Pengusaha handal dan politisi tangguh sekaligus akademisi ini, terus berkarya dan berbuat sesuatu. Mewujudkan ide dan mimpinya menjadi nyata, untuk kemajuan Batam. Ia membangun masjid, kampus dan kini merencanakan membangun Batam Science Centre. Ya, inilah sosok DR H Asman Abnur, SE, Msi penerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI.
Cita-citanya, semula jadi bankir. Namun, sang ayah memintanya meneruskan usaha keluarga. Jadi pedagang emas. Kini, puluhan took emas, money changer, restoran, apotik, bank, pom bensin, menjadi sebuah holding company dengan bendera Vitka Holding.
Kerja keras, disiplin, kekuatan tim, terbuka terhadap kritik dan saran, turun langsung ke lapangan, adalah ciri khas Asman Abnur. Proses tidak mengkhianati hasil. Apa lagi yang akan dilakukan Asman Abnur?
Pagi-pagi, setelah salat Subuh, Asman biasa berolahraga. Jalan kaki menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Baik saat di Jakarta di Gelora Bung Karno atau Pantai Indah Kapuk. Kalau di Batam, keliling kampus Vitka Educity, Tiban. ‘’Sehari, saya targetkan jalan kaki 5 sampai 8 kilometer. Kadang sendiri, kadang bersama dosen,’’ cerita Asman Abnur, kepada Batampos.
Setelah itu, ia melihat perkembangan pembangunan kampus, melihat tukang bekerja. Sesekali, masih berpakaian olahraga, Asman mengajak para dosen rapat. ‘’Saya selalu memberikan informasi terbaru kepada para dosen. Saat ini, sedang trend pendidikan tidak lagi dalam kelas, tapi di lokasi dimana mahasiswa bekerja. Kita fokus kerjasama dengan industri dan institusi,’’ papar Asman Abnur.


Dari siang sampai sore, Asman berkeliling ke berbagai unit usahanya. Mulai dari restoran Sederhana, Café Excelso, apotik atau mampir ke Vitka Garden, pusat pembibitan tanaman hias. ‘’Malamnya, saya keluar lagi, nongkrong di kafe-kafe saya, kadang di Excelso atau Momo Café. Pindah-pindah,’’ katanya. Inilah aktivitas Asman, selama akhir pekan di Batam.
Tiap minggu, Asman bolak-balik Batam-Jakarta. Sudah 20 tahun Asman menjadi politisi di ibukota. Empat periode jadi anggota DPR dan pernah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Sebagai anggota DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, di Jakarta Asman menghabiskan waktu untuk urusan politik. Rapat kerja dengan menteri dan dirjen di bidang energi dan sumberdaya mineral serta diskusi di partai dan membahas berbagai persoalan masyarakat.
Bagaimana Asman memenej waktu antara bisnis dan politik? ‘’Sebenarnya sejalan, tapi wilayahnya beda. Politik harus ditekuni. Apalagi bisnis. Kalau kita bekerja pasti ada untungnya. Tapi, di politik hasilnya kebijakan dan kewenangan. Kalau di politik saja, banyak waktu kita gunakan tidak kongkrit, tapi di bisnis lebih teknis,’’ ujar Asman.
Apa yang diperjuangkan Asman Abnur untuk Kepulauan Riau? ‘’Kepri harus menjadi model. Tingkat pendidikan harus lebih cepat. Tingkat kesehatan masyarakat harus lebih baik. Secara nasional, indeks kesehatan Kepri, pelaksanaan vaksinasi, jauh lebih baik dari daerah lain. Saya ajak mitra kerja seperti Medco, Primer Oil dan SKK Migas ke Kepri agar membagikan CSR kepada masyarakat.
Inilah karya Asman di Batam. Setelah membangun Masjid Jabal Arafah, ia mendirikan dua perguruan tinggi yakni Batam Tourist Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA). Kampus seluas 26 hektar di kawasan Tiban, Sekupang itu, kini menjelma menjadi kawasan hijau dan teduh.
Lahan berbukit-bukit itu, ditanami jutaan pohon. Di sisi gerbang kampus, ada deretan café, menyatu dengan Excelso, pom besin, lapangan futsal, asrama mahasiswa dan jogging track sepanjang 1,6 kilometer.
Kawasan ini dinamakan Asman Vitka Educity. Ia memprioritaskan pendidikan vokasi, yakni jenjang pendidikan tinggi untuk mempersiapkan tenaga ahli yang terampil, siap kerja dan berdaya saing global. Setelah dua perguruan tinggi, Asman berencana membangun SD, SMP dan SMA internasional.


Cukup? Belum. Sebuah bukit yang gersang, berbatu-batu dan terjal, kini hijau ditanami rumput dan pohon. ‘’Bukit ini bisa jadi contoh, membangun tidak harus merusak kontur tanah. Nilai tambahnya ekonominya tidak berkurang. Saya tak mau meratakan bukit dan membuang tanahnya,’’ kata Asman Abnur. Ini sudah dibuktikan Asman saat membangun masjid Jabal Arafah dengan kontur tanah berbukit-bukit.
Bukit tersebut, direncanakan menjadi destinasi wisata edukasi. ‘’Saya mau membangun Batam Science Centre. Ada restoran dan tempat bersantai. Orang bisa belajar sambil rekreasi,’’ kata Asman, bersemangat. Science Centre adalah wahana rekreasi untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak pada sains dan ilmu pengetahuan.
Science Centre tempat ideal untuk menyaksikan keajaiban teknologi dan ragam atraksi yang penuh daya tarik. Mulai dari perjalanan ke zaman Dinosaurus, hingga pesona menjelajah luar angkasa, the mind’s eye exhibition, apa yang Anda lihat, belum sepenuhnya benar, yang sering digunakan dalam trik sulap.
Singapore Science Centre dibuka tahun 1977 yang bertujuan mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Bahkan, ada mesin untuk melihat proses telur ayam menetas! Science Centre Singapore, bersama dengan Omni-Theatre dan Snow City, dikunjungi 1 juta orang setiap tahun. Science Centre pertama di Indonesia dibangun di Sentul tahun 2013
Di areal kaki bukit, dibangun pusat kuliner berbasis taman. Asman meresmikan restoran masakan khas Bukittinggi, Nasi Kapau Pak Nin. Siapa Pak Nin? Oala, ternyata ini panggilan kesayangan Asman dari keponakan-keponakannya. Asman juga merencanakan Indomaret Drive Thru di kawasan Vitka Educity, Tiban.
Pusat kuliner dengan konsep garden ini, bakal segera terwujud. Asman juga memiliki pusat pembibitan tanaman Vitka Gardenia. Pohon trembesi ditanam dan mulai tumbuh. ‘’Pandemi Covid-19 merubah budaya orang yang biasa suka ke mall, ruang ber AC, sekarang lebih suka di area terbuka atau outdoor. Peluang ini yang kita tangkap,’’ tuturnya.
Total karyawan Asman Abnur di semua unit usahanya seperti toko emas, apotik, restoran, pom bensin, café, bank, yayasan, kampus hampir 1.000 orang. ‘’Saya bersyukur, selama pandemi Covid-19 tidak mem-PHK karyawan. Usaha saya bertahan karena basisnya pasar, bukan fasilitas. Saat tutup, kita diam. Saat buka, kita bergerak lagi,’’paparnya.
Tidak banyak yang tahu, Asman Abnur seorang pecinta tanaman hias dan pepohonan. ‘’Mencium bau pohon dan kesegaran alami, burung-burung pun berdatangan. Ini membuat pikiran kita jadi fresh,’’ katanya.
Ratusan foto tanaman hias, bunga, pepohonan, cara pembibitan, media tanam, perawatan tanaman, teknologi yang digunakan, tersimpan dalam telepon selulernya. ‘’Inilah passion saya,’’ kata Asman Abnur soal kesenangannya terhadap tanaman dan lingkungan yang asri. Ia juga sedang menamam aneka pohon di Pulau Kinon, yang disiapkan untuk agrowisata.
Dengan aktivitas yang padat seperti itu, kapan Asman beristirahat? ‘’Kalau sudah capek ya, tidur. Hobi saya kerja. Kalau tidak kerja, badan saya terasa sakit dan pegal-pegal,’’ katanya, tertawa.
Saat ini, Asman Abnur sedang membangun budaya perusahaan (corporate culture) di semua unit usahanya, dengan menggunakan jasa konsultan.
Budaya perusahaan adalah keyakinan, nilai, kepercayaan, semangat untuk maju dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan dan diikuti oleh semua karyawan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas
Siapkan Generasi Kedua
Batam melahirkan banyak pengusaha tangguh. Kini, anak-anak mereka, tampil sebagai pengusaha generasi kedua, penerus bisnis keluarga yang dirintis orang tuanya. Sejak lama, Asman Abnur sudah mempersiapkan dan mengkader putra-putrinya, sebagai generasi penerus bisnis yang dirintisnya.
Putrinya Astika Mutiarazma, lulusan University of Toronto, Kanada, jurusan Sosiologi dan Sastra Inggris. Saat ini mulai terjun ke dunia usaha dan membuka Momoo Juice Bar and Coffee.
Putranya Alvidyan Virgarazman menamatkan SD di Stamford Primary School, SMP di Saint Patrick’s School, SMA di Saint Andrew’ Singapura. Lalu melanjutkan studi Strata 1 di bagian Finance di London Economic School, Inggris. Saat ini, Alvidyan Virgarazman yang biasa disapa Vidy, menjadi CEO Vitka Holding.
Nama Vitka adalah singkatan putra-putri Asman yakni Vidy dan Tika. ‘’Orang itu ada batasnya. Kalau kita tidak mempersiapkan second layer atau lapis kedua, kita yang salah,’’ katanya, soal pengusaha generasi kedua ini,
Asman juga menjembatani, generasi kedua para pengusaha di Batam, bertemu dan saling mengenal, sehingga terbangun jaringan antar pengusaha generasi kedua ini. Wawancara saya dengan generasi kedua para pengusaha papan atas Batam, mereka mengakui, orang tua mereka kaya pengalaman, jam terbang dan naluri bisnis.
Seseorang, kata Asman, bakal punya naluri bisnis, setelah melalui proses dan melalukan sesuatu yang baru. ‘’ Naluri bisnis tidak ada sekolahnya. Banyak kebentur-kebentur dulu. Kadang berhasil, kadang gagal. Rutin melakukan ekspansi, kegiatan baru, naluri bisnis akan terlatih dengan sedirinya,’’ ujar Asman Abnur.
Reporter: Socrates