
batampos – Suasana hangat Lebaran terasa hingga ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun. Pada hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah, warga binaan menerima kunjungan keluarga yang datang membawa aneka hidangan khas hari raya.
Makanan yang dibawa para pengunjung beragam, mulai dari opor ayam, ketupat, kue kering, buah-buahan hingga minuman ringan. Hidangan tersebut diberikan kepada warga binaan sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di momen Lebaran.
Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Tanjung Balai Karimun, Novi Irwan, mengatakan layanan kunjungan khusus Lebaran dibuka selama tiga hari, terhitung sejak 1 Syawal hingga 3 Syawal.
“Alhamdulillah, keluarga warga binaan datang berkunjung dengan membawa makanan khas Lebaran seperti opor ayam, ketupat, kue kering, buah-buahan maupun minuman ringan untuk diberikan kepada warga binaan,” ujar Novi, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, jam kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap hari. Sesi pagi dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, sedangkan sesi siang berlangsung pukul 13.30 WIB sampai 15.00 WIB.
Setiap pengunjung hanya diperbolehkan satu kali kunjungan selama periode layanan Idulfitri dengan durasi pertemuan maksimal 25 menit. Jumlah pengunjung juga dibatasi paling banyak lima orang dewasa serta wajib membawa identitas diri.
“Rata-rata pengunjung sangat senang bisa berjumpa dengan warga binaan. Mereka bertemu di area lapangan rutan dan dapat berbincang cukup leluasa,” katanya.
Selain layanan kunjungan, ratusan warga binaan di Rutan Tanjung Balai Karimun juga menerima remisi khusus Idulfitri. Total terdapat 314 warga binaan beragama Islam yang memperoleh pengurangan masa pidana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 306 orang merupakan warga binaan laki-laki dan delapan orang perempuan. Berdasarkan kewarganegaraan, 313 orang merupakan warga negara Indonesia dan satu orang warga negara asing.
Besaran remisi yang diberikan bervariasi, yakni remisi 15 hari untuk 59 orang, remisi satu bulan sebanyak 210 orang, remisi satu bulan 15 hari bagi 43 orang, serta remisi dua bulan untuk dua orang warga binaan.
Novi menambahkan, selama Ramadan para warga binaan tetap menjalani berbagai kegiatan pembinaan keagamaan seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
“Selama Ramadan, warga binaan melaksanakan kegiatan rutin keagamaan seperti salat tarawih dan tadarus,” ujarnya. (*)
Artikel Opor Ayam hingga Ketupat Warnai Kunjungan Lebaran di Rutan Karimun pertama kali tampil pada Kepri.








