batampos- Kota Batam menyusul Natuna, Anambas, Lingga nihil kasus covid. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Kota Tanjungpinang, Senin (2/5), mengatakan Batam nihil kasus aktif setelah seorang pasien sembuh dari COVID-19.
Gedung perawatan dan isolasi pasien Covid-19 RSUD Embung Fatimah.
“Alhamdulillah, sehari setelah Kabupaten Natuna nihil kasus aktif COVID-19, kini Batam yang nihil kasus aktif,” kata mantan Kadis Kesehatan Kepri itu.
Kabupaten Kepulauan Anambas sejak tiga pekan lalu nihil kasus aktif COVID-19, sementara di Kabupaten Lingga tidak ada lagi pasien COVID-19 sejak pekan lalu.
Total jumlah pasien COVID-19 di Kepri sebanyak 15 orang, tersebar di Tanjungpinang delapan orang, Kabupaten Bintan tinggal empat orang, dan di Kabupaten Karimun tiga orang.
“Tinggal satu kota dan dua kabupaten yang masih ada pasien COVID-19. Mudah-mudahan segera sembuh,” ucapnya.
Tjetjep mengungkapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri ditetapkan sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah. Pemerintah telah membuka aktivitas sosial masyarakat, termasuk mengizinkan pelaksanaan pawai takbiran dan Salat Id tadi pagi.
Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada di saat mobilitas penduduk antarpulau dan antarprovinsi semakin tinggi agar Kepri ditetapkan sebagai zona hijau.
“Kondisi sekarang sudah kembali normal meski harus tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas,” ujarnya. (*)
batampos- Bagi warga Indonesia tradisi mudik saat lebaran sudah jadi kewajiban. Karena membawa anak anak ke daerah asal, dan juga harus tinggal beberapa hari di sana, bagi orang tua, inilah tips merawat anak saat mudik.
Dokter Spesialis Anak dari RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Irma Lestari Paramastuty memaparkan beberapa hal. Pertama, orang tua wajib memastikan bahwa rutinitas anak sehari-hari juga diterapkan saat dalam perjalanan maupun setelah sampai di kampung halaman.
ilustrasi bawa anak anak mudik
”Pastikan jarak dan kendaraan untuk memperhitungkan jadwal makan anak dan tidurnya juga mengikuti rutinitas harian,” kata Irma, Senin (2/5).
Irma menilai hal itu penting dilakukan untuk membantu orang tua menyesuaikan jadwal rutinitas anak usai bepergian. Sehingga, adaptasi anak akan semakin mudah di tempat baru.
”Kemudian perhatikan hidrasi anak untuk mengurangi dehidrasi selama perjalanan,” ujar Irma Lestari Paramastuty.
Apabila masih minum ASI, Irma menyarankan untuk menggunakan botol yang nyaman dan mudah digunakan. Sehingga lebih praktis dan lebih efektif.
”Kemudian, bawalah makanan bersih dan sehat dari rumah, upayakan tidak membeli makanan yang tidak diketahui kebersihannya,” pesan Irma Lestari Paramastuty.
Irma juga meminta orang tua untuk membawa obat yang biasa dikonsumsi dari dokter spesialis. Apalagi bila anak-anak memiliki alergi. ”Cari akses layanan kesehatan terdekat di tempat tujuan,” ujar Irma Lestari Paramastuty.
Dia meminta orang tua untuk memperhatikan jadwal bepergian. Orang tua juga diminta untuk tidak memaksa anak saat akan bersilaturahmi.
”Jangan paksa bila anak lemah, rewel, dan demam. Check up ke dokter untuk memastikan kondisi anak,” ucap Irma Lestari Paramastuty.
Dalam perjalanan pulang, Irma mengingatkan untuk memastikan semua barang dan obat-obat telah terbawa. Sehingga anak nyaman dan orang tua tenang.
”Saat perjalanan berangkat ataupun kembali, bawa obat antimabuk perjalanan di tempat yang mudah dijangkau seperti tas anak di kabin. Ganti pampers tiap 3 jam,” terang Irma Lestari Paramastuty. (*)
batampos- Berbeda dengan di Indonesia, Umat Islam di Tiongkok menetapkan tanggal 1 Syawal 1443 H pada Selasa, 3 Mei 2022. Jadi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Tiongkok juga akan menjalankan salat Idul Fitri di Kedutaan Besar RI di Beijing pada Selasa (3/5) pagi.
Umat Muslim di Tiongkok tengah menunaikan salat di Masjid Jinshong, Distrik Chaoyang, Beijing (M. Irfan Ilmie/Antara
“Kami berhari raya tanggal 3 Mei,” kata seorang imam Masjid Nandouya dalam pesan singkatnya kepada Antara di Beijing, Senin (2/5).
Asosiasi Islam Tiongkok (CIA) di laman resminya juga menyebutkan Hari Raya Idul Fitri 1443 jatuh pada tanggal 3 Mei 2022. Namun, masjid-masjid di Tiongkok sampai sekarang belum dibuka lantaran gelombang baru Covid-19 sehingga tidak ada gelaran salat Id seperti Lebaran tahun lalu.
“Menjelang Hari Raya ini, kami mengucapkan selamat kepada yang merayakannya dan mendukung kerja keras pahlawan antipandemi di garda terdepan,” demikian laman CIA.
“Situasi sekarang sedang parah sehingga Idul Fitri tahun 2022 ditakdirkan dirayakan tidak seperti biasa,” pesan CIA.
“Mari kita bersama-sama mendoakan negara ini agar bisa mengatasi pandemi. Semoga Allah Yang Maha Besar membantu upaya kami,” ajak CIA kepada umat Islam di seluruh pelosok daratan Tiongkok.
Otoritas Tiongkok memberlakukan kebijakan buka-tutup di rumah-rumah ibadah, tidak hanya masjid, dalam menyikapi setiap lonjakan kasus Covid-19. Beberapa orang asing yang hendak melakukan ritual keagamaan, biasanya dilaksanakan di premis diplomatiknya sendiri.
Demikian halnya dengan kalangan WNI yang menyelenggarakan sendiri kegiatan salat Jumat, salat tarawih, dan salat Id di KBRI Beijing. Bahkan, pada bulan puasa tahun ini, WNI yang tergabung dalam majelis taklim Attaqwa menggelar salat tarawih selama 30 hari.
Minggu (1/5) malam merupakan salat tarawih terakhir yang dilaksanakan WNI di KBRI Beijing. Para WNI juga akan melaksanakan salat Idul Fitri di KBRI Beijing pada Selasa (3/5) pagi.
Mereka juga mematuhi instruksi otoritas kesehatan di Beijing untuk melakukan satu kali tes PCR setiap dua hari seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir. Hasil tes negatif Covid-19 juga menjadi prasyarat bagi WNI yang hendak mengikuti salat Idul Fitri. (*)
batampos- 2.927 narapidana di Kepri yang beragama Islam mendapat remisi Idul Fitri 1443 H. 12 napi langsung bebas.
Proses pemimdahan napi dari Karimun ke Batam dikawal polisi. 2.927 napi beragama Islam tahun ini dapat remisi Idul Fitri
“Remisi khusus Idul Fitri 1443 Hijriah kepada 2.927 narapidana yang beragama Islam, 12 orang di antaranya bebas setelah menerima remisi itu,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepri, Dwinastiti, Senin (2/5).
Remisi atau pemotongan masa tahanan yang diberikan kepada narapidana, variatif. Kementerian Hukum dan HAM membagi empat kelompok penerima remisi tersebut.
Kelompok pertama menerima remisi khusus itu selama 15 hari, sementara kelompok kedua sebulan. Kelompok ketiga menerima 1,5 bulan, dan kelompok keempat menerima remisi 2 bulan.
“Warga binaan yang menerima remisi itu berasal dari sembilan lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan,” ucapnya.
Dwinastiti merincikan sebanyak 332 orang yang memperoleh remisi merupakan narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Tanjungpinang, sedangkan 948 orang narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Batam 948 orang.
“Satu dari 948 orang narapidana itu dinyatakan bebas setelah memperoleh remisi,” ungkapnya.
Ia menambahkan remisi diterima sebanyak 454 orang narapidana di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA, dan lima orang di LPKA Kelas II Batam dan LPP Kelas IIB Batam sebanyak 162 orang. Sebanyak 551 orang narapidana menerima remisi, 11 orang di antaranya bebas setelah mendapatkan potongan tahanan itu.
Sebanyak 37 orang narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas II Dabo Singkep, Kabupaten Lingga juga menerima remisi. Sebanyak 129 orang narapidana di Rumah Tahanan Kelas I Kota Tanjungpinang terima remisi.
“Remisi juga diberikan kepada 309 orang narapidana di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun mendapatkan remisi,” ungkapnya. (*)
batampos– Kita semua sudah tau makna puasa, yakni menahan lapar dan haus serta pengendalian diri. Makna pengendalian diri tersebut salah satunya dengan mengendalikan pola makan. Setelah menang menahan diri saat berpuasa, jangan sampai lupa diri ketika Lebaran dengan menyantap semua hidangan dalam porsi terlalu berlebihan. Ada 3 tips untuk mengatasi berat badan naik usai lebaran.
Ahli Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, mengatakan jangan sampai setelah Lebaran bobot tubuh malah melonjak tajam.
“Puasa adalah menahan makan dan minum. Puasa juga membawa makna adanya pengendalian diri. Dampak dari menahan makan dan mengendalikan makan adalah penurunan berat badan. Ingat bagaimana Islam menganjurkan kita untuk tidak berlebihan-lebihan,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.
Pada saat puasa, kata dia, seharusnya kita bisa mengendalikan nafsu makan kita. Sehingga secara mudah kalau kita benar-benar melaksanakan puasa, berat badan menjadi patokan.
“Berat badan semestinya turun. Asupan makan yang kurang selama berpuasa akan menyebabkan asupan kalori berkurang dan hal ini akan berdampak pada penurunan berat badan. Sehingga bagi orang-orang yang berpuasa dan berat badannya tidak turun bahkan berat badannya naik, boleh disebutkan bahwa sebenarnya tidak melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Bagaimana cara mencegahnya?
1. Cek Berat Badan
Cara untuk mencegah kenaikan berat badan, sederhana saja. Datang ke alat timbang berat badan dan ukur berat badan anda. Jika berat badan turun itu berarti anda telah melakukan puasa sesuai anjuran.
2. Kendalikan Kembali
Jika berat badan tetap atau bahkan naik berarti kita telah salah memaknai puasa, karena kita tidak melakukan pengendalian diri dalam hal mengonsumsi makan dan minum, padahal kita sudah dikasih kesempatan untuk mengatur makan. Maka saat Lebaran, cobalah untuk membatasi porsi dan mengendalikan diri sendiri. Jika tidak, maka pasca Lebaran berat badan kita akan naik berlebih-lebihan dan bahkan lebih parah daripada sebelum puasa Ramadhan.
3. Puasa Syawal
Dampak kita mengurangi makan, radikal bebas yang bersifat ‘racun’ akan menurun dan sebaliknya anti oksidan (anti racun) dalam tubuh kita akan meningkat. Masih ada waktu untuk memperbaiki dan menahan diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam menkonsumsi makan dan minum. Untuk menahan godaan cukup besar di hari Lebaran, kita dianjurkan untuk puasa sunah Syawal sebagai upaya agar kita bisa tetap menjaga untuk selalu mengendalikan diri. (*)
batampos-Pemasangan lampu colok saat malam takbiran Lebaran masih terjaga di Karimun. Inilah yang terpantau di Desa Batu Limau, Karimun, Minggu (1/5) malam. Selain itu, tradisi pawai takbiran masih dilakukan walau sudah absen dua tahun akibat pandemi covid.
Pawai takbir keliling dengan arak-arakan ratusan kendaraan yang mayoritas roda dua itu digelar setelah habis salat Isya hingga larut malam.
Para peserta takbir keliling dari berbagai kalangan usia antusias berkendara keliling kampung sembari mengumandangkan kalimat takbir Idul Fitri menggunakan pengeras suara.
Suasana malam takbiran makin meriah dengan adanya pemasangan lampu colok di sepanjang jalan dan tiap-tiap halaman depan rumah warga.
“Ini sudah jadi tradisi tahunan saat menyambut momen Lebaran,” kata salah satu tokoh masyarakat Batu Limau, Awang.
Ia mengaku bersyukur karena pada Lebaran 2022 ini takbir keliling kembali diperbolehkan setelah dibatasi pelaksanaannya selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19.
Malam takbir di Karimun dimeriahkan pawai keliling hingga lampu colok. f.antara
Di sisi lain, katanya, perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah lebih semarak karena pemerintah memperbolehkan masyarakat mudik, sehingga banyak warga yang pada Lebaran tahun sebelumnya tidak bisa pulang kampung, kini berbondong-bondong merayakan Hari Raya di Batu Limau.
“Tadi saya lihat, peserta takbir keliling jauh lebih ramai dibanding tahun lalu. Pemasangan lampu colok juga makin banyak, hampir di tiap-tiap sudut kampung ada pemandangan lampu colok hingga gapura,” kata Awang.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak masyarakat bersyukur sebab berkat kerja keras pemerintah, forkopimda, dan masyarakat dalam menangani pandemi, maka kini pemerintah mengizinkan kembali pelaksanaan takbir keliling bahkan mudik ke kampung halaman.
Kendati begitu, ia berpesan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama Lebaran agar tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang saat ini sudah jauh melandai.
“Tetap taati prokes, terutama memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” katanya.
Dia pun mengajak warga merayakan Lebaran dengan perbanyak rasa syukur, meningkatkan amal ibadah, dan tidak euforia berlebihan.
“Selamat merayakan Lebaran dengan keluarga dan sanak saudara. Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadan hingga Lebaran tahun depan,” demikiann Ansar Ahmad. (*)
batampos- Gubkepri Ansar Ahmad jadi khatib Shalat Id 1443 hijriah di Masjid An-Nur, Kavling Melati Dapur 12, Sagulung, Kota Batam, Senin (2/5). Dalam sambutannya, Ansar meminta masyarakat untuk selalu menyayangi dan menghormati kedua orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya.
“Ridho Allah terletak pada keridhoan kedua orangtua. Maka dari itu, sudah seharusnya kita sebagai anak senantiasa menyayangi dan menghormati para orangtua kita. Dengan harapan kita mendapatkan ridhonya agar Allah pun meridhoi setiap apapun yang kita lakukan,” kata Ansar saat menjadi khatib Shalat Id 1443 hijriah di Masjid An-Nur, Kavling Melati Dapur 12, Sagulung, Kota Batam, Senin.
Di momen lebaran ini, Ansar juga mengajak untuk menjadikan momen Idul Fitri untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Menurutnya memberi maaf dan meminta maaf adalah dua hal yang sama-sama mulia untuk dilakukan.
“Semoga lebaran tahun ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menuju lebih baik lagi. Dan sebagai Gubernur tentu saya mengajak seluruh masyarakat untuk sebaris dengan Pemerintah, guna mensukseskan pembangunan di Provinsi Kepri,” ucap Ansar.
Selesai melaksanakan khotbah, Gubernur Ansar langsung bersilaturahmi dengan masyarakat Kavling Melati Dapur 12 dan dihidangi lontong sayur oleh warga.
Setelah selesai bercengkerama dengan masyarakat Kampung Melati Dapur 12, Gubernur melanjutkan safari silaturahmi ke rumah Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina dan Walikota Batam H. Muhammad Rudi dan diakhiri bersilaturahmi di kediaman tokoh masyarakat Kepri H. Soerya Respationo.
Ansar menjelaskan, silaturahmi ini adalah sebuah hal yang wajib dilakukan bagi setiap Muslim kepada Muslim lainnya, apalagi saat momen lebaran seperti saat ini.
“Hari ini adalah hari kemenangan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia, setelah selama satu bulan kita berpuasa. Saya mengajak kita semua, mari kita memaknai kemenangan ini dengan saling bersilaturahmi satu dengan yang lainnya. Bahwa kemenangan yang hakiki adalah bagaimana kita mampu mengendalikan diri dari nafsu dan amarah,” ujar Ansar. (*)
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat silaturahmi dengan warga di Batam. (ANTARA/ HO-Pemprov Kepri)
batampos – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad ingatkan masyarakat untuk selalu menyayangi dan menghormati kedua orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya.
“Ridho Allah terletak pada keridhoan kedua orang tua. Maka dari itu, sudah seharusnya kita sebagai anak senantiasa menyayangi dan menghormati para orangtua kita. Dengan harapan kita mendapatkan ridhonya agar Allah pun meridhoi setiap apapun yang kita lakukan,” kata Ansar saat menjadi khatib Shalat Id 1443 hijriah di Masjid An-Nur, Kavling Melati Dapur 12, Sagulung, Kota Batam, Senin.
Di momen lebaran ini, Ansar juga mengajak untuk menjadikan momen Idul Fitri untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Menurutnya memberi maaf dan meminta maaf adalah dua hal yang sama-sama mulia untuk dilakukan.
“Semoga lebaran tahun ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menuju lebih baik lagi. Dan sebagai Gubernur tentu saya mengajak seluruh masyarakat untuk sebaris dengan Pemerintah, guna mensukseskan pembangunan di Provinsi Kepri,” ucap Ansar.
Selesai melaksanakan khotbah, Gubernur Ansar langsung bersilaturahmi dengan masyarakat Kavling Melati Dapur 12 dan dihidangi lontong sayur oleh warga.
Setelah selesai bercengkerama dengan masyarakat Kampung Melati Dapur 12, Gubernur melanjutkan safari silaturahmi ke rumah Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina dan Walikota Batam H. Muhammad Rudi dan diakhiri bersilaturahmi di kediaman tokoh masyarakat Kepri H. Soerya Respationo.
Ansar menjelaskan, silaturahmi ini adalah sebuah hal yang wajib dilakukan bagi setiap Muslim kepada Muslim lainnya, apalagi saat momen lebaran seperti saat ini.
“Hari ini adalah hari kemenangan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia, setelah selama satu bulan kita berpuasa. Saya mengajak kita semua, mari kita memaknai kemenangan ini dengan saling bersilaturahmi satu dengan yang lainnya. Bahwa kemenangan yang hakiki adalah bagaimana kita mampu mengendalikan diri dari nafsu dan amarah,” ujar Ansar. (*)
Sebanyak 6.771 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di 16 Lapas dan Rutan di Riau mendapat remisi khusus Idul Fitri 2022. Foto Antara/HO-Humas Kanwil Kemenkumham Riau. (Antara)
batampos – Sebanyak 6.771 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di 16 lapas dan rutan di Riau mendapat remisi khusus Idul Fitri 2022, yakni pengurangan masa hukuman yang diberikan kepada warga binaan beragam Islam pada setiap lebaran.
Remisi diberikan serentak se-Riau diberikan kepada WBP yang telah memenuhi syarat, yaitu harus berkelakuan baik yang dibuktikan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sudah membayar lunas denda dan uang pengganti bagi napi tipikor, serta mengikuti program pembinaan di lapas dan rutan.
“Terdapat dua jenis remisi yang diberikan, yaitu RK I adalah pengurangan masa hukuman biasa dan RK II, dimana WBP bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mhd Jahari Sitepu, dalam keterangannya kepada media di Pekanbaru, Senin.
Ia mengatakan, besaran RK keagamaan adalah 15 hari bagi yang telah menjalani pidana selama 6 sampai 12 bulan, dan 1 bulan bagi yang telah menjalani pidana selama 12 bulan atau lebih, dan maksimal didapat adalah 2 bulan.
Ia menyebutkan, napi yang telah menjalani hukuman selama 6 sampai 12 bulan akan memperoleh remisi 15 hari. Sedangkan napi yang telah menjalani 12 bulan atau lebih, pada tahun kedua hingga ketiga, memperoleh Remisi 1 bulan. Sedangkan pada tahun keempat dan kelima masa pidana memperoleh Remisi 1 bulan 15 hari.
“Tahun keenam dan seterusnya mendapat remisi 2 bulan,” katanya.
Ia merinci sebanyak 6.740 Napi mendapatkan RK I dan 31 orang mendapat RK II atau bisa langsung bebas di hari nan fitri ini. Sedangkan Rutan Kelas I Pekanbaru menjadi lapas/rutan yang WBP paling banyak menerima RK I, yaitu sebanyak 983 orang.
Kemudian Lapas Kelas II A Bangkinang sebanyak 905 orang dan Lapas Kelas II A Pekanbaru sebanyak 817 orang. Untuk penerima RK II, WBP Lapas Kelas II A Bengkalis menjadi yang terbanyak yaitu 10 orang.
Berikutnya Rutan Kelas I Pekanbaru sebanyak 7 orang dan Lapas Kelas II A Pekanbaru sebanyak 6 WBP.
Dari 6.771 WBP yang menerima remisi tersebut, sebanyak 3.830 orang merupakan WBP kasus narkoba, sedangkan WBP kasus Tipikor yang mendapatkan emisi hanya 10 orang saja.
Dalam pemberian remisi ini, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau memastikan prosesnya berjalan transparan dan bebas dari praktek pungutan liar, sebab setiap proses pelaksanaan pengusulan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) secara otomatis.
“SDP akan otomatis mengusulkan remisi apabila narapidana tersebut memang telah memenuhi syarat. Begitu pula sebaliknya, sistem akan otomatis menolak. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam proses pemberian remisi ini, apabila terdapat kecurangan bisa melaporkan ke saya langsung atau ke Call Center Kemenkumham Riau di nomor 081261331866,” ujarnya.
Jahari menjelaskan per 01 Mei 2022, total warga binaan pemasyarakatan pada seluruh lapas/rutan yang berada di lingkungan Kanwil Kemenkumham Riau tercatat sebanyak 13.403 orang.
Sedangkan kapasitas kamar hunian Lapas dan Rutan di Riau sebanyak 4.300 orang, artinya telah terjadi kelebihan hunian sebanyak 311 persen dari kapasitas yang seharusnya.
“Selamat bagi WBP yang mendapatkan remisi, semoga dapat memotivasi menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H juga buat kita semua. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Kakanwil Kemenkumham Riau. (*)
batampos- Idul fitri di Singapura jatuh pada Selasa (3/5/2022). Hal ini sesaui dengan pengumuman Majlis Ugama Islam Singapura (Islamic Religious Council of Singapore).
Seiring menurunnya kasus Covid-19, masjid di Singapura mulai menawarkan lebih banyak ruang salat untuk salat Idul Fitri tahun ini.
Salat id sebelum pandami covid
Laporan Hindustan Times, Minggu (1/5), Majelis Agama Islam Singapura (Muis) bersama dengan sektor masjid membuka loket pemesanan slot salat Ied sejak 28 April 2022 pukul 10.00 WIB. Salat akan dilakukan di 66 dengan total 153.250 ruang.
Setiap masjid akan melakukan setidaknya dua sesi salat Hari Raya. Sesi pertama akan dilaksanakan pada pukul 07.30 hingga 08.15, dan sesi kedua pada pukul 8.45 hingga 09.30.
Dari 66 masjid tersebut, 15 masjid diperkirakan dihadiri lebih banyak jamaah, menawarkan sesi ketiga yang akan dimulai pukul 10.00 pagi hingga 10.45. Jamaah yang menghadiri sesi ketiga di masjid-masjid yang dipilih ini bisa salat tanpa harus memesan slot.
Berdasarkan pola kehadiran dan permintaan selama Ramadan, 60 masjid akan melayani jamaah pria dan wanita. Sementara 6 masjid akan melayani jamaah pria saja.
Muis juga mengimbau jamaah yang kurang sehat atau berhalangan hadir salat untuk membatalkan pemesanan agar yang lain bisa mendapatkan jatah. Pemesanan slot salat dapat dilakukan melalui aplikasi.
Dengan berbagai pilihan yang tersedia, Muis mendorong masyarakat untuk merencanakan sesi mana yang akan memberikan pengalaman yang nyaman bagi mereka. “Masyarakat harap mempertimbangkan pergi ke masjid yang tidak terlalu ramai yang terletak jauh dari lingkungan dan perumahan,” kata Muis. (*)