Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10011

Rekor Baru, Sehari 119 Warga Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Warga Kota Batam yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak tajam.

Pada Selasa (22/9/2020) sebanyak 119 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan didominasi oleh karyawan swasta yang bekerja di kawasan industri di Muka Kuning.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru dan Hasil Tracing.

“Dengan ini kami sampaikan uraian jumlah orang yang terpapar dari temuan kasus baru sebanyak 119,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dari jumlah tersebut terdiri dari 36 orang laki-laki dan 83 orang perempuan yang didominasi oleh asimptomatik atau orang tanpa gejala.

“Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam
terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru,” ujarnya.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Selasa (23/9/2020).

Hal itu kata dia, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga lanjutnya hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” tuturnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

Dengan adanya penambahan tersebut total jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi psoitif Covid-19 sebanyak 1.357 orang.

Dengan rincian 669 orang sembuh, 43 orang meninggal dunia dan 645 orang dalam perawatan.(*/esa)

Ayo Promosikan Pariwisata Lewat Media Sosial

0

batampos.co.id – Di era new normal ini media sosial berperan penting dalam mempromosikan tempat wisata terutama terkait penerapan protokol kesehatan di tempat wisata agar dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwimata, saat menjadi narasumber pada Workshop Media Sosial di Era Adaptasi Kehidupan Baru di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Selasa (22/9/2020).

“Media sosial berperan banyak, kita butuh pemikiran yang bisa kita buat untuk Batam untuk mengembalikan kejayaan Batam Kepri,” katanya.

Media sosial juga berperan memberikan berita yang baik, diharapkan pengelolah wisata dapat memanfaatkannya guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

Saat ini semua tempat wisata seperti hotel, restoran, pantai sudah menerapkan protokol kesehatan.

Kadisbudpar Kota batam, Ardiwinata, saat memberikan pemaparan di hadapan para pelaku usaha pariwisata saat menjadi narasumber pada Workshop Media Sosial di Era Adaptasi Kehidupan Baru di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Selasa (22/9/2020). Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampso.co.id

“Misalnya saat memasuki restoran atau hotel, pengunjung diminta untuk mencuci tangan dan dicek suhu tubuh oleh petugas, hal ini bisa kita posting di media sosial bahwa tempat wisata kita sudah menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Di era new normal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengawasi lokasi pariwisata. Ardi berharap pengelolah pariwisata tegas menerapkan protokol kesehatan di tempat wisatanya guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.

“Pengelolah jangan kompromi dengan tamu atau pengunjung, baik karyawan dan tamu wajib memakai masker, menjaga jarak,” pintanya.

Selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung, penerapan protokol kesehatan yang baik bakal memberikan kepercayaan bagi wisatawan mancanegara, bahwasanya Batam menaati protokol kesehatan.

“Lewat media sosial juga dapat meningkatkan kepercayaan di Batam,” ucapnya.

Ardi menyampaikan Pemko Batam konsen menanggani Covid-19 di Kota Batam. Pada Bulan Maret sampai Juni 2020 disebut dengan masa mitigasi artinya bagaimana pemerintah tanggap bencana, seperti memberikan sembako kepada masyarakat Kota Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi lanjutnya juga mengambil kebijakan seperti menunda pajak tiga bulan, penghapusan denda sudah dilewati.

Terhitung 15 Juni 2020 Pemko memberlakukan new normal mengambil keputusan semua sektor salah satunya sektor pariwisata dibuka dengan catatan menandatangani surat pernyataan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah di tempat wisata.

“Menerapkan protokol kesehatan wajib menggunakan masker, menyediakan tempat mencuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya.(*/esa)

Cek! Subsidi Kuota Internet Dikirim Mulai Hari Ini

0

batampos.co.id – Bantuan kuota data internet sebagai pendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk siswa, guru, dosen, dan mahasiswa dikirim mulai hari ini (22/9). Penyaluran subsidi kuota untuk empat bulan tersebut akan dilakukan bertahap.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im menyatakan, detail penyaluran itu dijelaskan melalui Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. ”Petunjuk teknis ini menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan kuota data internet bagi pendidik dan peserta didik,” ujarnya.

Dalam juknis itu disebutkan, bentuk bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa kuota data internet yang dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum dimaksudkan pada kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan kuota belajar merupakan kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Rekor Baru, 160 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari

0

batampos.co.id – Angka kematian kasus Covid-19 harian di tanah air mencapai rekor tertinggi. Dalam sehari, sebanyak 160 jiwa meninggal dunia. Total, sudah 9.837 orang meninggal dunia di tanah air.

Kasus kematian harian paling banyak terjadi di Jawa Tengah yakni 42 jiwa. Dan DKI Jakarta 30 jiwa. Kematian harian paling tinggi sempat terjadi pada 16 September 135 jiwa dan 3 September 134 jiwa.

Sebelumnya Satgas Covid-19 juga mengungkapkan angka Case Fatality Rate Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia. Kasus positif Covid-19 harian bertambah 4.071 orang. Kini total sudah 252.923 orang terpapar Covid-19.

Sebaran paling tinggi masih terdapat di Jakarta yakni 1.236 kasus. Jawa Barat 575 kasus. Jawa Timur 341 kasus. Riau 253 kasus. Dan Jawa Tengah 228 kasus.

Angka pasien sembuh bertambah 3.501 dalam sehari. Pasien sembuh paling banyak terdapat di Jakarta yakni 843 orang. Kini sudah 184.298 orang sembuh dari Covid-19. Sudah 494 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 7 provinsi dengan di bawah 10 kasus. Dan hanya 2 provinsi dengan nol kasus. (jpg)

PLN Batam Harus Yakinkan Pusat

0

batampos.co.id – Di tengah pandemi seperti saat ini, dunia usaha sangat butuh stimulus agar tetap bisa bertahan.

Salah satu caranya adalah dengan mengurangi tagihan listrik lewat peniadaan biaya beban atau abonemen.

Dilansir dari Harian Batam Pos, Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri memandang stimulus ini sangat penting, sehingga mendorong PLN Batam untuk meyakinkan pemerintah pusat agar mendapatkan stimulus
tersebut.

Sebelumnya, bright PLN Batam memang dikecualikan saat PT PLN (Persero) mendapatkan stimulus dari pemerintah pusat. PLN Persero mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada masyarakat berupa peniadaan abonemen.

”Seharusnya PLN Batam dapat meyakinkan pusat atau Dirjen
ESDM untuk mendapatkan stimulus tersebut. Pelanggan PLN hanya sekian ratus ribu, itupun tidak semua dapat, hanya sekitar 30 persen. Tentunya di masa pandemi itu menjadi tidak tepat dan tidak berkeadilan bagi masyarakat Batam,” ungkap Kepala Kantor
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Parroha
Patar Siadari, Kamis (17/9/2020) lalu.

Ia mengimbau agar PLN Batam jangan hanya bersikap normatif. Stimulus tersebut dapat membuat roda perekonomian berputar.

”Jangan dibilang PLN Batam tak mampu. Karena PLN Batam itu kepemilikan sahamnya dari PLN Persero. Lain cerita kalau sahamnya milik umum,” tegas Lagat.

”Saya yakin Presiden tak tahu kalau Batam ini dikucilkan dari kebijakan beliau. Kalau Presiden tahu, pasti akan marah karena menyadari bahwa masyarakat Batam juga butuh fasilitas tersebut,” paparnya.

Pegawai PLN batam saat memberikan penjelasan kepada salah seorang pelanggan. Foto; PLN Batam untuk batampos.co.id

Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, mengatakan, sebenarnya kalangan industri sudah mengusulkan jauh-jauh hari keringanan tersebut kepada pemerintah pusat.

”Industri jelas sangat membutuhkan itu, karena biaya listrik merupakan komponen utama dalam biaya operasional,” jelasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, lanjut Tjaw, banyak industri mengetatkan ikat pinggang. Banyak yang menahan diri untuk ekspansi usaha demi menghemat pengeluaran.

Tapi, Tjaw memahami bahwa domain dari kebijakan tersebut tidak menyentuh PLN Batam. Sebab, status pengelolaan listrik di Batam bukan PT PLN (persero), tapi anak usaha PLN persero, yakni PT Pelayanan Listrik Batam atau kini dikenal bright PLN Batam.

”Makanya, kami mengusulkannya jauh-jauh hari, supaya kalangan industri dan bisnis di Batam juga dapat keringanan,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bisa membantu dunia usaha di Batam untuk memperjuangkan agar sektor bisnis dan industri juga mendapatkan keringanan biaya beban atau
abodemen listrik seperti yang diterima sektor tersebut yang
pengelolaan listriknya di bawah PLN persero.

Sebab, sektor bisnis dan industri di Batam juga sangat terdampak
pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansyur, mengatakan, pihaknya sangat berharap agar stimulus tersebut bisa hadir di Batam.

”Pembebasan abonemen akan sangat membantu. Sebagai konsumen kami mengharapkan yang terbaik. Sekarang ini sangat sulit, untuk menghemat bujet banyak hotel hanya buka dua hingga tiga lantai saja,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PLN Batam mengajukan subsidi sekitar Rp 6,4 miliar per bulan ke Pemprov Kepri jika ingin kebijakan stimulus dari pemerintah pusat itu juga diberlakukan
di Batam.

Pihak PLN Batam mengaku Pemrpov Kepri harus memberikan subsidi PLN Batam tak mendapat subsidi dari pusat. Kebijakan
tersebut hanya hanya bagi PLN Persero.

Permintaan PLN Batam itu ditolak Gubernur Kepri, Isdianto. Ia menyebut PLN Batam tak peka. Mestinya stimulus tetap diberikan tanpa harus meminta subsidi dari Pemprov Kepri, apalagi saat ini Pemprov Kepri juga defisit.

Hampir semua anggaran digeser untuk penanganan Covid-19.(*)

Pengusaha Tolak PSBB Diterapkan di Batam

0

batampos.co.id – Usulan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri dan Pakar Epidemologi Universitas Indonesia (UI), serta sejumlah anggota DPRD Batam, agar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menarik rem darurat mengingat kasus positif Covid-19 di Kota Batam terus melejit, masih menuai pro dan kontra. Terutama jika wujud menarik rem darurat itu berupa Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) seperti yang diterapkan DKI Jakarta.

”Pengusaha tidak setuju jika PSBB diterapkan di Batam. Karena dampaknya terhadap penurunan aktivitas ekonomi begitu besar,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (21/9), seperti dilansir Harian Batam Pos.

Menurut Rafki, sebelum wabah Covid-19 melanda, Batam sudah menghadapi permasalahan melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat banyak perusahaan yang hengkang. Jika ditambah lagi dengan PSBB, maka dampak ekonominya tentu akan semakin parah.

Di triwulan II tahun 2020 ini, perekonomian Batam terkontraksi lebih dalam dari nasional. Jika kemarin diterapkan PSBB, maka kontraksinya bisa mencapai dua digit.

”Kita mengimbau agar Pemerintah Kota Batam merespon cepat penambahan kasus Covid-19 di Batam ini. Bisa dengan kembali mengaktifkan pembatasan sosial di tingkat RT/RW dan juga melakukan penelusuran secara aktif ke perumahan untuk mencari orang sakit yang terindikasi mengalami gejala Covid-19,” tuturnya.

Apindo juga berharap pemerintah melakukan tes usap atau swab test secara masif di Batam untuk memisahkan orang yang sudah terjangkit dan yang belum terjangkit. Dengan begitu, penularan lebih lanjut dapat dicegah.

”Tes masif ini bisa jadi salah satu cara mengatasi penyebaran Covid-19 selain PSBB. Dengan wilayah Batam yang berbentuk pulau ini dan juga jumlah penduduk yang relatif tidak begitu banyak, tentunya akan lebih mudah dilakukan tes masif kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan ekonomi Batam, Muhammad Zaenuddin, mengatakan, meski PSBB atau kebijakan yang berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) ditetapkan, tapi jika masyarakat tidak disiplin, keduanya sama-sama tidak efektif.

”PSBB ini kan tertib sosial. Tetapi yang terpenting itu implementasi berupa pengawasan dari Perwako Protkes yang sudah ada. Di sini masyarakat yang berperan, kalau taat maka efektif,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar tokoh masyarakat terus berperan dalam mengedukasi masyarakat. ”Menerapkan PSBB ini memerlukan banyak pertimbangan. Jadi, lebih baik tingkatkan edukasi lewat sosialisasi kepada masyarakat,” terangnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, masukan untuk menerapkan PSBB akibat penambahan kasus yang terus terjadi akan dibahas bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.

”Kalau ada masukan nanti akan kita panggil dan minta dipaparkan kondisi saat ini. Nanti akan saya minta Pak Didi (Kadinkes, red) untuk menjelaskan agar bisa diambil kebijakan untuk mengendalikan Covid-19 ini,” kata pria yang juga Wakil Wali Kota Batam, usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Batam, Senin (21/9).(*/jpg)

Ini Tanggapan HKI Terkait Dua Perusahaan di Kawasan Industri yang Diminta Tutup Sementara

0

batampos.co.id – Himpunan Kawasan Industri Korwil Provinsi Kepri menanggapi permintaan Tim Gugus Tugas Covid-19 agar dua perusahaan yang berada di kawasan industri untuk tutup sementara waktu.

Ketua HKI Korwil Provinsi Kepri, OK Simatupang, mengatakan, penutupan sementara bagi perusahaan yang karyawannya terpapar positif Covid-19 bukanlah solusi yang tepat.

Apalagi kata dia, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki ribuan tenaga kerja yang bertempat tinggal di luar Kawasan industri.

“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa awalnya para operator itu terjangkit bukan di lingkungan kerja. Mereka terjangkit di lingkungan tempat tinggal karena berinteraksi dengan masyarakat umum,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Para pekerja tersebut lanjutnya, tanpa sadar menjadi asimptomatik atau Orang Tanpa Gejala dan sekaligus carrier yang membawa penyakit dari luar lingkungan kerja kemudian menjangkit ke orang-orang di sekitar lingkungan kerjanya.

“Kalau langkah lockdown dilakukan? Pertanyaan kami ini, ribuan karyawan yang tinggal di luar tersebut, apakah ada yang menjamin mereka baik-baik saja dan tidak melakukan aktiviats sosial dengan masyarakat lainnya?,” ujarnya.

“Jangan sampai ketika di lakukan lockdown dan tidak bekerja, malah menjadi carrier dengan status OTG lalu merambat kemana-mana penyebarannya dan justru yang sangat membahayakan kita semua,” katanya lagi.

Pihaknya berpendapat, langkah yang terbaik adalah dengan melakukan 3T. Yaitu Tracing secara mendetail, kemudian Testing dengan dilakukan rapid test dan jika reaktif lakukan karantina secepatnya.

“Terakhir adalah Treatment, untuk memutuskan mata rantai penyebarannya,” tuturnya.

Kata OK, ada satu hal yang paling penting, yaitu mencegah kerumuman orang yaitu berlakukan Perwako 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya dalam pencegahan dan pengendalian Covid di Batam.
“Tanpa adanya punishment atau sanksi masyarakat kita masih mengganggap enteng masalah ini,” tuturnya.(esa)

Pria Tanpa Identitas Tergantung di Pohon, Diduga Bunuh Diri

0

batampos.co.id – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tergantung di lahan kosong atau tepatnya di belakang gedung Mal Pelayanan Publik atau Sumex, Batam Center, Senin (21/9). Ditemukan tergantung menggunakan sehelai kain yang diikat di pohon.

Jasad pria yang diperikaran berumur 35 tahun ini, pertama kali ditemukan seorang pemulung. Saat ditemukan, jasad tampak menggunakan sarung dan topi serta menyandang tas ransel berwarna biru. ”Identitasnya belum diketahui. Jasadnya langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk divisum,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy.

Guchy mengatakan, dengan kejadian ini, pihaknya memeriksa dua saksi. Yang terdiri dari pemulung serta pihak pengamanan mal. ”Dugaan sementara korban bunuh diri,” katanya.

Guchy juga mengimbau masyarakat yang mengetahui korban untuk melapor ke Polsek terdekat atau Mapolresta Barelang. ”Kalau ada yang kehilangan anggota keluarga, datangi Polsek,” tutupnya. (*/jpg)

Tim Gugus Tugas Minta Dua Perusahaan di Kawasan Muka Kuning Berhenti Beroperasi Sementara, Penyebabnya..

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam mengirimkan surat dan meminta agar dua perusahaan yang puluhan karyawannya banyak terkonfirmasi positif Covid-19 untuk menghentikan aktivitasnya sementara waktu.

“Kami minta tutup sementara selama 14 hari dan seluruh pekerjanya melakukan isolasi mandiri,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Selasa (22/9/2020).

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (21/9/2020).

Pihaknya berharap selama penghentian tersebut kedua perusahaan tersebut dapat melakukan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Seperti melakukan penyemprotan disinfektan di area perusahaan dan lain-lainnya. Penyemprotan lanjutnya tidak akan dilakukan oleh tim gugus tugas.

“Mereka (pihak perusahaan,red) bisa melakukannya secara mandiri,” ujarnya.(esa)

Pasien Covid-19 Sempat Kunjungi Universal Studio Singapura

0

batampos.co.id – Universal Studio di Singapura merupakan salah satu ikon di negara tersebut. Setiap wisatawan yang singgah dari penjuru dunia, pasti mengabadikan gambar di lokasi tersebut. Hanya saja, baru-baru ini Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa Universal Studio masuk daftar tempat yang sempat dikunjungi pasien Covid-19 saat masih bisa menularkan virus.

“Selain Universal Studio Singapore, Plaza Singapura juga termasuk di antara tempat-tempat yang dikunjungi oleh pasien Covid-19 saat mereka masih bisa menularkan virus,” kata Kementerian Kesehatan Singapura, Senin (21/9).

Dilansir dari The Straits Times, Selasa (22/9), Kementerian memberikan daftar lokasi dan waktu kunjungan pasien Covid-19 yang menular setidaknya selama 30 menit. Sehingga, orang lain yang ada di sana dapat memantau kesehatan mereka dengan cermat selama dua minggu sejak tanggal kunjungan mereka.

Kemenkes mengatakan bahwa kontak dekat sudah diberitahukan dan tidak perlu menghindari tempat-tempat itu karena akan dibersihkan jika diperlukan.

Ada 31 kasus virus Korona yang dikonfirmasi pada Senin (21/9). Sehingga total positif Covid-19 di Singapura menjadi 57.606 kasus.

Ini termasuk sembilan kasus impor baru yaitu tujuh orang kembali dari India, dan dua dari Iran. Semua sudah diminta ikut program pemberitahuan tinggal di rumah sejak kedatangan. Tidak ada kasus baru menular secara lokal di masyarakat.

Dengan 60 pasien sembuh pada Senin (21/9), total 57.226 pasien telah pulih sepenuhnya dari penyakit tersebut. Sebanyak 36 pasien masih dirawat di rumah sakit, sementara 302 sedang memulihkan diri di fasilitas masyarakat. Tidak ada pasien yang berada dalam perawatan intensif.(jpg)

Play sound