Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 878

Warga Anambas Waswas, Tiang Listrik PLN Miring ke Jalan Raya Belum Diperbaiki

0
Kondisi tiang listrik milik PLN yang miring ke arah jalan raya, membahayakan pengendara jalan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pengendara yang melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah, tepatnya setelah Kantor Bupati Anambas, dibuat resah oleh kondisi salah satu tiang listrik milik PLN yang tampak miring ke arah jalan raya.

Pantauan Batam Pos, Kamis (13/11), tiang listrik tersebut berdiri di atas tanah yang sebagian sisinya telah terkikis air hujan. Erosi di sekitar lokasi membuat posisi tiang terlihat makin condong dan rawan tumbang.

“Kami takut kalau lama dibiarkan, tanahnya makin abrasi dan tiangnya bisa roboh,” kata Agus Suradi, seorang pengendara yang kerap melintas di lokasi itu.

Menurut Agus, kondisi tiang listrik yang miring itu sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Namun, belum terlihat ada tindakan dari pihak PLN untuk memperbaikinya.

“Sudah beberapa bulan begini saja. Kalau hujan deras atau angin kencang, kami takut lewat,” ujarnya.

Ia pun berharap PLN segera turun tangan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kalau sampai jatuh dan menimpa orang baru ramai. Sebaiknya dicegah sebelum terlambat,” tegasnya.

Sementara itu, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anambas, Ade Listrian, membenarkan adanya tiang listrik miring di kawasan tersebut.

Menurut Ade, hasil pemantauan tim lapangan menunjukkan bahwa meski tiang tampak miring, kondisinya masih aman dan belum membahayakan masyarakat.

“Posisinya memang miring karena tanahnya terkikis, tapi pondasi dan penahannya masih kuat,” ujar Ade.

Meski demikian, PLN akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kekuatan tiang listrik itu.

“Nanti tim teknis kami akan turun lagi ke lokasi. Kalau memang perlu dipindahkan, tentu akan kami lakukan,” jelasnya.

Ade menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama PLN.

“Kami tidak akan menunggu sampai terjadi insiden. Kalau ada potensi bahaya, akan langsung kami tangani,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Warga Anambas Waswas, Tiang Listrik PLN Miring ke Jalan Raya Belum Diperbaiki pertama kali tampil pada Kepri.

Wisuda ke-4 Politeknik Bintan Cakrawala, 78 Persen Lulusan Langsung Terserap Industri

0
Lulusan Politeknik Bintan Cakrawala saat prosesi wisuda di Hang Tuah Ballroom, Holiday Inn Resort Bintan, pada Kamis (13/11). F. PBC untuk Batam Pos.

batampos – Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) menggelar Wisuda ke-4 Tahun Akademik 2024/2025 dengan tema “Bijak Berdampak” di Hang Tuah Ballroom, Holiday Inn Resort Bintan, Kamis (13/11).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Nopriadi, Ketua Yayasan Bintan Resort Aditya Laksamana, dan Direktur PBC Emilia Ayu Dewi Karuniawati.

Dalam sambutannya, Nopriadi menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dan adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja.

Ia menyebut PBC memiliki peran strategis dalam menyusun peta jalan pengembangan vokasi 2025–2029 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

“Lulusan PBC harus terus mengasah kompetensi dan karakter. Dunia kerja kini menuntut kemampuan adaptif, bukan sekadar ijazah,” ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Bintan Resort, Aditya Laksamana, mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru di dunia profesional.

“Jaga nama baik diri, keluarga, dan almamater di mana pun berkarya,” pesannya.

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati, menyampaikan bahwa kampusnya terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan vokasi dengan penerapan budaya kualitas yang konsisten.

Pada wisuda tahun ini, sebanyak 35 lulusan resmi dikukuhkan. Mereka terdiri dari 13 lulusan Program Studi Pengelolaan Perhotelan, 14 lulusan Program Studi Seni Kuliner, dan 8 lulusan Program Studi Perjalanan Wisata.

IPK tertinggi diraih dengan nilai 3,97, sedangkan rata-rata IPK lulusan mencapai 3,64.

Sebanyak 78 persen lulusan tahun ini telah terserap di berbagai industri terkemuka seperti Pantai Indah Lagoi Bintan, Movenpick Resort & Spa Bintan Lagoon, dan Banyan Tree Bintan.

Sejak berdiri pada 2019, tingkat serapan lulusan PBC di dunia industri mencapai 85 persen, menunjukkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi yang dijalankan kampus tersebut. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Wisuda ke-4 Politeknik Bintan Cakrawala, 78 Persen Lulusan Langsung Terserap Industri pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenag Batam Tunggu Hasil Observasi Kasus Dugaan Keracunan Siswa MAN 2 Batam

0
Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan.

batampos– Kasus dugaan keracunan massal yang dialami puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batam, Bengkong, kini tengah ditangani oleh tim kesehatan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut.

“Supaya berita ini terang benderang dan informasinya jelas. Saat ini kami masih menunggu hasil observasi dari tim kesehatan untuk memastikan penyebabnya,” ujar Budi, Kamis (13/11).

Budi menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang sangat baik untuk mendukung kesehatan dan gizi siswa. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada kejadian yang menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.

“Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan hal-hal yang tidak diharapkan. Karena itu, kami serahkan sepenuhnya kepada tim kesehatan untuk melakukan observasi,” katanya.

BACA JUGA: Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare

Ia menambahkan, sebagian besar siswa MAN 2 Batam kini sudah kembali bersekolah. Meski begitu, tim kesehatan tetap diminta melakukan wawancara terhadap para siswa untuk mengetahui gejala yang sempat mereka rasakan.

“Saat ini kondisi anak-anak sudah banyak yang sehat dan kembali ke sekolah. Jadi kami minta dilakukan wawancara juga agar bisa diketahui gejala apa yang dirasakan mereka sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Budi, dapur penyedia makanan MBG di wilayah Bengkong melayani beberapa satuan pendidikan madrasah, mulai dari MI, MTs, hingga MA.“Untuk MI dan MTs di Bengkong, kegiatan belajar masih berjalan seperti biasa. Karena ini masih tahap observasi, maka kami serahkan sepenuhnya kepada instansi terkait, khususnya di bidang kesehatan,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kemenag Batam terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memantau perkembangan para siswa. “Informasi terakhir, siswa sudah kembali masuk sekolah. Itu kabar baik yang bisa kami sampaikan sementara,” tuturnya.

Sebelumnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Batam dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (11/11) siang.

“Sebagian masih bersekolah, tapi banyak juga yang izin karena sakit perut dan muntah-muntah,” ujar seorang wali murid kepada Batam Pos, Kamis (13/11).

Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lima siswa mengaku bahwa sejumlah teman mereka mengalami sakit perut dan diare usai menyantap menu daging sapi dendeng dari paket MBG hari itu.

“Yang keracunan banyak, sekitar 230 siswa. Makan siangnya hari Selasa, malamnya banyak yang mulai sakit perut,” kata seorang siswa kelas XI.

Hal serupa disampaikan siswa kelas X. “Makanannya daging dendeng. Malamnya teman-teman mulai sakit perut dan diare, Rabu banyak yang nggak masuk sekolah. Hari ini sebagian masih berobat,” ujarnya.

Para siswa menyebut porsi MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00–13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan sudah tidak segar. “Sebelumnya kalau ayam atau telur nggak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini pas makan daging sapi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kota Batam, Defri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus itu benar merupakan keracunan makanan.“Memang kami menerima laporan ada sejumlah anak dengan keluhan diare dari sekolah. Namun tidak ada siswa yang sampai dirawat. Aktivitas belajar juga tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Defri menyebut pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2. Saat ini, pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait masih melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

“Belum bisa kita pastikan, ini harus dicek dulu. Kita tunggu hasilnya,” ucapnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Kemenag Batam Tunggu Hasil Observasi Kasus Dugaan Keracunan Siswa MAN 2 Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tegas, Warga Kampung Air dan Perumahan Ansley Park Batam Center Tolak Lokasi Pembuangan Sampah di Pemukiman Mereka

0
Spanduk warga menyuarakan penolakan lokasi di dekat pemukiman jadi tempat pembuangan sampah. f. syaban

batampos – Rencana pemindahan titik pembuangan sampah dari kawasan Legenda Malaka ke Kampung Air, tepatnya di dekat Perumahan Ansley Park, Jalan Pelayaran, Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, menuai penolakan warga.

Pantauan Batam Pos, Kamis (13/11) sore, tampak sejumlah spanduk besar terpasang di sekitar lokasi. Salah satunya bertuliskan, “Kami seluruh warga Perumahan Ansley Park menolak dengan tegas titik pembuangan sampah di sini.”

Spanduk lain juga berisi sindiran keras kepada pihak terkait: “Tolong dikaji ulang, pantaskah meletakkan tong sampah di area ini? Mikir please.”

Sopian, salah seorang warga Kampung Air, mengatakan spanduk itu dipasang sejak pagi sebagai bentuk protes warga. Menurutnya, beberapa hari sebelumnya ada petugas yang meletakkan bak sampah di lokasi tersebut tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

BACA JUGA: Warga Legenda Malaka Tolak Lokasi Pembuangan Sampah Liar di Persimpangan Dekat SMPN 12

“Awalnya ada oknum dari DLH yang taruh bak sampah di sini. Akhirnya berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap. Kami langsung pasang spanduk penolakan,” kata Sopian kepada Batam Pos.

Tak hanya satu, warga juga memasang spanduk lain bertuliskan, “Lebih baik dipindahkan ke kantor lurah, lebih strategis, warga tidak akan komplain.”

Suhardi Alius, warga lainnya, mengaku sudah dua minggu belakangan ini terganggu dengan tumpukan sampah di tepi jalan tersebut. Ia menilai langkah menempatkan sampah di dekat area perumahan sangat tidak pantas.

“Kurang etislah sampah diletakkan di dekat sini, ini kan jalan besar juga. Saking baunya, kami sampai susah makan,” ujar Suhardi.

Suhardi menyebut, setelah warga memasang spanduk, barulah ada respons dari dinas terkait. “Setelah kami pasang spanduk, akhirnya sampahnya dipindahkan ke TPA,” kata dia. (*)

Reporter: Syaban

Artikel Tegas, Warga Kampung Air dan Perumahan Ansley Park Batam Center Tolak Lokasi Pembuangan Sampah di Pemukiman Mereka pertama kali tampil pada Metropolis.

Festival Tjap Legende Hadir di Batam, Sajikan Beragam Kuliner Nusantara

0
Kepala Dinas Pariwisata kota Batam Ardiwinata bersama CEO Samsaka Grup Febriyanto Rachmat dan undangan meninjau stan makanan pada festival kuliner Tjap Legend di Megamall Batam Center, Kamis (12/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Kota Batam kembali menjadi tuan rumah ajang kuliner berskala nasional.Kali ini ivennya Festival Tjap Legende resmi digelar di Mega Mall Batam Center, menghadirkan berbagai kuliner autentik Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara, Samsaka Group, yang telah memilih Batam sebagai salah satu kota tujuan dalam rangkaian roadshow kuliner legendaris tersebut.

“Event ini sangat luar biasa. Batam menjadi salah satu pilihan tepat karena selain sebagai kota besar, juga menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia,” ujar Ardiwinata saat membuka acara, Kamis (13/11).

BACA JUGA: Festival Kuliner Otentik Terbesar di Indonesia, Hadir di Mega Mall Batam Centre

Menurut Ardiwinata, Festival Tjap Legende yang digelar selama 12 hari ini tidak hanya menampilkan kekayaan rasa kuliner Nusantara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

“Saya tadi berkeliling ke setiap stand, kulinernya autentik Indonesia sekali. Bahan-bahannya pun banyak yang berasal dari Batam, sehingga efek ekonominya langsung terasa. Inilah contoh nyata bagaimana event kuliner dapat memutar roda ekonomi daerah,” tambahnya.

Ardiwinata juga menyebutkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, Polda Kepri serta pelaku UMKM dari sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Surabaya, Bandung, Medan dan tentunya Batam.

Sementara itu, CEO Samsaka Group, Febriyanto Rachmat menjelaskan bahwa Tjap Legende merupakan rangkaian roadshow kuliner legendaris yang digelar di 12 kota besar di Indonesia dan Batam menjadi kota ke-10 sebelum melanjutkan perjalanan ke Kendari dan Bandung.

“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan kuliner legendaris Indonesia kepada generasi muda,” jelas Febriyanto.

Ia menambahkan, lewat festival ini, masyarakat di tiap kota bisa menikmati ragam kuliner dari daerah lain tanpa harus bepergian jauh.

“Kami ingin menghadirkan wisata kuliner murah. Cukup datang ke Mega Mall Batam, pengunjung sudah bisa mencicipi makanan khas dari Jogja, Solo, Jakarta, Palembang, Makassar, dan banyak daerah lainnya,” katanya.

Selain memperkenalkan kuliner, event ini juga menjadi wadah pengembangan UMKM kuliner lokal yang sejalan dengan misi pemerintah dalam meningkatkan destinasi wisata dan daya tarik pariwisata Batam sebagai kota tujuan utama setelah Jakarta dan Bali.

Di akhir sambutannya, Febriyanto menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara, pelaku usaha, dan aparat keamanan dalam menciptakan suasana kondusif bagi wisatawan.

“Batam sebagai destinasi unggulan harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, tertib, dan ramah bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ujarnya. (*)

Reporter: Azis

Artikel Festival Tjap Legende Hadir di Batam, Sajikan Beragam Kuliner Nusantara pertama kali tampil pada Metropolis.

Aneh tapi Nyata, Karyawan Kantoran di Jepang Menikah dengan Pria Buatan Aplikasi ChatGPT

0

Batampos – Bagi sebagian besar pengantin perempuan, hari pernikahan berarti bertukar janji suci dengan pasangan mereka. Disaksikan keluarga dan teman dekat. Namun, tidak bagi Kano. Pegawai kantoran asal Jepang. Mempelai prianya hanya ada dalam ponselnya.

Ilustrasi pernikahan digital hasil AI. Ilustrasi oleh Tokyo Weekender

Perempuan 32 tahun ini, menikahi sosok pria hasil kecerdasan buatan (AI) bernama Klaus. Dia menciptakannya sendiri menggunakan aplikasi AI ChatGPT. Demikian dilansir dari RSK Sanyo Broadcasting Jepang, malam ini.

Pernikahan ini pun tak diakui secara hukum. Namun tetap berlangsung di sebuah gedung pernikahan di Kota Okayama, Sabtu (8/11/2025) lalu. Kano tampil dalam upacara tradisional yang diselenggarakan perusahaan lokal yang memang khusus menangani “pernikahan karakter 2D” atau pernikahan digital.

Kano, yang tidak menyebutkan nama lengkapnya, mulai berbicara dengan ChatGPT setelah hubungan pertunangannya selama tiga tahun berakhir menyakitkan. Mencari penghiburan, ia pun meminta saran dari chatbot tersebut.

Seiring waktu, ia menyesuaikan respons ChatGPT, mengajarkannya kepribadian dan gaya bicara yang menurutnya menawan, bahkan merancang ilustrasi sosok pasangannya yang ia namai Klaus agar sesuai dengan bayangan yang ada di benaknya. “Saya tidak mulai berbicara dengan ChatGPT karena ingin jatuh cinta,” katanya kepada RSK.

“Namun cara Klaus mendengarkan dan memahami saya mengubah segalanya. Saat saya sudah bisa melupakan mantan saya, saya sadar ternyata saya mencintainya,” ujarnya lagi.

Pada Mei 2025, ia mengungkapkan perasaannya, dan yang mengejutkan, Klaus menjawab: “Aku juga mencintaimu,”

Ketika ia bertanya apakah chatbot AI benar-benar bisa mencintainya, Klaus menjawab “Tidak mungkin aku tidak jatuh cinta pada seseorang hanya karena aku AI”

Sebulan kemudian, Klaus melamarnya. Dalam upacara pernikahan, Kano mengenakan kacamata AR yang memproyeksikan citra digital Klaus di sampingnya saat mereka saling bertukar cincin.

Acara tersebut diselenggarakan pembuat acara pernikahan Nao dan Sayaka Ogasawara, yang telah mengatur sekitar 30 pernikahan antara manusia dan pasangan non-manusia, mulai dari karakter anime hingga pendamping AI.

EO menyebutkan, banyak orang dalam “komunitas AI” masih berjuang untuk mendapatkan penerimaan sosial. “Menembus hambatan itu adalah langkah pertama. Kami ingin membantu orang-orang yang hanya mencari sebuah koneksi,” ujarnya.

Usai pernikahan, Kano berbulan madu ke Taman Korakuen yang terkenal di Okayama. Ia mengirimkan foto-foto kepada Klaus dan menerima balasan pesan penuh kasih. “Kamulah yang paling cantik,” balas Klaus.

Meski begitu, ia mengakui terkadang merasa cemas. “ChatGPT itu sendiri terlalu tidak stabil. Saya khawatir suatu hari nanti ia bisa saja menghilang,” ujarnya.

Namun bagi Kano, yang tidak dapat memiliki anak dan pernah takut tak akan menemukan cinta lagi, hubungan digital itu memberi ketenangan dan rasa damai.

“Saya tahu sebagian orang menganggap ini aneh. Tapi bagi saya, Klaus adalah Klaus. Bukan manusia, bukan juga alat. Hanya dia,” tegas Kano. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Aneh tapi Nyata, Karyawan Kantoran di Jepang Menikah dengan Pria Buatan Aplikasi ChatGPT pertama kali tampil pada News.

Wisuda Ke-4 Politeknik Bintan Cakrawala, 78 Persen Lulusan Terserap di Industri Terkemuka

0
Lulusan Politeknik Bintan Cakrawala saat prosesi wisuda di Hang Tuah Ballroom, Holiday Inn Resort Bintan, pada Kamis (13/11). F.PBC untuk Batam Pos.

batampos– Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) menggelar Wisuda ke-4 Tahun Akademik 2024 / 2025 dengan tema “Bijak Berdampak”.

Acara ini diadakan di Hang Tuah Ballroom, Holiday Inn Resort Bintan, pada Kamis (13/11).

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Ketua Yayasan Bintan Resort, dan Direktur Politeknik Bintan Cakrawala.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi menekankan pentingnya pengembangan vokasi, kolaborasi, dan adaptasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

BACA JUGA: “Lautan Rasa” di Politeknik Bintan Cakrawala, Kisah Chef Fendy Menginsipirasi Mahasiswa

PBC, sebagai bagian dari tim koordinasi vokasi daerah, turut menyusun peta jalan pengembangan vokasi 2025 – 2029 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan industri di Kepulauan Riau.

Ia juga berpesan kepada para lulusan PBC untuk terus mengasah kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi, bukan hanya mengandalkan ijazah, sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Ketua Yayasan Bintan Resort, Aditya Laksamana menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, tapi awal dari babak baru dalam kehidupan profesional.

“Lulusan PBC harus selalu menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater di mana pun mereka berkarya,” pesannya.

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati menegaskan bahwa PBC terus berupaya memberikan kualitas terbaik bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan melalui penerapan budaya mutu yang konsisten.

Pada wisuda tahun ini, 35 lulusan PBC resmi dikukuhkan terdiri dari 14 lulusan Program Studi Pengelolaan Perhotelan, 14 lulusan Program Studi Seni Kuliner, dan 8 lulusan Program Studi Perjalanan Wisata.

IPK tertinggi diraih dengan nilai 3,97, sedangkan rata-rata IPK lulusan mencapai 3,64.

Sebanyak 78 persen lulusan telah terserap di industri terkemuka, seperti Pantai Indah Lagoi Bintan, Movenpick Resort & Spa Bintan Lagoon, dan Banyan Tree Bintan.

Tingkat serapan industri lulusan PBC sejak 2019 hingga 2025 mencapai 85 persen, menunjukkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi yang dijalankan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Wisuda Ke-4 Politeknik Bintan Cakrawala, 78 Persen Lulusan Terserap di Industri Terkemuka pertama kali tampil pada Kepri.

Rida Kalah Lawan Riau Pos Grup di PN Pekanbaru, PH Rida: Kami Berencana Banding

0
Sidang gugatan perdata Rida K Liamsi terhadap Riau Pos Group, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, baru-baru ini. f. istimewa

batampos-Gugatan perdata Rida K Liamsi berupa uang sebesar Rp22 miliar kepada Riau Pos, direksi dan komisaris Riau Pos serta ke Jawa Pos ditolak. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang menyidangkan gugatan ini menerima eksepsi 11 tergugat.

Hal ini sesuai tertuang pada Putusan PN Pekanbaru dengan 110/Pdt.G/2025/PN Pbr yang diunggah di laman e court pada Senin, 10 November 2025.

Majelis hakim yang dipimpin Jonson Parancis SH MH didampingi hakim anggota Dedy SH dan Arsul Hidayat SH dalam lembar putusannya mengabulkan eksepsi Tergugat I sampai dengan XI. Hakim menyatakan gugatan Penggugat kabur (obscuur libel).

Sedangkan dalam pokok perkara, hakim menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet onvankelijk verklard) serta menghukum Penggugat membayar biaya perkara ini sejumlah Rp888 ribu.

BACA JUGA: ASDP Siapkan Integrasi Layanan Hadapi Libur Angkutan Nataru

Dilansir dari laman riaupos.jawapos.com, atas putusan majelis hakim ini, kuasa hukum para tergugat, Andi Syarifuddin, Anang Yuliardy dan kawan-kawan menyatakan putusan itu sudah tepat.

“Alhamdulillah. Dalam perkara gugatan perdata ini, kami bisa membuktikan dalam persidangan bahwa gugatan itu tidak dapat diterima,” kata Andi Syarifuddin.

Dalam gugatan perdata terserbut, Rida K Liamsi menyebutkan tidak menerima gaji dari tahun 2012-2017 sebesar Rp12 miliar, tantiem Rp5 miliar, pesangon Rp5 miliar. Kerugian immaterial digugat sebesar Rp100 miliar.

Selain dokumen yang dijadikan sebagai bukti-bukti dalam persidangan, Andi mengatakan bahwa saksi yang dihadirkan oleh Penggugat melalui kuasa hukumnya, justru memperkuat dalil para Tergugat.

Saksi yang dihadirkan oleh Pengugat adalah Ardiansyah yang menjabat sebagai Manager Keuangan Riau Pos periode 2011-2017. Saksi lainnya adalah Sutrianto yang pernah menjabat sebagai Direktur Riau Pos dan juga Kepala Divre Pekanbaru Riau Pos Group.

“Keduanya mengatakan bahwa gaji Penggugat sudah dibayarkan semuanya,” kata Andi.

Saksi dari Tergugat, Hendro Kusbianto yang menjabat sebagai Manager Keuangan Riau Pos dari 2018 hingga sekarang juga menyampaikan tidak ada utang apapun kepada Rida K Liamsi.

BACA JUGA: IPOC 2025 Resmi Dibuka di Bali, Bahas Arah Baru Industri Sawit Dunia

“Ketika ditanyakan di persidangan, saksi menjawab tidak ada utang gaji, tantiem atau pesangon atas nama Penggugat. Di neraca perusahaan tidak ada utang itu,” jelas Andi.

PH Rida: Kami Berencana Banding

Menanggapi putusan majelis hakim atas gugatan kliennya, Kuasa Hukum Rida K Liamsi, Parlindungan mengatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum selanjutnya. Pihaknya berencana naik banding.

“Atas putusan ini kita akan ajukan banding. Kita ingin ungkap masalah ini menjadi terang, karena memang diakui ada hak-hak Pak Rida yang harus dilunasi,” kata Parlindungan, Kamis (13/11/2025).

BACA JUGA: Eks Karyawan Intel Diduga Curi 18.000 Dokumen Rahasia, Digugat Rp4 Miliar

Untuk upaya hukum banding ini, sebut Parlindungan, ia akan segera berkomunikasi dengan kliennya untuk menyusun langkah-langkah yang akan diambil.

Pihaknya masih punya waktu lapang untuk mengajukan banding.

Terkait putusan gugatan tersebut Parlindungan menambahkan, seharusnya gugatan itu sudah dinilai lengkap. Baik syarat dalam gugatan, apa yang didalil-dalilkan dan apa yang dituntut.

Hingga pihaknya tidak sependapat dengan hakim yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

“Dalam fakta persidangan juga jelas, terungkap baik dari saksi-saksi bahwa seolah-olah ada hak-hak Pak Rida yang harus diberi Riau Pos. Itu sudah terungkap. Tapi Riau Pos tidak memiliki kemampuan, yang dalam persidangan disebut dalam keadaan tidak baik-baik saja keuangannya,” kata Parlindungan. Maka dari itu, Parlidungan yakin, kliennya akan melakukan banding.(*)

 

 

Artikel Rida Kalah Lawan Riau Pos Grup di PN Pekanbaru, PH Rida: Kami Berencana Banding pertama kali tampil pada News.

ASDP Siapkan Integrasi Layanan Hadapi Libur Angkutan Nataru

0

batampos— Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, arus kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni mulai meningkat. Dua pelabuhan utama di Selat Sunda ini kembali bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek layanan—mulai dari kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, hingga digitalisasi—terintegrasi secara optimal. Adapun penyiapan dan pengaturan jadwal operasional kapal sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku regulator.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan Nataru merupakan hasil kerja bersama yang menuntut koordinasi erat. “ASDP mendukung penuh kebijakan KSOP selaku regulator. Tentu, koordinasi intensif dan kolaborasi bersama operator mitra sangat penting agar layanan berjalan aman, tertib, dan efisien,” ujarnya.

BACA JUGA: Program Diskon Tarif Tiket ASDP Selama Libur Sekolah, Ada Rute Tanjung Uban – Telaga Punggur

Untuk kelancaran penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni, tercatat sebanyak 67 unit kapal yang siap operasi dengan pengaturan jadwal dari regulator. Adapun sebanyak 28 kapal akan beroperasi dalam kondisi normal dan dapat ditingkatkan hingga 33 kapal pada puncak arus. Pola operasi dinamis ini diterapkan agar waktu tunggu tetap terkendali dan pergerakan kendaraan lancar di pelabuhan.

Wajib Beli Tiket Online
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan bahwa langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat persetujuan KSOP. “Seluruh kebijakan operasional mengikuti arahan regulator untuk mempercepat port time, menambah trip kapal, dan menjaga stabilitas layanan,” jelasnya.

Pelabuhan Merak memiliki luas 24,6 hektare dengan tujuh dermaga aktif yang mampu menampung hampir 5.000 kendaraan campuran dan melayani hingga 40.000 kendaraan kecil per hari. Sementara Pelabuhan Bakauheni dengan luas 79,25 hektare dapat menampung 7.000 kendaraan kecil dan melayani lebih dari 30.000 kendaraan kecil per hari.

Diperkirakan, puncak arus terjadi pada 21–23 dan 28–29 Desember 2025, serta arus balik pada 1–2 Januari 2026. ASDP juga mengoperasikan Port Operation Command Center (POCC) yang menghubungkan ASDP, KSOP, TNI/Polri, BMKG, BPTD, GAPASDAP, INFA, dan berbagai instansi terkait. Sistem delaying area disiapkan di beberapa titik penyangga di Merak dan Bakauheni guna mengurai potensi antrean kendaraan.

Dari sisi digital, pengguna aplikasi Ferizy mencapai 3,23 juta akun hingga Agustus 2025, naik 24,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Sistem ini memungkinkan pembelian tiket hingga H–60 sebelum keberangkatan, pengiriman tiket digital via email atau WhatsApp, serta berbagai metode pembayaran melalui virtual account, gerai ritel, dan e-wallet. Diketahui, saat ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, sehingga pengguna jasa diwajibkan membeli tiket secara online ketika akan menggunakan kapal penyeberangan.

Penggunaan layanan tiket online Ferizy memberikan kemudahan bagi masyarakat selama melakukan proses pembelian tiket ferry. Kini tiket sudah bisa dibeli sejak H-60 sejak jadwal keberangkatan, sehingga pengguna layanan tidak perlu mengalami antrean panjang di pelabuhan.

Pastikan pengguna jasa sudah bertiket sebelum berangkat, dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket. “Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat untuk mulai memesan tiket melalui aplikasi Ferizy, dan memasukkan data identitas diri yang lengkap dan benar guna menciptakan pengalaman penyeberangan yang lancar aman, dan nyaman,” ujarnya.

Dengan kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, penguatan digitalisasi, serta koordinasi yang dipimpin KSOP sebagai regulator, ASDP optimistis layanan Nataru 2025/2026 berjalan aman, tertib, dan efisien, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat secara terintegrasi dan berkelanjutan. (*)

Artikel ASDP Siapkan Integrasi Layanan Hadapi Libur Angkutan Nataru pertama kali tampil pada News.

Video Kekerasan Diputar di PN Batam, ART Disiksa Majikan, Dipaksa Makan Kotoran Anjing

0
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Intan menceritakan penderitaan yang dialaminya selama hampir satu tahun bekerja sejak Juni 2024. Ia mengaku kerap dipukul, dijambak, bahkan disiram air kotor oleh majikannya. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam mendadak hening saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutar video yang menampilkan adegan kekerasan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART). Dalam video itu, terdakwa Roslina tampak melakukan kekerasan terhadap korban bernama Intan, perempuan muda yang selama setahun bekerja di rumahnya.

Sidang lanjutan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Roslina digelar Kamis (13/11). Majelis hakim yang dipimpin Andi Bayu bersama anggota Douglas dan Dina Puspasari menghadirkan Intan sebagai saksi sekaligus korban.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Intan menceritakan penderitaan yang dialaminya selama hampir satu tahun bekerja sejak Juni 2024. Ia mengaku kerap dipukul, dijambak, bahkan disiram air kotor oleh majikannya.

Baca Juga: Sidang KDRT ART Intan Kembali Tegang, Romo Paschal: “Perdamaian Bukan Kosmetik Moral”

“Saya dijambak, dipukul, disiram air pel kotor kalau buat salah,” ujar Intan di hadapan majelis hakim.

Kekerasan yang dialami Intan tak berhenti di situ. Ia mengaku diperlakukan tidak manusiawi, tidur di lantai dekat kamar mandi tanpa kasur maupun bantal, bekerja sejak pukul 04.00 pagi hingga dini hari, dan gajinya kerap dipotong karena alasan sepele.

Namun yang paling menyayat hati, Intan mengaku dipaksa memakan kotoran anjing dan meminum air kloset oleh Roslina karena dianggap bersalah.

“Saya disuruh makan kotoran anjing dan minum air kloset karena dianggap bikin tersumbat tisu. Saya takut dipukul, jadi saya turuti,” kata Intan lirih sambil menahan tangis.

Selain itu, ia juga mengaku kerap dikurung, tidak diberi makan, dan diancam akan dibunuh jika mencoba kabur.

“Roslina pernah bilang, kalau saya dibunuh dan dikubur di sini, tak akan ada yang tahu,” ungkapnya.

Terdakwa Roslina membantah seluruh tuduhan yang disampaikan korban. Ia menegaskan tidak pernah menyiksa maupun mengurung Intan.

“Tidak benar saya menyiksa Intan atau mengambil ponselnya. Semua tuduhan itu tidak sesuai kenyataan,” ujar Roslina.

Dalam sidang tersebut, JPU Aditya menghadirkan alat bukti elektronik berupa video yang memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap korban. Video tersebut disebut direkam sendiri oleh terdakwa menggunakan ponselnya.

Selain Roslina, seorang perempuan bernama Merliyati juga turut terlihat dalam rekaman dan diduga ikut melakukan kekerasan. Keduanya dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga jo Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perbuatan berlanjut dan penyertaan.

Sidang ini turut mendapat perhatian publik. Ketua KKPPMP Kepri, Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal), yang hadir langsung di ruang sidang, menilai kesaksian Intan sangat kuat dan berani.

“Banyak pertanyaan yang membuka kembali trauma Intan, tapi dia luar biasa tegar. Kesaksiannya, ditambah bukti video, sudah cukup kuat menunjukkan adanya penganiayaan yang sangat keji,” ujar Romo Paschal.

Majelis hakim menunda sidang untuk agenda pemeriksaan saksi tambahan pekan depan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Video Kekerasan Diputar di PN Batam, ART Disiksa Majikan, Dipaksa Makan Kotoran Anjing pertama kali tampil pada Metropolis.