Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6501

Penyaluran Beasiswa Rp4,5 Miliar Tunggu SK Gubernur Kepri

0
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyetujui usulan beasiswa afirmasi 2022 oleh Anggota DPRD Kepri, Sirajudin Nur.

batampos-Sebanyak 878 orang mahasiswa penerima bantuan pendidikan TA 2022 menunggu adanya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Biro Kesra sudah menyelesaikan proses verifikasi terhadap penerima.

“Proses verifikasi faktual penerima beasiswa TA 2022 ini, sudah selesai dilakukan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Beasiswa Pemprov Kepri 2022, Edi Saprani, Jumat (25/11/2022).

Menurutnya, pengumuman nama-nama terpilih sudah ada dipublis di website penerimaan beasiswa Pemprov Kepri. Penyusunan SK, juga sedang dalam proses di Biro Hukum, Pemprov Kepri.

“Kalau sudah ada SK tersebut, kita akan langsung melakukan proses pembayaran ke rekening masing-masing penerima beasiswa TA 2022 ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubkepri: Pemprov Berkomitmen Lanjutkan Program Beasiswa

Lebih lanjut katanya, jumlah penerima manfaat bantuan pendidikan dari Pemprov Kepri tahun ini sebanyak 878 orang. Mereka yang terpilih terdiri dari beberapa segmen. Mulai dari D3 prestasi (105), D3 kurang mampu (69), S1 prestasi (154), S1 kurang mampu (464.

“Selain itu ada juga S2 prestasi (46), dan S2 kurang mampu (28). Kemudian S1 Luar Negeri (7), dan S2 Luar Negeri (5),” jelasnya lebih lanjut.

Ditambahkannya, dalam rencana kerja penyaluran beasiswa ini adalah sampai pertengahan Desember 2022 mendatang. Namun, apabila SK sudah ada, tentu pembayaran akan disegerakan.

“Teknisnya, kami juga masih menunggu petunjuk dari pimpinan tentunya. Apakah ada simbolis atau tidaknya,” tutup Edi Saprani.

Sebelumnya, sebanyak 1.805 orang mahasiswa Kepri dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri mengincar beasiswa Pemprov Kepri. Tahun ini, Pemprov Kepri menyediakan anggaran sebesar Rp4,5 miliar melalui APBD TA 2022.(*)

reporter: jailani

Pengusaha Gugat Permenaker 18, Buruh Batam Siap Berunjuk Rasa

0
Demo Burtuh 3 F Cecep Mulyana scaled e1668613526670
Ilustrasi. Serikat buruh melakukan demo di depan gedung Graha Kepri, Rabu (16/11), Aksi tersebut terkait pembahasan UMK Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pekerja di Batam siap melakukan unjuk rasa jika pengusaha menggugat Permenaker 18 tahun 2022 terkait kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Hal ini disampaikan oleh Ketua Konsulat Cabang Fspmi Batam, Yaped Ramon.

Ia mengatakan dengan terbitnya Permenaker 18 tahun 2022 merupakan jalan tengah yang diambil pemerintah. Sebab bertujuan untuk meningkatkan daya beli buruh atau masyarakat.

Baca Juga: Pengusaha Minta Penetapan Upah Tetap Mengacu PP 36/2021

“Upah merupakan urat nadi kaum buruh. Pengusaha boleh kaya tapi jangan memiskinkan kami. Jika Apindo menggugat hal ini, maka kami akan melakukan aksi ke mereka sebagai hak konstitusi rakyat sipil kaum buruh,” kata Ramon, Minggu (27/11).

Ia mengatakan selama 3 tahun ini, buruh di Indonesia sudah mengikuti kemauan dari pengusaha. Upah minimum yang tidak naik terlalu besar.

Setiap tahunnya, dalam kurun 3 tahun ini upah minimum hanya naik di bawah 1 persen saja. Sedangkan,rata-rata inflasi 5 persen setiap tahunnya.

Oleh sebab itu, apa yang ditawarkan pemerintah, sudah menjadi jalan tengah untuk semua.

Baca Juga: Incar Wisatawan, Polisi Tangkap Pencuri yang Beraksi di Pelabuhan Harbourbay

Meskipun begitu, Ramon mengatakan serikat buruh mulai dari FSPMI, SPSI TSK, SBSI LOMENIK, FARKES KSPI dan SPRM yang bergabung dalam koalisi rakyat Batam, menolak kenaikan upah minimum 2023 menggunakan PP 36 tahun 2021.

Selain itu, para buruh menolak kenaikan upah minimum 2023, hanya mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi semata.

“Kami sudah melakukan survey sebelumnya, UMK Batam itu harusnya Rp 5,3 juta. Jika itu mengacu pada survey KHL dan selesai upah 2021 serta 2022,” ucapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

BLT BBM untuk Lansia dan Disabilitas akan Diantar ke Rumah

0
pos indonesia
Pegawai Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada salah seorang warga Lansia. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) bagi warga Lanjut Usia (Lansia) dan disabilitas akan langsung diantar ke rumah masing-masing.

“Untuk Lansia dan disabilitas, wajib PT Pos antar ke rumah. Seandainya, ada yang disabilitas dan tidak datang, maka pos wajib untuk mengantarnya,” tutur Plh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam, Leo Putra, kemarin.

Leo mengungkapkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk penyaluran BLT tersebut hingga 100 persen.

“Oleh sebab itu, PT Pos Indonesia berkewajiban menyalurkan bantuan itu. Bahkan hingga ke rumah penerima khusus Lansia dan disabilitas,” kata dia.

Baca Juga: Bandara Hang Nadim Siap Layani Perjalanan Umrah Langsung Batam-Madinah

Ia melanjutkan, para penerima di Kota Batam yang mencapai 28.990 keluarga. Mereka kata dia, akan mendapatkan undangan dari PT Pos Indonesia.

Data tersebut didapat usai Dinsos Kota Batam usai melakukan validasi terhadap 58 ribu warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kemudian, warga penerima BLT cukup membawa undangan dari PT Pos Indonesia, KTP dan Kartu Keluarga untuk menerima bantuan tersebut.

Baca Juga: 3 Angka UMP 2023 yang Diusulkan ke Gubernur Kepri

Menurutnya, uang senilai Rp300 ribu itu akan diberikan sebanyak satu kali untuk setiap keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum mendapatkan bantuan.

Nantinya, penyaluran bantuan itu akan berlangsung selama 31 hari ke depan.

“Pemberian bantuan ini dalam rangka membantu kehidupan pasca kenaikan BBM senilai Rp300 ribu,” lanjut Leo.

Baca Juga: Vaksin Booster Kedua untuk Lansia di Batam Dimulai

Ia menjelaskan, dalam DTKS sudah ada by name by address.

“Awalnya kami validasi sekitar 54 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hasilnya 28.990,” ujarnya.

Pihaknya berharap ini bisa membantu hingga akhir tahun serta menekan angka inflasi di Kota Batam.(*)

Reporter: Azis Maulana

DPR Klaim RKUHP Sudah Berubah

0
Anggota Komisi III DPR Taufik Basari. (Dok. DPR RI)

batampos – Desakan agar RKUHP tidak disahkan menjadi undang-undang terus bergulir. Selain masih ada pasal-pasal bermasalah yang belum dihapus pemerintah dan DPR, dikhawatirkan RKUHP bernasib sama dengan UU lain yang ujung-ujungnya digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur mencontohkan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). UU itu digugat pimpinan KPK Nurul Ghufron ke MK belum lama ini. Ghufron menggugat materi Pasal 29 huruf (e) UU KPK yang mengatur batas usia pimpinan KPK paling rendah 50 tahun.

Isnur juga mencontohkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) yang digugat ke MK oleh Migrant Care dan beberapa pihak lain. Sebagian permohonan uji formil dalam gugatan itu dikabulkan MK pada November tahun lalu. MK menyatakan, pembentukan UU Ciptaker bertentangan dengan UUD 1945 dan meminta untuk dilakukan perbaikan dalam waktu dua tahun.

Bukan hanya itu, UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) juga ramai-ramai digugat ke MK oleh banyak kalangan. Dari kalangan akademisi, ada nama Profesor Azyumardi Azra yang bergabung dengan Din Syamsuddin dan belasan orang lain. Salah satu yang dipersoalkan adalah pembentukan UU IKN yang tidak mengakomodasi partisipasi masyarakat.

Sederet UU yang berujung pada gugatan ke MK itu, kata Isnur, merupakan bukti bahwa pemerintah dan DPR cenderung tergesa-gesa dalam merumuskan, membahas, dan mengesahkan UU. Karena itu, pihaknya mendesak RKUHP tidak segera disahkan sebelum salah satu syarat formil pembentukan UU, yakni mengakomodasi partisipasi masyarakat, dilakukan.

”Apalagi ini (RKUHP) berdampak langsung pada masyarakat. Jangan sampai ketergesa-gesaan (membentuk UU, Red) itu baru mereka sadari ketika ada korban atau kesalahan yang muncul di kemudian hari,” ujar Isnur di sela kegiatan sosialisasi penolakan RKUHP bersama masyarakat sipil di kawasan Bundaran HI, Jakarta, kemarin (27/11).

Isnur menjelaskan, penolakan terhadap pasal RKUHP yang berpotensi menjadi pasal karet sudah berkali-kali disuarakan. Mulai pasal penghinaan presiden, living law, penghinaan lembaga negara dan pemerintah, contempt of court, kontrasepsi, hingga pasal yang mengatur tentang larangan penyebaran marxisme dan leninisme serta paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Suara-suara penolakan itu sampai saat ini belum digubris DPR dan pemerintah. Masukan agar ada pelibatan masyarakat, khususnya yang concern terhadap substansi pasal bermasalah, juga urung terlaksana dengan baik. ”Kami tidak melihat ada dialog (pembahasan RKUHP bersama masyarakat, Red) di DPR,” paparnya.

Berdasar pemetaan YLBHI, pasal-pasal yang dianggap berpotensi menjadi pasal karet tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat. Contohnya, pasal terkait living law (hukum yang hidup di tengah masyarakat) yang membuka celah kriminalisasi terhadap masyarakat yang tidak menuruti penguasa di daerah.

Yang paling berbahaya, kata Isnur, adalah pasal yang mengatur tentang penghinaan terhadap presiden dan lembaga negara serta pemerintah. Pasal itu sangat subjektif dan bisa digunakan untuk mengkriminalisasi para pengkritik kekuasaan. ”Itu pasal antikritik karena masyarakat yang mengkritik dapat dituduh menghina dan berujung pidana,” ujarnya.

Selain itu, pasal terkait larangan penyebaran marxisme dan leninisme serta paham lain yang bertentangan dengan Pancasila rawan digunakan untuk membungkam oposisi dan masyarakat yang kritis. Bahkan, parahnya lagi, pasal itu bisa digunakan untuk mengekang kebebasan akademik. ”Pasal itu juga sangat subjektif,” imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari mengatakan, pihaknya sudah memperjuangkan aspirasi dan masukan masyarakat dalam pembahasan RKUHP. Menurut dia, sudah banyak yang berubah dalam draf yang disepakati dalam rapat komisi III pada 24 November lalu jika dibandingkan dengan draf RKUHP pada 2019.

Terkait pasal yang kontroversi, misalnya pasal penghinaan terhadap presiden dan lembaga negara, Tobas –sapaan akrab Taufik Basari– mengatakan bahwa penghinaan terhadap presiden dan lembaga negara adalah pasal delik aduan. Yang mengadukan penghinaan itu tidak bisa sembarang orang, tapi harus presiden langsung, menteri, atau kepala lembaga.

”Tentu presiden, menteri, dan lembaga negara tidak akan sembarangan melaporkan,” tegasnya. Politikus Partai Nasdem tersebut mengakui bahwa draf RKUHP yang sudah disepakati dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan menjadi UU itu masih memiliki sejumlah kekurangan. Yang pasti, lanjut Tobas, fraksinya sudah berupaya keras memperjuangkan aspirasi rakyat.

Jika RKUHP sudah disahkan menjadi UU dan masyarakat belum bisa menerima peraturan baru itu, mereka mempunyai hak untuk melakukan judicial review (JR) ke MK. ”Mengajukan judicial review adalah hak rakyat,” ungkapnya. (*)

Reporter: JP Group

Gempa Cianjur, 321 Orang Meninggal, 11 Masih Hilang

0
Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor akibat gempa di Jalan Raya Puncak – Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).Longsor yang terjadi akibat gempa tersebut menimbun sejumlah kendaraan dan korban jiwa yang masih dilakukan pencarian. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos – Sebagian korban gempa Cianjur yang mengalami luka-luka tidak mau berobat ke rumah sakit (RS). Mereka merasa trauma berada di dalam bangunan. Takut gempa terjadi lagi.

Salah satu warga yang menolak berobat ke RS adalah Enung, 45, warga Kampung Tegal Lega. Padahal, dia mengalami luka cukup serius di kepala dan kaki kanan karena tertimpa reruntuhan rumahnya.

Ditemui di lokasi tempatnya mengungsi tidak jauh dari rumahnya, Enung mengaku sudah beberapa kali diajak berobat ke RS oleh warga. Namun, dia tetap menolaknya. ”Saya lebih baik diobati di sini (tenda) dengan obat seadanya daripada harus ke rumah sakit,” ungkapnya kemarin (27/11).

Enung takut saat di dalam RS tiba-tiba bangunannya runtuh seperti yang terjadi di rumahnya. Dia tidak mau kejadian tersebut terulang. Selain alasan itu, dia juga takut dengan peralatan medis. ”Jadi, cukup diobati di sini saja, di sini kan juga dikasih obat. Ini kepala saya juga sudah dijahit enam jahitan. Kaki kanan juga diperban,” jelasnya.

Enung tidak sendirian. Di pengungsian tempat dia tinggal, ada beberapa ibu yang juga mengalami luka-luka. Mulyati, 56, salah satunya. Dia juga mengalami luka di kepala dan kaki. Bahkan, luka di kepalanya harus dijahit. Bedanya, seusai kejadian, dia langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur. ”Tapi tidak sampai menginap. Langsung pulang hari itu juga,” terangnya.

Sementara itu, Nandang, 32, koordinator pengungsian di Kampung Tegal Lega, mengungkapkan bahwa di kampungnya ada sekitar seratus pengungsi. Mereka tinggal di lima tenda. Termasuk yang dibuat sendiri oleh warga menggunakan terpal.

”Untuk bantuan, sejauh ini ya cukup. Tapi, masalahnya kan kami di sini tidak tahu sampai kapan dan kira-kira bakal terus tercukupi atau tidak suplai makanannya,” ujar dia. Namun, untuk saat ini, lanjut Nandang, yang masih dirasa kurang adalah terpal dan tikar. ”Kalau untuk listrik dan air bersih ada, MCK juga di belakang, tapi di kali,” pungkasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan, proses pencarian jenazah terus berlangsung. Kemarin tim gabungan menemukan tiga jenazah yang tertimbun reruntuhan. Dengan demikian, jumlah total korban meninggal menjadi 321 orang. Sedangkan yang hilang masih ada sebelas orang. ”Untuk yang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang. Ini beda dengan pengungsi yang sakit ya,” jelasnya.

Kemudian, lokasi pengungsian yang berhasil diidentifikasi sebanyak 325 titik. Perinciannya, 187 titik adalah pengungsian terpusat dan 142 mandiri. Sedangkan jumlah pengungsi yang tercatat sampai kemarin sebanyak 73.874 orang. Terdiri atas 33.713 laki-laki dan 40.161 perempuan. Dari jumlah itu, terdapat penyandang disabilitas sebanyak 92 orang, ibu hamil 1.207, dan lansia 4.240 orang. ”Untuk saat ini memang masih banyak yang membutuhkan tenda, baik ukuran besar maupun kecil. Kita akan terus menambahnya,” terang Suharyanto.

Meski demikian, penambahan tenda tersebut membutuhkan tambahan tenaga. Sebab, lokasi pengungsian tersebar di 15 kecamatan. ”Jadi, butuh sumber daya yang banyak untuk menjangkaunya. Kalau untuk distribusi logistik juga sudah berjalan lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, sepekan pascagempa, beberapa titik di pelosok Cianjur masih gelap gulita. Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Cianjur Muhammad Hermansyah menyebutkan, akses yang sulit dan lokasi yang terisolasi menjadi kendala pendistribusian listrik. Ancaman gempa susulan juga menyulitkan akses petugas. ”Meski begitu, petugas telah menyiapkan sembilan genset di beberapa titik wilayah terisolasi yang digunakan untuk kebutuhan para pengungsi,” ujarnya.

Namun, Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, kondisi kelistrikan pascagempa Cianjur telah pulih seluruhnya dalam waktu kurang dari 36 jam. Dia menjelaskan, pada empat jam pertama pascagempa, PLN memprioritaskan pemulihan listrik di RSUD Sayang, kantor pemerintah, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). ”Kami sudah berhasil menyalakan seluruh fasilitas umum, RSUD yang terpenting, dalam kurun waktu empat jam setelah kejadian. Saat ini kami pastikan 326 ribu warga Cianjur yang sempat padam listriknya karena gempa sudah kami pulihkan,” ujar dia.

Darmawan mengatakan, pihaknya memang memprioritaskan pemulihan RSUD dan fasilitas umum untuk memastikan proses evakuasi warga dan penanganan korban bisa berlangsung cepat. ”Kami kerahkan seluruh kekuatan dan peralatan. Sehingga prioritas kami RSUD dalam empat jam sudah menyala kembali. Pompa bensin, gedung pemerintah. Sehingga evakuasi korban gempa di hari Senin tetap bisa berjalan karena aliran listrik aman,” paparnya.

Dampak dari gempa, lanjut Darmawan, menyebabkan 1.844 gardu distribusi milik PLN mengalami pemadaman. Beberapa gardu induk juga mengalami kerusakan. Namun, seluruh tim PLN bergerak cepat memulihkan sistem sehingga saat ini semua infrastruktur kelistrikan PLN sudah berjalan normal.

Dalam proses pemulihan sistem kelistrikan, banyak kendala yang terjadi di lapangan, mulai tiang dan gardu yang roboh, tanah longsor, bahkan gempa susulan yang merusak gardu milik PLN. ”Gempa susulan kemarin sempat menggeser trafo kami. Trafonya kami matikan, tapi pasokan listrik masih cukup sehingga rumah warga tak terdampak. Kami siaga langsung memperbaiki kerusakan itu,” ujar Darmawan.

Pada bagian lain, Palang Merah Indonesia (PMI) berfokus pada layanan air bersih untuk korban gempa. Ketua PMI Jusuf Kalla mengatakan, PMI melipatgandakan pasokan air bersih sebagai kebutuhan pokok korban gempa.

JK (sapaan Jusuf Kalla) menjelaskan, ketersediaan air bersih merupakan salah satu prioritas PMI di setiap kejadian bencana alam. Sebab, setelah terjadi bencana alam, termasuk gempa, pasokan air bersih menjadi langka. Di antaranya akibat rusaknya pipa air bersih maupun sumur milik warga.

JK mengatakan, PMI memiliki unit khusus layanan air bersih bernama tim Wash (Water, Sanitation and Hygiene). Unit tersebut bertugas memasok air bersih kepada pengungsi. Selain itu, membangun instalasi penjernihan air darurat di kantong-kantong pengungsian. ”Semenjak hari pertama gempa melanda Cianjur pada 21 November, tim Wash PMI telah turun melakukan distribusi air bersih,” katanya.

PMI mengerahkan sebelas truk tangki dengan masing-masing berkapasitas 500 liter. Truk tangki ini menjangkau 16 titik pengungsian. Kemudian, ada juga distribusi toren penampungan air bersih. Sampai hari ketujuh pascagempa, PMI sudah mendistribusikan 135 ribu liter air kepada 6 ribuan pengungsi. (*)

Reporter: JP Group

Pemko Batam Tak Gelar Pesta Kembang Api Pergantian Tahun

0
kembang api
Ilustrasi. Pesta kembang api menyemarakkan pergantian tahun yang digelar Pemko Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (1/1/2019) lalu. Tahun ini, Pemko Batam diperkirakan tidak akan mengelar pesta kembang api di pergantian tahun. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemko Batam tidak menggelar pesta kembang api untuk merayakan pergantian tahun 2022. Hal itu dikarenakan tidak masuk dalam perencanaan anggaran 2022.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, di tahun 2021 pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk pesta kembang api pergantian tahun 2022 karena masih di masa Covid-19.

Dikatakan Ardi, tak ada yang menduga ternyata bulan Mei secara masih pariwisata, khususnya Batam semakin membaik. Angka Covid-19 juga terus turun, bahkan sempat diangka nol.

“Dan kini luar biasa setelah dua tahun. Hibernasi pariwisata setelah Covid. Namun alokasi anggaran untuk pesta kembang api terlanjur tidak direncanakan. Semoga tahun berikutnya bisa dilaksanakan,” terang Ardi.

Baca Juga: Bandara Hang Nadim Siap Layani Perjalanan Umrah Langsung Batam-Madinah

Meski begitu, lanjut Ardi, pihaknya akan menggelar pesta kembang api atau pesta rakyat pergantian tahun, jika mendapat sponsorship.

Tak perlu meriah, namun bisa dilaksanakan dengan sederhana dengan doa kondisi Batam terus membaik.

“Kalau ada sponsorship, bisa jadi digelar. Namun sampai saat ini belum ada sponsorship,” sebut mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

Meski Pemko Batam tak menggelar pesta kembang api, ternyata beberapa stakeholder seperti hotel dan lainnya telah menginformasikan akan merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Kapal Pelni Batam-Medan Desember 2022

“Sejumlah stakeholder menginformasikan ada pesta kembang api, seperti hotel,” ujar Ardi.

Dikatakan Ardi, sejak Januari hingga September angka kunjungan wisatawan asing ke Batam sudah diangka 300 ribu lebih. Hampir setiap bulan sejak Mei, angka kunjungan terus meningkat.

“Harapan semoga kondisi ini semakin membaik, pariwisata juga semakin bangkit,” pungkas Ardi.

Reporter: Yashinta

Porwanas XIII 2022 Resmi Ditutup, PWI Kepri Peringkat 7 Se-Indonesia

0
Atlet biliar SIWO PWI Kepri yang berhasil meraih medali di Porwanas XIII Malang. Dari kiri: Parna Simarmata (perunggu), Endang Kurnia (emas dan perak), dan Putra Gema Pamungkas (perunggu). (Istimewa)

batampos – Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII Malang 2022 yang berlangsung sejak 21 hingga 26 November di Kota Malang Jawa Timur, resmi ditutup Jumat (25/11) malam. Kontingen Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Kepri menduduki peringkat ke-7 dengan raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Peringkat dan torehan jumlah medali tersebut diumumkan secara langsung oleh Ketua Panitia Porwanas ke-XIII, Erwin, pada acara penutupan Porwanas di GOR Cakrawala Universitas Negeri Malang, Jumat (25/11/2022) malam.

Posisi ini sekaligus menempatkan kontingen SIWO Kepri sebagai provinsi kedua di Sumatera yang bertengger di peringkat sepuluh besar, dan menjadi capaian tertinggi kontingen Kepri selama ajang Porwanas digelar.

Medali emas dan perak dipersembahkan Endang Kurniawan melalui single bola 10 dan single bola 9 di cabang olahraga biliar. Sedangkan medali perunggu dipersembahkan Parna Edison Simarmata dan Putra Gema Pamungkas dari kategori ganda bola 8 cabor biliar.

Peringkat pertama ditempati kontingen Jawa Barat, disusul Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Papua dan Lampung.

Gubenur Kepulauan Riau, H Ansar Ahmad SE MM menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang ditorehkan Kontingen Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Provinsi Kepri di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke 13 tahun 2022′

“Dengan semangat yang dimiliki, Kontingen SIWO Kepri dapat menduduki posisi sepuluh besar. Sungguh ini prestasi membanggakan yang patut diapresiasi mengingat di Porwanas sebelumnya Kontingen Kepri berada di peringkat empat belas. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” papar Gubernur Ansar, Minggu (27/11/2022).

Gubernur Ansar berharap capaian prestasi diperoleh Kontingen SIWO Kepri ini dapat terus meningkat di ajang Porwanas selanjutnya.

“Alhamdulillah Kepri berhasil memperbaiki peringkat dan ini menjadi peringkat tertinggi Kepri selama mengikuti ajang Porwanas ini,” sebut Sekretaris SIWO PWI Kepri, Amir Yunus, Minggu (27/11/2022).

Yang lebih istimewa lagi, kata dia, finish di peringkat 7 ini juga menjadikan kontingen Kepri sebagai provinsi kedua di pulau Sumatera yang mampu menembus 10 besar, salah satunya Provinsi Lampung yang menempati urutan kelima.

“Ini pencapaian terbaik SIWO PWI Kepri, mudah-mudahan di Porwanas selanjutnya kita lebih baik lagi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Kontingen SIWO PWI Kepri di Porwanas ke-XIII 2022 Malang, Herry Dingin Sembiring mengaku bangga dan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Apresiasi dan terima kasih saya untuk semua atlet, official dan pengurus PWI Kepri yang terlibat di kontingen ini,” ungkap Herry ke media.

Torehan maksimal tersebut,  terasa istimewa karena melalui perjuangan yang luar biasa, mulai dari pemberangkatan kemudian operasional selama di Malang hingga pulang kembali ke Kepri.

“Ini prestasi luar biasa, karena dari berangkat saja kita sudah terseok-seok dari sisi pendanaan. Bahkan kita harus memangkas 50 persen jumlah kontingen,” terangnya.

Sebelumnya, SIWO PWI Kepri mempersiapkan total 50 orang yang masuk di kontingen, namun karena keterpaksaan anggaran maka kemudian yang berangkat hanya 24 orang, ditambah dengan lima orang pengurus PWI Kabupaten Bintan. Sehingga jumlah total yang berangkat ke Malang Raya sebanyak 29 orang.

“Jika dibandingkan provinsi lain, kontingen Kepri yang termasuk paling kecil karena rata-rata mengirim 100 orang peserta bahkan ada kontingen yang berisikan 270 orang peserta,” ujarnya. (*)

Polisi Bubarkan Remaja yang Kumpul hingga Larut Malam

0
Polisi melaksanakan razia di sejumlah titik rawan yang ada di Bintan, Sabtu (26/11). F.Alson

batampos- Polres Bintan melaksanakan razia di sejumlah titik rawan di Bintan, Sabtu (26/11) malam.

Beberapa titik razia diantaranya di jalan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, di sekitar pelabuhan Sri Bayintan dan sekitar lapangan sepak bola Demang Lebar Daun, Kijang Kecamatan Bintan Timur serta di sekitar kawasan jalan pantai wisata Trikora, dan bundaran jalan Lintas Barat Km 16 Toapaya Selatan.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan sasaran premanisme, senjata api, senjata tajam, narkoba dan curanmor.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Komplotan Remaja Pencuri Motor

“Tidak ditemukan barang yang mencurigakan seperti senjata api, senjata tajam, dan narkoba,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya juga berkeliling dengan sasaran lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya pemuda dan remaja hingga larut malam.

“Kita juga mengecek lokasi yang sering dijadikan untuk balap liar,” kata dia.

Dari razia ini, dia mengatakan, pihaknya hanya menemukan remaja yang berkumpul hingga larut malam.

“Kita minta mereka bubar dan pulang ke rumah masing-masing,” kata Tidar.

Tidar mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga Bintan agar tetap aman dan kondusif. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Helikopter Polri Jatuh di Perairan Belitung Timur

0
Titik koordinat diduga jatuhnya Helikopter NBO-105 dengan nomor registrasi P-1103 milik Polri di Belitung, Bangka Belitung, Minggu (27/11/2022). (ANTARA/Kasmono)

batampos – Helikopter milik Polri hilang kontak (lost contact) di perairan Pulau Buku Limau, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, kemarin (27/11). Seharusnya helikopter dengan nomor Alut NBO 105 register P-1103 yang bertolak dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, itu mendarat di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin.

Dilansir dari Belitong Ekspres, helikopter tersebut hendak mengisi bahan bakar. Namun, belum sampai di Tanjung Pandan, heli hilang kontak pukul 14.00 WIB. ”Take off dari Pangkalan Bun tujuan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Setelah itu, rencananya helikopter kembali ke Jakarta,” kata Kabidhumas Polda Bangka Belitung Kombes A. Maladi kemarin.

Helikopter tersebut memuat empat anggota Polri. Satu di antaranya merupakan perwira. Mereka adalah AKP Arif Rahman Saleh (kapten), Briptu Lasminto, Aipda Joko M., dan Bripda Anam. ”Kami sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pencarian. Tim SAR sudah turun ke lokasi,” tuturnya.

Mabes Polri melalui keterangan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan membenarkan helikopter milik Polri hilang kontak di Bangka Belitung. Ihwal kronologi, dua helikopter take off dari Pangkalan Bun sekitar pukul 11.00. Yaitu, heli dengan nomor Alut NBO 105 register P-1103 dan NBO 105 register P-1113. Helikopter lebih dulu menuju Tanjung Pandan sebelum melanjutkan perjalanan dengan rute melewati Pangkalpinang¬–Lampung–Pondok Cabe, Jakarta.

Sesuai estimasi waktu perjalanan, helikopter seharusnya landing di Tanjung Pandan pukul 13.30. Namun, hanya satu helikopter, yakni register P-1113, yang berhasil mendarat. Satu helikopter lainnya, yakni NBO 105 register P-1103, hingga berita ini ditulis belum tiba di Bandara Tanjung Pandan (TJQ).

Informasi terakhir, helikopter Polri Alut NBO 105 register P-1103 berada di titik posisi radius 093 derajat, 38 nautical miles dari Bandara Tanjung Pandan. Diduga, helikopter jatuh di perairan sekitar Pulau Buku Limau, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, karena cuaca buruk.

Personel Ditpolairud Pangkalan Sandar Belitung berkoordinasi dengan Basarnas Belitung dan Satpolair Belitung untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap helikopter Alut NBO 105 register P-1103 dan kru ke titik lokasi akhir komunikasi. Mereka juga memberdayakan nelayan dan masyarakat sekitar untuk membantu pencarian di sekitar Pulau Buku Limau.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Babel Mikron Antariksa juga menyatakan bahwa pihaknya akan turun bersama tim SAR guna ikut melakukan pencarian.

Sementara itu, Sobri, nelayan Desa Baru, menemukan tiga bantalan kursi yang diduga bagian dari helikopter yang hilang kontak di perairan Manggar, Belitung Timur. Sobri mengaku sempat melihat benda melayang di udara di sekitar Pulau Buku Limau pada pukul 13.30 WIB. Saat itu Sobri melaut seorang diri dalam perjalanan pulang menuju Desa Baru setelah memancing di Pulau Buku Limau. ”Banyak barang timbul (mengapung, Red). Saya nggak ngambil, balik kanan karena hujan,” ujarnya.

Menurut Sobri, di belakangnya masih terdapat beberapa nelayan yang juga hendak pulang ke Manggar. Namun, dia tidak mengetahui apakah nelayan-nelayan tersebut ikut mengambil barang yang diduga bagian dari helikopter NBO 105 register P-1103. (*)

Reporter: JP Group

Polresta Barelang Sediakan Layanan Perpanjangan SIM Online, Begini Caranya…

0
Polresta SIM
Ilustrasi. Personel Satlantas Polresta Barelang saat melayani masyarakat yang ingin mengurus SIM. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang menyediakan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online. Sistem online ini disediakan agar memudahkan masyarakat dalam pengurusannya.

Kanit Regident Polresta Barelang, Ipda Jexson Marpaung, mengatakan, perpanjangan SIM online tersebut dengan menggunakan aplikasi SIM Nasional Presisi (SINAR). Aplikasi ini sudah diluncurkan Polri sejak tahun lalu.

“Untuk perpanjangan SIM sudah bisa (secara online). Sudah ada loketnya di gedung Parama Satwika Polresta Barelang,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga: Incar Wisatawan, Polisi Tangkap Pencuri yang Beraksi di Pelabuhan Harbourbay

Untuk menggunakan sistem online ini, masyarakat diminta untuk mengunduh aplikasi SINAR di ponsel.

Kemudian memasukkan nimor ponsel, email, NIK, serta mengunggah foto KTP, foto SIM, foto tanda tangan, pas foto, serta hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi.

Khusus kesehatan dan psikologi bisa dikakukan online melalui aplikasi E-PPsi serta pelayanan kesehatan melalui aplikasi E-Rikkes. Untuk kedua tes ini dilakukan oleh dokter yang sudah direkomendasi Pusdokkes Polri.

“Setelah dinyatakan lulus, pemohon kemudian diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui virtual account BNI,” kata Jexson.

Baca Juga: UMK Kota Batam Dibahas Hari Selasa, Kadisnaker: Kita Tegak Lurus Sesuai Permenaker No 18

Jexson menambahkan khusus perpanjangan SIM online ini, pemohon juga bisa memilih metode pengambilan SIM. Yakni pemgambilan langsung atau pengiriman sesuai alamat.

“Pengambilan SIM tergantung pilihan diaplikasi. Pengambilan langsung bisa atau kalau mau diantar lewat kantor pos,” ungkapnya.

Jexson menambahkan, selain sistem online, perpanjangan SIM bisa dilakukan langsung di Mapolresta Barelang.

Baca Juga: 3 Pantai Terindah di Kota Batam

Dengan persyaratan fotocopy KTP, SIM lama yang masih berlaku, surat kesehatan, dan surat psikologi.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri