Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 8977

Masjid dan Musala Akan Dapat Bantuan Rp 20 Juta, Ini Syaratnya

0

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak covid-19 tahun anggaran 2021. Total bantuan yang akan disalurkan sebesar Rp 6,9 miliar.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Mohamad Agus Salim mengungkapkan, ini terdiri dari Rp 6,2 miliar bantuan untuk masjid dan Rp 700 juta bantuan untuk musala. Besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp 20 juta rupiah untuk tiap masjid dan Rp 10 juta rupiah untuk tiap musala.

Adapun, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid/musala untuk memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19.

“Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan Covid-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” ungkap dia, Minggu (29/8).

Agus menuturkan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid serta musala dalam penanganan pandemi Covid-19. Bantuan operasional yang disalurkan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi covid-19.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan, ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid/musala.

“Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid/musala, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar Covid-19,” ujarnya.

Lalu, perlu dilampirkan juga dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan.

Permohonan bantuan, lanjut Abdul Syukur, paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021. “Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” tandasnya.(jpg)

Vaksin Nusantara Bukan untuk Komersial

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan merespons pemakaian Vaksin Nusantara oleh beberapa pejabat. Masyarakat diminta memahami bahwa vaksin itu masih masuk tahap penelitian.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kemarin (28/8) menyampaikan, Vaksin Nusantara dapat diakses masyarakat. Namun, penyuntikan vaksin itu merupakan pelayanan berbasis penelitian secara terbatas. Masyarakat harus memahami risiko dari penyuntikan vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.

”Masyarakat yang menginginkan Vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nanti diberi penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh peneliti,” kata Nadia. Jika pasien setuju, Vaksin Nusantara baru bisa diberikan.

Sejauh ini, pengembangan Vaksin Nusantara baru memasuki tahap penelitian. Penelitian tersebut berdasar nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan TNI Angkatan Darat pada April lalu. Bunyi perjanjian itu adalah penelitian berbasis pelayanan menggunakan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2.

Dia menegaskan bahwa Vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialkan lantaran autologous atau bersifat individual. ”Sel dendritik bersifat autologous. Artinya, materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri,” jelas dia.

Dengan demikian, produk vaksin itu tidak bisa digunakan untuk orang lain. ”Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri,” tambah Nadia.

Sementara itu, kemarin Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan Vaksinasi Kolaborasi Kebangsaan yang digelar di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor. Kegiatan itu diperuntukkan para pelajar berusia 12–18 tahun dan menyasar sekitar 1.250 peserta. Kegiatan vaksinasi serupa dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah lain dengan total peserta mencapai 16.279 orang.

Presiden meminta kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan. Tujuannya, tercipta kekebalan komunal di masyarakat. ”Kalau ada kekurangan vaksin, segera sampaikan ke gubernur atau langsung ke menteri. Sehingga semuanya bisa segera rampung, cepat selesai vaksinasinya,” ujar Jokowi.

Terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan pelaksanaan PPKM ke Sulawesi. ”Penerapan PPKM di Sulawesi mulai membuahkan hasil. Selama Agustus ini, kasus aktif mulai turun rata-rata -8,77 persen,” katanya.

Di antara enam provinsi di wilayah Sulawesi, lima provinsi turun cukup signifikan. Hanya Sulawesi Tengah yang masih naik angkanya. Namun, pada minggu ke-3 dan 4 Agustus ini mulai melandai dan trennya menurun. Rata-rata kasus aktif 9.032 pada minggu ke-4, turun dari minggu sebelumnya dengan rata-rata 10.054 kasus.(jpg)

Pemko Batam Diminta Segera Selesaikan Pendataan Anak yang Kehilangan Orangtua Karena Covid-19

0

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, meminta Pemko Batam segera menyelesaikan pendataan jumlah anak yang menjadi yatim atau yatim piatu akibat Covid-19.

Sebab, anak-anak yang kehilangan orang tuanya itu harus mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah.

”Ini harus secepatnya diselesaikan. Karena, kejadian ini tentunya menjadi luka yang mendalam bagi anak-anak ini setelah kehilangan orang tuanya,” kata Tumbur, kemarin.

Ia melanjutkan, Pemko Batam harus secepatnya membahas permasalahan ini dalam memberikan bantuan kepada anak tersebut.

Baik itu bantuan beasiswa hingga bantuan pendampingan psikologis. Pendampingan psikologis ini dilakukan agar anak yang kehilangan ayah, ibu, atau kedua orang tuanya akibat pandemi Covid-19, tidak mengalami trauma berat.

Untuk anggaran, kata Tumbur, Pemko Batam bisa mengalokasikan anggaran yang ada saat ini untuk memberikan bantuan kepada anak yang kehilangan orangtuanya itu dengan mengacu Surat Edaran (SE) Kemendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Perubahan.

Dalam edaran itu, APBD-P dikhusukan untuk penanganan Covid-19 hingga dampak dari Covid-19.

”Jadi dalam kasus anak yang kehilangan orangtua ini, bisa masuk dalam dampak dari Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pendataan ini tentunya harus dengan data yang yang akurat.

Dimana, dinas terkait bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang mempunyai data orang yang meninggal akibat Covid-19.

”Ini harus menjadi suatu kebijakan dari Wali Kota Batam untuk mengambil jalan yang bijaksana dalam penanganan anak yatim ini,” imbuhnya.

Bandara Hang Nadim Sedia 4 Alat Pemindai Dokumen Vaksin

0

batampos.co.id – Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim akan menguji coba alat pemindai atau scanner aplikasi yang berisi unggahan dokumen vaksin, PCR atau rapid test antigen milik penumpang, Senin (30/8/2021).

Uji coba dilakukan setelah mendapatkan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

”Barusan (kemarin) kami dapat password (kata sandi) untuk scanner (alat pemindai)-nya, jadi baru diinstal programnya. Besok (hari ini) kemungkinan baru dilakukan uji coba,” kata General Manager Logistik dan Aerocity Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, Minggu (29/8/2021).

Ia mengatakan, BUBU Hang Nadim masih menguji efektivitas alat tersebut.

Sehingga, begitu diluncurkan, alat pemindai dapat berfungsi dengan baik.

”Kami akan lihat dulu, apakah ada permasalahan atau tidak. Jika ada permasalahan, nantinya akan kami perbaiki terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ilustrasi. Petugas KKP Kelas I Kota Batam saat memeriksa surat rapid test dan swab test para penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Pada tahap awal, Hang Nadim akan mengoperasikan 4 unit barcode scanner PeduliLindungi pada Senin (30/8/2021).

Menurut Benny, empat barcode scanner tersebut diperkirakan cukup dengan rata-rata jumlah keberangkatan penumpang di Hang Nadim antara 1.000 hingga 1.500 orang per hari.

”Tetapi kami lihat kondisi di lapangan, jika dirasakan kurang akan ditambah,” terang Benny.

Masyarakat yang bepergian pada Senin ini, kata Benny, masih bisa menggunakan cara manual yakni memperlihatkan sertifikat vaksin dan dokumen negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR atau rapid test antigen.

”Saya belum bisa jelaskan secara teknis bagaimana penggunaan alat ini, karena besok (hari ini) baru mau kami uji cobakan,” tuturnya.

Namun, secara umum terkait penggunaan alat ini, masyarakat terlebih dahulu harus menginstal aplikasi PeduliLindungi di ponsel
pintar mereka.

Aplikasi ini berguna untuk memasukkan data vaksinasi maupun dokumen negatif PCR atau antigen yang merupakan syarat untuk melintas dan terbang dari suatu bandara.

Aplikasi ini menjadi dokumen digital yang menyimpan data-data
tersebut.

Nantinya, sebelum masuk ke terminal keberangkatan di Bandara Hang Nadim, calon penumpang hanya cukup memperlihatkan barcode di aplikasi PeduliLindungi.

Nantinya, alat yang telah dipasang di luar terminal keberangkatan Hang Nadim akan membaca, apakah calon penumpang memiliki persyaratan yang diminta untuk menuju daerah lainnya di Indonesia.

”Alat ini tentunya dapat memudahkan pengecekan dan peng-input-an data,” ujarnya.

Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, membenarkan bahwa alat pemindai serifikat vaksin dan PCR atau antigen belum berjalan.

Pasalnya, alat tersebut masih dalam penyempurnaan.

”Sedang dirapikan oleh pihak BUBU (Hang Nadim) dan Kemenhub,” ungkapnya.

Yorgi, salah seorang calon penumpang yang hendak terbang ke Medan, mengaku antusias dengan persiapan Bandara Hang Nadim menghadirkan alat pemindai dokumen digital tersebut.

Menurutnya, pemindaian akan mempercepat pengecekan dokumen penumpang.

”Dari pada antre lama dicek satu-satu secara manual, mending pakai scan aplikasi, cepat dan gak ribet,” katanya.(jpg)

KPK Gelar OTT Lagi, Tangkap Seorang Bupati

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan giat operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Senin (30/8). Hal ini dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri.

“Benar, informasi yang kami terima, tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jawa Timur,” kata Ali Fikri dalam keterangannya.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini belum bisa menjelaskan secara rinci siapa saja yang diamankan dan barang bukti dalam giat operasi kedap tersebut.

“Mengenai kasus selengkapnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan,” ujar Ali.

Dia memastikan, setiap informasi perkembangannya akan disampaikan ke masyarakat.

“Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti kami pastikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com. Pihaknya yang dibekuk KPK yakni Bupati Probolinggo Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, dan sejumlah pihak lain seperti suami Tantri, Hasan Aminuddin. Saat ini para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif, untuk ditentukan status hukumnya dalam waktu 1×24 jam.(jpg)

Kini Sudah 3 Kecamatan di Batam Bebas Dari Kasus Covid-19

0

batampos.co.id – Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Batam terus mengalami penurunan dan hingga Minggu (29/8/2021) hanya tersisa 269 pasien

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, zona hijau atau nol kasus Covid-19 bertambah satu yaitu Kecamatan Batu Ampar.

“Sebelumnya yang sudah masuk zona hijau yakni Bulang dan Galang,” ujarnya, Minggu (29/8/2021) sore.

Ia menjelaskan, saat ini Kecamatan Belakang Padang dan Nongsa masih zona kuning. Selebihnya, masih zona merah.

“Jika berdasarkan sebaran kasus di masing-masing kelurahan, hanya Kelurahan Belian yang masih zona merah,” tuturnya.

Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Batam berdasarkan Kecamatan hingga Minggu (29/8/2021).

Ia meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Ia mengungkapkan, penanganan Covid-19 di Batam tak lepas dari kerja keras semua pihak. Termasuk tenaga kesehatan, tenaga keamanan, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

“Kita berharap kasus Covid-19 di Batam segera berakhir,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga 29 Agustus 2021, jumlah pasien di Batam sebanyak 25.457 orang.

Dari total itu, 24.384 orang sudah dinyatakan sembuh, 804 orang meninggal dunia, dan tersisa 269 pasien masih dirawat.

“Tingkat kesembuhan 95,7 persen. Meski banyak yang sudah sembuh, protokol kesehatan jangan sampai kendur,” katanya.(esa)

ATB Ungkap Alasan Tak Lolos Prakualifikasi Lelang SPAM Batam, Ingin Prakualifikasi Kedua Objektif

0

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) angkat bicara terkait tidak lolosnya perusahaan dalam Prakualifikasi lelang kerjasama pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam beberapa waktu silam.

Menurut Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, ATB telah meluruskan pemahaman yang salah terhadap salah satu materi yang menjadi alasan perusahaan tidak lolos dalam prakualifikasi. Hal itu telah disampaikan lewat sanggahan yang dikirim melalui surat elektronik pada Kamis (19/8), dan berkas fisik yang diantar langsung pada Jumat (20/8) silam.

“ATB telah meluruskan melalui sanggahan dan panitia lelang telah menerima sanggahan tersebut,” ujar Maria.

Namun, Maria tidak dapat merinci lebih dalam mengenai materi yang dimaksud. Menurutnya, ATB telah menandatangani pakta integritas, sehingga tak dapat memaparkan lebih dalam mengenai materi tersebut.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Silahkan ditanya BP Batam saja untuk lebih jelasnya,” jelas Maria.

Prakualifikasi sebenarnya bukan proses yang rumit, karena pada dasarnya adalah proses untuk mendapatkan peserta yang layak dan pantas untuk mengikuti suatu lelang. Bagian ini seharusnya dapat dilakukan tanpa kendala berarti, apalagi harus sampai diulang atau dianggap gagal.

Namun seperti diketahui, panitia lelang kerjasama operasi dan pemeliharaan SPAM Batam telah mengeluarkan pengumuman prakualifikasi gagal. Panitia lelang akan mengulang proses prakualifikasi dan akan mengumumkannya dalam waktu dekat. Padahal pada prinsipnya panitia lelang telah menerima dan membenarkan sanggahan ATB. Sehingga bila prakualifikasi tidak dibatalkan, maka ATB dipastikan dapat ikut sebagai peserta lelang.

“Kenapa prakualifikasi yang notabene hanya untuk mencari peserta ini bisa sampai diulang atau dianggap gagal? Kecuali tidak ada peserta yang lolos, maka prakualifikasi bisa diulang. Pada saat menentukan operator untuk masa transisi setelah konsesi ATB berakhir malah tidak ada proses prakualifikasi sama sekali. Jadi masalahnya ada dimana ya?” tanyanya.

Namun bila itu merupakan ketentuan yang harus dijalankan oleh panitia lelang, maka ATB siap mengikuti jika proses prakualifikasi harus diulang kembali. Namun ATB berharap panitia lelang tetap menjunjung tinggi transparansi dan objektifitas. Termasuk mengenai mekanisme dan persyaratan prakualifikasi yang kedua nantinya.

“Kalau nanti diulang, seperti apa materi prakualifikasi nya? Mekanismenya seperti apa lagi? Jangan sampai ada perubahan dalam prakualifikasi yang kedua. Harusnya proses ini untuk mencari peserta yang layak dan pantas. Bukan sebaliknya,” jelasnya.

Sebagai operator yang telah mengelola air bersih di kota Batam selama 25 tahun, ATB merasa memiliki tanggungjawab moril untuk membangun Batam. Sebagai tuan rumah, ATB akan memberikan yang terbaik untuk pelayanan air bersih kota Batam.

“Sementara beberapa provinsi telah meminta ATB menjadi tuan rumah di sana, masa kami tak akan memberikan yang terbaik untuk Batam yang notabene adalah rumah kami? Kami akan memberikan kontribusi terbaik untuk Batam,” tegas Maria.

Seperti diketahui, lelang ini telah mengalami beberapa kali pengunduran waktu. Awalnya, masa transisi hanya akan berlangsung hingga 14 Mei 2021. Artinya, pemenang lelang kerjasama operasi dan pemeliharaan SPAM Batam sudah ditentukan sebelum tanggal yang dimaksud.

Namun, BP Batam mengundur jadwal lelang dan memperpanjang kontrak operator transisi sebanyak dua kali. Yang pertama hingga Agustus 2021, kemudian yang kedua hingga akhir Oktober 2021. Jika panitia harus mengulang proses prakualifikasi, maka pengumuman pemenang berpotensi kembali mundur.

Kondisi ini sebenarnya berpotensi mengganggu pelayanan air bersih di Kota Batam. Pasalnya, operator tidak dapat melakukan investasi karena belum adanya pemenang definitive yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara itu dengan semakin meningkatnya kebutuhan pelanggan dan ekspektasi tentang pelayanan air bersih yang optimal, maka investasi menjadi bagian penting yang harus dilakukan. Baik untuk membangun jaringan baru, maupun peningkatan jaringan eksisting demi meningkatkan kualitas pelayanan air besih di kota Batam.

Pada akhirnya, pelanggan – baik masyarakat maupun industri akan merasakan dampaknya. Karena tanpa dukungan investasi, operator akan kesulitan menjaga performa pelayanan tetap berjalan sesuai standar yang diharapkan.(*)

Sekolah Didorong untuk Bisa Segera Belajar Tatap Muka

0

batampos.co.id – Pandemi Covid 19 sudah berlangsung lebih dari 1 tahun dan telah mengubah pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring atau jarak jauh. Hal ini pun memunculkan kekhawatiran akan tertinggalnya siswa mengikuti materi pelajaran.

Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih mengatakan, salah satu faktor yang signifikan adalah fakta bahwa tidak semua sekolah atau orang tua memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah.

Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah yang masuk dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sampai 3.

“Pembelajaran tatap muka terbatas harus segera dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya learning loss, namun tentu harus memperhatikan kondisi lingkungan sesuai instruksi dari Presiden,” ungkap dia dikutip, Minggu (29/8).

Saat ini pun pihaknya berkolaborasi dengan dinas pendidikan daerah dalam mendorong kesiapan sekolah melakukan PTM terbatas. Terutama, untuk meredam kekhawatiran orang tua karena anak-anaknya belum divaksinasi.

“Sekolah harus berkolaborasi dengan dinas pendidikan setempat, menyiapkan daftar periksa, dan psikologis semua pihak, terutama orang tua yang mengkhawatirkan anak-anaknya untuk kembali belajar di sekolah,” imbuhnya.

Di sisi lain, dirinya juga mengingatkan bahwa orang tua tetap menjadi penentu utama bagi siswa dalam pelaksanaan PTM. Untuk itu, sekolah diharapkan dapat menyosialisasikan mekanisme dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh peserta didik saat berada di sekolah.

“Yang perlu ditekankan adalah komunikasi kepada semua pihak agar kita disiplin melakukan protokol kesehatan dan bisa menjalankan PTM Terbatas dengan matang,” tandasnya.(jpg)

Guru Non-PNS Bakal Terima Insentif Rp 300 Ribu Bulan Depan

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) tengah memroses pencairan insentif bagi guru madrasah bukan pegawai negeri sipil (PNS)A. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memperkirakan insentif ini akan mulai cair pada September 2021.

“Petunjuk teknis pencairan insentif guru madrasah bukan PNS sedang dalam tahap finalisasi. Saya minta Ditjen Pendidikan Islam untuk bisa segera melakukan proses pencairan. Targetnya September sudah mulai cair,” kata dia, Minggu (29/8).

“Kami alokasikan insentif untuk sekitar 300 ribu guru madrasah bukan PNS dengan anggaran mencapai Rp 647 miliar,” sambungnya.

Insentif ini akan diberikan kepada guru bukan PNS pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Insentif ini bertujuan memotivasi guru bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menambahkan, insentif akan diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria. Total kuota yang ada, telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru setiap provinsi.

“Sebelumnya, anggaran insentif guru ada di daerah. Untuk 2021, pencairan insentif dilakukan secara terpusat, melalui anggaran Ditjen Pendidikan Islam,” ujarnya.

“Tunjangan Insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah disalurkan kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan,” lanjutnya. (jpg)

Prabowo Bersaksi, Jokowi Bertindak untuk Rakyat

0

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah bekerja dengan baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di tanah air. Bahkan sejak menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) dirinya menyaksikan bahwa keputusan Presiden Jokowi selalu bertindak mengedepankan rakyat Indonesia.

Hal ini disampaikan Prabowo Subianto saat para ketua umum partai politik koalisi bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

“Kita sudah berada di jalan yang benar. Jadi, kepemimpinan Pak Jokowi efektif Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat sama Bapak. Dan saya lihat, saya saksi dalam kabinet, kepemimpinan, keputusan-keputusan Bapak cocok untuk rakyat kita,” ujar Prabowo, Sabtu (23/8).

“Tim kita saya kira bagus, tim kita di kabinet cukup kompak dan kerjanya baik. Jadi, mohon Bapak jangan ragu-ragu, we are the right track,” tambahnya.

Meskipun ada kekurangan dalam penanganan Covid-19 di tanah air, namun Mantan Danjen Kopassus ini percaya pemerintah mampu mengatasi itu semua. “Karena itu masalah Covid-19 kita cukup optimistis. Bahwa ada kekurangan, keterlabatan vaksin itu saya kira yang dihadapi banyak negara,” katanya.

Selain itu, Prabowo juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang memutuskan tidak melakukan lockdown. Pasalnya menurutnya, jika lockdown diterapkan, maka ekonomi akan terdampak serius.

Sehingga Prabowo mengaku optimistis ekonomi di dalam negeri akan kembali pulih seiring angka penularan Covid-19 yang berangsur-angsur berkurang.

“Negara lain yang lockdown keras malah mengalami kesulitan (ekonomi). Jadi, kita boleh bangga prestasi kita baik. Saya bangga bagian dari pemerintahan ini, dan kita enggak usah ragu-ragu,” pungkasnya.(jpg)