Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 9977

Istri Pergi Belanja, Suami di Rumah Gantung Diri

0

batampos.co.id – Seorang warga Tanjungbuntung, Gang Batu Karang, Nomor 24, RT 004/ RW 017, Mardiyono, ditemukan tewas, Minggu (19/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Pria 65 tahun ini diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Jasad Mardiyono pertama kali ditemukan oleh istrinya, Marsumi. Bapak tiga anak tersebut ditemukan tergantung di depan pintu masuk rumah menggunakan tali jemuran.

“Tadi tetangga kaget karena istrinya langsung teriak,” ujar Suyono, salah seorang warga.

Suyono menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, Mardiyono meminta istrinya untuk membeli baju ke pasar. Setelah itu, ia mengambil tali jemuran di depan rumah.

“Saat pulang itu, istrinya sudah menemukan suaminya tergantung,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong AKP Yuhendri mengatakan, setelah ditemukan, Tim Inafis Polresta Barelang melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara.

“Jasadnya langsung dievakuasi ke rumah sakit. Di lokasi kita amankan tali jemuran,” katanya.

Kapolsek Bengkong mengatakan hingga malam kemarin pihaknya belum mengetahui motif Mardiyono yang diduga mengakhiri hidupnya tersebut. Pihaknya belum meminta keterangan keluarga. “Keluarganya masih shock, jadi belum bisa kita mintai keterangan,” tutupnya. (*/jpg)

Demokrat Restui Helmy Hemilton Maju di Pilkada Batam, Ini Pasangannya….

0

batampos.co.idDewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Batam satu suara untuk mendukung kader terbaiknya, Helmy Hemilton (HH) untuk maju pada Pilkada Kota Batam.

Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Kepartaian DPC Demokrat Batam, Rahmad Sukri, mengatakan, hasil pleno DPC Demokrat Batam sudah memberikan rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk mengusung Helmy.

“Bung HH adalah kader lama dan sangat loyalis terhadap partai serta politisi yang bersih,” katanya kepada batampos.co.id, Senin (20/7/2020).

Ia menjelaskan, dipilihnya Helmy untuk maju di Pilkada Batam karena pengalamannya yang sangat baik saat menjadi legislatif. Serta sudah dikenal oleh masyarakat Kota Batam.

“Pembinaan kader sangat kita utamakan. Bung HH merupakan tokoh muda yang visi misinya sama dengan Ketua Umum Demokrat AHY yaitu “Muda adalah Kekuatan”,” tuturnya.

Pemaparan di DPP Demokrat yang langsung disampaikan Ketua BPOKK DPC PD Kota Batam, Rahmad sukri, kepada Bapilu DPP PD. Foto: Rahmad Sukri untuk batampos.co.id

“Ketum AHY sangat mengenal bung HH dan bung HH adalah figur yang siap melawan incumbent,” paparnya.

Ia juga menegaskan, Kader Demokrat Batam dan pengurus partai di setiap tingkatan sangat Solid untuk mendukung Helmy pada Pilkada Kota Batam.

“Pendamping bung HH insyaallah dari Partai Golkar yaitu pak Ahmad Hijazi. Kenapa pak Ahmad Hijazi karena dalam rapat DPC Golkar merekomendasikan pak Ahmad Hijazi,” jelasnya.

Menurutnya DPC Demokrat sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan partai Golkar.

“Kita juga sudah berkomunikasi dengan Partai PKS dan masih berlanjut sampai sekarnag untuk (pembentukan,red) poros ketiga dalam Pilkada Batam,” tuturnya.

Rahmad mengatakan, sebelumnya ada tiga kader Demokrat yang diajukan ke DPP untuk maju dalam kontestasi Pilkada di Kota Batam. Yaitu Surya Makmur Nasution, Osco Olfriady Letunggamu.

“Namun hasil pleno DPC Demokrat Batam sudah merekom bung Helmy Hemilton,” paparnya.

Kata dia, hasil rekomendasi dari DPP Demokrat diperkirakan keluar pada Kamis (22/7/2020) mendatang.

“Secara nasional rekomendasi akan ditutup pada tanggal 24 Juli ini,” tuturnya.(esa)

Belajar Online, Anak Rentan Eksploitasi Kejahatan Seksual

0

batampos.co.id – Masa belajar di rumah lantaran pandemi tidak hanya berimplikasi positif mendorong anak belajar mandiri. Di sisi yang berlawanan, kemudahan anak-anak mengakses internet saat pembelajaran jarak jauh membuka ruang beraksi pelaku kejahatan seksual.

Kondisi itu terekam dari riset End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking of Children for Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia. Mereka menemukan adanya pengalaman buruk anak-anak dalam berinteraksi di internet pada masa pandemi Covid-19. Di antara 1.203 responden di 13 provinsi, ada 287 responden yang mendapatkan pengalaman buruk. Yang paling banyak adalah, misalnya, dikirimi pesan teks tak senonoh, gambar atau video pornografi, dan ajakan untuk membicarakan hal-hal yang membuat tidak nyaman.

Sebagaimana diketahui, saat ini anak-anak lebih banyak memanfaatkan internet untuk belajar seiring ditiadakannya sekolah secara tatap muka. Selain memudahkan, hal itu membuat anak rentan terpapar hal negatif. Dengan kajian ECPAT, dituntut pengawasan yang lebih dari para orang tua saat anak mengakses internet.

Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Ciput Eka Purwianti menyatakan, proses belajar di rumah melalui internet memiliki dampak positif dan negatif. Belajar jarak jauh, kata dia, menstimulasi anak untuk belajar mandiri. Karena lebih banyak waktu di rumah, interaksi dengan orang tua tentu harus lebih maksimal. ”Namun, pada saat yang bersamaan, ada bahaya yang mengancam anak-anak kita,” tuturnya.

Menurut Eka, tak ada daerah yang nihil kasus kejahatan seksual secara online. Dia mengungkapkan, banyak kejahatan seksual yang mulanya dilakukan secara offline. Lambat laun kekerasan seksual lebih banyak dilakukan di ranah online. Pelaku kejahatan seksual merasa lebih mudah melancarkan aksinya di dunia maya. ”Bahkan bisa berjejaring lintas negara,” imbuh Program Manager ECPAT Indonesia Andy Ardian.

Sejauh ini belum ada aturan perlindungan anak pada ranah daring (online). ”Ada yang masih berupa pengantar dan tidak bisa diterjemahkan,” ucapnya. Sehingga pemangku kepentingan tak punya acuan untuk menyusun program perlindungan anak pada ranah dunia maya.

Selama ini memang ada berbagai upaya meningkatkan literasi digital. Mulai anak hingga dewasa. Diharapkan, itu bisa menjadi proteksi. Nyatanya, gerakan tersebut tidak 100 persen bisa melindungi anak dari pornografi.

Untuk itu, Andy berpandangan perlunya Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Pornografi. Perannya pun perlu ditingkatkan. ”Kasus eksploitasi anak harus dituntaskan hingga mengungkap jaringan yang terlibat,” tegasnya.

CEO Project Karma Glen Hulley menjelaskan, selama ini pelaku kejahatan seksual mendekati korban dengan menggunakan profil palsu. Biasanya dengan berpura-pura sebagai figur publik. Dengan cara itu anak mudah tertarik dan dekat dengan pelaku. Ketika pelaku meminta sesuatu, korban akan menuruti. Misalnya meminta foto pribadi. ”Foto-foto ini dapat menjadi media untuk memeras korban,” ucapnya.

Kasus kekerasan seksual tersebut, lanjut Glen, harus diselesaikan dengan tuntas. Tidak bisa satu pihak saja yang bekerja keras. Glen menilai diperlukan strategi nasional dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti yang dilakukan lembaganya selama ini dalam menyelesaikan kasus kejahatan seksual yang bekerja sama dengan Facebook, aparat penegak hukum (APH), dan organisasi perangkat daerah (OPD). ”Kami melakukan pelatihan bagi para APH dalam penanganan eksploitasi seksual anak hingga bekerja sama dengan beberapa mitra untuk melakukan konseling psikologi dan rehabilitasi korban,” ungkapnya.

Di tingkat hilir, berpindahnya kejahatan seksual melalui konten pornografi dari ranah offline ke online ternyata juga dapat mengakibatkan penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS). ”Pengalaman kami di lapangan, selama ini penularan IMS terjadi pada penjaja seksual/prostitusi, korban perdagangan manusia, penjara remaja pria, dan anak atau remaja yang coba-coba setelah menonton konten pornografi,” papar relawan Yayasan Peduli Sahabat Dewi Inong Irana. Banyak di antara mereka yang orang tuanya tak tahu atau abai terhadap hal itu.

Penyebab lainnya adalah masih banyaknya informasi yang tidak tepat tentang upaya menjaga kesehatan reproduksi remaja di internet. Untuk itu, penting bagi orang tua tidak tabu dan merasa malu menjelaskan kesehatan reproduksi remaja kepada anak. Menurut Dewi, hal itu bisa mengurangi rasa penasaran anak. Sekaligus memproteksi agar pengetahuan anak didapat dari orang yang tepat.

Founder Yayasan Sejiwa Diena Haryana mengatakan, orang tua juga harus didorong lebih berperan. Menurut dia, orang-orang terdekat anak memiliki tanggung jawab besar agar mereka bisa mendampingi dan melindungi anak dari adiksi konten pornografi. ”Kedua orang tua satu sama lain harus menciptakan komunikasi yang hangat. Sehingga anak akan merasakannya. Lalu, keluarga harus bisa menciptakan momen kebersamaan,” tuturnya.

Lebih lanjut Diena menjelaskan, pornografi mengganggu tumbuh kembang anak. Kecanduan pornografi dapat menjadikan kerusakan otak dan gangguan emosi. ”Dengan kecanggihan teknologi, makin mudah anak dapat mengakses pornografi,” ucapnya.(*/jpg)

Arab Saudi Bersiap Sambut Musim Haji Mendatang

0

batampos.co.id – Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada Minggu (19/7) mengumumkan kesiapan negara kerajaan tersebut untuk musim haji mendatang, menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Zayed Al Tuwailan, komandan Pasukan Keamanan Haji, mengatakan pada konferensi pers bahwa pasukannya siap memastikan keselamatan para jemaah haji, kata SPA.

Dia mengungkapkan bahwa jemaah dari 160 negara, dengan 70 persen di antaranya merupakan warga asing di kerajaan itu, akan ikut serta dalam musim haji tahun ini.

“Ini musim yang luar biasa dengan langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi coronavirus baru (Covid-19) demi keselamatan para jemaah,” kata Al Tuwailan, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Komandan tersebut memperingatkan hukuman penjara dan denda terhadap para pelanggar, mencatat bahwa warga non-Saudi juga akan dideportasi jika melanggar.

Pada Minggu (19/7), Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 2.504 kasus baru terkonfirmasi Covid-19, sehingga menambah total infeksi di negara itu menjadi 250.920.

Adapun kasus pasien yang sembuh dari penyakit tersebut meningkat menjadi 197.735 setelah 3.517 pasien dinyatakan sembuh. Selain itu, 39 kematian baru tercatat dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 2.486. (antara)

Modal Maju Pilgub Butuh Rp 100 M, Pilbup Bisa Habiskan Rp 30 M

0

batampos.co.id – Hari-hari ini para kandidat kepala daerah sibuk bukan main. Mereka berburu surat rekomendasi parpol untuk bekal mengikuti pilkada. Segala cara bisa ditempuh. Ketika jalur resmi buntu, jalan basah pun bisa dipilih.

Lobi salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pagi itu terlihat ramai. Beberapa orang terlihat duduk di sofa panjang, tak jauh dari meja resepsionis. Di antara tamu yang duduk itu, ada seorang pejabat pemerintah asal Sulawesi. Usianya sekitar 50 tahun.

Dia menginap di hotel tersebut bersama beberapa pengurus partai dari daerah yang sama. ”Saya yang membiayai operasional mereka,” ujar pejabat itu.

Peristiwa tersebut terjadi sebelum pandemi Covid-19. Pejabat itu tengah mengikuti prosedur penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada) di tingkat pusat. Mengikutsertakan rombongan politisi daerah adalah konsekuensi dari prosedur itu. Termasuk mengeluarkan anggaran operasional perjalanan yang tidak sedikit.

Tahapan penjaringan selesai beberapa bulan kemudian. Pejabat itu menunggu pengumuman rekomendasi partai politik (parpol). Rekom tersebut adalah tiket agar dia bisa mendaftar sebagai calon kepala daerah (cakada). Pandemi Covid-19 membuat tahapan pilkada mundur. Begitu pula pengumuman rekom partai. Sesuai dengan jadwal, pendaftaran calon kepala daerah dibuka pada 4–6 September 2020.

Meski tahapan pilkada mundur, lobi-lobi tetap berlangsung di tengah pandemi. Nyaris semua partai memberikan penawaran kepada cakada sebelum rekom dikeluarkan. Baik berupa nama calon wakil maupun dukungan logistik untuk pilkada. Ada juga tawar-menawar harga untuk sebuah rekom. Negosiasi besaran angka itulah yang membuat resah pejabat tersebut.

Dia menceritakan, tarif sebuah rekom bakal calon wali kota (bacawalkot) secara terang-terangan disampaikan oknum yang mengaku memiliki kedekatan dengan elite salah satu partai. Harga awal yang ditawarkan Rp 10 miliar. ”Tidak ada bahas tentang ideologi. Yang ada bahas uang,” ungkap pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Ada pula oknum yang membuka penawaran di angka Rp 2,5 miliar. Belakangan, angka penawaran itu naik dua kali lipat karena perebutan rekom yang makin ketat. Kemudian, ada juga yang ”menjual” rekom dengan besaran menyesuaikan jumlah kursi di DPRD. Satu kursi dihargai Rp 500 juta. ”Yang dijanjikan tidak hanya rekom, tapi juga jaminan mesin partai di daerah bergerak,” katanya.

Menjelang turunnya rekomendasi parpol seperti sekarang ini, makelar politik berkeliaran mencari mangsa. Misalnya, yang diceritakan seorang aparatur sipil yang berdinas di salah satu institusi negara. Dia mengaku bisa membantu memuluskan rekomendasi salah satu partai. Dengan catatan, ada tanda jadi untuk operasional. ”Minimal (tanda jadi) Rp 500 juta. Kalau rekom gagal, uang kembali,” ujarnya.

Makelar lain mengatakan hal yang sama. Menariknya, makelar yang satu ini bekerja sebagai tukang pijat panggilan di salah satu platform digital. Kepada Jawa Pos, dia mengaku memiliki kenalan elite partai yang bisa memuluskan keluarnya rekom untuk bakal calon. Setingkat pimpinan DPP. ”Kalau rekom keluar, nanti saya minta fee,” tuturnya.

Aroma praktik ”makelar” dalam memburu rekom calon kepala daerah juga tercium di lingkungan parlemen. Mereka kerap mengantarkan si calon atau utusan calon untuk bertemu dengan anggota dewan. Dari sana, anggota dewan itu akan menyambungkan dengan ketua partai. Biasanya, anggota dewan tersebut merupakan pejabat teras sekaligus orang dekat ketua umum partai.

Misalnya, yang ditemui Jawa Pos pada awal Juli lalu. Saat itu seorang pengurus parpol mengantar sekelompok orang. Mereka ingin bertemu dengan seorang pimpinan fraksi. Tujuannya, urusan pencalonan kepala daerah. Namun, pengurus parpol itu mengaku tidak mendapat keuntungan apa pun. ”Saya hanya mengantar. Paling-paling cuma diberi uang transpor,” kilahnya.

Dia menolak bahwa aktivitasnya dianggap bagian dari kerja makelar politik. Dia berdalih, sebagai pengurus DPP, dirinya merasa terpanggil untuk ikut membesarkan partai. Minimal dalam momen pemenangan pilkada.

Politik uang menjelang pilkada bukan barang baru. Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengungkapkan, korupsi di sektor politik dan mahalnya biaya politik memang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bangsa ini. ”Praktik politik berbiaya mahal kerap menimbulkan politik transaksional.”

Salah satu masalah pilkada yang menjadi perhatian KPK adalah potensi munculnya biaya tinggi kontestasi. KPK melihat potensi benturan kepentingan dalam pendanaan pilkada. Salah satunya ditunjukkan dengan pengeluaran dana pilkada yang melebihi harta kas paslon. Kajian KPK pada Pilkada 2017 menyebutkan, sekitar 47,3 persen paslon mengeluarkan dana pilkada melebihi harta kas.

Mahar politik, kata Giri, menunjukkan realitas bahwa pilkada masih berbiaya mahal. Berdasar kajian penelitian dan pengembangan (litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menjadi studi KPK, dana yang dihabiskan untuk menjadi bupati/wali kota mencapai Rp 30 miliar. Sementara itu, pemilihan gubernur sampai Rp 100 miliar.

Tingginya biaya itu mendorong kepala daerah melakukan korupsi untuk menutupi modal pencalonan. Data KPK menyebutkan, hingga 31 Desember 2019, tercatat 397 kasus korupsi yang melibatkan politisi. Di antaranya, menyeret 21 gubernur dan 119 bupati/wali kota. ”Ada keterkaitan kuat antara tingginya biaya politik dan praktik korupsi kepala daerah,” imbuh dia.

Giri menambahkan, parpol semestinya dikelola secara transparan, demokratis, dan akuntabel. Baik terkait dengan tata kelola sumber daya manusia (SDM), pengelolaan aset, sumber finansial, maupun manajemen partai sebagai organisasi modern. Termasuk dalam hal mengambil keputusan rekomendasi.

Hasil penelitian KPK dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, ada beberapa faktor utama yang mengakibatkan parpol tidak berintegritas. Yakni, tidak adanya standar etik partai dan politisi, rekrutmen politik dan kaderisasi yang masih tradisional, pendanaan yang tidak transparan, serta tidak berjalannya demokrasi internal.

”Harus ada keputusan politik yang kuat agar masalah politik yang tidak rasional ini segera diselesaikan sampai akarnya,” terang mantan direktur gratifikasi KPK itu. ”Kalau tidak diselesaikan, penegak hukum akan terus sibuk dengan penanganan perkara politik saja,” imbuh dia.(jpg)

Belajar Dari di Rumah Bikin Pengeluaran Orangtua Bertambah

0

batampos.co.id – Kegiatan belajar mengajar di awal tahun ajaran baru 2020/2020 dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring (online). Meskipun masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah, banyak orangtua murid mulai mengeluh. Pasalnya, sistem PJJ ini cukup memakan biaya.

Orangtua wajib melengkapi keperluan sang anak dengan ponsel pintar (smartphone) atau laptop serta paket data internet atau WiFi. Sepanjang akhir pekan kemarin, orangtua yang anaknya akan masuk TK dan SD di wilayah Batuaji dan Sagulung, sibuk melengkapi perlengkapan PJJ tersebut. Ada yang terpaksa membeli secara kredit ponsel pintar yang dibutuhkan lantaran keterbatasan dana, ada juga yang sibuk memasang jaringan wifi di rumahnya.

Asrul, warga Tanjunguncang misalkan. Ia nekat kredit smartphone seharga Rp 2,5 juta agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran daring yang
akan dilaksanakan Senin (20/7) ini.

”Hari Jumat kemarin sekolah kasih kabar kalau besok (hari ini) mereka mulai belajar. Anak saya masuk SD (swasta) jadi harus siapkan memang perlengkapannya. Untuk internet sementara ini pake paket data dulu. Nanti kalau sudah agak longgar baru pasang WiFi,” ujarnya.

Sementara Riska, warga Kaveling Sagulung Baru (Saguba), Sagulung mengaku telah melengkapi aktivitas belajar during sang anak dengan sebuah ponsel pintar dan jaringan wifi yang dipasang pada Sabtu (18/7) lalu. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 3 juta dan jauh lebih mahal dari biaya masuk sekolah anaknya.

”Perlengkapan belajar online ini lebih mahal malah dari uang buku di sekolah. Makanya pusing juga. Tapi mau gimana lagi, demi anak bisa sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M Dali, sebelumnya menyatakan, sistem belajar tatap muka di sekolah belum bisa dilaksankan sebab Kepri belum zona hijau penanganan Covid-19. Belajar tatap muka diberlakukan jika sudah ada keputusan dari presiden atas pertimbangan status zona pada suatu wilayah. (*/jpg)

Driver Gocar di Kota Batam Bantu Penumpangnya Melahirkan di Dalam Mobil Hingga Mengalang Dana untuk Orang Tua si Bayi, Ini Kisahnya…

0

batampos.co.id – Seorang mitra gocar di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Amad Daim, menjadi perbincangan di lini masa.

Pasalnya pria karib disapa Daim itu membantu penumpangnya melahirkan di dalam mobil yang dikendarainya.

Tak hanya membantu mengantarkan ke rumah sakit, Daim bahkan membantu menggalang donasi melalui media sosial demi mengumpulkan dana untuk membayar tagihan biaya rumah sakit.

Hal ini dikarenakan kedua orang tua bayi tersebut baru saja diusir dari rumah kontrakan.

Kisah bermula saat Daim menerima order keduanya pada Sabtu (18/7/2020). Jam menunjukkan pukul 12.37 saat order dari perawat di Klinik Tioma bernama Nia masuk ke aplikasinya.

Order memintanya mengantar pasangan suami istri Zul Adhaar dan Eva Novianti yang sudah merasakan mulas kesakitan dari Klinik Tioma di Lubuk Baja menuju ke RSUD Embung Fatimah di daerah Bukit Tempayan yang berjarak 19 kilometer.

Namun baru beberapa saat berjalan, di perempatan flyover, terdengar suara tangis bayi yang memecah kepanikan di siang itu.

Daim pun menawarkan untuk segera membawa ibu dan bayi tersebut ke rumah sakit terdekat. Namun tawaran ini ditolak oleh Zul Adhaar karena tidak memiliki biaya untuk melahirkan.

Akhirnya untuk mendapatkan pertolongan pertama, Daim membawa mereka berdua ke Puskesmas Sungai Panas di Bengkong Indah.

Tujuannya agar bayi tersebut bisa dibersihkan dan diberi perawatan yang semestinya. Namun karena fasilitas puskesmas yang terbatas, memaksa Daim memutar otaknya.

Atas persetujuan Zul Adhaar, Daim membawa bayi laki-laki dan ibunya ini ke RS Harapan Bunda untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Demi membayar tagihan rumah sakit, Daim pun mulai membagikan kisah ini ke sosial media melalui akun pribadi maupun akun-akun komunitas dan paguyuban driver online di Kota Batam.

Mitra Gojek Batam, Amad Daim (kanan) bersama perwakila PT Gojek Indonesia memberikan bantuan kepada Eva Novianti yang melahirkan di dalam mobil saat menuju ke rumah sakit. Foto: PT Gojek Indonesia untuk batampos.co.id

Alhasil sesaat setelah kisahnya dibagikan, berbagai bantuan pun mulai mengalir. Baik berupa uang tunai yang diserahkan langsung ke ayah si bayi maupun bantuan berupa kebutuhan bayi lainnya, seperti popok, baju, alat mandi dan kebutuhan lainnya.

“Saya terus jaga di rumah sakit hingga jam 9 malam untuk membantu menerima bantuan donasi yang masuk untuk Pak Zul Adhaar, Ibu Eva Novianti dan bayinya,” jelasnya.

“Saya tidak bisa meninggalkan mereka sendiri, karena begitu banyak donasi yang masuk hingga malam hari,” paparnya.

Hingga saat ini kata dia, sudah berbagai yayasan maupun perorangan yang memberikan bantuan.

“Ada juga yayasan yang siap bantu untuk adopsi anak ini. Setidaknya sudah ada tiga yayasan yang siap membantu untuk adopsi jika diperlukan,” ujarnya.

Saat ditanya, mengapa dirinya tergerak membantu pasangan ini, Daim menjawab, bahwa ini adalah murni karena hati nuraninya terketuk atas penderitaan pasangan ini.

“Saya memang perlu uang, tapi hati nurani saya tersentuh. Meski hari itu saya tidak mendapat penghasilan sepeser pun saya ikhlas. Karena dia lebih susah dari saya. Kalau saya, masih bisa memikirkan makan besok mau makan apa masih bisa. Tapi mereka belum tentu bisa seperti itu.”

Ayah bayi laki-laki ini, Zul Adhaar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Daim atas bantuan yang diberikannya selama proses persalinan, mencari rumah sakit dan bahkan menggalang donasi untuk membayar biaya rumah sakitnya.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Gojek Indonesia dan juga mitra drivernya, Amad Daim karena telah membantu persalinan istri saya. Semoga semua amal kebaikannya mendapat balasan dari Allah SWT dan dilimpahi berkah selalu.”

Corporate Affairs Gojek Sumbagsel Gojek Indonesia, Aji Wihardandi, menyatakan, semangat memberikan layanan yang terbaik untuk meringankan beban orang lain dari Amad Daim menjadi cerminan dari semangat Gojek Indonesia dalam menjalankan operasinya.

”Secara perusahaan, Gojek sebagai sebuah super-app berupaya memberikan solusi bagi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Salah satunya tercermin dalam pilar utama Gojek, yaitu memberikan social impact atau dampak sosial bagi masyarakat.”

“Apa yang dilakukan Bang Daim, jelas menjadi sebuah cerminan sikap yang positif dalam memberikan dampak sosial bagi sekitarnya melalui layanan yang dilakukannya,” kata dia lagi.

Oleh karena itu pihaknya memberikan apresiasi atas inisiatif Ahmad Daim karena telah membantu pasangan Zul Adhaar dan Eva Novianti, dengan title Driver Jempolan.

“Kita juga memberikan sedikit uang tunai untuk mengganti penghasilannya yang hilang saat membantu pasangan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Amad Daim sendiri masih akan terus melanjutkan upayanya membantu pasangan Zul Adhaar dan Eva Novianti serta bayi laki-laki mereka hingga tuntas.

“Hari ini (Minggu 19/7/2020) saya juga masih belum akan on-bid lagi karena saya masih akan membantu mereka untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit, mengurus tempat tinggal mereka, agar bayi ini bisa mendapatkan tempat tinggal yang baik dan hidup dengan layak,” tutup Daim.(*/esa)

Polda Kepri Amankan Tiga Orang Pengedar Narkotika, Segini Jumlahnya…  

0

batampos.co.id – Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri mengamanakan tiga orang pelaku pengedar narkotika jenis sabu berinisial Z, M dan AH alias K pada Rabu (15/7/2020).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, kejadian berawal dari informasi masyarakat dan pada Rabu (15/7/2020) sekira jam 22.30 WIB.

“Tim dari Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap pelaku Inisial Z dan Inisial M di Kos Kosan Perumahan Sei Tering, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar,” katanya, Senin (20/7/2020).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan terhadap tersangka didapati narkotika jenis kristal bening diduga sabu seberat 1.000 gram.

“Selanjutnya tim melakukan pengembangan penyelidikan dan didapati pelaku lain berinisial AH alias K di Tiban Kecamatan Sekupang” paparnya.

Barang bukti yang diamankan tim Ditresnarkoba Polda Kepri dari tiga tersangka Z, M dan AH alias K. Foto: Humas Polda Kepri

kata dia, AH alias K merupakan pemasok narkotika jenis sabu kepada Z dan M. Selanjutnya pada Kamis (16/7/2020) sekira jam 1.20 WIB dini hari, tim kembali berhasil mengamankan AH alias K di Perumahan Villa Sampurna, Tiban.

“Dari pemeriksaan terhadap AH alias K ditemukan satu bungkus narkotika jenis kristal bening diduga sabu yang dibungkus dengan Bungkusan teh hijau merk Guanyinwang sekira seberat 1.000 gram, yang disimpan oleh tersangka di dalam mesin cuci pakaian”. jelasnya.

Saat ini lanjutnya ketiganya dan 2 ribu gram narkotika jenis sabu berhasil diamankan oleh Tim Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri.

Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap dugaan tersangka lainnya.

Atas perbuatannya ketiga tersangka diancam pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pelaku terancam pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tuturnya.(*/esa)

Menkeu Sri Mulyani Dituding Rendahkan STAN dan Para Alumninya

0

batampos.co.id – Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengaku kaget dengan pernyataan Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Pasalnya, pembantu presiden yang pernah dinobatkan sebagai menkeu terbaik di dunia pada 2018 itu, dianggap merendahkan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan para alumninya..

Penilaian itu didasari pernyataan Menkeu dalam wawancara pada acara puncak Dies Natalis ke-5 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN secara daring, Sabtu (18/7). SMI dalam wawancara dengan Adelia Surya Pratiwi itu menyatakan, kurikulum PKN STAN harus ditinjau ulang. Menurutnya, mahasiswa PKN STAN yang kelak akan menjadi pembuat kebijakan ternyata tidak diajari tentang APBN.

“Anda diajari akuntansi, tapi anda tidak diajari APBN keseluruhan,” ujar SMI.

Misbakhun yang Alumnus Program Studi Perpajakan STAN dan pernah bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan itu mengaku kaget dengan pernyataan Menkeu SMI.

“Saya tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Bu Menkeu SMI dengan mengatakan bahwa mahasiswa STAN hanya belajar akuntansi saja, tidak bisa membaca laporan keuangan, tidak mengerti perekonomian kebijakan keuangan negara. Diajari akuntansi tetapi tidak diajari APBN secara keseluruhan,” ujar Misbakhun melalui layanan pesan, Senin (20/7).

Menurut Misbakhun, sudah banyak alumni STAN yang menempati posisi-posisi penting di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Politikus Golkar itu menegaskan, semestinya SMI yang sudah empat periode menjabat menteri keuangan dalam dua presiden juga menyadari bahwa selama ini telah bekerja dengan banyak alumni STAN.

Politikus Golkar itu pun menyebut SMI tak mengerti kurikulum dan isi mata kuliah di STAN. Misbakhun menegaskan, mahasiswa STAN tidak hanya belajar akuntansi tetapi juga makro ekonomi, mikro ekonomi, perekonomian Indonesia, ekonomi moneter, ekonomi sektor publik dan ilmu keuangan negara.

“Saya selama di STAN tidak hanya belajar akuntansi, tetapi juga makro ekonomi dan mikro ekonomi mulai tingkat pengantar, intermediate sampai advance,” tegasnya.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, di STAN ada mata kuliah akuntansi pemerintahan yang tidak diajarkan di kampus lain. Dalam mata kuliah itulah ada pelajaran soal APBN dan bagaimana proses penyusunannya.

“Sampai pada posting nomenklatur APBN pun dipelajari di mata kuliah akuntansi pemerintahan. Modul mata kuliah seperti itu tidak pernah ada di kampus mana pun,” tuturnya

Misbakhun menambahkan, sangat ironis bila SMI sebagai Menkeu ternyata tidak tahu detail tentang STAN termasuk mata kuliah yang diajarkan. “Sehingga saya membaca kesan bahwa komentar Bu SMI sebagai menteri keuangan sangat tidak memahami kualitas STAN yang sebenarnya,” katanya.

Legislator asal Pasuruan itu juga mengatakan, SMI pernah dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik selama tiga kali berturut-turut oleh majalah FinanceAsia. SMI, katanya, juga pernah dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di dunia pada ajang World Government Summit 2018 di Uni Emirat Arab.

“Ingat, penghargaan untuk Bu SMI itu juga karena sumbangsih dan kontribusi besar dari para alumni STAN yang menjadi anak buahnya baik di posisi jabatan eselon satu, eselon dua, bahkan pelaksana,” pungkas Misbakhun.(jpg)

Uskup Agung dan Empat Pastor Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Uskup Agung Kota Medan Mgr Kornelius Sipayung, OFM Cap, dinyatakan positif terpapar virus korona atau Covid-19 berdasar hasil tes usap PCR. Selain Uskup Agung, empat pastor lain juga dinyatakan positif Covid-19.

Juru Bicara Keuskupan Agung Medan Pastor Benjamin Purba seperti dilansir dari Antara di Medan menyebutkan, keempat pastor itu yakni Michael Manurung, Frans Borta P. Rumapea, Romualdus Nairun, dan Joddy Morison Turnip. Keempat pastor itu tinggal bersama dengan Uskup Agung Medan Kornelius di Keuskupan Jalan Imam Bonjol.

”Saat ini keempat pastor tersebut dirawat di Rumah Sakit Elisabeth,” ujar Benjamin.

Dia menjelaskan, Pastor Michael Manurung mulai dirawat di rumah sakit pada 7 Juli dan dinyatakan positif Covid-19. Kemudian, Pastor Frans Borta P. Rumapea dirawat sejak 14 Juli dengan gejala meriang dan batuk. Kemudian hasil tes usap PCR dinyatakan positif Covid-19.

”Pastor Romualdus Namirun masuk rumah sakit pada 15 Juli. Gejalanya demam dan hasil pemeriksaan positif. Sedangkan Pastor Jody Turnip masuk 16 Juli. Demam dan lemas, tes PCR positif,” terang Benjamin.

Benjamin mengimbau bagi warga ataupun para jamaah yang pernah kontak erat dengan para pastor agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan demi memutus penyebaran korona.

”Informasi ini untuk menolong kita, karena virus ini begitu kencang. Bagi mereka yang bertemu sejak 1 Juli harap mengambil sikap sendiri dan entah itu berkonsultasi dengan dokter setempat. Jadi informasi ini kita hati-hati. Kita waspada,” kata Benjamin.(antara)