Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 9675

Kasus DBD di Kepri Sudah Mencapai 1.393

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri mengatakan sepanjang Januari-Oktober 2020, tercatat ada 1.393 kasus demam berdarah (DBD) di Provinsi Kepri. Menurut Bisri, dari jumlah tersebut tujuh kasus berakhir dengan kematian.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu ada 1. 865 kasus DBD, 11 diantaranya meninggal. Sedangkan tahun berjalan ini, kasus yang tercatat masih jauh di bawah,” ujar Moch Bisri, Kamis (19/11) di Tanjungpinang.

Melihat angka tersebut, dapat disimpulkan tidak ada kejadian atau peningkatan kasus selama 2020 ini. Karena jumlah kasus masih rata-rata, serta tidak ada kenaikan yang ekstrem. Di mana, kasus DBD di Provinsi Kepri masih terkendali.

Masih kata Bisri, melihat data yang ada Angka Bebas Jentik (ABK) Provinsi Kepri 80,6 persen. Meskipun demikian, mestinya disaat wabah Covid-19 ini, dan ditambah musim hujan seperti sekarang dan aktivitas masyarakat banyak di rumah.

Pihaknya mengharapkan segenap masyarakat melakukan aktivitas positif dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan supaya tidak ada genangan air atau tempat jentik nyamuk berkembang.

“Lakukan 3M (menguras, mencuci, dan menimbun) supaya tempat nyamuk berkembangbiak bebas dari genangan air, tandon penyimpanan air tempat perkembangbiakan nyamuk juga harus senantiasa dipastikan bebas jentik,” harap Bisri.

Lebih lanjut katanya, tindakan pencegahan secara masif dari hulu harus terus digalakkan. Karena pihak rumah sakit adalah bagian hilir. Menurutnya penyebab naiknya grafik kasus DBD dikarenakan masih banyak masyarakat yang lalai memberantas sarang nyamuk di tempat tinggal masing-masing.

”Sarang nyamuk itu ada di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, kaleng bekas, serta sampah plastik yang ada di halaman depan rumah. Artinya kita harus peka melihat situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Baik itu di dalam rumah maupun luar rumah,” jelasnya.

Bisri menyarankan sarang-sarang nyamuk tersebut diberantas rutin sepekan sekali. Sebab, siklus pertumbuhan dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa itu memerlukan waktu tujuh hari.

Ditegaskannya, tindakan menguras, menutup, dan mengubur (3M) harus dilakukan. Karena itu adalah langkah utama untuk membasmi jentik-jentik nyamuk di rumah dan lingkungan tempat tinggal.

Apabila ada keluarga yang terserang panas, jangan diabaikan atau melakukan penanganan sendiri. Karena gejala DBD diawali dengan demam panas.

Atas dasar itu, ia mengharapkan jika ada ditemukan, sebaiknya diperiksa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit terdekat.

”Jika jangkauannya jauh, tentu harus ke klinik terdekat memastikan, bahwa itu gejala DBD atau tidak,” ujarnya.(*/jpg)

2021, Sekolah Tatap Muka Dibuka

0

batampos.co.id – Sekolah tatap muka akan kembali dibuka pada Januari 2021 mendatang. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Hal itu pun mendapat dukungan dari DPR RI. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, menuturkan, pembukaan sekolah tentunya juga harus disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat demi meminimalkan adanya klaster di dalam sekolah.

“Kami mendukung pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat karena saat ini penularan wabah Covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu-minggu terakhir ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020) seperti yang diberitakan JawaPos.com (batampos.co.id group).

Menurutnya, pembukaan sekolah tatap muka memang menjadi kebutuhan, utamanya di daerah-daerah. Hal ini terjadi karena pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak bisa berjalan efektif.

Minimnya sarana dan prasarana pendukung menjadi kendala para peserta didik, seperti tidak adanya gawai dan akses internet yang tidak merata. Padahal di satu sisi, para siswa harus tetap mendapatkan materi pembelajaran.

Ilustrasi siswa Sekolah Dasar. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

“Di beberapa daerah siswa selama pandemi Covid-19 benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup,” terangnya.

Ancaman loss learning ini, kata Huda tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya kondisi tersebut akan memunculkan efek domino di mana peserta didik akan kehilangan kompetensi sesuai usia mereka.

“Kondisi ini sesuai dengan laporan terbaru World Bank (WB) terkait dunia pendidikan Indonesia akan memunculkan ancaman loss learning atau kehilangan masa pembelajaran bagi sebagian besar peserta didik di Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, melalui penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada Januari 2021.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan. Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021, jadinya bulan Januari 2021,” jelas Nadiem dalam telekonferensi pers Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11/2020).(jpg)

Kasus Positif Covid-19 Tambah 4.792 Orang

0

batampos.co.id – Kasus harian positif Covid-19 pada Jumat (20/11), bertambah 4.792 orang. Kini total kasus positif Covid-19 mencapai 488.310 orang. Kasus harian terbanyak masih disumbang DKI Jakarta.

Setelah kemarin, Kamis (19/11) Riau sempat berada di urutan kedua, kini giliran Jawa Barat karena kasus Covid-19 kembali naik. Sebaran kasus positif harian di antaranya, DKI Jakarta 1.240 kasus, Jawa Barat 872 kasus, Jawa Tengah 509 kasus, Jawa Timur 379 kasus, dan Sumatera Barat 218 kasus.

Jumlah kasus positif harian tersebut diperiksa dari 41.955 spesimen harian. Jumlah pasien berstatus suspek sebanyak 63.074 orang.

Sementara itu, angka pasien sembuh harian bertambah 3.940 orang. Paling banyak pasien sembuh harian terjadi di Jawa Barat sebanyak 1.026 orang. Kini total sudah 410.552 orang sembuh dari Covid-19.

Sedangkan kasus kematian harian bertambah 78 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur sebanyak 25 jiwa. Kini total 15.678 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Sudah 505 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 5 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan hanya 2 provinsi dengan nol kasus Covid-19 harian.(jpg)

Polda Kepri Tangkap Pelaku Asusila Terhadap Anak

0

batampos.co.id – Ditreskrimum Polda Kepri bersama Bareskrim Polri meringkus RH (38) tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur dan tindak pidana pendistribusian konten video pornografi ke media elektronik.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, melalui keterangan persnya menyebutkan, penangkapan RH berdasarkan laporan LP/A/0629/XI/2020/Bareskrim pada tanggal 5 November 2020 terkait Tindak Pidana Pornografi anak dan atau Tindak Pidana Mendistribusikan Konten Video Pornografi ke media elektronik.

“Pelaku berinsial RH (38) dan ditangkap di Bapelkes Batam Jalan Marina City, Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, kemarin,” katanya, Jumat (20/11/2020).

Ia menjelaskan, kasus pencabulan terjadi di rumah korban yang berada di kawasan Batu Aji.

RH (menutup wajah) pelaku asusila terhadap anak saat ditangkap tim Ditreskrimum Polda Kepri. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

“Tersangka mencabuli korban E (11) dan M (9) yang merupakan kakak beradik di rumah korban kemudian di foto dan video, selanjutnya pelaku mengupload dan menyimpan video serta foto tersebut di google drive dengan alamat email scorp********@gmail.com sebanyak 450 konten,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang disita dari pelaku lanjutnya, 3 unit HP, 1 unit laptop, 3 buah sim card telkomsel, 2 buah cincin, 4 buah flashdisk, 1 memory card.

Pelaku kata dia, saat ini telah dibawa Ke Polda Kepri untuk dilakukan Pengembangan Lebih Lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 32 Jo Pasal 6 dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 37 Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelasnya.(*/esa)

Tertinggi di Indonesia, Panjang Jembatan Batam-Bintan 7,685 Km

0

batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Batam-Bintan sudah memulai titik terang. Terutama karena dengan adanya kepastian dari pusat bahwa pembangunannya akan dimulai pada 2021.

“Kemarin (18/11) saya sudah bersama Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR telah meninjau titik-titik lokasi pembangunan jembatan yang dimulai pada 2021. Tugas kita adalah melakukan pembebasan lahan,” kata Bahtiar saat memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Jembatan Batam Bintan di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/11).

Terkait pembebasan lahan, Bahtiar memastikan bahwa akan diselesaikan dengan segara agar tidak menjadi hambatan lagi bagi pembangunan jembatan yang menjadi dambaan dan harapan maayarakat selama 18 Tahun terbentuknya Provinsi Kepri.

“Untuk pembebasan lahan, secara khusus saya sudah panggil TAPD untuk dimasukan dalam APBD 2021. Sementara lahan jalan dan jembatan dari Batam sepenuhnya sudah clear, setelah saya bertemu dengan Deputi Infrastruktur BP Batam. Sepenuhnya mereka mendukung,” kata Bahtiar.

Dirjen Polpum Kemendagri ini menceritakan bahwa salah satu kendala mendasar selama ini yang menjadi hambatan pembangunan jembatan sampai bertahun tahun adalah belum ada kesepakatan bersama mengenai tinggi jembatan.

“Sudah kita putuskan rapat bersama Kementerian PUPR kemarin (18/11) bahwa tinggi jembatan babin, yaitu dari Pulau Buau dengan Tanjungsauh setinggi 40 meter diatas pasang tertinggi permukaan laut. Sehingga ini menjadikan jembatan babin sebagai salah satu jembatan tertinggi untuk skala nasional,” jelasnya.

Bahtiar (kanan) ssar melakukan peninjauan titil-titik lokasi untuk menyambungkan Batam dan Bintan, Rabu (18/11). (foto:humaspemprov)

Menurut Bahtiar yang menjadi pertimbangan bahwa tinggi jembatan ini harus mencapai 40 meter diatas pasang tertinggi permukaan laut adalah agar bisa dilewati, selain kapal-kapal besar juga bisa dilewati kapal perang.

“Pertimbamgannya salah satunya adalah pertahanan keamanan. Dengan ketinggian tersebut kapal-kapal perang kita bisa dimobilisasi dan bermanuver dengan leluasa pada keadaan-keadaan tertentu,” jelasnya.

Kemudian pria kelahiran Bone ini menjelaskan bahwa pada rapat kali ini semgaja dirinya mengundang semua pihak terkait baik FKPD maupun instansi vertikal adalah dalam ramgka bersama mengawal pembangunan ini.

“Proyek ini bukan hanya milik pemda, tapi ini milik kita semua dan melibatkan berbagai unsur kepentingan baik keamanan di laut maupun didarat serta berbagai Instansi vertikal. Mari bersama kita kawal pembangunan ini sejak awal, untuk pengintegrasian ekonomi dan hukum Batam dan Bintan menuju Kepri yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau Abu Bakar diawal presentasi, menyampaikan apresiasi kepada Pjs Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar yang bergerak cepat dan memahami kebutuhan dan impian maayarakat Kepri melalui pembangunan Jembatan Batam Bintan.

“Pak Pjs hanya perlu waktu 1,5 jam dan semuanya clear untuk teknis pembangunan jembatan dan sudah ada titik terangnya. Terimakasih Pak,” kata Abu.

Adapun dalam penjelasanya Abu Bakar menyampaikan panjang jembatan Babin ini nantinya adalah 7,685 km, sedangkan panjang jalan disisi darat adalah 7,064 km sehingga secara keseluruhan total panjanganya adalah 14,749 km.

Dirinya juga melaporkan bahwa pada 2 hingga 3 minggu kedepan Tim Kementerian PUPR akan melakukan loading test yaitu titik awal memeriksa kekerasan tanah bagi pembangunan jembatan.

“Jadi ini sudah ada titik terang pergerakan pembangunan. Jika project ini selesai, Batam-Tanjunguban mungkin bisa ditempur hanya sekitar 10 menit. Semoga jembatan ini bisa segera terwujud dan memberikan dampak perubahan yang baik bagi Perekonomian di Kepulauan Riau,” kata Abu.(*/uma/jpg)

Ditpolairud Polda Kepri Bagikan 5 Ribu Masker dan Vitamin

0

batampos.co.id – Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan dan layanan Medis dengan membagikan 5 ribu pcs masker dan vitamin, Jumat (20/11/20/20).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, kegiatan itu dilakukan sempena dengan HUT Korp Airud ke-70.

“Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan di Pulau Lengkang Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang,” jelasnya.

Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan dan layanan Medis dengan membagikan 5 ribu pcs masker dan vitamin, Jumat (20/11/20/20). Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

Kata dia, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dari Dit Polairud Polda Kepri kepada masyarakat.

Pihaknya berharap, bantuan sosial tersebut bermanfaat bagi masyarakat, terutama warga Sekanak Raya.

“Semoga kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan ini akan tetap terus berlangsung kedepannya,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan Dirpolairud Polda Kepri, PJU Ditpolairud Polda Kepri, Danpal KP. Yudistira 8003 beserta ABK, Danpal KP. Paritkesit 7009 diwakili KKM beserta ABK, Danpal KP. Antareja 7010 beserta ABK, Personel Ditpolairud Polda Kepri, dan Tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua pemuda beserta perwakilan masyarakat pulau Lengkang(*/esa)

Beredar Data Pribadi Guru Penerima Bantuan Subsidi Upah

0

batampos.co.id – Beredar data di WhatsApp Group (WAG) terkait dengan data penerima bantuan subsidi upah (BSU) guru dan tenaga kependidikan non-PNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Data itu berisikan nomor HP, penempatan tugas, nama ibu kandung sampai nomor rekening.

Banyak pihak yang menyesalkan adanya kebocoran data dari pihak Kemendikbud. Sebab, bantuan ini yang seharusnya meringankan beban guru dan tenaga pendidik, malah berbalik menyerang mereka.

Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, dirinya sudah lama mengingatkan Kemendikbud bahwa banyak pihak yang menginginkan data daripada mereka, yakni guru dan tenaga kependidikan.

“Urusan kebocoran data di Kemendikbud, saya sudah mengingatkan selama berbulan bulan. Banyak pihak yang memang mengincar data-data ini (disalahgunakan),” ucapnya, Jumat (20/11).

Indra juga menegaskan, data pribadi ini harusnya dijaga betul oleh Kemendikbud agar tidak merugikan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dikhawatirkan data-data tersebut akan dipakai oleh pihak tidak bertanggungjawab.

“Buat apply kredit dah bisa nih (karena kebocoran data lengkap). Harusnya benar-benar dijaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud Abdul Kahar mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jendral (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pasalnya, semua sistem dan data berada dalam wewenang mereka.

“Saya harus konfirmasi ke Ditjen GTK dulu sebagai pengelola sistem InfoGTK ya,” ungkapnya.

Kata dia, sebenarnya data itu tidak bisa tersebar ke publik. Sebab, data-data pribadi penerima BSU bersifat rahasia. “Seharusnya tidak (tersebar ke publik data sejenis),” jelasnya. (jpg)

Tim Gugus Mulai Data Penerima Vaksin di Batam

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam mulai melakukan pendataan penerima vaksin. Rencananya pemberian vaksin akan dimulai awal 2021 mendatang.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, pendataan melibatkan kader dan perangkat RT setempat.

”Targetnya masyarakat. Terutama mereka yang berisiko. Pendataan baru mulai, jadi data belum tersedia untuk saat ini,” kata dia, Kamis (19/11).

Ia menyebutkan, nanti juga akan diurutkan kebutuhan vaksin berdasarkan kelas prioritas. Sementara ini, tenaga medis masih menjadi paling prioritas diberikan vaksin.

Hal ini karena mereka berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Diurutan kedua adalah orang yang berisiko tinggi terpapar seperti usia 50 tahun ke atas, setelah itu akan dilihat lagi skala prioritasnya.

”Kita data dulu. Setelahnya akan diurutkan sesuai skala prioritas,” ujarnya.

Pejabat sementara Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan, pembentukan tim khusus persiapan vaksinasi awal tahun depan. Ia menyebutkan, tim akan memetakan lokasi-lokasi pemberian vaksin nantinya. Standar operasional (SOP) akan disusun sebaik mungkin, agar pendistribusian vaksin bisa berjalan dengan baik.

”Kemarin saya sudah rapat bersama Pak Didi juga. Dan mereka sudah punya data bahkan ada tim juga yang disiapkan dari awal sejak pandemi ini terjadi. Hanya perlu penyempurnaan saja termasuk melibatkan lurah, camat, hingga BTKLPP,” terangnya.

Syamsul mengakui, hingga kini informasi mengenai jenis vaksin juga belum ada. Menurutnya vaksin bisa berupa cairan yang disuntikan ke tubuh atau lainnya. Untuk itu, tim nanti akan menyusun mekanisme dengan mempertimbangkan jenis vaksin yang kemungkinan akan didistribusikan 2021 mendatang.

”Untuk lokasi nanti bisa diusulkan Puskesmas, Pustu atau rumah sakit. Bila perlu kita datangi warga pakai sistem jemput bola,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaksanaan pemberian vaksin ini bisa menggunakan mekanisme Pemilu. Hal pertama tentu harus ada dana, ada petugas pengawasan, ada petugas pelaksanaan, serta lokasi penyelenggaraan vaksin itu sendiri.

”Jadi, untuk mempermudah kerja di lapangan, vaksinasi akan menggunakan cara tersebut, dengan harapan semua penduduk Batam mendapatkan vaksin tanpa terkecuali,” jelasnya.

Tidak itu saja, keselamatan vaksinator juga harus dipersiapkan. Mereka harus dibekali alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat selama bertugas. Hal ini tentu juga harus dihitung kebutuhannya.

”Kita tidak mau tenaga medis maupun masyarakat yang divaksin ini terpapar virus,” ucapnya.

Menurutnya, kemampuan satu orang dokter atau vaksinator hanya 50 orang. Dengan jumlah penduduk 1,3 juta, tentu harus dihitung berapa waktu yang dibutuhkan agar vaksinasi ini berjalan dengan baik.

”Tenaga dan waktu harus dihitung. Jadi sebelum vaksin tiba. Batam itu sudah siap dan tinggal jalan saja,” tambah Syamsul.(*/jpg)

Penyewa Jasa Detektif Perselingkuhan Melonjak Selama Pandemi Covid-19

0

batampos.co.id – Selama pandemi Covid-19 setiap orang diminta untuk membatasi diri ke luar rumah. Hal ini demi mencegah penularan virus Korona. Namun, situasi dan kondisi itu sebetulnya agak menyulitkan batas gerak seseorang yang selingkuh dari pasangannya.

Meskpiun, ada beberapa fakta yang menyebutkan bahwa pasangan selingkuh justru memilih untuk mempertahankan hubungan gelapnya itu, dibanding memutuskan perselingkuhan mereka karena alasan pandemi Covid-19.

Dilansir dari CTVNews.ca, Jumat (20/11), penyelidik swasta di Toronto, Kanada, yang biasa ditugaskan untuk menggali dan membongkar bukti hubungan di luar nikah mengungkapkan, perselingkuhan masih tetap bisa dilakukan meskipun di masa pandemi.

Dalam beberapa kasus, kecurigaan muncul setelah salah satu pasangan memperhatikan partnernya yang kerap membuat-buat alasan aneh untuk meninggalkan rumah, meskipun telah dilakukan tindakan penguncian pada awal-awal pandemi. Dalam kasus lain, pasangan yang sudah bercerai mulai percaya bahwa mantan mereka mungkin melanggar langkah-langkah kesehatan selama di luar dan bisa membahayakan anak-anak mereka saat jam berkunjung.

Pemilik jasa investigasi pribadi alias detektif swasta yang berbasis di Toronto, Adrianne Fekete mengatakan, bisnisnya mengalami lonjakan 30 persen pada klien pada bulan April setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, dan permintaan tetap stabil sejak saat itu. Menurutnya tampaknya Covid-19 tidak banyak membantu menghalangi orang-orang yang sudah melakukan hubungan rahasia atau hubungan terlarang.

“Pandemi hanya membuatnya lebih rumit dan justru lebih menantang, dan lebih menarik bagi mereka,” kata Fekete kepada CTVNews.ca dalam sebuah wawancara.

“Dengan pasangan yang terkurung di rumah bersama, lebih mudah untuk melihat ketika sesuatu tampak mencurigakan,” menurut presiden dan CEO Haywood Hunt and Associates Inc., Trevor Haywood, sebuah firma investigasi swasta di Toronto yang juga mencatat peningkatan klien.

“Seseorang bisa melihat tanda-tandanya, kecurigaan pada pasangan,” kata Haywood kepada CTVNews.ca.

“Mereka lebih sering menyembunyikan ponsel mereka. Dan pasangannya bertanya, ‘Jika panggilan itu terkait dengan pekerjaan, mengapa tidak mengangkat teleponnya?’” jelasnya.

Fekete dan suaminya mengelola tim yang terdiri dari 28 mantan detektif dan petugas polisi. Inti dari bisnis mereka adalah berurusan dengan masalah hukum keluarga, seperti pasangan yang bercerai yang berselisih tentang perawatan anak.

Selain selingkuh, polisi di seluruh Kanada memperhatikan laporan tentang kekerasan dalam rumah tangga dalam empat bulan pertama pandemi. Bahkan, menurut Fekete, timnya juga menawarkan keamanan untuk memberikan bantuan bagi seseorang yang terjebak di rumah dengan pasangan yang kasar dan sedang mencari jalan keluar.(jpg)

Ketua Muhammadiyah Kepri Tewas Kecelakaan

0

batampos.co.id – Ketua Muhammadiyah Provinsi Kepri yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Yudi Carsana, 54 meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kamis (19/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kanit Lantas Polres Tanjungpinang Iptu Ridwan menjelaskan awalnya korban yang mengendarai sepeda motor Beat BP 2360 melaju dari arah Swalayan Al Baik menuju Wisma Pesona Tanjungpinang. Saat melintas di depan Sekolah Muhammadiyah, tiba tiba korban terjatuh hingga keluar jalur.

Akibatnya tubuh korban membentur mobil Toyota Calya BP 1427 TS yang dikemudikan Jamil, 37, yang melaju dari arah berlawanan.

”Kecelakaan tidak dapat dihindari. Korban membentur mobil setelah terjatuh,” ungkap Ridwan.

Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Angakatan Laut (RSAL) guna mendapatkan pertolongan. Korban sempat dirawat, namun nyawanya tak tertolong,” terang Ridwan.

Selain itu, akibat kejadian maut tersebut, terdapat kerugian materi berupa kerusakan kendaraan yang diperkirakan lebih kurang Rp 4 juta. (*/odi/jpg)