Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 888

Amsakar Janjikan Penuntasan Kampung Tua dan Krisis Air Batam di 2026

0
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyiapkan komitmen untuk menuntaskan dua persoalan klasik yang masih menghantui warga—kampung tua dan ketersediaan air bersih—paling lambat tahun 2026.

Komitmen itu disampaikan Amsakar saat bersilaturahmi dengan para ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Lubukbaja di halaman Kantor Camat Lubukbaja, Sabtu (18/10) malam.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk berdialog langsung. Amsakar mengatakan, kehadirannya bukan sekadar menghadiri acara formal, melainkan mendengarkan aspirasi warga secara langsung agar kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

BACA JUGA: Kampung Tua Bakau Serip Raih Penghargaan Desa Wisata

Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan warga, dua isu paling banyak mengemuka adalah penyelesaian kampung tua dan krisis air bersih. Perwakilan tokoh masyarakat Lubukbaja, Kamarudin, menyampaikan harapan besar agar penataan kampung tua segera tuntas.

Dia mencontohkan kawasan Tanjunguma, di mana dari total 42 hektare wilayah kampung tua, 32 hektare di antaranya telah selesai ditata.

“Kami berharap, di masa kepemimpinan Pak Amsakar, persoalan kampung tua bisa benar-benar diselesaikan. Begitu juga dengan air bersih yang sangat dirasakan dampaknya oleh warga,” katanya.

Menanggapi itu, Amsakar menyebut bahwa jajaran pemerintahannya bersama tim khusus tengah menuntaskan pemetaan seluruh kawasan kampung tua yang bebas dari kendala administrasi maupun hukum. Penyelesaian kampung tua dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita selesaikan satu per satu. Ini bagian dari komitmen yang sudah kita tandatangani bersama masyarakat kampung tua,” ujar dia.

Selain kampung tua, Amsakar juga menyoroti persoalan air bersih yang hingga kini masih menjadi keluhan utama di beberapa wilayah Batam. Pemerintah telah menyiapkan dua langkah penyelesaian: solusi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemko Batam menambah tandon dan armada tangki air agar distribusi ke warga tetap berjalan.

Sementara untuk solusi jangka panjang, ia memastikan anggaran peningkatan kapasitas air bersih sudah dialokasikan dalam APBD 2026. “Masalah air ini menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh rumah tangga di Batam mendapatkan pasokan air yang layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Amsakar juga mengajak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengungkapkan, setiap hari Batam menghasilkan 850 hingga 1.300 ton sampah. Angka itu menunjukkan perlunya perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

“Armada dan bak kontainer sudah kami tambah, tapi itu belum cukup tanpa dukungan masyarakat. Mari ubah kebiasaan kecil, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan cerminan kedisiplinan seluruh warga kota. Karena itu, ia meminta agar perangkat RT dan RW menjadi ujung tombak dalam menggerakkan kesadaran masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi membangun Batam yang bersih, maju, dan sejahtera. Ia berharap, kebersamaan antara pemerintah dan warga dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan mendasar.

“Gunakan energi terbaik untuk memberi yang terbaik bagi kota ini. Mari berhenti membicarakan hal yang tidak bermanfaat, dan fokus pada kerja nyata,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Janjikan Penuntasan Kampung Tua dan Krisis Air Batam di 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Ungkap Kasus Kebakaran MT Federal II, Polisi Sudah Periksa 22 Saksi

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos– Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kebakaran kapal tanker MT Federal II yang terjadi di area PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang. Hingga saat ini, pihaknya sudah memeriksa 22 orang saksi.

“Saksi yang kita periksa terus bertambah. Saat ini sudah 22 orang,” ujarnya, Minggu (19/10).

Selain pemeriksaan saksi, kebakaran kapal ini juga melibatkan Tim Puslabfor Pekanbaru. Dari lokasi, Tim mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Ada beberapa barang yang diamankan dari TKP. Tapi itu masuk bahan penyidikan, tidak bisa disampaikan,” kata Zaenal.

Menurut Zaenal, 2 peristiwa di PT ASL ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh perusahaan di Kota Batam. Ia mengingatkan para perusahaan untuk terus pengawasan pekerjaan dan prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

BACA JUGA: Tragedi MT Federal II, A2K3 Desak Audit Keselamatan Galangan Kapal Batam

“Terapkan secara disiplin K3 ini. Pengawasan pekerjaan harus dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya akan mencari petunjuk dengan memeriksa seluruh saksi yang terlibat dalam pekerjaan kapal ini.

“Dalam pelaksanaannya, hal-hal yang penting akan kita lakukan pemanggilan dan pemeriksaan,” ujarnya.

Debby mengaku kasus ini menjadi atensi Satreskrim Polresta Barelang. Sebab, insiden ini menewaskan 11 orang, dan puluhan pekerja terluka.

“Kita on the track sesuai peraturan perundang-undangan,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Ungkap Kasus Kebakaran MT Federal II, Polisi Sudah Periksa 22 Saksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kunjungi PWI Batam, PWI Rokan Hulu Belajar Cara Kerja Sama dengan Swasta dan Pemerintahan

0
Ketua PWI Batam M A Khafi Anshary menerima plakat dari Ketua PWI Rokan Hulu, Amin Syukri.

batampos– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hulu dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) melakukan kunjungan ke PWI Kepri dan Batam di Sekretariat PWI Batam, Imperium Superblok Blok B No. 6, Batam Kota. Kunjungan ini diagendakan untuk menjalin silaturahmi dan berdiskusi mengenai program kerja, Sabtu (18/10/2025).

Ketua PWI Rokan Hulu, Amin Syukri, mengatakan bahwa kunjungannya adalah bagian dari program benchmarking ke salah satu kantor atau pengurus PWI Provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Indonesia. PWI Batam dipilih untuk berbagi pengalaman dalam menjalin kerja sama dengan mitra swasta dan pemerintahan. “Kami berharap bisa mengaplikasikan program kerja PWI Batam di Rokan Hulu,” ujarnya.

PWI Batam menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dengan PWI Rokan Hulu dan IKWI.

BACA JUGA: Silaturahmi PWI Kepri-Polda Kepri, Sepakat Bersama Menangkal Hoaks

” Kami berterima kasih telah menjadikan PWI Kepri dan Batam sebagai tujuan kunjungan PWI Rokan Hulu. Salam dari Ketua PWI Kepri, Saibansyah, yang berhalangan hadir dikarenakan sedang menguji kompetensi wartawan di Medan,” ujar Ketua PWI Batam M A Khafi Anshary didampingi sekertaris Romi Candra, Ketua Seksi Bidang Pendidikan, Kamal,dan pengurus SIWO PWI Pusat, Denni Risman, serta pengurus IKWI Kepri, Agnes Dhamayanti dan Umy Kalsum.

Dalam diskusi dengan PWI Rokan Hulu, Khafi menjelaskan bahwa langkah pertama PWI Batam sejak kepengurusannya terbentuk adalah melakukan pembekalan kode etik dan kode perilaku kepada para pengurusnya sebelum terjun ke lapangan.

“Karena ini penting untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja wartawan. Setelah itu kami mengajak teman – teman wartawan yang lain agar berkompeten, kemudian menjalin komunikasi dengan pemerintah dan pihak swasta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris PWI Batam, Romi Chandra menjelaskan beberapa strategi PWI Batam untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, kami memiliki beberapa program yang akan dilaksanakan, salah satunya adalah menjalin hubungan kerjasama dengan pihak swasta dan mengadaptasi pola pemberitaan yang mengikuti perkembangan teknologi,’ ujar Romi.

“Saat ini, berita yang dilengkapi dengan video dan dibagikan di media sosial lebih diminati oleh pembaca,” katanya. “Oleh karena itu, kami sedang berupaya untuk mengedukasi anggota PWI agar dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik, sehingga media mereka lebih diminati dan informasi yang disampaikan dapat sampai kepada masyarakat luas. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan masing-masing media yang dimiliki oleh anggota PWI.”

Romi berharap bahwa silaturahmi ini dapat menjadikan organisasi pers tertua di Indonesia ini semakin maju dan menjadi wadah yang efektif bagi para wartawan.

Setelah berdiskusi, kegiatan ditutup dengan pemberian cindera mata oleh Ketua PWI Rohul kepada Ketua PWI Batam, serta dari Ketua IKWI Rohul kepada perwakilan IKWI Kepri. (*)

Artikel Kunjungi PWI Batam, PWI Rokan Hulu Belajar Cara Kerja Sama dengan Swasta dan Pemerintahan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah Ratusan Kontainer Limbah Disegel Bea Cukai di Pelabuhan Batuampar

0
Impor ilegal
KLH saat menggagalkan masuknya limbah elektronik asal Amerika Serikat. Foto, ANTARA

batampos– Bea Cukai (BC) Batam dikabarkan sudah menindak lebih dari 200 kontainer berisikan limbah dari Amerika Serikat. Penindakan ini mulai dilakukan sejak akhir bulan lalu atau selama 3 pekan.

“Jumlah berubah (bertambah) terus,” ujar Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, Minggu (19/10).

Zaky mengaku ratusan kontainer ini sudah disegel dan saat ini masih diperiksa oleh petugas Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).

BACA JUGA: Ini Tiga Perusahaan Pengimpor limbah, BC Batam Gesa Reeskpor Kontainer Limbah

“Pemeriksaan bertahap, sebagian sudah diperiksa. Menunggu petugask KLH,” katanya.

Selain menunggu hasil pemeriksaan isi kontainer oleh KLH, kata Zaky, pihaknya juga tengah menunggu rekomendasi kontainer yang akan direekspor ke negara asalnya tersebut.

“Kita masih menunggu dan kami dorong percepatan (reekspor),” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batak, Evi Octavia mengatakan saat in pihaknya tengah melakukan pengurusan dokumen dan menunggu pemesanan kapal dari pemilik limbah.

Pemilik limbah tersebut yakni PT Logam Internasional Jaya, PT Esun Internasional Utama Indonesia, dan PT Batam Battery Recycle Industry.

“Masih perisapan dokumen dan pemesanan kapal. Untuk reekspor kita gesa sesuai rekomendasi dari KLH,” ujarnya.

Evi mengaku selama ini tidak menindak impor limbah tersebut karena sesuai rekomendasi. Namun, pihak Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) mendapatkan informssj adanya limbah B3 yang dipasok dari Amerika Serikat.

“Informasinya itu dari KLH dari negara asal Amerika, sehingga dilakukan pemeriksaan bersama. Dan proses hukumnya itu di KLH,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Sudah Ratusan Kontainer Limbah Disegel Bea Cukai di Pelabuhan Batuampar pertama kali tampil pada Metropolis.

Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan Bantuan Teknologi AI

0
Seorang profesional menggunakan laptop dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan sehari-hari secara efisien di era digital.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin meluas di kalangan profesional. Melalui layanan prompt AI, pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat di tengah tuntutan dunia digital yang dinamis. F. Chatgpt

batampos – Di era digital saat ini, banyak profesional mulai mencari layanan jasa prompt AI untuk membantu mereka memanfaatkan kecerdasan buatan secara maksimal.

Hal ini wajar, karena teknologi hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menciptakan efisiensi. Salah satu teknologi yang semakin populer adalah Artificial Intelligence (AI).

Mengapa AI Penting untuk Produktivitas?

AI membantu otomatisasi pekerjaan repetitif, memberikan analisis data lebih cepat, hingga menyediakan rekomendasi cerdas untuk pengambilan keputusan. Dengan bantuan AI, pekerjaan yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Contohnya:

  • AI dalam aplikasi perkantoran mampu menyarankan perbaikan tata bahasa saat menulis laporan.
  • Chatbot berbasis AI bisa melayani pertanyaan pelanggan 24/7 tanpa henti.
  • AI dalam analisis data bisa menampilkan pola penjualan hanya dengan satu kali klik.

Jika dibandingkan dengan cara manual, tentu hasilnya lebih efisien. Bukan hanya waktu yang dihemat, tetapi juga energi dan biaya operasional. Karena itu, banyak perusahaan mulai mengintegrasikan sistem AI untuk mendukung operasional harian.

Cara Menggunakan AI untuk Aktivitas Harian

Bagi para pekerja profesional maupun pelaku bisnis, ada beberapa cara sederhana agar AI bisa membantu meningkatkan produktivitas:

  1. Manajemen Waktu – Gunakan aplikasi berbasis AI untuk menjadwalkan meeting, mengatur reminder, bahkan mengelola email agar tidak menumpuk.
  2. Pembuatan Konten – AI bisa membantu menghasilkan ide artikel, copywriting iklan, hingga desain presentasi dengan cepat.
  3. Analisis Cepat – AI memudahkan untuk membaca data dalam jumlah besar, mengidentifikasi pola, lalu menyajikannya dalam bentuk laporan ringkas.
  4. Komunikasi Efisien – Gunakan AI sebagai asisten virtual yang mampu menjawab pertanyaan dasar pelanggan, sehingga tim customer service bisa lebih fokus pada masalah yang kompleks.
  5. Pengembangan Diri – AI juga bermanfaat dalam pendidikan, seperti aplikasi pembelajaran bahasa asing yang menyesuaikan materi sesuai kemampuan pengguna.

Memaksimalkan Potensi AI

Namun, memanfaatkan AI tidak selalu semudah menginstal aplikasi atau sekadar mengetik perintah. Ada seni tersendiri dalam berinteraksi dengan AI yang disebut prompt engineering.

Konsep ini menekankan bagaimana kita menyusun instruksi dengan tepat agar AI mampu memberikan hasil sesuai ekspektasi.

Misalnya, jika ingin membuat artikel, maka instruksi yang jelas seperti “buat artikel 700 kata dengan gaya santai dan tambahkan poin-poin praktis” akan jauh lebih efektif daripada sekadar menulis “buat artikel.” Semakin detail instruksinya, semakin tepat pula hasil yang diberikan AI.

Bagi banyak orang, memahami teknik prompt engineering bisa memakan waktu. Karena itu, layanan profesional yang berfokus pada hal ini mulai banyak diminati. Dengan dukungan dari para ahli, hasil yang diberikan AI bisa lebih relevan, akurat, dan sesuai kebutuhan.

Apakah Anda Siap Meningkatkan Produktivitas dengan AI?

Pada akhirnya, pertanyaan terpenting adalah: apakah Anda sudah siap memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas kerja?

Dunia bergerak cepat, dan mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan lebih unggul. AI tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, tetapi juga membuka peluang baru untuk berinovasi.

Jika Anda ingin langsung merasakan manfaatnya tanpa harus repot belajar teknis, cukup klik disini dan biarkan para ahli membantu mengoptimalkan hasil kerja Anda. (*)

 

Artikel Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan Bantuan Teknologi AI pertama kali tampil pada News.

Oknum Polisi Anambas Diduga Tipu Warga Rp15 Juta, Korban: Itu Uang Tabungan Haji

0
Kantor Propam Polres Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Seorang warga Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, bernama Muhtar, menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum anggota Polres Anambas berinisial TA, yang diketahui bertugas di Satuan Sabhara. Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari Propam Polda Kepri.

Menurut penuturan korban, peristiwa itu terjadi sekitar lima bulan lalu, tepatnya usai salat Ashar. Saat itu, TA datang ke rumah Muhtar dan meminjam uang sebesar Rp15 juta dengan alasan kebutuhan mendesak.

“Dia pinjam saat saya pulang dari masjid habis salat Ashar. Katanya butuh mendesak, dan janji akan kembalikan tiga hari kemudian,” ujar Muhtar, Minggu (19/10).

Namun, janji tersebut tak pernah ditepati. Sudah lebih dari lima bulan berlalu, TA belum juga mengembalikan uang yang dipinjam. Muhtar mengaku kecewa karena uang itu merupakan tabungan haji yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun.

“Itu tabungan haji saya. Saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Saya minta dikembalikan semua, jangan dicicil. Sudah cukup sabar saya menunggu,” ucapnya.

Muhtar juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian itu, ia mengetahui TA diduga pernah meminjam uang dari warga lain dengan modus serupa. Ia berharap pihak kepolisian segera menindak tegas agar tidak ada korban berikutnya.

“Kalau bisa segera ditindak, biar tak ada lagi orang lain yang tertipu,” tegasnya.

Kasus ini langsung mendapat atensi dari Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, yang memerintahkan Kasi Propam Polres Anambas Iptu Muslim untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Sementara itu, TA tidak membantah telah meminjam uang dari Muhtar. Namun ia menegaskan tidak berniat menipu, melainkan sedang mengalami kesulitan keuangan akibat sakit.

“Saya memang pinjam uang itu, tapi bukan mau menipu. Sekarang saya lagi sakit dan berusaha cari dana buat kembalikan,” ujar TA melalui pesan WhatsApp.

TA juga mengaku sudah sempat mendapatkan sanksi disiplin dari Propam Polres Anambas terkait laporan tersebut.

“Saya bukan menghindar, saya juga sudah kena tindakan disiplin dan sempat tidur di Polres,” tambahnya.

Di sisi lain, Iptu Muslim menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan menunggu laporan resmi dari Muhtar untuk memproses kasus ini lebih lanjut.

“Korban sempat bilang mau melapor hari ini, tapi kemungkinan baru besok, Senin (20/10). Begitu laporan masuk, pemeriksaan terhadap TA akan dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur,” jelas Muslim. (*)

Artikel Oknum Polisi Anambas Diduga Tipu Warga Rp15 Juta, Korban: Itu Uang Tabungan Haji pertama kali tampil pada Kepri.

Tragedi MT Federal II, A2K3 Desak Audit Keselamatan Galangan Kapal Batam

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi. A2K3 Kepri desak audit keselamatan galangan kapal di Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos. 

batampos – Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait tragedi ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Ledakan yang terjadi Rabu (15/10) dini hari itu menewaskan 11 pekerja dan melukai 20 orang lainnya.

Ketua A2K3 Kepri, Sutrisno, melalui Sekretaris Riswanto, menyebut peristiwa tersebut sebagai kecelakaan kerja katastropik yang menunjukkan potensi kegagalan sistem keselamatan kerja di industri berisiko tinggi seperti galangan kapal.

“Keselamatan kerja tidak bisa ditawar. Ia harus menjadi prioritas utama, terutama di industri berisiko tinggi seperti galangan kapal,” ujarnya, Minggu (19/10).

Dalam tujuh poin pernyataan sikapnya, A2K3 menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3 di seluruh kawasan industri Batam agar tragedi serupa tak kembali terjadi.

Selain itu, A2K3 mendesak agar proses investigasi dilakukan objektif dan transparan oleh pihak berwenang, serta melibatkan Dewan K3 Provinsi Kepri.

“Hasil investigasi harus dijadikan dasar perbaikan sistem, bukan sekadar formalitas. Kami tidak ingin tragedi seperti ini terus berulang karena lemahnya pengawasan,” tegas Riswanto.

Penasehat A2K3 Kepri, Balas Tarigan, menambahkan bahwa pekerja berhak menolak pekerjaan yang tidak aman, sementara negara wajib memberikan perlindungan hukum bagi praktisi K3 agar dapat bekerja profesional tanpa tekanan.

Dari sisi pekerja, Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, menyoroti lemahnya pengawasan K3 yang menjadi akar persoalan berulangnya kecelakaan di kawasan industri Batam.

“Kejadian di PT ASL ini bukan yang pertama. Dulu juga ada korban jiwa, sekarang terjadi lagi. Jika penyelidikan mandek, kami siap turun ke jalan menuntut keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin memastikan penyelidikan masih berlangsung. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari karyawan, pengawas, hingga subkontraktor.

“Tim Labfor Polri juga disiapkan untuk olah TKP setelah area dinyatakan aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pemerintah akan menggelar audit menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja di seluruh galangan kapal Batam.

Tragedi MT Federal II menjadi insiden kedua di PT ASL Shipyard dalam lima bulan terakhir. Desakan publik kini makin kuat agar pengawasan K3 diperketat dan budaya keselamatan benar-benar diterapkan di lingkungan kerja berisiko tinggi.

“Kami tidak ingin nyawa pekerja hanya jadi angka statistik setiap kali kecelakaan terjadi,” tutup Suprapto. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Tragedi MT Federal II, A2K3 Desak Audit Keselamatan Galangan Kapal Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

KMP Bahtera Nusantara 03 Docking, Rute Tanjunguban-Tambelan Terhenti Sementara

0
Warga menunggu giliran mendapatkan tiket setelah membelinya secara online di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (19/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahtera Nusantara 03 (BN 03) yang melayani rute Tanjunguban – Tambelan – Sintete (Kalimantan Barat) saat ini tengah menjalani proses docking tahunan. Kapal RoRo milik pemerintah itu diperkirakan akan kembali beroperasi pada 4 November 2025.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan KMP BN 03 terakhir kali berlayar pada 10 Oktober 2025. Sehari setelahnya, kapal langsung berangkat untuk menjalani perawatan rutin.

“Tanggal 11 atau 12 Oktober kemarin, KMP BN 03 sudah berangkat untuk docking,” kata Sukma, Minggu (19/10).

Menurutnya, pemeliharaan berkala kapal penyeberangan menjadi langkah penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Namun, selama proses docking berlangsung, tidak ada kapal pengganti yang disiapkan untuk melayani rute tersebut.

“BN 03 masih kapal bersubsidi, jadi tidak ada kapal pengganti sementara,” jelas Sukma.

Ia meminta masyarakat di wilayah Tambelan dan sekitarnya untuk bersabar hingga jadwal operasional kapal kembali normal pada awal November nanti.

Sementara itu, Asa, salah seorang warga Tambelan, mengaku aktivitas transportasi laut sempat terganggu akibat KMP BN 03 tidak beroperasi. Meski demikian, ia memahami pentingnya perawatan rutin demi keselamatan bersama.

“Memang sedikit terganggu, tapi kami paham kapal RoRo juga butuh pemeliharaan tahunan,” ujarnya.

Asa berharap proses docking bisa rampung sesuai jadwal agar layanan penyeberangan Tanjunguban – Tambelan – Sintete bisa kembali berjalan normal seperti biasa. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel KMP Bahtera Nusantara 03 Docking, Rute Tanjunguban-Tambelan Terhenti Sementara pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus ISPA di Tanjungpinang Tembus 20 Ribu, Didominasi Usia Produktif

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami lonjakan sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, tercatat 20.488 kasus ISPA terjadi dari Januari hingga September tahun ini.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan, kelompok usia produktif dan balita menjadi yang paling banyak terdampak. Dari total kasus, 3.576 merupakan balita, 4.147 anak usia 10 – 18 tahun, dan 10.888 orang dewasa berusia 19 – 59 tahun.

“Sisanya berasal dari kelompok usia 60 tahun ke atas dan anak 5 – 9 tahun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, memang ada peningkatan,” ujarnya, Minggu (19/10).

Tahun 2024 pada periode yang sama, jumlah kasus ISPA mencapai 20.196 kasus. Meski kenaikannya tipis, Rustam menilai tren ini perlu diwaspadai karena meluas ke hampir seluruh kelompok umur.

Menurutnya, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada Februari dan September 2025, yang bertepatan dengan masa pancaroba. Perubahan cuaca ekstrem dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya penyakit saluran pernapasan.

“Distribusi usia menunjukkan pergeseran. Sekarang kelompok usia produktif dan remaja semakin banyak mengalami ISPA,” kata Rustam.

Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pascapandemi serta menurunnya kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan turut berperan dalam meningkatnya kasus.

Dinkes Tanjungpinang, lanjut Rustam, terus mengintensifkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta etika batuk di sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum.

“Kami juga memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, memastikan ketersediaan obat ISPA, sarana pemeriksaan, serta memantau kualitas udara dan pengendalian polusi seperti pembakaran sampah,” tuturnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kasus ISPA di Tanjungpinang Tembus 20 Ribu, Didominasi Usia Produktif pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pegawai Imigrasi Tarempa Tewas Misterius, Polisi Gelar Autopsi

0
Suasana di TPU Tarempa Barat jelang pembongkaran makam Harsyad, pegawai Imigrasi Tarempa yang ditemukan tewas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Polres Kepulauan Anambas akan melakukan autopsi terhadap jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad, yang ditemukan tewas secara misterius beberapa hari lalu.

Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria berusia 53 tahun tersebut yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar di masyarakat.

Menjelang pelaksanaan autopsi, suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tarempa Barat, Minggu (19/10), tampak sibuk. Polisi bersama warga terlihat bergotong royong mendirikan tenda yang akan digunakan oleh tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Kepri.

Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo, hadir langsung di lokasi untuk memantau persiapan dan memastikan keamanan di sekitar area pemakaman.

“Kami pastikan proses berjalan aman dan tertib,” ujarnya kepada Batam Pos.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, autopsi akan dipimpin oleh Dokter Leonardo, Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri yang juga ahli forensik. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kematian korban, apakah karena faktor alami atau dugaan tindak kekerasan.

“Iya, akan dilakukan autopsi. Saat ini kami menunggu kedatangan tim forensik dari Polda Kepri,” tambah Sutomo.

Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan waktu pelaksanaan autopsi lantaran perjalanan menuju Anambas kerap terkendala transportasi udara.

“Belum tahu pasti waktunya. Tim belum berangkat karena terkendala tiket pesawat. Kami fokus menjaga area pemakaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, menyampaikan pihaknya masih menghormati suasana duka keluarga korban dan belum dapat memberikan keterangan detail.

“Kalau sudah hari H autopsi, nanti kami informasikan. Kami ingin memberikan data yang akurat,” katanya.

Diketahui, Harsyad ditemukan tewas di semak-semak kawasan menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Jumat (17/10) pagi. Kematian pegawai Imigrasi ini menggemparkan warga karena terjadi secara tiba-tiba dan penuh misteri.

Berdasarkan keterangan kerabat, sebelum ditemukan tewas, korban sempat dijemput oleh seorang pria misterius sekitar pukul 02.00 WIB. Pria itu mengenakan jaket berpenutup kepala (hoodie), sehingga identitasnya belum diketahui hingga kini.

Polres Anambas berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian Harsyad dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan transparan. Masyarakat berharap hasil autopsi dapat segera mengungkap tabir di balik kematian misterius tersebut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kasus Pegawai Imigrasi Tarempa Tewas Misterius, Polisi Gelar Autopsi pertama kali tampil pada Kepri.