Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9042

Pusat Latihan Seni Pelangi Budaya Studio Tetap Eksis, Lestarikan Budaya Melayu melalui Tarian

0
Sangar Tari Pelangi Budaya atau Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun tampil di salah satuacara belum lama ini

batampos.co.id- Sangar Tari Pelangi Budaya atau Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun tidak asing lagi di wilayah Provinsi Kepri, khususnya di kabupaten Karimun. Keberadaan PLS Pelangi Budaya Studio Karimun ini, telah mengharumkan nama kabupaten Karimun di tingkat tingkat Nasional maupun International dalam melestarikan budaya melayu maupun nusantara melalui tarian.

BACA JUGA: Tarik Investasi ke Karimun, Gubkepri Gesa Pembangunan Landasan Bandara

Manager PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Fenni Rahayu ketika dikonfirmasi batampos, tentang aktivitas latihan selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini. Ia menuturkan, bahwa pihaknya selama pandemi tidak ada aktivitas latihan tari menari kepada anak didiknya. Namun, selama pandemi ada juga job untuk tampil diberbagai acara tetap ada baik itu di pemerintahan maupun swasta dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

” Alhamdulillah, mulai Minggu (14/11) lalu kita sudah kembali melakukan pelatihan dengan pembatasan peserta. Kalau diikut orangtua, mereka minta buka latihan beberapa bulan lalu. Tapi, demi kita semua baik itu pelatih, anak didik maka kita ikuti himbauan pemerintah,” terang Fenni Rahayu didampingi owner PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Ahadian Zulseptriadi, Kamis (18/11).

Terjadinya pandemi Covid-19, secara otomatis berdampak terhadap anak didiknya. Dimana, sebelum pandemi biasanya ada 200 lebih murid yang ikut latihan. Namun, sejak pandemi Covid-19 turun drastis tinggal 100 orang saja. Sedangkan, jebolan anak didik dari PLS Pelangi Budaya Studio Karimun hingga sekarang mencapai ribuan sejak berdirinya PLS Pelangi Budaya Studio Karimun.

Dimana, Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio Karimun ini memberikan kesempatan kepada generasi muda mulai dari usia 3,5 tahun hingga remaja diajarkan tari tradisional mulai melayu, tarian eknis hingga tarian nusantara. Artinya, anak didiknya belajar tari menarik mulai dari sabang sampai merauke tarian daerah.

” Melalui PLS Pelangi Budaya Studio Karimun ini, kita terus berkarya untuk mendukung Pemerintah kabupaten Karimun mempromosikan daerah. Serta agar generasi muda mencintai kesenian daerahnya dan dapat melestarikannya,” ungkapnya.

Terpisah salah satu orangtua anak didik dari PLS Pelangi Budaya Studio Karimun Eddy Kencana mengungkapkan, dengan adanya PLS Pelangi Budaya Studio Karimun sangat terbantu sekali dalam memberikan edukasi yang positif. Sehingga, anak-anak bisa menyalurkan minat dan bakat dalam melestarikan budaya melalui tarian.

” Anak saya pernah tampil di even Nasional. Ini, menjadi suatu kebanggaan sendirilah. Dan, saya sebagai orangtua tetap mendukung aktivitas yang ada nilai tambah bagi anak-anak saya,” ucapnya.(*)

Repoter: Tri Haryono

 

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Tersisa 3 Orang

0
Ilustrasi. Stop Covid-19.

batampos.co.id – Kasus aktif Covid-19 di Kota Batam terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Setelah beberapa hari sebelumnya satu keluarga terpapar virus corona, kini satu per satu mereka dinyatakan sembuh.

Bahkan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam sampai Kamis (18/11/2021), angka kasus aktif di Batam saat ini tersisa tiga orang. Dimana, ketiganya dirawat di rumah sakit rujukan.

”Ya, sisa tiga orang setelah beberapa hari sebelumnya ada tambahan pasien yang sembuh,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, kemarin.

Selain 24 jam terakhir, juga tercatat penambahan dua pasien sembuh. Sehingga, secara kumulatif pasien sembuh di Batam telah mencapai 24.991 orang dengan tingkat kesembuhan sebesar 96,346 persen.

Selain itu, terdapat juga satu kasus baru dengan jumlah keseluruhan 25.835 orang.

”Untuk pasien meninggal tidak ada,” tambah Didi.

Selanjutnya, dalam beberapa pekan terakhir, zona hijau atau wilayah yang tidak memiliki kasus Covid-19 di Kota Batam juga kembali bertambah.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, sebanyak 61 kelurahan di Batam zona hijau. Sisanya, hanya tiga kelurahan berzona kuning dengan angka kasus aktif masing-masing 1 orang.

Bila dibandingkan sehari sebelumnya, juga terdapat penambahan kelurahan yang zona hijau.

”Ya, walaupun melandai, tetap tak boleh lengah, protokol kesehatan dan kebiasaan kehidupan baru wajib dijalankan,” tegas Didi.

Adapun kelurahan yang berzona kuning saat ini ialah Batubesar, Baloi Indah dan Kampung Pelita.

”Untuk kecamatan, tersisa Lubukbaja dan Nongsa saja berzona kuning,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra

Pelatih Kecewa pada Penampilan Praveen / Melati

0

 

batampos.co.id – Kegagalan ganda campuran nomor satu Indonesia Praveen Jordan/Melati Dava Oktavianti melewati babak pertama Indonesia Masters 2021, akhirnya membuat pelatih Nova Widianto angkat suara.

Nova mengaku sangat kecewa dengan penampilan Praveen/Melati yang bertanding seolah tanpa ada daya juang. Pada babak pertama, Praveen/Melati secara mengejutkan dikandaskan ganda nomor 178 dunia asal India Dhruv Kapila/N.S Reddy dalam straight game 11-21, 20-22.

Melati Daeva Oktavianti yang berpasangan dengan Praveen Jordan sudah tumbang pada babak pertama Indonesia Masters 2021. (BWF/Badminton Photo)

“Terus terang saya kecewa dengan penampilan mereka. Seolah tidak ada daya juang. Sebagai tuan rumah harusnya bertanding maksimal. Soal menang atau kalah itu biasa. Yang penting fight dulu di lapangan. Ini kan tidak,” ujar Nova di Nusa Dua, Bali, Kamis (18/11) dikutip dari siaran pers PP PBSI.

Nova menambahkan, Praveen/Melati seolah bertanding tanpa merasa bertanggung jawab untuk Indonesia. Selain itu, Nova merasa unggulan kedua itu juga tidak menghargai pelatih.

“Padahal lawan yang dihadapi itu levelnya dua tingkat di bawah mereka. Harusnya bisa menang,” cetus Nova yang juga mantan pemain ganda campuran andalan Indonesia itu.

Lebih jauh Nova menegaskan, kalau memang ada masalah pribadi antara Praveen dan Melati, hendaknya diselesaikan di luar lapangan. Dengan demikian saat bertanding sudah tak ada lagi masalah yang mengganjal.

“Ini bukan masalah komunikasi. Mereka ada masalah yang harus diselesaikan. Jangan bawa masalah pribadi ke lapangan,” ujar Nova.

Ketika disinggung solusi yang terbaik, juara dunia 2005 dan 2007 bersama Liliyana Natsir itu menambahkan bahwa yang bisa menyelesaikan adalah Praveen/Melati sendiri.

Menurut Nova, tim kepelatihan untuk sementara fokus dahulu pada pertandingan yang ada. Dirinya juga mengatakan enggan terpengaruh dengan persoalan Praveen/Melati. (*)

Pintu ke Singapura Dibuka, Penerbitan Paspor di Batam Meningkat

0
salah seorang warga mengurus paspor di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kota Batam. Singapura membuka pintu masuk bagi warga Indonesia. Pembukaan ini berdampak pada penerbitan paspor oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Singapura membuka pintu masuk bagi warga Indonesia. Pembukaan ini berdampak pada penerbitan paspor oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla, mengatakan, dalam sepekan atau mulai tanggal 8 hingga 12 November, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menerbitkan 396 paspor biasa, 166 paspor elektronik dan 79 paspor prioritas.

Sehingga, totalnya 638 paspor biasa maupun paspor elektronik. Ia merincikan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menerbitkan 229 paspor biasa dan 154 penerbitan paspor elektronik.

Kemudian, layanan paspor Mal Botania 2 menerbitkan 25 paspor biasa dan 12 paspor elektronik.

”Sementara layanan paspor Harbour Bay menerbitkan 142 paspor biasa dan paspor prioritas sebanyak 79. Paspor biasa itu paspor untuk lansia, anak-anak dan disabilitas,” katanya.

Ia mengungkapkan, meningkatnya permintaan paspor sudah mulai terasa sejak pekan lalu atau dari tanggal 1 hingga 5 November.

Dari data yang tercatat, sebanyak 843 paspor biasa maupun paspor elektronik diterbitkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Ia menambahkan, untuk masyarakat yang ingin mengurus paspor hanya melalui Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online (Apapo).

”Jadi, mendaftar dulu melalui aplikasi Apapo,” ujarnya.

Tessa menjelaskan, Apapo bisa diunduh di Google Play Store dengan kata kunci ’Layanan Paspor Online’ bagi pengguna Android maupun di App Store bagi pengguna iOS.

Setelah mengunduh, pemohon bisa langsung mengisi data dan menentukan jadwal datang ke Kantor Imigrasi.

”Di situ selalu dibuka kuota sejak Jumat siang untuk satu minggu ke depan. Jadi, Apapo itu dari Jumat daftar, bisa milih datang hari Senin, Selasa sampai Jumat. Jadi bisa milih sendiri hari apa kita mau datang,” katanya.

Setelah mendaftarkan diri ke Apapo, pemohon akan mendapatkan kode berupa barcode yang akan dibawa ke petugas imigrasi untuk dilakukan scan.

Data itu sudah langsung terintegrasi ke sistem yang ada di Kantor Imigrasi. Saat datang, pemohon akan tetap membawa berkas, mengikuti alur pembuatan paspor mulai dari entri data hingga melakukan pembayaran.

Pemohon sudah bisa mengambil paspor setelah tiga sampai empat hari setelah melakukan pembayaran.

Untuk dokumen yang dibawa adalah e-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran. Jika tidak ada Akta Kelahiran, bisa diganti dengan ijazah maupun dengan buku nikah.

Reporter: Eggi Idriansyah

Pengusaha Homestay Hingga Pokdarwis Tanjungpinang Dilatih Digitalisasi

0
Pelatihan digitalisasi untuk 40 peserta pada desa wisata, pokdarwis, hingga fotografi, Rabu (17/11) kemarin. F. Prokompim

batampos.co.id – 40 pengusaha Homestay, Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), Himpunan Photografer Indonesia (HPI) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kota Tanjungpinang diberi pelatihan digitalisasi.

Kota Tanjungpinang memiliki banyak potensi pariwisata, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan inovasi untuk menggali potensi pariwisata yang ada. Pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay atau pondok wisata, kuliner, souvenir dan fotografi.

BACA JUGA: Pelaku Usaha Kuliner Didorong Tingkatkan Kualitas Produknya

“Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang ini diselenggarakan selama 4 hari ke depan,” kata Rahma, Rabu (17/11).

Tanjungpinang memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Potensi pariwisata sebagai tambang yang meskipun terus dieksplorasi tetapi nilai ekonomisnya tidak akan habis tergerus bahkan dapat terus dikembangkan.  Pariwisata kini menjadi primadona untuk meningkatkan devisa negara, termasuk di Tanjungpinang.

“Untuk itu diharapkan semua pihak secara bersama saling mendukung dan bergerak dalam sinergi yang baik,” ucap Rahma.

Pengembangan sumber daya manusia pariwisata, sambung Rahma juga harus ditingkatkan yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi masyarakat dalam mengelola pariwisata.

“Kami mengharapkan melalui Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran, Homestay, Kuliner, Souvenir, serta Fotografi ini, mampu menghasilkan sumber daya manusia pariwisata yang berkualitas dan profesional,” harap Rahma.

Melalui pelatihan digitalisasi itu, potensi pariwisata di Tanjungpinang bisa terus digali
walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 karena sesungguhnya potensi pariwisata yang dimiliki itu sangat besar tidak hanya dari sisi nilai tetapi juga dari variasinya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Raperda tentang Desa Wisata segera Disahkan

0

 

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur mengusulkan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) tentang Desa Wisata pada 2020. Tahun ini, raperda itu akan disahkan menjadi peraturan daerah atau perda.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa menyatakan, pihaknya akan segera membuat raperda tersebut menjadi perda. Dari sisi mekanisme prosedur, komisi B sudah melalui itu semua.

Salah satu desa wisata di Coban Talun, Batu. (Dok. JawaPos)

”Demi mematangkan Raperda Desa Wisata, kami juga menggandeng komisi di bidang hukum dalam pembahasannya. Nanti kalau sudah final, DPRD akan mengesahkan,” terang Aliyadi Mustofa, Kamis (18/11/2021).

Aliyadi mengatakan, saat ini di Jatim ada sekitar 470 desa wisata yang memiliki potensi wisata yang bagus. Jumlah itu akan terus bertambah dan semua bisa dikembangkan.

”Pemprov Jatim harus segera memberikan peraturan daerah sebagai pegangan dan payung hukumnya. Sehingga desa-desa yang punya potensi bagus ini diberikan kesempatan untuk bisa mengembangkan wisata desa,” tutur anggota Fraksi PKB DPRD Jatim itu.

Senada dengan Aliya, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengatakan, Raperda Desa Wisata atau Wisata Desa harus menjadi prioritas. Desa wisata di kabupaten/kota dikelola BUMdes. Dengan demikian, perekonomian dan kesejahteraan warga desa lebih meningkat.

”Warga desa yang menjalankan. Sehingga desa wisata menjadi destinasi menarik karena dikelola secara professional. Ini merupakan program yang baik untuk dilaksanakan. Kita berharap, raperda ini bisa selesai akhir tahun ini,” kata Sahat Tua Simanjuntak.

Pengesahan raperda menjadi perda disebut-sebut sebagai langkah utama yang membuat desa wisata lebih tepat sasaran dan lebih fokus. Perda itu juga dinilai bisa mendekatkan hubungan pemerintah daerah dengan desa. Sebab meski diatur dan diselenggarakan oleh warga desa, namun pemerintah daerah juga tetap melakukan pembinaan dan pembiayaan.

”Dan ini bisa meningkatkan destinasi wisata yang semakin banyak di Jawa Timur. Jadi desa wisata menjadi andalan kita untuk pemulihan ekonomi kita pasca Pandemi Covid-19,” ujar Sahat Tua Simanjuntak. (*)

Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Asusila Pejabat Pertamina

0
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam mengembalikan berkas kasus cabul oknum pejabat Pertamina ke Polresta Barelang. Berkas tersebut dinilai kurang lengkap, sehingga jaksa memberi petunjuk.

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi, mengatakan, pengembalian berkas itu disebut P-19. Dalam P19 itu,jaksa memberi petunjuk kepada penyidik agar melengkapi berkas yang dinilai kurang.

”Tahap 1 berkas sekitar 2 minggu lalu, setelah dipelajari jaksa, ternyata berkas dinilai tak lengkap, karena itu kami P19-kan kemarin,” ujar Wahyu.

Ia berharap, proses untuk melengkapi petunjuk jaksa bisa disegerakan. Sehingga, kasus bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.

”Mudah-mudahan disegerakan. Kalau satu bulan sejak di P19-kan belum dikembalikan lagi ke kami, maka jaksa akan mempertanyakan ke penyidik,” imbuhnya.

Sementara itu, penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang, juga menerima kembalinya berkas perkara dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dalam kasus pencabulan yang dilakukan TNM, Manager Port Pertamina Sambu.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas tersebut.

”Masih P19, sedang dilengkapi,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Dwi Dea Anggraini, Kamis (18/11/2021)

Dea menjelaskan, berkas tersebut sudah dikirim sejak 2 minggu yang lalu. Namun, kejaksaan mengembalikan berkas pada Rabu (17/11/2021) karena ada kekurangan.

”Masih melengkapi sesuai petunjuk kejaksaan,” kata Dea.

Diketahui, kasus yang menjerat pejabat Pertamina, TNM, berawal dari laporan orangtua korban, V, ke Polresta Barelang. Dimana, orang tua V kaget mengetahui anaknya hamil 5 bulan.

Padahal, saat itu V masih berusia 12 tahun. Kasus persetubuhan terhadap remaja SMP ini terungkap saat ia mengeluh sakit perut. Oleh orangtuanya, ia langsung dibawa ke rumah sakit.

Usai memeriksa kondisi V, dokter memberi tahu jika putrinya itu tengah hamil dan akan melahirkan. Tak berapa lama, V melahirkan, namun bayinya meninggal dunia usai dilahirkan.

Dari hasil penyidikan, diketahui sebelum ke rumah sakit, V sempat minum obat yang dibeli online untuk menggugurkan kandungan. Obat itu dibeli atas saran TNM, pria berusia 44 tahun yang telah menyetubuhi remaja ini.

Hubungan terlarang yang terjalin karena bujuk rayu TNM terhadap korban. Korban akhirnya terpedaya dan berhasil disetubuhi berulang kali hingga hamil.

Reporter: Yashinta, Yofi Yuhendri

Roby Tinjau Proyek di Mantang Digesa

0
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan meninjau pembangunan masjid di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang, Bintan, Kamis (1811). F.Slamet Nofasusanto/

batampos.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menggesa pembangunan masjid dan puskesmas di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang, Bintan. Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, kehadirannya ke Pulau Mantang untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan di Pulau Mantang.

BACA JUGA: Roby Dorong Budidaya Perikanan di Bintan

Menurutnya, ada beberapa proyek pembangunan yang digesa diantaranya pembangunan masjid raya dan pembangunan puskesmas. “Kita gesa pekerjaannya agar bisa cepat tuntas,” katanya. Roby juga mengharapkan proses pembangunan masjid dan puskesmas yang sedang berjalan dapat selesai tepat waktu.

Sedangkan pembangunan jalan lingkar,  Roby mengatakan, Pemkab dan Pemprov Kepri akan berkolaborasi dalam pembangunannya yang direncanakan mulai tahun 2022. “Target kita pekerjaan pembangunan jalan lingkar di Pulau Mantang mulai tahun 2022,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Roby juga menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya BLT Dana Desa, BLT Lansia dan penyerahan bibit ikan kerapu serta penyaluran program secanting beras. (*)

Reporter: Slamet

Gubkepri Tegaskan Lagoi Sudah Siap Terima Turis

0
Gubernur Kepri H. Ansar secara video  conference didampingi General Manajer PT. BRC Abdul Wahab.

batampos.co.id-Gubkepri Ansar Ahmad menghadiri pertemuan pelaku usaha di dalam kawasan pariwisata Lagoi Bintan melalui video conference, Kamis (18/11). Acara yang diselenggarakan PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) ini bertempat di VIP Lounge, Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi. Hadir langsung di venue acara, Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar. Sementara itu, Gubernur Kepri H. Ansar secara video  conference didampingi  General Manajer PT. BRC Abdul Wahab.

BACA JUGA: Sebab Sawah, Poyotomo Dapat Berkah sebagai Desa Wisata

Melalui virtual Gubernur  menyampaikan bahwa kawasan pariwisata Lagoi sudah mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan wisatawan mancanegara sejak jauh hari. Dengan penerapan yang super sefty dan dibarengi dengan berbagai inovasi agar bisa memberika rasa aman, nyaman bagi siapapun yang akan datang berkunjung.

“Kawasan ini sudah benar-benar prepare segala sesuatunya. Terutama soal protokol kesehatan. Salah satunya dengan penerapan blue pass yang dapat dipindai QR Code nya” kata Gubernur Ansar.

Blue pass merupakan suatu bentuk contact tracking yang dikembangkan dari hasil kerja sama antara BRC dan BNPB Pusat sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan Dubes Indonesia untuk Singapura beberapa waktu yang lalu yakni Kawasan Pariwisata Lagoi akan dijadikan sebagai pilot project untuk penggunaan alat ini.

Penerapan alat pelacak kontak blue pass tentunya diharapkan dapat memberikan keyakinan terhadap pemerintah Singapura untuk memperbolehkan penduduknya untuk datang ke Bintan Resorts.

“Sudah beberapa kali pihak Singapura mengecek kesiapan kita, dan kita juga telah dinyatakan benar-benar siap. Terlebih dengan blue pass ini yang mana juga digunakan oleh penduduk Singapura selama masa pandemi COVID-19 untuk pelacakan” ujar Gubernur.

Selanjutnya Gubernur Ansar menyatakan Pemprov Kepri berkomitmen penuh mengawasi semaksimal mungkin dalam penerimaan kunjungan wisman ini dengan menempatkan satgas-satgas Covid19 di berbagai tempat. Hal ini sebagai upaya kontrol awal.

“Mengingat kondisi covid19 di Kepri cukup stabil, maka kita berkeyakinan sesuai dengan komitmen percepatan pemulihan ekonomi, ini dapat segera kita wujudkan dengan prinsip menjaga kehati-hatian mengawal pandemi ini” pungkasnya. (*)

Reporter: Cipi Ckandina

 

Proyek Fisik di Kota Batam Terancam Tak Dilanjutkan, Ini Penyebabnya…

0
Pemko Batam terus melakukan pembenahan di sektor infrastruktur. Salah satunya yakni pembangunan bundaran Basecamp di Batu Aji. Tahun depan, pengerjaan beberapa proyek fisik terancam tidak bisa dilanjutkan karena dampak dari pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp300 miliar.  Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Tahun depan, pengerjaan beberapa proyek fisik terancam tidak bisa dilanjutkan. Ini merupakan dampak dari pemotongan dana alokasi khusus (DAK) yang mencapai Rp 300 miliar tahun 2022 mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membenarkan rencana penundaan pengerjaan beberapa proyek fisik yang akan dikerjakan tahun depan.

Saat ini, beberapa proyek fisik yang tengah dikerjakan sudah memasuki finalisasi tahap pertama, dan rencananya akan dilanjutkan tahun depan.

Proyek fisik yang sudah memasuki finalisasi di antaranya, bundaran Tembesi yang sudah masuk tahap finalisasi. Bundaran juga sudah dibeton, agar pengendara bisa nyaman melintas.

Berikutnya, bundaran Basecamp yang sudah selesai diaspal. Tahap pertama, tahun ini yang diaspal baru sekitar bundaran.

Rudi mengungkapkan, dengan pemotongan anggaran sebesar Rp 300 miliar ini, turut berdampak terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Batam.

”Memang iya, pasti ada dampak terhadap pemotongan anggaran tersebut. Berdampak pasti pada kelanjutan proyek fisik,” tegasnya, Kamis (18/11/2021).

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Yumasnur, mengatakan, pengerjaan proyek fisik tahap pertama sudah memasuki tahap finalisasi.

Untuk Tembesi, sudah berjalan 95 persen, begitu juga dengan bundaran Basecamp. Pengerjaan proyek fisik di Kecamatan Sagulung dan Batuaji tersebut memang dikerjakan bertahap, dan tidak selesai tahun ini.

”Tentu saya berharap pengerjaan bisa dilanjutkan tahun depan. Namun, semua keputusan itu tergantung dengan APBD tahun depan. Untuk pengerjaan proyek fisik melihat faktor prioritas, dan ketersediaan anggaran yang ada,” tutupnya.

Reporter: Yulitavia