Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 8743

Begini Caranya Merawat Anggrek

0
(DIPTA WAHYU/JAWA POS)

batampos.co.id – Jika ingin budidaya anggrek, permasalahan di seputar tanaman anggrek wajib dipahami. Menurut Pekebun anggrek Anton Tri Raharjo yang juga pemilik penangkaran dan budi daya anggrek Balelawang, anggrek punya beberapa hama langganan. Ada yang memang spesifik menyerang anggrek.

Namun, ada juga yang datang karena tanaman di sekitarnya. ”Seperti cabuk (mealybugs), kadang datang kebawa angin, lalu menempel ke anggrek. Atau semut. Sebab, di lingkungan sekitarnya memang banyak semut,” jelas Anton.

Baca juga : Ingin Budidaya Anggrek, Jangan Pilih yang Cabutan

Berikut beberapa permasalahan anggrek yang biasanya muncul dan wajib diketahui agar tanaman anggrek bisa tahan lama:

1. JIKA DAUN MENGERUT

• Cek bagian akar dan media tanam. Jika akar cenderung putih serta media tanam ringan, berarti tanaman kekurangan air.

• Tingkatkan kelembapan media tanam. Caranya, rendam pot dalam air hingga seluruh media terendam. Angkat, lalu biarkan air di pot dan tiris secara alami.

2. JIKA MUNCUL SEMUT

• Semut bukan hama anggrek. Ia justru menjadi penanda hama yang menarik seperti kutu putih atau aphid. Semut juga merupakan polinator alami.

• Jika ditemukan kutu putih atau aphid dalam jumlah sedikit, segera bersihkan daun dan seka dengan alkohol. Bila jumlahnya banyak, gunakan pestisida sesuai dengan petunjuk penggunaan.

CERMAT MERAWAT: Daun yang bebercak hitam tanda terinfeksi hama. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

3. JIKA DAUN BEBERCAK HITAM

• Pada anggrek jenis Cymbidium (biasa tumbuh terestrial/di media tanah dengan daun menyerupai rumput), bercak hitam di daun adalah penanda Cymbidium mosaic virus (CyMV).

• Belum ada riset terkait dengan perawatan tanaman yang terinfeksi. Memotong daun yang terinfeksi bisa jadi salah satu opsi. Langkah terbaik, hindari membeli tanaman yang memiliki bercak hitam.

Apa sih yang dibutuhkan anggrek?

1. MEDIA TANAM

Arang atau cacahan pakis adalah media tanam yang paling baik. Sebelum gunakan, rendam agar media memiliki daya ikat air, lalu tiriskan.
Jika media tanamnya menggunakan sabut, pastikan rendam hingga air rendaman tak merah. Sebab, kandungan tanin pada sabut bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

CERMAT MERAWAT: Ketika membeli anggrek, upayakan media tanam asli disertakan di tempat baru. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

2. PUPUK

Memupuk anggrek tak perlu dosis tinggi. Bahkan, pupuk dosis rendah yang murah seperti gardasil justru disarankan.
Tanaman yang terlalu rajin dipupuk memang akan gemuk, tetapi daya tahannya terhadap perubahan (cuaca, suhu, dan media) bakal turun.

3. PESTISIDA

Pestisida bisa digunakan jika hama dirasa sangat mengganggu dan dikhawatirkan menular ke anggrek lain. Gunakan sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian. (*)

Reporter : Jpgroup

Tim Indonesia Berangkat ke Swiss, Misinya Bebas dari Jerat Sanksi

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) berangkat ke markas regional WADA Eropa di Lausanne, Swiss, Selasa (7/12).

Dipimpin oleh ex- officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, keberangkatan ini bertujuan untuk membebaskan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dari jerat sanksi WADA.

Dikutip dari siaran pers NOC Indonesia, Okto meminta doa masyarakat Indonesia untuk kelancaran perjalanan diplomasi ini. Tujuannya, agar misi akselerasi pembebasan sanksi WADA terhadap LADI segera terwujud.

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari berbincang dengan Sekretaris Jendral WADA Olivier Niggli di Yunani, Oktober lalu. (NOC Indonesia Photo)

Okto berangkat bersama Sekjen Gugus Tugas Fitrian Yudis, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana yang juga merupakan staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto. Mereka bakal bertemu WADA pada Rabu (08/12) sore waktu setempat.

Ini merupakan pertemuan lanjutan dengan WADA. Sebelumnya, Okto telah bertemu dengan Presiden WADA Witold Banka dan Sekretaris Jenderal WADA Olivier Niggli dalam ajang ANOC General Assembly ANOC di Crete, Yunani, Oktober lalu.

“Sejujurnya saat menerima kabar LADI mendapat saksi itu rasanya sangat menyakitkan,” ucap Okto.

Baca Juga: NOC Indonesia Temui Presiden BWF, Bahas Skandal All England

“Mendengar lagu Indonesia Raya dan melihat bendera Merah Putih berkibar di negeri orang itu rasanya berbeda, haru, dan bangga. Bahkan di Tokyo, air mata saya tak terbendung karena melihat Merah Putih berkibar,” tambah Okto.

“Kami dapat memaklumi betapa sedih dan kecewanya masyarakat Indonesia karena tidak bisa Merah Putih saat Tim Thomas juara lagi setelah 19 tahun,” kata Okto lagi.

“Gugus Tugas akan berusaha maksimal melakukan diplomasi sehingga sanksi WADA terhadap LADI bisa segera ditangguhkan. Ini bukan cuma untuk melihat Merah Putih berkibar lagi, tetapi juga Indonesia memiliki banyak rencana untuk membawa banyak event olahraga ke Indonesia,” tegasnya.

Sejumlah agenda memang menunggu Indonesia. Antara lain IESF 14th Esports World Championships 2022 akan digelar di Bali. Selain itu, Indonesia juga telah diiumumkan menjadi kandidat terkuat ANOC World Beach Games (AWBG) 2022 dalam ANOC General Assembly di Yunani, Oktober lalu. (*)

Reporter: JPGroup

Apple Masih Tak Terkalahkan

0
Smartwatch Apple Watch Series 7. f. Apple

batampos.co.id – Firma riset pasar Counterpoint baru-baru ini mengumumkan laporannya terkait kondisi pasar jam tangan pintar atau smartwatch secara global untuk periode kuartal ketiga (Q3) 2021.

Menurut laporannya, diketahui bahwa pengiriman pada kuartal tersebut tumbuh 16 persen Year-on-Year (YoY). Dengan demikian, ceruk pasar kategori perangkat Internet of Things (IoT) ini dikatakan terus mempertahankan tren pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dalam laporannya, Counterpoint menyebut, Apple dengan perangkat Apple Watch-nya masih menjadi pemain utama yang mendominasi pasar. Secara global, Apple Watch dikatakan berhasil menyumbang 21,8 persen dari seluruh pasar dan menempati peringkat pertama.

Meski masih belum terkalahkan, sayangnya data tersebut menunjukkan bahwa pangsa pasar Apple Watch periode ini justru menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dikarenakan keterlambatan pengiriman produk Apple Watch Series 7.

Samsung berada di peringkat kedua. Berkat peluncuran model seri Samsung Galaxy Watch 4, pangsa pasar merek asal Korea Selatan (Korsel) itu dikatakan berhasil meningkat dari 9,9 persen menjadi 14,4 persen. Hal ini pun turut membantu perusahaan asal Korea tersebut melompat ke posisi kedua.

Seri jam tangan pintar Amazfit Huami Technology memiliki momentum pengembangan yang baik, menempati peringkat ketiga dengan pangsa 5,8 persen. Hal ini disebabkan peningkatan penjualan Amazfit di pasar Eropa.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengiriman merek jam tangan pintar India Noise dan boAt lebih dari dua kali lipat dari kuartal kedua tahun 2021. Jadi dalam waktu dekat, tiga yang disebutkan di atas akan bertemu saingan baru.

Analis senior Counterpoint mengatakan bahwa kinerja Samsung pada kuartal ketiga lebih tinggi dari yang diharapkan. Dalam periode tersebut, lebih dari 60 persen penjualan seri Galaxy Watch 4 berasal dari Amerika Utara dan Eropa.

Namun demikian, Samsung diminta untuk meluncurkan jam tangan pintar dengan harga lebih rendah dalam 2-3 tahun ke depan untuk lebih memperluas pangsa pasarnya.

Dalam hal sistem operasi, watchOS dadu Apple dan Google Wear OS memiliki tingkat penggunaan tertinggi di kuartal ketiga. Jika situasi dengan sistem Apple jelas, Google mendapat banyak manfaat karena penggunaan Wear OS oleh Samsung.

Seperti yang Anda ketahui, perusahaan mengganti Tizen OS dalam produk baru. Pangsa pasar sistem Google di masa depan diperkirakan akan semakin berkembang.

BACA JUGA: Robin Pattuju, Eks Penyidik KPK Asal Polri Dituntut 12 Tahun Penjara 

Analis Senior Counterpoint Research, Sujeong Lim, menambahkan, Google telah mempertahankan pangsa dominan di pasar smartphone dengan OS Android, tetapi sejauh ini belum mencapai banyak di pasar wearable.

“Ini karena Google mengontrol OEM smartwatch untuk menyesuaikan UI, dan itu tidak dipilih oleh mereka karena efisiensi daya yang lebih rendah dan waktu respons yang lambat,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Lim, kemitraan dengan Samsung mulai tahun ini telah mendapatkan pijakan bagi Google untuk memperluas kehadirannya di pasar OS yang dapat dipakai dan tampaknya siap untuk berubah menjadi platform yang dapat dikenakan yang lebih terbuka mulai saat ini dan seterusnya. (*)

Reporter: JP Group

Istri Ditemukan Tewas di Inggris, Pria Singapura Didakwa Melakukan Pembunuhan

0
Pek Ying Ling ditemukan tewas di salah satu apartemen di County Aparthotel. F. TheStraitsTimes

batampos.co.id – Pek Ying Ling, seorang warga Singapura, ditemukan tewas, Senin (6/12) di kamar apartemen mewah di Newcastle.

BACA JUGA: Menganiaya Wanita Berusia 76 Tahun, Seorang Pembantu Dipenjara di Singapura

Wanita berusia 51 tahun itu diduga dibunuh oleh suaminya, Fong Soong Hert, 50, pada saat pasangan tersebut sedang berkunjung ke Inggris.

Polisi mendapatkan panggilan sekitar pukul 7.15 pagi waktu Inggris Senin, dan layanan darurat menemukan ia tidak bernapas di apartemen Westgate Road, Newcastle.

Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian .

Fong ditangkap di tempat kejadian dan telah didakwa dengan pembunuhan.

Media Inggris melaporkan bahwa pasangan itu berada di County Aparthotel, sebuah fasilitas yang memiliki 18 apartemen mewah di pusat kota Newcastle.

Keluarga terdekat Pek dilaporkan mendapat dukungan dari petugas spesialis.

Fong diperkirakan akan diadili di Newcastle Crown Court pada 7 Januari tahun depan. (*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Ingin Budidaya Anggrek, Jangan Pilih yang Cabutan

0
TUMBUH SEHAT: Anggrek spesies Indonesia Dendrobium macrophyllum var Jawa. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

batampos.co.id – Keluarga anggrek atau Orchidaceae punya sebaran yang luas di tanah air. Ada yang sudah dibudidayakan. Namun, jumlah anggrek liar –yang biasa diperjualbelikan sebagai cabutan– juga tak kalah melimpah.

Pekebun anggrek Anton Tri Raharjo menuturkan, jika ingin mengoleksi, tanaman yang dipilih sebaiknya bukan cabutan. Sebab, peluang bertahan hidup anggrek cabutan relatif rendah.

”Apalagi, kalau cabutannya dari tempat beda. Contoh, anggrek dari hutan pegunungan dibawa ke dataran rendah. Tumbuhnya bakal kurang bagus,” tegasnya. Terutama jika tanaman cabutan masih kecil dan diboyong tanpa media tanam aslinya.

Pemilik penangkaran dan budi daya anggrek Balelawang itu menilai, kesulitan beradaptasi memang tak membuat tanaman anggrek langsung mati. Namun, penampilannya kurang prima. Misalnya, bagian batang berkerut dan daun tak mengilap.

Selain sulit beradaptasi, tanaman cabutan berisiko membawa hama dari tempat asalnya. ”Kadang penyakit yang dibawa ini nggak familier atau nggak ada di tempat kita dan bisa menulari lainnya,” ungkap Anton.

CEK RUTIN: Anton Tri Raharjo memantau tiap anggrek rawatannya apakah ada yang terkena ham. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Berdasar pengalamannya, anggrek yang diambil dari alam sering kali tak melalui pengecekan yang baik. Setelah datang, anggrek jarang dikarantina. Ia malah kadang dicampur dengan tanaman lain.

Sama dengan tanaman hias lainnya, anggrek punya beberapa hama langganan. Ada yang memang spesifik menyerang anggrek. Namun, ada juga yang datang karena tanaman di sekitarnya. ”Seperti cabuk (mealybugs), kadang datang kebawa angin, lalu menempel ke anggrek. Atau semut. Sebab, di lingkungan sekitarnya memang banyak semut,” jelas Anton.

Dia menyatakan, memiliki jenis langka, biasanya dari hutan, adalah prestise bagi sebagian penyuka anggrek. Namun, Anton menuturkan bahwa pemilik harus cermat. Ketika dibeli, anggrek sebaiknya datang dengan media aslinya. Misalnya, dahan yang ditempeli ikut dibawa. Ukurannya pun sebaiknya tak terlampau kecil. Dengan begitu, daya tahannya lebih baik.

Anton menjelaskan, buat pemula, sebaiknya anggrek cabutan (terutama yang belum didomestikasi) dan hybrid dihindari. Pria yang bermukim di Umbulharjo, Sleman, itu menilai bahwa anggrek hibrida dikembangkan di lingkungan tumbuh yang dikontrol. ”Daya survive-nya kurang baik. Beberapa jenis juga didesain untuk berbunga 2–3 kali, lalu tumbuhnya kurang bagus,” paparnya. (*)

Reporter : Jpgroup

Bupati Manggarai Barat: Banyak Menteri Datang, Cuma Gus Halim yang Berkunjung Langsung ke Desa

0

 

batampos.co.id – Kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ke Desa Wae Lolos diapresiasi Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Menurutnya, hanya menteri yang akrab disapa Gus Halim ini yang datang langsung mengunjungi desa di Labuan Bajo.

Kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ke desa Wae Lolos diapresiasi Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Pada Senin (6/12).

“Banyak menteri yang datang ke Labuan Bajo ke Manggarai Barat tapi hanya Menteri Desa yang datang ke desa di Manggarai barat,” jelas Edistasius Endi di Desa Wae Lolos pada Senin (6/12/2021).

Kunjungan Gus Halim kali ini dilaksanakan dalam rangka meresmikan berbagai Bantuan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Pengembangan Objek Wisata Tahun 2021 Desa Wae Lolos dan Sano di Kabupaten Manggarai Barat serta Desa Nanga Mbaur dan Desa Compang Ndeijeng di Kabupaten Manggarai Timur.

Masing-masing desa tersebut mendapatkan bantuan sebesar 600 Juta Rupiah, untuk membangun berbagai fasilitas penunjang desa wisata. Beberapa fasilitas yang berhasil dibangun di desa Wae Lolos adalah toilet umum di desa wisata, kolam air panas, dan gazebo.

Merespon apresiasi Bupati Manggarai Barat, Gus Halim menyatakan bahwa datang ke desa secara langsung adalah hal wajib yang dilakukannya di setiap kunjungan kerja.

Ia menyebut bahwa membangun Indonesia harus dilakukan dari desa dengan segala potensinya.

“Kalau saya ke satu daerah yang saya tuju pertama adalah desa. Desa pasti punya ciri khas dan membangun desa adalah sebuah keharusan, sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditunda tunda lagi,” papar Gus Halim.

“Kabupaten Manggarai baik Timur dan Barat, ini tidak bisa hanya bicara Labuan Bajo. Ada desa desa yang harus kita ketahui totalitasnya. Wisatawan datang tidak hanya di Labuan Bajo tapi juga desa wisata yang enggak kalah menarik dari wisata tengah kota,” imbuhnya.

Desa wisata di Wae Lolos memiliki kolam air panas yang memiliki beberapa manfaat, salah satunya untuk kesehatan. Hal ini harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat sehingga Labuan Bajo tidak hanya tentang wisata di tengah kota.

Untuk itu, Kemendes PDTT sedang menyiapkan platform promosi dan lomba promosi desa wisata, dengan total hadiahnya Rp 1 Miliar lebih.

Menurut Gus Halim promosi merupakan hal penting untuk mempopulerkan desa wisata. Meski demikian hal ini tidak boleh keluar dari akar budaya sebagaimana tujuan SDGs Desa ke- 18.

“Wisata itu yang penting promosinya. Kalau promosinya bagus, orang juga pasti tertarik,” tegas Gus Halim.

Sementara itu, kedatangan Gus Halim disambut upacara Tuak Curu dan Manuk Kapu yang menunjukkan penjemputan dan pengucapan selamat datang. Selain Gus Halim dan Bupati Manggarai Barat, hadir pula Dirjen PDP, Sugito dan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas. (*)

Filep Wamafma: Pemekaran di Papua Harus Utamakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan OAP

0

 

batampos.co.id – Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan bahwa rencana pemekaran di Papua dapat menjadi pembahasan prioritas dalam satu atau dua tahun ke depan. Menurutnya, terdapat sejumlah pertimbangan terkait rencana pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua diantaranya adalah pertimbangan kepentingan strategis nasional.

Filep Wamafma

Mahfud mengatakan, pemekaran juga bertujuan untuk melakukan percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan amanat UU Otsus Papua.

“Selain pertimbangan kepentingan strategis nasional dalam rangka mengokohkan NKRI, juga masalah percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat serta memelihara citra positif Indonesia di mata internasional,” kata Mahfud melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Sementara itu, senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH, M.Hum, menekankan bahwa pemekaran di Papua harus menempatkan Orang Asli Papua (OAP) menjadi subjek utama dalam berbagai sektor pembangunan. Artinya, adanya pemekaran ini diharapkan benar-benar dapat mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan OAP.
“Saya optimis pemekaran daerah jika direncanakan dengan baik dan tujuannya baik maka tentu akan berdampak positif juga terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Filep dalam Lunch Talk Beritasatu TV, pada Selasa (7/12).

Filep Wamafma mengingatkan bahwa pemekaran di Papua harus mengutamakan pemenuhan pelayanan-pelayanan dasar bagi masyarakat Papua daripada kepentingan-kepentingan politik dan keamanan. Menurutnya, sejumlah persoalan terkait isu keamanan, pelanggaran hukum dan HAM memiliki mekanisme dan ruang lingkup berbeda yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Selanjutnya problem-problem Papua hari ini kan banyak aspek, banyak masalah yang kaitan dengan isu-isu terkemuka saat ini, maka ruang lingkupnya berbeda penyelesaiannya. Mari kita berbicara dengan peningkatan taraf hidup masyarakat, politik dan lainnya ruang lingkupnya berbeda,” jelasnya.

“Kalau pemerintah memandang aspek-aspek politik dan keamanan untuk memekarkan, ini bertolak belakang dengan kebutuhan daerah. Pemerintah harus secara objektif memperhatikan tentang pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan,” sambungnya.

Selain itu, Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini juga mengingatkan agar pemekaran dapat memperhatikan aspek-aspek kesiapan daerah. Menurutnya, jika aspek kesiapan daerah dikesampingkan, maka dikhawatirkan daerah otonom baru akan lahir prematur dan pemekaran daerah justru menimbulkan permasalahan baru.

“Undang-undang Otsus yang baru saja disahkan itu aspek kesiapan daerah kan dikesampingkan. Artinya, ada aspek politik, sosial dan aspek lainnya yang menjadi bahan pertimbangan. Yang kita harapkan sebagai wakil rakyat ialah bagaimana pembangunan itu memberdayakan penduduk asli. Dalam arti, pemekaran terbentuk, tetapi orang Papua asli harus menjadi subjek utama dalam setiap sektor,” jelas Filep.

Menanggapi rencana pemekaran Papua, pakar otonomi daerah sekaligus mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohar mengingatkan agar pembentukan daerah otonomi baru di Papua harus dilakukan secara hati-hati. Pemekaran wilayah yang terlalu banyak mengakomodasi pertimbangan politik berpotensi gagal dan menimbulkan konflik baru. Djohermansyah menyebutkan, selama era reformasi, Papua mengalami pemekaran wilayah yang begitu besar yaitu hampir 320%.

Berdasarkan catatan Djohermansyah, pada 1999 Papua hanya memiliki satu provinsi dan sembilan kabupaten/kota. Namun hingga 2021 ini, jumlah wilayah administratif di papua sebanyak dua provinsi, yaitu papua dan papua barat. Provinsi Papua, kini memiliki 28 Kabupaten dan satu Kota dengan 384 distrik. Sedangkan Provinsi Papua Barat memiliki 12 Kabupaten dan satu Kota dengan 124 distrik.

Ia menyampaikan, saat ini memang sudah ada pasal dalam UU Nomor 2/2021 yang menyebutkan pemekaran wilayah dapat dilakukan bahkan tanpa melibatkan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Papua. Namun ketentuan hukum ini memiliki tantangan dalam pelaksanaannya, termasuk adanya penolakan dari DPR Papua dan MRP terhadap dasar hukum baru tersebut. (*)

Antisipasi Ekskalasi Bencana, Mensos Mobilisasi SDM dan Perbanyak Lumbung Sosial di Titik-titik Rawan

0

 

batampos.co.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Sosial untuk bergerak cepat mengantisipasi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi. Curah hujan yang tinggi, membuat bencana terjadi di sejumlah daerah serta menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa.

Potensi bencana tidak hanya menimbulkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, atau kekeringan. Namun juga bencana lain seperti erupsi atau letusan gunung berapi dan juga retakan tanah sebagaimana terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Mensos telah memobilisasi seluruh sumber daya, baik SDM maupun bantuan logistik untuk mengatasi dampak bencana. Mensos memerintahkan para pejabat Eselon I untuk turun langsung ke sejumlah daerah yang menjadi titik bencana, di antaranya di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Papua.

Kepada unit pelaksana teknis (UPT) yakni balai-balai milik Kemensos di seluruh pelosok tanah air mendapat tugas menjadi penyedia buffer stock . Sehingga, bantuan akan lebih cepat dimobilisasi ke titik-titik bencana. Berarti pula, masyarakat terdampak bencana akan lebih cepat menerima bantuan.

Mensos juga meminta jajarannya berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memetakan kawasan mana di tanah air yang rawan terhadap ancaman bencana. Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa merupakan salah satu yang menjadi perhatian, karena merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi Klmatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi gelombang tinggi.

“Saya minta kawasan yang rawan bencana, bisa didirikan lumbung sosial termasuk di Selatan Pulau Jawa. Kita tidak ingin terjadi bencana susulan. Namun, bila itu terjadi, masyarakat yang terputus aksesnya, tidak akan kelaparan,” kata Mensos dalam kunjungannya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (07/12).

Mensos mengecek kondisi lumbung sosial di Sekretariat Badan Kerja Sama Antar Daerah (BKAD), di dekat Kantor Kecamatan Tebelian, Kabupaten Sintang. Mensos hadir didampingi Bupati Sintang Jarot Winarno, dan staf. Menjelang sore hari, Mensos juga mengecek kesiapan lumbung sosiall di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

Di Tempunak, Mensos mengecek bantuan yang pernah diberikan untuk mengatasi dampak banjir. Kepada Mensos, Camat Tempunak Mariono menyatakan apresiasi dan terima kasih. Bantuan alat penjernih air dari Kemensos dirasakan manfaatnya bagi warga.

“Terima kasih kepada Ibu Mensos. Alat penjernih air ini sangat membantu Karena sulit mendapatkan air bersih saat banjir tiba. Malam kami saring, pagi airnya sudah bisa dikonsumsi,” kata Mariono.

Lumbung sosial menjadi kebijakan umum Mensos sebagai salah satu upaya membantu kelangsungan hidup masyarakat terdampak bencana. Lumbung sosial didirikan di sejumlah daerah rawan bencana.

“Lumbung sosial tidak hanya berisi kebutuhan logisitik, makanan, namun juga beberapa kebutuhan yang menopang kelangsungan kehidupan sosial masyarakat terdampak bencana,” kata Mensos.

Saat terjadi bencana di Sintang, misalnya, pernah sampai satu bulan setengah dalam kondisi darurat karena mengalami mati lampu. “Maka di lumbung sosial tersebut tidak hanya berisi bahan makanan. Namun bisa berupa genset, bahan bakar, perahu karet, penjernih air, pompa air, tenda, selain juga bahan kebutuhan pokok,” katanya.

Dimana lumbung sosial didirikan, akan sangat tergantung dari kondisi geografis dan kebutuhan daerah. Oleh karena itu, kata Mensos, pendekatannya bukan administratif melainkan lebih ke kondisi geografis. (*)

Binda Kepri Sudah Distribusikan 37.481 Dosis Vaksin untuk Masyarakat di Wilayah Perbatasan Kepri

0
Warga mengikuti vaksinasi covid-19 yang diselenggarakan Binda Kepri di berlangsung di Makodim 0315/Bintan, Selasa (7/12). F.Binda Kepri

batampos.co.id– Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kepulauan Riau (Kepri) sudah mendistribusikan sekira 37.481 dosis vaksin untuk kebutuhan vaksinasi bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kepri.

“Total vaksin yang sudah didistribusikan Binda Kepri untuk kebutuhan vaksinasi masyarakat Kepri sekira 37.481 dosis vaksin,” kata Kabinda Kepri, Birgjen Pol. R.C. Gumay melalui Kabagops Binda Kepri, Kolonel Chb. Komara Manurung.

Komara mengatakan, selama ini dosis vaksin covis-19 didistribusikan dalam sejumlah kegiatan vaksinasi massal maupun secara door to door di Kepri. Komara memastikan, jumlah distribusi vaksin covid-19 masih akan terus bertambah karena Binda Kepri akan terus melaksanakan kegiatan vaksinasi bekerjasama dengan jajaran terkait.

“Target vaksinasi di Provinsi Kepri bisa tercapai 100 persen,” kata Komara.

Dalam vaksinasi berlangsung di Makodim 0315/Bintan, Selasa (7/12), Komara menyebut, Binda Kepri menargetkan 500 orang menerima vaksinasi yang terdiri dari pelajar dan masyarakat.

BACA JUGA: Binda Kepri dan BKKBN Vaksin Ibu Hamil dan Menyusui

Komara juga mengatakan, kegiatan vaksinasi bekerjasama dengan jajaran TNI dan Polri serta Pemprov Kepri dalam upaya kolaboratif mendukung program pemerintah pusat untuk mewujudkan herd immunity di wilayah perbatasan Provinsi Kepri.

Menurut Komara, vaksinasi covid-19 saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat di tengah pandemi covid-19, terlebih untuk mewaspadai potensi penyebaran varian baru jenis Omicron yang telah terdeteksi di Singapura dan Malaysia.

Walaupun tren kasus covid-19 di Provinsi Kepri sudah menurun, Komara mengimbau masyarakat tidak boleh lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Ikuti juga vaksinasi covid-19 sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran covid-19,” imbuh Komara. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Segini Total Perizinan yang Dikeluarkan BP Batam Sepanjang 2021

0
Ilustrasi. Pelayanan BP Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP). Foto diambil sebelumpandemi Covid-19. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos.co.id – Hingga Senin (6/12/2021) Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mengeluarkan perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha dengan total 15.596 izin dan perizinan berusaha dengan total 385 izin.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, selain peningkatan aspek perizinan berusaha yang dipermudah, sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pihaknya untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.

“Meskipun pandemi Covid-19 masih melanda, aktivitas industri terus berjalan sehingga pencapaian investasi dan kegiatan ekspor terus menunjukkan tren positif,” katanya, Rabu (8/12/2021).

Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat Realisasi investasi asing Triwulan I – III (Jan-Sept) 2021 di Batam meningkat 12,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 434,4 Milliar USD dengan 1.502 proyek.

Kepala BP Batam berharap dengan UU Cipta Kerja, diberlakukannya PP Nomor 41 tahun 2021 dan dengan kemudahan proses permohonan izin usaha melalui sistem OSS RBA, akan menjadi stimulus tumbuhnya laju perekonomian di Indonesia khususnya Kota Batam.

Ia mengatakan, Dasar Hukum perizinan berusaha BP Batam tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko dan Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 2021 tentang penyelenggaraan Kawasan perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

BP Batam juga telah menerbitkan beberapa Perka guna mendukung akselerasi proses perizinan berusaha khususnya di Batam.

Berkaitan dengan hal tersebut, BP Batam telah menetapkan Service Level Agreement (SLA) untuk tiap unit kerja terkait yang mengeluarkan perizinan sebagai berikut:
a. Pertanahan : jangka waktu 15 hari kerja
b. Pematangan lahan selama 8 hari kerja. Sedangkan untuk titik reklame, utilitas dan pemanfaatan ROW dilaksanakan dalam 5 hari kerja
c. Persetujuan pemasukkan barang dilakukan dalam 1 hari kerja
d. Surat keterangan terkait kegiatan kepelabuhanan termasuk bongkar muat, angkutan barang dan alat angkat dilaksanakan dalam waktu 2 jam.

Sebagaimana tercantum dalam PP No. 41 tahun 2021, BP Batam diberikan kewenangan untuk mengeluarkan 67 jenis perizinan dari 8 sektor yaitu: Transportasi bidang kepelabuhanan, Kesehatan, Perdagangan, Perindustrian, Sumber daya air, limbah dan lingkungan, Kehutanan, Energi dan sumber daya mineral, kelautan dan perikanan.(esa)