batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BT-KLPP) kelas I Batam mengakui ada penurunan jumlah sampel Covid-19 yang masuk dalam beberapa pekan ini.
Sampel yang masuk kini bertahan di angka 200 hingga 300 sampel per hari. Ini menurun dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya yang naik hingga 900 sampel per hari. ”Sudah berkurang dan saat ini masih fluktuatif di angka 200 hingga 300 sampel per hari,” kata Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, kemarin.
Sampel-sampel ini datang dari berbagai daerah di Kepri, termasuk rombongan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa BP Batam dan Pemko Batam di Tanjunguncang. Selain diperiksa untuk memastikan terpapar atau tidaknya Covid-19, sampel-sampel ini juga diperiksa untuk mendeteksi masuknya varian terbaru Covid-19 ke Kepri.
”Untuk varian terbaru tetap kita lacak. Sampel-sampel yang mencurigakan kita kumpulkan dan nantinya akan dikirim ke Litbangkes untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sejauh ini belum ada yang terdeteksi varian terbaru,” ujar Budi.
Di tempat terpisah, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam telah memiliki tambahan satu unit mesin PCR (polymerase chain reaction).
Mesin ini merupakan modifikasi terbaru dari alat pemeriksaan sampel PCR sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, mesin yang dimiliki RSBP ini bisa memeriksa 96 sampel sekaligus.
Penambahan satu mesin PCR ini merupakan komitmen RSBP Batam dalam memberikan kualitas layanan. Masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan sampel tidak butuh waktu lama, hasilnya akan cepat keluar. ”Tentu sekarang hasilnya sudah cepat keluar. Satu kali putar itu maksimal 96 sampel,” ujar Direktur RSBP Batam, dr Afdhalun Hakim, kemarin.
Dengan adanya tambahan alat ini, lanjutnya, tidak ada lagi sampel yang harus mengantre lama seperti sebelumnya. Mesin PCR ini bisa melakukan pemutaran pemeriksaan sampel sebanyak dua kali dalam satu hari. Artinya, dapat menyelesaikan 192 sampel setiap hari. ”Itu baru satu mesin. Saat ini RSBP punya dua mesin PCR, hanya saja mesin yang lama kemampuan hanya bisa delapan sampel sekali putar,” sebutnya.
Mesin PCR yang dimiliki RSBP hanya mampu memeriksa sampel virus jenis varian SARS Covid-19. Sementara untuk jenis varian lainnya, sampel harus dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI. Kendati demikian, ia memastikan tak ada antrean sampel yang harus menunggu lama. Apa- lagi, saat ini kasus Covid-19 di Batam sudah mulai melandai.
”Alhamdullillah, hasil tracing Covid mulai menurun. Sampel yang masuk juga berkurang,” terangnya. (*/jpg)
