
batampos – Tongkat komando panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) kembali berpindah tangan. Selasa (27/9) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyerahkan jabatan tersebut dari Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid kepada Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto. Sebagai salah satu komando utama strategis di TNI AL, Yudo meminta Koarmada RI menyetarakan kemampuan tiga armada di Indonesia.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Yudo usai memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) panglima Koarmada RI di Markas Koarmada I, Jakarta Pusat. ”Supaya (Komando) Armada I, Armada II, dan Armada III itu sama kualitasnya, kuantitasnya, doktrinnya juga harus sama,” ungkap dia saat diwawancarai oleh awak media. Tugas itu dilaksanakan oleh panglima Koarmada RI lantaran pengisi jabatan tersebut tidak hanya bertugas menjalankan operasi di bawah panglima TNI.
Yudo menyatakan bahwa panglima Koarmada RI juga punya tanggung jawab membantu KSAL dalam pembinaan personel dan satuan. ”Menyelaraskan kemudian mengoordinasikan supaya Koarmada I, II, dan III itu selaras dan sama,” jelas orang nomor satu di TNI AL tersebut. Dia mencontohkan, komandan kapal yang beroperasi di bawah Koarmada I bisa dipindah tugaskan untuk menduduki posisi komandan satuan di Koarmada II atau Koarmada III. Skema itu juga berlaku sebaliknya.
Sampel lain, lanjut Yudo, Komando Pasukan Katak (Kopaska) di Koarmada I, II, dan III harus setara. ”Baik doktrinnya, latihannya, dan sebagainya. Itu tugasnya Koarmada RI di dalam sistem pembinaan,” imbuh mantan panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I tersebut. Dari tiga Koarmada yang dimiliki oleh TNI AL, Koarmada III termasuk organisasi baru. Sehingga perlu penguatan agar kemampuan dan kapasitasnya setara Koarmada I dan Koarmada II.
Di samping itu, Heru sebagai panglima Koarmada RI juga diminta memerhatikan operasi-operasi yang dilaksanakan oleh panglima TNI. ”Termasuk operasi di luar wilayah Indonesia,” ujar Yudo. Persis pada Hari Armada pada 5 Desember nanti, lanjut dia, Koarmada RI harus sudah menduduki markas yang ditinggalkan oleh Koarmada I di Jakarta. Sementara markas Koarmada I bergeser ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Pergeseran tersebut secara otomatis berpengaruh terhadap Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang. Markas komando lantamal tersebut dipindahkan ke Batam. Sementara Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam pindah ke Tanjung Uban di Kabupaten Bintan. ”Sehingga pada 5 Desember harapan saya sudah established Armada I di Tanjung Pinang, Lantamal IV di Batam, dan Lanal Batam berubah menjadi Lanal Tanjung Uban,” jelas dia.
Di jajaran TNI AL, Heru merupakan salah seorang perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1998. Dia pernah bertugas sebagai panglima Koarmada II dan berdinas di Surabaya. Pada 2009, pejabat kelahiran 31 Maret 1966 itu dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Sebelum ditunjuk menjadi panglima Koarmada RI, dia bertugas sebagai salah satu asisten Jenderal TNI Andika Perkasa. Persisnya sebagai asisten perencanaan dan anggaran (asrenum) panglima TNI. (*)
Reporter: JP Group









Konsisten digelar sejak tahun 2007, WMM telah menjadi salah satu ajang bergengsi favorit yang mewadahi ribuan pelaku usaha usia muda. Tercatat, lebih dari 50.000 wirausaha muda dari seluruh Indonesia telah menjadi bagian dari kompetisi ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.