
batampos- Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) alami blackout listrik pada Minggu (1/1) pagi dari pukul 04.00 sampai pukul 15.00 sore. Kondisi ini disebabkan ganggungnya pembangkit di Batam. Sehingga suplai listrik ke Pulau Bintan menjadi terputus.
“Terputusnya aliran listrik di Pulau Bintan karena adanya gangguan pada sistem di Pembangkit Panaran, Batam,” ujar GM PLN Tanjungpinang, Yusra, Minggu (1/1/) di Tanjungpinang
BACA JUGA: 1 Januari 2023: Sudah 9 Jam, Listrik di Ibu Kota Provinsi Kepri Belum Menyala
Menurutnya, proses pemulihan berlangsung sampai mendekati pukul 15.00. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf, karena pelayanan listrik menjadi terkendala.
“Sampai sore pemulihan sudah dilakukan secara bertahap. Semoga tidak terjadi kendala teknis lagi, yang menyebabkan terputusnya aliran listrik dari Batam ke Bintan,” jelasnya.
Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, awal tahun 2023, wilayah Ibu Kota Provinsi, Kepri, Tanjungpinang diwarnai dengan padamnya listrik. Baginya ini bukan kado yang istimewa diawal tahun yang diberikan PLN.
“Black outnya listrik di Tanjungpinang-Bintan disebabkan adanya gangguan sistem pada pembangkit di Panaran, Batam.
Dari penjelasan pihak bright PLN Batam tidak ada kerusakan yang menyebabkan harus terjadi pemadaman bergilir,” ujarnya.
Ditegaskannya, ia juga sudah melakukan konfirmasi ke pihak bright PLN Batam, penyebab black outnya Pulau Bintan bukan karena kerusakan pembangkit. Dikatakannya, sejak siang (kemarin siang,red) PLN Batam secara bertahap sudah menyuplai listrik ke Pulau Bintan dengan kapasitas 60 mega watt.
“Beban puncak untuk Pulau Bintan adalah sekitar 80 mw. PLN Tanjungpunang hanya memiliki cadangan 12 mw dari PLTD Air Raja. Namun ini tidak cukup untuk mengcover kebutuhan di Tanjungpinang,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Hanura ini, black outnya listrik Pulau Bintan memang sudah diprediksi. Karena ketika terjadi gangguan pembangkit di Batam, otomatis Pulau Bintan akan black out. Maka dari itu, ia mendorong PLN segera membangun pembangkit di Pulau Bintan.
“Kondisi Pulau Bintan sama seperti Madura yang bergantung listrik dari Surabaya dengan sistem kabel laut,” tutup Rudy Chua.
Terkait pemadaman mendadak yang dilakukan PLN ini, menunai protes dari warga Tanjungpinang. Azam warga Perumahan Mutiara Bintan, Tanjungpinang mengatakan, ini adalah kado gelap dari PLN di awal tahun 2023.
“Pulau Bintan harus punya kemandirian listrik, sehingga tidak tergantung dengan Batam terus menerus,” ujarnya. (*)
reporter: jailani









