Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 832

Juni 2026, Grup K-Pop I-dle Akan Gelar Konser di Singapura

0

Batampos – Grup musik perempuan asal Korea Selatan, I-dle akan menggelar konser di Singapura, 13 Juni 2026 mendatang. Grup dengan anggota Miyeon, Minnie, Soyeon, Yuqi, dan Shuhua ini mengangkat tema konser Syncopation.

Group K-pop, I-dle. F Instagram I-dle.

“Saatnya kembali mengeluarkan Queencard, karena girl group K-pop kesayangan banyak penggemar ini akan kembali ke Singapura pada 13 Juni 2026 untuk menampilkan konser terbaru mereka, Syncopation, di Singapore Indoor Stadium,” demikian bunyi pengumumannya, Rabu (3/12/2025).

Grup beranggotakan lima orang ini akan membuka tur dengan konser dua malam di KSPO Dome, Korea Selatan, Februari 2026. Beberapa kota lain yang telah diumumkan sebagai tujuan tur dunia Syncopation antara lain Taipei, Bangkok, dan Yokohama.

Penampilan terakhir I-dle di Singapura berlangsung pada September lalu, ketika mereka menjadi penampil utama di festival perdana Bubbling & Boiling Music and Arts Festival di Resorts World Sentosa.

Sebelumnya, Minnie sempat memberi isyarat kepada penggemar Singapura bahwa tur dunia berikutnya akan segera tiba. “Akan datang lebih cepat dari yang kalian kira,” ujarnya kala itu.

Dalam sebuah acara untuk brand fesyen Skechers di Bugis Junction pada Juni lalu, Minnie yang memiliki nama lengkap Nicha Yontararak ini menyebutkan akan kembali lagi ke Singapura. “Kami sudah tidak sabar ingin kembali ke Singapura dan tampil untuk kalian lagi, jadi nantikan tur dunia kami berikutnya,” ungkapnya.

Terkait harga tiket konser ini, akan diumumkan di laman resmi I-dle. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Juni 2026, Grup K-Pop I-dle Akan Gelar Konser di Singapura pertama kali tampil pada Lifestyle.

Siklon Senyar Menggila di Sumatra, BMKG Minta Kawasan Pesisir Kepri Waspada

0
Kondisi cuaca ekstrem terpantau di Jalan Pramuka Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Siklon Tropis Senyar yang memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera tidak berdampak langsung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, efek tidak langsung tetap dirasakan terutama di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Salah satunya kenaikan tinggi gelombang yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Kepri.

“Dampak yang dirasakan lebih ke peningkatan gelombang dan hujan yang masih dalam level normal,” kata Kepala BMKG Kota Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, Rabu (3/12).

BMKG menetapkan Tanjungpinang dan Bintan dalam status waspada hingga 5 Desember. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir.

Kosasih menegaskan pihaknya siap memberikan informasi lebih cepat apabila kondisi cuaca memburuk.

“Jika ada peningkatan kondisi dari waspada menjadi siaga atau awas, tentu akan segera kami sampaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan koordinasi mitigasi bencana hidrometeorologi sudah dilakukan sejak jauh hari bersama BPBD Provinsi Kepri, BPBD Kota Tanjungpinang, dan BPBD Kabupaten Bintan.

“Kita sudah menyampaikan soal persiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang Desember dan Januari,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Siklon Senyar Menggila di Sumatra, BMKG Minta Kawasan Pesisir Kepri Waspada pertama kali tampil pada Kepri.

Salehuddin, WNI yang Bunuh Istri di Singapura Terancam Hukuman Mati

0

Batampos – Salehuddin,41, pria asal Batam terancam hukuman mati apabila terbukti bersalah membunuh istrinya, Nurdia Rahmah Rery,38. Kasus ini memasuki babak baru. Polisi membawa tersangka ke lokasi kejadian perkara (TKP) di Hotel Capri by Fraser, kawasan Chinatown, Rabu (3/12/2025) pagi tadi.

Salehuddin, dibawa kembali ke kendaraan polisi setelah meninggalkan TKP di Hotel Capri by Fraser, Chinatown, Rabu (3/12/2025). F Jeremy Long/CNA

Salehuddin diduga membunuh istrinya di kamar hotel tesebut. Dilansir dari Channel News Asia, ia terlihat tiba di area parkir dekat Hotel Capri by Fraser China Square sekitar pukul 09.20 waktu setempat (pukul 08.20 WIB).

Ia mengenakan kaus polo merah, celana pendek hitam, dan sandal transparan. Tangan dan kakinya diborgol dengan pengaman hitam saat ia digiring oleh beberapa petugas polisi.

Ia kemudian dibawa melalui lift servis menuju kamar hotel tempat jenazah istrinya ditemukan. Setelah sekitar dua jam berada di lokasi, Salehuddin kembali dibawa ke mobil polisi sambil menundukkan kepala. Ia meninggalkan area tersebut sekitar pukul 11.20 (Pukul 10.20 WIB)

Salehuddin didakwa menyebabkan kematian istrinya, Nurdia Rahmah Rery antara pukul 03.00 dan 05.00 pada 24 Oktober 2025 lalu.

Menurut pernyataan polisi sebelumnya, pada pukul 07.40 di hari kejadian, Salehuddin mendatangi kantor polisi Bukit Merah East Neighbourhood Police Centre dan mengaku telah membunuh istrinya. Petugas yang diterjunkan ke lokasi menemukan korban dalam kondisi tidak bergerak di kamar hotel. Paramedis menyatakan perempuan itu meninggal dunia tak lama kemudian.

Salehuddin resmi didakwa melakukan pembunuhan pada 25 Oktober. Dalam sidang perdananya, ia sempat menanyakan apakah proses hukum dapat dilakukan di Indonesia, bukan di Singapura. Hakim menyatakan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat menerima permohonan apa pun.

Jika terbukti bersalah, Salehuddin terancam hukuman mati sesuai hukum di Singapura. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Salehuddin, WNI yang Bunuh Istri di Singapura Terancam Hukuman Mati pertama kali tampil pada News.

Teror Buaya di Lingga: Hewan Ternak Dimangsa, Warga Pasang Pancing

0
Petugas Damkar bersama dengan anggota TNI AL serta masyarakat setempat saat mengevakuasi buaya, Selasa malam (2/12). F. Istimewa.

batampos – Warga Desa Nerekeh, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, resah akibat teror buaya yang berkeliaran di sekitar pemukiman. Hewan predator itu kembali menampakkan diri pada Selasa (2/12) malam dan memicu kepanikan warga.

Kepala Desa Nerekeh, Safarudin, menyebut teror buaya ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Sejumlah ternak seperti ayam dan kambing milik warga dilaporkan menjadi korban dimangsa buaya.

“Sudah banyak hewan ternak warga yang jadi korban dimakan buaya,” ujar Safarudin, Rabu (3/12).

Karena kondisi makin membahayakan, warga terpaksa meminta bantuan warga kampung sebelah yang memiliki kemampuan berburu buaya untuk memasang pancing khusus.

“Kami minta bantuan untuk memasang pancing supaya buaya-buaya itu bisa ditangkap,” jelasnya.

Pemerintah desa juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri. Namun penanganan belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Pada Selasa malam, seekor buaya dengan panjang sekitar satu meter kembali muncul di dekat pemukiman. Untuk mencegah serangan, Safarudin segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Meski berukuran kecil, buaya itu tetap dianggap berbahaya. Beruntung, predator tersebut tertangkap setelah memakan pancing yang dipasang warga.

“Buaya berhasil dievakuasi oleh Damkar bersama TNI AL dan masyarakat,” jelas Safarudin.

Buaya itu ditemukan dalam kondisi sudah mati karena mata kail tertelan saat menggigit umpan. Pemerintah desa akan melakukan musyawarah untuk menentukan penanganan bangkai buaya tersebut.

Safarudin berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera turun tangan sebelum ada korban jiwa.

“Kami harap ada solusi agar teror buaya bisa dihentikan dan tidak membahayakan warga,” tegasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Teror Buaya di Lingga: Hewan Ternak Dimangsa, Warga Pasang Pancing pertama kali tampil pada Kepri.

Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Baloi Kolam, Polisi Dalami Motif Kematian

0
Proses evakuasi korban. F.Istimewa

batampos – Warga Baloi Kolam dikejutkan dengan penemuan seorang pria dewasa yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah rumah di Blok C No. 245, RT 02/RW 16, Kelurahan Seipanas, Batam Kota, Rabu (3/12) sekitar pukul 09.30 WIB. Kedatangan sejumlah personel kepolisian ke lokasi membuat warga sekitar berkerumun, memastikan kabar yang beredar cepat di lingkungan tersebut.

Korban diketahui bernama Abd Rahman, kelahiran 1 Juli 1986. Pria berusia 39 tahun itu bekerja sebagai karyawan swasta dan tinggal seorang diri di rumah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut informasi awal, korban ditemukan pertama kali oleh seorang kerabat yang hendak mengajaknya sarapan pada pagi hari.

Saksi warga, Kusni Anang (53), menuturkan bahwa ia sempat menghubungi korban melalui telepon sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, tiga kali panggilan yang dilakukan tidak juga direspons. “Karena tidak biasanya begitu, saya langsung datang ke rumahnya untuk memastikan,” ujarnya.

Baca Juga: Pipa ABH Bocor di Depan Panbil Plaza, Semburan Air Deras Ganggu Arus Lalu Lintas

Sesampainya di rumah korban, Kusni mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Saat melangkah masuk, ia langsung terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di dalam rumah. Panik, ia kemudian memanggil tetangga dan segera melapor ke pihak kepolisian.

Menerima laporan warga, personel Polsek Batam Kota langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan memastikan tidak adanya gangguan atau hilangnya barang bukti yang dapat menghambat proses penyelidikan. Pengamanan dilakukan menyeluruh sebelum pemeriksaan lanjutan dimulai.

Tidak lama berselang, Unit Identifikasi Polresta Barelang tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan detail terhadap kondisi korban dan lingkungan sekitar. Pemeriksaan awal dilakukan guna memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan selain indikasi gantung diri.

Polisi juga telah memintai keterangan para saksi, termasuk saksi pertama yang menemukan korban. Keterangan tersebut menjadi dasar penyusunan kronologi awal dan bagian penting sebelum pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Baca Juga: Kasus Narkotika Antarprovinsi, Terdakwa Heri Saputra Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp5 Miliar

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan.

“Benar, ada temuan seorang pria meninggal dunia dengan dugaan gantung diri. Saat ini masih kami selidiki lebih lanjut,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih mendalami motif serta penyebab korban mengakhiri hidupnya. Jenazah korban telah dibawa untuk pemeriksaan medis sesuai prosedur. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat spekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyidik Polresta Barelang. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Baloi Kolam, Polisi Dalami Motif Kematian pertama kali tampil pada Metropolis.

Wacana Pembekuan Bea Cukai, Ini Tanggapi Dirjen Djaka

0
Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu satu tahun ke depan. Hal ini seiring dengan citra lembaga tersebut yang buruk di mata publik hingga pimpinan tertinggi.

Merespons hal itu, Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama memastikan tidak ingin pembekuan itu kembali terjadi. Itu sebabnya, ia sangat mendukung proses berbenah diri instansi yang dipimpinnya.

“Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi dari bea cukai. Yang pasti bea cukai bahwa kita ke depannya akan berupaya untuk lebih baik,” kata Djaka saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12).

“Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985 sampai dengan 1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh bea cukai. Sehingga tentunya bahwa bea cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif kepada Bea Cukai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Djaka juga membeberkan soal strateginya untuk memastikan agar Bea Cukai tidak lagi mengulangi sejarah di masa lampau. Sederet strategi yang dilakukan mulai dari perbaikan kultur budaya kerja hingga meningkatkan pengawasan di pelabuhan hingga bandara.

Selain itu, dari seluruh layanan yang ada, Djaka memastikan Bea Cukai akan melakukan perbaikan atas segala hal yang membuat tidak puas masyarakat.

“Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan. Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat, ketika ada ketidakpuasan, sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya,” jelasnya.

Sebelumnya, wacana pembekuan Bea Cukai, sebagaimana dulu pernah terjadi dan digantikan Societe Generale de Surveilance (SGS) yang merupakan perusahaan swasta asal Swiss.

Muncul lantaran citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat. Hal ini sebagaimana disampaikan kepada awak media usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/11).

“Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk nggak diganggu dulu. Saya biarkan, biarkan saya beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius,” kata Purbaya.

“Kalau kita, Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi,” tambahnya.

Dia menyampaikan saat ini para pegawai Bea Cukai sudah tahu betul soal ancaman yang akan diperoleh jika tak bisa diajak untuk memperbaiki citra lembaga. Selain karena akan digantikan seperti halnya SGS, itu artinya kata dia akan ada sebanyak 16 ribu pegawai yang siap-siap dirumahkan.

“Jadi, sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi. Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” imbuh Purbaya. (*)

Artikel Wacana Pembekuan Bea Cukai, Ini Tanggapi Dirjen Djaka pertama kali tampil pada News.

Tiongkok Luncurkan DeepSeek Versi Terbaru, Tantang GPT-5 dan Gemini 3 Pro

0
F. x.com/ChinaScience

batampos – Startup kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, resmi merilis model generasi terbaru: DeepSeek V3.2-Speciale dan versi dasar DeepSeek V3.2. Peluncuran ini diumumkan Senin (2/12) malam waktu setempat.

Menurut DeepSeek, V3.2 menawarkan kinerja penalaran dan “agent performance” yang setara dengan model unggulan dunia, dengan efisiensi komputasi lebih baik.

Varian V3.2-Speciale bahkan disebut mampu menyaingi kapabilitas model GPT-5 dari OpenAI dan Gemini 3 Pro dari Google DeepMind, terutama dalam tugas reasoning kompleks.

DeepSeek mengandalkan mekanisme yang dikenal sebagai Sparse Attention, memungkinkan pemrosesan konteks panjang dengan kebutuhan komputasi yang lebih ringan, aspek yang dianggap penting untuk efisiensi dan skala besar.

Kombinasi efisiensi dan performa tinggi membuat V3.2 menarik bagi pengembang dan perusahaan yang memerlukan model AI kuat tanpa beban resource seberat model besar komersial.

DeepSeek bermarkas di Hangzhou dan di tengah persaingan global semakin intens, peluncuran model ini jadi penanda bahwa perusahaan China tak hanya mengandalkan kuantitas, tapi juga kualitas dan efisiensi inovasi.

Langkah DeepSeek menegaskan bahwa persaingan di ranah kecerdasan buatan kini kian terbuka dan mendunia, tak hanya didominasi perusahaan Barat. Peluncuran V3.2 dan V3.2-Speciale akan memaksa pemain besar mempertimbangkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam pengembangan AI.

Untuk pasar global, baik pengembang, startup, maupun institusi riset, model seperti DeepSeek V3.2 bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka yang menginginkan performa tinggi tanpa biaya eksorbitan dan ketergantungan teknologi asing. (*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Tiongkok Luncurkan DeepSeek Versi Terbaru, Tantang GPT-5 dan Gemini 3 Pro pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dari Pemecah Ombak sampai Bibit Sayur, Warga Tiangau Sampaikan Aspirasi ke Hino Faisal

0
Wakil Ketua Komisi I DPRD Anambas, Hino Faisal foto bersama dengan masyarakat usai melaksanakan reses, Selasa, (2/12) malam tadi. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino Faisal menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Desa Tiangau, Selasa (2/12) malam. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh antusias warga yang menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan.

Sejumlah usulan prioritas mencuat dalam dialog tersebut, mulai dari perlindungan pesisir hingga peningkatan fasilitas publik. Warga menilai realisasi pembangunan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Usulan pertama yang ditekankan adalah pembangunan pemecah ombak di kawasan pesisir. Gelombang tinggi disebut kerap mengancam permukiman serta mengganggu aktivitas warga saat cuaca buruk.

Selain itu, warga juga meminta adanya lapangan bola dan sarana olahraga lain sebagai ruang pembinaan pemuda di desa. Mereka berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kegiatan positif generasi muda.

Aspirasi lain yang disampaikan yakni pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang masih minim cahaya sehingga menimbulkan kerawanan saat malam hari.

Untuk mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi, warga juga menyoroti pentingnya peningkatan jalan lingkungan yang selama ini dinilai belum memadai.

Di sektor pertanian, warga mengajukan permintaan bantuan bibit sayur dan pupuk guna meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

Tak hanya itu, warga turut meminta perhatian terhadap fasilitas ibadah, khususnya rehabilitasi kamar mandi Surau di Karang Tikar yang saat ini memerlukan perbaikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hino Faisal menegaskan bahwa seluruh usulan akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran daerah.

“Semua usulan akan kita perjuangkan. Tidak semua bisa terealisasi sekaligus, namun saya akan mendorong agar ini bisa ditindaklanjuti,” ujar Hino.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam menyusun prioritas pembangunan. Menurutnya, sinergi yang baik akan mempercepat realisasi program pada anggaran mendatang.

Reses menjadi momentum Hino untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar tersampaikan melalui jalur resmi perencanaan.(*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Dari Pemecah Ombak sampai Bibit Sayur, Warga Tiangau Sampaikan Aspirasi ke Hino Faisal pertama kali tampil pada Kepri.

5 Pencuri dan Penadah Motor Ditangkap, 8 Barang bukti Diamankan

0

Wakapolres Karimun, Kompol Salahuddin menunjukkan tersangkad an barang bukti kasus Curanmor. f. sandi

batampos– Tim Resmob Polres Karimun berhasil melakukan pengungkapan 7 kasus pencurian sepeda motor atau Curanmor yang terjadi di Kecamatan Tebing. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan 5 orang tersangka yang ditangkap di Tanjungbalai Karimun dan di Pulau Kundur. Serta mengamankan 8 unit barang bukti sepeda motor.

Wakapolres Karimun, Kompol Salahuddin didampingi Kasat Reskrim, AKP Denny Hartanto dan Kanit Resmob, Ipda Kevin William, Selasa (2/12) mengatakan, pengungkapan kasus Curanmor di wilayah hukum Polres Karimun berawal dari adanya 7 laporan kasus Curanmor ke Polres Karimun dan juga ada yang dilaporkan ke Polsek Tebing.

”Semua kejadian Curanmor ada di Kecamatan Tebing. Laporan korban ada 3 di Polres dan 4 di Polsek Tebing,” ujarnya.

BACA JUGA: Tujuh Motor Digondol Duo Curanmor Bintan, Dijual di Medsos

Kasus Curanmor ini, kata Wakapolres, terjadi sebanyak 7 kali dan semuanya berada di Kecamatan Tebing yang terjadi mulai pertengahan Oktober sampai dengan akhir November. Yakni, di Pelambung desa Pongkar pada 16 Oktober 2025.

Kemudian, di Danau PDAM Desa Pongkar pada 19 Oktober 2025. Selanjutnya, di Gold Coast dua kali pada 7 dan 23 November 2025, di Kampung Harapan 11 November 2025, di parkiran belakang SMA Negeri 1 pada 19 november dan di BR Studio akhir November.

Tim Resmob, tambah Salahuddin, melakukan pengembangan dan akhirnya berhasi mengamankan 3 orang penadah. Masing-masing berinisial Zl, A dan H. Antara pelaku dengan penadah sudah saling kenal. Sehingga, penjualan sepeda motor bisa langsung dilakukan. Harga sepeda motor hasil Curanmor dijual dengan harga mulai Rp2 juta sampai Rp2,5 juta.

”Dari 7 unit Curanmor, yang sudah berhasil dijual sebanyak 5 unit. Sedangkan, dua unit belum terjual. Uang hasil penjualan Curanmor sudah habis digunakan. Dari pengungkapan ini Tim resmob berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor. Dengan rincian 7 unit sepeda motor yang dicuri kedua tersangka dan satu unit sepeda motor milik pelaku yang digunakan dalam beraksi. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti lain berupa kunci T,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi 

Artikel 5 Pencuri dan Penadah Motor Ditangkap, 8 Barang bukti Diamankan pertama kali tampil pada Kepri.

Modus Korupsi Proyek Sodetan Air Rp10 Miliar di Anambas, PPK Diduga Atur Pemenang

0
Ketiga tersangka korupsi sodetan air, Muhammad Hatta Pulungan, Prayitno da Azhar dihadirkan dalam konferensi pers, Rabu, (3/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Dugaan korupsi dalam proyek pembangunan sodetan air dari Sungai Sugi menuju Tarempa Beach tahun 2024 di Kabupaten Kepulauan Anambas terbongkar. Proyek senilai Rp10 miliar tersebut diduga dikendalikan secara tidak sah sejak awal pelaksanaan.

Polres Anambas telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Anambas sekaligus PPK, Muhammad Hatta Pulungan (MHP), Direktur CV Tapak Anak Bintan (TAB) Azhar (Az) selaku penyedia jasa, dan Prayitno (Pr) sebagai kuasa direktur.

Wakapolres Anambas Kompol Shallahuddin menjelaskan, ketiga tersangka diduga bersekongkol jauh sebelum proyek dimulai. Pemilihan kontraktor disebut tidak melalui tender terbuka dan diarahkan langsung kepada CV TAB melalui sistem e-katalog yang diduga disalahgunakan.

“PPK sudah menentukan pemenangnya. Kemudian pekerjaan malah disubkontrakkan ke perorangan. Itu tidak sesuai kontrak awal,” ujar Kompol Shallahuddin saat konferensi pers di Mapolres Anambas, Rabu (3/12).

Penyidik juga menemukan adanya perubahan rekening penerima pencairan tanpa adendum. Dana uang muka 30 persen atau sekitar Rp3 miliar dialihkan ke rekening pribadi milik Prayitno.

“Dana masuk ke perorangan. Di situ sudah tampak niat korupsi muncul sejak awal,” jelas Shallahuddin.

Dari penelusuran polisi, dana Rp3 miliar tersebut diduga hanya berputar di antara tiga tersangka. Sebagian digunakan membeli material seperti besi dan baja, namun tidak seluruhnya dipakai untuk pekerjaan di lapangan.

Selama penyidikan, sebanyak 31 saksi telah diperiksa, mulai dari pihak swasta, ASN Pemkab Anambas hingga ahli konstruksi. Polisi menegaskan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Ketiga tersangka telah mengembalikan uang senilai Rp248 juta. Polisi juga menyita 81 dokumen proyek, 37 rangkaian besi beton, 32 baja moldin, 8 baja moldin rakitan, 12 ember cairan campuran beton, 1 drum aditif beton, serta 1 unit laptop.

Kerugian negara ditaksir mencapai Rp2,7 miliar setelah pajak dipotong dari total uang muka.

Pemkab Anambas telah menerima jaminan pelaksana senilai Rp500 juta, namun masih menunggu pencairan jaminan uang muka sebesar Rp3 miliar dari perusahaan asuransi terkait.

Gagalnya proyek sodetan air tersebut berdampak langsung pada masyarakat, karena kawasan Sungai Sugi dan Tarempa Beach kembali rawan banjir saat musim hujan.

Ketiga tersangka ditangkap pada 23 November lalu di dua provinsi berbeda. Hatta ditangkap di Tanjungpinang, disusul Azhar dua jam kemudian. Sementara Prayitno diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, saat hendak terbang ke Batam.

Kasus masih dalam pendalaman dan para tersangka dikenakan asas praduga tak bersalah hingga putusan berkekuatan hukum tetap. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Modus Korupsi Proyek Sodetan Air Rp10 Miliar di Anambas, PPK Diduga Atur Pemenang pertama kali tampil pada Kepri.

Play sound