Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 713

Waduk Duriangkang Kembali Dibersihkan, BP Batam Fokus Pulihkan Kualitas Air Baku

0

batampos– Upaya menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di Kota Batam kembali diperkuat lewat kegiatan gotong royong di Waduk Duriangkang pada Sabtu (22/11) pagi. BP Batam menggandeng berbagai komunitas dan kelompok masyarakat untuk membersihkan area waduk dari tumpukan eceng gondok yang semakin meluas.

Ratusan relawan terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari pecinta lingkungan, Komunitas Batam Hikers, Persatuan Masyarakat Nelayan Air Tawar Duriangkang hingga karyawan Agung Toyota. Mereka secara bersama-sama mengangkat eceng gondok yang mengapung dan menghambat permukaan waduk.

Kegiatan gotong royong ini turut dihadiri Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama sejumlah jajaran dari unit SPAM, Pengelolaan Lingkungan, Ditpam, Lahan, serta Duta Investasi BP Batam.

BACA JUGA: Perluasan FTZ Kepri Masih Tersandera Keputusan Pemerintah Pusat

Tuty mengatakan, pembersihan waduk menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas air baku yang dipasok untuk masyarakat Batam. Kegiatan tersebut merupakan pembersihan kedua yang dilakukan BP Batam dalam beberapa bulan terakhir.

“BP Batam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang bersama-sama ikut dalam kegiatan hari ini,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa waduk adalah aset vital yang harus dijaga keberlanjutan ekologisnya. Menurutnya, rutinitas pembersihan waduk merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk memastikan suplai air bersih tetap stabil. Eceng gondok yang tumbuh liar dapat mengganggu fungsi waduk jika tidak ditangani secara berkala.

“Tentu hal ini kita lakukan agar waduk tetap terjaga dan terawat guna memastikan kualitas air di Kota Batam,” kata Tuty.

Dukungan juga datang dari masyarakat, salah satunya Alex yang mewakili Komunitas Batam Hikers. Ia mengapresiasi upaya BP Batam dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering agar kondisi waduk semakin baik.

“Kami senang bisa membantu karena ini demi kita dan masyarakat Batam. Saya berharap kegiatan ini ke depan tetap berlangsung agar waduk kita bisa lebih bersih lagi,” ujarnya.

Partisipasi dari pihak swasta turut meramaikan aksi gotong royong ini. Turman Simangunsong, Supervisor Penjualan Agung Toyota area Batam Centre, mengatakan, kegiatan lingkungan seperti ini memberikan dampak positif bagi ekosistem sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

“Kegiatan ini sangat positif ya, dari kita untuk kita. Dengan kita berkontribusi maka kita juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar dan juga sosial,” kata dia.

Melalui gerakan kolektif ini, BP Batam ingin menumbuhkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga waduk sebagai sumber utama air bersih Kota Batam. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Waduk Duriangkang Kembali Dibersihkan, BP Batam Fokus Pulihkan Kualitas Air Baku pertama kali tampil pada Metropolis.

Stok Ikan Tongkol Melimpah di Tarempa Barat, Harga Anjlok hingga Rp20 Ribu

0
Aktivitas pedagang dan pembeli ikan tongkol yang dijajakan di lantai Pasar Tarempa Barat. F. Dadam untuk Batam Pos.

batampos – Stok ikan tongkol di Pasar Ikan Tarempa Barat melimpah pada Minggu (23/11) pagi. Para pedagang memenuhi area jualan dengan tumpukan tongkol segar yang baru tiba dari nelayan usai melaut pada malam sebelumnya.

Melimpahnya pasokan ini dipicu membaiknya cuaca di perairan Anambas yang sebelumnya sempat ekstrem dengan gelombang mencapai tiga meter. Kondisi laut yang mulai tenang membuat nelayan dapat kembali melaut dan membawa hasil tangkapan lebih banyak.

Pantauan Batam Pos menunjukkan suasana pasar lebih ramai dari hari biasanya. Meja-meja jualan tampak penuh dan sebagian pedagang terpaksa memajang tongkol langsung di lantai karena banyaknya stok yang berdatangan sejak subuh.

Zamri, salah satu pedagang, mengatakan harga tongkol turun tajam karena stok berlebihan. Untuk ukuran sedang, tongkol dijual Rp20 ribu per ekor dengan berat sekitar 2 kilogram. Sementara tongkol ukuran besar dibanderol Rp35 ribu per ekor dengan berat sekitar 4 kilogram.

“Ikan tongkol sekarang banyak sekali, jadi harganya otomatis turun. Kami sampai kewalahan menata karena stok datang terus sejak pagi,” ujar Zamri.

Ia menuturkan kondisi seperti ini hanya terjadi ketika cuaca benar-benar bersahabat bagi nelayan. Saking banyaknya tongkol, beberapa pedagang tidak sempat lagi menimbang satu per satu.

“Datang, bongkar, langsung dijual. Pembeli ramai karena harga sedang bagus,” katanya.

Seluruh tongkol yang dijual hari itu merupakan hasil tangkapan nelayan pada malam sebelumnya. “Masih segar sekali, baru tiba subuh. Nelayan antar langsung ke kita, jadi pembeli dapat ikan yang benar-benar baru naik dari laut,” jelas Zamri.

Ia memperkirakan pasokan akan tetap tinggi beberapa hari ke depan jika cuaca stabil, sehingga masyarakat dapat membeli tongkol dalam jumlah besar dengan harga lebih murah.

Wati, salah satu pembeli, memanfaatkan momentum ini untuk membeli tongkol dalam jumlah banyak. Ia membeli 60 ekor ukuran sedang untuk usaha ikan asap (salai) yang ia kirim ke Batam.

“Lumayan sekali karena harganya lagi jatuh. Stok banyak, jadi saya bisa pilih yang paling bagus,” kata Wati.

Penurunan harga tongkol membantu menekan biaya produksi usahanya. Biasanya saat cuaca buruk dan ikan sulit didapat, harga tongkol melonjak.

“Kalau begini, kita bisa produksi dua kali lipat dari biasanya,” ujarnya.

Para pedagang mengatakan lonjakan pasokan tongkol kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk sehingga pasokan menipis dan harga sempat naik.

Kondisi pasar yang kembali ramai disambut baik oleh masyarakat. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli stok ikan lebih banyak untuk kebutuhan rumah tangga. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Stok Ikan Tongkol Melimpah di Tarempa Barat, Harga Anjlok hingga Rp20 Ribu pertama kali tampil pada Kepri.

Walikota Amsakar: Batam Tidak Butuh Orang Hebat Sendiri! Saatnya Kolaborasi Percepat Pembangunan

0
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melontarkan pernyataan keras sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh publik, dan pengamat. Ia menegaskan bahwa Batam hanya bisa maju jika seluruh pihak berhenti saling mengklaim kehebatan dan mulai bergerak bersama membangun energi kolaboratif.

“Batam tak membutuhkan orang yang merasa hebat sendiri. Tidak usah menunjuk-nunjuk seolah paling cerdas, paling hebat. Kunci tata kelola pemerintahan saat ini adalah kolaborasi dan sinergi,” tegas Amsakar disela pembukaan dan pelrtakan baru pertama Rumah Qur’an di Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (22/11).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya opini dan kritik yang dinilai tidak memperhatikan kompleksitas persoalan kota, terutama soal sampah. Ia menyebut sejumlah pihak kerap menilai pencapaian pemerintah hanya dari satu isu, tanpa melihat proses besar yang berlangsung.

BACA JUGA: BI Kepri dan Transformasi Digital di Ujung Negeri

“Sekarang baru 9 bulan kami memimpin. Kompleksitasnya besar. Seolah prestasi yang diraih tidak ada gunanya karena membandingkan dengan cara menyelesaikan sampah di Batam. Padahal pagi, petang, siang, malam kami turun ke TPA, memetakan akar masalah dan menyiapkan langkah konkret,” ucapnya.

Menurutnya, alih-alih saling menjatuhkan atau menonjolkan sektor tertentu, seluruh komponen perlu saling memperkuat.“Ayo berhenti berkhotbah tentang hebatnya masing-masing. Ayo berhenti menonjolkan sektoral. Itu tidak diperlukan di Batam,” lugasnya.

Di tengah dinamika tersebut, kinerja ekonomi Batam menunjukkan grafik positif. Selama 9 bulan kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,66 persen, sementara investasi yang berhasil masuk mencapai Rp54,74 triliun dari target Rp63 triliun hingga triwulan III.

“Kami optimis hingga penutupan tahun Insyaallah proyeksi Rp60 triliun dapat tercapai. Alhamdulillah semuanya bergerak melalui proses investasi yang sedang dibangun,” ujar Amsakar.

Amsakar menegaskan, yang dibutuhkan Batam ke depan adalah sinergitas total antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan masyarakat umum.

“Yang kita perlukan adalah sinergitas semua pihak. Ayo kita bergerak bersama-sama membangun Batam. Energi positif itu harus kita tumbuhkan agar percepatan pembangunan Batam semakin kencang,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Walikota Amsakar: Batam Tidak Butuh Orang Hebat Sendiri! Saatnya Kolaborasi Percepat Pembangunan pertama kali tampil pada Metropolis.

Walikota Amsakar: Batam Tidak Butuh Orang Hebat Sendiri! Saatnya Kolaborasi Percepat Pembangunan

0
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melontarkan pernyataan keras sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh publik, dan pengamat. Ia menegaskan bahwa Batam hanya bisa maju jika seluruh pihak berhenti saling mengklaim kehebatan dan mulai bergerak bersama membangun energi kolaboratif.

“Batam tak membutuhkan orang yang merasa hebat sendiri. Tidak usah menunjuk-nunjuk seolah paling cerdas, paling hebat. Kunci tata kelola pemerintahan saat ini adalah kolaborasi dan sinergi,” tegas Amsakar disela pembukaan dan pelrtakan baru pertama Rumah Qur’an di Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (22/11).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya opini dan kritik yang dinilai tidak memperhatikan kompleksitas persoalan kota, terutama soal sampah. Ia menyebut sejumlah pihak kerap menilai pencapaian pemerintah hanya dari satu isu, tanpa melihat proses besar yang berlangsung.

BACA JUGA: BI Kepri dan Transformasi Digital di Ujung Negeri

“Sekarang baru 9 bulan kami memimpin. Kompleksitasnya besar. Seolah prestasi yang diraih tidak ada gunanya karena membandingkan dengan cara menyelesaikan sampah di Batam. Padahal pagi, petang, siang, malam kami turun ke TPA, memetakan akar masalah dan menyiapkan langkah konkret,” ucapnya.

Menurutnya, alih-alih saling menjatuhkan atau menonjolkan sektor tertentu, seluruh komponen perlu saling memperkuat.“Ayo berhenti berkhotbah tentang hebatnya masing-masing. Ayo berhenti menonjolkan sektoral. Itu tidak diperlukan di Batam,” lugasnya.

Di tengah dinamika tersebut, kinerja ekonomi Batam menunjukkan grafik positif. Selama 9 bulan kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,66 persen, sementara investasi yang berhasil masuk mencapai Rp54,74 triliun dari target Rp63 triliun hingga triwulan III.

“Kami optimis hingga penutupan tahun Insyaallah proyeksi Rp60 triliun dapat tercapai. Alhamdulillah semuanya bergerak melalui proses investasi yang sedang dibangun,” ujar Amsakar.

Amsakar menegaskan, yang dibutuhkan Batam ke depan adalah sinergitas total antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan masyarakat umum.

“Yang kita perlukan adalah sinergitas semua pihak. Ayo kita bergerak bersama-sama membangun Batam. Energi positif itu harus kita tumbuhkan agar percepatan pembangunan Batam semakin kencang,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Walikota Amsakar: Batam Tidak Butuh Orang Hebat Sendiri! Saatnya Kolaborasi Percepat Pembangunan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemotor Tewas Usai Tabrak Pohon Tumbang di Jalan Berindat

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Seorang pengendara motor, Fajar Alif Setiawan, meninggal dunia setelah menabrak pohon tumbang di Jalan Desa Berindat, Kabupaten Lingga, Minggu (23/11) dini hari.

Kasat Lantas Polres Lingga, Iptu Abdurrahman, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut. Warga sekitar disebut kaget dan terbangun karena suara benturan keras dari lokasi kejadian.

“Korban bernama Fajar Alif Setiawan, warga Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir. Kejadian berlangsung saat korban dalam perjalanan pulang dari Dabo menuju Sedamai,” ujar Abdurrahman.

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang gelap membuat Alif tidak melihat pohon yang tumbang di badan jalan. Motor yang dikendarai Alif langsung menghantam pohon tersebut sehingga menyebabkan luka serius.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dabo Singkep untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah beberapa jam dirawat, nyawanya tidak tertolong.

“Tadi sekitar pukul 10.00 WIB, korban sudah dibawa pulang ke Sedamai karena telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa korban masih berada dalam pengaruh alkohol saat mengendarai sepeda motornya.

“Dari pemeriksaan medis, korban masih dalam pengaruh alkohol saat kejadian,” tegas  Abdurrahman.

Ia mengimbau masyarakat di Lingga agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di tengah cuaca hujan dan angin kencang yang kerap menyebabkan pohon tumbang.

“Saat berkendara, pastikan kondisi tubuh normal dan sadar 100 persen agar tidak membahayakan diri maupun orang lain,” ujarnya.

Abdurrahman juga meminta dinas terkait untuk melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Pemotor Tewas Usai Tabrak Pohon Tumbang di Jalan Berindat pertama kali tampil pada Kepri.

Pelni Ingatkan Warga Tanjungpinang-Bintan Jangan Beli Tiket Kapal Lewat Calo

0
Kepala PT. Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, warga Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diingatkan untuk tidak membeli tiket kapal Pelni melalui calo.

PT Pelni Tanjungpinang menegaskan bahwa praktik jual-beli tiket di luar jalur resmi masih ditemukan dan berisiko merugikan penumpang.

Kepala PT Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan pihaknya menerima berbagai keluhan warga terkait oknum yang menawarkan tiket dengan harga tidak wajar. Karena itu, masyarakat diminta membeli tiket hanya melalui kanal resmi.

“Kita minta membeli tiket secara online dan melalui channel resmi Pelni. Di aplikasi Pelni Mobile sudah tersedia berbagai pilihan pembayaran,” ujarnya, Minggu (23/11).

Pelni juga memberikan diskon pembelian tiket sebesar 20 persen mulai 21 November 2025 pukul 12.00 WIB. Diskon ini berlaku untuk keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Namun kuota promo terbatas sehingga penumpang disarankan segera memesan.

Putra menegaskan bahwa seluruh tiket keberangkatan sudah dapat dibeli jauh hari, termasuk untuk rute yang masuk periode stimulus. Melalui aplikasi Pelni Mobile, penumpang juga bisa melakukan check-in dan boarding secara online untuk mengurangi antrean di terminal.

Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Pelni mengoperasikan KM Sabuk Nusantara 48, satu-satunya kapal perintis dengan kapasitas maksimal 480 penumpang.

Sementara dari Pelabuhan Kijang, tersedia dua kapal utama yakni KM Tidar, melayani rute Kijang – Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Maumere – Larantuka – Lewoleba – Kupang (PP). Kapasitas normal 1.700 penumpang dengan dispensasi hingga 2.700 orang.

Serta, KM Bukit Raya, berkapasitas 1.000 penumpang dengan dispensasi hingga 1.250 orang.

Putra mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penawaran tiket yang tidak berasal dari Pelni. “Silakan beli tiket secara resmi agar terhindar dari penipuan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pelni Ingatkan Warga Tanjungpinang-Bintan Jangan Beli Tiket Kapal Lewat Calo pertama kali tampil pada Kepri.

Kongres VIII Tegaskan Visi PFI: Sinergi, Etika, dan Profesionalisme, Dido–Galih Jadi Motor Perubahan

0
Ketua Umum terpilih PFI Pusat 2025–2028 Dwi Pambudo bersama Sekretaris Jenderal Galih Pradipta, usai ditetapkan melalui musyawarah mufakat pada Kongres VIII Pewarta Foto Indonesia di Hotel Sofyan, Jakarta, Sabtu (22/11).

batampos – Kongres VIII Pewarta Foto Indonesia (PFI) resmi menetapkan Dwi Pambudo dan Galih Pradipta sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PFI Pusat periode 2025–2028. Keputusan itu lahir melalui musyawarah mufakat dalam sidang yang digelar di Hotel Sofyan, Jakarta, Sabtu (22/11) sore. Forum yang dihadiri delegasi dari 20 PFI Kota tersebut berlangsung dinamis, namun tetap penuh suasana kebersamaan yang menjadi ciri organisasi ini.

Setelah melewati diskusi arah organisasi dan penyusunan prioritas program, peserta kongres sepakat memberikan amanah kepemimpinan kepada Dwi Pambudo–Galih Pradipta. Keduanya dinilai mampu membawa PFI lebih solid sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan fotojurnalistik ke depan.

Dwi Pambudo akrab disapa Dido menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan jabatan yang ia emban bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anggota. “Alhamdulillah Wasyukurillah. Kami mohon doa dan dukungan seluruh pengurus dan anggota PFI Kota serta para senior fotojurnalistik. Kepercayaan ini akan kami jaga sebaik mungkin,” ujarnya.

Dido berharap sinergi antara PFI Pusat dan PFI Kota semakin kuat. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas karya sekaligus memperkuat posisi pewarta foto di tengah perubahan lanskap media. “Kekuatan PFI ada pada kerja bersama. Dari lapangan hingga pengurus, semuanya saling menguatkan,” katanya.

Kongres VIII juga menetapkan Majelis Etik PFI yang beranggotakan delapan orang: Hendra Eka (ketua), Akbar Nugroho (sekretaris), serta Reno Esnir, Mast Irham, Hermanus Prihatna, Gino F. Hadi, Oscar Motuloh, dan Danu Kusworo sebagai anggota. Seluruhnya dipilih langsung oleh perwakilan 20 PFI Kota. Majelis Etik diharapkan menjaga marwah profesi sekaligus memastikan standar etika tetap menjadi fondasi fotojurnalistik Indonesia.

Dalam agenda lainnya, peserta kongres menyetujui laporan pertanggungjawaban serta laporan keuangan pengurus PFI Pusat periode 2022–2025. Selain itu, kongres juga mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru sebagai payung organisasi untuk periode mendatang.

PFI Pusat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, Majelis Etik, dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan agenda tiga tahunan tersebut. Dukungan mitra seperti Blue Bird dan Telkomsel juga mendapat penghargaan karena membantu kelancaran penyelenggaraan kongres.

Kongres VIII menjadi momentum penting bagi PFI dalam memperkuat konsolidasi menghadapi perkembangan teknologi, terutama digitalisasi dan hadirnya artificial intelligence yang mengubah pola kerja media. Tantangan itu menuntut pewarta foto beradaptasi sekaligus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan.

Di tengah maraknya disinformasi visual, peran pewarta foto menjadi semakin vital. Fotografer pers tak hanya merekam kejadian, tetapi menjadi penjaga akurasi dan kebenaran di lapangan. Dengan kepemimpinan baru, PFI optimistis mampu memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menjaga integritas fotojurnalistik nasional. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kongres VIII Tegaskan Visi PFI: Sinergi, Etika, dan Profesionalisme, Dido–Galih Jadi Motor Perubahan pertama kali tampil pada News.

Lampu PJU di Jalan D.I Panjaitan Mati Berhari-hari, Warga: Tak Kunjung Diperbaiki

0
Kondisi Jalan D.I Panjaitan Batu 6 gelap karena tidak diterangi PJU, Sabtu (23/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan D.I Panjaitan, Batu 6, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak menyala selama berhari-hari.

Kondisi gelap ini membuat pengendara merasa kurang aman, mengingat ruas tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas warga.

Pantauan Batam Pos pada Sabtu (22/11) malam menunjukkan jalanan tampak gelap tanpa cahaya dari PJU, baik di median maupun sisi kiri dan kanan jalan. Sorot lampu kendaraan menjadi satu-satunya penerangan, sementara deretan ruko di sekitar terlihat redup dan tidak mampu membantu pencahayaan.

“Dari minggu lalu saya lewat jalan itu selalu gelap. Lampu jalannya tidak hidup. Jalannya gelap,” kata Mutiara, warga yang kerap melintas di lokasi tersebut.

Minimnya pencahayaan membuat pengendara terpaksa menurunkan kecepatan. Selain gelap, jalan tersebut memiliki beberapa titik dengan permukaan tidak rata dan pernah menelan korban jiwa.

“Ya kita harap nyala lagi lampunya. Kemarin sempat mati, nyala lagi. Eh sekarang mati lagi lampu jalannya,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Syavrant, memastikan pihaknya akan menurunkan tim teknis untuk mengecek padamnya lampu jalan tersebut.

“Nanti kami minta tim teknisnya turun cek. Kalau semua padam kemungkinan ngetrip. Yang jelas nanti tim teknis turun,” ujarnya.

Dishub berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan kembali terjamin. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Lampu PJU di Jalan D.I Panjaitan Mati Berhari-hari, Warga: Tak Kunjung Diperbaiki pertama kali tampil pada Kepri.

Polemik Pembangunan Gereja HKBP Tarempa Selatan, Pro-Kontra Warga Muncul

0
Ketua FKUB Anambas, Ali Muhsin (pegang microphone) saat menjadi moderator sosialisasi pembangunan Gereja HKBP di Tarempa Selatan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Rencana pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, hingga kini belum menemukan titik terang. Lokasi tempat ibadah itu rencananya dibangun di atas lahan milik salah satu jemaat di persimpangan menuju Air Terjun Temburun.

Meski sosialisasi telah dilakukan pemerintah desa bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pengurus gereja, perbedaan pandangan di tengah masyarakat masih belum mereda. Sejumlah warga diketahui masih keberatan menerima rencana pembangunan gereja tersebut.

Ketua HKBP Tarempa, Edies Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa jemaat sebelumnya pernah mencoba membangun gereja di Air Padang, Kelurahan Tarempa, namun gagal mendapatkan rekomendasi FKUB terdahulu.

Menurut Edies, salah satu alasan penolakan saat itu diduga karena posisi bangunan gereja direncanakan berada lebih tinggi dari Masjid Agung Baitul Ma’mur, sehingga menimbulkan keberatan dari sebagian pihak.

Karena itu, jemaat akhirnya sepakat memindahkan rencana pembangunan ke Desa Tarempa Selatan agar proses berjalan sesuai aturan dan menghindari polemik serupa. “Selama ini kami harus menyewa aula hotel untuk beribadah, dan biayanya bisa mencapai jutaan rupiah,” ujar Edies.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi baru dianggap wajar karena sebagian besar jemaat tinggal di Tarempa Selatan. “Kami lakukan komunikasi secara terbuka agar masyarakat memahami tujuan pembangunan gereja ini. Kami ingin menjaga keharmonisan dan memperkuat toleransi,” katanya.

Pantauan Batam Pos menunjukkan suasana sosialisasi berlangsung dinamis. Sejumlah warga menyatakan dukungan, namun sebagian lainnya tetap menolak.

Salah satu pengurus surau secara tegas menolak pembangunan gereja dan meminta FKUB memperjelas syarat administratif, terutama soal dukungan 60 KTP. “Perlu ditafsirkan, apakah 60 KTP itu untuk warga terdampak di lokasi pembangunan atau seluruh warga desa,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Solihin, menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, setiap umat beragama memiliki hak beribadah dengan nyaman sesuai ketentuan undang-undang.

“Yang penting prosesnya transparan. Warga harus dilibatkan melihat lokasi dan memastikan semuanya sesuai,” ucapnya.

Solihin juga mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak membuat masyarakat saling bermusuhan. “Kita hidup di negara demokratis. Kalau ada warga yang mendukung, jangan dimusuhi. Toleransi harus dijunjung,” tegasnya.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua FKUB Anambas, Ali Muhsin, menjelaskan bahwa syarat 60 KTP tidak terbatas pada warga yang terdampak langsung. “Menurut tafsir FKUB Provinsi Kepri, dukungan bisa dari warga satu kelurahan atau desa. Yang penting syarat administratif terpenuhi,” kata Ali.

Ia menegaskan FKUB menjalankan tugas secara hati-hati untuk memastikan setiap proses pembangunan rumah ibadah sesuai aturan. “Kami memegang prinsip keadilan bagi semua umat beragama,” ujarnya.

Ali menambahkan, besar kemungkinan akan ada pertemuan lanjutan yang melibatkan pengurus gereja, pemerintah desa, ketua RT/RW, dan tokoh pemuda. “Mudah-mudahan pertemuan berikutnya menghasilkan kesepahaman bersama,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Polemik Pembangunan Gereja HKBP Tarempa Selatan, Pro-Kontra Warga Muncul pertama kali tampil pada Kepri.

Perluasan FTZ Kepri Masih Tersandera Keputusan Pemerintah Pusat

0
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad

batampos– Rencana perluasan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh di Provinsi Kepri belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memastikan proses pembahasan intensif masih berlangsung dan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan kementerian terkait untuk mendorong percepatan realisasi FTZ menyeluruh. Langkah tersebut membutuhkan pertimbangan mendalam di tingkat pusat.

“Sudah kami sampaikan ke Pak Menteri. Nanti kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya,” katanya, Sabtu (22/11).

BACA JUGA: Wali Kota Amsakar: Pembangunan Rumah Al-Qur’an Tegaskan Identitas Batam sebagai Bandar Madani

Salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat adalah potensi penurunan pendapatan negara. Oleh karena itu, pembahasan lanjutan akan digelar bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan penjadwalan pertemuan resmi dengan Menteri Keuangan.

“Kita perlu menjelaskan secara komprehensif, mungkin ada potensi kehilangan pendapatan negara. Tetapi multiplier effect jangka panjang jauh lebih besar,” katanya.

Menurutnya, perluasan FTZ dipandang sebagai upaya strategis untuk menciptakan kepastian hukum bagi investor. Selama ini, masih terdapat perbedaan perlakuan antara wilayah yang sudah berstatus FTZ dan yang belum, sehingga menghambat arus barang dan mobilisasi produksi di sejumlah titik di Kepri.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah berkomitmen mendorong agar status FTZ dapat diberlakukan secara merata, termasuk di wilayah Bintan dan Karimun yang selama ini masih menghadapi ketimpangan kebijakan.

“Saat ini masih ada wilayah FTZ dan non-FTZ. Itu yang kita dorong agar berlaku menyeluruh,” ujar dia.

Ia menilai, harmonisasi regulasi kawasan akan membuat Kepri lebih kompetitif di mata investor regional maupun internasional. Hal itu terlihat dari meningkatnya ketertarikan investor terhadap tiga kawasan utama Kepri, yakni Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Dalam kegiatan promosi BBK di Singapura yang diikuti Ansar bersama BP Batam, BP Bintan, dan BP Karimun, sejumlah investor menyampaikan langsung kegelisahan mereka mengenai belum meratanya kebijakan FTZ. Mereka menilai ketidakselarasan aturan dapat menghambat ekspansi maupun penempatan investasi baru.

Ansar memastikan bahwa seluruh aspirasi investor tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. Meski demikian, proses pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan cepat karena berkaitan dengan kebijakan fiskal nasional dan dampaknya terhadap penerimaan negara.

Pemprov Kepri akan terus mengikuti setiap perkembangan pembahasan di tingkat pusat dan memastikan bahwa seluruh dokumen pendukung telah disiapkan.

“Kita terus berupaya. Semoga ada titik terang setelah pembahasan bersama kementerian terkait,” ujar Ansar.

Rencana perluasan FTZ Kepri dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Meski begitu, pemerintah daerah berharap koordinasi intensif di tingkat pusat dapat membuka jalan bagi penyatuan kebijakan kawasan yang selama ini dinilai menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi Kepri. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Perluasan FTZ Kepri Masih Tersandera Keputusan Pemerintah Pusat pertama kali tampil pada Metropolis.