Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 884

Bapanas Cek Gudang Beras Tanjungpinang, Pastikan Harga Sesuai HET

0
Tim Bapanas RI saat mengecek harga beras di gudang distributor yang ada di Jalan Kijang Lama, Kamis (23/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI turun langsung ke lapangan untuk memantau harga beras di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/10).

Tim melakukan pengecekan di sejumlah gudang distributor dan toko penjual beras guna memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pantauan dilakukan di salah satu gudang distributor beras di Jalan Kijang Lama, Tanjungpinang, dengan menelusuri stok beras berbagai merek, baik kategori medium maupun premium.

“Ini merupakan arahan pimpinan. Kami melaksanakan tugas pengendalian harga beras di Provinsi Kepri,” ujar Akber Maulid, Staf Direktorat Pengawasan Bapanas RI, usai pengecekan harga beras di Tanjungpinang.

Selain di Tanjungpinang, Bapanas RI juga melakukan pemantauan harga beras di Bintan dan Batam. Pemeriksaan dilakukan di gudang distributor, hingga ke sejumlah swalayan yang menjual beras eceran ke masyarakat.

Dari hasil pengecekan tersebut, Bapanas memastikan tidak ditemukan adanya harga beras medium maupun premium yang dijual di atas HET.

“Untuk HET beras premium di Tanjungpinang Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.000 per kilogram. Sementara beras SPHP berada di kisaran Rp13.100 per kilogram. Saat ini harga di Tanjungpinang terpantau normal,” jelas Akber.

Artikel Bapanas Cek Gudang Beras Tanjungpinang, Pastikan Harga Sesuai HET pertama kali tampil pada Kepri.

Polri dan Bapanas Cek Langsung Harga Beras di Batam, Hasilnya Masih Sesuai HET

0
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta sejumlah stakeholder daerah saat turun langsung memantau harga beras di pasar-pasar Kota Batam, Kamis (23/10). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri turun langsung memantau harga beras di pasar-pasar Kota Batam, Kamis (23/10). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga di tingkat pedagang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stok beras tetap aman menjelang akhir tahun.

Operasi gabungan lintas instansi tersebut melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri, serta sejumlah stakeholder daerah. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Paksi Eka Syaputra mengatakan, tim gabungan meninjau sejumlah pasar dan toko pengecer beras di Batam, seperti Pasar Tos 3000 Jodoh dan Pasar SP Batuaji.

Baca Juga: Harga dan Pasokan Beras di Batam Stabil, Amsakar Pastikan Inflasi Terkendali Jelang Akhir 2025

“Dari temuan kami hari ini di beberapa toko yang kami kunjungi, harga eceran tertinggi sudah sesuai ketentuannya. Untuk Kota Batam, hingga saat ini masih terkontrol dengan baik,” ujar AKBP Paksi.

Paksi menjelaskan, tim memeriksa berbagai aspek mulai dari kesesuaian harga, takaran, kualitas beras, hingga ketersediaan stok. Pemeriksaan dilakukan bersama petugas Bapanas dan instansi terkait guna memastikan seluruh proses berjalan transparan.

“Insyaallah tidak akan terjadi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Fery Irawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri, Kabareskrim, dan Kepala Bapanas.

“Kami turun bersama tim dari Bapanas untuk mengecek langsung situasi di lapangan, apakah terjadi kenaikan harga, kelangkaan, atau penyimpangan dari HET. Tujuannya menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” jelas Fery.

Ia menambahkan, hasil sementara menunjukkan harga beras di Kepulauan Riau masih stabil dan sesuai ketentuan nasional.

“Sejak kemarin hingga hari ini, belum ditemukan pelanggaran harga ataupun penyimpangan takaran di Kepri. Semua masih sesuai harapan,” ujarnya.

Dari pihak Bapanas, Akber Maulad menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antarinstansi.

“Kami mengapresiasi Polri, Polda Kepri, dan dinas terkait yang telah melaksanakan kegiatan ini sesuai arahan Kepala Bapanas dan Kementerian Pertanian. Di Kepri, harga beras masih stabil dan sesuai HET,” ucapnya.

Kegiatan pengawasan harga dan stok pangan ini akan terus dilakukan secara berkala hingga akhir tahun untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil di seluruh wilayah Kepri. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polri dan Bapanas Cek Langsung Harga Beras di Batam, Hasilnya Masih Sesuai HET pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Liquid Vape hingga Happy Water, Dalang dari Malaysia, Touzen Mengaku Hanya Kaki Tangan

0
Terdakwa kasus narkotika Touzen alias Ajun saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/10). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Terdakwa kasus narkotika Touzen alias Ajun berupaya melepaskan diri dari jerat hukum dengan menyebut seorang warga negara Malaysia bernama Sultan sebagai otak di balik beroperasinya laboratorium mini (minilab) narkoba di Apartemen Harbour Bay Residence, Batuampar.

Fakta itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/10), yang dipimpin majelis hakim Tiwik, dengan anggota Douglas Napitupulu dan Andi Bayu Mandala Putra.

Dalam keterangannya, Touzen mengaku hanya menjalankan perintah Sultan untuk menyimpan dan mengedarkan narkotika di wilayah Batam. Ia menyebut pertama kali mengenal Sultan pada Februari 2025 di sebuah kedai kopi kawasan Nagoya.

Baca Juga: Polda Kepri Bongkar Minilab Narkoba di Apartemen Mewah Harbour Bay

Awalnya, Sultan menawarkan pekerjaan ringan sebagai pengantar kopi. Namun, tawaran itu berubah menjadi perintah untuk mengirim cairan narkotika yang dikemas dalam botol liquid vape.

“Sultan menyuruh saya mengantar lima botol liquid vape berisi cairan narkotika kepada pembeli. Satu botol dihargai Rp1,5 juta,” ujar Touzen di ruang sidang.

Touzen juga mengaku menerima Rp30 juta dari Sultan untuk menyewa unit apartemen di Harbour Bay Residence selama tiga bulan. Unit itu dijadikan tempat penyimpanan sekaligus lokasi pemilahan narkoba sebelum diedarkan.

“Saya hanya disuruh menyimpan dan dijanjikan keuntungan 30 sampai 50 persen dari hasil penjualan,” tambahnya.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arfian menilai keterangan Touzen hanya upaya untuk meringankan hukuman. Menurut jaksa, terdakwa bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi ikut bersekongkol dalam jaringan peredaran narkoba lintas negara.

Dalam surat dakwaan disebutkan, Touzen dan Sultan terlibat dalam produksi dan distribusi sabu, ekstasi, ketamin cair, serta serbuk “Happy Water” secara terencana dan terstruktur.

Penangkapan terhadap Touzen dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri pada 26 Mei 2025 di area parkir Apartemen Harbour Bay. Dari penggeledahan di kamar nomor 12-10, polisi menemukan berbagai barang bukti, di antaranya: 195,71 gram sabu, 401,15 gram serbuk abu-abu, 3.256 butir ekstasi cokelat seberat 810,41 gram, 80 butir pil hijau, dan cairan ketamin dan MDMA

Hasil uji laboratorium Polda Kepri memastikan seluruh barang bukti positif mengandung metamfetamina dan MDMA, yang termasuk dalam narkotika golongan I.

Jaksa menegaskan, perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan jumlah barang bukti yang besar, Touzen terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Dari Liquid Vape hingga Happy Water, Dalang dari Malaysia, Touzen Mengaku Hanya Kaki Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

IOC Bekukan Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Usai Tolak Atlet Senam Israel

0
Ilustrasi IOC sesalkan penolakan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia. (Dok. Olympics)

batampos – Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menangguhkan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga di bawah IOC. Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah Indonesia yang menolak visa atlet-atlet Israel untuk tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Keputusan tersebut disampaikan melalui rapat Dewan Eksekutif IOC yang digelar secara virtual pekan ini. Dalam rapat itu, IOC menyampaikan keprihatinan atas pembatasan akses atlet ke negara tuan rumah serta potensi diskriminasi akibat ketegangan politik.

“Tindakan-tindakan ini merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan mencegah Gerakan Olimpiade menunjukkan kekuatan olahraga,” tulis pernyataan resmi IOC, dikutip dari Jawa Pos, Kamis (23/10).

IOC menegaskan, seluruh atlet, tim, dan ofisial olahraga yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi tanpa diskriminasi, sesuai Piagam Olimpiade yang menjunjung prinsip otonomi dan netralitas politik.

Sebagai tindak lanjut, Dewan Eksekutif IOC menghentikan semua dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, maupun ajang olahraga lain di masa mendatang.

“Dialog akan dihentikan hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan tertulis bahwa semua peserta akan diizinkan masuk ke Indonesia tanpa memandang kewarganegaraan,” bunyi laporan IOC.

Sanksi ini juga mencakup penangguhan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional di bawah IOC sampai ada surat jaminan resmi dari pemerintah terkait akses bagi seluruh atlet.

Selain itu, IOC juga memanggil NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) ke kantor pusat IOC di Lausanne, Swiss, untuk membahas situasi ini secara langsung.

“Kami meminta NOC Indonesia dan FIG datang ke kantor pusat IOC guna membahas situasi yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53,” tulis pernyataan tersebut.

IOC menutup rilisnya dengan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan di dunia olahraga agar menjamin akses bebas dan tanpa batas bagi semua peserta kompetisi internasional, tanpa pengecualian apa pun.

“Komite Eksekutif IOC menegaskan kembali pentingnya akses tanpa batas bagi semua peserta agar semangat Olimpiade dapat berjalan sesuai nilai universalnya,” tutup pernyataan IOC. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel IOC Bekukan Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Usai Tolak Atlet Senam Israel pertama kali tampil pada Olahraga.

Kecamatan Nongsa Luncurkan Aplikasi Silapan, Inovasi Digital untuk Wujudkan Layanan Bersih dan Cepat

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, hadir dalam peluncuran aplikasi Sistem Informasi Layanan Persampahan Nongsa Bersih (Silapan) sebagai inovasi digital pertama di tingkat kecamatan dalam pengelolaan sampah. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Kecamatan Nongsa meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Layanan Persampahan Nongsa Bersih (Silapan) sebagai inovasi digital pertama di tingkat kecamatan dalam pengelolaan sampah. Aplikasi ini resmi diperkenalkan di kawasan Summer Land, Rabu (22/10) malam.

Camat Nongsa Arfandi mengatakan, aplikasi Silapan lahir dari proyek perubahan yang dikembangkannya saat mengikuti program pendidikan administrator di Yogyakarta. Ia berharap, inovasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Harapannya, melalui aplikasi Silapan, masyarakat dapat turut membantu mengatasi persoalan persampahan di kelurahan-kelurahan. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga RT, RW, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Arfandi.

Baca Juga: 800 Kg Sampah Diangkut dari Nongsa, Camat Ajak Warga Perhatikan Sampah Liar

Silapan memiliki berbagai fitur, di antaranya pengaduan dan pelayanan persampahan, laporan sampah liar, serta pelatihan daur ulang. Warga dapat langsung melapor jika pengangkutan sampah tak sesuai jadwal atau menemukan tumpukan sampah liar di lingkungan mereka.

“Misalnya Satgas Kebersihan tidak mengangkut sesuai jadwal, Pak RT bisa melaporkan lewat aplikasi. Laporan itu akan kami tindaklanjuti dengan cepat, bahkan dilengkapi foto sebelum dan sesudah penanganan,” jelasnya.

Selain pengaduan, Silapan juga menyediakan informasi kegiatan edukatif seperti pelatihan daur ulang, bank sampah menajar, dan Pekan Bersih Nongsa. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mampu mengelola sampah menjadi bernilai ekonomi.

Saat ini, Kecamatan Nongsa melayani 8.370 kepala keluarga dari 147 RT dalam pengelolaan sampah. Namun, jumlah itu baru mencakup sebagian dari total 307 RT yang ada, karena sebagian wilayah masih ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

“Bukan berarti tidak ada pelayanan, hanya saja terbagi dua. Ada yang dilayani DLH dan ada yang menjadi tanggung jawab kecamatan. Tapi kalau ada laporan dari wilayah DLH, tetap akan kami teruskan,” kata Arfandi.

Ia mencontohkan keberhasilan warga Permata Bandara, yang melalui program bank sampah berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi hingga meraih juara pertama tingkat Kota Batam.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang hadir dalam peluncuran, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Camat Nongsa. Aplikasi Silapan sangat berguna untuk membantu pengelolaan sampah di Batam. Ke depan, saya berharap aplikasi ini bisa diterapkan di kecamatan lain agar persoalan sampah dapat terpantau dan tertangani lebih cepat,” ujar Amsakar.

Ia juga mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Jangan hanya membuat aplikasi, tapi juga harus cepat tanggap dalam menindaklanjuti setiap laporan. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Batam lebih bersih dan tertata,” tegasnya.

Melalui Silapan, Kecamatan Nongsa menegaskan komitmennya menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama. Tak sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga membangun partisipasi warga menuju kota yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kecamatan Nongsa Luncurkan Aplikasi Silapan, Inovasi Digital untuk Wujudkan Layanan Bersih dan Cepat pertama kali tampil pada Metropolis.

Polresta Barelang Gagalkan Penyelundupan Ganja Lewat Jasa Pengiriman

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.

batampos – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja yang masuk ke Kota Batam melalui jasa pengiriman barang. Kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian karena menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan logistik antardaerah.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin mengungkapkan, pengungkapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap sebuah paket yang dikirim melalui salah satu jasa ekspedisi. Saat diperiksa, isi paket ternyata daun kering diduga ganja.

“Pernah ada yang lolos sekali, dan pada pengungkapan terakhir ini berhasil kami ungkap. Ini menjadi atensi agar pihak jasa pengiriman memperketat pemeriksaan barang masuk dan keluar Batam,” tegas Zaenal, Rabu (22/10).

Ia menegaskan, kepolisian tak akan mentolerir jika ada unsur kelalaian, apalagi keterlibatan dari oknum perusahaan jasa pengiriman.

“Jangan sampai ada pihak yang menutup mata atau sengaja membiarkan. Bila terbukti ada kelalaian atau keterlibatan, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Zaenal juga mengingatkan agar seluruh penyedia jasa logistik di Batam lebih waspada terhadap modus pengiriman barang haram. Pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menutup semua jalur penyelundupan, baik lewat darat, laut, maupun udara.

Menurutnya, Batam sebagai daerah strategis dan terbuka sangat rawan dimanfaatkan jaringan narkotika lintas daerah hingga internasional. Selain melalui jasa ekspedisi, pelaku kerap mencoba memanfaatkan jalur laut dan pelabuhan tidak resmi untuk memasukkan sabu dan ganja dari luar negeri.

“Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa, khususnya di Batam. Kami berkomitmen memberantas peredaran barang haram ini dari hulu sampai hilir,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polresta Barelang Gagalkan Penyelundupan Ganja Lewat Jasa Pengiriman pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral Peresmian Masjid di Temanggung Diwarnai Biduan Seksi, PCNU Angkat Bicara

0
Acara dangdutan di acara peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang mendadak viral di media sosial. (Istimewa)

batampos – Sebuah video berdurasi satu menit lebih dari akun Instagram @kejadiantemanggung mendadak viral di media sosial. Tayangan itu memperlihatkan suasana peresmian Masjid Darul Falah di Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang justru diwarnai pentas dangdut dengan biduan berpakaian seksi.

Publik pun geger. Banyak warganet menilai kegiatan hiburan itu tak pantas digelar dalam momentum keagamaan yang seharusnya sakral.

Menanggapi polemik tersebut, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung, M Furqon Masyhuri, menyatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kebenaran video yang beredar.

“Kami akan cek ke lapangan, apakah betul itu terjadi. Ini bagian dari upaya kami untuk memahami dan menasihati masyarakat agar tidak mencampurkan hal-hal yang bersifat maksiat dengan sesuatu yang sakral seperti peresmian masjid,” ujar Furqon, dikutip dari Radar Magelang.

Furqon menyayangkan bila benar kegiatan hiburan itu terjadi. Ia menilai, peresmian masjid seharusnya dijaga kesuciannya, bukan dicampur dengan hiburan yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Peresmian masjid itu sesuatu yang sakral, tentu tidak pantas jika ada kegiatan dangdutan. Ini sudah menjadi perhatian banyak pihak, bahkan beberapa kiai juga menghubungi saya karena video itu viral di berbagai grup dan media sosial,” katanya.

Menurutnya, PCNU Temanggung akan segera berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat untuk memberikan nasihat serta memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kami malu ini sudah viral ke mana-mana. Kita merasa kecolongan. Setelah dicek nanti, kami akan sampaikan pemahaman agar masyarakat lebih hati-hati dan tidak mengulangi kegiatan seperti itu lagi,” tegasnya.

Furqon juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menghakimi atau menyebarkan potongan video tanpa konteks lengkap. Ia menekankan pentingnya sikap tabayyun (klarifikasi) sebelum berkomentar di ruang digital.

“Kami akan tetap menindaklanjuti untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan kegiatan keagamaan. Tapi masyarakat juga perlu lebih bijak bermedia sosial,” tutupnya.

Meski sudah ditanggapi oleh tokoh keagamaan setempat, kasus viral ini kembali membuka perdebatan klasik antara tradisi lokal, hiburan rakyat, dan nilai kesakralan tempat ibadah.

Di tengah derasnya arus informasi digital, tabayyun dan literasi digital keagamaan menjadi kunci agar masyarakat tak mudah terseret kontroversi tanpa memahami konteks sebenarnya. (*)

Artikel Viral Peresmian Masjid di Temanggung Diwarnai Biduan Seksi, PCNU Angkat Bicara pertama kali tampil pada News.

Jalan Duyung Batuampar Rusak Parah, Warga Keluhkan Debu dan Lubang

0
Kondisi Jalan Duyung di kawasan Batuampar, Kota Batam, kian memprihatinkan. Permukaan jalan yang rusak berat, berlubang, bergelombang, dan dipenuhi debu membuat pengguna jalan resah. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kondisi Jalan Duyung di kawasan Batuampar, Kota Batam, kian memprihatinkan. Permukaan jalan yang rusak berat, berlubang, bergelombang, dan dipenuhi debu membuat pengguna jalan resah.

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan yang menjadi akses utama kawasan industri itu tampak dipadati kendaraan berat setiap hari. Truk gandeng, kontainer, trailer, hingga kendaraan proyek lalu-lalang tanpa henti. Akibatnya, aspal cepat mengelupas, sementara debu menebal dan beterbangan saat cuaca panas.

“Kalau hujan becek, kalau panas berdebu. Mau lewat pun jadi was-was,” keluh Taufik, salah seorang pengguna jalan, Kamis (23/10). Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki kondisi jalan yang sudah lama dikeluhkan warga itu.

Baca Juga: Jalan Duyung Batu Ampar Rusak: Berlubang, Berdebu, dan Rawan Banjir

Kondisi makin parah saat musim hujan tiba. Air tak mengalir karena drainase tak berfungsi baik. Genangan dan lumpur menutupi badan jalan, membuat kendaraan kecil harus melambat. Namun, saat panas terik, jalan berubah menjadi lautan debu yang mengganggu jarak pandang.

“Kalau siang, mata sering perih karena debu tebal. Apalagi kalau truk besar lewat, debunya sampai ke rumah-rumah,” tambah Siska, pengendara motor yang saban hari melintas di sana.

Ia menilai perlu ada pengaturan lalu lintas bagi kendaraan berat di kawasan itu.

“Kalau bisa dibuat jalur khusus atau waktu tertentu untuk kendaraan besar. Jalan ini sudah padat, belum lagi kalau truk besar lewat, makin parah jadinya,” ujarnya.

Selain rusak, warga menilai lebar jalan tak sebanding dengan volume kendaraan yang tinggi. Dua jalur yang sempit membuat pengendara sering harus bergantian melintas di titik-titik rawan.

“Kalau truk gandeng lewat, kendaraan kecil langsung minggir. Bahaya sekali kalau malam karena lampu jalan juga minim,” tambah Taufik.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Suhar, memastikan pihaknya telah menyiapkan rencana perbaikan.

“Saat ini sedang dalam tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan dan sistem drainase di Jalan Duyung,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait maraknya kendaraan berat, Suhar menjelaskan belum ada aturan pembatasan kendaraan besar di jalan kota Batam.

“Semua jalan di Batam bisa dilalui kendaraan apa pun. Tidak ada aturan pemisahan untuk kendaraan berat,” jelasnya.

Meski begitu, warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum musim hujan datang. Mereka khawatir jalan berlubang dan licin bisa memicu kecelakaan.

“Kami tak menuntut banyak, cukup jalannya diperbaiki. Supaya aman dan nyaman untuk semua,” tutup Siska. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Duyung Batuampar Rusak Parah, Warga Keluhkan Debu dan Lubang pertama kali tampil pada Metropolis.

HUT Batam ke-196 Dikemas Berbeda: Atraksi Udara, UMKM, hingga Festival Melayu

0
Pesawat Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim. Pesawat ini nantinya akan bergemuruh di langit Batam pada HUT Kota Batam yang ke-196 pada 17–18 Desember 2025. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-196 Kota Batam tahun ini bakal berbeda dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya, langit Batam akan menjadi arena pertunjukan udara berskala internasional lewat Batam Airshow 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Desember 2025.

Kegiatan spektakuler ini digagas Lanud Hang Nadim dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam serta BP Batam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, momen HUT kali ini akan dikemas lebih berwarna dan melibatkan banyak pihak.

“Insyaallah pada saat perayaan hari jadi nanti, kami akan melaksanakan sesuatu yang berbeda,” ujar Amsakar usai menghadiri silaturahmi RT/RW di Kecamatan Nongsa, Rabu (22/10) malam.

Menurut Amsakar, pembahasan teknis sudah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Pemko Batam telah menugaskan Yusuf Hendri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, untuk berkoordinasi intens dengan pihak Lanud dan BP Batam.

“Kami sangat berbahagia jika Lanud dapat menampilkan atraksi yang membuat warga Batam bangga dan mendorong kunjungan wisatawan ke daerah ini,” ujarnya.

Amsakar berharap, Batam ke depan tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga menjadi kota destinasi wisata yang berkelas.

“Kami ingin Batam semakin dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tapi juga kota destinasi. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kita bisa wujudkan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Hang Nadim Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, menegaskan Batam Airshow 2025 merupakan bentuk kolaborasi nyata antara TNI AU, Pemko Batam, BP Batam, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.

“Batam Airshow bukan sekadar perayaan, tetapi momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui aktivitas UMKM dan kolaborasi investasi,” jelas Hendro.

Rangkaian kegiatan dua hari itu akan dipusatkan di Pantai Nongsa dan Dataran Engku Putri Batamcenter. Sejumlah atraksi udara spektakuler akan memanjakan warga dan wisatawan, di antaranya The Jupiters Aerobatic Team, pesawat tempur F-16, atraksi terjun payung, paramotor, dan paratrike banner fly.

Tak hanya aksi udara, Batam Airshow juga menghadirkan Aero Education & Open Base Hang Nadim yang menampilkan pameran pesawat, sekolah penerbangan, Airnav, hingga tenant UMKM dan aviasi.

Acara semakin semarak dengan Festival UMKM, pelayanan publik, pertunjukan budaya Melayu, serta kompetisi foto internasional Batam Airshow 2025 bertema “Sky-Heritage-Unity”.

“Kegiatan ini kami dedikasikan untuk memperkuat semangat kebersamaan antara kekuatan dirgantara dan potensi ekonomi rakyat. Dari langit Batam, kami kirim pesan bahwa Indonesia hadir, Batam siap, dan masyarakat berdaya,” tegas Hendro.

Lanud Hang Nadim menargetkan Batam Airshow 2025 menjadi ikon baru kebanggaan nasional sekaligus mengokohkan Batam sebagai kota pariwisata internasional yang tangguh, modern, dan bermarwah Melayu. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel HUT Batam ke-196 Dikemas Berbeda: Atraksi Udara, UMKM, hingga Festival Melayu pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Pertama Varian Baru Mpox 1B Ditemukan di Belanda

0
Ilustrasi Monkey Pox alias cacar monyet. F. Istimewa.

batampos – Pemerintah Belanda mengonfirmasi kasus pertama varian baru virus cacar monyet (mpox) di negara tersebut. Pengumuman disampaikan oleh Menteri Kesehatan Belanda, Jan Anthonie Bruijn, melalui surat resmi kepada parlemen pada Selasa (21/10/2025).

Kasus ini terdeteksi pada 17 Oktober 2025 dan melibatkan seorang pria yang belum pernah menerima vaksin mpox serta tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, menurut keterangan Institut Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Nasional (RIVM).

“Pasien saat ini sedang menjalani masa karantina, sementara otoritas kesehatan daerah telah memulai pelacakan kontak erat,” tulis laporan media publik NOS yang dikutip dari Anadolu Agency (AA).

Menteri Bruijn menambahkan bahwa varian baru tersebut, yang dikenal sebagai mpox varian 1B, juga telah terdeteksi di Spanyol dan Amerika Serikat (AS).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) kini tengah memantau perkembangan penyebaran varian baru itu di sejumlah negara.

Pemerintah Belanda memastikan bahwa program vaksinasi untuk kelompok berisiko tinggi tetap berjalan hingga akhir tahun ini. Keputusan terkait apakah kampanye vaksinasi tersebut akan diperpanjang akan diputuskan kemudian.

Sejak wabah global mpox pertama kali muncul pada 2022, Belanda telah mencatat lebih dari 1.300 kasus. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kasus Pertama Varian Baru Mpox 1B Ditemukan di Belanda pertama kali tampil pada Lifestyle.