Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 6808

Tetangga Saling Aniaya dan Lapor Karena Parkir, Berdamai di Kejari Batam Lewat RJ

0
SAVE 20220928 193622 e1664419796412
Kajari Batam mendamaikan Hary Juandi Sitorus dan Junifer Antoni Samosir.

batampos – Hary Juandi Sitorus dan Junifer Antoni Samosir, dua orang yang tinggal bertetangga di kawasan Batamcenter harus berurusan dengan hukum. Hanya karena masalah parkiran, keduanya saling aniaya dan lapor polisi. Namun akhirnya mereka didamaikan melalui program Restorative Justice (RJ) di Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (28/9).

Pertikaian antar keduanya terjadi pada 18 Juli 2022 lalu. Berawal saat Hary mendatangi Junifer sesaat usai memarkirkan kendaraanya. Kepada Junifer, Hary meminta agar memarkirkan kendaraan dengan baik, alasannya karena menganggu.

Namun Junifer sudah merasa memarkirkan kendaraan dengan baik, hingga terjadi perang mulut. Tak sampai disitu, perang mulut keduanya pun berlanjut hingga adu jotos. Keduanya mengalami luka lebam dan saling lapor polisi.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Herlina Setyorini mengatakan Kejari Batam melihat konflik antar keduanya harus diselesaikan secara damai, karena tinggal berdekatan. Karena itu melalui program RJ, Kejari Batam mendamaikan Hary dan Junifer. Sehingga penuntutan terhadap perkara keduanya yang dijerat pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dihentikan.

“Penghentian perkara penganiayaan, berdasarkan Keadilan Restoratif. Kami melihat, keduanya masih bisa berhubungan baik, karena tinggal bertetanggaan. Disayangkan jika terjadi konflik yang berujung penjara,” ujar Herlina.

Menurut dia, RJ para tersangka disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) setelah melakukan ekspos perkara. Syarat-syarat permohonannya terpenuhi berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor : 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Hari ini, saya menyerahkan surat pemberhentian penuntutan, tersangka mendapat pengampunan melalui program RJ. Keduanya saling memaafkan dan berdamai,” jelas Herlina.

Kedepannya, Herlina berharap keduanya tak terlibat dengan tindak pidana apapun. Sebab apabila kembali melakukan perbuataan pidana, keduanya dipastikan tak dapat pengampunan melalui RJ lagi.

“Saya tegaskan, RJ hanya bisa didapat sekali seumur hidup. Jadi seandainya jika yang bersangkutan kembali melakukan kasus yang sama atau tindak pidana lain, maka tak ada lagi RJ. Kasus yang bersangkutan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Herlina.

Ditempat yang sama Hary berterimakasih kepada Kejari Batam karena sudah memberi pengampunan, dan ia bisa bebas dari jerat hukum. Ia berjanji kedepannya akan lebih berhati-hati dan tidak berurusan dengan hukum lagi.

Diketahui, Restorative Justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. Syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah di hukum, kemudian ancaman hukuman dari perbuataanya itu kurang dari 5 tahun. Dicontohkannya, jika mencuri nilai barang yang dicuri tak lebih dari Rp 2,5 juta. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

Komisi X Minta Mendikbudristek Tangani PPPK Guru

0
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly. (Istimewa)

batampos – Persoalan terkait guru di Indonesia seolah tak ada habisnya. Baru-baru ini, ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sambat belum terima gaji berbulan-bulan. Uniknya, mereka bukan mendatangi pemerintah atau DPR, tapi Hotman Paris Hutapea.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, langkah tersebut diambil lantaran para guru sudah tak memiliki cara lain untuk memperoleh haknya. Apalagi, mereka telah melapor ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Komisi X, hingga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) namun tak ada feedback.

“Alhasil mereka mencari cara alternatif, semoga jadi atensi. Walaupun tidak ada jaminan bisa langsung terselesaikan,” ujarnya, kemarin (28/9).

Kejadian ini, kata dia, harus jadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya Kemendikbudristek, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sebab, kondisi ini merupakan bentuk kedzoliman bagi mereka yang sudah menunaikan kewajibannya. “Ini sangatlah tidak adil. Mereka sudah tidak digaji 10 bulan. Tidak ada alasan yang bisa diterima oleh akal sehat dan hati nurani,” ingkapnya.

Mirisnya lagi, lanjut dia, para guru ini sejatinya merupakan guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi menjadi guru honorer dengan gaji yang sangat kecil. Lalu dijanjikan hidup lebih layak dengan menjadi PPPK, namun nyatanya gaji tak dibayarkan berbulan-bulan. Bahkan membuat para guru terpaksa berhutang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Jadi saya rasa ini pemerintah kota patut diberikan sanksi oleh Kementerian Dalam Negeri karena abai terhadap tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Satriwan menilai, kondisi ini menjadi salah satu tanda jika proses rekrutmen guru PPPK, mulai tahap 1 hingga 2 sangat bermasalah. Terlihat dari koordinasi yang buruk antara pemerintah daerah dengan pusat. Soal gaji misalnya. Pemerintah pusat telah mengalokasikan gaji PPPK melalui Dana alokasi umum namun di lapangan, banyak daerah yang tidak mengalokasikannya. “Nah ini tidak hanya terjadi di kota Bandar Lampung, tapi juga terjadi di Kabupaten Serang. Jadi saya rasa, daerah-daerah memang tidak memiliki tanggung jawab kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dan guru,” keluhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly menyebut, para PPPK guru memilih datang ke Kopi Johny bukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun DPR lantaran lelah. Sehingga, mereka mencari bantuan dari tempat lain. ”Guru-guru PPPK ke Kopi Johny berharap dukungan Hotman Paris. Itu pengacara lho, bukan menteri. Mas Nadiem ke mana,” katanya.

Kondisi ini, dinilainya, kontradiktif dengan program pengangkatan satu juta guru PPPK yang digembar-gemborkan Mendikbudristek. Padahal nyatanya, banyak persoalan terkait PPPK guru termasuk gaji yang menunggak berbulan-bulan.

Senada, Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru juga menyayangkan kondisi tersebut. Ia mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) untuk bertindak cepat. Mengingat, gaji mereka belum dibayarkan sejak Desember 2021 lalu. ”Mereka mengeluhkan 9 bulan terakhir ini belum mendapatkan gajinya sama sekali. Jadi tolong ada action cepat dari pak menteri,” tegasnya.

Selain itu, Kemendikbudristek juga didesak untuk segera memproses pengangkatan guru honorer sesuai janji Mendikbudristek sebelumnya. Apalagi, dari seleksi PPPK guru sebelum-sebelumnya, banyak guru honorer yang tidak lolos. Bahkan, mirisnya lagi, pemerintah daerah (pemda) tak memaksimalkan pengajuan formasi PPPK guru untuk wilayahnya. Jumlah formasi yang diajukan jauh dari kebutuhan riil di daerahnya.

”Aksi cepat yang dilakukan oleh Kemendikbudristek akan sangat berarti bagi para guru honorer dan PPPK. Bukan hanya untuk memenuhi hak mereka, namun juga menunjukkan rasa kepedulian kepada para pengajar tersebut,” paparnya.

Sebagai informasi, sebanyak 1.166 guru honorer dan PPPK mendatangi Hotman untuk meminta bantuan. Mereka mengeluh belum mendapatkan gaji. Sebelum ke sana, para guru ini pun mengaku telah melayangkan surat ke Komisi X DPR RI, Kemendikbudristek, serta Pemerintah Bandar Lampung. Mirisnya, tuntutan mereka tidak digubris. (*)

Reporter: JP Group

Xavi Hernandez Dibuat Pusing Virus FIFA

0
Xavi Hernandez kehilangan banyak permainnya lantaran cedera. (LLUIS GENE/AFP )

batampos – Awal bulan ini, setelah mengalahkan Sevilla FC 3-0 pada jornada keempat La Liga (4/9), entrenador FC Barcelona Xavi Hernandez berkoar bahwa timnya bisa bicara banyak musim ini.

Pembelian pemain seperti Robert Lewandowski, Raphinha, Jules Kounde, dan Franck Kessie memperkuat skuad Barca sesuai keinginan Xavi.

Barca pun mampu membayangi kesempurnaan Real Madrid di La Liga dengan selisih hanya 2 poin (16-18) setelah enam jornada.

Tetapi, FIFA Matchday pada bulan ini bisa membuat optimisme Xavi tereduksi.

Bagaimana tidak, ada empat pemain Barca yang cedera sekembalinya dari tugas membela timnas masing-masing.

Korban virus FIFA –begitu sebutannya– antara lain bek Uruguay Ronald Araujo, bek Prancis Jules Kounde, serta duo Belanda masing-masing gelandang Frenkie de Jong dan striker Memphis Depay.

Berdasar estimasi awal tim medis Barca, kecuali Memphis, tiga pemain lain diragukan bisa membela Barca saat menghadapi Inter Milan dalam matchday ketiga fase grup Liga Champions pekan depan (5/10).

Bahkan, bisa juga berlanjut pada matchday keempat (13/10) melawan tim yang sama. Padahal, kemenangan dalam dua laga itu bisa mengunci tiket fase knockout.

Untuk cedera Araujo, situasinya pelik. Bek 23 tahun itu berkejaran dengan waktu demi tampil di Piala Dunia 2022 karena cedera paha kanannya lumayan serius.

Seperti dilansir Sport, Araujo telah pergi ke Finlandia untuk menjalani operasi bersama Dr Lasse Lempainen.

Operasi perlu dilakukan karena estimasi awal Araujo butuh waktu 6 pekan sampai 8 pekan untuk pulih. Sangat mepet dengan perhelatan Piala Dunia yang kickoff pada 20 November nanti.

”Kami akan menunggu perkembangannya dari hari ke hari,” kata pelatih Uruguay Diego Alonso kepada El Pais.

Barca sejatinya sudah melakukan langkah untuk meminimalkan cedera pemain mereka di FIFA Matchday kali ini.

Seperti ”meneror” timnas yang diperkuat pemain mereka supaya berhati-hati agar tidak sampai cedera parah. Salah satunya ke Brasil untuk memproteksi winger Raphinha.

Seperti dilansir Barca Blaugranes, pelatih Brasil Tite mengungkapkan bahwa Barca sampai mengirimkan staf pelatih untuk memantau latihan Selecao.

Bahkan, utusan Barca itu meminta kepada pelatih fisik Brasil agar beban latihan maupun pertandingan yang dijalani Raphinha tidak terlalu berat.

Ketika melawan Ghana (24/9), Raphinha turun selama 80 menit. Bisa jadi, menit bermain Raphinha berkurang ketika Selecao menghadapi Tunisia dini hari tadi (28/9) WIB.

’’Mereka telah kehilangan Araujo. Mereka cemas (kehilangan lebih banyak pemain, Red). Jadi, mereka menanyakan kondisi Raphinha dengan detail kepada kami yang kami tentu tidak akan menutupinya,’’ beber Tite. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Curi Emas Senilai Rp 90 Juta di Bengkong, Polisi Tangkap Pelaku di Bandara Hang Nadim

0
861854b1 2969 47c1 9b33 0855b25e9a1d e1664418297270
Polisi tengah mengintrogasi Defri Renaldo Thobias, pelaku pencurian emas di Mapolsek Bengkong. F.Rio untuk Batam Pos

batampos – Jajaran Polsek Bengkong menangkap Defri Renaldo Thobias, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (27/9) siang. Pria 24 tahun ini diamankan setelah membobol rumah di Perumahan di Golden Prima, Bengkong Laut.

Defri ditangkap saat hendak kabur ke kampung halamannya, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat beraksi, pelaku membawa kabur barang berharga korban berupa jam dan emas senilai Rp 90 juta.

“Pelaku diamankan anggota saat sedang menunggu di gate keberangkatan,” ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis.

Baca Juga : Satlantas Polresta Barelang Gelar Operasi Zebra

Modus pencurian tersebut, pelaku mendatangi rumah yang tengah kosong dengan mengendarai motor. Kemudian pelaku membobol rumah melalui atap menggunakan tangga dan gunting besi.

Dalam aksinya, pelaku membawa kabur kalung emas beserta liontin, 7 cincin emas, 1 gelang kaki emas, 1 anting berlian, 1 jam tangan, dan 1 dompet berisi surat perhiasan serta buku rekening bank.

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” katanya.

Kanit Reskrik Polsek Bengkong, Iptu Rio Hardian menambahkan usai membobol atap rumah dan membawa barang korban, pelaku kabur melalui pintu belakang.

“Rumah itu memang sudah diawasi oleh pelaku. Setelah korban pergi, pelaku masuk ke dalam rumah,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal Pasal 362 dan atau Pasal 367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dalam Keluarga dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Pemko Batam Fokus Normalisasi Drainase di Batuaji, Banjir Berkurang

0
beko
Ilustrasi. Normalisasi drainase. Foto: Dalil Daharap/Batam Pos

batampos – Ancaman banjir mulai berkurang di wilayah Kecamatan Batuaji. Selama musim penghujan ini sejumlah lokasi jalan raya yang selama ini memang langganan banjir hanya digenangai air. Banjir yang merepotkan pengendara hanya terjadi di beberapa titik yang memang karena kontur jalannya lebih rendah dari drainase.

Pantauan di lapangan, Pemko Batam masih konsisten dengan proyek normalisasi drainase sebagai upaya untuk mengatasi banjir di sana.

Proyek peningkatan drainase yang masih dalam proses pengerjaan di sana adalah drainase induk depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah hingga dengan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang Batuaji. Drainase induk ini dirombak habis-habisan.

Drainase dikeruk lebih dalam dan lebar dengan jalur penyeberangan air yang besar. Pengerjaan drainase induk sudah sampai ke depan TMP Bulang Gebang. Pengerukan drainase berjalan serentak di kedua sisi jalan. Di lokasi TMP, pengerukan bahkan sampai ke trotoar jalan TMP. Begitu juga di sebelahnya sampai pinggir pembatas lahan ruko dan sekolah Putera Batam.

Meskipun masih dalam tahap pengerjaan, drainase mulai terlihat lebih lebar dan dalam. Air tak lagi meluap ke bahu jalan selama musim hujan ini sebab semuanya masuk ke dalam drainase.

Camat Batuaji Ridwan, berharap masyarakat menghargai usaha dan upaya Pemko Batam ini dengan cara tertib membuang sampah agar tidak menyumbang drainase yang sudah ataupun sedang dikerjakan. Diapun mengakui kalau persoalan banjir di wilayah Batuaji perlahan mulai diatasi.

“Tinggal bagaiman masyarakat menanggapinya. Saya berharap agar tak ada lagi yang buang sampah sembarang karena penyebab banjir yang paling sering terjadi karena sampah ini,” ujar Ridwan. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Tak Miliki Izin, Satpol PP Bongkar Papan Reklame Milik OPD

0
Petugas membongkar papan reklame di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos- Satpol PP Tanjungpinang membongkar papan reklame yang tidak memiliki izin di simpang 4 Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Rabu (28/9).

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Tanjungpinang Teguh Susanto, mengatakan papan reklame yang dibongkar tersebut merupakan milik salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tanjungpinang. “OPD nya tidak kunjung mengurus izin. Ini dibongkar karena tidak memiliki izin,” kata Teguh.

Selain itu, papan reklame ini tidak sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 70 Tahun 2021, tentang penyelenggaraan dan tata izin papan reklame. “Papan reklame ini milik Pemko. Jadi mulai dari kita sendiri harus memberi contoh, bahwa kontruksi reklame harus menyesuaikan dengan aturan Walikota,” tegasnya.

BACA JUGA: Keterlaluan, Ada 216 Papan Reklame di Tanjungpinang Tidak Memiliki Izin

Pembongkaran, lanjut Teguh, merupakan langkah awal dalam menertibkan sekitar 236 papan reklame yang berdiri di Tanjungpinang tanpa izin. Reklame yang tidak memiliki izin, harus segera melakukan penyesuaian mengurus izin. “Pembongkaran lainnya akan tetap dilaksanakan, sesuai dengan amanat Perwako Tanjungpinang,” sebutnya.

Terdapat 42 papan reklame milik OPD Pemko Tanjungpinang yang tidak memiliki izin. Pihaknya telah menyurati OPD untuk segera mengurus izin atau membongkar sendiri papan reklame yang tidak mengantongi izin.

Dalam Perwako Nomor 70 Tahun 2021, hanya boleh tiga papan reklame yang berdiri di traffic light Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. Selain itu, Perwako tersebut juga mengatur tentang ukuran hingga bentuk pemasangannya. “Yang bentuknya landskap tidak boleh. Tingginya juga harus minimal 5 meter dari permukaan tanah,” tutupnya. (*)

reporter: yusnadi

BPOM Sebut Stok Vaksin Meningitis Hanya 66 Vial

0
Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan tersangka akan dipersangkakan terkait unsur pasal memproduksi dan mengedarkan pangan yang mengandung bahan berbahaya, sebagaimana diatur dalam Pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat koordinasi lintas kementerian, Selasa (27/9). Melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Persoalan khusus yang dibahas dalam rapat itu adalah kelangkaan vaksin meningitis.

Kemarin (28/9) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan minat masyarakat untuk menunaikan umrah sangat besar. Selain itu terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hilman mengatakan dalam dua bulan terakhir ada 200 ribu lebih jemaah umrah asal Indonesia yang diterbangkan.

Di tengah minat berumah yang tinggi itu, masyarakat dihadapkan dengan persoalan kelangkaan vaksin meningitis. Kondisi ini memicu persoalan, karena regulasi Kemenkes masih mewajibkan vaksinasi meningitis. “Regulasi dari Kemenkes, sampai saat ini masih sama. Para jemaah dan PPIU tetap diminta untuk menaati regulasi yang ada tentang vaksin meningitis,” kata Hilman di Jakarta.

Hilman mengatakan kelangkaan vaksin meningitis jangan sampai merugikan jemaah. Sehingga perlu diambil kebijakan saling menguntungkan atau win win solution. Pemerintah perlu mengambil langkah strategis supaya tidak ada lagi kasus gagal berangkat umrah kembali.

Hilman menegaskan Arab Saudi sudah tidak mewajibkan vaksin meningitis. Sifatnya sebatas anjuran. “Kemenag melalui perwakilan di Arab Saudi akan berkoordinasi dengan otoritas berwenang di Saudi untuk mendapatkan kejelasan tentang kebijakan vaksin meningitis di sana,” terangnya.

Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam mengatakan mereka secara intensif terus koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan beberapa pihak lainnya. Misalnya pada 20 September lalu, Nasrullah bertemu Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Aziz Wazzan. Pertemuan itu membahasan syarat vaksin meningitis. “Saat itu, Abdul Aziz Wazzan tegas mengatakan bahwa vaksin meningitis itu sifatnya hanya dianjurkan, tidak wajib,” katanya.

Saat ini dalam prosedur penerbitan visa umrah, sudah tidak ada lagi syarat input data vaksin meningitis. Berbeda dengan pengurusan visa haji yang masih harus input data sertifikat vaksin meningitis ke sistem Saudi. Nasrullah juga berkomunikasi dengan perwakilan India di Saudi. Informasi yang dia dapat, vaksin meningitis sudah tidak mewajibkan vaksinasi meningitis untuk umrah. “Yang masih diwajibkan untuk umrah adalah vaksinasi Covid-19,” kata dia.

Salah satu daerah yang berteriak kekurangan vaksin meningitis adalah Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan biro travel dan dinas terkait melakukan pendataan calon jemaah umrah.”Dalam kondisi seperti ini kita coba komunikasi dengan pusat, dua dengan pabrikan,” katanya.

Ganjar tak memungkiri, saat ini banyak masyarakat di Jawa Tengah khususnya, yang akan pergi melaksanakan ibadah umrah. ”Dinas terus kemudian biro travel agar bareng-bareng (menghitung) berapa jumlahnya,” tuturnya. dia juga mendapat laporan jika peniriman vaksin meningitis terlambat.

Sementara itu pada kesempatan lain, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K Lukito mengatakan PT Mersifarma telah mendaftarkan satu vaksin meningitis. Namun belum bisa diimpor lantaran ada temuan masalah di fasilitas produksi di negara asal. ”Saya kira ini agak sulit,”tuturnya.

Badan POM juga telah menerbitkan izin edar vaksin meningitis Bio Farma. Penny telah mendapatkan informasi dari stafnya bahwa perusahaan farmasi plat merah itu tidak siap dengan permintaan vaksin meningitis yang banyak. ”Tidak bisa menyiapkan dari jauh-jauh hari,” ujarnya.

Dia juga membeberkan informasi jika Bio Farma secara bertahap akan melakukan impor vaksin meningitis. Impor ini dimulai dari Oktober hingga Januari. Totalnya 675 ribu dosis. PT Glaxo yang merupakan pemilik izin edar salah satu vaksin meningitis juga kesulitan untuk impor vaksin. ”Kemandirian vaksin meningitis harus ada,” kata Penny.

Penny menjelaskan ada satu perusahaan farmasi yang berhasil mengimpor vaksin meningitis pada Juli lalu. Perusahaan itu adalah PT Aventis dengan merk vaksin Menactra. ”Saat ini stoknya tinggal 66 dosis. Akan impor 5400 pada akhir Oktober,” ujarnya.

Dia berjanji lembaganya akan membantu untuk mempermudah izin vaksin meningitis. Asalkan ada data yang diserahkan oleh perusahaan farmasi yang mengimpor vaksin tersebut. ”Saya kira mereka pun belum ada datanya,” tutur Penny. (*)

Reporter: JP Group

Kepala BP Batam Ingin Ekonomi Tanjungpinang Tumbuh seperti Batam

0
bp batam 12
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, saat menjadi keynote Speaker, dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Tanjungpinang. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menginginkan perekonomian Kota Tanjungpinang bisa tumbuh dan maju seperti Kota Batam.

Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote Speaker, dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Tanjungpinang di Aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Rabu (28/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam membawa materi “Peluang Pelayanan Investasi dan Pembangunan Daerah Kota Tanjung Pinang”.

“Saya hanya ingin membagi pengalaman saya menjadi Wali Kota dan Kepala BP Batam, sebetulnya ingin mengetuk hati kecil kita masing-masing bahwa kita harus bersama membangun kota yang kita cintai,” kata Muhammad Rudi.

Pesatnya pembangunan Batam, menggerakkan hati Muhammad Rudi untuk kelak memberikan daya dan upayanya membangun kota kelahirannya, Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjung Pinang.

Ia berharap apa yang sudah dibangun di Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Tanjung Pinang dan kabupaten lain yang berada di Provinsi Kepri. Dengan demikian, akselerasi pertumbuhan ekonomi di Batam dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan kehadiran saya dapat memberikan makna bagi Ibu Wali Kota Tanjung Pinang, para Forkopimda dan masyarakat di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi mendapat perhatian atas paparan program yang tengah dilakukan pihaknya. Ada empat prioritas pembangunan yang saat ini sedang dikerjakan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

Empat prioritas tersebut kini sedang dikejar untuk segera terealisasi karena diperuntukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam kedepannya.

Pertama adalah pengembangan Pelabuhan Batu Ampar. Kedua, revitalisasi Bandara Internasional Hang Nadim. “Bandara ini nanti bisa mampu menampung 40 juta orang setahun datang ke Batam, bayangkan bisa 2 juta orang saja ke Tanjung Pinang sudah hidup ekonominya,” ucapnya.

Ketiga, peningkatan jaringan jalan. Keempat, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.

Sementara Wali Kota Tanjung Pinang Rahma menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam tersebut atas undangan yang diberikan. Menurutnya Muhammad Rudi merupakan sosok tokoh inspiratif baginya dalam menjalankan pembangunan.

“Hari ini kami mendengarkan capaian pembangunan dan saran dari Pak Rudi yang sudah dinanti-nantikan, ini penting sebagai motivasi, mudah-mudahan apa yang menjadi atensi kami di Tanjung Pinang diberikan kemudahan, supaya kami juga bisa membangun kota yang kami cintai ini,” ucap Rahma.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Tanjung Pinang Zulhidayat menjelaskan alasan Kepala BP Batam diundang untuk menjadi pembicara utama dalam forum tersebut karena pembangunan insfrastruktur di kota Batam dinilai jauh lebih masif.

“Kami mengundang Pak Rudi sebagai keynote speaker untuk sharing pengalaman selama memimpin BP Batam, serta berbagi strategi dan konsep pembangunan yang diterapkan di Batam sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dan dilaksanakan di Kota Tanjung Pinang,” kata Zulhidayat, Selasa (27/9/2022).

Diketahui, forum tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kota Tanjung Pinang sampena 4 (empat) tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung Pinang, Hj. Rahma dan Endang Abdullah. Forum dihadiri lebih dari 150 peserta terdiri dari Forkopimda Tanjung Pinang, Forum RT/RW, Paguyuban, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Insan Pers.

Turut mendampingi Kepala BP Batam, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranaon dan Kepala Biro Umum BP Batam Budi Susilo.

Kepala BP Batam Ingin Ekonomi Tanjungpinang Tumbuh seperti Batam

0
bp batam 12
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, saat menjadi keynote Speaker, dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Tanjungpinang. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menginginkan perekonomian Kota Tanjungpinang bisa tumbuh dan maju seperti Kota Batam.

Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote Speaker, dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Tanjungpinang di Aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Rabu (28/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam membawa materi “Peluang Pelayanan Investasi dan Pembangunan Daerah Kota Tanjung Pinang”.

“Saya hanya ingin membagi pengalaman saya menjadi Wali Kota dan Kepala BP Batam, sebetulnya ingin mengetuk hati kecil kita masing-masing bahwa kita harus bersama membangun kota yang kita cintai,” kata Muhammad Rudi.

Pesatnya pembangunan Batam, menggerakkan hati Muhammad Rudi untuk kelak memberikan daya dan upayanya membangun kota kelahirannya, Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjung Pinang.

Ia berharap apa yang sudah dibangun di Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Tanjung Pinang dan kabupaten lain yang berada di Provinsi Kepri. Dengan demikian, akselerasi pertumbuhan ekonomi di Batam dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan kehadiran saya dapat memberikan makna bagi Ibu Wali Kota Tanjung Pinang, para Forkopimda dan masyarakat di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi mendapat perhatian atas paparan program yang tengah dilakukan pihaknya. Ada empat prioritas pembangunan yang saat ini sedang dikerjakan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

Empat prioritas tersebut kini sedang dikejar untuk segera terealisasi karena diperuntukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam kedepannya.

Pertama adalah pengembangan Pelabuhan Batu Ampar. Kedua, revitalisasi Bandara Internasional Hang Nadim. “Bandara ini nanti bisa mampu menampung 40 juta orang setahun datang ke Batam, bayangkan bisa 2 juta orang saja ke Tanjung Pinang sudah hidup ekonominya,” ucapnya.

Ketiga, peningkatan jaringan jalan. Keempat, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.

Sementara Wali Kota Tanjung Pinang Rahma menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam tersebut atas undangan yang diberikan. Menurutnya Muhammad Rudi merupakan sosok tokoh inspiratif baginya dalam menjalankan pembangunan.

“Hari ini kami mendengarkan capaian pembangunan dan saran dari Pak Rudi yang sudah dinanti-nantikan, ini penting sebagai motivasi, mudah-mudahan apa yang menjadi atensi kami di Tanjung Pinang diberikan kemudahan, supaya kami juga bisa membangun kota yang kami cintai ini,” ucap Rahma.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Tanjung Pinang Zulhidayat menjelaskan alasan Kepala BP Batam diundang untuk menjadi pembicara utama dalam forum tersebut karena pembangunan insfrastruktur di kota Batam dinilai jauh lebih masif.

“Kami mengundang Pak Rudi sebagai keynote speaker untuk sharing pengalaman selama memimpin BP Batam, serta berbagi strategi dan konsep pembangunan yang diterapkan di Batam sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dan dilaksanakan di Kota Tanjung Pinang,” kata Zulhidayat, Selasa (27/9/2022).

Diketahui, forum tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kota Tanjung Pinang sampena 4 (empat) tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung Pinang, Hj. Rahma dan Endang Abdullah. Forum dihadiri lebih dari 150 peserta terdiri dari Forkopimda Tanjung Pinang, Forum RT/RW, Paguyuban, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Insan Pers.

Turut mendampingi Kepala BP Batam, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranaon dan Kepala Biro Umum BP Batam Budi Susilo.

TNI AU Dalami Temuan Granat Asap dan Amunisi

0
Ilustrasi granat. (ANTARA)

batampos – TNI AU langsung menindaklanjuti temuan granat asap dan amunisi senjata api di Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Berdasar informasi yang diperoleh dari Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau), granat dan amunisi tersebut ditemukan di sebuah rumah pada Selasa (27/9).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan bahwa rumah itu milik salah seorang warga yang disewakan. Salah seorang penyewa rumah tersebut bernama Harun Al Rasyid. Yang bersangkutan diketahui pernah berdinas di TNI AU dengan pangkat terakhir di level perwira menengah.

BACA JUGA:   Granat Kejut Ditemukan Dua Kilometer dari Lokasi Latihan

Menurut Indan, rumah itu biasa ditempati oleh asisten rumah tangga atau pembantu Harun. ”Di rumah tersebut yang bersangkutan juga menyimpan barang-barang yang dilakukan sejak tahun 2009 lalu,” jelasnya. Dia memastikan bahwa Harun sudah purna tugas dari TNI AU sejak 22 tahun lalu. Kemudian pada 2021, Harun meninggal dunia.

Sebelumnya pemilik rumah melaporkan temuan granat asap dan amunisi senjata api ketika sedang bersih-bersih di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan. Laporan itu disampaikan kepada aparat kepolisian setempat. TNI AU lantas melakukan pendalaman lantaran rumah tersebut pernah disewa oleh seorang purnawirawan Matra Udara. Pendalaman dilakukan agar asal usul granat asap dan amunisi senjata api tersebut jelas.

Tidak disampaikan jumlah total temuan granat asap dan amunisi tersebut. Indah hanya menyatakan bahwa instansinya sudah bergerak sejak mendapat informasi. ”Terkait penemuan granat asap dan peluru di rumah tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan asal-usulnya oleh TNI AU,” ungkap jenderal bintang satu TNI AU tersebut. (*)

Reporter: JP Group