Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 8996

Sampel Covid-19 Bertahan di Angka 200-300 Per Hari

0

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BT-KLPP) kelas I Batam mengakui ada penurunan jumlah sampel Covid-19 yang masuk dalam beberapa pekan ini.

Sampel yang masuk kini bertahan di angka 200 hingga 300 sampel per hari. Ini menurun dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya yang naik hingga 900 sampel per hari. ”Sudah berkurang dan saat ini masih fluktuatif di angka 200 hingga 300 sampel per hari,” kata Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, kemarin.

Sampel-sampel ini datang dari berbagai daerah di Kepri, termasuk rombongan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa BP Batam dan Pemko Batam di Tanjunguncang. Selain diperiksa untuk memastikan terpapar atau tidaknya Covid-19, sampel-sampel ini juga diperiksa untuk mendeteksi masuknya varian terbaru Covid-19 ke Kepri.

”Untuk varian terbaru tetap kita lacak. Sampel-sampel yang mencurigakan kita kumpulkan dan nantinya akan dikirim ke Litbangkes untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sejauh ini belum ada yang terdeteksi varian terbaru,” ujar Budi.

Di tempat terpisah, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam telah memiliki tambahan satu unit mesin PCR (polymerase chain reaction).

Mesin ini merupakan modifikasi terbaru dari alat pemeriksaan sampel PCR sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, mesin yang dimiliki RSBP ini bisa memeriksa 96 sampel sekaligus.

Penambahan satu mesin PCR ini merupakan komitmen RSBP Batam dalam memberikan kualitas layanan. Masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan sampel tidak butuh waktu lama, hasilnya akan cepat keluar. ”Tentu sekarang hasilnya sudah cepat keluar. Satu kali putar itu maksimal 96 sampel,” ujar Direktur RSBP Batam, dr Afdhalun Hakim, kemarin.

Dengan adanya tambahan alat ini, lanjutnya, tidak ada lagi sampel yang harus mengantre lama seperti sebelumnya. Mesin PCR ini bisa melakukan pemutaran pemeriksaan sampel sebanyak dua kali dalam satu hari. Artinya, dapat menyelesaikan 192 sampel setiap hari. ”Itu baru satu mesin. Saat ini RSBP punya dua mesin PCR, hanya saja mesin yang lama kemampuan hanya bisa delapan sampel sekali putar,” sebutnya.

Mesin PCR yang dimiliki RSBP hanya mampu memeriksa sampel virus jenis varian SARS Covid-19. Sementara untuk jenis varian lainnya, sampel harus dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI. Kendati demikian, ia memastikan tak ada antrean sampel yang harus menunggu lama. Apa- lagi, saat ini kasus Covid-19 di Batam sudah mulai melandai.

”Alhamdullillah, hasil tracing Covid mulai menurun. Sampel yang masuk juga berkurang,” terangnya. (*/jpg)

Ini Kata Ahli Soal Kemanjuran Sinovac, Vaksin Pfizer, dan Moderna

0

batampos.co.id – Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna sering dibandingkan dengan vaksin Tiongkok seperti Sinovac. Imej kemanjuran vaksin yang tersedia pun membuat seseorang bisa ragu-ragu untuk divaksinasi. Lalu apa bedanya?

Teknologi virus yang tidak aktif dari Sinovac membuat seseorang disuntik dengan partikel virus Korona yang mati, memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap Covid-19.

Sedangkan vaksin Pfizer dan Moderna yang menggunakan mRNA, melibatkan penyuntikan potongan kode genetik virus ke pasien. Cara bekerjanya untuk mengarahkan produksi bagian tertentu dari virus, protein lonjakan, untuk memicu respons imun tanpa membuat pasien terpapar virus.

Uji coba teknologi mRNA pada manusia dimulai pada 2009, sementara vaksin dari virus yang tidak aktif sudah lebih lama diperkenalkan pada akhir abad ke-19. Dan sejak itu vaksin konvensional telah digunakan untuk mengobati penyakit seperti tipus, polio, dan bahkan flu musiman.

Tetapi apakah Sinovac aman?

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat (20/8), berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 10 Agustus, 85 ribu orang di Singapura akan menerima dosis pertama vaksin Sinovac pada 12 Agustus. Spesialis penyakit menular Loh Jiashen dari Rumah Sakit Farrer Park Singapura mencatat bahwa Sinovac lebih aman daripada vaksin mRNA bagi mereka yang memiliki riwayat alergi. Sinovac telah digunakan dalam jutaan dosis di seluruh dunia.

“Memang jumlah data (mRNA) yang kembali sangat teliti, kuat, dan seluruh data telah diperiksa di bawah mikroskop. Sementara data keamanan Sinovac tidak seterbuka dan tidak tersedia untuk umum,” paparnya.

Dia mencatat bahwa tingkat kemanjuran Sinovac adalah 51 persen, sedangkan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna masing-masing adalah 95 persen dan 94 persen. Semakin tinggi tingkat kemanjuran, semakin banyak perlindungan terhadap penyakit simtomatik.

“Dalam uji coba awal, ditunjukkan bahwa antibodi (tingkat) yang dihasilkan oleh vaksin Sinovac lebih rendah daripada yang dihasilkan oleh orang yang terkena Covid-19,” katanya.

Sebuah studi Mayo Clinic baru-baru ini di Minnesota, menemukan bahwa efektivitas vaksin mRNA terhadap varian Delta telah turun menjadi 76 persen untuk Moderna dan 42 persen untuk Pfizer-BioNTech. Studi ini belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Namun, di sisi lain, sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech 88 persen efektif melawan varian Delta.

Menurut anggota Komite Pakar Vaksinasi Covid-19 Danny Soon, di Singapura, Sinovac diberikan sebagai opsi pada saat ini karena mungkin ada beberapa orang yang memiliki preferensi pribadi untuk itu. Mungkin ada beberapa yang tidak memenuhi syarat untuk vaksin mRNA karena alergi

“Kesimpulannya apapun vaksinnya, lebih baik melakukan vaksinasi daripada tidak melakukan vaksinasi sama sekali,” tegas Soon.(jpg)

 

Negara Ini Berikan Rp2 Miliar Apabila Ada Warganya yang Mengalami Efek Samping Berat Usai Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura menggelontorkan dana fantastis untuk sejumlah penerima vaksin Covid-19 yang merasakan efek samping yang berat.

Sejauh ini sebanyak 144 orang diberikan bantuan keuangan setelah efek samping serius usai vaksin. Ganti rugi paling besar senilai SGD 225 ribu atau setara Rp 2 miliar.

Di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin (Vifap), jumlah yang dicairkan adalah tetap. Dan, tergantung pada tingkat keparahan efek samping dari vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan (MOH) sejauh ini telah menyetujui bantuan keuangan senilai SGD 782 ribu kepada 144 orang yang mengalami efek samping serius yang signifikan secara medis terkait dengan vaksin Covid-19.Dalam sebuah pernyataan kepada TODAY, Selasa (17/8), Kementerian menambahkan bahwa dua orang telah menerima masing-masing SGD 225 ribu.

Itu pembayaran tertinggi yang mungkin dilakukan di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin Pemerintah (Vifap).

Tujuannya untuk memberikan ketenangan pikiran bagi mereka yang mempertimbangkan untuk divaksinasi.

Salah satu kasus adalah seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang pingsan di rumah setelah berlatih angkat beban di gym pada 3 Juli.

Kejadian itu enam hari setelah menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech atau Comirnaty. Kemenkes Singapura tidak memberikan rincian tentang kasus lainnya.

Anak laki-laki berusia 16 tahun itu mengalami miokarditis parah akut, atau radang otot jantung, yang menyebabkan serangan jantung.

Dia sekarang menjalani rehabilitasi rawat inap dan kemungkinan akan dipulangkan dalam beberapa minggu mendatang.

“Miokarditis kemungkinan merupakan efek samping serius yang disebabkan oleh vaksin, yang mungkin diperparah oleh angkat berat yang berat dan konsumsi kafein yang tinggi melalui minuman energi dan suplemen,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Vifap sendiri adalah inisiatif yang memberikan bantuan keuangan kepada mereka yang mengalami efek samping serius yang dinilai terkait dengan vaksin Covid-19 yang mereka ambil di bawah program vaksinasi nasional.

Kemenkes menyatakan di situs webnya bahwa jumlah yang dicairkan melalui program ini adalah tetap dan tergantung pada tingkat keparahan efek samping.

Efek samping berat adalah yang dapat berpotensi mengancam jiwa atau fatal, memerlukan rawat inap di rumah sakit, atau menyebabkan ketidakmampuan atau kecacatan terus-menerus.

Situs web tersebut menyatakan bahwa kasus yang bisa mengakibatkan kematian atau cacat parah permanen akan mendapatkan pembayaran sebesar SSGD 225 ribu.

Mereka yang divaksinasi sampai harus mendapatkan perawatan intensif akan mendapatkan SGD 10 ribu atau setara Rp 100 juta.

Sedangkan mereka yang memerlukan rawat inap dan penanganan medis hingga pemulihan, akan mendapatkan SGD 2 ribu atau setara Rp 20 juta.(jpg)

Pemko Batam Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mengupayakan bantuan untuk warga yang masih terdampak Covid-19. Mobilisasi bantuan terus dilakukan agar bisa meringankan beban warga.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, untuk jaring pengaman sosial, walaupun APBD berat, Batam dapat memobilisasi potensi dari masyarakat yang ingin berbagi rasa dengan mereka yang terdampak.

“Aktivitas kegiatan masyarakat sudah mulai dilonggarkan, seperti mal sudah dibuka, walaupun persentasenya dibatasi, kegiatan di masyarakat sektor esensial juga dibuka. Semoga ini mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Kamis (19/8).

Amsakar menambahkan, walaupun level penerapan PPKM di Batam semakin menurun, ia mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes). Masyarakat harus melakukan adaptasi di manapun berada.

“Harus siap semua menyambut level II, semakin rendah levelnya, semakin banyak kelonggaran, meskipun tetap dengan protkes yang ketat,” sebutnya.

Kasus yang sudah mulai melandai, serta pencapaian angka vaksin yang sudah berada di angka 70 persen lebih, membuat Batam semakin mantap menatap kondisi normal. Untuk itu, dalam zoom meeting bersama Gubernur disampaikan permintaan vaksin untuk Batam agar diakomodasi sesuai jumlah yang diajukan.

”Kami minta 50 ribu vial Sinovac dan AstraZeneca dalam jumlah yang sama. Kalau vaksin sudah tersedia, selanjutnya adalah tugas kami untuk menyukseskan penyuntikan kepada sasaran atau warga Batam, baik dosis 1 atau 2,” sebutnya.

Terkait bantuan beras yang sudah dimulai, Amsakar mengatakan, sampai saat ini masih menunggu bantuan dari berbagai pihak. Sebelumnya, bantuan yang datang dari pihak perbankan dan PLN sudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

“Masih terus kami tunggu. Kalau ada lagi yang mau kasih bantuan kami sangat menyambut baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemko Batam menerima bantuan paket beras dari BI Kantor Perwakilan Kepri, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan PLN Batam. Bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dan masyarakat lain yang terdampak di berbagai wilayah.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan dan segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Ini bentuk kebersamaan dengan semua pihak dalam penanganan Covid-19,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat menerima bantuan tersebut.(*/jpg)

Zona Hijau di Batam Bertambah, di Sini Lokasinya…

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Kota Batam terus menyusut, bahkan saat ini sudah ada dua kecamatan yang nol kasus Covid-19 dan masuk dalam daftar zona hijau.

Berdasarkan data dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, pada Kamis (19/8/2021), dua kecamatan tersebut yakni:

1. Bulang
2. Galang

Pada hari yang sama juga terdapat 180 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Dengan penambahan tersebut jumlah warga Batam yang dinyatakan sembuh saat ini sebanyak 23.896 orang.

Daftar pasien Covid-19 di Kota Batam berdasarkan kecamatan.

Namun pada hari yang sama juga terdapat penambahan pasien Covid-19 sebanyak 38 orang.

Sehingga saat ini total pasien Covid-19 di Kota Batam sebanyak 25.168 orang.

Selain itu jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah 12 orang dan totalnya saat ini sebanyak 777 orang.

Sementara pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan sebanyak 495 orang.

Dari 25.168 pasien Covid-19 di Kota Batam paling banyak terdapat di Kecamatan Batam Kota yakni 160 orang.

Kemudian Kecamatan Sekupang 70 orang, Sagulung 62 orang, Lubuk Baja 51 orang, Batu Aji 50 orang, Sei Beduk 39 orang, dan Bengkong 32 orang. Kecamatan-kecamatan tersebut masih masuk dalam daftar zona merah penyebaran Covid-19.

Sementara itu pasien Covid-19 dari Kecamatan Nongsa saat ini sebanyak 13 orang dan masuk dalam zona orange.

Sedangkan Kecamatan Batu Ampar ada 9 pasien Covid-19 dan Belakang Padang 8 pasien Covid-19. Kedua kecamatan tersebut masuk dalam zona kuning.(*/esa)

Passing Grade Jadi Momok Seleksi Guru PPPK, PGHRI Minta Diturunkan

0

batampos.co.id – Sebanyak 925.631 guru honorer dinyatakan lolos seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Untuk tahap selanjutnya, para pendaftar akan melalui Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Untuk SKD, Ketua Forum Honorer Non Kategori 2 Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) Raden Sutopo Yuwono meminta beberapa afirmasi kepada pemerintah. Salah satunya adalah bonus nilai.

“Kalau bisa yang masa kerja lima tahun, 10 tahun, 25 tahun itu mendapatkan kredit poin entah dapat lima persen atau 10 persen,” ungkap dia dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/8).

Pihaknya pun juga meminta adanya penurunan passing grade agar para guru honorer dengan mudah lolos PPPK. Sebab, passing grade selama ini menjadi momok bagi para guru.

“Kalau bisa passing grade ini tidak lebih tinggi dari 2019, khususnya untuk guru honorer, atau syukur-syukur bisa di bawah 2019,” terang dia.

Menurutnya, pemberian kesempatan guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi PPPK saja sudah menjadi satu hal yang patut disyukuri. Ia mengatakan bahwa pemerintah telah mengabulkan 99 persen permohonan para guru honorer.

“Satu persen lagi itu formasi jabatan yang belum terakomodir, nah mohon nanti bisa ditindak lanjuti,” ucapnya.

Selain itu, ia turut meminta kepada para guru yang sudah lolos seleksi administrasi untuk mengecek ulang laman sscn.bkn.id. Sebab, saat ini para pelamar harus menyertakan bukti bebas covid ketika ujian.

“Ini pesan ini harus sampai ke semua honorer, kadang teman honorer abai, dan jarang atau belum sempat membuka mungkin. Padahal ini informasi penting sebagai syarat pokok para peserta seleksi,” pungkas Sutopo.(jpg)

Polsek Belakangpadang Gelar Antigen Massal, Hasilnya…

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Belakangpadang melaksanakan antigen massal di Puskesmas Belakangpadang, Rabu (18/8/2021).

Dalam kegiatan ini, satu warga dinyatakan positif dan dilakukan isolasi mandiri.

Kapolsek Belakang Padang, AKP Sulam, mengatakan, kegiatan ini ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 dan memudahkan petugas atau masyarakat lebih waspada terhadap virus.

”Satu orang yang dinyatakan positif nantinya akan dipantau petugas PPKM yang berada di wilayah tersebut,” ujar Sulam.

Warga mengikuti tes antigen massal di Puskesmas Belakangpadang. Dari hasil tes, didapati warga yang positif Covid-19. Foto: Polsek Belakangpadang untuk Batam Pos

Ia menjelaskan, tes antigen massal dilakukan terhadap warga yang kontak erat dengan pasien yang positif.

Selain di puskesmas, kegiatan juga dilakukan dari pintu ke pintu.

”Dalam kegiatan ini, kami dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, dan tim nakes,” katanya.

Sulam menambahkan, kegiatan ini dimulai dari proses identifikasi, evaluasi serta manajemen dari sekelompok orang yang telah terpapar virus dan melakukan penempelan stiker contact person tracer.

”Harapannya, dengan dipasangnya stiker yang memuat nomor contact person tracer, nantinya masyarakat bisa secara aktif menghubungi petugas,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, kata Sulam, pihaknya juga melakukan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan. Serta, mengimbau masyarakat untuk bersedia mengikuti tes antigen massal.(jpg)

Alami Efek Samping Berat Setelah Vaksin Covid-19 Dapat Ganti Rugi Rp 2 M

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura menggelontorkan dana fantastis untuk sejumlah penerima vaksin Covid-19 yang merasakan efek samping yang berat. Sejauh ini sebanyak 144 orang diberikan bantuan keuangan setelah efek samping serius usai vaksin. Ganti rugi paling besar senilai SGD 225 ribu atau setara Rp 2 miliar.

Di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin (Vifap), jumlah yang dicairkan adalah tetap. Dan, tergantung pada tingkat keparahan efek samping dari vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan (MOH) sejauh ini telah menyetujui bantuan keuangan senilai SGD 782 ribu kepada 144 orang yang mengalami efek samping serius yang signifikan secara medis terkait dengan vaksin Covid-19.

Dalam sebuah pernyataan kepada TODAY, Selasa (17/8), Kementerian menambahkan bahwa dua orang telah menerima masing-masing SGD 225 ribu. Itu pembayaran tertinggi yang mungkin dilakukan di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin Pemerintah (Vifap). Tujuannya untuk memberikan ketenangan pikiran bagi mereka yang mempertimbangkan untuk divaksinasi.

Salah satu kasus adalah seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang pingsan di rumah setelah berlatih angkat beban di gym pada 3 Juli. Kejadian itu enam hari setelah menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech atau Comirnaty. Kemenkes Singapura tidak memberikan rincian tentang kasus lainnya.

Anak laki-laki berusia 16 tahun itu mengalami miokarditis parah akut, atau radang otot jantung, yang menyebabkan serangan jantung. Dia sekarang menjalani rehabilitasi rawat inap dan kemungkinan akan dipulangkan dalam beberapa minggu mendatang.

“Miokarditis kemungkinan merupakan efek samping serius yang disebabkan oleh vaksin, yang mungkin diperparah oleh angkat berat yang berat dan konsumsi kafein yang tinggi melalui minuman energi dan suplemen,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Vifap sendiri adalah inisiatif yang memberikan bantuan keuangan kepada mereka yang mengalami efek samping serius yang dinilai terkait dengan vaksin Covid-19 yang mereka ambil di bawah program vaksinasi nasional. Kemenkes menyatakan di situs webnya bahwa jumlah yang dicairkan melalui program ini adalah tetap dan tergantung pada tingkat keparahan efek samping.

Efek samping berat adalah yang dapat berpotensi mengancam jiwa atau fatal, memerlukan rawat inap di rumah sakit, atau menyebabkan ketidakmampuan atau kecacatan terus-menerus.

Situs web tersebut menyatakan bahwa kasus yang bisa mengakibatkan kematian atau cacat parah permanen akan mendapatkan pembayaran sebesar SSGD 225 ribu. Mereka yang divaksinasi sampai harus mendapatkan perawatan intensif akan mendapatkan SGD 10 ribu atau setara Rp 100 juta. Sedangkan mereka yang memerlukan rawat inap dan penanganan medis hingga pemulihan, akan mendapatkan SGD 2 ribu atau setara Rp 20 juta.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa jumlah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengganti biaya medis yang terkait dengan efek samping. Bulan lalu, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan di parlemen bahwa jumlah yang disetujui berdasarkan skema pada 25 Juni adalah SGD 451 ribu, yang harus dibayarkan kepada 102 orang yang menderita efek samping serius usai divaksin Covid-19.(jpg)

Di Batam, Belum Ada Perjalanan Wisata Tujuan Singapura dan Malaysia

0

batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Infokim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila, mengatakan, hingga saat ini tidak ada perjalanan wisata dari Batam ke Singapura dan Malaysia maupun sebaliknya.

Hal ini akibat adanya kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh kedua negara, sebagai upaya dalam pengendalian penularan Covid.

”Untuk perjalanan wisata ke Batam maupun perjalanan wisata tujuan Singapura dan Malaysia belum ada,” ujar Tessa.

Selama ini sejumlah pintu masuk dari Malaysia dan Singapura hanya melayani pemulangan WNI dari kedua negara tersebut.

Sementara untuk tujuan wisata ke Malaysia dan Singapura, sudah tidak ada lagi. Sebab, perkembangan Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan masyarakat menunda perjalanan keluar.

”Kalau yang pergi hanya untuk orang yang mempunyai keperluan penting atau ada urusan pemerintah dan syaratnya sudah ditentukan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya memberikan layanan perpanjangan izin tinggal secara online bagi WNA yang belum bisa pulang ke negaranya melalui Singapura maupun Malaysia.

”Untuk pelayanan izin tinggal bagi orang asing, kami buka secara online, sehingga tidak ada lagi orang asing atau penjamin yang datang ke kantor Imigrasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan keimigrasian secara online ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai dengan arahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam.

”Bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi layanan izin tinggal dapat menghubungi di nomor +62811 7777 430 dan untuk pelayanan paspor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bisa menghubungi +62813 6470 0070,” katanya.(jpg)

PPKM Bersifat Dinamis, Levelnya Tergantung Kasus Covid-19

0

batampos.co.id – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level 1-4 merupakan instrumen pengendalian Covid-19. Kebijakan ini juga bersifat adaptif dan dinamis, penetapan level suatu daerah akan didasarkan pada perkembangan kondisi kasus Covid-19 di masing-masing daerah.

“Pembatasannya bersifat dinamis, sehingga nantinya tiap daerah akan di perlonggar atau diperketat pembatasannya, sesuai dengan keadaan kasus Covid-19 masing-masing daerah tersebut,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Terkait dengan leveling PPKM, level paling ketat adalah level 4. Dan level paling longgar level 1. Tujuan, kata dia, dalam penerapan level 1 hingga 4 ini, tentunya agar masyarakat dapat produktif dan aman Covid-19. Serta pemberlakuan PPKM akan selalu menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus terkini di Indonesia.

“Sehingga pengendalian kasus dan juga pemulihan sektor ekonomi dapat dijalankan secara beriringan untuk mencapai masyarakat yang produktif dan aman Covid-19. Selain itu, penetapan level di setiap daerah juga didasarkan pada indikator-indikator yang sistematis,” tambah Prof Wiku.

Untuk itu sangat diharapkan peran media massa dalam menyampaikan kepada masyarakat secara berkala, tentang level suatu daerah. Sehingga masyarakat setempat akan memahami dengan jelas serta mengikuti perkembangan level di daerahnya.

“Saya mohon bantuannya dan kerja sama dari rekan rekan media untuk menyampaikan rasional di balik diterbitkannya kebijakan PPKM serta perubahan levelingnya secara berkala dan jelas. Agar masyarakat dapat mengerti dan mengikuti perkembangan leveling yang terjadi di daerahnya masing-masing,” kata Prof Wiku.(jpg)