Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10318

Ini Dokumen yang Harus Dikirim saat Daftar PPDB lewat WhatsApp

0

batampos.co.id – Pada PPDB tahun ajaran 2020/2021 ini Dinas Pendidikan Kota Batam telah menyiapkan aplikasi pendaftaran daring berbasis online. Namun sejak pendaftaran dibuka 10 Juni lalu atau hari pertama, banyak orang tua calon siswa yang kesulitan mengakses situs web tersebut.

Karena itu bagi orang tua yang merasa kesulitan, bisa meminta bantuan operator PPDB sekolah. Caranya cukup dengan mengirimkan foto dokumen melalui aplikasi Whatsapp (WA) ke nomor operator masing-masing. Nomor WA operator PPDB bisa dilihat di spanduk yang terpasang di tiap sekolah.

“Kalau sudah kirim foto dokumen, biar sekolah saja yang mendaftarkan. Setiap WA yang orang tua kirim akan direspon. Setelah diproses akan ada laporan ke orang tua bahwa proses pendaftaran sudah dilaksanakan. Karena yang mengirim juga pasti banyak, kami harap orang tua bersabar,” pesan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan.

Sehubungan dengan banyaknya keluhan orangtua calon siswa tidak bisa mengakses aplikasi PPDB, maka dapat dilakukan dengan cara:

1. Orangtua calon siswa dapat mengirimkan foto dokumen pendaftaran melalui WhatsApp ke nomor operator sekolah yang telah disiapkan, dengan pilihan sekolah yangg sudah ditentukan orangtua calon siswa.

Selanjutnya operator SDN/SMPN membantu mendaftarkan/menginput dalam sistem aplikasi PPDB, ini dilakukan sampai waktu web aplikasi PPDB kembali Normal. Nomor WhatsApp operator sekolah dapat dilihat di spanduk yang terpasang disetiap sekolah.

Dokumen yang dikirim untuk mendaftar SD
Jalur Zonasi
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Akte kelahiran

Jalur afirmasi
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Akte kelahiran
– Bukti keikutsertaan PKH, kartu KIP atau lainnya

Jalur Perpindahan
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Akte kelahiran
– SK pindah orangtua.

Dokumen yang dikirim untuk mendaftar SMP
Jalur Zonasi
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Surat keterangan menyelesaikan pembelajaran kelas VI

Jalur afirmasi
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat ketetrangan domisili
– Surat keterangan menyelesaikan pembelajaran kelas VI
– Bukti keikutsertaan PKH, kartu KIP atau lainnya

Jalur Prestasi
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Surat keterangan menyelesaikan pembelajaran kelas VI
– Surat keterangan nilai 5 semester terakhir minimal 85 dan/atau
– Sertifikat prestasi non akademik

Jalur Perpindahan
– KK
– Jika KK tidak sesuai domisili, melampirkan surat keterangan domisili
– Surat keterangan menyelesaikan pembelajaran kelas VI
– SK pindah orangtua.

2. Dinas Pendidikan menyediakan posko pengaduan di gedung gurindam dinas pendidikan Kota Batam atau dapat menghubungi call center dengan no telepon; 0778 324442, 081371120492, email: [email protected]

Setiap WhatsApp orangtua yg mengirimkan dokumen syarat pendaftarannya, akan direspon dan setelah diproses laporan ke orangtua bahwa proses pendaftaran sudah dilaksanakan.(*/uma)

Mantan KASAD Ipar SBY Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang juga politikus Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia, Sabtu (13/6) malam. Berpulangnya ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dibenarkan oleh politikus Partai Demokrat, Rachlan Nashidik.

“Telah meninggal dunia malam ini Bapak Pramono Edhie Wibowo di RS Cimacan,” ujar Rachland dilansir dari JawaPos.com, Minggu (14/6).

Rachlan mengatakan, seniornya di Partai Demokrat itu meninggal akibat serangan jantung. “Tadi dikabari wafat jam 19.43 WIB serangan jantung,” katanya.

Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 5 Mei 1955 dengan umur 65 tahun. Ia adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor: 40/TNI/2011.

Pramono juga pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan pada tahun 2009 juga pernah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi. Ayahnya, Letjen TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, juga merupakan mantan Komandan RPKAD yang turut andil dalam penumpasan pemberontakan G 30 S/PKI.(jpg)

Lagi, Kasus Positif Covid-19 Bertambah di Atas Seribu Orang

0

batampos.co.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus positif Korona masih terus bertambah di atas 1.000. Yuri mengatakan, pihaknya telah memeriksa dengan menggunakan PCR atau tes cepat molekuler berjumlah 16.574 spesimen.

“Sehingga jumlahnya total keseluruhan adalah 495.527 spesimen,” ujar Yurianto dalam konfrensi pers di BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6).

Yuri mengatakan, untuk kasus positif per hari ini terjadinya penambahan sebanyak 1.014 orang. Sehingga jumlah total yang terkonfirmasi positif berjumlah 37.420 orang. Sementara, per hari ini jumlah orang yang sembuh sebanyak 563, sehingga totalnya mencapai 13.776 orang.

“Kalau kita lihat angka ini maka berada di angka kisaran 53,8 persen,” tuturnya.

Kemudian, orang yang meninggal dunia juga terjadi penambahan sebanyak 43 orang. “Totalnya 2.091 kasus, sekitar 5,78‎ persen,” ungkapnya.(jpg)

Pemerintah Akui Tes Covid-19 di Indonesia Masih Kalah Dari Malaysia dan Thailand

0

batampos.co.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa Indonesia masih jauh dari negara-negara lain dalam uji tes virus Korona.

Yurianto mengatakan tes virus Korona di Indonesia masih di bawah 2 ribu per 1 juta penduduk. Masih jauh pada negara Thailand, Malaysia, Jepang dan Filipina.

‎”Dihitung seluruh keseluruhan hitung tanah air kita memang tes kita masih rendah 1.752 tes per 1 juta penduduk,” ujar ‎Yurianto dalam konfrensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6).

Menurut Yurianto di Malaysia bisa mencapai 19.118 tes Korona per 1 juta penduduk. Thailand mencapai ‎ 6.078 orang per 1 juta penduduk. Kemudian Filipina 4.419 orang per 1 juta penduduk. Selanjutnya Jepang dilakukan tes 2.626 per 1 juta penduduk.

Namun demikian dengan masih rendahnya tes virus Korona di tanah air bukan berarti pemerintah tidak serius dalam menangani pandemi virus Korona ini.

“Ini bukan merupakan sebuah gambaran kita memberikan kesan bahwa keseriusan pemerintah tidak terlihat,” katanya.

‎”Karena kita lihat tanah air kita terdiri dari banyak kepulauan, terdiri dari banyak wilayah yang cukup luas dan kepadatan, dan risiko mobilitas orang yang terkait dengan pembawa penyakit cukup besar yang sangat berbeda-beda,” tambahnya.

Yurianto berujar, selama virus ini belum ditemukan vaksinya. Maka masyarakat akan berdampingan hidup bersama virus Korona. Untuk itu di tatanan kehidupan normal baru atau new normal masyarakat bisa menerapkan ‎protokol kesehatan yang ketat.

“Ini adalah kebiasaan baru, inilah kemudian tatanan hidup yang baru yang harus kita lakukan. Karena hanya dengan cara ini saja kita bisa mengendalikan penularan dari satu orang ke orang yang lain,” pungkasnya.(jpg)

Dipindahkan KPK, Nurdin Basirun Kini Huni Lapas Sukamiskin

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memindahkan mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin pada 10 Juni 2020 lalu. Sebelumnya, Nurdin Basirun divonis empat tahun penjara karena dinyatakan bersalah dalam penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Provinsi Kepri.

”Pak Nurdin Basirun pada Rabu, 10 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, telah dipindahkan ke LP Sukamismin dari Rutan KPK Jakarta Selatan karena putusan PNn Jakarta Pusat telah berkekuatan hukum tetap sejak 16 April 2020,” ujar Penasehat Hukum Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun melalui siaran persnya, Jumat (12/6).

Mantan pengacara Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, KPK menunda mengeksekusi Nurdin karena alasan pendemi Covid-19. Menurut Asrun, ia turut menemani Nurdin sampai Lapas Sukamiskin, Bandung. Saat ini, Nurdin sedang menjalani isolasi selama 8 hari di Lapas Sukamiskin.

”Pak Nurdin membawa dua tas berisi buku-buku dan pakaian keluar Rutan KPK. Kondisi mantan Bupati Karimun terlihat sehat dan segar saat meninggalkan Rutan KPK. Tidak ada keluarga Nurdin yang menyaksikan eksekusi KPK ini,” jelasnya.

Dikatakannya juga, secara bertahap Nurdin sudah membayar uang pengganti (UP) yang ditetapkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat sebesar Rp 4,3 miliar secara bertahap. Adapun untuk tahap awal Nurdin sudah membayar uang pengganti tersebut sebesar Rp 2 miliar pada 20 April lalu.

Kemudian sisanya sudah diselesaikan belum dipindah dari Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin. ”Artinya Pak Nurdin sudah menyelesaikan apa yang menjadi putusan majelis hakim. Yakni, membayar uang pengganti Rp 4,3 miliar, uang denda Rp 250 juta, dan uang perkara Rp7.500,” tutupnya.

Seperti diketahui dalam perkara ini, berdasarkan amar putusan Majelis Hakim PN Tipikor, Jakarta Pusat, Nurdin Basirun terbukti bersalah sesuai dakwaan kesatu pasal 12 ayat (1) a UU Tipikor jo pasal 55 jo 64 KUHP dan dakwaan kedua pasal 12B UU Tipikor.

Adapun yang memberatkan adalah bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak akui perbuatan tersebut. Sedangkan hal meringankan, berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

Dalam amar putusan tersebut, selain divonis empat tahun penjara, Nurdin juga didenda Rp 200 juta subsider 3 bulan. Selain itu, Nurdin juga dikenakan uang pengganti Rp 4.228.500.000 atau subsider 6 bulan penjara, dan pencabutan hak politik 5 tahun.

Kemudian mengenai barang bukti berbeda dengan amar barang bukti tuntutan yang mana barang bukti uang yang ditemukan di rumah dinas terdakwa menurut majelis hakim dikembalikan, sedangkan dituntutan dirampas untuk negara. Sedangkan barang bukti lainnya conform JPU. (*/jpg)

ISNU KEPRI dan Batam Beri Solusi lewat Webinar Menjelang New Normal COVID-19 di Batam

0

batampos.co.id – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Kepri dan Batam menggelar Webinar (seminar daring) tentang implementasi New Normal di masa pendemi COVID-19 yang digelar di Gedung Politeknik Negeri Batam, Sabtu (13/6/2020).

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai pihak, representasi kelompok agama, pendidikan dan pelaku ekonomi bisnis.

Bahkan ada dari berbagai daerah, termasuk dari Lingga, Anambas, Bintan dan luar Kepri antara lain dari Kabupaten Meranti dan Kota Bogor Jabar.

Seminar daring yang bertemakan Kesiapan Implementasi New Normal dalam Perspektif Medis, Keagamaan, Pendidikan dan Sosial Ekonomi di Kota Batam) menghadirkan empat pembicara utama yang berkompeten di bidang masing-masing.

Yakni dr Syamsul Rizal (dokter RS Ahmad Tabib Provinsi Kepri), H. Luqman Rifai, S.Ag ( Ketua Ikatan Persuadaraan Imam Masjid/IPIM Kota Batam), Hendri Arulan, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam), dan Dr. Suyono Saputro, SE., MM (Kadin Kepri/Dosen UIB) dengan dipandu Mohamad Irfan Sekretaris PC ISNU Batam.

Pembahasan diawali dengan pengantar yang disampaikan Ketua PW ISNU Kepri, Dr H Muhammad Zaenuddin.

Menurutnya, ISNU Kepri dan Batam sangat terpanggil untuk menggelar seminar daring ini karena dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberi solusi untuk menjadi acuan bagi pemegang kepentingan dalam pelaksanaan New Normal di tengah wabah COVID-19 di Kota Batam.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan para pembicara untuk memberikan materinya, begitu juga dengan para peserta yang sudah meluangkan waktu dan memberi masukan meski hanya lewat daring.

Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Kepri dan Batam menggelar Webinar (seminar daring) tentang implementasi New Normal di masa pendemi COVID-19 yang digelar di Gedung Politeknik Negeri Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Sementara itu dr Syamsul Rizal dalam pemaparannya menjelaskan tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat yang sudah disosialisakan kepada seluruh masyarakat melalui lembaga yang resmi, apalagi mnejelang memasuki New Normal.

Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan wabah COVID-19 bukannya hilang malah justru muncul gelombang kedua COVID-19.

“Ini yang tidak kita ingin terjadi,” katanya.

Selanjutnya perlu ada pemerikasaan secara ketat dalam suatu kelompok masyarakat melalui rapit test, nanti akan ketahuan. Sehingga nantinya bisa dipetakan dan langsung dinterpensi.

Sedangkan Luqman Rifai menjelaskan bahwa dalam catatannya setidaknya ada 7 keputusan fatwa MUI yang telah dikeluarkan di era pendemi COVID-19, hal itu dilakukan tidak lain demi kemaslahatan umat agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Meski dalam praktiknya di lapangan fatwa MUI dan surat edaran pemerintah tidak semua dijalankan di lapangan. Dalam laporan IPIM Kota Batam katanya setidaknya ada 15 persen yang berbeda pendapat dengan fatwa MUI dan surat ederan pemerintah tersebut.

Padahal dalam ajaran Islam khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sudah menjadi acuan bahwa ketetapan hakim mestinya menghilangkan perbedaan yang ada.

Ini belum disadari sepenuhnya masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaannya.

Soal pembatasan aktivitas di rumah ibadah sejak wabah COVID-19 ini memiliki dampak sosial ekonomi yang luar biasa.

“Beberapa imam masjid sejak beberapa bulan ini tidak bergaji karena tak ada lagi pemasukan melalui infaq masjid, operasional masjid juga terputus dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Dalam implentasinya menjelang di New Normal yang harus dilakukan menurutnya, adalah edukasi dan pembiasaan diri. Misalnya, selalu menggunakan masker, dan mencuci tangan dan lainnya.

Kemudian adalah pengawasan yang ketat tentang penerapan protokol kesehatan di masjid dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selain itu, lanjut Luqman berdasarkan surat edaran Ditjen PKH tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah COVID-19 harus dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat.

Jika tidak maka hewan kurban harus disembeli di rumah potong hewan (RPH). Jika setiap masjid tetap harus menyembeli hewan qurban di lingkungan, maka panitia penyembeli hewan kurbab diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Ini menjadi masalah dan akan terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menyebutkan hingga saat ini, proses belajar mengajar bagi siswa belum bisa dilaksanakan seperti biasanya.

Berdasarkan surat edaran kementerian pendidikan proses belajar mengajar di rumah masih berlangsung hingga tanggal 13 Juli 2020, kemungkinan besar akan diperpanjang jika melihat kondisi di lapangan masih seperti ini, namun untuk jelasnya masih menunggu surat edaran dari kementerian pendidikan.

Kemudian soal PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Batam secara online hingga saat ini masih terus berjalan, karena waktunya terbilang panjang hingga 26 Juni 2020.

Bagi orang tua calon siswa yang sulit mengakses lewat online, pihaknya memberikan solusi dengan membuka pendafran PPDB via WA.

“Pihak sekolah akan menfasilitasi orang tua untuk melakukan pendaftaran melalui WA ke nomor operator sekolah. Nomor operator sekolah dapat dilihat di spanduk yang terpasang di setiap sekolah. Caranya orang tua cukup memngirim berkas foto copy KK dan Akte Lahir ke nomor WA sekolah masing-masing,” jelasnya.

Kemudian Dr.Suyono Saputro memaparkan dalam sistem ekonomi ketika satu sistem bermasalah maka akan berdampak ke sistem yang lain.

Covid-19 sangat mengganggu ritme ekonomi dunia saat ini. Kita tahu saat ini banyak usaha yang tutup, banyak pekerja yang dirumahkan. Ini menyebabkan alur peredaran uang makin terhambat.

Nah kalau ini dibiarkan berlama-lama bukan hanya pendapatan pemerintah dari sektor pajak yang berkurang, tetapi semua tatanan ekonomi akan terdampak.

Inilah satu penyebabnya pemerintah akan segera menerapkan new normal, sehingga roda ekonomi tetap jalan, yang tadinya karyawan di rumahkan bisa kembali bekerja dengan membiasakan tatanan yang baru, namun tetap mengacu pada protokol kesehatan.

“Penerapan physical distancing dan setiap keluar rumah harus menggunakan masker itu sudah harus menjadi budaya dengan kondisi saat ini,” katanya.

Kini sudah saatnya membiasakan diri melakukan aktivitas go virtual. Proses peralihan harus dijalani.

Suyono mengakui dampak COVID-19 yang besar pengaruhnya adalah di sektor pariwisata, dan sektor ini diprediksi akan mengalami recovery yang lama bila di banding dari sektor-sektor yang lain.(*)

Daftar Nikah Bisa di KUA Lagi

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan ketentuan baru terkait pernikahan pada masa new normal. Kini, proses pencatatan sampai akad nikah boleh dilakukan di kantor urusan agama (KUA) lagi. Tetapi, secara umum tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Dalam regulasi sebelumnya, pendaftaran pencatatan nikah di KUA dibatasi maksimal delapan pasang per hari. Aturan itu dibuat untuk menghindari munculnya kerumunan di KUA. Nah, dalam ketentuan yang baru dikeluarkan 10 Juni lalu, tidak ada pembatasan jumlah pencatatan pasangan menikah dalam sehari.

Kemudian, dalam aturan lama, pendaftaran pencatatan nikah hanya dilakukan secara online melalui simkah.kemenag.go.id. Aturan yang baru, pendaftaran pencatatan nikah kembali dibuka melalui kunjungan langsung ke KUA setempat.

Sementara itu, ketentuan peserta atau undangan dalam proses akad nikah di KUA atau rumah tetap dibatasi sebanyak 10 orang. Akad nikah yang digelar di masjid atau gedung pertemuan maksimal dihadiri 20 persen dari kapasitas gedung dan tidak lebih dari 30 orang.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, ketentuan jumlah undangan bersifat baku. ’’Jika tidak dapat dipenuhi, penghulu wajib menolak pelayanan nikah,’’ katanya Jumat (12/6). Penolakan itu disertai dengan alasan tertulis dan diketahui aparat keamanan setempat.

Kamaruddin menambahkan, ketentuan new normal untuk pencatatan nikah berlaku secara umum di seluruh wilayah Indonesia. Dia mengakui, memang ada daerah yang masih tinggi kasus penularan Covid-19. ’’Bisa (daftar nikah, Red) online atau langsung ke KUA dengan menaati protokol Covid-19,’’ jelasnya. Ditjen Bimas Islam Kemenag akan terus memonitor dan mengevaluasi kondisi di lapangan.(jpg)

Gugus Tugas Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat mengantisipasi gelombang kedua serangan virus korona jenis baru melalui pembukaan berbagai kegiatan masyarakat di sejumlah sektor secara bertahap. Khusus sektor pariwisata Pemprov Jabar merekomendasikan kepada kepala daerah untuk membuka destinasi wisata outdoor (luar ruangan) dan beroperasi pada siang hari

Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional diterapkan, pemprov secara bertahap membuka kegiatan di sejumlah sektor secara bertahap sebagai antisipasi munculnya gelombang kedua serangan Covid-19.

Gubernur Jabar yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar M. Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara menjelaskan, sektor yang pertama dibuka adalah kegiatan di tempat ibadah. Setelah itu, kegiatan yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian, tetapi berisiko kecil terhadap penularan Covid-19, seperti industri dan perkantoran, kemudian sektor perdagangan, pariwisata, dan pendidikan.

”Jadi, hiburan malam dan yang sifatnya pariwisata malam hari, kami tidak rekomendasikan dulu, walau diskresi tetap ada di pemerintah kabupaten/kota,” kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, rekomendasi tersebut merujuk pada gelombang dua serangan Covid-19 di Korea Selatan, di mana penularannya terjadi di destinasi wisata malam hari. ”Pendidikan juga kami masih tahan. Kasus di Israel, Prancis, dan Korea Selatan, klaster pendidikan tinggi. Maka, pendidikan per hari ini belum kita buka dulu, sampai situasi aman,” terang Ridwan.

Dia menyebut, potensi penularan Covid-19 di pasar tradisional tergolong tinggi. Apalagi pedagang di sejumlah pasar di Jabar terkonfirmasi positif Covid-19. Oleh karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar memfokuskan tes masif di 700 pasar se-Jabar.

Dia mengatakan, ketidakdisiplinan pedagang dan pembeli dalam jaga jarak, pemakaian masker, serta adanya kerumunan, memicu munculnya kasus positif di pasar tradisional. ”Kami meyakini banyak pembeli dan penjual tidak disiplin pakai masker, sehingga pembeli bisa tertular penjual, penjual bisa tertular oleh pembeli,” papar Ridwan.

Sebanyak 627 Mobile Covid-19 Test dan Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) disiapkan gugus tugas provinsi untuk mengambil sampel di pasar tradisional. Tes masif terdiri atas tes cepat dan tes usap.

Ridwan menyatakan, pengetesan secara masif akan didahului dengan sosialisasi dan komunikasi yang memadai, dengan tujuan mengantisipasi penolakan tes masif, seperti di sejumlah daerah lain. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk mengawal pengetesan itu, sehingga tidak ada penolakan masyarakat karena kurangnya sosialisasi.

”Total 700 pasar yang akan kami lakukan pengetesan, sehingga tidak ada pedagang pasar yang terkena dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar dalam waktu yang tidak ditentukan,” ucap Ridwan.(antara)

Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Wajib Menggunakan PIN

0

batampos.co.id – Kartu Kredit dalam keseharian sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat sebagai salah satu alat bayar seperti belanja, makan, liburan bahkan donasi.

Sejalan dengan kondisi New Normal yang mengarah kepada cashless payment, pemakaian kartu kredit akan semakin intens.

Guna melindungi nasabah pemegang Kartu kredit, maka mulai tanggal 1 Juli 2020 semua kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia wajib menggunakan PIN sebagai sarana otentikasi transaksi yang sah.

Semua transaksi kartu kredit yang tidak menggunakan PIN akan otomatis ditolak oleh mesin EDC.

Bagi nasabah Bank Mandiri, untuk melakukan aktivasi PIN kartu kredit pada kondisi New Normal saat ini, bisa dilakukan dimana saja cukup menguhubungi Mandiri Call atau melalui Mandiri ATM.

Vice President Bank Mandiri Kepri Batam Wisnu Jatmiko mengatakan nasabah bisa aktivasi PIN melalui Mandiri Call 14000, namun sebelumnya harus meminta kode One Time Password (OTP) dengan mengirim SMS ke 3355 dengan format OTPCC(spasi)16 digit nomer kartu kredit.

Setelah itu nasabah akan mendapatkan jawaban SMS dari 3355 yang berisi kode OTP. Selanjutnya nasabah melanjutkan aktivasi PIN melalui Mandiri Call.

Saat menghubungi Mandiri Call, nasabah cukup memasukkan 16 nomer kartu kredit dan tanggal lahir.

Kemudian tekan 2 untuk pembuatan PIN kartu kredit. Masukkan kode OTP terlebih dahulu dan selanjutnya membuat 6 digit PIN sesuai keinginan nasabah serta melakukan konfirmasi PIN tersebut.

Aktivasi PIN melalui Mandiri ATM dengan cara nasabah memasukkan kartu kredit ke mesin ATM.

Pada saat layar muncul “masukkan PIN”, ketik kode OTP yang sebelumnya telah diterima melalui SMS. Selanjutnya pilih menu “Buat PIN”.

Masukkan kembali kode OTP tadi, lalu masukkan 6 digit PIN yang diinginkan dan konfirmasi PIN tersebut.

“Penggunaan PIN akan membuat transaksi lebih aman dan nyaman. Nasabah wajib menjaga kerahasiaan PIN dari pihak manapun. Bagi beberapa negara pun telah mewajibkan penggunaan PIN saat transaksi dengan kartu kredit. PIN ini juga untuk menghindari resiko pembobolan atau kejahatan lain seperti skimming,” tutup Wisnu.(rng)

Ini Cerita Garda Terdepan Penanganan Covid-19 di Kota Batam

0

batampos.co.id – Tim medis Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam terus melakukan upaya maksimal untuk memberikan pelayanan kepada para yang terpapar Covid-19 di Kota Batam.

Bahkan mereka ikhlas untuk tidak berkumpul dengan keluarganya dalam waktu yang cukup lama demi menjalankan tugas sebagai garda terdepan pemutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dokter Tafsil, satu-satunya dokter spesialis paru di rumah sakit tersebut mengatakan, saat RSBP Batam menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani pasien Covid-19, langsung melakukan berbagai persiapan.

Salah satunya melakukan renovasi ruangan. Menurutnya RSBP Batam pernah dibangun ruangan untuk menangani pasien yang terkonformasi SARS.

Namun karena ruangan sudah lama tidak digunakan, dinilai tidak layak untuk menempatkan pasien. Tetapi lanjutnya, RSBP Batam langsung berbenah.

Ruangan tersebut langsung direnovasi agar dapat kembali digunakan untuk menangani pasien Covid-19.

Tafsil mengaku saat pertama kali menangani pasien Covid-19, rasa takut dan was-was terus menghantuinya.

Namun berkat komitmen pihak rumah sakit dan tim yang dibentuk, membuatnya semakin memantapkan langkah untuk menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di RSBP Batam.

“Jujur awal-awalnya agak berdebar-debar juga kita menerima tugas ini,” paparnya, Minggu (14/6/2020).

Pasien kasus nomor 09 dan nomor 16 dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan perawatan intensif di RSBP Batam. Keduanya diketahui berprofesi sebagai dokter di Puskesmas Batuaji. Foto: B Batam untuk batampos.co.id.

Segala sarana dan prasarana seperti ruangan, laboratorium dan radiologi serta penunjang lainnya terus digesa pihak rumah sakit sehingga dapat melayani pasien.

Terlebih saat Covid-19 sudah menjadi pandemi. Dalam artian tidak hanya menyebar di daerah Wuhan, Tiongkok.
Tapi sudah hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia, khususnya Kota Batam, Provinsi Kepri.

Meski semua persiapan sudah dilakukan, rasa was-was masih menghantui tim medis RSBP Batam.
Bagaimana tidak, kala itu Kota Batam belum memiliki peralatan rapid test dan polymerase chain reaction (PCR).

Dokter Tafsil menceritakan, pertama kali menerima pasien dengan gejala Covid-19 pada akhir Januari 2020.

Pasiennya kata dia adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan.

WNA tersebut lanjutnya diketahui berkunjung ke Kota Batam untuk refreshing atau jalan-jalan bersama keluarganya.

Pasien lanjutnya, masuk melalui emergency, dengan keluhan demam, sakit tenggorokan dan batuk.

WNA tersebut kata dia, langsung dirawat di ruang isolasi.

Melihat kondisi pasien yang memiliki gejala Covid-19, pihaknya lantas berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) yang diketuai Ketua BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Tim medis RSBP Batam berfoto bersama dengan simbol memutus mata rantai Covid-19. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Saat itu belum ada rapid test dan untuk melakukan swab kita harus berkoordinasi dengan TGC,” jelasnya.

Namun seiring waktu, pasien tersebut sudah membaik dan tidak mengeluhkan apa-apa lagi.

“Jadi kita perbolehkan pulang. Namun tetap kita minta untuk menjalani perawatan dan ditangani tim medis dari puskesmas ditempat dia menetap sementara di Batam,” ujarnya.

Ia melanjutkan, hingga WNA tersebut kembali ke negaranya, pihaknya belum sempat melakukan pemeriksaan rapid test atau swab.

Karena saat itu BTKLP Kelas I Batam masih menunggu arahan dan alat belum tersedia dan menunggu dari pusat.

Dokter Tafsil menjelaskan, pasien Covid-19 dikategorikan dalam tiga fase. Pertama ringan, sedang dan berat.

Biasanya kata dia, yang lebih shock adalah pasien dengan kriteria ringan. Karena mereka lanjutnya tidak memiliki keluhan. Namun saat hasil swab keluar dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebenarnya kata dia, pasien dengan kategori itu bisa melakukan karantina mandiri di rumah. Tapi tetap kita anjurkan untuk dilakukan rawat inap dan rata-rata pasien yang kita rawat tidak bergejala,” tuturnya.

Pasien-pasien itu lanjutnya juga mengeluh saat harus menjalani rawat inap, dengan alasan tidak memiliki gejala Covid-19.

“Jadi kita berikan motivasi agar pasien tersebut mau dirawat dan agar tidak down kita lakukan pendekatan kepada psikisnya. itu yang kita utamakan, namun tetap kita berikan terapi,” jelasnya.

Ia menjelaskan tim medis menampung semua keluhan pasien. Dengan cara itu kata dia, pasien akan lebih merasa diperhatikan.

Selain itu lanjutnya, tim medis selalu mengingatkan agar para pasien istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi.

“Pasien kita minta untuk olahraga ringan di kamar masing-masing. Itu adalah salah satu kiat-kiat agar pasien sembuh dari penyakitnya,” paparnya.

Infografis aliibenk/batampos.co.id

Ada hal yang tidak bisa dilupakan para tim medis RSBP Batam dengan para pasien Covid-19 yang mereka tangani.

Karena tidak dapat melihat wajah para medis, pasien-pasien Covid-19 di RSBP Batam membuat group Whatsapp.

Koordinator Perawat RSBP Batam yang menangani pasien Covid-19, Norma, mengatakan, awal mula dibentuknya group Whatsapp tersebut dikarenakan keinginan pasien untuk melihat secara langsung para perawat yang melayani mereka.

“Kita melayani pasien Covid-19 ini di ruangan yang pernah digunakan untuk menangani virus SARS dan MERS,” jelasnya.

Ruangan tersebut lanjutnya dibangun oleh WHO. Ia menceritakan, pengalaman menangani pasien SARS dan MERS berbeda dengan Covid-19. Terutama dari proses penularan yang cukup cepat.

Ia menjelaskan rata-rata pasien Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP) kerap merasa bosan ketika harus menjalani perawatan dalam waktu lama.

Tim medis lanjutnya harus menyampaikan dengan baik kepada pasien kenapa dia sampai diisolasi.

“Mereka sempat menyampaikan bosan karena sudah dua minggu dirawat tidak pulang-pulang. Kita menjelaskan karena hasil PCR itu lama keluarnya,” jelasnya.

“Karena ini (Covid-19,red) sudah ada di seluruh Indonesia. Jadi untuk menenangkan pasien-pasien kita, kita membuat mereka bergembira,” paparnya lagi.

Caranya dengan menanyakan kegiatan mereka sehari-hari. Menurutnya pasien Covid-19 yang tanpa gelaja atau OTG, memang kerap merasaakn dirinya tidak sakit. Sehingga dapat melakukan karantina mandiri di rumah.

“Mereka memang merasa tidak sakit. Jadi kita harus melakukan edukasi bahwa mereka tidak bisa melakukan isolasi mandiri. Kita sampaikan kepada mereka salah satu cara pencegahannya adalah harus dilakukan rawat inap dan diawasi dokter dan tim medis,” ujarnya.

Selain itu para pasien diajak untuk berolahraga setiap pagi di dalam ruangannya masing-masing.

Kata dia, tim medis memandu para pasien melalui CCtv dan para pasien juga dapat menyampaikan keluhan atau lainnya melalui telepon yang tersedia di dalam ruang perawatan.

Selain itu agar pasien nyaman, pihak rumah sakit juga menyediakan jaringan internet gratis. Sehingga dapat menjadi salah satu sarana hiburan bagi para pasien.

“Password wifinya kita kasih buat lekas sembuh,” jelasnya.

Ia menjelaskan guna menjalin komunikasi dengan para pasien Covid-19 dibentuklah group WA.

Group WA ini kata dia merupakan inisiatif para pasien dan tim medis.

“WA group ini dibuat karena mereka (pasien,red) ingin mengenal dan melihat wajah kami,” jelasnya.

Para pasein lanjutnya kerap berkomunikasi dengan menggunakan video call.

Karena lanjutnya setiap melayani pasien tim medis menggunakan baju azmat dan kacamata google. Sehingga membuat penasaran para pasien.

“Jadi itu (group WA,red) terbit karena keinginan pasien untuk melihat wajah kami,” paparnya.

Selain itu medis di RSBP Batam benar-benar memperhatikan asupan makanan para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Porsi makanan para pasien ditetapkan harus Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP). Sehingga setiap makanan yang diberikan, dipastikan ada telur rebus.

“Jadi selama tiga kali makan pasti ada telur rebusnya. Karena itu untuk meningkatkan imunnya dan telur menjadi makanan wajib para pasien,” kata Norma.

Menu makanan tersebut kata dia berdasarkan rekomendasi dari Dokter Tafsil yang menangani para pasien.
Selain itu lanjutnya para pasien juga diberikan puding berupa bubur kacang hijau.

“Jadi dapat satu kali makan itu ada nasi, sayur, dagingnya atau ikan dan telur rebus wajib ada,” jelasnya.(esa/adv)