
batampos – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022 menjadi momentum mengingatkan pemerintah sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas. Diantaranya adalah pembuatan peta jalan (road map) pendidikan. Setelah selesai di tingkat panitia kerja (panja) DPR setahun silam, tidak ada kabar kelanjutannya hingga saat ini.
Tuntutan supaya Kemendikbudristek menuntaskan peta jalan pendidikan diantaranya disampaikan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi. ’’Sekarang malah lompat ke revisi UU Sistem Pendidikan Nasional,’’ kata dia kemarin (4/5). Unifah mengatakan peta jalan pendidikan itu sangat penting. Karena menjadi panduan mau dibawa kemana pendidikan nasional 45 tahun ke depan.
Unifah mengakui ada sejumlah capaian dari Kemendikbudristek yang patut diapresiasi. Diantaranya adalah pengangkatan guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Meskipun belum semua guru honorer yang lulus passing grade sudah mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai guru PPPK. Dia berharap urusan ini segera diselesaikan.
Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menjelaskan pandemi Covid-19 harusnya menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi yang dilakukan oleh Kemendikbudristek malah merevisi UU Sisdiknas, menerapkan kurikulum baru, dan sejenisnya. ’’Ini tidak nyambung,’’ tuturnya.
Unifah berharap Kemendikbudristek bisa fokus kembali menuntaskan penyusunan peta jalan pendidikan. Ketika rumusan peta jalan pendidikan sudah selesai, maka persoalan pendidikan bisa diselesaikan. Selain itu bisa tergambar dengan jelas arah pembangunan pendidikan nasional kedepannya.
Sorotan supaya Kemendikbudristek menuntaskan pembahasan peta jalan pendidikan juga disampaikan pengamat pendidikan Indra Charismiadji. Dia masih ingat pembahasan peta jalan pendidikan selesai di tingkat DPR pada 10 Maret 2021. Setelah itu parlemen meminta Kemendikbursitek untuk memperbaiki naskah peta jalan pendidikan yang sudah ada. ’’Sekarang sudah lebih dari 400 hari belum ada apa-apa,’’ katanya.
Indra menuturkan beragam persoalan pendidikan bisa dituntaskan ketika peta jalan pendidikan itu ada. Diantaranya adalah urusan guru honorer yang sampai sekarang belum selesai. Indra mengatakan sempat muncul polemik soal kuota pengangkatan satu juta guru PPPK.
Ternyata yang dimaksud satu juta itu adalah Kemendikbudristek mempunyai anggaran untuk gaji satu juta PPPK. Bukan satu juta lowongan guru PPPK. Indra mengatakan ketika peta jalan pendidikan itu sudah ada, bisa diketahui dengan konkrit kebutuhan guru di semua jenjang pendidikan. Lalu bisa disusun strategi pengisiannya.
Indra menegaskan peta jalan pendidikan itu sangat penting. ’’Apalagi sampai DPR membuat panja soal peta jalan pendidikan,’’ tuturnya. Sayangnya sampai saat ini belum ada tindak lanjut secara riil dari pemerintah untuk menuntaskan peta jalan tersebut. (*)
Reporter: JP Group


Biota laut seperti berbagai jenis kerang-kerangan serta tumbuhan laut juga masih banyak ditemui di sepanjang pantai Pasir Panjang.