Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 1025

105 Kasus AIDS Tercatat di Batam, Usia Produktif Paling Banyak Terdampak

0
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sebanyak 105 kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi yang paling banyak terdampak.

Berdasarkan laporan tersebut, kelompok usia 25–49 tahun mendominasi dengan 68 kasus atau sekitar 65 persen dari total. Setelah itu disusul kelompok usia 20–24 tahun dengan 17 kasus (16 persen), serta usia di atas 50 tahun dengan 16 kasus (15 persen).

Sementara pada kelompok usia remaja 15–19 tahun ditemukan 3 kasus (3 persen), usia anak 5–14 tahun tercatat 1 kasus (1 persen), dan pada kelompok balita di bawah 4 tahun tidak ditemukan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan kasus AIDS pada usia produktif patut menjadi perhatian bersama.

“Usia produktif adalah kelompok yang aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Karena itu, sangat penting untuk memastikan mereka mendapatkan pemahaman yang benar mengenai pencegahan HIV/AIDS,” ujarnya.

Didi menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait terus berupaya menekan laju penularan dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga terus digalakkan untuk mendorong pola hidup sehat, sekaligus mengurangi perilaku yang berisiko.

“Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sangat besar dalam membentuk pemahaman yang baik, terutama bagi kalangan muda. Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mendukung upaya pencegahan ini,” kata Didi.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi. Menurut Didi, deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Kami ingin masyarakat tidak merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang penanganan bisa dilakukan dengan baik,” tambahnya.

Dengan kondisi ini, Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini dapat meningkat, sehingga angka kasus AIDS di Batam dapat ditekan di masa mendatang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 105 Kasus AIDS Tercatat di Batam, Usia Produktif Paling Banyak Terdampak pertama kali tampil pada Metropolis.

Reklame Kropos Ancam Keselamatan, Warga Batuaji–Sagulung Gelisah

0
Papan reklame besar ambruk karena tiangnya keropos dan berkarat di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin memprihatinkan. Seiring musim hujan yang kerap disertai angin kencang, sejumlah papan reklame tua dan kropos mulai tumbang dengan sendirinya. Hingga Jumat (12/9), belum ada tindakan penertiban dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam meski kondisi ini kian membahayakan pengguna jalan.

Salah satu insiden terbaru terjadi di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung. Sebuah papan reklame besar ambruk karena tiangnya keropos dan berkarat. Untungnya, kejadian itu tidak memakan korban, meski sempat mengejutkan warga dan pengendara yang melintas di jalur padat tersebut.

“Kalau lagi hujan deras dan angin kencang, kami selalu was was. Tiang reklame di sekitar sini banyak yang miring dan berkarat. Ngeri kalau tiba-tiba tumbang pas ada kendaraan lewat,” ujar Irwan, warga Sagulung yang hampir setiap hari melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lapangan, kondisi serupa terlihat di sejumlah titik lain seperti Jalan R. Suprapto Batuaji dan Simpang Barelang. Banyak tiang reklame yang tampak kropos, goyah, dan tidak lagi layak berdiri. Bahkan ada yang sudah lama kosong tanpa papan promosi, namun masih dibiarkan berdiri tanpa perawatan.

Warga menilai keterlambatan penertiban ini sangat berisiko. “Kalau reklame di Batamcenter dan Nagoya bisa cepat dibongkar, kenapa di Batuaji dan Sagulung masih dibiarkan? Jangan tunggu sampai ada yang jadi korban dulu,” tegas Ratna, pengguna jalan lainya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, saat dikonfirmasi sebelumnya, mengatakan penertiban di Batuaji dan Sagulung sudah masuk dalam agenda. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap. “Saat ini fokus di Batamcenter dan Nagoya, setelah itu baru akan dilakukan penertiban di Batuaji dan Sagulung,” ujarnya.

Sementara itu, Pemko Batam terus menegaskan bahwa penertiban reklame merupakan bagian dari penataan kota sekaligus untuk keselamatan masyarakat.

Namun, bagi masyarakat Batuaji dan Sagulung, ancaman keselamatan kini menjadi perhatian utama. Mereka berharap penertiban reklame tua dan kropos segera dilakukan sebelum terjadi insiden yang lebih buruk. “Jangan tunggu ada korban jiwa, baru bertindak. Harus segera ditertibkan,” tegas Hendro warga setempat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Reklame Kropos Ancam Keselamatan, Warga Batuaji–Sagulung Gelisah pertama kali tampil pada Metropolis.

Selundupkan 87 Gram Sabu, Wisnu Terancam Hukuman Mati

0
Wisnu Satria alias Nadia bin Rusmadi saat sidang di Pengadilan Negeri Batam , Kamis (11/9). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang perkara narkotika dengan terdakwa Wisnu Satria alias Nadia bin Rusmadi, Kamis (11/9). Sidang yang dipimpin majelis hakim Rinaldi, Wattimena, dan Yuanne itu menghadirkan saksi penangkap dari Ditresnarkoba Polda Kepri.

Dalam kesaksiannya, saksi mengungkap bahwa penangkapan terdakwa berawal dari laporan masyarakat. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik bening berisi sabu seberat 87 gram yang disimpan di dalam tas terdakwa. Selain itu, petugas juga menyita sebuah telepon genggam dari kamar kos Wisnu di Bengkong.

“Barang bukti ditemukan di dalam tas terdakwa. Dari pengakuannya, sabu itu akan dibawa ke Lombok atas perintah seorang DPO dengan upah Rp10 juta. Terdakwa juga mengaku baru pertama kali terlibat, namun sudah menjadi target operasi kami karena kasus serupa,” ungkap saksi di persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya memaparkan secara rinci perjalanan narkotika tersebut sebelum akhirnya diamankan polisi. Awalnya, terdakwa dihubungi oleh seorang DPO bernama TEK melalui video call. Wisnu diminta membawa sabu seberat satu ons dari Tanjungbatu ke Lombok dengan bayaran Rp10 juta.

Terdakwa pun berangkat ke Tanjungbatu dan mengambil paket sabu yang telah diletakkan dekat tong sampah di penginapan.

Paket tersebut kemudian ia simpan dalam tas dan dibawa kembali ke Batam. Untuk menghindari pemeriksaan bandara, terdakwa menyelundupkan sabu itu dengan cara melapisinya menggunakan kondom lalu memasukkannya ke dalam dubur.

Setibanya di Lombok, terdakwa menyerahkan barang haram tersebut kepada seorang DPO lain bernama Adek. Namun, sabu itu kemudian dikembalikan lagi kepada Wisnu karena dianggap berkualitas buruk. Dengan modus yang sama, terdakwa kembali menyelundupkan sabu ke Batam sebelum akhirnya ditangkap tim Ditresnarkoba Polda Kepri di kosnya pada 28 April 2025.

Balai POM Batam memastikan kristal bening yang disita mengandung metamfetamina, masuk dalam Narkotika Golongan I. Berat bersihnya 87,2 gram. Atas perbuatannya, Wisnu didakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang menantinya sangat berat: hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa maupun penasihat hukumnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Selundupkan 87 Gram Sabu, Wisnu Terancam Hukuman Mati pertama kali tampil pada Metropolis.

Sambangi Kepala BP Batam, Menteri Singapura Puji Perkembangan Ekonomi Batam

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (kanan), bersama Menteri Luar Negeri serta Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, di Gedung Bida Utama BP Batam, Kamis (11/9/2025). Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan strategis Batam–Singapura dalam investasi dan ekonomi.

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri serta Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, di Gedung Bida Utama BP Batam, Kamis (11/9/2025). Kedatangan Zhulkarnain Abdul Rahim turut didampingi Konsul Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang.

Amsakar Achmad yang didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyambut hangat kunjungan tersebut. Dalam sambutannya, Amsakar menilai Batam dan Singapura memiliki hubungan erat dan saling melengkapi, khususnya dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi kedua pihak.

“Oleh sebab itu, kemitraan strategis ini harus selalu kita bangun dan jalin bersama,” kata Amsakar.

Di hadapan Zhulkarnain, Amsakar menyampaikan bahwa Batam saat ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendukung dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang inklusif.

Salah satu langkah strategis tersebut adalah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, serta PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Kedua regulasi itu, menurut Amsakar, memberikan kewenangan besar kepada Batam. Seluruh perizinan yang sebelumnya ditangani kementerian dan lembaga di Jakarta kini didelegasikan kepada BP Batam.

“Pemerintah juga sedang melakukan revisi PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang nantinya akan memperluas wilayah kerja BP Batam hingga ke kawasan pesisir. Ini bernilai strategis bagi pengembangan Batam ke depan,” jelas Amsakar.

Amsakar yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam menyinggung bahwa kondisi Batam sangat kondusif di tengah dinamika nasional beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing iklim usaha di Batam.

Ia juga menegaskan komitmen BP Batam untuk terus mendukung investasi Singapura di Batam.

“Kami, atas nama BP Batam dan Pemerintah Kota, berharap komunikasi ini terus terjalin, dan semoga Batam, Indonesia, serta Singapura senantiasa membangun hubungan yang harmonis di kawasan Asia,” tutup Amsakar.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri serta Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, mengaku terkesan dengan pesatnya perkembangan Kota Batam.

Ia mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,04 persen pada 2023, selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional, dan berharap Batam tetap menjadi mitra strategis Singapura.

“Begitu banyak perkembangan di Batam saat ini, ini sangat baik bagi Batam dan Indonesia. Batam selalu menjadi sahabat baik bagi Singapura, dan kami berharap hubungan erat ini terus berlanjut,” ujar Zhulkarnain.

Diketahui, realisasi investasi Singapura di Batam pada 2024 mencapai Rp6,51 triliun. Singapura tercatat sebagai salah satu dari lima negara dengan nilai penanaman modal asing (PMA) terbesar, menjadi bukti keberhasilan Batam dalam menjaga iklim investasi. (*)

Artikel Sambangi Kepala BP Batam, Menteri Singapura Puji Perkembangan Ekonomi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

BPBD Anambas Kehilangan Speed Boat, Bupati Minta Hibah Baru ke BNPB

0
BPBD Anambas
Kapal milik BPBD berjenis RIB terbakar saat simulasi bencana, pekan lalu. Bupati Anambas, Aneng berencana mengajukan hibah ke BNPB untuk kapal pengganti. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas kini tak lagi punya armada speed boat untuk operasi penyelamatan di laut.

Satu-satunya kapal cepat milik BPBD terbakar saat digunakan untuk simulasi bencana di perairan Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur, pekan lalu.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan keberadaan speed boat sangat vital bagi daerah kepulauan. Apalagi sebagian besar wilayah Anambas adalah laut dengan jarak antarpulau yang berjauhan.

“Untuk saat ini memang masih ada kapal penyelamatan. Tetapi itu bukan milik Pemkab Anambas, melainkan milik Basarnas,” kata Aneng, Jumat (12/9).

Menurutnya, speed boat BPBD selama ini menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan, mulai dari pencarian nelayan hilang, evakuasi korban tenggelam, hingga membantu warga saat bencana di laut.

“Tugas terakhirnya cukup heroik. Speed boat BPBD berhasil menyelamatkan bapak dan anak yang tenggelam saat memancing di perairan Batu Lepe,” kenang Aneng.

Kini, setelah armada tersebut hangus terbakar, BPBD kehilangan kapal cepat yang bisa diandalkan. Padahal, kondisi perairan Anambas rawan bencana seperti gelombang tinggi, cuaca ekstrem, hingga kecelakaan kapal.

Bupati Aneng memastikan pihaknya segera mengajukan hibah kembali kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia berharap bantuan armada baru bisa segera direalisasikan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar baik. Kalau pakai anggaran daerah, kondisinya lagi tidak memungkinkan. Doakan saja semoga permohonan kita dikabulkan,” ujarnya.

Diketahui, speed boat yang terbakar itu merupakan hibah dari BNPB pada 2023. Kapal jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) itu bernilai Rp 2,9 miliar, dilengkapi dua mesin dengan total tenaga 400 Horse Power (HP).

Hilangnya armada ini menjadi kerugian besar bagi BPBD dan masyarakat Anambas. Bupati Aneng menegaskan, pihaknya optimistis BNPB akan merespons permintaan hibah baru agar pelayanan kebencanaan tetap berjalan maksimal.

“Intinya, kita tidak boleh menyerah. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel BPBD Anambas Kehilangan Speed Boat, Bupati Minta Hibah Baru ke BNPB pertama kali tampil pada Kepri.

Meriah! Puluhan Tim Adu Gasing di Penyengat Heritage Fest 2025

0
Adu Gasing Penyengat
Kedua tim berlaga dalam adu gasing di Penyengat Heritage Fest, Jumat (12/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, jadi pusat perhatian wisatawan. Puluhan tim dari berbagai daerah hingga mancanegara ikut serta dalam ajang lomba gasing di Penyengat Heritage Fest 2025, Jumat (12/9).

Sorakan penonton pecah setiap kali gasing kayu dilontarkan ke arena. Di bawah atap biru sederhana, mata penonton tertuju pada gelanggang kecil berlapis papan, tempat gasing berputar mempertahankan keseimbangan.

“Tingginya antusias ini diharapkan bisa jadi penyemangat kami untuk terus menggelar event pariwisata di Kepri,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan.

Tercatat ada 20 tim atau sekitar 30 peserta yang ambil bagian. Mereka berasal dari Tanjungpinang, Karimun, Jambi, hingga Singapura.

Hasan menilai, lomba gasing dapat menjadi daya tarik untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Kepri, khususnya di Tanjungpinang. Kehadiran tim dari luar daerah hingga negara tetangga disebut menjadi nilai tambah.

Selain lomba gasing, Penyengat Heritage Fest 2025 juga menghadirkan lomba nyuluh atau mencari ikan saat laut surut, hingga Night Run 5K di Pulau Penyengat.

Ketua Tim Pemasaran Pariwisata Nusantara Wilayah Sumatera dan Kalimantan, Kemenpar, Rina Irawati, menilai ajang ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Lomba seperti ini bukan hanya hiburan, tapi juga warisan budaya yang mempertemukan generasi tua dan muda. Ini bisa mengenalkan permainan tradisional Kepri ke khalayak lebih luas,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Meriah! Puluhan Tim Adu Gasing di Penyengat Heritage Fest 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim Puji Perkembangan Batam Saat Resepsi Hari Nasional Singapura yang ke-60

0

Batampos – Pemerintahan Singapura melalui Konsulat Jenderal (Konjen) di Batam melaksanakan resepsi hari nasional ke 60 tahun negeri itu di Grand Mercure Hotel, Batamcenter, Kamis (11/9/2025) malam. Resepsi ini dihadiri langsung Menteri Negara Urusan Luar Negeri serta Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim.

PARA pengusaha Kepri dan Batam turut hadir dalam Resepsi Hari Nasional ke-60 Singapura atas undangan Konjen Singapura di Batam yang dipimpin Gavin Ang, di Grand Mercure Hotel, Batam Center, Kamis (11/9/2025) malam. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Zhulkarnain, melalui pidatonya mengatakan, ini kali pertamanya mengunjungi Batam dalam lawatan kenegaraan setelah ditunjuk menjadi menteri di bawah pemerintahan Perdana Menteri Lawrence Wong. “Saya sudah pernah ke Batam. Sudah sangat lama sekali. Begitu mengunjungi lagi setelah menjadi menteri, saya takjub. Sudah sangat banyak perubahan,” ujar Zhulkarnain.

Dalam kunjungan ini, ia juga menyempatkan diri mengunjungi Nongsa Digital Park (NDP), perusahaan teknologi digital yang mulai dikenal di dunia saat ini. “Tadi sempat mengunjungi NDP, sangat berkembang pesat sekali. Batam turut mendukung kemajuan dunia teknologi dan digital saat ini,” ujarnya.

Dia pun berharap, hubungan Batam dan Singapura terus harmonis dan semakin lebih baik lagi di masa depan. “Kita erat. Hubungan tourism, bisnis, ekonomi, dan hubungan saling memajukan dua negara antara Singapura dan Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Zhulkarnain.

Zhulkarnain juga turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI, Prabowo yang turut hadir dalam perayaan National Day di Singapura, 9 Agustus 2025 lalu.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memuji Konsulat Singapura yang selama ini menjadi mitra yang baik dalam menjaga hubungan bilateral dua negara. “Singapura adalah sahabat erat kita. Khususnya dalam hal investasi di Kepri,” ungkap Ansar.

Terkait persentase pertumbuhan investasi di Kepri, Ansar mengungkapkan, mayoritas investor saat ini berasal dari Singapura, yakni sebesar 66,14 persen. “Saya sangat berharap, hubungan baik ini terus berjalan di masa depan. Dukungan untuk energi terbarukan ramah lingkungan dan juga pembangunan jembatan Batam, Bintan, dan Karimun, dapat meningkatkan koneksi dengan Singapura,” ungkapnya.

Acara ini dipimpin langsung Konsuler Singapura, Gaving Ang. Turut dihadiri sejumlah pengusaha di Kepri seperti Abidin Hasibuan dari SatNusa Persada, tim dari Panbil Group, Batamindo, Paulus Amat Tantoso, dan sejumlah pengusaha Kepri Lainnya.

Dari pemerintahan, dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandara, Bupati Natuna Chen Sui Lan, Mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan sejumlah pejabat lainnya.

Acara tahunan ini juga turut dihibur para mahasiswa dari Politeknik Singapura yang membawa pertunjukan gerak tari dan lagu. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Menteri Negara Urusan Luar Negeri Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim Puji Perkembangan Batam Saat Resepsi Hari Nasional Singapura yang ke-60 pertama kali tampil pada News.

Dosen Universitas Batam Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan e-Commerce Berbasis AI

0
Dosen Universitas Batam memberikan pelatihan e-commerce berbasis AI.

batampos – Dalam upaya mendukung transformasi digital sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dosen Program Studi Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi Universitas Batam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemasaran Digital dan E-Commerce Berbasis Kecerdasan Buatan”.

Kegiatan ini berlangsung di Legenda Malaka, Batam, dengan menggandeng UMKM lokal Ananda Brownies sebagai mitra binaan.

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan daya saing produk di era ekonomi digital.

Dalam melaksanakan pengabdian terhadap masyarakat, dosen dan mahasiswa berperan dalam penerapan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa program kegiatan yang terkait dengan pengabdian salah satunya adalah penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang keilmuan atau pengetahan yang bermanfaat.

Pada 21 Agustus 2025, tim dosen Universitas Batam yang terdiri dari Dr. Ir. John Friadi, M.Si, M. TI., sebagai ketua tim di damping Diana Titik Windayati, S.E., M.Si; Abdul Malik Made S.T., M.Ak serta Ely Kurniawati, S.Si., M.Si. berkolaborasi dengan UMKM yang berlokasi di Perumahan Legenda, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota dalam rangka membantu pemasaran dan penjualan produk lokal Batam.

Masyarakat Baloi Permai mayoritas penduduknya bermata pencaharia sebagai tenaga kerja sektor swasta, pedagang, buruh dan pekerja kantoran. Salah satu UMKM yaitu Ananda Brownies Kukus yang memproduksi dan menjual kue dengan membuka toko di Ruko Legenda Junction 4, Jalan Legenda Malaka No 03 Baloi Permai. Dalam memasarkan produknya mereka sudah menggunakan penjualan online e-commerce, tetapi sering dinonaktifkkan karena alasan tertentu. Misalnya adanya promo yang berkelanjutan tidak sesuai dengan kebutuhan pemilik.

“Di era digital ini, UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak bertransaksi secara online. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali pelaku usaha dengan keterampilan praktis dan pemahaman strategis tentang e-commerce berbasis AI,” ujar salah satu dosen pelaksana kegiatan.

Materi pelatihan mencakup optimalisasi media sosial dan marketplace, penerapan chatbot untuk pelayanan pelanggan, analisis tren pasar menggunakan tools berbasis AI, dan strategi konten digital yang menarik dan konversi tinggi.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan mengimplementasikan teknologi digital dalam bisnis mereka.

Pemilik Ananda Brownies menyampaikan antusiasme dan rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan, serta berkomitmen untuk mulai menerapkan strategi digital yang telah dipelajari. Bambang Irawan, selaku pemilik Ananda Brownies Kukus, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kehadiran tim pengabdi dari Universitas Batam, yang mana kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan mereka dalam memyediakan dan memanfaatkan website e-commerce sebagai sarana untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk Ananda Brownies.

Ia menyampaikan bahwa dengan kedatangan tim pengabdi membuka harapan baru untuk meningkatkan penjualan, serta mengharapkan ke depannya masih terjalin kolaborasi yang apik terkait dengan pemasaran digital. Pelaku UMKM, menurut Bambang, masih sangat membutuhkan sentuhan akademisi terutama dalam pembuatan konten digital yang menarik.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendorong UMKM lokal agar lebih adaptif dan inovatif di tengah tantangan global. Universitas Batam terus berkomitmen untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat melalui program-program pengabdian yang berdampak langsung.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah merupakan salah satu program yang didanai oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui BOPTN Tahun Anggaran 2025 Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat serta didukung oleh Rektor Universitas Batam Bapak Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng, Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LPPM) ibu Dr. Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH. (adv)

Artikel Dosen Universitas Batam Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan e-Commerce Berbasis AI pertama kali tampil pada Metropolis.

SPPG Batam Bangun Komunikasi, Menu Harian dan AKG Bisa Dilihat di Medsos

0
Ilustrasi. Murid SDN 03 Bengkong saat menikmati makanan bergizi gratis. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batam membangun pola komunikasi dengan sekolah dan masyarakat agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Ketua Koordinator SPPG Kota Batam Defri Frenaldi menjelaskan bahwa komunikasi menjadi kunci untuk memastikan menu yang disajikan tepat dan aman dikonsumsi.

“Pasti ada komunikasi setiap hari antara kepala SPPG dan kepala sekolah, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp. Badan Gizi Nasional (BGN) juga tengah menyiapkan sistem tata kelola berbasis aplikasi yang bisa dipantau kepala SPPG dan kepala sekolah,” kata Defri saat dihubungi Antara di Batam, Kamis (11/9).

Menurutnya, sejumlah SPPG di Batam juga sudah memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, untuk membuka akses informasi kepada masyarakat.

“Bisa dicari di media sosial. Di situ masyarakat bisa melihat menu harian dan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Bahkan, tak sedikit yang memanfaatkan fitur pesan untuk bertanya ketersediaan lowongan kerja,” kata dia.

Defri menambahkan data mengenai alergi makanan anak sudah mulai didata sejak awal melalui sekolah.

Hal ini untuk memastikan agar menu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing penerima.

“Selain itu, kami juga sering menerima surat dari anak-anak yang dikembalikan bersama wadah makanan. Isinya ada yang ucapan terima kasih, kritik, saran, hingga permintaan menu tertentu,” ujarnya.

Untuk kelompok ibu hamil, menyusui dan balita (3B), pola komunikasi dilakukan dengan melibatkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta kader pos pelayanan terpadu (posyandu).

“Komunikasi dengan kelompok 3B dilakukan melalui kader posyandu yang berhubungan langsung secara door-to-door dengan penerima manfaat,” katanya.

Terkait kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada 10 September 2025, Defri mengatakan pelaksanaan MBG di Batam mendapat apresiasi positif.

“Alhamdulillah, tidak ada hal yang menjadi catatan khusus, semua berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari Pak Wapres, karena program beliau berjalan baik di Batam,” tutupnya. (*)

Artikel SPPG Batam Bangun Komunikasi, Menu Harian dan AKG Bisa Dilihat di Medsos pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Cecar Filianingsih Hendarta soal Peruntukan Dana CSR Bank Indonesia yang Berujung Korupsi

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo. (ANTARA/Rio Feisal)

batampos – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta, pada Kamis (11/9). KPK mencecar pengetahuan Filianingsih Hendarta soal Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) atau corporate social responsibility (CSR).

Filianingsih Hendarta diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. KPK mendalami soal proses hingga pelaksanaan program CSR BI.

“Jadi dalam pemeriksaan hari ini tentu didalami terkait dengan bagaimana proses mekanisme program sosial tersebut muncul begitu ya. Dari proses perencanaannya seperti apa, pelaksanaannya dan juga pertanggungjawabannya,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/9).

Selain itu, Filianingsih turut didalami soal rencana peruntukan program CSR BI. Sebab, dalam proses penyidikan ditemukan program CSR BI tidak sesuai dengan peruntukan awal.

“Karena dari konstruksi perkara ini dimana kita sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu saudara ST (Satori) dan saudara HG (Her Gunawan). Berarti bahwa uang-uang yang sedianya untuk program sosial ini kemudian tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Budi.

Sebab, dana yang sedianya diperuntukan untuk program CSR BI, malah dipergunakan dua Anggota DPR RI Satori (Fraksi NasDem) dan Heri Gunawan (Fraksi Gerindra) untuk kepentingan pribadi.

“Dimana dalam perkara ini juga, para tersangka menggunakan uang-uang dari program sosial tersebut untuk kepentingan pribadi ya, seperti pembelian aset, bahkan ada untuk pembelian showroom, pembelian kendaraan, ataupun aset-aset dalam bentuk tanah dan bangunan. Nah itu yang KPK telusuri,” ucap Budi.

Terpisah, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengakui bahwa program sosial BI atau CSR BI telah ditetapkan sejak lama. Pernyataan itu disampaikan usai Filianingsih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/9).

“Itu kebijakan sudah ada ya, dari dahulu,” ungkap Filianingsih.

Ia menekankan, program CSR tidak hanya dimiliki perusahaan yang berorientasi pada profit atau keuntungan, tetapi juga dijalankan lembaga negara, seperti BI.

“Itu kan bagaimana kami berbagi, membantu, misalnya kepedulian sosial, beasiswa, juga pemberdayaan masyarakat. Jadi nggak mesti perusahaan profit oriented, ya. Namanya berbagi,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua Anggota DPR RI, yakni Satori dari Fraksi NasDem dan Heri Gunawan dari Fraksi Gerindra, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terkait penyaluran dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2020–2023.

Berdasarkan temuan penyidik, Heri Gunawan diduga menerima total Rp 15,86 miliar. Uang itu diduga berasal dari beberapa sumber.

Di antaranya Rp 6,26 miliar dari kegiatan PSBI Bank Indonesia, Rp 7,64 miliar dari program Penyuluhan Keuangan OJK, dan Rp 1,94 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR RI lainnya.

Dana tersebut kemudian dialihkan ke rekening pribadi melalui yayasan yang dikelolanya dan digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk pembelian aset, kendaraan, hingga pembangunan rumah makan.

Sementara, Satori diduga menerima dana senilai Rp 12,52 miliar, dengan rincian Rp 6,30 miliar dari PSBI BI, Rp 5,14 miliar dari OJK, dan Rp 1,04 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR lainnya.

Satori diduga menyamarkan dana tersebut melalui transaksi deposito, pembelian tanah, pembangunan showroom, serta pembelian kendaraan dan aset lainnya, bahkan dengan meminta bantuan bank daerah untuk menyamarkan transaksi.

KPK juga menduga, sebagian besar anggota Komisi XI DPR RI lainnya turut menerima dana serupa. Hal itu sebagaimana pengakuan Satori usai menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu.

Heri Gunawan dan Satori disangkakan melanggar Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga: Cocok jadi Pasangan Hidup! Begini 4 Cara Pria Kelas Menengah ke Bawah Menunjukkan Cintanya Tanpa Pernah Mengatakan Aku mencintaimu

Keduanya juga dijerat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

Artikel KPK Cecar Filianingsih Hendarta soal Peruntukan Dana CSR Bank Indonesia yang Berujung Korupsi pertama kali tampil pada News.