
batampos-Kabupaten Bintan menjadi jalur tikus penyeludupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Aktivitas ilegal tersebut menyabkan puluhan nyawa melayang. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dihukum seberat-beratnya.
“Berdasarkan hasil analisa dari setiap berita yang dibaca, bahwa dari tersangka ada yang berperan sebagai perekrut TKI yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut. Mereka merekrut calon TKI dari agen-gen dari berbagai daerah . Setelah terkumpul kemudian dikirim ke Batam dan selanjutnya dibawa ke Bintan,” ujar Gubernur, Rabu (6/1).
BACA JUGA: Polisi Buru Rekan Acing, Sindikat Pengirim TKI Ilegal ke Malaysia
Mantan Bupati Bintan tersebut, turut berbela sungkawa atas para korban dan meminta agar para keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dia juga berharap para korban lainnya yang masih hilang bisa segera ditemukan. Karena menyebabkan puluhan nyawa melayang, ia meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.
Menurutnya, kasus ini secara tidak langsung telah melibatkan wilayah Kepulauan Riau. Apalagi, mereka semua berangkat dengan penuh pengharapan, begitu juga keluarga yang ditinggalkan. Namun justru pulang-pulang tinggal nama. Bagi siapapun yang punya hati nurani, kasus ini memilukan sekali. “Maka saya minta agar siapa saja yang terlibat dihukum seberat-beratnya untuk memberikan erek jera,” tegas Gubernur.
Mantan anggota komisi V DPR RI ini juga sangat yakin jika kasus human traficking seperti ini merupakan sindikat dengan jaringan yang luas. Oleh sebab itu, Ansar memohon agar aparat penegak hukum terus mengerjar pelaku-pelaku yang lainnya.
“Terima kasih kepada aparat yang sudah bertindak cepat. Kita berharap pelaku-pelaku yang lainnya segera ditangkap. Dan kedepannya kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.
Terakhir Gubernur berharapa agar para aparat juga lebih intens lagi melakukan patroli, guna mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi. “Terus tingkatkan partoli dalam rangka pencegahan tindakan serupa, agar jangan sampai terjadi lagi,” harap Gubernur.
Sementara itu, Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang tersangka. Salah seorang tersangka yang terbaru yakni Acing, masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari kasus Acing, polisi juga menelusuri harta yang didapat dari tindak pidana penyelundupan manusia.
Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman menyampaikan akan mengantisipasi pengiriman PMI secara ilegal. Ia mengatakan sudah meminta Polisi Perairan menambah intensitas patroli. Namun, ia mengatakan karena keterbatasan armada, patroli tidak bisa dilakukan secara masif.
Selain itu, jika ada menemukan kapal mencurigakan, Kapal milik Polair paling cepat melaju di 36knot. Sedangkan kapal para penyelundup dapat melaju lebih kencang. Karena kapal penyelundup sering menggunakan 4 unit atau bahkan sampai 6 unit mesin 200pk.
Demi mengantisipasi kekurangan itu. Aris mengaku sudah meminta jajaran Polda Kepri, seperti Kapolres dan Kapolsek, melakukan patroli darat di kawasan-kawasan yang rawan digunakan sebagai tempat pemberangkatan PMI ilegal. “Khususnya di Bintan, Karimun dan Tanjunglinang, saya minta cek. Termasuk juga penampungan PMI,” ucapnya. (*)
Reporter: Jailani

batampos– Pemasangan dermaga apung dengan nilai proyek lebih dari Rp 2 miliar di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan menjadi pembincangan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, posisi jembatan penghubung antara pelabuhan dan dermaga apung ketika air laut surut yang terjadi, Senin (3/1) lalu terlihat sangat curam.
