Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6995

PLN Bayar Ratusan Juta, Gunakan Ruang Laut Kepri

0

batampos-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (PLN WRKR) harus mengeluarkan ratusan juta untuk menggunakan ruang laut bagi mengaliri listrik dari Batam ke Pulau Buluh. Kondisi ini juga, menyebabkan mayor project tersebut belum terlaksana sampai saat ini.

Gubkepri saat mengunjungi kantor PLN Tanjungpinang untuk mendiskusikan agar di Pulau Pangkil, Bintan bisa listriknya 24 jam

“Informasi terakhir yang kami terima dari bagian perencaan dan pelaksanaan PLN WRKR. Mereka masih menunggu terbitnya izin pemanfaatan ruang laut,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Listrik Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Marzuki, Kamis (1/9) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, pekerjaan kabel laut oleh PLN WRKR ada dua lokasi. Pertama adalah dari Batam ke Pulau Buluh. Kemudian dari Dabo Singkep ke Daik, Lingga. Masih kata Marzuki, PLN WRKR sudah menuntaskan pengurusan perizinan pemanfaat ruang laut dengan sistem One Stop Service (OSS).

“Artinya, tinggal menunggu perizinan tersebut terbit. Karena kontrak kerja sudah diteken akhir tahun 2021 lalu. Dalam kegiatan ini, Sucofindo sebagai konsultannya,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, dalam pekerjaan ini, ada dua kapal yang digunakan. Bagi mendukung rencana pembangunan strategis dibidang kelistrikan ini, Pemprov Kepri sudah mengeluarkan rekomendasi pemanfaat ruang laut. Karena memang kewenangan 0-12 mil leading sektornya Pemprov Kepri. Disebutkannya, dari penjelasan yang ia dapatkan, biaya pemanfaatan ruang laut untuk satu kapal diatas Rp100 jutaan.

BACA JUGA: Terhambat Izin dari Pusat, Proyek Strategis PLN Macet di Kepri

Ia berharap, pekerjaan ini bisa segera terlaksana. Sehingga masyarakat di Pulau Buluh, Batam bisa menikmati listrik 24 jam. “Kondisi di sana (Pulau Buluh,red) masih menyala 14 jam. Dengan pembangkit yang tersedia, belum semua rumah tangga menerima pelayanan listrik,” ungkap Marzuki.

Masih kata Marzuki, untuk pelayanan listrik Pulau Buluh, Batam di bawah kendali PLN ULP Belakangpadang. Berdasarkan data yang tersedia, daya terpasang sampai saat ini adalah 375 kw (kilo watt). Sedangkan daya mampu adalah 210 kw, dan beban puncak 201 kw.

“Kondisinya nyala 14 jam, dengan jumlah pelanggan sebanyak 348 rumah tangga. Dengan kabel laut nanti, tentu masyarakat bisa menikmati layanan 24 jam dan semua rumah tangga mendapatkan pelayanan yang sama,” tutup Marzuki.

Sementara itu, Lurah Pulau Buluh, Borhan mengatakan, di wilayah kerjanya itu, memang ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Namun karena mesin tua, tentu tidak menjanjikan untuk selalu prima pelayanannya. Apalagi belum semua rumah tangga mendapatkan energize listrik.

Menurutnya, dari informasi yang ia terima, terkendalanya pembangunan strategis PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (PLN WRKR) ini disebabkan belum tuntasnya perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ditegaskannya, masyarakat sangat berharap, pembangunan ini tetap jalan atau terlaksana.

“Keinginan masyarakat tentu pembangunan dapat dilakukan lebih cepat. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena, pembangkit yang ada, ketika mengalami kerusakan, akan membutuhkan waktu untuk perbaikan,” jelasnya.

Disebutkannya, di wilayah kerja itu, terdata ada 617 rumah tangga pengguna PLN. Selain itu, banyak juga pelaku usaha yang bergantung dengan kehandalan energi. Atas dasar itulah, masyarakat berharap pembangunan bisa segera terlaksana dan tuntas.

“Tersedianya energi listrik adalah merupakan satu keharusan. Karena sumber daya ini, sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat,” tutupnya.

Seperti diketahui, nilai proyek kabel laut dari Batam ke Pulau Buluh dan dari Dabo Singkep ke Selayar, dan Daik, Lingga adalah sebesar Rp37 miliar. Kegiatan tersebut dilakukan dalam satu kontrak kerja. (*)

reporter: jailani

 

 

Pemko Batam Perpanjang Program Relaksasi PBB Hingga Oktober

0
Pembayaran PBB 2 F Cecep Mulyana
Salah seorang warga membayar PBB di kantor Dispenda Kota Batam. Pemko Batam resmi memperpanjang program relaksasi pajak hingga akhir Oktober mendatang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam resmi memperpanjang program relaksasi pajak hingga akhir Oktober mendatang. Perpanjangan ini dilakukan, karena masih tingginya minat wajib pajak yang hendak melunasi tunggakan tagihan mereka.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, relaksasi tahap dua mulai dijalankan 1 September-31 Oktober mendatang. Wajib pajak yang masih memiliki tunggakan kewajiban silakan memanfaatkan momen keringanan pajak ini.

Ia menjelaskan, untuk relaksasi tahap dua ini Wali Kota Batam memberikan penghapusan denda atau bunga piutang pajak daerah tahun 1994-2021.

Penghapusan denda 100 persen ini berlaku untuk PBB-P2, hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, dan penerangan jalan.

Berikutnya Pemko Batam juga memberikan keringanan 10 persen untuk pokok piutang PBB-P2 tahun 1994-2021. Perpanjangan jatuh tempo pembayaran ini akan diberlakukan hingga 31 Oktober mendatang.

Untuk memudahkan dalam mengetahui total tunggakan atau jumlah kewajiban yang harus dibayar, masyarakat atau wajib pajak bisa langsung mengakses esppt.batam.go.id.

Pembayaran pajak bisa dilakukan langsung melalui loket pelayanan di Kantor Bapenda Batam di Gedung Bersama, Batamcenter, ritel moderen Indomaret, Bank Riau Kepri, Bank BRI, dan Bank BJB.

“Saya mengimbau kepada wajib pajak untuk segera memanfaatkan relaksasi ini. Dan kalau bisa dibayar ketika awal pembukaan, karena kalau sudah mendekati berakhirnya program, biasanya terjadi antrean yang cukup panjang,” jelasnya.

Sehingga untuk menghindari terjadinya gangguan di akhir program, disarankan untuk membayar ketika program keringanan pajak ini, mulai digulirkan kembali.

Tingkat kepatuhan dalam pembayaran pajak ini, juga akan berdampak terhadap pembangunan di Kota Batam.

Berdasarkan hasil capaian realisasi pajak tahap satu, Bapenda berhasil mengumpulkan Rp 15 miliar dari PBB-P2.

Ia berharap selama dua bulan ke depan angka capaian jauh lebih tinggi dari bulan pertama. Untuk itu, kepada wajib pajak silakan memanfaatkan program ini.

“Untuk yang bulan Agustus, masih menunggu rekap dari pihak bank. Dat terakhir kami baru sampai tanggal 28 Agustus lalu,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Ini Protokol Baru bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

0
Arsip Foto. Penumpang berjalan meninggalkan terminal kedatangan setelah tiba di Bandar Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (31/8/2022). (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

batampos-Warga negara Indonesia dan warga negara asing yang melakukan perjalanan dari Indonesia ke luar negeri atau dari luar negeri ke Indonesia memiliki protokol kesehatan yang baru.

Protokol kesehatan yang baru dituangkan dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 25 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi COVID-19 yang berlaku mulai Kamis (1/9).

Menurut Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting, yang surat keputusan penugasannya sebagai Kepala Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 berakhir Agustus 2022 dan sedang dalam proses perpanjangan, protokol yang baru mencakup pemberlakuan syarat vaksinasi bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Menurut Surat Edaran Satuan Tugas, PPLN warga negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dari Indonesia wajib menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) vaksinasi COVID-19 dosis ketiga (booster) melalui aplikasi PeduliLindungi.

Ketentuan itu dikecualikan bagi PPLN warga negara Indonesia dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan yang bersangkutan tidak dapat menjalani vaksinasi berdasarkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah serta PPLN warga Indonesia yang telah selesai menjalankan isolasi/perawatan karena terserang COVID-19 dan telah dinyatakan tidak berisiko menularkan virus tetapi belum bisa menjalani vaksinasi dosis ketiga.

Sedangkan PPLN yang hendak masuk ke wilayah Indonesia diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) vaksinasi COVID-19 dosis kedua minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang tertulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal.

Aturan itu dikecualikan bagi PPLN dengan kondisi tertentu, termasuk yang berusia di bawah 18 tahun, memiliki kondisi kesehatan khusus, dan belum bisa menjalani vaksinasi karena baru selesai menjalankan karantina/perawatan karena terserang COVID-19.

Alexander mengatakan bahwa PPLN warga negara Indonesia yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama, dosis kedua, atau dosis ketiga wajib menjalani vaksinasi di pintu masuk setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

“WNA PPLN yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, wajib menjalani vaksinasi melalui skema pemerintah,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan, pelaku perjalanan yang mengalami gejala sakit harus menjalani pemeriksaan lanjutan, pemeriksaan antigen atau pemeriksaan RT-PCR, untuk mendeteksi penularan COVID-19.

Surat Edaran Satuan Tugas juga mencakup ketentuan mengenai pintu masuk PPLN ke wilayah Indonesia.

Menurut Surat Edaran Satuan Tugas, PPLN bisa memasuki wilayah Indonesia melalui 15 bandara, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Bandara Juanda (Jawa Timur), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Hang Nadim (Kepulauan Riau), dan Bandara Sam Ratulangi (Sulawesi Utara).

PPLN juga bisa masuk melalui Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Nusa Tenggara Barat), Bandara Kualanamu (Sumatera Utara), Bandara Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Bandara Yogyakarta, Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Minangkabau (Sumatera Barat), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Riau), Bandara Kertajati (Jawa Barat), dan Bandara Sentani (Papua).

Selain itu, seluruh pelabuhan laut internasional di Indonesia dibuka untuk pelaku perjalanan luar negeri.

Pelaku perjalanan luar negeri juga bisa masuk ke wilayah Indonesia melalui pos lintas batas negara di Aruk, Kalimantan Barat; Entikong, Kalimantan Barat; Motaain, Nusa Tenggara Timur; Nanga Badau, Kalimantan Barat; Motamasin, Nusa Tenggara Timur; Wini, Nusa Tenggara Timur; Skouw, Papua; dan Sota, Papua. (*)

reporter: antara

dr. Eka Harmeiwaty: Daging Kambing Tak Bisa Dikaitkan dengan Penyebab Hipertensi

0
Ilustrasi cek tensi (ANTARA/Pexels)

batampos – Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S mengatakan perlu dilakukan penelitian ilmiah lebih lanjut tentang daging kambing, durian dan kopi sebagai penyebab hipertensi.

“Apakah daging kambing, durian itu penyebab hipertensi? Kalau daging kambing penyebab hipertensi, kenapa orang Arab yang makan daging kambing enggak hipertensi, itu masih perlu penelitian,” ujar dr. Eka dalam diskusi daring “Waspada Hipertensi Merusak Otak” di Jakarta, Rabu.

Menurut dr. Eka daging kambing juga tidak bisa dikaitkan sebagai penyebab hipertensi. Sejauh ini belum ada jurnal ilmiah yang melakukan penelitian terhadap orang Indonesia bahwa konsumsi daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah.

BACA JUGA: Dipicu Obesitas, Hipertensi Mulai Ancam Anak Usia 6-16 Tahun

Sedangkan untuk kopi, Mayo Clinic menegaskan bahwa batas konsumsi kafein yang aman untuk orang dewasa adalah 400 miligram atau empat cangkir kopi per hari.

Namun, dr. Eka mengatakan bahwa hal ini berbeda-beda bagi tiap orang. Pada beberapa orang, ada yang mengkonsumsi segelas kopi langsung membuat jantung berdebar, dan tidak sedikit pula yang mampu mengkonsumsi kopi lebih dari empat gelas sehari.

Naiknya tekanan darah saat meminum kopi hanya bersifat sementara. Menurut dr. Eka, tekanan darah akan kembali turun saat efek kafein mulai hilang dari dalam tubuh.

“Saat berdebar-debar itu biasanya tensi naik. Setelah efek kafeinnya enggak ada akan normal lagi, tapi itu kalau dia enggak hipertensi,” kata dr. Eka.

Hipertensi memiliki banyak faktor penyebab, salah satunya adalah tingginya konsumsi garam dan rendahnya asupan kalium. Saat seseorang mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, maka tekanan darahnya akan langsung meningkat.

Ras juga mempengaruhi tekanan darah seseorang. Orang-orang Asia dianggap lebih sensitif terhadap garam dibandingkan dengan Eropa dan Amerika, bahkan organisasi kesehatan WHO menganjurkan untuk lebih rendah dalam mengkonsumsi garam.

“Makanan yang bisa membuat mendadak darah tinggi adalah makanan asin. Orang Asia sangat sensitif kepada garam, ini ada dari faktor genetik dan ras. Satu lagi yang dapat menyebabkan hipertensi adalah konsumsi kalium yang rendah,” kata dr. Eka. (*)

reporter: antara

PMI Batam Terima Kunker PMI Bangka Belitung

0
PMI BABEL
Sekretaris PMI Batam Asmin Patros (lima dari kanan) menyerahkan cendramata kepada Ketua PMI Provinsi Bangka Belitung Abdul Fatah, di gedung PMI Kota Batam, Kamis (1/9). (dok PMI Batam)

batampos – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam menerima kunjungan kerja (Kunker) pengurus PMI Provinsi Bangka Belitung (Babel), di gedung PMI Kota Batam, Kamis (1/9).

Kedatangan pengurus PMI Provinsi Babel yang dipimpin langsung oleh ketuannya Abdul Fatah dan sejumlah pengurus lainnya dan diterima  Sekretaris PMI Kota Batam Asmin Patros dan sejumlah pengurus PMI Kota Batam.

Sekretaris PMI Kota Batam Asmin Patros menyambut baik kunjungan kerja tersebut karena kegiatan tersebut merupakan salah satu ajang silaturahmi dan sharing pengalaman serta strategi dalam mengembangkan PMI kedepan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut Asmin Patros memaparkan awal berdirinya PMI Kota Batam hingga PMI Kota Batam yang saat ini sudah memiliki gedung tiga lantai, termasuk fasilitas medis yang ada di UDD PMI Batam.

Menurutnya, kesuksesan PMI Kota Batam tidak terlepas dari kerja keras seluruh pengurus, staf dan relawan yang ada di PMI Kota Batam. “Bahkan dengan jaringan yang dimiliki Ketua PMI Kota Batam Sri Soedarsono, maka PMI Batam bisa lebih banyak berbuat untuk melayani masyarakat Batam,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Waki Ketua PMI Kota Batam John Sulistiawan juga memaparkan salah satu strategi agar masyarakat Batam dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Salah satunya adalah menjaling kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri agar pihak perusahaan bisa mengintruksikan kepada karyawan yang dipimpinnya untuk menjadi pendonor darah sukarela.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan strategis yang dilakukan PMI Kota Batam untuk menarik masyarakat aktif mendonorkan darahnya semoga bisa dipraktikkan juga di Provinsi Bangka Belitung. Apalagi di Babel juga banyak perusahaan-perusahan sawit dan PT Timah yang bisa diajak bersinergi untuk kegiatan donor darah dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Termasuk soal strategi mencari donasi untuk kemanusiaan.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan pemberian cenderamata masing -masing dari PMI Kota Batam maupun dari PMI Provinsi Bangka Belitung. (*)

Reporter: Jamil

Kasus Laka Laut Semester I 2022 di Karimun Meningkat

0
Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir ketika mendamping keluarga korban di RSUD M Sani. f.SAT POLAIRUD POLRES KARIMUN

batampos- Satuan Kepolisian Perairan (Sat Polairud) Polres Karimun, mencatat hingga semester pertama tahun 2022 ini kecelakaan laut (Laka Laut) terjadi peningkatan dibandingkan semester pertama tahun 2021 lalu. Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir mengatakan, untuk semester pertama tahun 2022 ini sudah ada 13 kasus laka laut.

”Tahun lalu 14 kasus laka laut dalam setahun, tapi tahun ini baru semester pertama sudah mencapai 13 kasus laka laut diwilayah perairan kabupaten Karimun,” terangnya, Kamis (1/9).

Diawali dengan bulan Januari lalu sudah ada dua kejadian yaitu bocornya pompong tanpa nama yang dipergunakan korban untuk menjaring diperairan pulau Mudu, Pasir Panjang dengan korban satu orang meninggal dunia. Selanjutnya, pada bulan yang sama juga terjadi laka laut dengan satu korban nelayan hilang saat melaut dengan menggunakan sampan jenis keting-ting diperairaun pulau Seranggong kecamatan Durai yang ditemukan meninggal dunia.

Kemudian, di bulan Februari satu laka laut dengan korban meninggal dunia satu orang nelayan yang diduga terpeleset dari sampan miliknya saat melaut yang ditemukan diperairan pantai Mukalimus kelurahan Sawang Kota kecamatan Kundur. Pada bulan Maret lalu, juga terjadi laka laut dengan korban nihil, dikarenakan nakhoda kapal segera mengkandaskan kapal yang saat ini mengalami kebocoran dibagian lambung depan yang terjadi diperairan pulau Pandan.

Pada bulan April juga terjadi laka laut dengan memakan korban jiwa satu orang meninggal dunia, akibat korban sebagai nelayan saat ini sedang menarik jaring kala itu. Dan, tiba-tiba terjadi angin dan gelombang kuat sehingga korban terjatuh dari pompong. Kemudian ditemukan oleh nelayan diperairan Ransang kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Selanjutnya, dibulan Mei juga terjadi laka laut dengan korban nihil yang terjadi di perairan Takong Hiu kecamatan Tebing, yaitu tenggelamnya tongkang Marcopollo 188 yang ditarik oleh tugboat Mega Daya 43 yang menggandeng tongkang yang berlayar dari IKPP Perawang tujuan Singapura.

” Hampir setiap bulan terjadi laka laut. Untuk bulan Januari hingga Mei, korban yang meninggal dunia ada empat orang yang rata-rata nelayan. Laka laut rata-rata akibat cuaca buruk,” ungkapnya.

Masih kata Binsar lagi, pada bulan Juni lagi-lagi terjadi laka laut diperairan sebelah Utara pulau Nipah. Yaitu, laka laut terbakarnya KLM Bintang Surya yang berangkat dari pelabuhan Jurong Singapura menuju Tanjung Balai Karimun. Dan, kapten KLM Bintang Surya meminta pertolongan kepada kapal disekitar yang dibantu oleh TB Maya Harbour dan KRI LDG-632 untuk dilakukan evakuasi.Pada bulan yang sama juga terjadi laka laut dengan korban meninggal dunia akibat tersambar petir, dimana korban sebagai nelayan saat itu sedang menjaring ikan.

” ABK kapal selamat semua, namun kapten kapal melompat ke laut dan berhasil dilakukan evakuasi dibawa ke RSUD M Sani. Namun, korban tidak dapat terselamatkan dan meninggal dunia,” tuturnya.

BACA JUGA: Kapal Nelayan Bertabrakan dengan Kapal Penampung Ikan, 2 Nelayan Terapung -apung di Laut

Selanjutnya, dibulan Juli juga kembali terjadi laka laut dengan korban meninggal dunia tiga orang yaitu satu orang ABK kapal KM Sumatra Jaya 88 yang jatuh kelaut yang kejadiannya di kecamatan Kundur. Dua orang karyawan PT MOS yang jatuh kelaut akibat cuaca buruk saat pagi hari. Lokasi kejadian di pos jetty PT MOS. Sedangkan, laka laut dibulan yang sama juga terjadi namun tidak ada korban jiwa diperairan desa Tanjung Pelanduk kecamatan Sugie Besar yaitu laka laut kapal jaring nelayan tenggelam ditabrak oleh kapal rawai.

Diakhir bulan Juli, kembali terjadi laka laut yang tenggelamnya kapal KM Patria Meranti GT 26 yang disebabkan angin kencang. Kejadian laka laut sendiri berada diwilayah perairan Selatan pulau Sugi kecamatan Moro. Dimana, KM Patria Meranti GT 26 membawa muatan sayur-sayuran yang berangkat dari Buton Siak tujuang Tanjung Pinang.

“Nah, untuk kejadian di perairan desa Tanjung Pelanduk kecamatan Sugie Besar. Korban kapal jaring nelayan Sunardi dan rekannya usai ditabrak mereka berusaha menyelamatkan diri dan kapal rawai yang menabrak melarikan diri,” kata pria berdarah batak ini.

Lanjutnya lagi, dibulan Agustus juga kembali laka laut dengan korban anak usia 6 tahhun meninggal dunia. Dimana, anak tersebut berenang setelah kedua orangtunya berenang ditepi laut yag lokasinya di depan perairan restoran Raja Husen kecamatan Tebing.

“Mudah-mudahan tidak ada laka laut lagilah, dibulan berikutnya. Kita, sudah menghimbau kepada nelayan maupun pelaku pelayaran agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dilaut. Agar, segera berlindung ketempat yang terdekat,” pesannya. (*)

reporter: tri haryono

Cegah dan Kendalikan Penyakit Diabetes dan Hipertensi, Puskesmas Teluk Sasah Punya Program Semanis Teksas

0
Masyarakat mengikuti senam bersama yang diadakan di Puskesmas Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam setiap Rabu dan Sabtu. F.kiriman dr Kurniawan

batampos – Puskesmas Teluk Sasah di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan sering menangani pasien dengan penyakit diabetes dan hipertensi.

“Benar, penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi banyak dialami masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teluk Sasah,” kata Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr. Kurniawan, Selasa (30/8).

Menurutnya, kematian yang disebabkan penyakit diabetes dan hipertensi semakin tinggi. Padahal, penyakit tidak menular ini bisa dicegah dan dikendalikan dengan melakukan gaya hidup sehat. Salah satunya, rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu.

BACA JUGA: Lepas Rindu Perayaan HUT RI, Masyarakat Desa Teluk Sasah, Bintan Antusias Ikut Lomba Rakyat

Melihat tidak sedikit kasus diabetes dan hipertensi di wilayah kerjanya, Kurniawan mengatakan, pihaknya rutin menjalankan senam bersama prolanis Teluk Sasah atau program ini disingkat dengan Semanis Teksas.

“Inovasi yang diperuntukkan bagi lansia ini sudah dimulai sejak 2017 hingga sekarang,” ujarnya.

Sejalan waktu, dikatakannya, inovasi ini telah dikombinasikan dengan program promosi kesehatan lain yang ada di Puskesmas Teluk Sasah.

Jadi, disebutkan Kurniawan, program Semanis Teksas tidak hanya melaksanakan senam melainkan program alarm pengingat, penjemputan dan pengantaran, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, komunikasi, informasi dan edukasi, serta pondok jamu.

“Jadi lansia yang memiliki kendala dengan transportasi bisa difasilitasi antar jemputnya dari dan ke puskesmas,” katanya.

Dia mengharapkan, inovasi ini membuat masyarakat yang memiliki penyakit diabetes dan hipertensi mendapat informasi yang benar dan tepat mengenai penyakitnya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat yang memiliki penyakit sistemik dapat lebih terkendali serta terkontrol penyakitnya karena rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas.

Dia juga mengharapkan,  inovasi yang dibuat ini bisa mendorong masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi untuk mencapai kualitas hidup yang lebih optimal.

“Kita juga berharap pasien memiliki hasil yang baik setelah melakukan pemeriksaan spesifik sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit,” harapnya. (*)

reporter: Slamet

98,7 Persen Pengguna Pertalite Mobil Orang Mampu

0
Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sejauh ini dianggap masih banyak tidak tepat sasaran. Bahan bakar tersebut digunakan oleh kendaraan roda empat sebanyak 70 persen dan roda dua 30 persen. (dok JawaPos.com)

batampos – Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sejauh ini dianggap masih banyak tidak tepat sasaran. Bahan bakar tersebut digunakan oleh kendaraan roda empat sebanyak 70 persen dan roda dua 30 persen.

Di antara roda empat, pengguna jenis BBM bersubsidi tertinggi ini, 98,7 persennya merupakan mobil pribadi, taksi online 0,6 persen, taksi plat kuning 0,3 persen, dan angkot 0,4 persen.

Sementara di antara roda dua, Pertalite digunakan oleh motor pribadi sebanyak 97,8 persen dan ojek atau ojek online 2,2 persen. Hal itu diketahui berdasarkan data BPS tahun 2020.

Pngamat ekonomi Faisal Basri, jenis BBM yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang tak mampu ini sebagian besarnya dinikmati oleh masyarakat kategori kaya.

“10 persen termiskin menikmati subsidinya 3,1 persen saja. 20 persen termiskin 4,4 persen, dan terus begitu. Yang terkaya paling banyak menikmati yakni 29,1 persen,” ujar Faisal saat menjadi narasumber secara virtual dalam diskusi dengan tema ‘Telaah Kebijakaan Penyesuaian harga BBM untuk Subsidi Tepat Sasaran’ di Jakarta, Kamis (1/9).

Faisal mengatakan, upaya mengurangi subsidi BBM harus dilakukan dengan konsisten, karena ongkos sosial, fiskal, dan lingkungannya terlalu mahal untuk terus menerus ditumpuk.

Ekonom Universitas Indonesia ini kemudian menceritakan pentingnya menghemat penggunaan Migas di Indonesia. Sebab, cadangan minyak kian menipis, sementara konsumsi bahan bakar minyak semakin naik. Harga BBM yang murah karena subsidi membuat pola konsumsi masyarakat –terutama yang mampu– semakin tak terkendali.

Hal itu pula yang menjadikan Indonesia harus melakukan impor minyak dari luar negeri. Sedangkan saat ini harganya melonjak naik, salah satunya akibat dari perang di Rusia-Ukraina.

“Cadangan makin tipis, tapi kita membakar energi, membakar BBM, makin lama makin banyak. Akibatnya apa, kita harus menutup selisih ini dengan cara mengimpor. Sekarang kira-kira impornya mendekati 800 ribu barel per hari,” ungkap Faisal.

Dampak dari itu BBM yang dibeli mahal dan dijual murah karena disubsidi kini menimbulkan masalah fiskal di APBN. “Kita sudah tekor untuk minyak mentah USD 5 miliar. Kemudian untuk BBM, impornya makin lama makin tinggi juga, defisitnya kira-kira USD 12 miliar. Jadi kita habiskan USD 17 miliar hingga bulan Juli ini. Sampai Desember barangkali bisa USD 20 miliar hingga USD 25 miliar,” jelasnya.

Faisal menyebutkan, dana subsidi di APBN 2022 membengkak mencapai Rp 502,4 triliun. Diperkirakan akan mencapai Rp 700 triliun hingga akhir tahun. Ini jelas membebani keuangan negara dan tidak sehat untuk dilanjutkan. (*)

Reporter: JP Group

Pengeroyok Armando Divonis 8 Bulan Penjara

0
Situasi sidang vonis pengeroyokan Ade Armando di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022) ANTARA / Walda

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman delapan bulan penjara terhadap enam terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando.

“Majelis memutuskan menjatuhkan hukuman pidana kepada masing-masing terdakwa penjara selama 8 bulan,” kata Hakim Ketua Dewa Ketut Kartana ketika membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9).

Putusan hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut enam terdakwa dihukum dua tahun  penjara.

Hakim pun menerangkan bahwa seluruh terdakwa melanggar beberapa poin didakwakan jaksa pada Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan hal yang memperingan dan memperberat.

Hal yang memperberat yakni tindakan para terdakwa menimbulkan perasaan tidak aman, nyaman, dan mengganggu ketertiban umum.

Sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui kesalahannya, serta beberapa dari mereka ada yang mempunyai tanggungan keluarga.

Sebelumnya, enam terdakwa pengeroyokan Ade Armando bernama Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja dituntut kurungan dua tahun penjara lantaran dinilai terbukti melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Mereka dituntut hukuman dua tahun setelah sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beragam saksi dan bukti yang memberatkan terdakwa di dalam persidangan.

Setelah dituntut dua tahun, para terdakwa lalu menyampaikan pledoi pada sidang selanjutnya yang digelar pada Senin (30/8).

Dalam peldoinya, mayoritas terdakwa mengakui perbuatannya di depan hakim. Mereka juga memohon keringanan hukuman karena mereka harus kembali ke rumah untuk menghidupi keluarga. (*)

Reporter: Antara

HMI Minta Berantas Mafia Migas di Kepri

0
HMI gelar aksi unjuk rasa di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kamis (1/9). F. Yusnadi Nazar

batampos- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar orasi di lapangan Pamedan Jalan Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kamis (1/9). Mahasiswa menuntut agar pihak berwenang dan aparat penegak hukum (APH) segera memberantas mafia migas di Kepri.

Ketua HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan Dion Edi Putra mengatakan, awalnya HMI berunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun harga BBM di Kepri masih normal, HMI kemudian mengubah dengan tuntutan yang lain. “Menuntut tentang pengelolaan BBM subsidi,” katanya.

BACA JUGA: KPK Ingatkan Gubkepri, PI Migas Jangan Sampai Rugikan Keuangan Pemprov

Pihaknya, lanjut Dion, telah mendapatkan data terkait adanya mafia migas yang bermain dengan pihak pemerintah maupun swasta. Hal ini, membuat HMI menuntut tegas kepada pihak berwenang dan APH untuk memberantas mafia migas tersebut.

Jika tidak diberantas, akan berdampak kepada perekonomian masyarakat dan berharap pemerintah mampu memantau pengelolaan dan penggunaan ketetapan BBM subsidi,” jelasnya.

Adanya mafia migas ini juga akan berdampak bagi bahan pokok masyarakat di Kepri. Sebab, 96 persen wilayah Kepri merupakan perairan. Pengiriman bahan pokok antar pulau domestik melalui jalur laut. Jika pertumbuhan ekonomi tidak baik, berapapun harga BBM, dinilai akan tetap tidak baik. “Permainan migas ini adalah pengelolaan yang dibuat pemerintah, namun tidak diikuti dengan aturan yang berlaku,” tegasnya. (*)

reporter: yusnadi