Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 8431

Soal Laporan Dugaan Korupsi Gibran dan Kaesang, KPK Masih Telaah

0
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Humas KPK/Antara)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, pihaknya sampai saat ini masih menelaah laporan yang dilakukan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun, kepada dua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangerap. Keduanya dilaporkan, karena diduga melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“KPK akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat tersebut. Tentu dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan ini,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (17/1).

Ali menjelaskan, verifikasi yang dilakukan KPK untuk menghasilkan rekomendasi, apakah aduan tersebut layak untuk ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan. Karena, proses vetifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan tersebut, sesuai Undang-Undang yang berlaku, termasuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak.

“KPK juga secara proaktif akan menelusuri dan melakukan pengumpulan berbagai keterangan dan informasi tambahan untuk melengkapi aduan yang dilaporan,” tegas Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini memastikan, jika ditemukan dugaan korupsi dalam pelaporan itu dipastikan akan ditindaklanjuti. Lembaga antirasuah mengklaim, tidak pandang bulu dalam mengusut setiap perkara korupsi.

“Apabila aduan tersebut menjadi kewenangan KPK tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucap Ali.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka sebelumnya telah menanggapi pelaporan terhadap dirinya ke KPK. Gibran meminta adanya bukti dalam laporan tersebut.

“Dibuktikan dulu. Nek aku salah cekelen (kalau saya salah silakan ditangkap, Red). Penak to? (gampang kan, Red),” katanya, di Solo, Selasa (11/1),

Disinggung mengenai komunikasi yang dilakukannya dengan sang adik Kaesang Pangarep, ia mengaku sudah mengkomunikasikannya. Meski demikian, ia enggan menyampaikan isi komunikasi yang dilakukannya dengan sang adik.

“Uwis (sudah dikomunikasikan), laporane wis masuk to (laporan sudah masuk kan),” cetus Gibran.

Dalam laporannya, mantan aktivis 98 Ubedilah Badrun menduga adanya keterlibatan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang terkait dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), karena hubungan relasi bisnis dua anak Jokowi dengan group bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

“Laporan ini terkait dengan dugaan Tipikor atau TPPU berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan group bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ucap Ubedilah di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Laporan ini, lanjut Ubedilah, bermula dari 2015 lalu saat PT. Sinar Mas terjerat tersangka pembakaran hutan. Bahkan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan nilai Rp 7,9 triliun.

“Tetapi kemudian oleh MA dikabulkan hanya Rp 78 miliar. Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT. Sinas Mas,” ucap Ubedilah.

“Petinggi PT. Sinar Mas ini juga beberapa bulan lalu dilantik menjadi Duta Besar (Dubes) di sebuah negara di Asia, di Korea Selatan,” imbuhnya.

Ubedilah menduga, terjadi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) atau dugaan keterlibatan Gibran dan Kaesang dan anak petinggi PT Sinar Mas. Dia menduga, adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan Ventura.

“Dua kali diberikan kucuran dana angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Setelah itu kemudian anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis Rp 92 miliar,” ungkap Ubedilah.

Mendasari laporannya ke KPK, Ubedilah mengaku membawa sejumlah bukti-bukti data perusahaan, serta pemberitaan terkait adanya pemberian penyertaan modal dari Ventura. Hal ini diharapkan menjadi bukti awal untuk KPK melakukan penyelidikan.

“Kita minta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang. Serta bagaimana kemudian bila perlu presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini,” tandas Ubedilah. (*)

Reporter: JP Group

PKL Bintan Center akan Direlokasi ke Pekarangan Dishub

0
Anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashadi Selayar. F. Peri Irawan

batampos- Rencana pembangunan pusat kuliner di Bintan Center terus digesa bahkan sudah mendapat persetujuan dari DPRD Tanjungpinang Dalam rencananya, Pedagang Kaki Lima (PKL) akan direlokasi ke sekitaran Dinas Perhubungan (Dishub) yang terletak di Terminal Sei Carang, sampai pembangunan selesai dikerjakan.

BACA JUGA: Pedagang Diingatkan Tidak Bangun Warung Permanen di Bahu Jalan Lintas Barat

Anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashadi Selayar mengatakan, pihaknya sudah menemui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang agar segera melakukan sosialisasi terhadap PKL sekitaran Bintan Center.

“Pemilik ruko sekitaran Bintan Center juga akan dilibatkan dalam sosialisasi bersama dinas terkait,” kata Ashadi, Senin (17/1).

Dijelaskan Ashadi, pembangunan pusat kuliner itu merupakan bagian dari usulan Komisi III DPRD Tanjungpinang sehingga untuk anggaranya juga sudah disepakati bersama. “Ini bagian dari usulan komisi III, kita juga sudah sepakati penataan anggaranya,” ujarnya.

Untuk sementara, para PKL akan direlokasikan ke pekarangan Dishub Kota Tanjungpinang sampai pembangunan pusat kuliner itu selesai dikerjakan. “Solusinya sementara ini dibangun, PKL akan direlokasi ke Dinas Perhubungan,” sebutnya.

Sebelumnya Kadis PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menyebutkan konsep, konsep pusat kuliner akan dibuat itu seperti Malioboro, Jogjakarta. Semua PKL di sekitaran Bintan Center akan direlokasi ke tempat tersebut.

“Seperti PKL di seputaran Pinang Lestari akan kita geser di pusat kuliner, mudah-mudahan di seputaran Pinang Lestari tidak ada lagi pedagang kaki lima,” harapnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

214 Peserta Ikuti Turnamen Pencak Silat di Kijang

0
Peserta uji teknik jurus saat turnamen pencak silat PSHT Cup I Cabang Kabupaten Bintan yang diadakan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Gedung LAM Kabupaten Bintan, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur. F.kiriman Frengky

batampos– Sebanyak 214 peserta mengikuti turnamen pencak silat PSHT Cup I Cabang Kabupaten Bintan yang diadakan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) selama tiga hari mulai Jumat (14/1) hingga Minggu (16/1) di Gedung LAM Kabupaten Bintan, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Ketua panitia, Puguh Wibowo mengatakan, turnamen ini digelar selama tiga hari dalam rangka ajang silaturahmi dan seleksi mencari atlet juara.

BACA JUGA: Peringati Hari Kesehatan, RSUD Tanjungbatu Gelar Turnamen Futsal Antarinstansi

“Jadi hari pertama penyisihan, hari kedua semi final dan hari ketiga final. Sistemnya sistem gugur,” jelasnya.

Dia menyebut, 214 peserta yang mengikuti turnamen silat terdiri dari 5 kontingen dari Ranting Bintan Timur, Ranting Bintan Utara, Ranting Seri Kuala Lobam, Ranting Teluk Sebong, dan Cabang Tanjungpinang.

Untuk pertandingan terbagi dalam 4 kategori yakni usia dini umur 10 hingga 12 tahun, pra remaja umur 12 hingga 14 tahun, remaja umur 15 hingga 17 tahun dan dewasa 17 hingga 35 tahun.

Dari turnamen ini diharapkan muncul bibit atlet baru silat yang dapat menorehkan prestasi terbaik di olahraga silat ke depannya.

Kapolsek Bintan Timur AKP Suardi diwakilkan Panit Binmas Polsek Bintim, Iptu R. Simanjuntak mengatakan, dalam pengamanan turnamen, pihak Kepolisian menurunkan 22 personel. “Kegiatan berjalan lancar,” kata dia.

Dia juga mengatakan, dalam pertandingan, semua pihak melaksanakan standar protokol kesehatan yang baik.

“Jadi selain diamankan pihak Kepolisian, ada juga petugas kesehatan di lokasi turnamen,” kata dia.

Turnamen silat dibuka oleh Ketua IPSI Kepri dan dihadiri Huzrin Hood, Camat Bintan Timur, M. Sofyan serta ketua koordinator PSHT Provinsi  Kepri dan Kabupaten / Kota lain. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Harga Rumah Subsidi Naik Rp 12 Juta Tahun Ini

0

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perumahan layak huni bagi masyarakat. f. dokomuentasi PUPRbatampos – Pemerintah berencana menaikkan harga rumah subsidi. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan sosi-alisasi. Para pengembang menyambut baik wacana tersebut.

Managing Director SPS Group dan Arrayan Group Asmat Amin menyatakan, selama dua tahun terakhir tak ada kenaikan harga rumah subsidi. Dia berharap ada penyesuaian harga rumah tahun ini. Sebab, biaya bahan bangunan terus mening-kat. ”Seperti harga besi naik 30 persen, bahkan ada yang mencapai 50 persen,” ka-tanya dalam webinar Prolab School of Property, Sabtu (15/1).

Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja menuturkan, rencana kenaikan harga rumah subsidi rata-rata Rp 12 juta. Jumlah tersebut berdasar materi yang disampaikan Kementerian PUPR saat sosialisasi. ”Tapi, ini belum ketok palu,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto meminta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk meningkatkan penyaluran subsidi perumahan. Salah satunya melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiaya-an Perumahan (FLPP).

Dengan begitu, jumlah rumah tangga yang menghuni rumah layak meningkat dari 56,5 persen menjadi 70 persen tahun ini. Jika hal itu dilakukan, target intervensi langsung pemerintah menjadi 5 juta unit ketersediaan rumah layak huni.

”Dari subsidi perumahan FLPP 900 ribu unit dan BP Tapera 500 ribu unit,” terang Iwan. Sepanjang 2021, penyaluran dana FLPP mencapai Rp 19,57 triliun untuk 178.728 unit rumah. Realisa-si tersebut lebih besar dari target. Yakni 117,94 persen dari target Rp 16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah.

BACA JUGA: Pemerintah Gandeng 38 Bank dan BP Tapera untuk Penyaluran Subsidi Perumahan

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, sektor properti mulai berge-rak akhir tahun lalu. Namun, pertumbuhan tahun ini belum bisa diharapkan kembali se-perti situasi sebelum pandemi Covid-19.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis pembiayaan perumahan dapat tumbuh lebih tinggi. Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan, pertumbuhan kredit cenderung stabil de-ngan ditopang penyaluran KPR subsidi dan non-subsidi. Hingga Oktober 2021, bank pelat merah itu telah menya-lurkan kredit Rp 271,80 triliun (naik 6,06 persen yoy).

”Permintaan perumahan akan tumbuh seiring dengan peningkatan kebutuhan akan hunian kecil, area urban, area infrastruktur, dan kemudahan kepemilikan rumah bagi warga negara asing,” terang Hirwandi. (*)

Reporter: JP Group

Masuk ke Ruko, Biawak Ditangkap Petugas Damkar Tanjunguban

0
Petugas menangkap biawak yang masuk ke ruko warga di jalan Permaisuri, Tanjunguban, Bintan Utara, Senin (17/1) sekira pukul 13.00 WIB. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Petugas Damkar Tanjunguban berhasil menangkap seekor biawak sepanjang lebih kurang 1,5 meter setelah masuk ke rumah toko (ruko) warga di jalan Permaisuri, Tanjunguban, Bintan Utara, Senin (17/1) sekira pukul 13.00 WIB.

Kepala UPT Damkar Tanjungiban, Marsadi melalui Kasubbag TU Panyodi mengatakan, biawak sudah beberapa hari terlihat di belakang ruko warga. “Masuknya ke rumah baru hari ini,” kata Panyodi.

BACA JUGA: Petugas Damkar Tanjunguban Evakuasi Sarang Lebah Madu di Dalam Plafon Rumah Warga

Pemilik ruko sudah mengusir biawak yang masuk ke dalam ruko, tapi biawak tersebut justru bersembunyi di bawah rak.

Kejadian ini dilaporkan ke Damkar Tanjunguban. Setelah menerima laporan, petugas Damkar Tanjunguban dengan peralatan lengkap datang ke lokasi kejadian. “Kami membawa peralatan tongkat sling dan penjepit,” kata Panyodi.

Petugas sedikit menemukan kesulitan saat menangkap biawak, karena biawak bersembunyi di antara barang dan lemari. “Kalau tidak digeser barang dan lemarinya, ruang gerak petugas menjadi terbatas,” kata Panyodi.

Setelah ditangkap, biawak tersebut dibawa ke kantor Damkar Tanjunguban. “Seperti biasanya biawaknya dilepas ke habitatnya,” kata Panyodi.

Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan hewan, Panyodi mengatakan, bisa menghubungi Kantor Damkar Tanjunguban di nomor 0771 465 1295. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Satu Rumah Ludes Terbakar di Batumerah

0
unnamed 1 2 e1642424484555
Petugas Damkar memadamkan api yang membakar rumah di RT 18 RW 05, Batu Merah, Batuampar yang ludes terbakar, Senin (17/1) siang. F.Samsudin

batampos- Satu unit rumah di RT 18 RW 05, Batu Merah, Batuampar ludes terbakar, Senin (17/1) siang, sekitat pukul 12.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun api menghanguskan seluruh bangunan rumah yang ditinggal penghuninya tersebut.

Informasi yang didapatkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Api pertama kali terlihat berasal dari belakang rumah milik Jasmin tersebut.

BACA JUGA: Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Kebakaran di Pelabuhan Bintang 99

“Awalnya terlihat dari berlakang rumah, lalu apinya langsung merambat ke depan,” ujar Dona, warga sekitar.

Ia menjelaskan rumah terbakar tersebut memang tengah kosong dan tidak ditempati. Sebab, pemilik rumah tengah merenovasi rumah tersebut.

Sementara Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Samsudin mengatakan daan kejadian ini, pihaknya mengerahkan 7 unit mobil pemadam kebakaran. “Itu rumahnya kosong. Tidak ada isi dan penguninya,” kata Samsudin.

Kapolsek Batuampar, AKP Salahuddin membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

2022, Dinas Pendidikan Kelola Anggaran Rp832 Miliar

0

batampos-Gubernur Kepri Ansar Ahmad bagi-bagi APBD Kepri TA 2022 sebesar Rp3,8 triliun ke 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri mendapat jatah sebesar Rp832 miliar.

“Setelah Dokumen Pelaksaan Anggaran (DPA) 2022 ini diserahkan. Masing-masing OPD bisa segera melaksanakan serta memaksimalkan penyerapan anggaran, agar tidak terjadi penumpukan anggaran di akhir tahun,” ujar Gubernur Ansar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (17/1).

BACA JUGA: DPRD Sorot Pengelolaan Dana BOS, Ansar Rombak Posisi Kepsek SMA/SMK Negeri

Mantan Bupati Bintan tersebut menjelaskan, pengelolaan anggaran harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni UU nomor 17 tahun 2003 tentang Keuabgan Daerah. Lebih lanjut katanya, setelah masing-masing OPD menerima DPA ini, hendaknya segera menunjuk pejabat pembuat komitmen, bendahara pe geluaran, PPTK dan sebagainya.

Gubkepri, Ansar Ahmad

“Satu sisi kita dituntut untuk bekerja cepat, tepat dan berkelanjutan. Namun disisi lain, dalam mengelola anggaran harus lah yang jujur, akuntabel dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Gubernur.

Ditegaskannya, yang harus diingat adalah anggaran ini bukan anggaran pribadi. Tapi dana pemerintah yang harus di kelola untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga rupiah demi rupiah yang digunakan harus dipertanggungjawabkan kepada negara.

“Tidak hanya fokus pada output, dari setiap kegiatan juga harus lebih menperhatikan outcome nya atau manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Ansar kembali mengingatkan agar dalam pemakaian anggaran agar mematuhi peraturan perundang-undangan, prosedur tata kerja yang benar serta dipertanggungjawabkan dengan baik. Ia mengharapkan, setiap OPD pengguna anggaran jangan malu untuk bertanya jika ada hal yang belum diketahui terkait pengelolaan anggaran.

“Tujuannya agar penggunaan anggaran berjalan baik dan benar sesuai aturan yang berlaku,” tutup Mantan Legislator di Senayan tersebut.

Sementara itu, Legislator Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Irwansyah mengingatkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad terkait pelaksaan APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2022. Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, selain mempercepat proses lelang kegiatan strategis, tentunya kegiatan padat karya juga harus disegerakan untuk dilaksanakan.

Terkait pelaksaan kegiatan strategis daerah ini, juga sudah diinstruksi oleh Pemerintah Pusat. Karena dengan terlaksananya kegiatan fisik, tentu bisa membuka lapangan pekerjaan meskipun sifatnya terbatas.

“Tentu sangat kita sayangkan, karena sampai saat ini belum ada proyek fisik yang diajukan lelang. Padahal kegiatan-kegiatan tersebut bisa membantu pergerakan ekonomi daerah ditengah pandemi sekarang ini,” ujar Irwansyah, kemarin. (*)

Reporter: Jailani

Daftar OPD Penerima APBD TA 2022

Dinas Pendidikan Rp832.072.910.968
Dinas Kesehatan Rp85.273.270.510
Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Rp 194.366.223.754
Rumah Sakit Umum Daerah Engku Haji Daud Rp 80.359.457.576
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Rp 463.282.625.457
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rp 205.173.956.015
Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Rp 23.154.437.053
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rp 16.550.984.639
Dinas Sosial Rp 20.900.507.257
Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Rp 32.418.354.736
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Rp 20.111.593.597
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Rp 29.842.801.166
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 32.342.412.554
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Rp 32.648.556.622
Dinas Perhubungan Rp 89.077.807.019
Dinas Komunikasi dan Informatika Rp 45.163.517.487
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Rp 20.736.968.832
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Rp 16.319.535.483
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Rp 38.486.462.467
Dinas Kebudayaan Rp 16.815.628.498
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rp 19.658.424.324
Dinas Kelautan dan Perikanan Rp 54.857.220.082
Dinas Pariwisata Rp 25.145.378.139
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Rp 25.249.326.352
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rp 22.094.296.957
Sekretariat DPRD Rp 159.334.220.370
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Rp 36.983.863.994
Badan Keuangan dan Aset Daerah Rp 685.329.743.395
Badan Pendapatan Daerah Rp 112.882.740.881
Badan Kepegawaian Daerah dan Korpri Rp 20.933.856.727
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Rp 6.353.402.067
Badan Pengelola Perbatasan Daerah Rp 4.461.502.361
Badan Penghubung Daerah Rp 3.269.838.420
Inspektorat Daerah Rp 35.395.223.928
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Rp 35.294.626.300
Sekretariat Daerah 327.981.404.522
(Biro Kesejahteraan Rakyat Rp 110.037.656.122)
(Biro Pengadaan Barang/Jasa Rp 3.387.614.200 )
(Biro Hukum Rp3.256.172.200 )
(Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Rp 3.445.040.945)
(Biro Perekonomian dan Pembangunan Rp 6.410.818.690 )
(Biro Organisasi Rp 2.832.732.980 )
(Biro Administrasi Pimpinan Rp 10.296.426.674 )
(Biro Umum Rp 188.314.942.711 )

Aliran Uang Hasil Dugaan Korupsi Chaidir juga untuk ‘Senangkan’ Oknum Pejabat

0
WhatsApp Image 2022 01 03 at 16.31.42 e1641825146105
Mantan Kepala SMA Negeri 1 Batam Muhammad Chaidir (pakai rompi) digiring Jaksa usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batam, Senin (3/1). F.Yashinta

batampos- Sidang dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana BOS dan Komite di SMA N 1 Batam bergulir di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Pengadilan mengagendakan sidang pertama Muhammad Chaidir, mantan Kepala SMA N 1 Batam pada Selasa (25/1) depan.

BACA JUGA: Dikawal Polisi, Chaidir Dipindah Ke Rutan Tanjungpinang

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi mengatakan majelis hakim yang menanganani perkara tersebut telah ditunjuk. Sehingga penetapan sidang pun telah masuk kebagian informasi Pengadilan. “Jadwal sidang sudag keluar tanggal 25 Februari mendatang. Itu sidang pertama yang biasanya pembacaan dakwaan,” jelas Wahyu.

Untuk surat dakwaan juga telah diterima oleh Muhammad Chaidir. Namun nanti, pada sidang pertama dakwaan tersebut juga akan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Dakwaan ada 34 halaman,” sebut Wahyu.

Disinggung soal aliran dana yang diduga dikorupsi oleh Chaidir, menurut Wahyu akan disampaikan pada saat proses sidang nanti. Begitu juga dengan kelanjutan proses penyidikan.

“Yang jelas proses penyidikan masih berjalan meski sudah memasuki proses persidangan. Untuk aliran dana juga nanti terungkap dipersidangan,” jelasnya.

Sumber Batampos.co.id mengatakan aliran dana Rp 830 juta yang diduga dikorupsi Chaidir digunakan untuk berbagai hal. Diantaranya plesiran, kepentingan pribadi dan service atau menyenangkan hati oknum pejabat.

“Ada satu saksi yang mengatakan untuk service, ini yang nantinya akan dibuktikan di persidangan. Begitu juga jika ada aliran dana ke bagian pengawas, itu tengah disidik juga,” jelasnya.

Mengenai dugaan korupsi yang sama di sekolah lain, sumber mengatakan saat ini Kejaksaan telah mendapati beberapa informasi. Sehingga tak menutup kemungkinan akan mendalami informasi tersebut.

“Untuk informasi adanya dugaan korupsi di beberapa sekolah sudah didapat. Jadi nanti akan dipelajari informasinya untuk tindaklanjut,” jelasnya. Lalu,apakah ada kerterlibatan pejabat pengawas, sebab dugaan korupsi diduga terjadi hampir di semua sekolah. “Bisa jadi ada, ini yang dikembangkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Yashinta

 

 

Merawat Tin agar Mudah Berbuah, Butuh Tanah Lembap, Penggemar Cuaca Hangat

0
Menanam tin, dibutuhkan tanah yang lembab. Namun, jangan terus-menerus terkena hujan atau air karena bisa memunculkan penyakit. f. GUSLAN GUMILANG/JAWA POS

batampos – Tin bukanlah tanaman baru di Indonesia. Tanaman asal Mediterania dan Asia Barat itu sempat populer 5-6 tahun lalu. Namun, popularitasnya masih terjaga. Peminatnya masih tinggi. Harganya pun relatif baik.

Meski bukan tanaman asli iklim tropis, tin tetap bisa beradaptasi di Tanah Air. Di kebun Ridwan di Balas Klumprik, Surabaya Barat, beragam jenis tin tumbuh subur. Buah pun rimbun di tanaman yang berukuran mungil maupun besar. Menurut Ridwan, tin cukup unik. Menyukai lembap, tapi tak tahan terpapar hujan. Manja, tapi juga genjah alias mudah berbuah.

Pemilik lapak online Arafah Garden itu menjelaskan, tin memerlukan media tanam yang lembap. ’’Lembap tapi meneruskan air dengan baik, jadi nggak tergenang. Biasanya pakai campuran sekam, kompos, dan pupuk kotoran hewan,’’ papar Ridwan.

Dolomite juga bisa ditambahkan untuk menetralkan keasaman tanah. Ridwan menjelaskan, campuran itu sebaiknya difermentasi lebih dulu dengan bantuan eco enzyme selama 2-4 minggu.

Berbeda dengan media tanam yang harus lembap, tanaman tin menggemari cuaca hangat dan kering. Musim hujan bisa mendatangkan penyakit bila tidak ada antisipasi yang baik. Ridwan menuturkan, salah satu hal yang paling umum adalah daun bebercak mirip karat. Paparan hujan terlalu lama bisa memicu pertumbuhan jamur karat yang dapat menyebar ke seluruh daun.

’’Kalau sudah terkena, biasanya diberi fungisida sesuai dosis. Cara mencegahnya, tin sebaiknya diberi pelindung,” terang pria yang menekuni bisnis tanaman buah tersebut.
Selain merusak daun, paparan hujan juga bisa membuat buah pecah. Meski belum matang atau mencapai ukuran optimal, tin bakal ’’mekar” karena overwatering. Rasa buah pun tak akan baik karena terlalu banyak menerima air.

Untuk menyiasatinya, Ridwan membuat greenhouse dengan atap plastik bening dan dinding kasa halus. Itu juga berguna untuk menghalau serangga.

’’Sebenarnya, buah atau bunganya tin nggak menarik serangga. Tapi, karena kebunnya campur dengan tanaman lain, jadi rawan kupu-kupu atau kebul (kutu putih),” ujar Ridwan. Dia pun menyarankan agar pemberantasan serangga dilakukan sejak dini dengan cara manual.

Ridwan melanjutkan, di ’’dunia” tin, harga ditentukan oleh berbagai aspek. Tanaman dengan tampilan unik biasanya dibanderol dengan harga relatif tinggi. Misalnya, jolly tiger variegated yang punya ciri khas daun dan buah belang. Variegata juga ditemui di panachee, yang buahnya berwarna semburat hijau-putih dengan bulu tipis. Meski demikian, merawat dua jenis tin belang itu terbilang tidak mudah.

BACA JUGA: Serum dari Ekstrak Tanaman Lebih Baik Untuk Kesehatan Kulit

Lantaran merupakan kelainan produksi klorofil, daun dengan warna dominan pucat pun rentan terkena penyakit dan gosong. Ridwan tidak menyarankan dua jenis itu karena daya tahan yang buruk. Menurut alumnus SMAN 22 Surabaya tersebut, pekebun pemula bisa memilih jenis green jordan, iraqi, dan brown turkey. Ketiganya mudah beradaptasi dan genjah. Tak perlu menunggu tinggi, tanaman mulai berbuah.

Nah, bagi pekebun yang mengincar tanaman produktif, masui dauphine bisa jadi pilihan. Tin hasil pengembangan Jepang itu dikenal memiliki buah yang berderet sepanjang cabang. Dengan catatan, tanaman mendapat nutrisi yang cukup dan tidak diterpa hujan.

Salah satu primadona di kebun Ridwan adalah UCR 143-36, tin hasil pengembangan University of California, Riverside, yang juga dikenal dengan nama emerald strawberry.

’’Bobotnya bisa sampai 100 g per buah,” ucapnya. Selain itu, jenis tin yang kerap diperjualbelikan buahnya adalah Taiwan golden fig atau TGF jumbo yang berwarna merah gelap. (*)

Reporter: JP Group

Oknum Polisi Diduga Terima Suap Bandar Narkoba, Begini Respon Kapolri

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Divisi Humas Polri)

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi kabar Kapolrestabes Medan dan sejumlah pejabat di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, diduga disuap bandar narkoba.

Jenderal Listyo Sigit memastikan bakal menindak tegas anak buahnya jika terbukti melanggar aturan. “Kalau kaitannya dengan pelanggaran anggota, saya tidak pernah berubah, kami komit, semuanya akan kami cek, kami periksa,” kata Kapolri seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (17/1).

Listyo Sigit menyatakan bakal memberikan sanksi tegas apabila dari hasil pemeriksaan memang terbukti anggotanya berbuat menerima suap. “Apabila memang terbukti (menerima suap), pasti kami proses,” tegas Jenderal Listyo.

Sebelumnya, Divisi Propam Polri tengah mengusut kasus dugaan suap dari bandar narkoba itu. Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo berkata akan memberi sanksi tegas kepada anggotanya apabila terbukti menerima suap.

“Kalau benar ada nama-nama yang muncul, pasti kita akan tindak tegas,” kata Irjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Jumat (14/1).

Menurut Ferdy, pihaknya tengah mendalami dugaan suap di Polrestabes Medan tersebut. Salah satu langkah yang dia lakukan, yaitu dengan melibatkan Bidang Propam Polda Sumut.

“Saya sudah perintahkan Karo Paminal Propam Polri untuk cek ke Kabid Propam Polda Sumut,” kata mantan Dirtipidum Bareskrim Polri itu.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra Simanjuntak angkat bicara menanggapi dugaan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menerima suap dari bandar narkoba.

Penerimaan suap itu sebelumnya disampaikan Bripka Ricardo Siahaan, anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan selaku terdakwa perkara pencurian barang bukti narkoba dan menerima suap.

“Saya tidak akan ragu untuk menindak tegas apabila Kapolrestabes Medan terbukti melakukan itu,” kata Irjen Panja Putra di Medan, Sabtu (15/1).

Jenderal bintang dua itu menyebut sudah membentuk tim gabungan untuk mendalami keterangan Ricardo tentang Kombes Riko. Tim itu terdiri dari personel Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Direktorat Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Sumut. (*)

Reporter: JP Group