HARRIS Resort Waterfront Batam, merupakan resort yang berlokasi di Waterfront City, Marina, Sekupang , Batam. Memiliki 250 kamar, dengan konsep HARRIS New Generation, kamar yang telah selesai direnovasi pada Desember 2018 memberikan kenyamanan dan pengalaman berlibur yang berkesan.
Pelayanan oleh karyawan yang terkenal dengan sebutan “HARRIS Player” juga menjadi bagian penting untuk menambah pengalaman liburan menjadi lebih berkesan.
Apa yang bagus dari HARRIS Resort Waterfront Batam?
Memiliki keindahan lansekap pantai, hutan pinus dan hutan bakau serta lansekap resort dengan kolam renang raksasa membuat resort ini sebagai lokasi prewedding yang banyak dipilih oleh calon pengantin.
Memiliki taman dengan gerbang yang terbuat dari ranting-ranting kayu dengan berlatar belakang pantai marina selalu dipergunakan sebagai lokasi berfoto oleh tamu-tamu.
Lokasi Prewedding di Harris Resort Waterfront Batam. Foto: Harris Resort untuk batampos.co.id
Berapa harga dan tipe kamar di HARRIS Resort Waterfront Batam?
HARRIS Resort Waterfront menawarkan berbagai tipe kamar, mulai dari HARRIS Room, HARRIS Room Beach Access, HARRIS Family Room, HARRIS Family Room Pool Access dan HARRIS Suite.
HARRIS Resort memberikan promo “best rate guaranteed” dengan pemesanan sampai dengan tanggal 30 Juni 2020 untuk periode menginap hingga 30 Desember 2020.
Dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 500.000/malam/kamar untuk tipe kamar HARRIS room.
Harga paket prewedding HARRIS Resort Waterfront Batam
Calon pengantin bisa memesan paket prewedding ini dan mendapatkan manfaat seperti penggunaan lokasi foto di hutan pinus, hutan bakau, beachfront (tepi pantai), monkey bar dan juga kolam renang.
Penggunaan lokasi dapat digunakan selama 4 jam diluar makan siang yang telah dipersiapkan oleh pihak resort yang dapat dinikmati untuk sampai 5 orang.
“Jadi bukan saja calon pengantin tetapi fotographer, MUA dan asisten juga dapat menikmati makanan yang dipersiapkan khusus untuk paket prewedding” ini ujar Dila Bachmid selaku Marketing & Branding Manager Shared Service HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam.
Untuk paket prewedding ini dibandrol dengan harga Rp. 1.000.000 yang mencakup penggunaan lokasi sampai dengan 4 jam, set makanan untuk 5 orang dan penggunaan listrik untuk perlengkapan foto.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket-paket yang ditawarkan oleh HARRIS Resort Waterfront Batam dapat menghubungi 0778-381888.
Dan untuk mendapatkan informasi lebih mengenai paket prewedding dan paket pernikahan dapat menghubungi Meri Sagita di nomor 0811-776-595.(*)
batampos.co.id – Seorang bayi perempuan yang baru lahir dari ibu yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dipulangkan setelah dinyatakan tak terinfeksi Covid-19.
Direktur RSUD Ani Dewiyana mengatakan, bayi tersebut lahir pada Jumat (8/5) lalu dan saat ini dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19. “Sempat dirawat sehari, tapi sekarang sudah kembali bersama keluarganya. Ibunya masih di sini karena berstatus PDP. Bayinya sehat dan tidak ada kaitan dengan Covid-19,” ujar Ani.
Bayi tersebut lahir normal saat sang ibu sedang dalam pengawasan. Namun, belakangan kondisi sang bayi dinyatakan sehat dan tidak terpapar virus, selanjutnya diserahkan kepada keluarganya.(eja)
batampos.co.id – Pemerintah pusat berencana mengebut pembagian bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan, pemerintah akan menyalurkan bantuan secara serentak pada periode 5 hari sebelum Idul Fitri.
“Lima hari menjelang lebaran ini akan dikakukan penyaluran besar-besaran,” kata Muhadjir saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Penyaluran akan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Koordinasi secara virtual telah dijalankan bersama petinggi PT Pos dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.
Mereka pun turut membahas ihwal ketersediaan dana bantuan, hingga sistem penyaluran kepada masyarakat. Di sisi lain, para pekerja PT Pos harus bekerja keras selama menyalurkan bantuan. Sejumlah kendala masih kerap ditemui petugas.
“Bilamana perlu, jajaran PT Pos tidak libur lebaran untuk memenuhi target,” ucap Muhadjir.
Dia menargetkan 80 persen bansos sudah tersalurkan kepada warga pada periode 5 hari sebelum lebaran. “Dari 9 juta target KPM, diharapkan bisa tersalur 8,3 juta. Sekitar 80 persen. Sisanya adalah KPM yang berada di lokasi jauh dan sulit. Membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau mereka,” pungkas Muhadjir.(jpg)
batampos.co.id – Viral sebuah postingan seorang istri prajurit TNI Angkatan Darat (AD) di media sosial yang menuai kritik dari warganet. Pasalnya, dalam cuitan tersebut, pelaku berharap agar rezim bisa segera tumbang sebelum 2020 berakhir. Postingan di media sosial itu ditulis dalam bahasa campuran yakni Jawa dan Indonesia serta berbunyi “Mugo rezim ndang tumbang sebelum akhir tahun 2020”.
Terkait hal itu, TNI AD memutuskan menggelar sidang terhadap Sersan Mayor (Serma) T selaku suami pelaku pada Minggu (17/5). Sidang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Serta dihadiri oleh Wakasad, Komandan Pusat Polisi Militer AD, Pangdam Jaya, Asisten Intelijen KSAD, Direktur Hukum AD, Kepala Pusat Sandi dan Siber AD, dan Kadispenad.
“Pertama, mendorong proses hukum terhadap saudari SD dalam kapasitasnya sebagai anggota Persatuan Istri TNI AD,” kata Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus kepada wartawan, Senin (18/5).
SD diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sidang juga memutuskan menjatuhkan Hukuman Disiplin Militer kepada Sersan Mayor T (anggota Rindam Jaya), berupa penahanan ringan sampai dengan 14 hari.
“Karena tidak menaati perintah kedinasan yang sudah dikeluarkan berulang kali tentang larangan penyalahgunaan sosial media oleh Prajurit TNI AD dan keluarganya,” imbuh Nefra.
Kolonel Inf Nefra menyebut Sidang Disiplin Militer terhadap Serma T akan dipimpin oleh Komandan Rindam Jaya sebagai atasan yang bersangkutan. “Sudah dijadwalkan oleh Pangdam Jaya untuk digelar pada jam 10.00 hari Senin, 18 Mei 2020, di Mako Rindam Jaya,” pungkas Nefra.(jpg)
batampo.co.id – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Batuaji, kembali memulangkan dua pasien positif Covid-19, Minggu (17/5) pagi. Kedua pasien tersebut adalah Novi Maria Astuti, 41, ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Satu lagi Revinna Anastasyah Thamrin, remaja cantik berusia 16 tahun. Keduanya merupakan pasien kasus 33 dan 36.
Keduanya dinyatakan sembuh setelah menjalani dua kali swab dan hasilnya negatif oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.
Seperti pasien-pasien sembuh sebelumnya, pemulangan dilakukan dengan suasana sukacita di Gedung Tun Sendari Terpadu, yang merupakan gedung khusus menangani pasien Covid-19. Mereka diberi bingkisan berisi obat-obatan dan vitamin, bunga, dan ucapan selamat.
Suasana haru sangat terasa sebab kedua pasien terlihat begitu gembira dan semangat setelah dinyatakan sembuh dari penyakit yang berbahaya itu. Begitu juga dengan petugas medis, bahagia karena upaya mereka untuk menyembuhkan pasien dari virus yang menggemparkan dunia ini berjalan dengan baik.
“Alhamdulilah ya Allah, berkah Ramadan yang sangat luar biasa. Saya akhirnya bebas dari virus ini. Terima kasih berlimpah kepada bapak ibu petugas medis di sini. Semoga kita semua sehat selalu ke depannya. Kawan-kawan yang masih dirawat tetap semangat, yakin pasti sembuh,” ujar Novi Astuti.
Tak kalah bahagianya dengan Revinna. Matanya berbinar dan terus mengumbar senyum. Bahkan terus melambaikan tangan dan ucapan terima kasih kepada tim medis yang menanganinya dengan baik selama dirawat. “Terima kasih semua tim medis yang telah berjuang membantu kesembuhan saya,” ujarnya.
Revinna, 16, pelajar SMK tersenyum kepada tim dokter serta perawat dari dalam mobil saat hendak meninggalkan RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Minggu (17/5). Dia dinyatakan sembuh dari covid-19. (F. Dalil Harahap/batam pos)
Revinna divonis positif Covid-19 pada 5 Mei lalu. Pelajar asal Batam Center ini merupakan putri dari kasus 22 dari klaster ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, yang juga telah sembuh.
Sesuai hasil tracing yang dilakukan Tim Surveilans dan Epiodemiologi Dinkes Batam, pada 16 April dilakukan RDT kepadanya, ayah dan dua saudaranya yang lain. Hasil yang bersangkutan disimpulkan reaktif.
Sedangkan ayah dan dua saudaranya nonreaktif. Selanjutnya pada 1 Mei, mereka menjalani swab tenggorokan, hasilnya baru diterima pada 5 Mei dan yang bersangkutan dinyatakan positif. Sedangkan ayah dan seorang saudaranya terkonfirmasi negatif.
Ani berharap, para pasien yang sembuh ini tetap tetap mengikuti protokol kesehatan di rumah masing-masing.”Pulang dari sini tetap jalani karantina mandiri selama 14 hari. Ikuti semua instruksi pemerintah. Jaga jarak sosial dan fisik serta pakai selalu masker saat keluar rumah,” pesan Ani.
Wakil Direktur RSUD Sri Rupiati menjelaskan, pemulangan ini menambah daftar panjang pasien positif Covid-19 yang sembuh dari RSUD, yakni 10 orang. Sementara pasien yang masih dirawat tersisa 11 orang yang terdiri dari 9 positif dan dua PDP. “Untuk yang sembilan ini, lima di antaranya sedang menunggu kabar baik juga. Hasil swab terakhir mereka akan segera keluar dan kalau hasilnya negatif mereka juga akan segara pulang,” ujar Sri. (eja/iza)
batampos.co.id – Tim gugus tugas Covid-19 Kota Batam kembali merilis adanya penambahan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Pada Senin (18/5/2020), Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya menyampaikan, ada 11 warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari cluster terkonfirmasi positif Nomor. “32”, Nomor. “35” yang telah
meninggal dunia dan Kasus Nomor “49” yang saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Kota Batam,” katanya.
Ia menjelaskan 11 orang tersebut terdiri dari tiga orang perempuan dan 8 orang laki-laki.
Mereka ialah:
1. LM
LM berusia 39 tahun dan beralamat di kawasan perumahan kampung Seraya Kelurahan Seraya Kecamatan Batuampar dan merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 55 Kota Batam.
2. H
H berusia 45 tahun dam merupakan buruh angkut barang, beralamat di kawasan
perumahan kampung Seraya Kelurahan Seraya Kecamatan Batuampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 56 Kota Batam.
3. S
S berusia 55 tahun berprofesi sebagai karyawan dan beralamat di kawasan perumahan kampung
Seraya Kelurahan Seraya Kecamatan Batuampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 57 Kota Batam.
4. B
Berusia 43 Tahun, Swasta , beralamat di kawasan perumahan Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 58 Kota Batam.
5. KMB
KMB berusia 13 tahun berstatus pelajar, beralamat di kawasan
perumahan Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 59 Kota Batam.
6. ED
ED berusia 44 Tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan perumahan Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 60 Kota Batam
7. CMB
CMB berusia 7 Tahun, Pelajar, beralamat di kawasan perumahan
Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 61 Kota Batam.
8. IK
Berusia 21 Tahun, sekuriti/Satpam, beralamat di kawasan perumahan
kampung Seraya Kelurahan Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 62 Kota Batam.
9. SYK
SYK berusia 20 Tahun, Karyawan, beralamat di kawasan perumahan
kampung Seraya Kelurahan Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 63 Kota Batam.
10. Z
Z berusia 15 Tahun, Pelajar, beralamat di kawasan perumahan
Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 64 Kota Batam.
11. WSC
Berusia 22 Tahun, Pelajar, beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 65 Kota Batam.(esa)
batampos.co.id – Tharmizi, warga Taman Kota Mas Blok B3-3A RT 004 RW 009, Lubukbaja yang sempat dinyatakan hilang saat memancing ditemukan di Perairan Pulau Nguan, Galang Baru, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sebelumnya, pria 55 tahun ini dinyatakan hilang di Perairan Pulau Airsaga, Galang, Sabtu (16/5/2020) malam.
Pria yang berstatus sebagai pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam ini terjatuh dari pancung boat saat memancing.
“Sudah kita temukan dan jasadnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syamsurizal.
Syamsurizal, mengatakan, jasad Tharmizi menghilang selama 20 jam dan ditemukan berjarak 5 mil dari lokasi jatuh dan hilangnya.
Untuk pencarian jasad tersebut, petugas mengerahkan 2 unit kapal, yakni dari Sat Pol Air Polresta Barelang dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Ada beberapa warga sekitar juga membantu. Kita fokuskan
pencarian di sekitar lokasi korban terjatuh,” kata Syamsurizal.
Informasi yang didapatkan, Tharmizi menuju Perairan Pulau Airsaga bersama rekannya, Supardi warga Perum Arta Guna Lestari Blok C/13 RT 001 RW 012.
Keduanya menumpang boat fiber. Dari keterangan Supardi, saat
rekannya tersebut terjatuh, ia berusaha melemparkan jirigen.
Hanya saja, keberadaan rekannya tersebut tak terlihat karena minim cahaya.
“Temannya sudah berusaha menolong. Tapi tak berhasil. Kita langsung ke lokasi, dan mengevakuasi Supardi,” kata
Syamsurizal.
Sementara itu, Kapolsek Galang, AKP Herman Kelly, membenarkan jasad Tharmizi yang sudah ditemukan dan
dievakuasi.
“Kita sudah beri tahu kabar duka ini ke pihak keluarga juga,” katanya.(opi/eja)
batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris memberikan apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Anambas atas aksi peduli dan gerak cepat membagikan sembako untuk membantu masyarakat dan jurnalis yang terdampak Covid-19.
Abdul Haris mengatakan dengan bantuan yang diberikan itu diharapkan juga mampu ikut meringankan beban masyarakat di tengah covid di bulan penuh berkah ini.
“Kami pemerintah daerah mengapresiasi kepedulian kawan-kawan PWI yang telah ikut peduli di tengah covid yang telah melanda dunia hingga ke Anambas,’ujar Haris, dalam sambutannya pada penyerahan simbolis bantuan di Halaman Kantor Dinas Kesehatan KKA, Senin (18/5/2020).
Di sisi lain, ia mengatakan dalam pemberitaan terkait Covid-19, ia berharap agar dapat memberikan informasi dan penulisan yang baik kepada masyarakat.”Berikan berita yang menyejukkan sehingga memberikan ketenangan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris dalam penyerahan simbolis bantuan paket sembako bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Anambas di Halaman Kantor Dinas Kesehatan KKA, Senin ( 18/5/2020). ( Foto : Faidillah /batampos.co.id).
Sementara itu Ketua PWI Kepulauan Anambas Indra Gunawan mengatakan, bantuan yang diberikan untuk sedikit meringankan beban yang mendera ditengah covid 19 sekaligus bentuk kepedulian menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H.
“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan ini diharapakan dapat membantu anggota dan rekan-rekan seprofesi,”jelasnya.
Ia mengaku apa yang diberikan sebenarnya di luar ekspektasi, sehingga bantuan yang diberikan dapat menyasar hingga masyarakat yang membutuhkan.(fai)
batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri 2020. Pasalnya pemerintah masih menghadapi pandemi virus Korona atau Covid-19 di tanah air.
“Dalam minggu ini, maupun minggu depan, bahkan dua minggu ke depan pemerintah masih fokus kepada larangan mudik dan mengendalikan arus balik,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5).
Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan juga Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto untuk bisa mengawasi larangan dan mengendalikan arus balik di mudik 2020 ini..
“Agar larangan mudik ini berjalan efektif di lapangan,” katanya.
Namun, kata Jokowi, transportasi untuk logistik, pemerintah dan juga untuk kesehatan bisa beroperasi seperti biasanya. Sehingga tidak ada pelarangan.
Kemudian, mengenai kepulangan 34 ribu pekerja migran Indonesia (PMI), Jokowi meminta supaya diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga bisa meredam penyebaran virus Korona di tanah air.
“Untuk urusan kepulangan pekerja mihran dan ekonomi tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.(jpg)
MELALUI Perppu Nomor 2 tahun 2020, yang dikeluarkan pada 4 Mei 2020, Pemerintah resmi menunda beberapa tahapan Pilkada serentak tahun 2020, yang puncaknya yaitu pencoblosan menjadi bulan Desember 2020. Pemerintah memberi catatan bahwa hal itu dapat dilaksanakan andaikata situasi terkait virus covid-19 mengalami penurunan.
Setahu saya, inilah payung hukum resmi penundaan pilkada serentak 2020. Sebelumnya, pilkada dijadwalkan pada 23 September 2020. Oleh karena pandemi covid-19, pemerintah yang diwakili Mendagri Tito Karnavian membuat kesepakatan bersama Komisi II DPR RI, KPU RI, Bawaslu, dan DKPP. Ini hanya kesepakatan yang menunggu payung hukum, sebab Pilkada Serentak 2020 sebelumnya diputuskan melalui UU.
Awalnya, sempat terjadi kerancuan karena UU hanya direvisi melalui kesepakatan, bukan melalui UU yang legalitasnya selevel. Barulah setelah Perppu Nomor 2 tahun 2020 diteken, maka sahlah penundaan tersebut. Padahal sebelumnya, empat tahapan pilkada hanya ditunda melalui kesepakatan di atas.
Setelah Perppu penundaan itu diteken, muncul diskursus kelompok prodemokrasi, kalangan partai politik, akademisi, pengamat, hingga timses. Ada yang berharap pilkada serentak dapat dilaksakanan Desember 2020, namun tak sedikit yang pesimis karena kurva pandemi covid-19 tak pasti kapan akan menurun.
Tak kurang Menkes RI Triawan menyampaikan kerisauannya. Kata dia, “Tak elok jika pilkada dilaksanakan di tengah pandemi covid-19”.
Pernyataan Triawan ini mengundang simpati dan terasa lebih sejuk. Sebab sebelumnya, Menkes dari latar belakang militer ini kerap melontarkan pernyataan kontroversi ke tengah publik. Namun agak aneh juga ketika Menkes yang notabene adalah anak buah Presiden ini mengkritik Perppu yang dikeluarkan oleh pemerintah sendiri.
Bagaimana tanggapan KPU RI? Ketua KPU RI Arief Budiman mengaku lebih lega setelah Perppu ini keluar. Dengan demikian pihaknya memiliki legalitas untuk menyiapkan mitigasi dan pelaksanaan “pilkada lanjutan” tersebut. Hanya saja, dia mengaku KPU RI tetap menyiapkan tiga skenario pelaksanaan pencoblosan.
Kepada wartawan, Arief menyebutkan, pihaknya menunggu keputusan pemerintah terkait masa tanggap pandemi covid-19 yang diperpanjang hingga 29 Mei 2020 melalui keputusan Ketua BNPB yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjend Doni Monardo.
“Jika pemerintah tidak mencabut masa tanggap pandemi ini pada tanggal 30 Mei 2020, kami pastikan pilkada serentak kembali akan ditunda,” kata Arief di Jakarta.
Pihak KPU RI, menurut Arief, sudah menyiapkan tiga alternatif pelaksanaan pencoblosan, yakni Desember 2020, Maret 2021, atau September 2021. Artinya, jika masa tanggap penanganan covid-19 tidak dicabut pada 30 Mei 2020, maka opsi pertama tidak dapat dilaksakan.
Kepentingan Politik Petahana
Jika dilihat dalam perspektif lebih luas, opsi pelaksanaan pada Desember 2020, tidak terlepas dari kepentingan partai politik, terutama parpol yang pada 2020 ini kadernya akan maju sebagai petahana (incumbent). Sebab, jika pelaksanaan pilkada bergeser hingga Maret 2021 apalagi September 2021, maka akan banyak petahana yang diberhentikan karena habis masa jabatan.
Situasi tersebut, tentu akan memengaruhi kekuatan penetrasi petahana menjelang berlaga kembali. Akan ada pelaksana tugas di banyak daerah, yang belum tentu akan menguntungkan petahana di manapun. Apalagi misalnya jika pelaksana tugas kepala daerah berafiliasi kepada lawan politik, ini akan semakin menyulitkan. Itulah mungkin salah satu pertimbangan elite di Senayan, khususnya di Komisi II memasukkan Desember 2020 sebagai opsi pertama pelaksanaan pilkada serentak.
Memang saya belum mengecek data partai mana saja yang menempatkan kadernya di kursi petahana di seluruh Indonesia. Akan tetapi, jika kita membaca dari klaim beberapa partai, hampir semua partai besar saat ini ada keterwakilan sebagai gubernur, wakil, bupati, wakil, walikota, dan wakil di banyak daerah. Inilah kepentingan strategis yang diperjuangkan. Wajar saja sebagai ikhtiar politik.
Lalu, bagaimana dengan pandemi covid-19 itu sendiri? Apakah kurvanya akan mulai melandai pada Mei 2020 sehingga beberapa daerah akan mulai menempuh langkah melonggarkan pembatasan penanganannya? Tak satupun pihak yang dapat menjawabnya secara pasti. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) mengeluarkan amaran keras bagi negara yang akan melakukan pelonggaran.
Di Indonesia sendiri, sama seperti di Amerika, sedang terjadi perang dua “mazhab” berbeda. Yakni, “mazhab” kesehatan dengan “mazhab” ekonomi. “Mazhab” pertama bahkan semakin kencang mengkritik “mazhab” ekonomi yang digawangi oleh pemerintahan yang berencana dan mempersilakan pekerja usia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja.
Di banyak media sosial, “mazhab” kesehatan memprotes dengan membuat berbagai meme dan video berisi kegusaran mereka. “Indonesia terserah!” begitu tulisan mereka di selembar karton atau bagian belakang baju APD “petugas medis”. Sementara di “mazhab” ekonomi, sudah bersileweran pernyataan pejabat yang meminta “berdamai” dengan covid-19 itu.
Lalu, “mazhab” mana yang akhirnya akan menang? Eloknya kita tunggu saja ke mana ujung “pertikaian” kedua “mazhab” tersebut. Yang jelas, “mazhab” manapun yang akan menang, kita berharap rakyat tidak menjadi korban dan tenaga medis tidak dipaksa bekerja di luar kemampuan.
Terakhir, terkait tema catatan kecil kali ini, tentu saja kita sangat berharap, opsi manapun yang akan diputuskan oleh KPU RI nanti, adalah opsi yang terbaik. Jangan sampai, pilkada serentak kelak dicatat oleh tinta yang berdarah!