersebut, Syafwal mengatakan pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut. (*)

Reporter: JP Group

Pencurian Kabel PJU di Batam Makin Marak

0
PJU lampu jalan
Ilustrasi. Aksi pencurian fasilitas umum di Kota Batam semakin marak. Terbaru kabel incoming milik PLN yang mengakibatkan 30 tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah jalan protokol padam. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Pencurian kabel penerangan jalan umum semakin marak terjadi. Kali ini kabel optik penerangan jalan umum yang berada di Pom bensin Tiban 3, Sekupang, raib digondol maling. Akibatnya, penerangan jalan umum di sepanjang jalan tersebut padam.

Pantauan di lokasi, kabel-kebel PJU tersebut dipotong di semua sisi. Modus pelaku biasanya berpura-pura menjadi petugas PLN, rata-rata pelaku pencurian beroperasi malam hari. Pencurinya bahkan nekat merusak tiang PJU di tepi jalan demi mendapatkan kabel curiannya.

“Kalau siang tentu aksinya akan terpantau. Kita sinyalir ini dilakukan malam hari, ” ujar Anton warga Tiban kepada Batam Pos, Rabu (11/1).

Baca Juga: Jalan Dilebarkan tapi JPO di Batuaji Tak Ikut Pelebaran

Menurutnya, pencurian dan pemotongan kabel perangkat PJU itu menyebabkan kondisi lampu jalan mati dan jalanan gelap gulita di beberapa ruas jalan. Kondisi ini tentu saja bisa membahayakan para pengendara, apalagi mengingat akses jalan di sana cukup padat.

“Kalau gak ada lampu jalan tentu bahaya, tadi kita lihat beberapa orang petugas dinas terkait sudah memperbaikinya,” tambah Anton.

Kapolsek Sekupang Kompol Z.A. Christophel Tamba melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho mengaku pihaknya belum menerima laporan terkait pencurian kabel PJU di Tiban 3 ini. “Belum ada laporan, ” ujar Kanit singkat.

Baca Juga: Monyet Liar Berkeliaran di Kawasan Batamcenter

Pencurian kabel PJU di Sekupang ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, Polsek Sekupang berhasil meringkus pelaku pencurian kabel PJU di Simpang Sungai Harapan, Senin (12/9) tahun lalu.

Pelaku yang ditangkap berinisial SZ, 30, warga ruko Komplek Wijaya Blok H Sekupang. Barang bukti yang kita amankan potongan kabel PJU sepanjang delapan meter dan 2 buah cangkul. Kerugian daerah diprediksi mencapai Rp 4 juta.

Dari keterangan saksi-saksi diketahui bahwa yang diduga pelaku adalah SZ beserta dua orang temanya yang belum diketahui indentitasnya.

Baca Juga: Buka Tempat Penampungan PMI di Sekupang, Jamhur Menjadi Pesakitan

SZ, pelaku pencurian mengaku hanya diajak temannya untuk mencuri kabel listrik. “Awalnya saya diminta untuk menggali saja pak. Yang motong kabel PJU sama jual kawan saya itu,” ujar pelaku di Mapolsek Sekupang.

Lanjutnya, untuk menggali satu kabel PJU ia membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Aksi nekat ini ditambahnya baru pertama kali ia lakukan. Pelaku nekat mengikuti kemauan rekannya karena sudah tidak memiliki pekerjaan lagi.

“Baru kali ini pak, saya awalnya memang gak tau ini dipotong dan dijual,” kilah SZ. (*)

 

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Jalan Dilebarkan tapi JPO di Batuaji Tak Ikut Pelebaran

0
JPO Persempit Jalan Dalil Harahap 1 scaled e1673431002743
Penampakan JPO di simpang Mukakunung, Seibeduk, Rabu (11/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Jembatan Penyerang Orang (JPO) yang berada di wilayah Batuaji dan Sagulung umumnya menghalangi proyek pelebaran jalan yang gencar dilaksanakan Pemko Batam sepanjang tahun 2022 lalu.

JPO depan Perumahan Taman Carina, Jalan Brigjen Katamso, Batuaji misalkan ukurannya kini lebih pendek dari ruas jalan yang baru selesai dilebarkan. Lebar JPO masih seperti ukuran jalan sebelumnya.

Padahal jalan tersebut sudah jadi jalan lima lajur mulai dari Simpang Basecamp hingga simpang Polsek Batuaji. Jadi perlu ada pelebaran panjang JPO sehingga seimbang dengan lebarnya jalan yang ada saat ini.

Pantauan di lapangan, akses jalan mengecil di lokasi JPO tersebut karena proyek pelebaran jalan sebelumnya melebihi lokasi batas atau fondasi pinggir JPO. Arus lalulintas jadi terhambat, apalagi di lokasi JPO ini ada dua sekolah dasar yang muridnya diatas seribuan orang.

Saat jam antar dan jemput anak sekolah, kemacetan tak bisa terelakkan. Keselamatan murid saat keluar dari lingkungan sekolah juga terancam sebab saat keluar dari gerbang sekolah langsung berhadapan dengan jalan raya yang sudah dilebarkan tadi.

Harapan warga agar JPO ini diperpanjang lagi dan ada trotoar pejalan kaki demi keselamatan anak sekolah ataupun orangtua yang menjemput anaknya.

“Kalau jalannya masih dua jalur kemarin masih pas untuk ukuran (panjang) JPO ini. Tapi ini jalannya sudah lebar harusnya di lebarkan juga. Jadi rawan kalau seperti ini. Nggak bagus juga lihatnya karena menyempit ke dalam bahu jalan jadinya,” ujar Imam, warga setempat, Rabu (11/1).

Situasi yang sama juga terjadi pada semua JPO yang ruas jalannya sudah dilebarkan. JPO di Seiharapan, Sekupang juga demikian karena terlihat tidak seimbang dengan akses jalan yang sudah di lebarkan. (*)

 

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Real Madrid Apresiasi Keputusan Pensiun Gareth Bale

0
Aksi Gareth Bale saat membela Real Madrid di Bernabeu. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP )

batampos – Pengumuman gantung sepatu Gareth Bale pada Senin malam (9/1) WIB mengejutkan banyak pihak.

Usianya masih 33 tahun, belum terlalu veteran. Tapi, seiring telah merasakan berbagai ajang dan memenangkan banyak gelar, Bale merasa sudah cukup.

Piala Dunia 2022 melengkapi ajang mayor Bale bersama Wales setelah Euro 2016. Untuk level klub, Penyihir Wales –julukan Bale– juga sudah mengoleksi seabrek juara.

Baca Juga: PSG vs Angers SCO: Bakal Jadi Momen Canggung Mbappe-Messi

Khususnya ketika bersama Real Madrid (2013–2022). Yang paling fenomenal tentu saja hat-trick juara Liga Champions pada 2016–2018.

Khusus untuk final 2018 di NSC Olimpiyskiy, Kiev, Bale menghiasinya dengan kontribusi 2 gol.

Padahal, dia baru masuk menggantikan Isco pada menit ke-61. Gol pertama Bale via salto termasuk yang ikonis dalam sejarah Liga Champions.

Baca Juga: Bintang Baru Liverpool Tuai Kritik di Laga Debut

Atas dasar kontribusi, dedikasi, dan prestasi ketika mengenakan jersey Real, klub berjuluk Los Merengues tersebut memberikan kredit setinggi langit kepada Bale terkait keputusan pensiun.

”Gol salto fenomenalmu akan selalu dikenang semua pencinta sepak bola. Bagi kami, dia akan selamanya terikat dengan sejarah klub. Semua yang terbaik untukmu dan keluargamu.”

Begitu bunyi pernyataan resmi Real untuk Bale yang mencetak 106 gol dan 67 umpan gol dari 258 laga di semua ajang.

Baca Juga: Pelatnas Cipayung Lakukan Perombakan, Panggil 92 Pemain

Yang dilakukan Real menjadi bukti bahwa mereka tidak sakit hati kepada Bale Ya, Real sempat ”dianaktirikan” Bale setelah Wales menang 2-0 atas Hungaria pada kualifikasi Euro 2020 (22/11/2019).

Bale yang kebetulan mulai terpinggirkan dari starting XI di Real membentangkan bendera Wales bertulisan: ”Wales. Golf. Madrid.” (*)

 

 

Reporter: JPGroup

 

Selama 2022, Sampah Warga Karimun Capai 16.536 Ton

0
Lokasi TPA Sememal yang masih mencukupi menampung volume sampah rumah tangga, pada tahun 2022 lalu mencapai 16,536 ton.f.DLH KARIMUN

batampos- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun, selama tahun 2022 lalu mengangkut sampah dari titik-titik penampungan sementara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sememal mencapai 16.536 ton sampah rumah tangga. Apabila dibandingkan, pada tahun 2021 lalu tidak jauh berbeda angka sampah yang diangkut oleh petugas kebersihan.

” Ada sedikit kenaikan setiap tahunnya, tapi masih mencukupi lahan TPA kita. Rata-rata per hari kita angkut sampah 46 ton, dari sampah rumah tangga,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karimun Rita Agustina, Selasa (10/1).

Dengan jumlah armada pengangkut sampah ada 6 unit, truk sampah ada 6 unit, pick up 5 unit, kontainer 29 unit ditambah dengan bantuan dari bankriaukepri lima unit yang segera diserahkan kepada pihaknya. Sedangkan, jumlah petugas kebersihan sendiri mencapai 441 orang yang bekerja secara ship.

” Biasanya, pada hari-hari kebesaran keagamaan, terjadi peningkatan volume sampah dari rumah tangga. Namun, kita tetap menghimbau kepada masyarakat agar membuang sampah tidak disembarangan tempat,” ujarnya.

Masih kata Rita lagi, pihaknya selain melakukan pengelolaan sampah. Pada tahun 2022 lalu, juga bekerjasama dengan masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi bermanfaat. Salah satunya, ecco enzim yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan ramah lingkungan. Selain, untuk telah membangun bank sampah yang berada di 9 titik lokasi, serta TPS 3R ada 2 lokasi pengolahan sampah menjadi kompos.

” Paling penting, bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan demi anak cucu kita. Berbagai terobosan kita buat, untuk tetap asri lingkungan kita jauh dari kumuh atau sampah berserakan. Ini tidak hanya pemerintah daerah saja, tapi seluruh elemen masyarakat harus peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pulau Penyengat Akan Punya Tempat Pengolahan Sampah

Sebelumnya, DLH Karimun menjadi inisiator dalam mengumpulkan limbah plastik, kardus oleh karyawan dilingkungan perusahaan PT Saipem Indonesia Karimun Yard Jerome Marrec sebagai bentuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

” Alhamdulillah, perdana kita dapat 108,65 kilogram bersih dengan berbagai macam sampai, seperti plastik, kardus, botol plastik, kertas yang sudah dipisah-pisahkan oleh karyawan Saipem,” ujarnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, para petugas DLH Karimun melakukan aktivitas seperti biasanya mulai pagi hari. Ada yang melakukan pengangkutan sampah, membersihkan sampah dijalan-jalan protokol dan sebagainya.

” Saya berikan acungin jempollah para petugas DLH Karimun. Ditambah, dengan lokasi TPA disememal sudah rapih sekarang. Tapi, mohon dihargai para petugas dengan cara membuang sampah pada tempatnya kepada masyarakat,” kata Azman Zainal tokoh masyarakat Karimun.(*)

reporter: tri haryono

Ribuan Orang Masuk Batam Melalui Pelabuhan Batuampar

0
pelni 1
Ribuan penumpang turun dari kapal Pelni di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam. Foto: Istimewa/Batam Pos

batampos – Ribuan orang masuk ke Kota Batam melalui Pelabuhan Batuampar. Berdasarkan data Pelni, ada sebanyak 3.569 penumpang yang turun ke Batam lewat pelabuhan tersebut pada Selasa (10/1) sore. Kebanyakan mereka warga Batam yang berasal Belawan, Sumatra Utara.

“Ya, semalam KM. Kelud dari Belawan Medan membawa 3.569 penumpang. Selanjutnya hari yang sama kapal bertolak ke Belawan dengan membawa 893 penumpang, ” ujar Kepala Pelni Cabang Batam, Kapten Agus, Rabu (11/1/2023).

Diakuinya, jumlah penumpang ini menjadi yang terbanyak arus balek tahun ini. Sebelumnya, pada Minggu (8/1), KM. Kelud mengakut sekitar 3.516 orang penumpang dari Belawan, Medan.

Baca Juga: Monyet Liar Berkeliaran di Kawasan Batamcenter

“Kita prediksi puncak arus balik akan terus terjadi. Karena dalam beberapa pekan terkahir jumlah penumpang terus naik, ” tambah Agus.

Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Batu Ampar, sejumlah penumpang turun dari kapal dengan menggendong anak dan juga membawa koper serta barang lainnya menggunakan karung.

“Dua pekan di kampung dan balek karena anak-anak udah mulai sekolah lagi,” ujar Robert salah satu penumpang kapal KM. Kelud.

Penumpang lainnya Ida mengaku, hampir tiap tahun ia pulang ke kampung halamannya di Simalungun dengan menggunakan kapal Kelud.

Baca Juga: Melihat Dampak Buruk Perundungan di Lingkungan Sekolah di Batam

Selain harganya yang terjangkau, ibu tiga anak itu mengaku sudah nyaman dengan KM kelud.

“Nyaman aja, walaupun agak lama di jalan, tapi inilah momen balek kampungnya, ” tambah Ida.

Di pelabuhan Batu Ampar terlihat sejumlah aparat kepolisian melakukan pengamanan bagi penumpang yang turun dan akan naik ke kapal.

Kapolsek Kawasan Pelabuah (KKP) Batam, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan, pengamanan kedatangan KM Kelud merupakan agenda rutin yang dilaksanakan kepolisian KKP.

Baca Juga: Malaysia dan Batam Pamerkan Produk & Destinasi yang Bakal Jadi Magnet Wisatawan

Kegiatan pengaman dan pelayanan arus balik ini meliputi penumpang turun dari kapal sampai pintu keluar dan juga tempat keberangkatan penumpang sampai dengan menaiki KM Kelud.

“Sasaran kita penumpang yang turun, arus lalu lintas truk kontainer, kendaraan parkir tepi jalan dan keluarga atau pengantar, ” ucap AKP Awal.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ngotot Ngaku Dilecehkan, Tapi Putri Tak Mau ke Dokter atau Visum

0
Terdakwa Putri Candrawathi tidak pernah memeriksakan diri ke dokter maupun melakukan visum usai mengaku sebagai korban pelecehan seksual Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sedangkan tidak ada saksi yang melihat terjadinya pelecehan tersebut. (dok JawaPos.coma)

batampos – Terdakwa Putri Candrawathi tidak pernah memeriksakan diri ke dokter maupun melakukan visum usai mengaku sebagai korban pelecehan seksual Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sedangkan tidak ada saksi yang melihat terjadinya pelecehan tersebut.

Majelis Hakim yang memimpin persidangan pun menyoroti hal tersebut. Sebab, Putri sebagai mantan dokter seharusnya paham mengenai standar kesehatan. Terlebih standar protokol kesehatan yang diterapkan olehnya saat di rumah juga cukup ketat.

Putri seharusnya paham bahwa korban kekerasan seksual berpotensi mendapat penyakit menular seksual. Sehingga standar kesehatan yang terapkan Putri selama ini, seolah menjadi tak berlaku pada peristiwa di Magelang bila memang terjadi pelecehan seksual.

“Yang mulia sebenarmya setelah kejadian saya itu hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa karena saya bingung dan saya malu dengan apa yang terjadi pada saya,” kata Putri dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/1).

“Saya tidak tahu harus bagaimana sebenarnya. Waktu itu pun ada psikolog tapi saya juga tidak berani menceritakannya. Karena bagi saya ini adalah aib yang membuat malu,” imbuhnya.

Diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Musababnya, mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsidair. (*)

Reporter: JP Group

YLKI Desak Pemerintah Evaluasi Seluruh Proyek BAKTI Kominfo

0
BTS tower menara jaringan (Pixabay)

batampos – Kejagung menetapkan tiga tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan infrasruktur telekomunikasi. Tepatnya pada dugaan penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk tahun anggaran 2020-2022.

Ketiganya adalah Anang Achmad Latif (AAL), dirut BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti Kominfo); GMS, dirut PT Mora Telematika Indonesia; dan Yohan Suryanto (YS), tenaga ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020.

Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi sangat prihatin atas penetapan tersangka di pembangunan BTS BAKTI. Dugaan korupsi yang dilakukan oleh para tersangka mencederai rasa keadilan bagi masyarakat. Selama ini masyarakat di daerah 3T belum dapat menikmati layanan telekomunikasi, sehingga ekonomi dan pendidikan mereka tertinggal.

“Seharusnya BAKTI Kominfo yang diberikan kepercayaan oleh Negara untuk membangun jaringan telekomunikasi dapat menjalankan amanahnya dengan baik,” ujar Sularsi kepada wartawan, Rabu (11/1).

Sulasri menuturkan, pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah 3T merupakan amanah dari UU dan wujud Negara hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, telekomunikasi adalah kebutuhan dasar untuk membangun peradaban dan karakter masyarakat.

Dengan adanya internet diharapkan tak ada lagi ketertinggalan, baik dari segi ekonomi dan pendidikan. Sehingga, nantinya masyarakat di daerah 3T dapat setara dengan masyarakat di daerah lain yang lebih maju.

“Korupsi yang dilakukan manajemen BAKTI Kominfo ini sangat ironis sekali. YLKI berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap seluruh pelaku tindak pidana ini sampai tuntas,” tegas Sulasri.

YLKI, kata Sulastri, mendukung aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku korupsi pembangunan BTS BAKTI dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tujuannya agar seluruh pelaku tindak pidana korupsi jera dan tak akan melakukan aksinya lagi.

Atas adanya kasus itu, Sularsi mendesak Pemerintah melakukan audit investigasi dan evaluasi mendalam terhadap seluruh proyek pembangunan jaringan telekomunikasi yang dilakukan BAKTI Kominfo.

“Sebab dana yang dipergunakan untuk membangun jaringan telekomunikasi BAKTI Kominfo berasal dari uang publik. Sehingga masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana BAKTI Kominfo,”.

“Audit tak hanya di proyek BTS 4G di daerah 3T saja. Tetapi proyek Palapa Ring dan satelit SATRIA juga harus dilakukan evaluasi mendalam,” sambungnya.

Tujuan desakan itu untuk melihat perencanaan pembangunan jaringan telekomunikasi yang tepat sasaran. YLKI juga mendesak transparansi anggaran dalam pembangunan jaringan telekomunikasi yang dilakukan BAKTI Kominfo. “Kami melihat selama ini pembangunan yang dilakukan oleh BAKTI Kominfo tak transparan. Kominfo harusnya lebih transparan dalam menginformasikan pembangunan jaringan telekomunikasi oleh BAKTI Kominfo,” ujar Sularsi.     (*)


Reporter : JP GROUP

Monyet Liar Berkeliaran di Kawasan Batamcenter

0
monyet
Ilustrasi. Foto: Jawapos.com

batampos – Teror seekor monyet liar telah mengkhawatirkan setelah berkeliaran ke pemukiman warga di kawasan Batamcenter, tepatnya di perumahan Bida Asri 2 dan Modena Residen. Menurut informasi yang beredar, satwa liar ini telah mengigit seorang balita.

“Kalau untuk kasus ini kita baru dapat informasi pagi ini, dan petugas sudah turun untuk mencari lokasi TKP-nya dan kita tetap upayakan untuk bisa ditemukan,” ujar Kasi Konservasi Wilayah Kepri, BKSDA Riau, Decky Indra Prasetya, Rabu (11/1/2023).

“Jika memang peliharaan, berarti perlu kita telusuri sampai ke pihak pemeliharanya. Kenapa bisa sampai lepas,” imbuhnya lagi.

Baca Juga: Buka Tempat Penampungan PMI di Sekupang, Jamhur Menjadi Pesakitan

Menurutnya, kecenderungan satwa kera ekor panjang, meskipun dipelihara dari kecil ketika dewasa dan mecapai kematangan seksual, satwa ini akan cenderung agresif.

Kata dia, untuk penanganan kasus satwa liar bersifat reaktif. Sehingga saat ada laporan masuk, pihaknya langsung mencari lokasi satwa tersebut dan mengevakuasi kemudian memindahkan ke hutan di habitatnya.

“Jadi masih sebatas itu, tindak lanjut dari kita,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mendiskusikan pembahasan terkait penanganan ini bersama pakar primata.

Baca Juga: Masyarakat Minta Perbaikan Jalan Tiban Indah

Disaat monyet sudah mulai ber interaksi dengan pemukiman masyarakat, memang harus ditangkap dan dievakuasi ke tempat sesuai habitatnya.

“Secara umum populasi di Batam belum telalu overpopulasi. Karena keberadaan monyet ini berdampingan dengan pemukiman dan bisa saja kebiasaan masyarakat memberi makan, sehingga itu bisa sebagai pemicunya,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak memelihara satwa liar seperti monyet. Primata ini lanjutnyam merupakan salah satu hewan media pembawa rabies.

Baca Juga: BPOM dan Dinkes Awasi Ciki Ngebul dan Kue Imlek di Batam

Ia menambahkan, karena situasi ini sudah mulai menjadi pola di kehidupan masyarakat ketika keberadaan satwa liar monyet .

“Jadi harus tetap kita evakuasi agar tindak membahayakan ke pemukiman masyarakat ,” tutupnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Play sound