
batampos– Dinas Pendidikan Karimun sudah memberlakukan proses belajar mengajar tatap muka di sekolahan sudah mulai sejak Senin (3/1) lalu untuk semester genap. Plt Kepala Dinas Pendidikan Karimun Fajar Harison menjelaskan, untuk tingkatan pendidikan sendiri masing-masing berbeda.
” Alhamdulillah, selama empat hari proses belajar mengajar berjalan lancar tidak ada kendala. Dan, tetap wajib mengikuti protokol kesehatan baik itu anak didik maupun tenaga mengajar atau guru,” terangnya, Kamis (6/1).
BACA JUGA: Disdik Bintan Berencana Tambah Kuota Siswa dalam Pembelajaran Tatap Muka
Sedangkan, jam masuk sekolah sudah seperti biasa mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Sementara itu, untuk tingkatan pendidikan sendiri mulai Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) secara bertahap durasi pembelajarannya. Kemudian, untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat akan diberlakukan secara penuh.
” Insyallah, pekan depan untuk tingkat SMP/sederajat akan full time atau proses belajar mengajar kembali normal,” ungkapnya.
Terpisah, kepala sekolah SMP swasta Muhammadiyah Yuli Elviza mengungkapkan, hingga sekarang proses belajar mengajar sudah mulai kembali normal. Dan, Senin (10/1) nanti sudah dipastikan proses belajar mengajar tatap muka sudah 100 persen. Artinya, proses belajar mengajar sudah kembali normal dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
” Tetap, kita utamakan protokol kesehatan, seluruh guru dan TU termasuk anak didik kita. Untuk proses belajar mengajar sendiri satu hari enam jam dengan durasi 1 jam 40 menit dalam satu materi pelajaran,” tuturnya.
Sedangkan, untuk masuk sekolah mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.30 WIB. Dengan demikian, pihak sudah mempersiapan semuanya untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara normal dan telah disetujui oleh orangtua murid. Selain itu, para pelajar SMP swasta Muhammadiyah hingga sekarang sudah 90 persen melakukan vaksinasi.
” Nah, ketika proses belajar mengajar sudah kembali normal. Otomatis, kita akan melaksanakan kegiatan ektrakulikuler seperti tapak suci, pramuka, tahfiq quran, arabic and english school, komputer serta tentang pertanian,” kata wanita jibab. (*)
Reporter : TRI HARYONO



