Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8296

Asman Abnur: Ubah Travel Bubble ke VTL

0
1 24 scaled 1
Anggota DPR RI, ASman Abnur. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Rencana pelaksanaan travel bubble antara Singapura dan Indonesia, khususnya ke Nongsa, Batam dan Lagoi di Bintan, terancam gagal.

Sebab, sejak dilaksanakan, tidak satupun wisatawan Singapura yang datang ke Batam dan Bintan.

Pasalnya, travel bubble tidak menarik minat warga Singapura.

”Travel bubble di Kepri hanya sebatas konsep, tapi praktiknya tidak terjadi. Warga Singapura tidak mungkin datang ke Batam dan Bintan dan tidak menarik buat mereka. Sebab, kalau datang ke Nongsa atau Lagoi, tidak boleh keluar dari wilayah itu. Begitu mereka kembali ke Singapura, harus karantina 7 hari,’’ kata anggota DPR RI dan pengusaha Batam Asman Abnur kepada Batam Pos.

Menurut Asman Abnur, yang harus dilakukan adalah menerapkan Vaccinate Travel Line (VTL). Kebijakan ini, lanjutnya, sudah diterapkan di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia, dan Bandara Changi, Singapura.

”Yang harus diupayakan Pemda Kepri, mulai dari gubernur, wali kota dan bupati di Kepri adalah menerapkan VTL seperti yang dilakukan Singapura,” kata Asman.

Penerapan VTL, lanjut Asman, yang ke Singapura dua pekan lalu via Jakarta, yang boleh masuk Singapura, hanya yang sudah vaksin dua kali.

Aplikasi PeduliLindungi, diakui di Singapura, apalagi kalau sudah vaksin ketiga atau booster.

Sebelum ke Singapura, tiga hari sebelumnya harus PCR dulu.

”Saya ke Singapura naik pesawat. Di imigrasi, data sudah vaksin dua kali, hasil swab, langsung online dari PeduliLindungi ke aplikasi Singapura Trace Together. Dari imigrasi, ada ratusan petugas yang melakukan swab PCR. Setelah itu, bisa pulang ke rumah atau ke hotel dan tidak dikarantina. Kita tidak boleh ke mana-mana sebelum hasil PCR keluar. Hasil PCR keluar dalam tempo 3 jam melalui ponsel. Setelah itu, kita bebas ke mana saja,” cerita Asman.

Hari kedua di Singapura, kata Asman, melakukan rapid test dan antigen sendiri. Hasilnya difoto dan dikirim ke aplikasi Trace Together.

”Kalau hasilnya negatif, kita boleh berjalan-jalan ke mana saja di Singapura. Hari ketiga, antigen dilakukan sendiri diklinik, tapi disaksikan oleh dokter, apakah caranya benar. Kalau hasilnya negatif, kita boleh ke mana saja di Singapura selama enam hari,” kata Asman.

Apabila VTL bisa dilakukan, tutur Asman, kerja sama antara Batam dan Singapura, melalui pelabuhan laut, seperti yang diterapkan di bandara di Jakarta dan Singapura, ia yakin akan memberi manfaat bagi Kepri dan Singapura.

”Kalau VTL ini bisa dilaksanakan di pelabuhan Batam dan Singapura, warga Batam akan banyak ke Singapura dan warga Singapura bakal banyak datang ke Batam dan kota lain di Kepri. Singapura membuka pintu warga Indonesia ke Singapura via Jakarta, dari Batam ke Singapura, kenapa tidak?” ujar dia.

Dengan penerapan VTL di Singapura, Asman memperkirakan, ribuan orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, datang ke Singapura.

”Meski Indonesia masuk dalam daftar negara yang boleh berkunjung ke Singapura, tapi tidak berlaku melalui pelabuhan, sehingga tidak menguntungkan untuk Kepulauan Riau,” katanya.

Travel bubble, kata Asman, tidak akan diminati warga Singapura, termasuk para pengusaha.

Akibat lainnya, pengusaha Batam yang mau pergi ke Singapura, mau tidak mau harus berangkat naik pesawat dari Jakarta, seperti yang dilakukan Asman Abnur, Hartono, dan Jimmi Ho, Ketua PHRI Kepri.

Melalui VTL, ekonomi Singapura berjalan karena lancarnya penerbangan dan perhotelan.

”Hotel-hotel di Singapura penuh dan bisnisnya jalan. Kalau VTL antara Batam dan Singapura terlaksana, saya yakin minimal 1.000 orang warga Singapura akan datang ke Batam dan Kepri. Pelabuhan harus siap. Kita tiru saja apa yang dilakukan Singapura,” kata Asman.

VTL, kata Asman, akan saling menguntungkan perekonomian Batam dan Singapura.

”Saya sudah sampaikan ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Saran saya, kerja sama pariwisata Kepri dan Singapura, bukan travel bubble, tapi VTL. Kalau ini terjadi, hotel-hotel, restoran, mal di Batam bakal ramai lagi,” katanya.

Asman menyarankan, sistem VTL bisa dilaksanakan antara Batam, Bintan, Karimun dengan Singapura.

”Ini baru namanya terobosan,” katanya.

Selain Pemprov Kepri, asosiasi pariwisata seperti PHRI, Asita, pengusaha pelabuhan juga ikut mendorong terlaksananya sistem VTL ini.

”Saya sebagai anggota DPR juga akan melobi duta besar Singapura untuk Indonesia di Jakarta dan Konsul Jenderal Singapura di Batam. Sistem VTL antarbandara dijadikan model untuk diterapkan di pelabuhan,” katanya.

Yang harus disiapkan, kata Asman, menata pelabuhan dan menyiapkan petugas agar tidak bermain-main dengan tes PCR, petugas PCR harus banyak agar tidak terjadi antrean panjang, memanfaatkan teknologi digital.

”Kita tiru saja apa yang dilakukan Singapura,” katanya.

Reporter: Socrates

Asman Abnur: Ubah Travel Bubble ke VTL

0
1 24 scaled 1
Anggota DPR RI, ASman Abnur. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Rencana pelaksanaan travel bubble antara Singapura dan Indonesia, khususnya ke Nongsa, Batam dan Lagoi di Bintan, terancam gagal.

Sebab, sejak dilaksanakan, tidak satupun wisatawan Singapura yang datang ke Batam dan Bintan.

Pasalnya, travel bubble tidak menarik minat warga Singapura.

”Travel bubble di Kepri hanya sebatas konsep, tapi praktiknya tidak terjadi. Warga Singapura tidak mungkin datang ke Batam dan Bintan dan tidak menarik buat mereka. Sebab, kalau datang ke Nongsa atau Lagoi, tidak boleh keluar dari wilayah itu. Begitu mereka kembali ke Singapura, harus karantina 7 hari,’’ kata anggota DPR RI dan pengusaha Batam Asman Abnur kepada Batam Pos.

Menurut Asman Abnur, yang harus dilakukan adalah menerapkan Vaccinate Travel Line (VTL). Kebijakan ini, lanjutnya, sudah diterapkan di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia, dan Bandara Changi, Singapura.

”Yang harus diupayakan Pemda Kepri, mulai dari gubernur, wali kota dan bupati di Kepri adalah menerapkan VTL seperti yang dilakukan Singapura,” kata Asman.

Penerapan VTL, lanjut Asman, yang ke Singapura dua pekan lalu via Jakarta, yang boleh masuk Singapura, hanya yang sudah vaksin dua kali.

Aplikasi PeduliLindungi, diakui di Singapura, apalagi kalau sudah vaksin ketiga atau booster.

Sebelum ke Singapura, tiga hari sebelumnya harus PCR dulu.

”Saya ke Singapura naik pesawat. Di imigrasi, data sudah vaksin dua kali, hasil swab, langsung online dari PeduliLindungi ke aplikasi Singapura Trace Together. Dari imigrasi, ada ratusan petugas yang melakukan swab PCR. Setelah itu, bisa pulang ke rumah atau ke hotel dan tidak dikarantina. Kita tidak boleh ke mana-mana sebelum hasil PCR keluar. Hasil PCR keluar dalam tempo 3 jam melalui ponsel. Setelah itu, kita bebas ke mana saja,” cerita Asman.

Hari kedua di Singapura, kata Asman, melakukan rapid test dan antigen sendiri. Hasilnya difoto dan dikirim ke aplikasi Trace Together.

”Kalau hasilnya negatif, kita boleh berjalan-jalan ke mana saja di Singapura. Hari ketiga, antigen dilakukan sendiri diklinik, tapi disaksikan oleh dokter, apakah caranya benar. Kalau hasilnya negatif, kita boleh ke mana saja di Singapura selama enam hari,” kata Asman.

Apabila VTL bisa dilakukan, tutur Asman, kerja sama antara Batam dan Singapura, melalui pelabuhan laut, seperti yang diterapkan di bandara di Jakarta dan Singapura, ia yakin akan memberi manfaat bagi Kepri dan Singapura.

”Kalau VTL ini bisa dilaksanakan di pelabuhan Batam dan Singapura, warga Batam akan banyak ke Singapura dan warga Singapura bakal banyak datang ke Batam dan kota lain di Kepri. Singapura membuka pintu warga Indonesia ke Singapura via Jakarta, dari Batam ke Singapura, kenapa tidak?” ujar dia.

Dengan penerapan VTL di Singapura, Asman memperkirakan, ribuan orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, datang ke Singapura.

”Meski Indonesia masuk dalam daftar negara yang boleh berkunjung ke Singapura, tapi tidak berlaku melalui pelabuhan, sehingga tidak menguntungkan untuk Kepulauan Riau,” katanya.

Travel bubble, kata Asman, tidak akan diminati warga Singapura, termasuk para pengusaha.

Akibat lainnya, pengusaha Batam yang mau pergi ke Singapura, mau tidak mau harus berangkat naik pesawat dari Jakarta, seperti yang dilakukan Asman Abnur, Hartono, dan Jimmi Ho, Ketua PHRI Kepri.

Melalui VTL, ekonomi Singapura berjalan karena lancarnya penerbangan dan perhotelan.

”Hotel-hotel di Singapura penuh dan bisnisnya jalan. Kalau VTL antara Batam dan Singapura terlaksana, saya yakin minimal 1.000 orang warga Singapura akan datang ke Batam dan Kepri. Pelabuhan harus siap. Kita tiru saja apa yang dilakukan Singapura,” kata Asman.

VTL, kata Asman, akan saling menguntungkan perekonomian Batam dan Singapura.

”Saya sudah sampaikan ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Saran saya, kerja sama pariwisata Kepri dan Singapura, bukan travel bubble, tapi VTL. Kalau ini terjadi, hotel-hotel, restoran, mal di Batam bakal ramai lagi,” katanya.

Asman menyarankan, sistem VTL bisa dilaksanakan antara Batam, Bintan, Karimun dengan Singapura.

”Ini baru namanya terobosan,” katanya.

Selain Pemprov Kepri, asosiasi pariwisata seperti PHRI, Asita, pengusaha pelabuhan juga ikut mendorong terlaksananya sistem VTL ini.

”Saya sebagai anggota DPR juga akan melobi duta besar Singapura untuk Indonesia di Jakarta dan Konsul Jenderal Singapura di Batam. Sistem VTL antarbandara dijadikan model untuk diterapkan di pelabuhan,” katanya.

Yang harus disiapkan, kata Asman, menata pelabuhan dan menyiapkan petugas agar tidak bermain-main dengan tes PCR, petugas PCR harus banyak agar tidak terjadi antrean panjang, memanfaatkan teknologi digital.

”Kita tiru saja apa yang dilakukan Singapura,” katanya.

Reporter: Socrates

Capaian Vaksin Booster Batam Baru 5,7 Persen

0
Vaksinasi Booster Covid 19 F Cecep Mulyana 1 scaled e1643163444760
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi booster covid-19 kepada tenaga pengajar di Mall Botania 2, Selasa (25/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Terkait vaksinasi booster atau dosis III, Binda Kepri bekerja sama dengan Yayasan Pancaran Maitri, PSMTI dan Dinas Kesehatan Batam, kembali menggelar vaksinasi Jumat (11/2/2022).

2.000 orang ambil bagian vaksinasi booster yang dilaksanakan di Maha Vihara Duta Maitreya Kota Batam. Kabinda Kepri, Brigjen Pol. R. C. Gumay, menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi booster akan terus digencarkan bagi masyarakat berusia di atas 18 tahun yang pada 6 bulan sebelumnya telah menerima dosis lengkap vaksin primer.

”Vaksin booster jenis Pfizer dan Moderna diperuntukkan kepada masyarakat penerima dosis lengkap pada 6 bulan sebelumnya sesuai dosis yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Gumay saat melakukan peninjauan langsung di lokasi.

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Provinsi Kepri hingga 10 Februari 2022, capaian vaksinasi booster untuk wilayah Kepri baru mencapai 5,68 persen atau 77.961 orang.

Sementara khusus di Batam, capaian vaksinasi booster baru mencapai 5,70 persen atau 44.970 orang dari total target sasaran berusia di atas 18 tahun sebanyak 789.451 orang.

”Kegiatan vaksinasi akan terus dilaksanakan sepanjang tahun 2022, dengan menyasar seluruh kelompok masyarakat layak penerima vaksin. Kita akan terus dukung agar vaksinasi baik dosis I, II dan juga booster dapat tercapai 100 persen di Kepri sesuai dengan target pemerintah daerah,” katanya.

Kabagops Binda Kepri, Kolonel Komara Manurung, menambahkan, Binda Kepri akan terus menjalin kerja sama dengan seluruh jajaran instansi terkait maupun organisasi masyarakat dalam menyukseskan program vaksinasi di tengah pandemi Covid-19.

”Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diberikan secara gratis, termasuk vaksin booster untuk membentuk kekebalan populasi dalam mencegah penyebaran Covid-19,” terang Komara di lokasi yang sama.

Hingga kemarin, ribuan masyarakat mengantre untuk mendapat vaksin booster di Maha Vihara Duta Maitreya Batam. Vaksinasi booster digelar Jumat (11/2/2022) dan Sabtu (12/2/2022).

”Diharapkan kepada seluruh masyarakat yang telah mendapat dosis lengkap vaksin untuk segera mendaftar, baik online maupun offline langsung di lokasi untuk mendapat vaksin booster,” pesannya.

Ia menambahkan, untuk masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi booster, pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan mengakses link http://www.vaksinmaitreya.org/index.php?booster.

Reporter: Rengga Yuliandra-Eggi Idriansyah

Tiga Kawasan Labuh Jangkar akan Dikelola PT. Pelabuhan Kepri

0

batampos-Pemerintah Provinsi Kepri akan membuat sebuah konsensi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pengelolaan labuh jangkar di wilayah Provinsi Kepri. Perseroda BUP PT. Pelabuhan Kepri akan mengelola tiga lokasi.

“Hari ini (kemarin,red) kita sudah melakukan rapat tindak lanjut dengan Kemenhub melalui Dirjen Hubungan Laut (Dirjen Hubla. Ada beberapa poin yang sepakati, dan kemudian akan dituangkan ke dalam konsensi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Junaidi, Jumat (11/2) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Wilayah Labuh Jangkar di Perairan Selat Riau, Tanjung Berakit dan Tanjung Pinggir akan Dikelola Pemprov Kepri 

Dijelaskannya, Pengelolan labuh jangkar oleh Pemprov Kepri adalah melalui BUP Perseroda Pelabuhan Kepri. Ada tiga titik yang akan ditetapkan dalam konsensi itu nanti. Pertama adalah Selat Riau, Kabil, Tanjungberakit, Bintan, dan Tanjungpinggir, Batam. Adapun teknis pengelolaannya nanti akan melibatkan KSOP Batam untuk wilayah Batam, dan UPP Tanjunguban untuk pengelolaan Tanjungberakit.

“Harapan kita tentunya, pengelolaan secepatnya bisa dilaksanakan. Karena konsensi dilakukan sejalan dengan pengoperasian di lapangan,” jelasnya.

Ditanya mengenai potensi manfaat yang didapat dari pengelolaan ruang laut (area labuh jangkar) tersebut? Mengenai hal itu, Mantan Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, banyak turunan yang akan didapat tentunya.

“Salah satunya adalah Ship to Ship (STS). BUP sebagai leading sector, akan segera melakukan pembahasan bersama KSOP Batam dan UPP Tanjunguban. Jika memang potensi yang didapat menjanjikan, tentu menjadi tambahan signifikan terhadap pendapatand daerah,” tutup Junaidi

Ansar Ahmad

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, adanya pelimpahan kewenangan pengelolan labuh jangkar dari Kemenhub ke daerah adalah sesuatu yang sangat bernilai. Karena kebijakan labuh jangkar akan memberikan banyak PAD yang akan bisa diserap kedepannya.

“Labuh jangkar adalah salah satu harapan bagi Kepri untuk mendongkrak PAD dari sektor maritim. Kita berharap pengelolaan bisa kita optimalkan, sehingga PAD yang dihasilkan memberikan kontribusi bagi percepatan pembangunan daerah,” ujar Gubernur Ansar.

Adapun wilayah labuh jangkar di perairan Kepulauan Riau yang sudah ditetapkan oleh kementerian perhubungan adalah wilayah labuh Tanjung Balai Karimun, penetapannya sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) nomor 17 tahun 2017 dan pengelolaannya oleh Pelindo I (Persero), dengan luas area lebih kurang 96.470.063 M².

Wilayah labuh lainnya adalah Pulau Nipah, hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri (SKM) nomor 222 tahun 2019 dengan luas 54.733. 770 M² dan KM nomor 223 tahun 2019 dikeloka oleh PT Asinusa Sekawan dan Pelindo (Persero) dengan luas area terdiri dari ; zona A seluas 18.808. 877 M², zona B seluas 9.641.965 M² dan zona C seluasb 16.818.965 M².

Kemudian wilayah labuh Pulau Galang yang ditetapkan sesuai KM nomor 148 tahun 2020 dikelola oleh Bias Delta Pratama dengan luas area 251.308.785 M². Wilayah labuh Perairan Kabil (Selat Riau ) sesuai KM nomor 216 tahun 2020 yang pengelolaannya masih proses konsesi/kerjasama PT Pelabuhan Kepri (Perseroda), dan luas areanya 18.867.197 M².

Juga wilayah labuh Tanjung Berakit sesuai dengan KM nomor 30 tahu. 2021, juga pengelolaannya masih proses konsesi/kerjasama dengan PT Pelabuhan Kepri (Perseroda) dengan luasan area meliputi; zona A seluas 185.325.246 M² dan zona B seluas 84.005.592 M².

Adapun wilayah labuh yang sesuai kepentingannya di pelabuhan Batam pada terminal Batu Ampar dan terminal Sekupang sesuai KP nomor 775 tahun 2018 dikelola oleh penyelenggara pelabuhan dengan luas masing-masing; zona A seluas 6.709.960 M² dan zona B seluas 12.187. 566 M². (*)

Reporter: Jailani

Kabar Baik, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Tinggi

0
uji sempel covid e1643272652393
Ilustrasi. Pengujian sempel covid di BPKLP Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus positif Covid-19 terus meningkat tajam. Tim Gugus Tugas Kepri mencatat ada 576 kasus aktif hingga Jumat (11/2/2022). Peningkatan kasus ini paling banyak di Kota Batam dan Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, peningkatan kasus ini, tidak perlu dijadikan kekhawatiran yang berlebihan.

”Memang benar peningkatan kasusnya sangat tinggi, jika dibandingkan beberapa pekan lalu,” kata Bisri, Jumat (11/2/2022).

Namun, peningkatan kasus ini, tidak dibarengi dengan bertambahnya jumlah orang yang meninggal dunia. Bisri mengatakan, sejak gelombang kedua selesai, hanya ada satu orang yang meninggal dunia.

Jika dibandingkan saat gelombang kedua tahun lalu, peningkatan kasus diikuti dengan banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Menurutnya, ini karena telah terbentuk herd immunity.

”Vaksinasi ini sukses meningkatkan imun tubuh masyarakat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Bisri meminta masyarakat tidak perlu panik dan stres karena ada peningkatan kasus. Ia mengimbau masyarakat harus selalu memperhatikan protokol kesehatan (protkes).

”Bagi yang belum vaksin, segera vaksin. Jika sudah bisa booster, segeralah datang ke pusat-pusat sentra vaksinasi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai booster, Bisri mengaku masih terus berjalan. Booster tidak dapat dikebut, karena ada syarat wajib dipenuhi masyarakat.

”Syaratnya minimal 6 bulan setelah dosis kedua, makanya tidak bisa dilakukan booster secara massal. Jumlahnya setiap hari tidak sama orang yang akan booster,” ujarnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

Kabar Baik, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Tinggi

0
uji sempel covid e1643272652393
Ilustrasi. Pengujian sempel covid di BPKLP Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus positif Covid-19 terus meningkat tajam. Tim Gugus Tugas Kepri mencatat ada 576 kasus aktif hingga Jumat (11/2/2022). Peningkatan kasus ini paling banyak di Kota Batam dan Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, peningkatan kasus ini, tidak perlu dijadikan kekhawatiran yang berlebihan.

”Memang benar peningkatan kasusnya sangat tinggi, jika dibandingkan beberapa pekan lalu,” kata Bisri, Jumat (11/2/2022).

Namun, peningkatan kasus ini, tidak dibarengi dengan bertambahnya jumlah orang yang meninggal dunia. Bisri mengatakan, sejak gelombang kedua selesai, hanya ada satu orang yang meninggal dunia.

Jika dibandingkan saat gelombang kedua tahun lalu, peningkatan kasus diikuti dengan banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Menurutnya, ini karena telah terbentuk herd immunity.

”Vaksinasi ini sukses meningkatkan imun tubuh masyarakat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Bisri meminta masyarakat tidak perlu panik dan stres karena ada peningkatan kasus. Ia mengimbau masyarakat harus selalu memperhatikan protokol kesehatan (protkes).

”Bagi yang belum vaksin, segera vaksin. Jika sudah bisa booster, segeralah datang ke pusat-pusat sentra vaksinasi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai booster, Bisri mengaku masih terus berjalan. Booster tidak dapat dikebut, karena ada syarat wajib dipenuhi masyarakat.

”Syaratnya minimal 6 bulan setelah dosis kedua, makanya tidak bisa dilakukan booster secara massal. Jumlahnya setiap hari tidak sama orang yang akan booster,” ujarnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

Kadinkes Jangan Takut, Kasus Kematian Akibat Covid Rendah

0

batampos- Kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan tajam. Tim gugus tugas mencatat sebanyak 576 kasus aktif, hingga Jumat (11/2). Peningkatan kasus ini paling banyak di Kota Batam dan Tanjungpinang.

Kadinkes Kepri, Moch Bisri,

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri mengatakan peningkatan kasus ini, tidak perlu dijadikan kekhawatiran bagi masyarakat Kepri.
“Memang benar peningkatan kasusnya sangat tinggi, jika dibandingkan beberapa pekan lalu,” kata Bisri, Jumat (11/2).

BACA JUGA: Covid Melonjak, Pelajar SD-SMP Kembali Belajar Online

Namun peningkatan kasus ini, tidak dibarengi dengan bertambahnya jumlah orang yang meninggal dunia. Bisri mengatakan sejak gelombang kedua selesai, hanya ada satu orang yang meninggal dunia.

“Satu orang ini meninggal dunia, saat peningkatan kasus beberapa pekan ini,” ujarnya.

Jika dibandingkan saat gelombang kedua tahun lalu, saat peningkatan kasus diikuti juga dengan banyaknya jumlah orang meninggal dunia akibat Covid-19.
Bisri mengatakan bahwa penyebab penurunan jumlah korban meninggal dunia ini, akibat telah terbentuknya herd immunity. “Vaksinasi ini sukses meningkatkan imun tubuh masyarakat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Bisri meminta masyarakat tidak perlu panik dan stress dengan peningkatan kasus. Masyarakat harus selalu memperhatikan protokol kesehatan.
“Bagi yang belum vaksin, segera vaksin. Jika sudah bisa booster, segeralah datang ke pusat-pusat sentra vaksinasi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai booster, Bisri mengaku masih terus berjalan. Booster tidak dapat kebut, karena ada syarat wajib dipenuhi masyarakat.

“Syaratnya minimal 6 bulan setelah dosis kedua, makanya tidak bisa dilakukan booster secara massal. Jumlahnya setiap hari tidak sama, orang yang akan booster,” ujarnya.

Saat ini untuk dosis pertama di Kepri, sudah sebanyak 1,7 juta orang. Dosis kedua sebanyak 1,3 juta orang. Sedangkan booster atau dosis ketiga sebanyak 77.961 orang. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Pemko Tanjungpinang Siapkan Tempat Isolasi Terpadu 

0
batampos – Mengantisipasi lonjakan kasus Covid, Pemerintah Kota Tanjungpinang (Pemko) telah menyiapkan sejumlah tempat Isolasi Terpadu (Isoter).
Rahma

Sejumlah tempat Isoter yaitu Mess Pemda kapasitas delapan bed (tempat tidur). Quran Centre kapasitas 50 bed, Poltekes Tanjungpinang kapasitas 80 bed. Ruang Flamboyan RSUD Kota Tanjungpinang kapasitas 25 bed. Rumah Singgah RSUD Raja Ahmad Thabib kapasitas 25 bed.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Meningkat, Disdik Kepri akan Evaluasi PTM 

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga berencana menyiapkan Hotel Bintan Plaza sebagai tempat isoter sebagai alternatif guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid. “Pertimbangannya itu kalau pakai hotel dalam kota, pasien Covid tidak jauh dari keluarganya, kalau butuh sesuatu tidak perlu pergi jauh. Jadi kami mencoba persiapkan di Hotel Bintan Plaza,” kata Walikota Tanjungpinang Rahma, usai rapat koordinasi bersama dengan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) serta Satgas Covid Tanjungpinang, kemarin.

Menurutnya, kasus aktif Covid di Tanjungpinang terus mengalami peningkatan. Dari kasus aktif tersebut, lanjut Rahma, kebanyakan dari perjalanan luar daerah. “Oleh karena itu, kami berpesan kepada warga untuk menghindari berpergian keluar kota,” tegasnya.

Masih kata Walikota, kondisi dan keadaan tersebut, harus dipahami dan harus selalu waspada serta terus tingkatkan protokol kesehatan. “Karena kondisi ini juga, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara hingga akhir Februari. Setelah itu akan dievaluasi lagi,” pungkas Rahma. (*)

Reporter: Yusnadi

Ada Aturan Baru, Minyak Goreng Kemasan Akhirnya Langka di Pasaran

0

batampos– Minyak goreng kemasan terkenal di pasaran Batam tampaknya semakin langka. Hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat karena tak lagi menemukan minyak goreng tersebut di swalayan bahkan retail modern.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto tak menapik adanya kelangkaan minyak goreng kemasan terkenal di Batam. Kondisi itu ternyata menjadi kekhawatiran pihaknya.

BACA JUGA: Stok Minyak Goreng di Retail Modern mulai Habis

“Memang langka, karena memang barang untuk sementara (minyak goreng, red) tak bisa masuk Batam,” ujar Aryanto, Jumat (11/2).

Minyak Goreng Masih Tinggi f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Pedagang sembako di pasar sore Batubesar, Nongsa, menyusun minyak goreng kemasan di lapaknya, Selasa (14/12).Saat ini merek merek tertentu minyak goreng, kosong di pasaran, karena adanya aturan baru soal masuknya barang ke Batam. F. Iman Wachyudi/Batam Pos

Dikatakannya, yang menjadi kendala masuknya minyak goreng kemasan adalah perubahan aturan dari Kementerian Keuangan. Dimana sebelumnya, aturan masuk barang ke Batam merujuk ke Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 62. Namun terhitung 2 Februari, aturan tersebut diganti dengan PMK no 173 tahun 2021.

Ketentuan PMK no 137 yakni tentang tata cara pembayaran, pelunasan, dan pengadministrasian PPN atau PPN dan PPnBM atas penyerahan barang kena pajak (BKP)/jasa kena pajak (JKP) dari dan/atau ke KPBPB.

“Karena ada aturan baru, yakni PMK 137, barang jadi susah masuk Batam. Sebelumnya PMK 62, aman-aman saja, namun 2 Februari aturan berubah,” tegas Aryanto.

Adanya aturan baru itu membuat distributor harus kembali menyesuaikan proses penginputan. Sebab, proses dan cara masuk barang cukup berbeda dengan aturan lama.

“Harus melewati step-stepnya dan ini yang masih menjadi kendala, karena sistemnya juga baru. Jadi untuk sementara barang belum bisa masuk Batam,” ungkap Aryanto.

Menurut dia, aturan baru yakni PMK 173 juga membuat sejumlah distributor mengeluh. Karena mereka tak bisa menyalurkan barang dengan normal masuk Batam. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap pendapatan distributor.

“Pastinya ada dampak, hal ini sudah kami laporkan ke Disperindag Kota Batam,” tegasnya.

Masih kata Aryanto, Disperindag Kota Batam juga berjanji mencarikan solusi terkait keluhan distributor. Yakni dengan berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Dirjen Pajak. “Senin mau rapat, mudah-mudahan ada solusi terbaik, sehingga proses masuk barang ke Batam bisa normal lagi,” harapnya. (*)

Reporter: Yashinta

 Samson Tarigan, Bhabinkamtibmas Kreatif, Buat Kargo Baca untuk Berantas Buta Huruf

0
batampos- Meski bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Darussalam yang merupakan wilayah Polsek Meral, tidak hanya menjadikan Brigadir Kepala (Bripka) Samson Tarigan fokus pada satu bidang.
Kasat Binmas Polres Karimun, AKP Rizal (tiga dari kanan) dan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Chaironi (baju hitam) saat menyerahkan kargo baca

Samson Tarigan berpikir kreatif bagaimana mencerdaskan anak-anak dan masyarakat yang masuk dalam wilayah kerjanya. Akhirnya, dengan modal uang gaji uang disisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan berhasil menciptakan kargo baca.

   Caranya, membeli sepeda dan kemudian dengan inovasi dan kreativitas yang dimilikinya, mampu memodifikasi sepeda untuk dijadikan kargo baca yang menarik. Khususnya, kalangan anak-anak.
   ”Saya mengapresiasi dan cukup bangga. Apa yang dilakukan Bripka Samson Tarigan merupakan tugas mulia. Karena, selain tugas utama sebagai Bhabinkamtibmas, setiap hari mendayung kargo baca yang berisi berbagai jenis buku bacaan anak-anak, buku pelajaran dan dongeng menuju satu sekolah ke sekolah lain. Seperti SD, TK dan PAUD,” ujar Kasat Binmas Polres Karimun, AKP Rizal, Jumat (11/2).
   Tujuan Samson, katanya, tidak lain untuk menarik minat baca. Sekaligus memberantas buta huruf sejak dini. Hal ini selaras dengan program Indonesia gemar membaca sejak dini dan gemar berolahraga khususnya bersepeda yang baik buat kesehatan. Sehingga anak anak memperoleh informasi yang positif dan wawasan yang luas dengan gemar membaca.
”Dengan menggunakan kargo baca yang terbuat dari sepeda yang sudah dimodifikasi, maka dapat mengunjungi tempat-tempat yang sulit dijangkau di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat. Dan hari ini kargo baca kita serahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun,” jelas Rizal.
    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun, Chaironi menyambut baik dengan penyerahan kargo baca hasil kreativitas dan inovasi Bhabinkamtibmas Bripka Samson Tarigan.
 ”Kita menilai sangat kreatif. Dan meski sudah diserahkan kepada kita, namun ini tetap akan difungsikan seperti yang sudah berjalan selama ini. Bahkan, kita juga siap untuk meminjam buku-buku agar bisa dibaca secara bergantian,” ungkapnya. (*)
Reporter: Sandi