
batampos.co.id- Sangar Tari Pelangi Budaya atau Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun tidak asing lagi di wilayah Provinsi Kepri, khususnya di kabupaten Karimun. Keberadaan PLS Pelangi Budaya Studio Karimun ini, telah mengharumkan nama kabupaten Karimun di tingkat tingkat Nasional maupun International dalam melestarikan budaya melayu maupun nusantara melalui tarian.
BACA JUGA: Tarik Investasi ke Karimun, Gubkepri Gesa Pembangunan Landasan Bandara
Manager PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Fenni Rahayu ketika dikonfirmasi batampos, tentang aktivitas latihan selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini. Ia menuturkan, bahwa pihaknya selama pandemi tidak ada aktivitas latihan tari menari kepada anak didiknya. Namun, selama pandemi ada juga job untuk tampil diberbagai acara tetap ada baik itu di pemerintahan maupun swasta dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
” Alhamdulillah, mulai Minggu (14/11) lalu kita sudah kembali melakukan pelatihan dengan pembatasan peserta. Kalau diikut orangtua, mereka minta buka latihan beberapa bulan lalu. Tapi, demi kita semua baik itu pelatih, anak didik maka kita ikuti himbauan pemerintah,” terang Fenni Rahayu didampingi owner PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Ahadian Zulseptriadi, Kamis (18/11).
Terjadinya pandemi Covid-19, secara otomatis berdampak terhadap anak didiknya. Dimana, sebelum pandemi biasanya ada 200 lebih murid yang ikut latihan. Namun, sejak pandemi Covid-19 turun drastis tinggal 100 orang saja. Sedangkan, jebolan anak didik dari PLS Pelangi Budaya Studio Karimun hingga sekarang mencapai ribuan sejak berdirinya PLS Pelangi Budaya Studio Karimun.
Dimana, Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun ini memberikan kesempatan kepada generasi muda mulai dari usia 3,5 tahun hingga remaja diajarkan tari tradisional mulai melayu, tarian eknis hingga tarian nusantara. Artinya, anak didiknya belajar tari menarik mulai dari sabang sampai merauke tarian daerah.
” Melalui PLS Pelangi Budaya Studio Karimun ini, kita terus berkarya untuk mendukung Pemerintah kabupaten Karimun mempromosikan daerah. Serta agar generasi muda mencintai kesenian daerahnya dan dapat melestarikannya,” ungkapnya.
Terpisah salah satu orangtua anak didik dari PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Eddy Kencana mengungkapkan, dengan adanya PLS Pelangi Budaya Studio Karimun sangat terbantu sekali dalam memberikan edukasi yang positif. Sehingga, anak-anak bisa menyalurkan minat dan bakat dalam melestarikan budaya melalui tarian.
” Anak saya pernah tampil di even Nasional. Ini, menjadi suatu kebanggaan sendirilah. Dan, saya sebagai orangtua tetap mendukung aktivitas yang ada nilai tambah bagi anak-anak saya,” ucapnya.(*)
Repoter: Tri Haryono

“Sudah beberapa kali pihak Singapura mengecek kesiapan kita, dan kita juga telah dinyatakan benar-benar siap. Terlebih dengan blue pass ini yang mana juga digunakan oleh penduduk Singapura selama masa pandemi COVID-19 untuk pelacakan” ujar Gubernur.