Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 6759

Timnas Indonesia Kembali Raih Kemenangan Atas Curacao

0
Pemain, pelatih serta ofisial timnas Indonesia berdiri di tengah lapangan setelah mengamankan kemenangan atas timnas Curacao dengan skor 2-1 pada FIFA Match Day di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (27/9). (Aldi Sultan/Antara)

batampos – Timnas Indonesia mengunci kemenangan atas timnas Curacao dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan FIFA Matchday di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (27/9) malam.

Dilansir dari Antara, gol-gol kemenangan Indonesia dicetak Dimas Drajad dan Dendy Sulistyawan. Sedangkan Curacao sempat menyamakan kedudukan 1-1 melalui Jeremy Cornelis Jacobus Antonisse.

Itu merupakan kemenangan kedua timnas Indonesia atas Curacao. Tiga hari sebelumnya mengalahkan skuad asuhan Remko Marcelo Valentino Bicentini dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (24/9).

Baca Juga: Asnawi Kemungkinan Tak Bisa Main saat Timnas Lawan Curacao Malam Ini

Pada babak pertama, Indonesia mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan mampu unggul pada menit ke-3 melalui tendangan keras Dimas Drajad sehingga skor berubah menjadi 1-0. Indonesia memiliki peluang menggandakan keunggulan ketika umpan Yakob Sayuri disambut Saddil Ramdani. Namun, tendangannya masih terlalu lemah sehingga masih dapat diamankan kiper Curacao, Tyrick Jeremy Bodak.

Timnas Indonesia terus memberikan tekanan dengan mengandalkan kecepatan di sisi sayap. Namun, upaya tersebut gagal membuahkan hasil sebelum bola memasuki kotak penalti Curacao.

Di sisi lain, Curacao juga berusaha untuk menyamakan kedudukan, akan tetapi serangan mereka masih bisa dihalau oleh lini pertahanan Indonesia. Curacao memiliki peluang melalui tendangan keras gelandang Rolieny Bonevacia namun, tendangannya masih menyamping ke sisi kanan gawang Indonesia.

Baca Juga: Laga Kedua Lawan Curacao, STY Siapkan Taktik Berbeda

Pada babak kedua, Curacao mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan mampu menyamakan kedudukan melalui pemain pengganti Jeremy Cornelis Jacobus Antonisse. Dia memanfaatkan umpan Juninho Bacuna pada menit ke-47 sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Indonesia merespons dengan memberikan ancaman melalui tendangan keras Saddil Ramdani. Namun, upaya pemain Sabah FA tersebut masih bisa ditepis Bodak.

Curacao harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80 setelah gelandang Juninho Bacuna harus diusir dari lapangan oleh wasit karena mendapatkan kartu kuning kedua. Skuad asuhan Shin Tae-yong mampu mengembalikan keunggulan melalui gol yang dicetak Dendy Sulistyawan memanfaatkan umpan tarik Witan Sulaeman sehingga skor berubah menjadi 2-1 pada menit ke-87.

Pada sisa waktu babak kedua, pasukan Garuda mampu mempertahankan keunggulan sehingga skor akhir 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Indonesia atas Curacao.

Susunan pemain:

Indonesia: Syahrul Trisna (GK); Elkan Baggot, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, Pratama Arhan (74′ Muhammad Ramadhan Sananta), Ricky Kambuaya (54′ Marselino Ferdinan), Yakob Sayuri, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri (66′ Dendy Sulistyawan), Saddil Ramdani (74′ Muhammad Ferrari), Dimas Drajad (66′ Muhammad Rafli).

Curacao: Tyrick Jeremy Bodak (GK), Justin Shane Ogenia, Nathangelo Alexandria Markelo, Rhu-Endly Aurelio Jean-Carlo Martina, Juninho Gracielo Bacuna, Leandro Jones Johan Bacuna, Rolieny Nonato Luis Bonevacia (45′ Kevin Antonio Felida), Shermaine Dacildes Efraim Martina (45′ Bradley Leonard Martis), Gevaro Giomar Magno Nepomuceno (45′ Jeremy Cornelis Jacobus Antonisse), Kenji Joel Gorre, Rangelo Maria Janga (77′ Gino Ronald Van Kessel).

 

 

Reporter: Antara

Tak Kooperatif Tindakan Lukas Enembe, Dianggap Rugikan Papua

0
Gubernur Papua Lukas Enembe (Miftahulhayat/Jawa Pos)

batampos – Ketidakpatuhan Gubernur Papua Lukas Enembe terhadap panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan publik. Sejumlah tokoh dari Papua pun mendesak agar Lukas kooperatif.

Tokoh muda Papua, Steve Mara menilai, tak kooperatifnya Lukas bisa berdampak buruk pada nama baik Papua. Sebab, dana otonomi khusus (otsus) yang digelontorkan pemerintah jumlahnya sangat besar.

‘’Sejak tahun 2001 hingga 2022 pemerintah pusat sudah cukup banyak memberikan anggaran untuk membangun Papua yang sebenarnya sudah cukup untuk membangun Papua agar menjadi lebih baik. Namun dalam kenyataannya, hari ini kita lihat bahwa Papua berada di level paling bawah dengan angka kemiskinan yang tinggi, serta banyak yang kurang sejahtera,” ujar Steve kepada wartawan, Rabu (28/9).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertahanan DPP KNPI itu mengatakan, dengan ditetapkan Lukas Enembe bisa membuka celah untuk menelisik dana otsus sehingga lebih transparan. ‘’Masyarakat tidak sejahtera karena kesalahan para pejabat Papua sendiri,” imbuhnya.

Pihaknya berharap KPK bekerja secara profesional dan transparan kepada publik sehingga masyarakat Papua mengerti alasan bahwa selama ini tidak sejahtera. “Kuasa hukum Lukas Enembe harus bekerja secara profesional dan tidak melakukan politisasi, tidak perlu membawa nama lain dalam kasus ini karena kasus ini termasuk kasus hukum yaitu gratifikasi,” jelasnya.

Steve menambahkan, Lukas Enembe saat ini masih tersangka belum menjadi terdakwa. Artinya proses hukum masih berjalan panjang. Butuh pengawasan agar kasus ini diusut tuntas.

“Masyarakat Papua tidak boleh terprovokasi oleh isu kriminalisasi karena kasus ini murni hukum yang disertai bukti dari KPK maupun PPATK,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPK akhirnya buka suara terkait dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas pun dicegah keluar negeri selama enam bulan, oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Pengacara Lukas Enembe pun mengakui kliennya sudah menyandang status tersangka KPK.

’’Ini sudah disampaikan, kami tidak bisa menutupi info dari luar, bahkan pengacara yang bersangkutan (Lukas Enembe) sudah menunjukan SPDP-nya, kan seperti itu,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/9).

KPK sebelumnya memang belum membuka suara terkait jeratan hukum terhadap Lukas Enembe. Karena itu, Alex mengakui Lukas telah menyandang status sebagai tersangka.(*)

Reporter : JP GROUP

Setahun, Indonesia Produksi 1,29 Juta Ton Sampah, 61 Persen ke Laut

0
Ilustrasi sampah di TPA. (Dok. JawaPos)

batampos – Indonesia menjadi negara terbesar kedua penghasil sampah di dunia setelah Tiongkok. Setiap tahun produksi sampah di Indonesia mencapai 1,29 juta ton. Perlu pengelolaan limbah sampah yang baik, supaya tidak merusak lingkungan hidup.

Fakta produksi sampah Indonesia itu, disampaikan Corporate Communications Manager PT Amerta Indah Otsuka Laibun Sobri.

”Kemudian 61 persen produksi sampah di Indonesia itu berakhir di laut,” kata Sobri di sela penandatanganan kerja sama Otsuka Blue Planet dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di pabrik PT Amerta Indah Otsuka, Sukabumi.

Sobri mengatakan, limbah sampah yang masuk atau berakhir di lautan merusak ekosistem. Limbah sampah di Indonesia yang masuk ke tempat pembuangan hanya 15-30 persen. Kemudian limbah sampah yang dikelola dengan cara daur ulang sekitar 10-15 persen.

Dia menjelaskan, persoalan sampah umumnya karena perilaku atau kebiasaan. Misalnya masyarakat belum terbiasa memisah atau memilah sampah rumah tangga. Padahal jika sampah rumah tangga bisa dipilah, proses pengelolaannya bisa lebih mudah. Akhirnya dapat mengurangi produksi sampah yang masuk ke laut maupun tempat pembuangan.

Dia mencontohkan sampah organik bisa dikelola sendiri. Misalnya dijadikan komoditas untuk budi daya ulat atau belatung maggot. Untuk diketahui harga belatung maggot cukup menggiurkan. Untuk maggot kering bisa dihargai Rp 80 ribu/kg.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Cicilia Sulastri sependapat bahwa persoalan sampah harus ditangani. KLHK terus menanamkan kebiasaan mengolah sampah dan lingkungan sejak dini. Yaitu melalui program Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). ”Bagi sekolah yang berhasil mengikuti PBLHS akan mendapatkan penghargaan Adiwiyata,” terang Cicilia Sulastri.

Cicilia mengatakan, saat ini ada lebih dari 26 ribu, bahkan mendekati 27 ribu unit sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata. Jumlah tersebut untuk semua jenjang. Mulai dari SD hingga SMA sederajat. Baik itu sekolah di bawah naungan Kemendikbudristek ataupun Kemenag.

Dia mengakui dibandingkan dengan total sekolah atau madrasah di Indonesia, jumlah yang mendapatkan Adiwiyata tersebut masih minim. Saat ini jumlah sekolah di Indonesia mencapai 271 ribuan unit. Sehingga jumlah sekolah peraih Adiwiyata masih 9,8 persen.

”Memang belum 10 persen. PR-nya masih banyak,” ucap Cicilia Sulastri. (*)

Reporter: JP Group

2 Penjambret di Batam Centre Ditembak Polisi

0
Jambret e1664337875511
Polisi mengamankan salah satu penjambret di kawasan Orchird Park, Batam Centre, Senin (26/9) malam. F.Rahman untuk Batam Pos

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap 2 penjambret di kawasan Sengkuang, Batuampar, Senin (26/9) malam. Kedua pelaku yakni, Muhammad Fahmi, 23, dan Andre Jeremi, 27.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman mengatakan penjambretan itu dilakukan pelaku di depan rumah makan Danau Toba, Orchid Park Batam Centre, Jumat (23/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga: Ini Tanggal Resmi Tilang Elektronik Diberlakukan di Batam

“Kita menerima laporan dari korban. Kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku,” ujar Rahman.

Dalam aksinya, pelaku menjambret pengendara wanita. Pelaku membawa kabur tas yang berisikan ponsel, kartu identitas, dengan kerugian korban Rp 3,5 juta.

“Modusnya, pelaku berkeliling menggunakan motor Satria FU untuk mencari korbannya,” kata Rahman.

Baca Juga: Berkas Kasus Pencabulan di Panti Asuhan Segera Dikirim

Rahman menegaskan pihaknya terpaka melumpuhkan pelaku dengan tembakan di bagian kaki. Sebab, pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Pelaku masih menjalani pemeriksaan. Berapa kali beraksi dan berapa korbannya menunggu hasil pemeriksaan penyidik,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Kapal Sitaan Kejagung Masih di Pelabuhan Kabil

0
kejagung kapal
Kejagung menyita dua unit kapal milik PT Duta Palma Group di kawasan Pelabuhan Kabil, Nongsa, Rabu (31/8/2022). Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Dua unit kapal milik PT Duta Palma Group sitaan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi Surya Darmadi masih berada di kawasan Pelabuhan Kabil Nongsa. Kapal tersebut dilarang beroperasi atau beraktivitas apapun.

Kasi Pidsus Kejari Batam, Aji Satrio Prakoso, mengatakan, dalam penyitaan dua unit kapal Surya Darmadi, Kejari Batam hanya sebagai pendamping. Dimana untuk proses penyidikan merupakan wewenang Kejaksaan Agung.

”Dua kapal itu masih di Pelabuhan Kabil, dan tak boleh beroperasi. Terkait proses penanganan dugaan korupsi Surya Darmadi, itu wewenang Kejagung,” ujar Aji, kemarin.

Menurut dia, sampai saat ini aset Surya Darmadi yang ada di Batam hanya berupa dua unit kapal. Pihaknya belum mendapat informasi, apakah ada lahan atau bangunan milik Surya Darmadi.

”Sampai saat ini hanya kapal itu, belum ada informasi lainnya,” tegas Aji.

Masih kata Aji, dua unit kapal yang disita sudah diberi label penyitaan Kejagung. Sehingga, siapapun pihak kecuali seizin Kejagung tak boleh melakukan aktivitas di kapal tersebut.

”Tetap diawasi agar tak digunakan lagi, karena status disita,” jelasnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menyita dua unit kapal milik PT Duta Palma Group di kawasan Pelabuhan Kabil, Nongsa, Rabu (31/8). Dua kapal tersebut diduga kuat aset milik Surya Darmadi, yang saat ini menjadi tersangka dugaan korupsi senilai Rp 78 triliun oleh Kejagung.

Penyitaan aset dilakukan tim pidana khusus (pidsus) Kejagung yang turun langsung ke Batam. Penyitaan juga didampingi tim Kejari Batam.

Proses penyitaan kapal yang sempat parkir di tengah laut itu berlangsung tanpa ada perlawanan. Nama kedua kapal yakni Royal Palma 21 dan Royal Palma IV.(*)

Reporter: Yashinta

Bergerak Bangkit dari Pandemi, Kepri Mengejar 1 Juta Wisman

0
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri Luki Zaiman Prawira di Tanjungpinang. (Dok.Batampos)

batampos-Provinsi Kepri terus bergerak untuk bangkit dari situasi sulit, karena himpitan pandemi Covid-19. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan, pihaknya sedang mengejar 1 juta wisman sampai akhir tahun 2022 nanti.

“Angka kunjungan wisman ke Kepri belakangan ini, grafiknya kian membaik. Maka kita optimis, bisa mengejar 1 juta kunjungan pada tahun ini,” ujar Luki Zaiman Prawira di Tanjungpinang, Selasa (27/9).

Pria yang duduk sebagai Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, per Juli 2022, jumlah kunjungan wisman ke wilayah ini sudah mencapai 175 ribu orang. Menurutnya, kedatangan wisman mulai menanjak sejak April lalu.

“Karena pada periode Januari-Maret masih lockdown sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Namun setelah itu, aktivitas wisata mulai membaik,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Ansar Ajak Malaysia dan Thailand Kembangkan Paket Wisata Terintegrasi

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Bintan tersebut juga mengatakan, kunjungan wisman ke Kepri kembali menggeliat seiring membaiknya penanganan pandemi Covid-19. Disebutkannya, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2022 tercatat sebanyak 80 ribu orang. Kedatangan tersebut berasal dari pintu-pintu masuk internasional yang ada di Kepri.

“Berkaca dari progres tersebut, kita optimis periode Agustus hingga Desember mampu memenuhi target 1 juta orang. Dengan rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 100 hingga 200 ribu orang,” jelasnya lagi.

Menyiasati target besar tersebut, pihaknya sudah merancang iven-iven wisata yang yang berskala internasional. Salah satunya adalah Tour De Bintan yang akan dihelat pada 14-16 Oktober 2022 mendatang. Selain itu adalah memperkuat kerjasama dibidang pariwisata antara negara.

“Terutama dengan negeri jiran Singapura dan Malaysia yang menyumbangkan kunjungan wisman terbesar ke Kepri,” paparnya.

Disebutkannya, dalam waktu dekat ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akan menghadiri kunjungan acara tourism halal di Johor, Malaysia sekaligus membicarakan kerja sama pariwisata tersebut. Demikian juga dengan Menteri Pariwisata Singapura. Selain itu, pihaknya juga terus meyakinkan kepada mancanegara untuk tidak ragu datang ke Kepri.

“Saat ini Kepri sangat aman dan nyaman dikunjungi untuk berwisata, sebab perkembangan kasus aktif Covid-19 hanya tersisa 0,1 persen atau 57 orang, sementara capaian vaksinasi secara umum sudah di atas capaian nasional sebesar 70 persen,” tutupnya.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, himpitan pandemi telah menyebabkan naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kepri. Namun perlahan, dengan mulai dibukanya akses wisata, dan naiknya graifik investasi telah menyediakan lapangan pekerjaan.

“Kita sudah melakukan lobi-lobi adanya diskresi bebas Visa On Arivall (VOA) bagi 169 negara dunia. Tujuannya, adalah untuk mendatangkan banyak wisman,” ujar Gubernur Ansar.

Menurutnya, apabila kebijakan VOA diwujudkan, akan memberikan dampak signifikan bagi bangkitnya pariwisata Kepri. Selain itu, akan memberikan stimulus pelaku perhotelan, khusunya hotel-hotel besar untuk kembali membuka pintu pelayanannya. Karena pariwisata dan UMKM akan saling berdampingan.

“Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan. Apabila dua sektor ini bergerak dengan baik, pergerakan ekonomi daerah akan mulai membaik. Lapangan pekerjaan juga akan terbuka,” jelasnya. (*)

reporter: jailani

Bergerak Bangkit dari Pandemi, Kepri Mengejar 1 Juta Wisman

0
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri Luki Zaiman Prawira di Tanjungpinang. (Dok.Batampos)

batampos-Provinsi Kepri terus bergerak untuk bangkit dari situasi sulit, karena himpitan pandemi Covid-19. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan, pihaknya sedang mengejar 1 juta wisman sampai akhir tahun 2022 nanti.

“Angka kunjungan wisman ke Kepri belakangan ini, grafiknya kian membaik. Maka kita optimis, bisa mengejar 1 juta kunjungan pada tahun ini,” ujar Luki Zaiman Prawira di Tanjungpinang, Selasa (27/9).

Pria yang duduk sebagai Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, per Juli 2022, jumlah kunjungan wisman ke wilayah ini sudah mencapai 175 ribu orang. Menurutnya, kedatangan wisman mulai menanjak sejak April lalu.

“Karena pada periode Januari-Maret masih lockdown sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Namun setelah itu, aktivitas wisata mulai membaik,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Ansar Ajak Malaysia dan Thailand Kembangkan Paket Wisata Terintegrasi

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Bintan tersebut juga mengatakan, kunjungan wisman ke Kepri kembali menggeliat seiring membaiknya penanganan pandemi Covid-19. Disebutkannya, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2022 tercatat sebanyak 80 ribu orang. Kedatangan tersebut berasal dari pintu-pintu masuk internasional yang ada di Kepri.

“Berkaca dari progres tersebut, kita optimis periode Agustus hingga Desember mampu memenuhi target 1 juta orang. Dengan rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 100 hingga 200 ribu orang,” jelasnya lagi.

Menyiasati target besar tersebut, pihaknya sudah merancang iven-iven wisata yang yang berskala internasional. Salah satunya adalah Tour De Bintan yang akan dihelat pada 14-16 Oktober 2022 mendatang. Selain itu adalah memperkuat kerjasama dibidang pariwisata antara negara.

“Terutama dengan negeri jiran Singapura dan Malaysia yang menyumbangkan kunjungan wisman terbesar ke Kepri,” paparnya.

Disebutkannya, dalam waktu dekat ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akan menghadiri kunjungan acara tourism halal di Johor, Malaysia sekaligus membicarakan kerja sama pariwisata tersebut. Demikian juga dengan Menteri Pariwisata Singapura. Selain itu, pihaknya juga terus meyakinkan kepada mancanegara untuk tidak ragu datang ke Kepri.

“Saat ini Kepri sangat aman dan nyaman dikunjungi untuk berwisata, sebab perkembangan kasus aktif Covid-19 hanya tersisa 0,1 persen atau 57 orang, sementara capaian vaksinasi secara umum sudah di atas capaian nasional sebesar 70 persen,” tutupnya.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, himpitan pandemi telah menyebabkan naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kepri. Namun perlahan, dengan mulai dibukanya akses wisata, dan naiknya graifik investasi telah menyediakan lapangan pekerjaan.

“Kita sudah melakukan lobi-lobi adanya diskresi bebas Visa On Arivall (VOA) bagi 169 negara dunia. Tujuannya, adalah untuk mendatangkan banyak wisman,” ujar Gubernur Ansar.

Menurutnya, apabila kebijakan VOA diwujudkan, akan memberikan dampak signifikan bagi bangkitnya pariwisata Kepri. Selain itu, akan memberikan stimulus pelaku perhotelan, khusunya hotel-hotel besar untuk kembali membuka pintu pelayanannya. Karena pariwisata dan UMKM akan saling berdampingan.

“Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan. Apabila dua sektor ini bergerak dengan baik, pergerakan ekonomi daerah akan mulai membaik. Lapangan pekerjaan juga akan terbuka,” jelasnya. (*)

reporter: jailani

IPW Tantang Robert Lapor Polisi Soal Konsorsium 303 Sambo

0
Ketua IPW Sugeng Teguh. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos – Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mempersilahkan Robert Priantono Bonosusatya melapor ke polisi soal judi online Konsorsium 303 Sambo. Sugeng Teguh Santoso menantang Robert Priantono untuk melapor ke polisi soal tuduhan ini.

Diketahui nama Robert Priantono Bonosusatya muncul kembali dalam Konsorsium 303 buntut dari pemakaian jet pribadi Brigjen Hendra Kurniawan dari Jakarta ke Jambi menemui keluarga Brigadir Joshua.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menduga pemberian fasilitas jet pribadi itu dilakukan oleh bos bandar judi online Konsorsium 303 bentukan mantan Kadiv Propam itu. Menurut Sugeng, private jet itu sering digunakan eks narapidana KPK yaitu Andrew Hidayat, bos Yoga sekaligus pemegang saham terbesar PT MMS.

Bandar judi online yang dimaksud Sugeng adalah Komisaris Utama PT MMS Group Indonesia Yoga Susilo. “PT Robust Buana Tunggal. Satu afiliasi dengan PT MMS Group Indonesia, PT Mahaguna Bara Sukses, PT Graha Cipta Pesona Indah, dan PT Pakarti Putra Sang Fajar,” beber Sugeng seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (28/9).

IPW mempersilakan Robert melapor. Sugeng mengklaim memiliki bukti lengkap laporan aliran dana Konsorsium 303 ke beberapa anggota kepolisian.

“Kan kami ngomong nggak sembarangan. Kami punya bukti aliran dana kepada oknum-oknum polisi untuk pembelian-pembelian cerutu, pembelian kamera, kemudian juga support untuk dana siber, ke Amerika. Data kami tuh lengkap,” ujarnya.

Demi menopang roda bisnis Konsorsium 303 Sambo dalam kurun waktu tiga bulan, bos bandar judi telah menghabiskan sekitar Rp 2 miliar. Uang itu diduga untuk keperluan anggota kepolisian.

Kebutuhan itu mulai uang jajan bulanan, wine, cerutu, handycam, televisi, hingga tiket pesawat ke Eropa dan Amerika untuk sejumlah perwira tinggi polisi.

Robert Bantah Tuduhan IPW

Robert membantah tuduhan Ketua IPW ini. Dia bilang tidak memberikan fasilitas jet pribadi kepada Hendra. Robert juga menyangkal dirinya terlibat dalam bisnis judi online. “Tidak benar itu, tidak benar sama sekali,” kata Robert.

Robert berencana bakal melaporkan IPW ke kepolisian atas tudingan itu. “IPW punya print out-nya nggak? Saya mau pertimbangkan mau lapor dia,” ujarnya.

Belum Ada Informasi

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut hingga kini Timsus Polri belum memiliki informasi apa pun soal Konsorsium 303.

“Ya kalau hanya dugaan-dugaan dari orang luar, ya nggak apa-apa, kami dengerin. Kami jadi bagian dari timsus. Artinya, timsus belum ada informasi tersebut. Ingat ya, timsus bekerja sesuai dengan fakta-fakta hukum,” katanya kepada wartawan pekan lalu soal Konsorsium 303 Sambo ini. (*)

Reporter: JP Group

Dugaan Penyelewengan Penyaluran Solar Subsidi, Polisi Segel Gudang Ikan di Kawal

0
Gudang ikan yang diduga disegel polisi di daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (27/9). F.Slamet Nofasusanto

batampos- Polisi menyegel gudang penampungan ikan milik pengusaha inisial Ak di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan atas dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Mohammad Darma Ardiyaniki membenarkan pihaknya telah menyegel gudang penampungan ikan di Kawal.

“Gudangnya sudah disegel dan beberapa barang bukti yang diamankan,” katanya, Selasa (27/9).

Dia mengatakan, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan namun masih dalam pengumpulan alat bukti.

BACA JUGA: Polisi Tanjungpinang Gerebek Tempat Penimbunan Solar

Dikatakannya, sudah hampir 20 saksi diperiksa dalam kasus ini termasuk pengusaha berinisial Ak.

“Dari penyelidikan 1 kali (Ak diperiksa), naik ke tahap penyidikan sekali, berarti sudah dua kali,” katanya.

Disinggung apakah sudah ada pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diperiksa?

“Belum-belum sampai, belum sampai,” jawabnya.

Dalam penyidikan, dia mengatakan, pengusaha berinisial Ak mengurus rekomendasi solar subsidi untuk 30 unit kapal.

Tapi lanjutnya, diduga ada indikasi solar subsidi diselewengkan atau disalurkan ke kapal yang tidak seharusnya mendapatkan solar subsidi diantaranya ke beberapa kapal nelayan.

Disinggung apakah solar subsidi dijual kembali, dia mengatakan, pihaknya masih mendalaminya.

“Indikasinya dia (pengusaha Ak) mendapat keuntungan dari penjualan tersebut. Intinya ada indikasi solar subsidi disalurkan ke kapal yang tidak memiliki rekomendasi. Itu di UU Migas penyalahgunaan BBM subsidi,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini dengan berkoordinasi ke saksi ahli dan masih mengumpulkan alat bukti.

“Masih kita dalami untuk perbuatan melawan hukumnya untuk menetapkan status hukumnya. Kalau sudah jelas, nanti kita tetapkan status hukumnya,” tukasnya.

Pantauan di lapangan, terlihat sejumlah pekerja di lokasi gudang yang diduga disegel polisi.

Ketika ditanya keberadaan pengusaha Ak, seorang pekerja mengatakan, ada di dalam. Namun, ketika akan diminta konfirmasi, seorang pekerja lainnya menyampaikan, bosnya (pengusaha Ak) sedang di luar.

“Bos di luar,” jawab pekerja kaos hitam. Ditanya kembali mengenai gudang yang disegel polisi? “Saya tidak tau, baru di sini,” katanya. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Dugaan Penyelewengan Penyaluran Solar Subsidi, Polisi Segel Gudang Ikan di Kawal

0
Gudang ikan yang diduga disegel polisi di daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (27/9). F.Slamet Nofasusanto

batampos- Polisi menyegel gudang penampungan ikan milik pengusaha inisial Ak di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan atas dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Mohammad Darma Ardiyaniki membenarkan pihaknya telah menyegel gudang penampungan ikan di Kawal.

“Gudangnya sudah disegel dan beberapa barang bukti yang diamankan,” katanya, Selasa (27/9).

Dia mengatakan, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan namun masih dalam pengumpulan alat bukti.

BACA JUGA: Polisi Tanjungpinang Gerebek Tempat Penimbunan Solar

Dikatakannya, sudah hampir 20 saksi diperiksa dalam kasus ini termasuk pengusaha berinisial Ak.

“Dari penyelidikan 1 kali (Ak diperiksa), naik ke tahap penyidikan sekali, berarti sudah dua kali,” katanya.

Disinggung apakah sudah ada pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diperiksa?

“Belum-belum sampai, belum sampai,” jawabnya.

Dalam penyidikan, dia mengatakan, pengusaha berinisial Ak mengurus rekomendasi solar subsidi untuk 30 unit kapal.

Tapi lanjutnya, diduga ada indikasi solar subsidi diselewengkan atau disalurkan ke kapal yang tidak seharusnya mendapatkan solar subsidi diantaranya ke beberapa kapal nelayan.

Disinggung apakah solar subsidi dijual kembali, dia mengatakan, pihaknya masih mendalaminya.

“Indikasinya dia (pengusaha Ak) mendapat keuntungan dari penjualan tersebut. Intinya ada indikasi solar subsidi disalurkan ke kapal yang tidak memiliki rekomendasi. Itu di UU Migas penyalahgunaan BBM subsidi,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini dengan berkoordinasi ke saksi ahli dan masih mengumpulkan alat bukti.

“Masih kita dalami untuk perbuatan melawan hukumnya untuk menetapkan status hukumnya. Kalau sudah jelas, nanti kita tetapkan status hukumnya,” tukasnya.

Pantauan di lapangan, terlihat sejumlah pekerja di lokasi gudang yang diduga disegel polisi.

Ketika ditanya keberadaan pengusaha Ak, seorang pekerja mengatakan, ada di dalam. Namun, ketika akan diminta konfirmasi, seorang pekerja lainnya menyampaikan, bosnya (pengusaha Ak) sedang di luar.

“Bos di luar,” jawab pekerja kaos hitam. Ditanya kembali mengenai gudang yang disegel polisi? “Saya tidak tau, baru di sini,” katanya. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto