Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9697

Gempa Mamuju dan Majene, Korban Meninggal Dunia jadi 56 Orang

0

batampos.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (16/1) pukul 20.00 WIB malam, korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1) di Sulawesi Barat menjadi 56 orang. Rinciannya, 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyampaikan, selain korban meninggal, terdapat juga 637 korban luka-luka di Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju, terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap,” kata Raditya dalam keterangannya, Minggu (17/1).

Personel TNI ikut dalam pencaharian korban gempa di Sulbar. (Humas Pemprov Sulsel/Antara)

Raditya memastikan, tim SAR yang berada di Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dalam melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak gempa.

Menurut Raditya, aliran listrik di Kabupaten Majene sebagian kini sudah mulai menyala. Sementara itu, aliran listrik di sebagian wilayah Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik, sedangkan setengahnya masih mengalami gangguan.

Mengenai jalur darat yang sempat terputus akibat gempa, kini jalur yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju sudah pulih dan dapat dilalui kendaraan.

“Adapun jalur tersebut dapat kembali dibuka setelah Dandim 1401/Majene, Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, menugaskan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 8/SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat,” ujar Raditya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sambung Raditya, pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB kemarin, kembali terjadi gempabumi dengan kekuatan magnitudo 5,0 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi.

“Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan,” imbau Raditya.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Selain itu, bagi masyarakay yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

“Masyarakat diminta untuk dapat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita bohong atau hoaks mengenai prediksi dan ramalan gempabumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami,” tegas Raditya.

Dalam bencana gempa bumi di Sulbar, BNPB telah menyerahkan bantuan operasional kebutuhan pokok sebesar Rp 4 miliar pada Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB juga telah mendistribusikan delapan set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada disekitar tempat tinggal.(jpg)

Jadi Korban Asusila Pimpinan Pesantren, Santri Ini Malah Dituduh Menggoda

0

batampos.co.id – ND, 19, belum bisa bernapas lega, kendati dikabarkan perkara tindakan asusila yang pernah dialaminya tengah bergulir di persidangan. Rasa trauma masih menghinggapi dirinya, meski pelan-pelan belajar untuk melupakannya.

Dia masih tak percaya atas tindakan tak senonoh ANM, 46, pengasuh pondok pesantren NHAB di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terhadap dirinya sebagai santrinya.

ND bercerita, peristiwa itu terjadi pertama kali pada 2017 lalu saat dirinya masih duduk di bangku sekolah kelas X SMA. Dia awalnya mengaku dijanjikan akan dibantu menggapai cita-citanya oleh ANM sebelum tindakan tak pantas itu dilakukan oleh pelaku.

“Dia bilang mau bantu gapai cita-cita saya sampai sukses dan ngasih modal usaha,” kata ND sebagaimana dilansir JawaPos.com, Jumat (15/1).

Tak berapa lama, pada siang hari, ND mengaku dipanggil oleh seorang temannya untuk menghadap ANM yang tak lain merupakan pimpinan Ponpes. Saat itu, ND diminta untuk melaporkan keuangan penjualan buku-buku di pondok pesantren.

“Saya disuruh laporan keuangan kitab. Karena saya memang diberi amanah untuk memegang keuangan buku kitab-kitab gitu,” ucap ND mencoba mengingat kejadian awal tindakan asusila yang diterimanya.

Atas panggilan dari pelaku, secepatnya korban pun langsung merespons panggilan ANM, yang tidak lain merupakan pimpinan pesantren tersebut tempat dirinya menimba ilmu agama.

“Yang namanya santri pasti langsung gerak cepat kalau dipanggil sama ustad, apalagi dia pimpinan,” urai ND mengisahkan.

Setelah bertemu pelaku, sejurus kemudian, laporan keuangan penjualan kitab pun disampaikan ND kepada ANM di kantor Yayasan Pondok Pesantren. Laporan keuangan hasil penjualan kitab itu disampaikan secara rinci. “Saya laporan dari awal sampai akhir, laporan keuangan, sekitar sampai 15 menit saya laporan dan akhirnya selesai,” ucap ND.

Setelah itu, tiba-tiba ND diminta masuk ke sebuah kamar yang juga berada di dalam kantor Yayasan. Saat diminta masuk kamar ND tak berpikiran negatif, karena ANM merupakan seorang ustaz yang memimpin sebuah pondok pesantren.

Dia pun menuruti perintah kiai nya tersebut. Namun, tak berapa lama ND masuk ke kamar, tiba-tiba ANM langsung memeluk dirinya dari belakang. Pelukan tersebut sangat erat, sehingga ND tidak bisa melakukan perlawanan atas tindakan ANM kepadanya.

“Meluk kencang banget, saya mau berontak pun enggak bisa,” aku ND.

Melihat tindakan ANM, ND ketakutan dan bingung lantaran seorang kiai berani melakukan perbuatan tercela kepada muridnya. Usai kejadian itu, lantas ANM menyurunya untuk kembali ke kantor Yayasan. Kepada ND, ANM mengancam agar tidak membuka mulut kepada siapapun mengenai tindakannya itu.

“Saya disuruh tutup mulut dipaksa, sampai ke buku pun saya enggak boleh nulis dan saya disitu disuru nurutin semua perintah dia,” beber ND menyesali tindakan ANM.

Usai peristiwa tersebut, ND mengaku tertekan. Karena seorang guru yang harusnya mengayomi dan mendidik muridnya, justru berani melakukan tindakan senonoh. Saat itu, ND mengaku takut untuk menceritakan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Posisi saya saat itu benar-benar tertekan banget, apalagi saya cuma santri biasa, dia pimpinan pondok. Saya benar-benar takut deg-degan harus bagaimana, bingung. Saya pengen cerita ke temen enggak boleh,” urai ND.

Perbuatan asusila yang dilakukan ANM kepada ND dilakukan secara berulang selama dirinya mengenyam pendidikan. ND mengaku pernah dipaksa untuk menonton video porno oleh ANM. Namun, permintaan ANM ditolak secara tegas olehnya.

“Saya enggak mau tapi dia tetap maksa,” cetus ND.

Tak kuasa menahan kesal atas tindakan ANM yang notabene merupakan seorang pengasuh Pondok Pesantren, ND lantas pada 27 November 2019 melaporkan tindakan asusila ANM kepada aparat kepolisian.

Sebelum kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Depok, para tenaga pengajar di Pondok Pesantren tempatnya menimba ilmu mengaku tidak mempercayai perbuatan yang dilakukan ANM. Ketidakpercayaan itu, karena ANM merupakan seorang kiai. Berbagai tekanan dialami ND usai dirinya mengaku mendapat tindakan asusila dari gurunya itu.

“Jadi pas saya sudah berani buka suara, ANM membikin opini ke orang-orang bahkan sampai nge-share kata-kata panjang ke group santri dan alumni yang seolah-olah dia tuh sedang difitnah sama saya. Makanya waktu itu saya langsung dijauhin sama semua teman-teman saya. Bahkan sampai alumni pun ngehujat, nge-judge dan sebagainya,” ungkap ND mengingatnya.

Perkara yang menjerat ND sempat tidak digubris oleh aparat kepolisian hingga satu tahun lamanya. Lantaran ANM baru dilakukan penahanan pada 24 November 2020. Namun, kini secercah harapan timbul usai kasus yang menjerat ANM, kini dikabarkan naik ke meja hijau.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Haryono. Dia menyatakan, perkara yang menjerat ANM kini sedang dalam proses persidangan. “Sudah, sudah sidang,” ucap Haryono kepada JawaPos.com.

ANM kini sedang dalam menjalani proses persidangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang diduga dilakukannya. Meski sempat terhambat dalam proses penyidikan.

“Sudah beberapa minggu lalu (sidang). Sidangnya di PN Cibinong,” beber Haryono.

Sementara itu, pihak Pondok Pesantren menegaskan, perkara yang menjerat ANM tidak ada urusannya dengan kegiatan belajar dan mengajar. Terlebih ANM kini tidak lagi menjabat sebagai pimpinan Ponpes.

“Terkait masalah tersebut sudah tidak ada urusannya dengan Ponpes. Karena keseluruhan Ponpes sudah diambil alih oleh pusat,” tegas pihak Ponpes yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, pihak pengacara ANM sudah dihubungi JawaPos.com dan merespons pesan yang disampaikan. Namun pihak pengacara berdalih, kasus yang menjerat ANM tidak sepantasanya mencuat di hadapan publik.

“Pasal 82 ini seharusnya tidak ekspos,” cetus pihak pengacara ANM menandaskan.(jpg)

Kronologi Pengusaha Batam Haji Permata Tewas dengan Luka Tembak

0

batampos.co.id – Haji Jumhan bin Sello yang dikenal dengan nama Haji Permata, seorang pengusaha di Batam, tewas dengan luka tembak di bagian dada. Ia diduga terkena tembakan petugas Bea Cukai di perairan Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Jumat (15/1).

Arjun, salah seorang anak Haji Permata, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, ayahnya tewas setelah terkena tembakan di perairan Tembilahan pada pukul 04.00 WIB, dan baru pukul 10.00 WIB pihak keluarga mendapat kabar tersebut dari dua anak buah Haji Permata yang selamat atas perintah Bea Cukai Tembilahan.

“Benar, kena tembak. Sekarang lagi menunggu jasadnya,” kata Arjun, Jumat, sebagaimana dilansir dari Harian Batam Pos.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, M Rizki Baidillah, juga membenarkan informasi tersebut. “Infonya begitu. Ada insiden dengan (Bea Cukai) Karimun,” ujarnya.

Rizki menjelaskan, peristiwa berpangkal saat petugas melakukan penindakan terhadap speedboat yang digunakan Haji Permata. Menurut Rizki, petugas menduga kapal tersebut berisi ribuan batang rokok ilegal.

Namun saat speedboat dihentikan, kata Rizki, Haji Permata beserta dua orang rekannya melompat ke kapal patroli dan menyerang petugas Bea Cukai. “Itu kronologis dari (Bea Cukai) Karimun,” paparnya.

Patroli Laut Bea Cukai. (ist)

Saat diserang, petugas Bea Cukai melepas tembakan langsung ke arah badan Haji Permata. Akibatnya, ia mengalami tiga luka tembak di bagian dada. Selain itu, dua rekannya mengalami luka tembak di bagian kepala dan kaki.

Ketua Kekerabatan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Masrur Amin, menyangkal keterangan Bea Cukai tersebut. “Dari informasi, dikatakan Pak Haji menyerang petugas, mana mungkin, dia berjalan saja susah,” ujarnya.

Masrur mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus ini dengan melaporkan ke Polda Kepri hingga ke Dirjen Bea Cukai. Menurut dia, penindakan yang dilakukan petugas BC sudah menyalahi aturan. “Laporannya udah diterima Polda,” kata Masrur Amin, tadi malam.

Pantauan Batam Pos, kemarin petang, puluhan kerabat Haji Permata memadati pelabuhan di Tanjungsengkuang. Mereka menunggu kedatangan jenazah pemilik Hotel Oasis, Batuampar itu. Jenazah Haji Pertama tiba sekitar pukul 18.00. Sesampainya di pelabuhan, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans untuk diautopsi.

“Tadi sudah berkoordinasi dengan Ketua IDI Batam untuk di-swab dulu, karena prosedurnya seperti itu,” kata Masrur Amin.(*/jpg)

Warga Batam! Belum Ada Izin Salat dengan Saf Rapat

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar, mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah. Salah satunya, menjaga tetap ada jarak atau menghindari saf salat dengan formasi rapat, saat beribadah di masjid.

“Mengingat masih pandemi seperti saat ini, kita terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya, dilansir dari Harian Batam Pos, Minggu (17/1).

Sejauh ini, kata Zulkarnain, belum ada izin resmi dari Kemenag untuk kembali menata saf rapat seperti salat normal sebelum pandemi. ”Kita masih mengingatkan untuk melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Namun, ada juga masyarakat yang berharap, agar saf salat, khususnya salat Jumat, dirapatkan seperti sediakala. Hal ini untuk mengakomodir lebih banyak jemaah yang akan salat di masjid. Terutama, saat musim hujan seperti sekarang ini.

”Kan kasihan kalau misalnya hujan, salatnya di serambi atau teras masjid kan kasihan,” katanya. (*/jpg)

Sebelum Ibadah Umrah, Jamaah Harus Karantina di Asrama Haji

0

batampos.co.id – Pemerintah mengeluarkan aturan baru terkait pelaksanaan ibadah umrah. Untuk melaksanakan ibadah umrah di masa pandemi, para jamaah umrah wajib mengikuti proses karantina. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19.

“Berdasarkan ketentuan tersebut, karantina dapat dilaksanakan di Asrama Haji atau hotel yang ditunjuk oleh Satgas Covid-19 di pusat dan daerah,” ungkap Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Oman Fathurahman, Minggu (17/1).

Oman menyampaikan, saat ini 29 asrama haji di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai untuk menjadi tempat karantina. Ia pun meminta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji se-Indonesia untuk mempersiapkan diri.

Hal ini guna memberikan layanan terbaik bagi jamaah umrah yang akan melakukan karantina di masing-masing UPT. Dengan begitu pelaksanaan umrah dapat berjalan dengan baik.

“Ini menjadi momentum, bahwa keberadaan Asrama Haji tidak hanya bisa dirasakan oleh jamaah haji, tetapi juga jamaah umrah,” kata Oman.

Jajarannya juga diminta untuk melakukan rebrandring Asrama Haji. Ini diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa Asrama Haji saat ini telah bertrasnformasi menjadi penginapan yang nyaman dan dikelola dengan profesional.

“Hal ini belum tertanam di benak masyarakat. Karenanya perlu dilakukan rebranding, dan ini tidak bisa dilakukan parsial, tapi juga dilakukan dengan peningkatan layanan serta infrastruktur,” tuturnya.

Alur bisnis proses pelayanan UPT Asrama Haji juga menjadi hal yang menjadi perhatian Oman. “Buat alur proses yang mudah dan nyaman untuk publik. Misalnya, mungkin bisa menggunakan sistem online untuk mengecek kamarnya, jadi tidak perlu datang fisik datang ke sini terlebih dahulu (untuk mendaftar),” pungkas dia.(jpg)

Catat Ya! Vaksinasi Covid-19 Untuk Tercapainya Herd Immunity

0

batampos.co.id – Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap pentingnya vaksinasi Covid-19. Satgas menyakinkan bahwa vaksin Sinovac aman, berkhasiat dan halal. Sehingga tidak perlu ragu untuk menerimanya, meski masih banyak masyarakat yang mempertanyakan keampuhan vaksin tersebut. Pasalnya vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 63,5 persen di Indonesia, dibandingkan sejumlah vaksin lainnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman pandemi Covid-19. Selain itu, untuk tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.

Ariel Noah usai mengikuti vaksinasi Covid-19.
(Humas Pemkot Bandung/Antara)

“Kami telah menerima rekomendasi dari WHO bahwa nilai efikasi di atas 50 persen dapat diterima. Dan kita tahu, jika angka lebih rendah, tentunya orang yang akan divaksinasi akan lebih banyak jumlahnya. Dan itu saya kira adalah tantangan untuk berbagai negara di dunia termasuk Indonesia,” kata Wiku.

Pemerintah akan terus memastikan bahwa program vaksinasi akan berjalan dengan baik, dan juga terus mengikuti hasil uji klinis vaksin Covid-19 di berbagai belahan dunia dengan beragam jenis vaksin. Hal itu demi tercapainya herd immunity di Indonesia.

Untuk hasil uji klinis tahap 3 di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac telah lulus dan memiliki Emergency Use of Authorization (EUA) yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam uji klinis tahap 3, dilakukan oleh Universitas Padjajaran di Bandung dan PT Bio Farma untuk memastikan prosesnya berjalan lancar.

Dan pemerintah juga melibatkan para pakar dalam proses uji klinis tahap 3 termasuk program vaksinasi. Dan dalam prosesnya, pemerintah juga bersikap transparan dan terus menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan uji klinis vaksin Covid-19.(jpg)

Sudah 24 Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

0

batampos.co.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pada hari ini, sebanyak 7 korban berhasil didapat identitasnya.

“Hasil identifikasi, sampai jam 17.00 berhasil mengidentifikasi sebanyak 7 korban,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (16/1).

Korban yang teridentifikasi hari ini yaitu Rosi Wahyuni, 51; Riski Wahyudi 26; Neli, 49; Beben Sofian, 58; Mahfufatul Yeti Sriyaningsih, Arifin Ilyas, 26; Aneta Fauziah, 38.

Secara menyeluruh, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 24 korban sejak hari pertama. “Sampai pukul 17.00 WIB korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 24 korban,” imbuh Rusdi.

Para korban yang teridentifikasi hari ini didapat identitasnya berdasarkan pencocokan sidik jari dan DNA. Proses rekonsiliasi akan terus dilaksanakan dengan mencocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(jpg)

Dua Pekan, 134 Pasangan di Batam Ajukan Cerai

0

batampos.co.id – Kasus perceraian di Kota Batam masih terbilang tinggi. Buktinya, dalam kurun sekitar dua pekan atau sampai
pertengahan Januari 2021 ini, ada 134 pasangan yang mengajukan perkara cerai dan ditangani Pengadilan Agama (PA) Batam di Sekupang.

Wakil Kepala Pengadilan Agama Batam, Syarkasyi, mengatakan, perkara yang masuk itu terdiri dari 125 perkara gugatan dan 9 permohonan perkara.

”Sampai hari ini (kemarin), ada 20 (perkara) yang sudahkita putus,” katanya, Jumat (15/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos .

Jika diuraikan, gugatan dari pihak istri atau cerai gugat, masih mendominasi kasus yang masuk awal tahun 2021 ini.

Sementara, cerai talak atau dari pihak suami tetap ada, namun jumlahnya kecil.

Syarkasyi menyebutkan, cerai gugat dipicu beberapa faktor penyebab. Lagi-lagi, masalah nafkah masih yang dominan.

Selain itu, perselisihan dan pertengkaran terus menerus juga tinggi, termasuk karena faktor ekonomi.

”Cerai gugat paling banyak itu karena suami tak memberi
nafkah istri,” ujarnya.

Selain itu, faktor lainnya yang memicu perceraian yakni faktor poligami, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan faktor perselingkuhan atau zina.

Sementara itu, untuk cerai talak, yang paling mendominasi karena perselisihan sehingga menyebabkan pertengkaran terus menerus.(jpg)

Pemko Batam Tarik Pengajuan Ranperda RDTR, Alasannya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam mengajukan penarikan Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dari DPRD Batam.

Penyebabnya, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yakni pada pasal 18 ayat 3 menyebutkan, Bupati/Wako wajib menetapkan peraturan kepala daerah tentang RDTR.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin, mengatakan, sesuai bunyi UU tersebut pihaknya menarik kembali Ranperda RDTR yang sebelumnya diusulkan.

Surat penarikan Ranperda RDTR 7 Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) di Pulau Batam tahun 2020-2040, sudah dikirimkan kepada DPRD Batam, dan tinggal menunggu rapat bersama untuk membahas penarikan Ranperda tersebut.

”Rabu kemarin (13/1) sudah kami kirim ke DPRD. Untuk menghindari terjadinya persoalan hukum terkait penetapan Ranperda RDTR tujuh bagian wilayah perencanaan, karena sudah ada di UU Cipta Kerja,” katanya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kantor Wali Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Untuk itu, Pemko Batam meminta persetujuan untuk menarik kembali Ranperda RDTR 7 BWP Pulau Batam.

Ranperda itu diajukan Pemko Batam ke DPRD Batam pada 20 April 2020 lalu. Saat ini, pihaknya masih menunggu turunan dari UU Cipta Kerja dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

”Turunan UU itu menjadi landasan Pemko Batam mengeluarkan Perwako tentang RDTR nantinya. Kita cabut dulu, karena  aturannya sudah jelas,” imbuhnya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, mengaku belum melihat surat terkait penarikan Ranperda RDTR tersebut.

Menurutnya, jika memang sudah ada undang-undang yang mengatur terkait Ranperda RDTR tersebut, cukup melalu Perwako dan bukan Perda.

”Karena kami membahas RDTR, bersamaan dengan RTRW. Sekarang kita sudah setengah jalan. Kalau pencabutan, harus melalui Paripurna juga. Nanti lah kita agendakan rapat bersama,”
sebutnya.(jpg)

Lapor Pak Wali Kota, Beberapa Ruas Jalan di Batam Butuh Perbaikan

0

batampos.co.id – Jalan rusak dan berlubang kembali menjadi pemandangan di beberapa ruas jalan protokol di Batam.

Kondisi itu makin parah sejak hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Batam sejak beberapa waktu terakhir.

Akibatnya, aspal banyak yang rusak dan sebagian menyisakan lubang besar.

Seperti, di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batam Center, serta beberapa ruas jalan di wilayah Bengkong dan Batu Ampar.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Marina City, Tanjung Uncang yang kerusakannya semakin parah.

Jjalan Marina City dari arah Tanjung Riau, persisnya di depan kawasan Agrowisata Kebun Jambu Marina, semakin parah.

Ilustrasi jalan rusak. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Lubang-lubang berukuran besar dan dalam di sepanjang ruas jalan sangat membahayakan pengendara.

”Karena sudah banyak yang jadi korban, mulai dari (pemotor) ibu-ibu hingga bapak-bapak juga pernah jatuh karena lubang jalan itu, makanya kita kasih tanda dengan ban bekas ini,” ujar Sugito, pekerja di kawasan wisata pantai Marina.

Pantauan di lapangan, sedikitnya ada lima titik jalan berlubang yang cukup besar di lokasi tersebut.

Satu titik kerusakan sangat riskan sebab persis di tikungan depan hotel Harris Resort Waterfront.

Sementara di Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, kerusakan parah terlihat di dekat U-Turn ke arah Tempat Permakaman Umum (TPU) Taman Langgeng, Sei Panas.

Aspal yang terkikis, membuat lubang jalan makin besar.(jpg)

Play sound