Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10012

Penyederhanaan Kurikulum 2021 Hanya Untuk Sekolah Penggerak

0

batampos.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa tidak ada penyederhanaan kurikulum berskala nasional pada 2021 mendatang. Sehingga kabar bahwa kurikulum baru akan diterapkan mulai tahun depan adalah tidak benar.

Adapun, terkait penyederhanaan kurikulum ini juga hanya akan diterapkan oleh sekolah yang masuk dalam Program Sekolah Penggerak. Itu pun hanya untuk uji coba kurikulum tersebut.

“Jadi di 2021 tidak akan ada perubahan kurikulum nasional, tidak ada penyederhanaan berskala nasional, hanya sekolah penggerak yang akan dibuat eksperimentasi,” jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Rabu (23/9).

Kata dia, uji coba ini adalah bagian dari melihat seberapa bagus rancangan penyederhanaan kurikulum, yang mungkin saja akan diterapkan dalam kurikulum nasional. Untuk rancangannya, yang bertanggungjawab adalah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) serta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

“Ini akan menjadi fokus GTK, Balitbang juga akan mendukung untuk dari sisi prototyping untuk permutasi penyederhanaan kurikulum,” ujar dia.

Pada 2021 nanti, pihaknya hanya akan melakukan pengujian lapangan. Sekolah penggerak akan menjadi inisiator penyederhanaan dan penyempurnaan kualitas kurikulum yang sudah disiapkan.

“Di 2021 kami akan berfokus pada membina ribuan sekolah penggerak untuk menjadi contoh awal perubahan pelatihan guru, identifikasi dan distribusi guru penggerak dan program kepala sekolah penggerak,” katanya.

Maka dari itu, untuk melancarkan rencana ini pihaknya akan meminta dukungan dari seluruh pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat. Tantangan lainnya tentunya adalah pandemi Covid-19.

“Kami sudah siapkan alat-alat Teknologi Informasi Komputernya, paling tidak di tahun ini untuk antisipasi tahun depan jadi insyaallah akan siap dari sisi infrastruktur. Sekarang kami pastikan SDM-nya yang mengelola dan juga dari aspek kesehatan itu terjaga,” tutup Nadiem.(jpg)

Kafilah Kota Batam Bawa Pulang 35 Piala Pada Ajang MTQ VIII Kepri

0

batampos.co.id – Kafilah Kota Batam membawa pulang 35 piala dari 54 golongan yang dilombakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII tingkat Provinsi Kepri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengapresiasi kerja keras para peserta yang mampu membawa nama baik Batam di beberapa cabang yang dilombakan.

“Alhamdulillah, sebanyak 35 piala kita bawa pulang ke Batam. Dan ini sangat membanggakan bagi Kota Batam,” ujar Jefridin, Rabu (23/9/2020) saat penutupan MTQ VIII di Tanjung Pinang.

Adapun perolehan piala oleh kafilah Batam yakni juara pertama sebanyak 12 piala, juara dua 10 piala, dan juara ketiga 13 piala.

Jefridin menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan para peserta diminta tak berpuas diri serta terus meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan juara di perhelatan berikutnya.

“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum beruntung, tetap semangat dan tak berhenti untuk meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid (kiri) berforo bersama salah seorang peserta MTQ asal Kota Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara MTQ VIII Kepri, TS Arif Fadillah melaporkan, perhelatan MTQ kali ini dinilai berjalan sesuai rencana dan mampu beradaptasi di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Selama lomba berlangsung, seluruh panitia terutama OPD yang menjadi satgas Covid-19 terus mengingatkan dan menjaga di semua lokasi perlombaan untuk menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia mengaku, MTQ kali ini pun diklaim cukup berkualitas. Bahkan, beberapa cabang terjadi persaingan sangat ketat bahkan selisih poin tipis. Yang membanggakan lagi, kata dia, ada peserta yang mendapat poin di atas nasional.

“Secara keseluruhan penilaian dengan sistem IT agar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Selama proses penilaian, tidak ada yang protes secara resmi kepada LPTQ,” ujarnya.

Untuk para juara, berhak atas piala, hadiah, dan uang pembinaan. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung MTQ tersebut terutama bagi para juri.

“Kepada peserta terima kasih sudah berpartisipasi dan bagi juri sangat menentukan dalam melahirkan para juara yang berkualitas,” ujarnya.

Adapun MTQ kali ini ditutup langsung oleh Gubernur Kepri, Isdianto.

Di kesempatan itu, ia berpesan khususnya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk terus membina dan melatih dan menyiapkan duta-duta provinsi pada MTQ tingkat nasional.

“Atas nama Pemprov Kepri, selamat dan sukses bagi para juara,” kata dia.(*/esa)

524 Karyawan Swasta di Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Hingga Rabu (23/9/2020) jumlah karyawan swasta di Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 524 orang.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui karyawan swasta yang paling banyak terkonfirmasi Covid-19 berasal dari dua perusahaan yang berada di Kawasan Muka Kuning.

Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Batam melejit pada minggu ketiga bulan September.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 439 orang.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covdi-19 berdasarkan pekerjaan hingga Rabu (23/9/2020).

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu lanjutnya, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Timeline temuan kasus Covid-19 di Kota Batma hingga Rabu (23/9/2020).

Ssehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Cerita Pasien Long Covid yang Menderita Berbulan-bulan

0

batampos.co.id – Saat pasien Covid-19 dinyatakan sembuh, ternyata ada yang sebagian masih menderita selama berbulan-bulan dengan berbagai gejala lain. Ada yang merasa kelelahan, masalah gangguan napas, dan berbagai gejala lainnya. Kisah itu terjadi pada perempuan di London, Inggris, bernama Jade.

Sebelum pandemi Covid-19, Jade menjalani kehidupan yang sangat sibuk. Perempuan 32 tahun tersebut menyeimbangkan pekerjaannya dan pergi ke gym tiga kali seminggu. Tetapi pada dini hari tanggal 15 Maret, Jade pulang dari di tempat kerja dan merasa sangat lelah. Dia tahu ada sesuatu yang tidak beres.

“Saya merasa tidak enak. Saya mulai merasa sangat panas dan dingin. Saya terus batuk, batuk, dan batuk,” ungkap Jade seperti dilansir BBC.

Seiring berjalannya waktu, Jade yang juga menderita asma dan hidup sendiri, mulai merasa semakin tidak sehat dan takut. Dia menelepon 111. Mereka mengirim ambulans ke flatnya di lantai dasar, tetapi paramedis menolak untuk masuk.

“Mereka berbicara kepada saya melalui jendela dan bertanya apa yang terjadi,” katanya.

Jade, pasien Long Covid asal London yang masih merasakan pelbagai keluhan berbulan-bulan usai sembuh dari infeksi Covid-19 (BBC)

Berbaring di tempat tidur dan berjuang untuk berbicara, Jade menjelaskan bahwa dia merasa sulit bernapas dan mengalami nyeri hebat di dadanya. Dia diberi tahu bahwa dia menderita batuk Covid klasik. Lantaran masih muda, tubuhnya dinilai cukup kuat untuk pulih dan tak perlu ke rumah sakit.

“Apa yang harus saya lakukan dengan pernapasan saya? Saya menderita asma. Saya hidup sendiri, jadi jika terjadi sesuatu, saya tidak punya siapa-siapa untuk mendukung saya. Apa yang harus saya lakukan?” katanya.

Waktu berjalan, Jade mulai membaik. Tetapi setiap kali dia mengira akan sembuh, gejalanya muncul kembali. Pada Mei, Jade merasa cukup sehat untuk mulai bekerja paruh waktu dari rumah. Dia masih mengalami nyeri dada dan kelelahan. Namun, sebagai seseorang yang terbiasa dengan kehidupan yang sibuk, dia merasa bisa mengaturnya. Lalu, di akhir bulan, ada yang berubah.

“Dadaku kondisinya menjadi sangat buruk lagi. Saya kesulitan bernapas dan tidak bisa bangun dari tempat tidur,” katanya.

“Kelelahan seperti ini tidak seperti yang pernah saya alami sebelumnya,” imbuhnya.

Perlahan kondisi Jade mulai membaik. Kadang-kadang dia tidur lebih dari 16 jam per hari, dan berjuang dengan aktivitas sehari-hari yang dibutuhkan untuk menjaga dirinya sendiri. “Ketika saya periksa pada akhir Juli, dokter mengatakan saya mengalami kelelahan pasca-virus,” jelasnya.

“Ketika saya berbicara dengan dokter mengenai keluhan pusing dan tentang kelelahan, dokter secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana memberikan dukungan kepada saya dan dokter bilang bahwa virusnya masih sangat baru. Ini tentu saja membuat saya merasa lebih buruk,” tuturnya.

“Jika para dokter tidak bisa membantu, lalu siapa lagi yang bisa?” Jade balik bertanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum sepenuhnya memahami Covid-19. Dikatakan bahwa waktu pemulihan tipikal adalah dua minggu untuk pasien dengan penyakit ringan, dan hingga delapan minggu untuk pasien dengan penyakit parah. Pasien seperti Jade bisa mengalami gejala lebih lama.

Dalam kasus seperti Jade, WHO mengatakan gejalanya mungkin termasuk kelelahan yang ekstrem, batuk terus-menerus. Virus ini dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru, sistem kardiovaskular, dan neurologis. Selain itu membutuhkan waktu lama bagi tubuh untuk pulih.(jpg)

Penghitungan Dana BOS Berubah, Tidak Berdasarkan Jumlah Siswa Lagi

0

batampos.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membeberkan, akan ada perubahan penghitungan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada 2021. Dikatakan pembagian besaran dana BOS tak lagi berdasarkan jumlah siswa.

Sebab, dalam penghitungan sebelumnya, besaran dana bos berdasarkan jumlah murid di sekolah. Padahal, jumlah murid di setiap sekolah berbeda. Dengan begitu pembagian Dana BOS pun semakin kecil dan tak adil. Terutama untuk daerah 3T.

Apalagi, sekolah tersebut tentunya mempunyai beban tetap dalam mengelola operasionalnya. Sehingga, dengan dana yang terbatas, pemenuhan fasilitas pun semakin sulit.

“Sekolah tersebut, karena mereka punya fix cost tertentu untuk mengelola sekolah, mereka dirugikan karena mereka harus mengelola sekolah, tapi karena jumlah muridnya kecil, jumlah sarana yang mereka bisa berikan itu sangat kecil,” jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Rabu (23/9).

Melihat dari itu, jika hanya berdasarkan jumlah anak yang ada di sekolah saja, itu akan merugikan sekolah-sekolah di daerah yang lebih tidak mampu dan yang punya murid sedikit. Begitu juga sebaliknya.

“Bagi sekolah yang punya jumlah murid yang besar, mereka bisa menikmati economy of scale, contoh mereka memiliki satu aula yang bisa di share oleh SD, SMP, SMA, satu aula olahraga dan lain-lain. Jadi sekolah besar itu secra finansial itu memiliki keuntungan srrategis,” terangnya.

Maka dari itu, dilakukan perubahan kalkulasi BOS, tidak mendasarkan angka siswa. Melainkan akan mengkonsiderasi indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari dan juga indeks besaran peserta didik (IPD) per sekolah di suatu daerah.

“Kenapa kita gunakan dua indeks ini, karena ini suatu proksi untuk menentukan area ini sulit dicapai atau tidak, jadi harga sarana dan mengirim sarana kepada daerah yang tertinggal itu, IKK jauh lebih tinggi daripada daerah yang punya akses, seperti yang ada di pulau Jawa dan IPD adalah berapa besaran total jumlah peserta didik di sekolah tersebut,” tutupnya.(jpg)

1.430 Warga Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah.

Pada Rabu (23/9/2020) terdapat 73 kasus baru Covid-19 di Kota Batam. Dengan adanya penambahan tersebut saat ini total warga Kota Batam yang terkonfimasi positif Covid-19 mencapai 1.430 orang.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKLPP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru dan Hasil Tracing.

“Dengan ini kami sampaikan uraian jumlah orang yang terpapar dari temuan kasus baru ini sebanyak 73 orang. Tterdiri dari 12 orang laki-laki dan 61 orang perempuan Warga Kota Batam,” ujarnya.

DIketahui 73 orang tersebut didominasi oleh karyawan swasta di kawasan Muka Kuning dan mayoritas masuk dalam klasifikasi asimptomatik atau tanpa gejala.

Jumlah pasien Covid-19 hingga Rabu (23/9/2020).

“Dapat kami sampaikan bahwa dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru,” tuturnya.

Hal itu sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Ssehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

Hingga Rabu (23/9/2020) total jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.430 orang.

Dengan rincian 705 orang sembuh, 43 orang meninggal dunia, 661 dalam perawatan dan 21 orang dalam persiapan evakuasi ke rumah sakit.(*/esa)

Pasien Covid-19 di Batam Melonjak Tajam, Kamar Rumah Sakit Penuh

0

batampos.co.id – Penularan virus corona atau Covid-19 di Kota Batam masih terus terjadi bahkan saat ini jumlahnya sudah mencapai 1.357 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Akibatnya beberapa rumah sakit di Kota Batam sudah kehabisan kamar untuk memberikan perawatan kepada para pasien Covid-19.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Bidang kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Selasa (23/9/2020).

“Benar (kamar di rumah sakit penuh,red),” katanya.

Ia menjelaskan, rencananya apabila masih ada masyarakat Kota Batam yang terkonfirmasi Covid-19 akan menjalani perawatan di Rusun milik BP Batam yang berada di Tanjung Uncang, Batu Aji.

“Yang hari ini masih muat (masih ada kamar,red),” ujarnya.(nto)

PLN Batam Gerak Cepat Atasi Gangguan Teknis 

0

batampos.co.id – Tim PLN Batam begerak cepat begitu mengetahui adanya gangguan teknis yang mengakibatkan padamnya aliran listrik di beberapa wilayah di Kota Batam.

Corporate Secretary bright PLN Batam, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan, saat ini tim quick response PLN Batam sedang melakukan recovery atau pemulihan sistem.

“Saat ini kami dalam proses pemulihan dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).

Pembangkit PLN Batam, Foto: PLN Batam untuk batampos.co.id

Tanto menginformasikan, pelanggan dapat melihat jadwal pemadaman pada media sosial bright PLN Batam, Facebook dan melalui website bright PLN Batam pada alamat www.plnbatam.com.

“Kepuasan pelanggan adalah hal yang utama bagi kami, apabila ada kendala atau keluhan terkait layanan PLN, pelanggan agar segera menghubungi Contact Center bright PLN Batam di nomor 123 atau (0778) 123 melalui handphone,” tutup Tanto.(*)

Tim Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Akan Patroli ke Perusahaan-perusahaan di Batam

0

batampos.co.id – Tim Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam akan melakukan patroli ke perusahaan-perusahaan terutama yang berada di Kawasan industri Muka Kuning.

Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 terutama di PT Infineon Technologies Batam dan PT Phillips Industries.

“Untuk masalah di kawasan PT Muka Kuning kami akan tetap kenakan sanksi Perwako bila mana perusahaan susah diatur” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (sat Pol PP) Kota Batam, Salim, Rabu (23/9/2020).

Salim mengatakan, minggu depan pihaknya akan melakukan patroli di kawasan industri.

Kasat Pol PP Kota Batam, Salim, memasangkan masker kepada salah seorang anak. Tim terpadu terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan dan langsung memberikan sanksi apabila ada warga yang ditemukan tidak mematuhi aturan terkait protokol kesehatan. Foto: Salim unutk batampos.co.id

“Sekalin nanti kemungkinan akan dilaksanakan swab di perusahaan tersebut,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, Gugus Tugas sudah memberikan surat utnuk dua perusahaan tersebut.

Isinya permintaan agar perusahaan tersebut menutup aktivitasnya selama 14 hari. Apabila hal itu tidak indahkan, Tim Gugus Tugas akan memberikan tidakan selanjutnya.

“Kalau tidak patuh nanti juga dari gugus tugas yang menindak.” jelasnya.

Namun, ia berharap, agar kedua perusahaan tersebut mau menghentikan sementara aktivitasnya agar dapat memutus penyebaran virus di kawasan industri tersebut.(nto)

Dewan Kesal Masukannya Tak Didengar Wali Kota Batam

0

batampos.co.id – Kasus terkonfirmasi positf Covid-19 di Batam semakin bertambah setiap harinya. Sayangnya, upaya pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan penerapan ancaman sanksi dan denda bagi yang melanggar sesuai Perwako Nomor 49 Tahun 2020, tak kunjung diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, meminta Pemko Batam lebih tegas dalam menindak pelanggar protokol kesehatan. ”Wali Kota saja yang kurang tegas. Kadang kita ngomong tidak pernah didengar. Sanksi pelanggar protokol kesehatan juga tidak dijalankan,” kata Tumbur, Selasa (22/9).

Ia juga meminta Pemko Batam segera melakukan tes swab massal. Sebab, jika dilihat dari anggaran, ia yakin Pemko Batam memiliki anggaran yang cukup. ”Selain itu, sarana dan prasarana juga juga ada. Kita punya alat PCR (Polymerase Chain Reaction) sendiri. Berbeda dengan daerah lain,” katanya.

Tes swab bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan ataupun Tim Gugus Tugas. Dengan tes swab, maka lebih cepat diketahui seberapa massif penyebaran Covid-19 di masyarakat.(*/jpg)