
batampos – Setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19, kini acara populer, festival kembang api di sejumlah wilayah Jepang kembali digelar. Salah satunya di Kota Chigasaki, Prefektur Kanagawa, pada Minggu (4/9/2022) malam.
BACA JUGA:
Paviliun Indonesia Turut Ramaikan Homecenter Show 2022 di Jepang
Ribuan pengunjung memadati lokasi acara di Southern Beach, Chigasaki sejak sore hingga jelang pertunjukan dimulai.
Rita, salah satu pengunjung warga negara Indonesia (WNI) asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku antusias untuk melihat kembang api bersama keluarganya setelah sempat ditiadakan selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19.
“Karena kemarin-kemarin masih pandemi, sekarang ada kembang api lagi, jadi kepingin lihat,” ujar Rita yang sudah tinggal di Jepang selama empat tahun ini.
Setelah melihat pertunjukan kembang api, Rita mengaku senang karena meskipun sebentar kembang api yang ditampilkan sangat bagus. “Senang banget dan bagus,” ujarnya.
Pertunjukan kembang api kali ini memang hanya sebentar dan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi.
Menurut data Chigasaki Tourist Navigator, kembang api yang diledakkan berjumlah 500 buah dengan durasi selama 15 menit, mulai pukul 19.00-19.15 waktu setempat.
Hal itu berbeda dengan gelaran sebelum pandemi yang biasanya meledakkan sebanyak 3.000 buah dengan durasi selama 30 menit.
Kendati demikian, kembang api yang ditampilkan cukup beragam baik dari segi warna cahaya yang muncul maupun dari bentuknya.
Sontak pengunjung pun ikut bersorak saat cahaya kembang api meluncur, meledak di udara dan menghiasi langit di musim panas yang cerah.
Pengunjung yang datang pun dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Banyak juga di antara mereka yang mengenakan pakaian tradisional Jepang, yakni yukata, seperti kimono tetapi dikenakan pada musim panas.
Tidak hanya di Chigasaki, pertunjukan kembang api pun kembali digelar di beberapa kota, di antaranya di Hiratsuka, Yamakita, Nagaoka dan Hida Takayama.
Namun, festival kembang api di beberapa kota dibatalkan karena kenaikan kasus COVID-19, seperti di Sungai Sumida dan Edogawa, Tokyo dan Kamakura, Kanagawa. (*)
Sumber: Antara



Bu Menteri melihat dan memastikan secara langsung kondisi balita yang diduga mengalami penganiayaan. Setelah menyapa keluarga, Mensos juga menyapa RA. Mensos memotivasi RA.




