Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8610

Kemendes Siapkan Dukungan untuk Desa Wisata di Sumatera Utara

0

 

batampos – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar merespons dengan antusias rencana pengembangan potensi desa wisata di Sumatera Utara. Kementeriannya kini langsung bergerak memastikan prioritas desa mana saja yang paling memungkinkan dijadikan sebagai pilot project.

“Wisata itu nantinya akan dikelola oleh badan usaha milik desa (BUM Desa). Kami akan dampingi dan dukung. Kami akan bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk support juga. Pemerintah desa nantinya turut menganggarkan biaya dari dana desa melalui musdes (musyawarah desa),” kata pria yang akrab dipanggil Gus Halim ini saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah di kantornya, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

 

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah di Kantor Kemendes PDTT, Kamis (6/1/2022). Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa di Provinsi Sumatera Utara.
Foto: Angga/Kemendes PDTT

Pertemuan yang turut dihadiri Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito dan Staf Khusus Ahmad Iman ini membahas percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa di Provinsi Sumut. Dalam hal ini, Wagub Musa Rajekshah akan mendorong pariwisata. Salah satunya di Kabupaten Langkat yakni destinasi wisata Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Kedua lokasi itu sudah menjadi destinasi wisata mancanegara. Ada tujuh desa di kedua lokasi tersebut yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Diharapkan anggaran dana desa bisa dimanfaatkan untuk desa wisata yang nantinya para UKM bisa muncul untuk mendorong perekonomian di desa,” kata Musa Rajekshah.

Demi mendukung pengembangan desa-desa wisata yang ada di Bukit Lawang dan Tangkahan yang berada di Kabupaten Langkat itu Gus Halim akan mengirim tim. Rombongan awal ini akan memastikan prioritas yang paling memungkinkan dilakukan percepatan sebagai pilot project, termasuk pemanfaatan dana desanya.

Meski demikian, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ini menginformasikan bahwa wisata Bukit Lawang masuk lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi orangutan. Berbeda dengan itu, di Tangkahan terdapat gajah.

“(Kondisinya) hutan dan sungai. Kalau Bukit Lawang (hewan) endemiknya orangutan, sedangkan di Tangkahan ada gajah sumatera. Potensi sudah ada. Karena itu, kami mau agar bisa didorong salah satunya untuk membangun home stay. Selain itu, perlu pengembangan dan pembangunan lain yang tidak memanfaatkan hutan. tapi memanfaatkan lahan masyarakat atau desa itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut Gus Halim menuturkan bahwa potensi yang ada di desa sangat banyak untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Karena itu, Kemendes PDTT tengah menyiapkan aplikasi Desa Wisata Nusantara. “Di antara isinya adalah desa wisata yang dikelola BUM Desa atau BUM Desa yang kerja sama dengan pihak ketiga. Isi lainnya berkaitan dengan potensi yang ada di desa,” tuturnya.

Terkait BUM Desa, Kemendes PDTT kini tengah mengintensifkan menyelesaikan semacam buku pedoman untuk BUM Desa dalam hal pengelolaan usahanya. “Misalnya, bagaimana kalau BUM Desa mengolah terminal, mengolah rest area, mengelola hasil hutan kayu bulatan kecil, dan lainnya. BUM Desa itu tidak boleh merugikan UKM. BUM Desa juga di samping sebagai lembaga produksi, tapi juga sebagai lembaga konsolidasi. Misal di desanya sudah banyak UKM, nanti BUM Desa itu harus bisa memfasilitasi UKM-UKM itu, salah contohnya untuk diekspor atau lainnya,” ucap mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini. (*)

Canon Salurkan Donasi Selembar Kebaikan

0
Penyerahan secara simbolis donasi program lelang foto Selembar Kebaikan di showroom Datascrip, Kemayoran, Selasa (4/1). f. Canon

batampos – Pandemi Covid-19 belum juga usai, namun semangat untuk terus saling berbagi kepada sesama harus terus digaungkan. Mengawali tahun 2022, Canon melalui pt. Datascrip sebagai authorized distributor-nya di Indonesia kembali menyalurkan donasi kepada anak-anak yang hidup dengan HIV melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ”Selembar Kebaikan”. Donasi dari hasil lelang foto program Selembar Kebaikan yang berlangsung 17 November -17 Desember 2021 ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp 35.200.000 yang kemudian didonasikan melalui Lentera Anak Pelangi.

”Program Selembar Kebaikan ini merupakan kali kedua diadakan. Kali ini, hasil donasi ditujukan untuk membantu anak-anak yang hidup dengan HIV lewat Lentera Pelangi Anak. Kami harap para pejuang cilik semakin semangat menjalani hidup untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka,” ujar Syailendra Kamdani, Head of Marketing Division Canon Business Unit pt. Datascrip

Pada program ”Selembar Kebaikan” kali ini, Canon mengumpulkan donasi dari lelang foto karya dari 12 fotografer profesional, yaitu Aditya Rachman, Agus Supriyanto, Agustinus Tri Mulyadi, Arif Wicaksono, David Somali, Galuh Azhar, Gunarto Song, Kevin Yung, Liem Chie An, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro, Nie Sukma, dan Sambodo.

Hasil karya dari 12 fotografer tersebut, sebelumnya sudah dilelang secara virtual melalui microsite https://selembarkebaikan.datascrip.com/ dan dipamerkan juga melalui Offline Exhibition di gerai Toko Kamera Focus Nusantara, Jalan Tanah Abang II No. 77 Jakarta, pada tanggal 1 November – 17 Desember 2021 lalu dengan dukungan Adorama Photo selaku photo frame partner. Peserta lelang yang memberikan harga tertinggi berhak mendapatkan karya foto pilihannya yang dicetak secara eksklusif dengan ukuran A1 menggunakan Canon Large Format Printer PRO-521 berikut dengan piguranya.

BACA JUGA: Film Seri Dokumenter dari Canon, Abadikan Kisah Perjuangan Para Pekerja

“Donasi ini akan digunakan untuk membantu anak-anak yang hidup dengan HIV untuk tetap terus mendapatkan pendampingan, serta kehidupan yang layak seperti anak-anak lain dalam pemenuhan hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan hingga aktivitas bermain. Terima kasih kepada para donatur peserta lelang foto, fotografer, Canon dan Datascrip yang turut peduli dengan adik-adik kita melalui program donasi program Selembar Kebaikan ini,” ujar Natasya Sitorus, Manajer Advokasi Lentera Anak Pelangi

Lentera Anak Pelangi (LAP) adalah sebuah program pendampingan anak-anak yang hidup dengan HIV di Jakarta. Selain mendampingi, LAP juga memperjuangkan pemenuhan hak anak-anak dengan HIV di Indonesia. Program ini juga merupakan bagian dari pelayanan masyarakat Pusat Penelitian HIV (PPH) Unika Atma Jaya, Jakarta. (*)

Reporter: JP Group

Klaster Nataru, 7 Ekspatriat Positif Covid-19 di Karimun

0
Kadinkes Karimun, Rachmadi

batampos- Lebih dari dua pekan Kabupaten Karimun nihil kasus positif Covid-19. Pascaliburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, langsung muncul kasus positif Covid-19 baru. Jumlahnya ada 7 kasus yang semuanya berasal dari ekspatriat. ”Benar, saat ini ada 7 kasus baru positif Covid-19 yang masuk ke Karimun. Semuanya ekspatriat yang bekerja pada salah satu perusahaan di Pulau Karimun. Ketujuh kasus baru tersebut bisa disebut sebagai klaster Nataru. Karena, semuanya baru datang dari luar Provinsi Kepri,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi, Kamis (6/1).

BACA JUGA: Ikut Berperan Dalam Penanganan Covid-19, Kapolres Karimun Dapat Penghargaan

Untuk jenis virus Corona yang ada pada 7 orang ekspatriat, katanya, belum diketahui apa jenisnya. Karena, berdasarkan tes Covid-19 dengan alat yang ada, dinyatakan positif. Sehingga, sampel swab juga sudah diambil oleh salah satu klinik yang ditunjuk oleh perusahaan. Dan kemudian tadi siang (Kamis, red) langsung dikirim ke BTKLPP Batam untuk dilakukan pemeriksaan.

”Di Kabupaten Karimun memang ada mesin PCR. Tapi, sifatnya hanya umum saja, tidak bisa mengetahui jenis virusnya. Sehingga, sebagai bentuk antisipasi untuk mengetahui jenis virus Corona yang diderita oleh 7 orang ekspatriat tersebut, maka dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun menyarankan sampel swab diperiksa ke BTKLPP Batam. Karena, di sana sudah ada alat atau reagen untuk mendeteksi. Khususnya, apakah Covid-19 biasa atau jenis Omicron. Dan, saya juga sudah menghubungi petugas di BTKLPP Batam untuk dapat dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Saat ini, tambah Rachmadi, tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun juga sudah turun ke perusahaan untuk melakukan tracing dan testing. Semoga, tidak ada tambahan kasus positif lagi. Selain itu, pihaknya menghimbau agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, status pandemi Covid-19 sudah diperpanjang. Yang artinya, situasi dan kondisi di seluruh wilayah NKRI masih dalam keadaan pandemi. Untuk itu, agar masyarakat tidak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. (*)

Reporter: Sandi

Samsul Bahrum Sebut BP Bintan Keluarkan Kuota 300 Juta Batang Rokok

0

batampos- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghadirkan empat saksi dalam sidang korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) wilayah Kabupaten Bintan 2016-2018.

BACA JUGA: Muhammad Yatir Dapat Rp 2, 121 Miliar, Sidang Kasus Korupsi Apri

Dalam sidang, saksi Samsul Bahrum sebagai Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Kepri sebagai Sekretaris Dewan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan, menjelaskan apa saja yang menjadi tugas dan tupoksinya sebagai sekretaris. Menurutnya, Dewan Kawasan hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap Badan Pengusahaan (BP) yang ada di Kepri. “Ketuanya itu Gubernur dan wakilnya itu Bupati Bintan. KPBPB Bintan sudah ada sejak 2009. Secara Undang Undang, berlaku selama 70 tahun,” kata Samsul di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (6/1).

Samsul mengaku tidak pernah mengetahui terkait berapa jumlah kuota yang dikeluarkan oleh BP Kawasan Bintan setiap tahunnya. Sebab Dewan Kawasan tidak pernah terlibat dalam mengatur jumlah kuota rokok di Bintan sejak Tahun 2015 lalu. “Secara lisan pernah mendengar mengeluarkan kuota berlebihan. Termasuk mendengar BP Bintan mengeluarkan 300 juta batang rokok, dan kelebihan 64 kali lipat, yang ditandatangani terdakwa Apri Sujadi,” katanya. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR

Belajar Tatap Muka Sudah Bisa 100 Persen, Tapi Waktu masih Dibatasi

0
Sekolah 4 F Cecep Mulyana
Sekolah tatap muka akan dilaksanakan 100 persen tetapi waktu di sekolah dibatasi hanya 4 jam sehari

batampos– Pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, terkait pelaksanaan sistem belajar tatap muka dengan kapasitas 100 persen. Di Batam PTM 100 persen ini mulai, Senin (10/1) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan keputusan ini berdasarkan SKB 4 menteri terbaru, yang menyatakan bahwa daerah dengan PPKM level 1 dan 2 diperbolehkan menggelar belajar tatap muka 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Saat ini Batam masuk level 2 dan diperbolehkan. Untuk itu, kami sudah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan, agar nanti PTM bisa berjalan dengan lancar,” kata dia, Kamis (6/1).
Hendri menjelaskan PTM 100 persen ini digelar dengan ketentuan sebagai berikut, pertama siswa menghabiskan waktu belajar di sekolah enam jam pelajaran. Untuk satu jam pelajaran itu 40 menit. Jadi siswa akan berada di sekolah selama 240 menit.
“Jadi sekitar 4 jam lah mereka berada di sekolah. Kalau saat ini mereka masuk pukul  07.00 WIB dan pulang pukul 10.00 WIB. Nanti akan diperpanjang waktu belajar di sekolah. Sekarang belajar kan masih dibagi per sif karena pembatasan kapasitas,” jelasnya.
Ia menyebutkan sudah melakukan rapat bersama pengawas sekolah terkait persiapan PTM 100 persen ini. Sekolah untuk saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat. Ke depan pengawas perlu turun dan meninjau Protkes yang sudah ada tersebut.
“Nanti akan ada yang turun untuk memastikan ini. Saya minta sekolah benar-benar tidak abai soal protkes ini. Batam masih level 2 dan diharapkan kondisi ini tidak membuat kekhawatiran terkait pembukaan sekolah 100 persen ini,” bebernya.
Hendri menambahkan, peran orangtua dan guru sangat dibutuhkan untuk saat ini. Ia meminta siswa tetap menggunakan masker, membawa bekal dari rumah, menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.
“Guru harus mengawasi betul soal ini. Jangan abai dan lalai soal protkes. Karena semua sudah ingin kembali ke sekolah, dan pembelajaran bisa seperti dulu lagi,” ujarnya.
Nurhalimah, orangtua siswa mengatakan sangat mendukung PTM 100 persen. Saat ini anaknya masih belajar dua sif, karena keterbatasan kapasitas. “Alhamdulillah kalau 100 persen. Semoga belajar siswa bisa kembali maksimal dan normal seperti dulu,” harapnya. (*)
Reporter: Yulitavia

Jadwal Terbaru Keberangkatan Kapal Kelud Dari Batam

0
Penumpang Kapal 2 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Penumpang KM Kelud tujan Batam-Belawan berjalan masuk ke kapal di Pelabuhan Batuampar beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – PT Pelni Cabang mengeluarkan jadwal keberangkatan KM Kelud terbaru hingga tanggal 2 Februari 2022 mendatang.

Dilansir dari media sosial instagram PT Pelni Cabang Batam diketahui keberangkan KM Kelud dilakukan setiap hari Minggu dan Rabu.

KM Kelud melayani perjalan dengan rute Pelabuhan Belawan, Kijang, Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Priok.

Berikut jadwal keberangkatan KM Kelud dari Kota Batam ke beberapa pelabuhan:

1. Minggu (9/1/2022) tujuan Tanjung Balai Karimun-Belawan

2. Rabu (12/1/2022) tujuan Tanjung Priok

3. Minggu (16/1/2022) tujuan Belawan

4. Rabu (19/1/2022) tujuan Kijang-Tanjung Priok

5. Minggu (23/1/2022) tujuan Tanjung Bali Karimun-Belawan

6. Rabu (26/1/2022) tujuan Tanjung Priok

7. Minggu (30/1/2022) tujuan Belawan

8. Rabu (2/2/2022) tujuan Kijang-Tanjung Priok

Reporter: Messa Haris

Disperdagin Pastikan Kenaikan Gas Non Subsidi Tak Berdampak ke Gas 3 Kg

0
Kadisperdagin kota Tanjungpinang, Atmadinata. F. Peri Irawan

batampos– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang pastikan tidak ada pengaruh kenaikan harga gas non subsidi kemasan 5 dan 12 Kilogram (Kg) terhadap gas subsidi kemasan 3 Kg di Tanjungpinang.

Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang, Atmadinata menjelaskan kenaikan harga gas elpiji non subsidi kemasan 5 dan 12 Kg merupakan aturan dari pemerintah pusat, pihaknya tidak bisa menjalankan aturan di luar yang sudah ditetapkan itu.

BACA JUGA: Aktivitas Bongkar Muat Tabung Gas Elpiji Dipindahkan dari Pelabuhan Sei Gentong ke Kota Sagara Tanjunguban

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena peruntukannya bukan untuk masyarakat menengah ke bawah,”kata Atmadinata, Kamis (6/1).

Yang terpenting, lanjut Atmadinata menjelaskan untuk harga gas elpiji kemasan 3 Kg tidak mengalami kenaikan saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) masih Rp 18 ribu per tabung. Bahkan perintah sudah menjamin tidak akan ada kenaikan harga untuk gas subsidi tersebut.

“Yang naik saat ini hanya gas non subsidi saja, itu aturan pemerintah kita hanya menjalankan,” sebutnya.

Kemudian, masyarakat kalangan menengah ke atas yang biasa menggunakan gas non subsidi juga tidak bisa beralih ke gas subsidi, karena saat ini di Tanjungpinang sudah menggunakan kartu kendali gas 3 Kg, sehingga masyarakat penerima program itu sudah terdaftar di log book.

“Tidak bisa, orang di luar peruntukannya tidak bisa menerima, pangkalan tidak akan memberikan,” tuturnya.

Seharusnya, kata Kadis masyarakat kalangan menengah ke atas juga malu jika menggunakan gas subsidi yang sudah jelas sasarannya yaitu masyarakat kurang mampu.

“Selama ini sejak kartu kendali diimplementasikan di Tanjungpinang tidak ada lagi terdengar persoalan kelangkaan gas 3 Kg, semoga ke depannya semakin bagus,” harapnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

Raja Ariza, Mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang Dorong Pengembangan Sorgum di Kepri

0

batampos-  Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza mendorong pengembangan tanamam sorgum di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menurut mantan pejabat teras Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini menaman beras jenis baru ini sangat mudah dilakukan.

BACA JUGA: Raja Ariza Tanam Padi di Perbatasan Tanjungpinang-Bintan, Tujuannya…

“Sorgum bisa menjadi alternatif pangan keluarga dalam menghadapi adaptasi hidup baru di masa pandemi covid-19,” kata Raja Ariza saat panen perdana sorgum lebih kurang 8 ton di daerah Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (5/12).

Mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza saat panen perdana sorgum di daerah Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (5/12). F.Slamet Nofasusanto

Raja Ariza yang juga tokoh masyarakat Kepri ini menuturkan, dirinya tidak sendiri namun ada tim yang membantu dalam menanam sorgum di Kepri. “Jadi saya dan tim mendapat pengalaman langsung di lapangan,” kata Raja Ariza.

Tidak hanya itu, Raja Ariza mengatakan, dirinya bersama tim juga memberikan contoh kepada masyarakat di lingkungannya. “Kita beri contoh ke lingkungan hingga bisa menanam sendiri untuk memenuhi konsumsi makanan pokok keluarga,” kata Raja Ariza.

Raja Ariza juga mengenang pengalaman pribadi di tahun 1956. Kala itu Kepri sulit mendapatkan beras. “Saya ingat waktu itu untuk mendapatkan beras harus antri dan dibatasi jumlah pembeliannya,” kata Raja Ariza.

Karena itu, saat ini Raja Ariza mengajak masyarakat di Provinsi Kepri untuk bersama-sama menanam sorgum. “Beras jenis baru ini sangat mudah ditanam,” kata Raja Ariza. (*)

Reporter: Slamet

Terima SK Kemenkumham, Partai Perkasa Targetkan Ikut Pemilu 2024

0
Ilustrasi pemilu 2024 (Dok.JawaPos.com)

batampos – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyerahkan surat keputusan (SK) Partai Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa) sebagai partai politik yang berbadan hukum. Surat tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham, Kamis (6/1).

“Hari ini kami dari Partai Perkasa, hadir ke Kemenkumham untuk mengambil SK penetapan badan hukum Partai perkasa sebagai partai politik,” kata Ketua Umum Partai Perkasa Eko S. Santjojo di kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan.

Partai ini dulunya bernama Partai Pelopor, kata Eko, melalui keputusan Kongres Partai Pelopor yang dilaksanakan di Jakarta pada 9 Oktober 2021 lalu, resmi berganti nama menjadi Partai Perkasa. Dia pun menampik partai ini ada kaitannya dengan Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa.

“Awalnya dulu Partai Pelopor, kami udah dua kali ikut Pemilu, kemudian sekarang kita aktifkan kembali tapi dengan berganti menjadi Partai Perkasa. Apa itu Perkasa? Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa),” tegas Eko.

Eko berharap partai besutannya bisa lolos menjadi peserta Pemilu 2024. Bahkan, dia menargetkan bisa mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

“Alhamdulillah sudah mendapat SK pengesahan dari Kemenkumham. Selanjutnya kami akan persiapan untuk masuk ke P4, peserta pemilu untuk ke KPU,” harap Eko.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Tinggi Partai Perkasa, Bonny Z Minang mengutarakan, kehadiran Partai Perkasa akan menjadi salah satu instrumen politik yang fokus pada kepentingan desa. Dia tak memungkiri, keberadaan desa seringkali terpinggirkan, bahkan hanya menjadi objek eksploitasi bagi kepentingan politik tertentu saja.

Karena itu, dia mengutarakan kehadiran Partai Perkasa bisa menjadi alat politik bagi putra putri desa. “Kami bikin partai bukan untuk kami. Membuka ya, sarana untuk putra putri terbaik desa. Dapat duduk di dewan perwakilan rakyat melalui mekanisme Pemilu tentunya harus punya partai kan. Nah partai ini kita memfasilitasi saudara-saudara kita di Desa,” cetus Bonny menandaskan. (*)

Reporter: JP Group

Pelabuhan Sei Gentong Jadi Tempat Pengiriman TKI Ilegal, Pemerintah Diminta Tutup Pelabuhan Tikus Lainnya di Tanjunguban

0

batampos– Insiden tenggelamnya boat yang mengangkut TKI ilegal di perairan Malaysia, pertengahan Desember tahun lalu mengungkap fakta bahwa Pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban selama ini menjadi tempat pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia.

Tidak lama setelah terungkapnya kasus ini, polisi menyegel pelabuhan yang berada di sekitar daerah Pasar Baru, Tanjunguban ini. Peristiwa ini menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk dari salah seorang tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jamhur Ismail.

BACA JUGA: Polisi Segel Pelabuhan Sei Gentong Tanjunguban

“(Peristiwa) Ini sebenarnya harus dijadikan langkah untuk menutup pelabuhan tikus lainnya di sekitar pelabuhan Sei Gentong karena ini sudah menjadi bukti bahwa keberadaan pelabuhan tikus lebih banyak mudarat,” menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri era Gubernur Kepri, Nurdin dan Isdianto.

Tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Kepri dan Polres Bintan turun ke Pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban, Rabu (29/12). F.Slamet Nofasusanto

Menurut Jamhur, aktivitas melanggar hukum bisa saja terjadi di pelabuhan tikus seperti penyelundupan TKI, narkoba atau bahkan senjata karena tidak ada pengawasan.

“Tidak ada aparat dan petugas yang mengawasi, jadi (mereka) bebas melakukan aktivitas ilegal di malam hari,” kata Jamhur. Jika sesuai aturan, menurut Jamhur, pelabuhan yang tidak memiliki izin dari pemerintah mestinya ditutup.

Selain di sekitar pelabuhan Sei Gentong, Jamhur mengatakan, ada juga pelantar beralih fungsi menjadi tempat bongkar muat barang di daerah Pasar Lama, Tanjunguban.

“Masa bongkar muat di bawah rumah, ini tidak boleh karena itu rumah bukan pelabuhan bongkar muat. Jelas ilegal walaupun barangnya legal, tapi karena kegiatannya menjadi ilegal,” kata Jamhur.

Jamhur mengatakan, kalau dulu alasan pelaku usaha memasukkan barang lewat pelabuhan tikus karena tidak ada pelabuhan resmi. Tapi sekarang sudah ada pelabuhan resmi yang dibangun pemerintah di Tanjunguban yakni Pelabuhan Kota Sagara, Tanjunguban.

“Dulu alasannya pemerintah tidak menyiapkan pelabuhan, sekarang sudah ada pelabuhan ya pindahkan semua kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” kata Jamhur.

Jamhur berharap, peristiwa terungkapnya Pelabuhan Sei Gentong sebagai lokasi pengiriman TKI ilegal ke Malaysia menjadi pelajaran semua pihak.

Jamhur juga berharap, pemerintah daerah bersama pihak Syahbandar dengan dibantu aparat bisa menertibkan aktivitas ilegal di pelabuhan tikus. “Harus berani, kalau tidak ada izin, jelas pelabuhan tikus, ya harus ditutup,” tegas Jamhur. (*)

Reporter: Slamet

Play sound