Kondisi tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. (Istimewa)
batampos – Kisah memilukan dialami tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. Selama tiga bulan, mereka terombang-ambing di perairan Myanmar tanpa kepastian, tanpa gaji, bahkan sempat kehabisan bahan makanan.
Chief Engineer kapal, Riski, memohon perhatian dari pemerintah Indonesia, termasuk KBRI Yangon, Kemenlu, Bakamla, hingga BP2MI, agar segera mengevakuasi mereka.
“Kondisi fisik dan mental ABK sudah terganggu. Keluarga juga sangat menghawatirkan keadaan kami di kapal. Kami sedih karena sudah tiga bulan gaji tidak dibayar,” ujar Riski dilansir JawaPos.com, Sabtu (11/10).
Sembilan Hari Hanya Makan Nasi dan Air Hujan
Menurut Riski, kondisi kru di atas kapal benar-benar memprihatinkan. Selama 25 September hingga 4 Oktober 2025, bahan makanan di kapal habis total.
“Sembilan hari itu kami hanya makan nasi tanpa lauk dan minum air hujan yang kami tampung,” ujarnya.
Bantuan bahan makanan baru dikirim setelah KBRI Yangon menindaklanjuti laporan mereka pada 1 Oktober 2025. Namun, bantuan itu hanya bersifat sementara.
Janji Docking Tak Pernah Terwujud
Awalnya, para ABK dijanjikan bahwa kapal MT SHI XING akan masuk galangan (docking) di Yangon, Myanmar. Namun, janji itu tak pernah ditepati hingga kini.
“Kami sudah lelah dengan semua ini. Pihak owner hanya memberi janji-janji kosong,” keluh Riski.
Meski dalam tekanan berat, seluruh kru tetap berusaha menjaga kondisi kapal agar berfungsi. Kapten dan Chief Officer mengatur situasi tetap kondusif, juru mudi bergantian memasak dan membersihkan kapal, sementara kru mesin terus menjaga generator dan pompa tetap menyala.
Empat Tuntutan ABK MT SHI XING
Dalam video terbuka yang dikirim ke media, para kru MT SHI XING menyampaikan empat poin permohonan mendesak kepada pemerintah Indonesia:
1. Selama tiga bulan tidak menerima gaji, sementara keluarga di rumah sudah kesulitan ekonomi.
2. Janji kapal untuk docking di Yangon selalu ditunda tanpa alasan jelas.
3. Kondisi fisik dan mental para ABK semakin terganggu akibat tekanan dan ketidakpastian.
4. Memohon segera dipulangkan ke Indonesia dan gaji dibayarkan penuh.
“Mohon perlindungan, Pak. Uang sudah habis dan utang pun sudah banyak,” kata Riski dalam video tersebut. (*)
Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Takluk dari Irak. F. dok. Timnas Indonesia.
batampos – Pupus sudah mimpi Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026. Skuad Garuda harus mengucapkan selamat tinggal pada ajang sepak bola terbesar dunia itu setelah kalah 0-1 dari Irak, Minggu (12/10) dini hari WIB.
Gol tunggal yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-76 di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, memastikan langkah Garuda terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia finis di posisi juru kunci Grup B dengan nol poin dari seluruh laga. Harapan untuk tampil di Piala Dunia 2026 pun resmi kandas.
Pertandingan berjalan dengan tempo lambat sejak awal. Kedua tim sama-sama berhati-hati dan belum menampilkan permainan agresif. Namun, Indonesia sedikit lebih dominan dengan sejumlah peluang berbahaya.
Thom Haye membuka ancaman lewat sepakan spekulatif pada menit ke-9, meski masih melebar dari gawang Irak. Peluang emas datang pada menit ke-14 saat kerja sama Haye dan Mauro Zijlstra di sisi kanan hampir membuahkan gol, tetapi bola berhasil diblok pemain Irak.
Irak lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat. Peluang terbaik mereka datang dari tendangan bebas Munaf Younus pada menit ke-43, namun upayanya digagalkan karena terjebak offside dan sempat bertabrakan dengan kiper Maarten Paes.
Babak pertama berakhir tanpa gol, 0-0.
Memasuki babak kedua, Kluivert mencoba menambah daya serang dengan memasukkan Ragnar Oratmangoen menggantikan Ricky Kambuaya. Namun, alih-alih menambah tekanan, dominasi Garuda justru menurun.
Irak tampil lebih agresif dan mulai menekan pertahanan Indonesia. Hingga akhirnya, pada menit ke-76, Zidane Iqbal memecah kebuntuan lewat aksi individunya yang diakhiri dengan tembakan mendatar ke sisi kiri gawang Paes.
Gol pemain jebolan akademi Manchester United itu membuat Irak unggul 1-0. Timnas Indonesia berupaya keras menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir, namun tak ada gol balasan tercipta.
Menjelang laga usai, Irak harus bermain dengan 10 pemain setelah Zaid Tahseen diusir wasit akibat protes keras kepada wasit usai terlibat kontak dengan Kevin Diks di kotak penalti.
Meski unggul jumlah pemain di akhir laga, Garuda tetap gagal mencetak gol. Skor 0-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, menandai akhir perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026. (*)
Redaktur Batam Pos, Chahaya Simanjuntak terpilih menjadi salah satu peserta Asia Journalism Fellowship 2025, beasiswa profesi yang diadakan Temasek Foundation dan Institute of Policy Studies (IPS) bekerjasama dengan Universitas Nasional Singapura (NUS). Bersama 19 peserta lainnya dari 15 negara, setelah mengikuti kuliah secara online selama satu bulan penuh, kursus singkat secara langsung pun diadakan di Singapura, yang berlangsung hingga November mendatang. Chahaya pun membagikan pengalamannya selama di Singapura, di luar jadwal kelas, dengan melihat langsung Singapura merawat tradisi dan masa lalu di kawasan Holland Village, di tengah pembangunan hunian gedung tinggi secara masif di kawasan itu.
***
Kawasan Holland Village, salah satu kawasan elit Singapura yang tetap merawat masa lalu dan komunitas lokal di kawasan itu sebagai bagian dari menjaga sejarah. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
DERETAN bangunan bertingkat empat itu berdiri berderet. Desain bangunannya terlihat lebih unik dibanding aneka bangunan tinggi di sekitarnya. Dindingnya, secara keseluruhan terbuat dari batu bata merah. Menuju ke sana, harus menaiki tujuh anak tangga.
Di belakang bangunan itu, beragam usaha menggeliat dengan tampilan sederhana. Ada salon, konter ponsel, warung lokal, hingga optik yang menjual kacamata, serta beragam usaha lainnya. Ada juga food Hawker yang menyatu dengan pasar tradisional. Namun kawasan itu sudah tutup di malam hari. Hanya buka setengah hari. Mulai dari pukul 06.00 hingga 12.00 di siang hari.
Sementara di sudut lainnya, di seberang jalan, ada juga food hawker lainnya yang buka sampai malam. Meski sudah malam, kawasan ini tetap hidup. Di sana, para warga mengobrol dengan teman sambil menikmati makanan dan minuman di hadapan. Ada juga yang berdiri antri memesan makanan dan minuman di beberapa stal, serta ada yang memperhatikan menu yang terpampang besar di atas stal, lengkap dengan daftar harga. Bangunan food hawker itu juga sudah terlihat tua.
Bangunan bata merah itu adalah Holland Drive 47, yang sudah ada sejak 1980-an. “Nama kawasan ini adalah Holland Village. Bangunan lama yang kalian lihat ini memang sengaja dirawat pemerintah untuk mempertahankan keaslian kawasan.
Tidak akan dirobohkan. Merawat sejarah Singapura,” ujar Zakaria Zainal. Seorang Singapura yang akrab disapa Zak. Dia menjadi guide bagi 20 peserta Asia Journalist Fellowship (AJF) 2025, awal pekan lalu.
Holland Village merupakan salah satu kawasan di Negara Kota Singapura. Berada di antara kawasan Bukit Timah dan Queenstown. Bertetangga langsung dengan Buona Vista. Di kawasan ini, Anda bisa melihat modernitas dan masa lalu Singapura dalam waktu yang sama. Dari bangunannya. Dari cara masyarakatnya bersosialisasi, benar-benar melihat masa lalu Singapura yang terkesan terburu-buru, tapi ramah.
Mengapa namanya Holland Village? Karena kawasan ini merupakan warisan masa lalu Eropa. Termasuk Holland Drive 47 itu. Pemandangan di sana bangunan pencakar langit memeluk bangunan lama. Menjadi pagar pelindung.
Kala petang tiba, kawasan ini menjadi pusat kuliner yang paling diminati warga lokal. Suasananya berubah menjadi semakin hidup dengan dukungan aneka lampu warna-warni, lalu lalang warga, hingga kesibukan jalan raya dengan berbagai jenis kendaraan.
” When I was younger, i used to think that men would take their girlfriend to places like this,” ujar Zak terkenang. Kenangannya akan masa lalu hidup kembali dengan melihat kawasan kota lama ini di masa kini.
Dia menyebutkan, kawasan pertokoan lama di Holland Village ini tetap menjadi jantung kehidupan komunitas lokal Singapura. Meski pusat komersial modern berdiri megah di sebelahnya tapi nuansa Singapura tempo dulu tetap bisa dirasakan dengan otentik di masa kini.
Guna merawatnya, setiap malam, satu kawasan itu ditutup. Kendaraan tidak boleh masuk. Dengan begitu, warga yang berkunjung ke sana untuk menikmati aneka hidangan kuliner, atau sekedar minum bir sambil mengobrol dengan rekan, teman, atau pasangannya, tidak terganggu.
“Jika kamu ingin merasakan sesuatu yang benar-benar lokal Singapura, ini adalah tempat yang benar untuk dikunjungi,” ungkapnya.
Menurut data Mediacorp, jumlah penduduk Singapura pada pertengahan 2025 sebanyak 6,11 juta jiwa. Apakah karena jumlah kelahiran yang tinggi? Tidak. Melainkan karena semakin meningkatnya pemegang izin kerja.
Mereka merupakan bagian dari sekitar 540 ribu jiwa penduduk yang menjadi permanent resident di negara ini. Karena semakin meningkatnya jumlah penduduk Singapura dan lahan yang terbatas, kawasan Holland Village ini juga terkena dampak untuk penambahan pasokan perumahan.
Di beberapa titik, terjadi pembangunan yang sangat masif. Hunian pencakar langit. Salah satunya di kawasan Holland Village Wy, di depan bangunan apartemen mewah Quincy House. Ratusan pekerja sudah terlihat di sana menggerakkan puluhan crane, meski waktu baru menunjukkan pukul 06.00 pagi.
“Ya, kawasan ini merupakan salah satu kawasan dengan harga sewa atau harga beli apartemen tertinggi. Tapi tetap, Holland Village, merawat masa lalunya dengan baik. Dukungan dari pemerintahlah yang menjaga ini dengan baik,” ujar Zak.
Singapura. Salah satu negara kota termaju di dunia. Setiap sudut kawasannya berdiri ratusan gedung pencakar langit seperti di kawasan Marina Bay, Orchard, hingga kawasan downtown Raffles City.
Ya, negara ini mampu membentuk wajah kota yang nyata,modern, hidup, dan terus berubah. Selain itu, tetap menjaga akar komunitas demi masa depan yang inklusif dengan merawat masa lalu. (*)
Narasumber sedang memberikan edukasi pengelohan sampah organik menjadi eco-enzim kepada siswa dan warga Desa Putik. f.ihsan
batampos– SMP Negeri 3 Putik merayakan hari jadinya yang ke-19 dengan cara yang berbeda dan bermakna, Sabtu (11/10).
Tidak ada pesta, panggung hiburan, atau perlombaan siswa. Tahun ini, sekolah tersebut memilih merayakan ulang tahunnya melalui aksi nyata untuk bumi.
Sekolah yang berdiri sejak 10 Oktober 2006 ini mengusung tema “Cinta Lingkungan, Cinta Bumi” sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan hidup alam.
Bagi mereka, bumi bukan sekadar tempat berpijak, tetapi rumah besar yang harus dijaga bersama.
Kegiatan peringatan hari jadi ini disejalankan dengan World Clean Up Day 2025, gerakan global yang melibatkan jutaan orang di seluruh dunia dalam aksi bersih-bersih lingkungan.
Di SMP Negeri 3 Putik, kegiatan tersebut diikuti oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar Desa Putik.
Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 3 Putik, Sariana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.
Sebagai sekolah Adiwiyata, seluruh kegiatan belajar mengajar diarahkan agar siswa memiliki karakter peduli lingkungan.
“Sebagai sekolah Adiwiyata, kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga memahami bagaimana menjaga alam dengan tindakan nyata. Pendidikan lingkungan harus hidup di keseharian mereka,” ujar Sariana.
Dalam aksi tersebut, siswa tidak hanya membersihkan lingkungan sekolah dan sekitar permukiman, tetapi juga memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco-enzym.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar masyarakat dapat langsung memahami prosesnya.
Pelatihan ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Putik, yang selama ini menjadi motor penggerak kegiatan rumah tangga dan kebersihan lingkungan.
Melalui pelatihan tersebut, para ibu diajak memanfaatkan limbah dapur seperti kulit buah dan sayur menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Sariana menjelaskan bahwa eco-enzym memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk tanaman, hingga pengusir serangga.
“Dengan cara ini, sampah organik tidak lagi dianggap kotor, tetapi menjadi sumber manfaat. Ini langkah kecil yang bisa memberi dampak besar,” katanya.
Warga Desa Putik menyambut baik kegiatan ini. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa sampah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk berguna tanpa perlu biaya besar.
Semangat gotong royong terlihat dari antusiasme warga mengikuti setiap tahap pelatihan.
Selain edukasi dan pelatihan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di halaman sekolah dan beberapa titik strategis di sekitar desa.
Penanaman pohon ini menjadi simbol harapan agar bumi tetap hijau dan generasi muda tumbuh dengan kesadaran menjaga alam.
Momentum ulang tahun ke-19 ini bukan hanya menjadi perayaan perjalanan panjang SMP Negeri 3 Putik, tetapi juga menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan di Anambas dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini.
Sekolah ini ingin membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.
Dari ujung perbatasan nusantara, semangat hijau itu berkobar. SMP Negeri 3 Putik menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.
Dengan kolaborasi sekolah, masyarakat, dan pemerintah, Kepulauan Anambas siap menjadi paru-paru dunia — penjaga napas kehidupan dari timur negeri ini. (*)
Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait memberikan cinderamata kepada Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono usai pertemuan pembahasan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang digelar di kantor Kemenkes RI, Jumat (10/10). Foto. BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI semakin mempererat kerja sama guna meningkatkan mutu layanan kesehatan di Batam. Komitmen ini ditandai dengan pertemuan pembahasan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang digelar di kantor Kemenkes RI, Jumat (10/10).
Delegasi BP Batam dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, yang diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah konkret mengimplementasikan kerja sama sejak MoU tahun 2022, termasuk peluang dukungan peralatan medis dan program penguatan layanan rumah sakit.
Ariastuty menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk menurunkan MoU menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional. “Dengan PKS, sinergi dengan Kemenkes akan semakin jelas, terutama dalam peningkatan fasilitas, peralatan medis, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
PKS ini diharapkan menjadi dasar hukum kuat untuk memperkuat posisi RSBP Batam sebagai rumah sakit rujukan utama di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante, menyambut positif langkah ini dan menyampaikan bahwa Kemenkes memiliki program dukungan berupa bantuan peralatan medis dan penguatan layanan rumah sakit. “Kami akan menindaklanjuti secara teknis agar RSBP dapat masuk dalam skema program dukungan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, mengapresiasi perhatian Kemenkes dan menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menyesuaikan diri dengan arahan. Ia berharap dukungan tersebut meningkatkan kualitas layanan, sehingga masyarakat Batam tidak perlu lagi berobat jauh hingga ke luar negeri.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis antara tim BP Batam, RSBP, dan Kemenkes, baik secara daring maupun tatap muka, untuk merumuskan langkah implementasi di lapangan.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit berstandar nasional yang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan barat Indonesia. (*)
Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait memberikan cinderamata kepada Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono usai pertemuan pembahasan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang digelar di kantor Kemenkes RI, Jumat (10/10). Foto. BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI semakin mempererat kerja sama guna meningkatkan mutu layanan kesehatan di Batam. Komitmen ini ditandai dengan pertemuan pembahasan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang digelar di kantor Kemenkes RI, Jumat (10/10).
Delegasi BP Batam dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, yang diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah konkret mengimplementasikan kerja sama sejak MoU tahun 2022, termasuk peluang dukungan peralatan medis dan program penguatan layanan rumah sakit.
Ariastuty menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk menurunkan MoU menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional. “Dengan PKS, sinergi dengan Kemenkes akan semakin jelas, terutama dalam peningkatan fasilitas, peralatan medis, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
PKS ini diharapkan menjadi dasar hukum kuat untuk memperkuat posisi RSBP Batam sebagai rumah sakit rujukan utama di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante, menyambut positif langkah ini dan menyampaikan bahwa Kemenkes memiliki program dukungan berupa bantuan peralatan medis dan penguatan layanan rumah sakit. “Kami akan menindaklanjuti secara teknis agar RSBP dapat masuk dalam skema program dukungan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, mengapresiasi perhatian Kemenkes dan menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menyesuaikan diri dengan arahan. Ia berharap dukungan tersebut meningkatkan kualitas layanan, sehingga masyarakat Batam tidak perlu lagi berobat jauh hingga ke luar negeri.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis antara tim BP Batam, RSBP, dan Kemenkes, baik secara daring maupun tatap muka, untuk merumuskan langkah implementasi di lapangan.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit berstandar nasional yang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan barat Indonesia. (*)
Cantika seorang pecinta kucing asyik bermain dengan kucing kesayangannya di acara Fun Cat Show dan Pameran Satwa di Grand Batam Mall, Jumat (10/10). Foto. Cecep Mulyana/Batam
batampos – Bagi warga Batam yang gemar hewan, khususnya kucing dan reptil, akhir pekan ini jangan lewatkan momen seru di Atrium Grand Batam Mall, Lubukbaja. Mulai Kamis (9/10) hingga Minggu (12/10), Indonesian Cat Association (ICA) Batam menggelar Fun Cat Show dan Pameran Satwa yang siap memanjakan para pencinta hewan dengan hiburan sekaligus edukasi.
Ketua ICA Batam, Esther Irene Djara, mengatakan acara ini sudah menjadi agenda tahunan yang sangat dinantikan masyarakat. “ICA Batam berdiri sejak 2012 dan kami ingin melestarikan kemurnian kucing ras sekaligus mengedukasi soal kucing domestik atau kucing kampung,” ujar Esther, Sabtu (11/10).
Dalam kegiatan ini, ICA Batam bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan seperti Cat Lover Batam dan komunitas reptil serta burung. Kolaborasi ini menjadi ajang berkumpulnya para animal lovers untuk berbagi pengalaman dan memperkenalkan hewan-hewan unik kepada pengunjung.
Pengunjung bisa menyaksikan langsung berbagai jenis musang, ular, burung, hingga reptil jinak yang sudah dilatih dan diawasi agar aman untuk berinteraksi, termasuk anak-anak.
Selain pameran, acara dimeriahkan dengan Fashion Show Kucing bertema “Sweet Memory” dengan nuansa busana era 70-an dan 80-an. Para peserta tampil serasi dengan kucing kesayangan dalam kostum penuh warna dan aksesori unik.
“Kalau tahun lalu tema kami budaya Indonesia, kali ini kami ingin ajak nostalgia dengan busana oldies yang lucu dan kreatif,” ungkap Esther.
Puncak acara adalah Cat Show profesional pada Minggu (12/10) yang diikuti juri internasional dari Jakarta. Di sini, kucing dinilai berdasarkan anatomi, keindahan bulu, dan kebersihan tubuh secara ketat.
Esther mengajak masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak, untuk memanfaatkan acara ini sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan. “Ajak keluarga, anak-anak agar bisa belajar tentang dunia satwa dengan cara yang menyenangkan,” tutupnya.
Acara terbuka untuk umum dan gratis. Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan satwa eksotis di Batam. (*)
Barang bukti yang diamankan dari tangan AO (52) dan AS (51). Foto. Yashinta/ Batam Pos
batampos — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri kembali meringkus jaringan narkotika di Batam. Dua pria berinisial AO (52) dan AS (51) diringkus petugas di dua lokasi berbeda dengan barang bukti sabu seberat 111,92 gram, Jumat (10/10).
Penangkapan AO terjadi terlebih dulu di kamar lantai dua Nick’s Homestay, Jalan Abuyaltama, Komplek Ruko Papa Mama sekitar pukul 10.30 WIB. Dari hasil penggeledahan, ditemukan empat bungkus plastik bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu.
Selain narkotika, petugas menyita sejumlah barang bukti pendukung, termasuk ponsel Oppo A18 milik AO, sepasang sepatu biru tua, gunting, dan kartu identitas tersangka.
Kepada polisi, AO mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari AS. Polisi pun langsung melakukan pengembangan dan tak sampai satu jam kemudian, tepat pukul 11.15 WIB, AS ditangkap di Perumahan Papa Mama Residence Blok F Nomor 8, Batam Kota.
Dari AS disita mobil Toyota Avanza BP 1706 O dan ponsel Xiaomi Redmi Note 13 yang digunakan untuk komunikasi transaksi narkoba.
Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Anggoro Wicaksono, sabu yang diedarkan berasal dari seorang berinisial Surya yang kini masih dalam pengejaran.
“Tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok utama dan jaringan lainnya,” tegas Anggoro.
Saat ini, kedua tersangka diamankan di Mapolda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan digital forensik pada ponsel para tersangka serta analisis jaringan peredaran sabu tersebut.
Kasus ini menjadi bagian dari upaya Polda Kepri untuk terus menekan peredaran narkoba di wilayah Kepri sepanjang 2025 dengan tidak hanya membidik pengedar lapangan, tapi juga jaringan di atasnya. (*)
Batampos – Amerika Serikat mengancam Tiongkok dengan memberlakukan pembatasan ekspor terhadap suku cadang pesawat Boeing (BA.N). Hal ini merupakan bagian dari respon Washington atas pembatasan ekspor mineral tanah yang dilakukan Tiongkok.
ILUSTRASI pesawat Boeing. AS mengancam Tiongkok dalam penjualan suku cadang Boeing ke negara itu. F Boeing
Sejak menjabat mulai Januari lalu, Presiden AS Donald Trump kerap menggunakan Boeing sebagai alat dalam upayanya yang agresif mengatur ulang perdagangan global. AS dan Tiongkok kerap melakukan perang dagang.
Dalam perselisihan dagang dengan Trump, April lalu, Beijing memerintahkan maskapai-maskapai Tiongkok untuk sementara waktu menghentikan penerimaan pesawat baru dari Boeing. Perusahaan pembuat pesawat asal AS itu juga mencatat sejumlah penjualan besar ke maskapai asing setelah kunjungan Trump ke negara-negara tersebut.
“Kami punya banyak hal, salah satunya yang besar adalah pesawat. Tiongkok memiliki banyak pesawat Boeing, dan mereka membutuhkan suku cadang serta banyak hal semacam itu,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya mengenai barang apa saja yang dapat dikenai pembatasan ekspor oleh AS, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/10/2025).
Menurut laporan Bloomberg pada Agustus lalu, Boeing sedang dalam pembicaraan untuk menjual hingga 500 pesawat ke Tiongkok. Jika terealisasi, itu akan menjadi pesanan besar pertama dari Tiongkok sejak masa jabatan pertama Trump.
Menanggapi itu, Analisis Penerbangan dari Leeham.Co, Scott Hamilton menyebutkan, meski pun kesekapatan itu batal, dampak finansial terhadap Boeing kemungkinan kecil. ” Itu hanya seperti amplas yang menggesek kulit Boeing,” ujarnya.
Secara historis, Tiongkok pernah menyumbang hingga 25 persen dari daftar pesanan Boeing, namun kini turun menjadi kurang dari 5 persen.
Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, maskapai-maskapai Tiongkok memiliki pesanan untuk setidaknya 222 pesawat Boeing, dan saat ini mengoperasikan 1.855 pesawat Boeing. Sebagian besar pesawat yang dipesan dan dioperasikan adalah tipe Boeing 737, pesawat lorong tunggal yang populer.
Larangan ekspor atau suku cadang juga akan berdampak pada CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace (GE.N) dari AS dan Safran dari Prancis. Mereka pernah memproduksi mesin LEAP untuk Boeing 737 MAX. GE juga membuat mesin untuk Boeing 777 dan 787, dua jenis pesawat besar yang juga dipesan oleh Tiongkok.
Masih menurut Cirium, rival Boeing di Eropa, Airbus, hanya memiliki 185 pesanan dari pelanggan Tiongkok. Airbus memiliki fasilitas produksi di Tianjin yang memproduksi sekitar empat pesawat A320 setiap bulan.
Tiongkok tengah berusaha membangkitkan industri pesawat komersial dalam negerinya, terutama melalui COMAC C919, yang menjadi pesaing Airbus A320 dan Boeing 737. Pelanggan Tiongkok telah memesan 365 unit pesawat buatan dalam negeri tersebut.
Namun, pembatasan ekspor AS terhadap komponen-komponen buatan yang digunakan di C919 secara signifikan memperlambat produksi pesawat itu. Hingga September 2025 ini, COMAC baru mengirimkan lima dari 32 pesawat yang dijadwalkan untuk pelanggan Tiongkok tahun ini. (*)
Trade-In Festival Daihatsu, program tukar tambah mobil yang tak hanya memudahkan pelanggan, tapi juga membuka peluang membawa pulang hadiah spektakuler: dari mobil baru, emas batangan, hingga voucher belanja jutaan rupiah. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos — Akhir pekan jadi lebih seru di Warung Kopi Ameng, Nagoya. Sabtu (11/10), Astra Daihatsu Batam kembali menghadirkan Trade-In Festival, program tukar tambah mobil yang tak hanya memudahkan pelanggan, tapi juga membuka peluang membawa pulang hadiah spektakuler: dari mobil baru, emas batangan, hingga voucher belanja jutaan rupiah.
Event ini rutin digelar setiap bulan dan selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Purnama YP, Branch Manager Astra Daihatsu Batam, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia Daihatsu.
“Selain memudahkan proses trade-in, kami ingin memberikan pengalaman berbeda, lebih praktis, lebih untung, dan tentunya lebih menyenangkan,” ujar Purnama di sela kegiatan.
Dalam festival ini, Daihatsu menggandeng showroom mobil bekas lokal. Artinya, pelanggan bisa langsung menjual mobil lamanya di lokasi, lalu memesan mobil baru Daihatsu dengan beragam promo menarik.
“Jadi tidak perlu repot ke banyak tempat. Di sini bisa langsung semua: jual mobil lama, pilih unit baru, urus pembiayaan, sampai ikut undian nasional,” tambah Henri Sirait, Sales Supervisor Astra Daihatsu Batam.
Bagi pelanggan yang melakukan pemesanan unit di lokasi, Daihatsu memberikan hadiah langsung produk elektronik, doorprize Smart TV, Tambahan diskon hingga Rp6 juta dan suku bunga khusus untuk pembelian kredit
Yang lebih menarik lagi, setiap transaksi otomatis terdaftar dalam program nasional Daihatsu End Year Festival (Day Fest) yang berlangsung hingga Desember 2025.
Melalui program ini, pelanggan berkesempatan membawa pulang 9 unit mobil Daihatsu (5 Xenia, 2 Sigra, 1 Rocky, 1 Ayla), 17 keping emas, ratusan voucher belanja senilai Rp1 juta hingga Rp2,5 juta.
Tak hanya soal promo, Trade-In Festival juga menjadi panggung perkenalan New Rocky Facelift, varian terbaru yang resmi meluncur bulan lalu. Dengan tampilan lebih sporty dan uang muka mulai Rp8 jutaan, Rocky langsung jadi incaran pengunjung.
“Responnya luar biasa. Banyak yang penasaran dengan desain baru Rocky dan tertarik karena penawaran DP ringan,” ujar Henri.
Bagi masyarakat Batam yang tak sempat hadir di Trade-In Festival, Astra Daihatsu tetap membuka pintu program ini di seluruh cabangnya di Astra Daihatsu Baloi, Astra Daihatsu MB2 Batam Center dan Astra Daihatsu Batu Aji (Depan SP Plaza).
“Ini momen terbaik untuk tukar mobil lama dengan yang baru. Banyak bonus, proses mudah, dan peluang hadiah besar,” tutup Purnama. (*)