Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 10336

Wali Kota Larang Kapal Pelni Masuk Batam, Alasannya….

0

batampos.co.id – Kapal Pelni yang membawa penumpang dilarang masuk ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, guna mempersempit penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya sudah menyurati Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Dalam surat tersebut kata dia, meminta untuk sementara waktu Kapal Pelni yang membawa penumpang untuk tidak masuk Kota Batam.

“Ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 semakin meluas di Kota Batam,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Ia menjelaskan, dalam surat tersebut disampaikan, kebijakan itu merujuk surat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut perihal optimalisasi operasi kapal PSO penumpang dan perintis di masa karantina wilayah akibat Covid-19 pada 3 April 2020 lalu.

Serta memperhatikan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 pada 3 April 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Ilustrasi Kapal Pelni. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Dikatakan Rudi, pihaknya memandang perlu untuk membatasi masuknya lalu lintas orang dengan tujuan Batam.

Terutama dari wilayah lain di Indonesia yang terinfeksi Covid-19.

”Maka berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dimohon kiranya untuk sementara waktu PT Pelni tidak melayani pengangkutan orang atau penumpang, melainkan hanya melayani pengangkutan barang saja ke Kota Batam dari berbagai daerah tujuan asal,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengimbau kepada masyarakat Batam untuk tidak menjalankan tradisi mudik tahun ini. Hal ini karena kondisi masih pandemi Covid-19.

”Sudah jelas itu, sekarang pemerintah melarang masyarakat untuk mudik. Karena  dikhawatirkan bisa membawa virus dan menularkan di kampung masing-masing,” kata dia, Rabu (22/4/2020).

Ia menjelaskan, larangan mudik ini dikeluarkan karena memang melihat potensi penyebaran Covid-19 di daerah tujuan.

Hal ini jiga berlaku bagi perantau asli Batam yang sekarang berada di luar daerah.

”Marilah kita menjaga agar kondisi saat ini menjadi semakin kondusif. Perpindahan warga ini ditakutkan bisa memperburuk dan mening-katkan penyebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, larangan mudik ini hanya berlaku bagi PNS, TNI/Polri, serta BUMN. Namun karena pandemi, imbauan ini diberlakukan untuk semua masyarakat.

”Sekarang zaman sudah canggih. Kita tetap bisa berkomunikasi meskipun ada jarak. Jadi sementara ditunda dulu tradisi mudik ini,” ucapnya.

Mengenai teknis pelaksanaannya, nanti akan dibahas bersama semua pemangku  kebijakan. Karena mudik ini melibatkan berbagai lintas, seperti penyedia jasa transportasi.

”Ini nanti kita akan keluarkan edaran terkait hal ini, biar jelas nanti pelaksanaannya,” sebutnya.

Amsakar menambahkan, beberapa daerah saat ini sudah memperketat aturan karantina ketika ada pendatang masuk.

Untuk itu, sebaiknya memang keinginan mudik saat ini ditunda hingga kondisi kembali normal.

Humas Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam, Erik, mengatakan untuk Batam belum ada aturan terkait keluar masuk kendaraan jelang mudik nanti.

Menurutnya, meskipun Batam masuk zona merah, pusat belum mengeluarkan kebijakan terkait lalu lintas kendaraan ke luar Batam.

”Belum ada khusus Batam. Kami juga masih menunggu,” imbuhnya.(yui)

Bulan Juli Indonesia Masuk Fase Ringan Covid-19, Kepala BIN: Mohon Doanya!

0

batampos.co.id – Indonesia sedang menghadapi pandemi virus Korona atau Covid-19. Sampai dengan Rabu (22/4) tercatat sebanyak 7.418 orang positif Korona dan 635 dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan, dari data yang ia dapat, pada bulan Juli mendatang diperkirakan penyebaran virus Korona di tanah air sudah masuk fase ringan.

“Insya Allah pada Juli sudah masuk pada fase yang ringan,” ujar pria yang akrab disapa BG dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/4).

Mantan Wakapolri tersebut menambahan, dengan semua pihak bergotong royong membantu pemerintah. Maka wabah virus Korona ini bisa teratasi dengan baik‎.

“Kami semua mohon doanya. Kami yakin penanganan bersama-sama ini membuat wabah Covid-19 ini bisa teratasi dengan baik,” katanya.

‎BG juga menegaskan, saat ini bukan hanya Indonesia yang tengah mengalami pandemi ini. Tetapi dunia juga turut merasakan krisis kesehatan akibat Covid-19. Sehingga bukan hanya Indonesia yang mengalami masa sulit ini.

Lebih lanjut, BG yakin saat ini dibutuhkan gerakan gotong royong dan bahu membahu dalam menangani virus tersebut. Sehingga jika hal tersebut dilakukan maka akan membuat penanganan wabah ini semakin cepat teratasi.

“Kita lihat mereka sudah ada di seluruh nusantara dan berada di wilayah zona merah penyebaran wabah Covid-19,” pungkasnya.

Sekadar informasi sampai dengan Rabu (22/4) jumlah orang yang positif Korona sebanyak 7.418. Sementara 913 orang dinyatakan sembuh dan 635 dinyatakan meninggal dunia.

Virus Korona ini sudah tersebar di 34 provinsi dengan 263 kabupaten dan kota. Kemudian jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 193.571. Sementara untuk pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 17.754 orang.(jpg)

Nekat Mudik, Bisa Didenda Rp 100 Juta

0

batampos.co.id – Larangan mudik berlaku mulai besok (24/4). Siapa saja yang nekat mengabaikan aturan itu harus siap-siap menghadapi sanksi pidana. Meski demikian, polisi akan mendahulukan upaya persuasif. Jika upaya persuasif mentok, barulah tindakan tegas dijalankan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga kemarin masih menggodok aturan teknis larangan mudik. ”Permenhub ditargetkan selesai pada 23 April (hari ini, Red) atau sehari sebelum larangan mudik diberlakukan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. Dia menjelaskan, prioritas pengawasan yang nanti dilakukan adalah penyekatan di zona merah dan daerah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Masyarakat yang melintasi zona-zona tersebut akan dipriksa petugas di pos-pos checkpoint.

Dia kembali menegaskan, tidak ada penutupan jalan nasional ataupun tol. Yang ada hanya penyekatan atau pembatasan kendaraan di area-area tertentu. ”Pelarangan berlaku untuk angkutan penumpang, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor, Red). Tidak berlaku untuk angkutan barang atau logistik,” ungkap Adita.

Terkait sanksi bagi pelanggar larangan mudik, pada tahap awal kepolisian hanya melakukan edukasi. Kendaraan akan dihentikan, lalu diminta balik dan tidak melanjutkan perjalanan mudik. Namun, untuk tahap edukasi itu ada waktunya. Pada tahap kedua, barulah polisi menyertakan sanksi. Rencananya, tahap kedua dimulai pada 7 Mei.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan bahwa jenis sanksi bisa mengacu pada UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Jika mengacu pada UU tersebut, orang-orang yang melanggar bisa dikenai sanksi pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Pada bagian lain, Polri telah mempersiapkan sejumlah hal untuk melaksanakan larangan mudik. Di antaranya, melakukan penyekatan di beberapa titik di Jakarta dan daerah penyangganya. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, Polda Metro Jaya memiliki wilayah kerja yang meliputi Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Karena itu, penyekatan akan disatukan antara Jakarta dan daerah-daerah tersebut. ”Jadi penyekatan besar,” paparnya.

Dengan begitu, mobilitas masyarakat akan lebih leluasa. Sebab, masyarakat tetap diperbolehkan beraktivitas di dalam area penyekatan. ”Aktivitas bekerja atau membeli bahan pokok dari Jakarta ke empat daerah itu atau sebaliknya masih bisa dilakukan,” paparnya. Dia mengatakan, personel yang disiapkan untuk melakukan penyekatan mencapai 171 ribu orang.

Sementara itu, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra mengatakan, ada 19 pos penyekatan yang akan memfilter keluar masuknya kendaraan. ”Hanya truk logistik dan sembako yang boleh lewat,” tegasnya.

Dia mengatakan, sanksi untuk masyarakat yang ngotot mudik sudah disiapkan. Di antaranya, teguran keras dan diminta balik arah. ”Semua demi kebaikan bersama, tetap dilakukan dengan humanis,” jelasnya.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru membenarkan bahwa tidak ada penutupan akses tol di sekitar Jakarta. Jasa Marga pun sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain peniadaan transaksi dengan kontak, petugas di rest area dibekali prosedur pengamanan Covid-19.

Pengawasan juga dilakukan di daerah asal pemudik. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, 31.615 desa atau sekitar 42 persen dari seluruh desa di Indonesia telah aktif memantau pemudik. ’’Relawan desa lawan Covid-19 bisa memberikan saran dan masukan tentang apa yang harus dilakukan jika ada pemudik atau pendatang,” ujarnya di Jakarta.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung langkah pemerintah menetapkan larangan mudik. Namun, kata Bamsoet –sapaan akrab Bambang Soesatyo– pemerintah harus gencar menyosialisasikan keputusan tersebut kepada masyarakat. Sosialisasi bisa menggunakan berbagai media atau melalui tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama dan tokoh budaya. ”Disertai penegakan hukum terhadap warga yang tidak mematuhi kebijakan ini secara disiplin,” ungkapnya.(jpg)

PGN Salurkan Rp 3,7 Miliar untuk Penanganan COVID-19

0

batampos.co.id – Sebagai subholding gas dan bagian dari BUMN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan melalui anak usahanya berkomitmen untuk berkontribusi pada program pemerintah dalam rangka penanganan COVID-19.

Ditengah perlambatan ekonomi global yang berdampak signifikan pada keuangan, PGN tetap mengoptimalkan anggaran biaya untuk penanganan pandemi ini.

Direktur Umum dan SDM PGN, Desima Siahaan mengungkapkan, selama masa darurat COVID-19, PGN telah menyalurkan bantuan secara keseluruhan senilai Rp 3,7 miliar.

Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, salah satunya berupa pembagian sarana dan prasarana kesehatan dalam rangka penanganan COVID-19.

Disamping itu, PGN juga memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada para tenaga medis yang sampai saat ini masih bertugas dengan intensitas yang tinggi menangani pasien COVID-19, sehingga sangat membutuhkan APD yang memadai.

Dengan keadaan darurat saat ini, PGN berkontribusi dalam Bantuan Pembelian Alat Tes COVID-19 untuk 10 rumah sakit di 10 Provinsi melalui Yayasan BHUN.

Kemudian, sebanyak 230 set perlengkapan APD reusable coverall untuk tenaga medis sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Medan, dan Palembang.

Selama masa darurat COVID-19, PGN telah menyalurkan bantuan secara keseluruhan senilai Rp 3,7 miliar. Foto: PGN untuk batampos.co.id

“Sejak Wisma Atlet Kemayoran diputuskan sebagai RS Darurat COVID-19, PGN telah berinisiatif menyalurkan bantuan GasLink untuk dapur umum di sana. Pada rencana awal, penyaluran gas diberikan secara gratis untuk pemakaian selama tiga bulan,” ujar Desima di Jakarta, (22/4/2020)

Desima menambahkan, anak perusahaan PGN juga turut berkontribusi langsung dalam hal ini.

PGN Gagas membagikan hand sanitizer, masker, dan sarung tangan medis dan penyemprotan disinfektan di SPBG dan Wilayah Jaringan Gas Rumah Tangga PGN.

Pertamina Gas (Pertagas) menyalurkan bantuan perlengkapan 500 set APD bagi Tenaga Medis di Klinik dan RS Pertamina. Kemudian Nusantara Regas melakukan penyemprotan disinfektan.

Antara lain di beberapa Pulau di Kepulauan Seribu, pemberian perlengkapan APD bagi tenaga medis di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara dan bantuan perlengkapan APD bagi Tenaga Medis di Klinik dan RS Pertamina.

Sementara, PGN SAKA membagikan 250 set perlengkapan APD disposable coverall bagi Tenaga Medis di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat dan RSUD Ibnu Sina Gresik Jawa Timur.

“Terbaru, PGN telah menyalurkan bantuan paket makanan bergizi untuk para tenaga medis yang bertugas di RSU Adhyaksa Jakarta Timur. Load kerja mereka yang tinggi, menggerakkan kami untuk memberikan bantuan makanan sehat supaya asupan nutrisi dan stamina mereka tetap terjaga,” ujar Desima.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menambahkan, pembagian bantuan dilakukan secara bertahap oleh PGN.

Pada tahap pertama, bantuan telah diberikan pada Maret lalu berupa masker dan hand sanizer masyarakat, penyemprotan disinfektan di SPBG-SPBG dan pelanggan jargas, sarana cuci tangan untuk warga Penjaringan Jakarta Utara, sarung tangan medis, dan APD untuk beberapa rumah sakit.

PGN juga bekerja sama dengan relawan Rumah Zakat Indonesia (RZ) untuk menyalurkan bantuan APD di luar Jabodetabek supaya bantuan dapat sampai dengan cepat dan tepat sasaran.

PMI sebagai salah satu organisasi kesehatan dan sosial di Indonesia yang juga aktif menangani COVID-19, maka dari itu PGN memberikan bantuan 8.500 masker dan 250 liter cairan disinfektan.

Menurut Rachmat, dimasa COVID-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir, PGN menyiapkan anggaran dan sejumlah strategi untuk mengawal pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19.

Di sisi lain, PGN juga optimis bahwa COVID-19 akan segara berlalu sehingga seluruh sektor masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. Dengan demikian, PGN senantiasa akan bangkit kembali untuk memberikan pelayanan pemanfaatan gas bumi yang optimal untuk masyarakat.(*)

Pasar Taras Terbakar, Begini Kondisinya

0

batampos.co.id – Pasar Seken yang berad di Taman Raya Square atau yang biasa disebut Taras kebakaran.

Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran bersama warga masih berusaha untuk memadamkan api yang menjilati beeberapa ruko di kawasan tersebut.

Dari informasi yang diterima batampos.co.id, kebaran diketahui pada pukul 09.40 WIB.

Petugas pemadam kebarakan berusaha memadamkan api yang menjilati salah satu ruko di Taras. Foto; Angga/batampos.co.id

Dari pantaun batampos.co.id, ada dua uni mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi untuk memadamkan api.

Beberapa lapak pedagang pakaian bekas terlihat habis dilumat api.

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab dari tersebut.(nto)

Semi Lockdown, Warga Singapura Mengamuk dan Berebut Beli Minuman

0

batampos.co.id – Warga Singapura masih saja berada di luar rumah saat kebijakan semi lockdown diberlakukan sejak 7 April. Kebijakan tersebut untuk memutus mata rantai penularan virus Korona. Pemerintah Singapura sudah memerintahkan mulai 21 April agar semua gerai makanan dan minuman yang merupakan bisnis pribadi, seperti kedai teh bubble, ditutup hingga 4 Mei.

Sayang, aturan itu tak digubris. Sementara, warga yang mengetahui kedai akan ditutup justru berebut untuk membeli teh. Banyak warga Singapura mengeluarkan ponsel untuk memesan teh bubble. Tetapi dengan antrean panjang justru tak ada lagi jarak aman di antara pembeli. Ketegangan memuncak antara ojek online yang mendapat order dari warga dan staf toko teh bubble. Belum lagi warga lain yang ikut membeli seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (22/4).

Saling dorong dan adu argumen pun tak terelakkan. Salah satunya terjadi di outlet Waterway Point di Playmade. Dalam video yang tersebar di media sosial, seorang ojek online terlihat bertingkah agresif dan meneriaki staf Playmade. “Sialan kau!” tukasnya.

Pria berusia 38 tahun itu akhirnya diamankan karena mengganggu ketenangan publik.

Dalam sebuah posting Facebook pada Rabu (22/4) pagi, Playmade curhat ada tekanan yang dialami oleh stafnya. Mereka telah menerima 150 pesanan yang berbeda, yang berjumlah rata-rata 600 gelas, dalam satu jam terakhir jelang penutupan.

Sementara itu, seorang staf yang bekerja di Liho di Century Square berusaha lari dari tekanan pekerjaan yakni lonjakan pesanan dan sampai menangis. Dia terjebak di tengah kerumunan sekitar 30 ojek online yang menunggu untuk mengambil minuman pesanan pelanggan mereka.

“Saya sudah sangat lelah semua saling dorong,” katanya sambil menangis.

Selicia Xue, pengguna Facebook yang memposting video, juga meminta orang lain untuk membatalkan pesanan mereka. Keadaan ini membuat miris di tengah situasi physical distancing yang dianjurkan pemerintah Singapura. Apalagi Singapura sudah menperpanjang masa semi lockdown hingga 1 Juni 2020.(jpg)

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, ATB Berikan Keringanan Pembayaran Air

0

batampos.co.id – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) memberikan keringanan tagihan air bersih kepada Pelanggan Rumah Ibadah (Klasifikasi Golongan Sosial- 1B) dan Pelanggan Rumah Murah (Klasifikasi Golongan Non Niaga-2B).

ATB akan membebaskan penggunaan air bersih hingga pemakaian 20 meter kubik pada dua kategori tersebut setiap bulannya. Kebijakan ini berlaku tiga bulan mulai Tagihan bulan Mei 2020 hingga Tagihan bulan Juli 2020 mendatang.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus menjelaskan, kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian ATB terhadap masyarakat yang terkena dampak penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Seperti diketahui, penyebaran virus ini telah membawa dampak terpukulnya ekonomi Batam.

Dampak paling berat dirasakan oleh masyarakat ekonomi lemah. Karena itu, ATB berinisiatif untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan keringanan tarif air bersih pada Rumah Ibadah (1B) dan Rumah Murah (2B).

ATB menggaratiskan tagihan untuk penggunaan 20 meter kubik bagi pelanggan rumah murah (2B) dan rumah ibadah (1B). Kebijakan ini berlaku sejak Mei hingga Juli 2020. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Kami berharap bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang paling terdampak penyebaran Covid-19 ini,” jelas Maria.

Baik pelanggan Rumah Ibadah (1B) atau Rumah Murah (2B) dapat memeriksa klasifikasi golongannya pada bukti pembayaran tagihan air atau dapat juga mendownload aplikasi Mobile Apps ATB di Google Playstore. Dengan cepat bisa mendapatkan informasi klasifikasi atau golongan pelanggan tersebut.

“Jika anda masuk pada kategori 2B maka pelanggan akan mendapatkan keringanan pembayaran untuk pemakaian sampai dengan 20 meter kubik. Pemakaian di atas 20 meter kubik akan dikenakan tarif progresif,” tambah Maria

Sementara untuk Pelanggan Rumah Ibadah (1B), berlaku untuk semua rumah ibadah. Termasuk Masjid, Gereja, Pura dan Vihara yang sudah menjadi pelanggan ATB.

“ATB berkomitmen untuk mendukung program pemerintah kota Batam terkait penanganan dampak atas terjadinya penyebaran COVID-19 di Batam. Baik melalui program CSR, edukasi melalui media sosial dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center ATB (0778) 467111, fanpage Facebook: ATB Batam, Instagram: @atbbatam, atau webchat: www.atbbatam.com.(*)

Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1441 H Digelar Sore Ini

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1441 Hijriah pada Kamis (23/4) sore. Sidang isbat kali ini nampak berbeda, karena dilakukan melalui virtual meeting lantaran harus menerapkan kebijakan physical distancing di tengah wabah Covid-19.

“Insyaallah hari ini, Kamis 23 April 2020 jam 17.00 WIB bertempat di Kantor Kemenag Jalan Thamrin akan diselenggarakan sidang isbat untuk menentukan posisi awal bulan Ramadhan 1441 H,” kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Kamis (23/4).

Zainut menyampaikan, hanya sebagian peserta rapat yang akan hadir di kantor kantor. Tatap muka secara langsung dilakukan oleh perwakilan MUI, DPR, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Dirjen Bimas Islam.

Menurutnya, untuk pejabat eselon I dan II yang diundang hanya dari Ditjen Bimas Islam. Selebihnya akan mengikuti melalui saluran komunikasi dalam jaringan (daring) yang akan disiapkan oleh Kementerian Agama.

“Untuk sidang isbat dilakukan secara tertutup dan hanya diikuti oleh pimpinan ormas Islam dan undangan lain yang ditetapkan oleh Kemenag,” ucap Zainut.

Menurutnya, hasil sidang isbat Ramadan 1441 H akan diumumkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Publik dapat mengikuti melalui televisi maupun live streaming website terkait penetapan awal Ramadhan.

“Setelah Maghrib, pengumuman hasil sidang isbat dilakukan secara langsung melalui media TV Nasional dan jaringan media sosial lainnya,” tukas Zainut.(jpg)

Pemko Batam Batal Terapkan PSBB, DPRD: Ada Apa Dengan Pemerintah?

0

batampos.co.id – Batalnya pengajuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dipertanyakan oleh anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman.

Padahal kata dia, sebelumnya Pemko Batam menegaskan akan mengajukan PSBB ke Menteri Kesehatan, mengingat Covid-19 telah menyebar di 11 dari 12 kecamatan di Kota
Batam.

“Apa alasannya tidak jadi diusulkan? Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga waktu rapat
bersama DPRD, beliau juga sebagai ketua harian gugus sudah menyampaikan bahwa Batam akan segera diusulkan ke Kemenkes melalui provinsi agar Batam diizinkan menerapkan PSBB,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Kata Aman, beberapa persyaratan PSBB untuk diterapkan di Batam sedang dianalisa tim dari Pemko Batam.

Setelah itu, Pemko Batam juga sudah menyampaikan beberapa kali melalui media bahwa Batam akan menerapkan PSBB.

Dengan batalnya pengajuan PSBB, menurut Aman, akan menimbulkan kebingungan
pada masyarakat Kota Batam.

“Maka, agar masyarakat tidak bingung, tim gugus harus menyampaikan alasan kenapa tidak jadi PSBB ini diajukan ke Kementerian Kesehatan,” tuturnya.

Dengan adanya keterbukaan informasi dari tim Gugus Tugas, kata Aman, nantinya bisa
memperjelas perkembangan Covid-19 di Batam.

Apakah perkembangan Covid-19 di Batam saat ini sudah tidak bertambah lagi, sehingga tidak perlu dilakukan PSBB atau sebab lain yang kemudian membatalkan usulan PSBB.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

“Itu harus disampaikan. DPRD belum ada laporan itu. Terakhir Pak Wakil Wali Kota Batam
menyampaikan ke DPRD bahwa ini akan segera diusulkan melalui Gubernur,” katanya.

Terkait dengan anggaran, Aman mengatakan, selalu berubah-ubah. Awalnya Rp 315 miliar kemudian menjadi Rp 268 miliar.

Mengenai anggaran yang besar diasumsikan untuk jaring pengaman sosial dengan pembagian sembako diproyeksikan selama tiga bulan.

Tapi, kemudian hanya diproyeksi selama dua bulan, yakni Mei dan Juni.

“Sementara yang kemarin sudah dibagikan itu kan pembagian dari anggarannya Disperindag, pembagian sembako murah tapi digratiskan. Ditambah lagi mungkin sumbangan dari donatur,” tuturnya.

Dengan banyaknya perubahan ini, ia sangat menyayangkan perencanaan yang kurang baik sehingga membuat masyarakat jadi bingung.

Namun demikian, sambungnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat dampak dari Covid-19 ini.  Mulai dari yang di-PHK, dirumahkan, dan sebagainya.

“Kalaupun tidak diterapkan PSBB itu, tetap saja dibutuhkan anggaran untuk mensupport
jaring pengaman sosial itu di masyarakat. Tetap perlu didistribusikan bantuan ke masyarakat,” ujarnya.

Aman mengaku tak habis pikir dengan pembatalan PSBB ini. Sebab, walaupun PSBB dilaksanakan, sektor industri tetap masih berjalan.

Tentunya dengan mengkuti protokol penanganan Covid-19. Bedanya, jika PSBB diterapkan dan ketika ada pelanggaran termasuk masyarakat yang masih berkerumun dan masih keluar rumah tanpa ada tujuan yang jelas, akan ada sanksi yang tegas dibuat pemerintah daerah.

“Tapi kalau hanya sekaedar imbauan tidak bisa dikenai sanksi. Paling menerima untuk  membubarkan diri. Kalau sekadar imbauan kepada masyarakat, beginilah terus kondisi kita. Kalau terapkan PSBB ada sanksi yang tegas kepada masyarakat,” tuturnya.

Namun, jika diterapkan PSBB harus ada persyaratan yang dipenuhi. Mulai dari  peningkatan jumlah yang positif secara signifikan dan penyebaran Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh kecamatan dan kelurahan.

Dari persyaratan tersebut, kemudian menjadi pertimbangan bagi Kemenkes untuk menerima usulan PSBB suatu daerah.

“Kalau kita mengusulkan menurut kita persentasenya sudah cukup, tapi secara analisa
dari Kemenkes belum cukup, kita maklumi. Tapi kalau ini belum diusulkan dan mungkin
awalnya akan diusulkan dan kemudian tidak jadi, kita tidak tahu persoalannya secara teknis, ini yang perlu dipertanyakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat sudah siap jika Batam menerapkan PSBB. Sebab, beberapa kali sudah disampaikan melalui media di Kota Batam.

Namun, setelah disampaikan tapi tidak jadi diberlakukan, tentunya akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

“Ada apa dengan pemerintah? Sebentar begini, sebentar begitu. Jadi ke depan jangan sampai terulang yang seperti ini,” jelansya.

“Kalau kita mau menyampaikan kebijakan yang berdampak luas kepada masyarakat, maka analisa itu harus dipertajam secara komprehensif dulu. Jangan begini, kemudian tidak jadi,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, anggota DPRD Batam lainnya, Syafei, mengatakan belum mendapat informasi terkait pembatalan pemberlakuan PSBB.

Komunikasi dengan Pemprov Kepri juga sempat tertunda melihat dinamika saat ini. Sebab, klaster penyebaran ASN Pemko Batam maupun guru sekolah beberapa hari ini sempat berhenti.

“Tim Provinsi dan Kemenkes tentunya melihat dari jumlah penderita dan klaster penyebarannya. Kita tegaskan kembali DPRD Kota Batam siap mendukung percepatan penanganan Covid-19,” katanya.

“Tapi tetap perlu komunikasi antara pemerintah dan DPRD yang mewakili masyarakat Batam,” tuturnya lagi.

Senada yang disampaikan Aman, anggota DPRD Batam dari Fraksi PKS ini juga meminta Wali Kota harus bisa tegas dan komit dengan apa yang sudah disampaikan kepada  masyarakat.

Tidak berubah sehingga tidak menimbulkan kebingungan.

“DPRD menyetujui Batam diterapkan PSBB mengingat kasus positif Covid-19 di Kota
Batam dalam beberapa waktu ke belakang cenderung bertambah. Asalkan sesuai dengan  aturan Kemenkes Nomor 9 Tahun 2020,” sebutnya.(rng/gie)

Covid-19 Lebih Parah dari Tsunami, JK Ingatkan Masyarakat untuk Tak Mudik

0

batampos.co.id – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) menyampaikan bahwa mudik bukan menjadi hal penting di tengah pandemi virus Korona atau Covid-19 ini.

Dalam pandangan JK, mudik akan sia-sia belaka karena setiap daerah sudah serentak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), atau minimal mengkarantina warga yang berasal dari kota-kota besar. Maka, mudik yang biasanya hanya seminggu itu akan habis di masa karantina yang mencapai empat belas hari.

“Tidak ada gunanya mudik sekarang, mau dilarang atau tidak, karena semua daerah sudah memberikan aturan kalau datang dari kota besar. Jadi buat apa mudik? Keluar dari situ (tempat karantina) balik lagi (ke kota),” ujar JK dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (22/4).

Langkah tidak mudik itu menurut JK, adalah cara mengurangi sebab-sebab Covid-19. Menurutnya, kasus Covid-19 ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian bencana alam sekelas tsunami sekalipun.

Bencana alam separah apapun, tutur JK, biasanya akan ditangani pada bagian akibatnya, pada para korban yang berjatuhan. Namun Covid-19 ini bukan hanya akibat yang harus ditangani, namun juga sebab-sebab yang terus muncul.

“Sekarang ini, sebab dan akibatnya harus diselesaikan bersama, harus ada prioritas bersama-sama kita selesaikan,” ujar JK.

JK menerangkan, Covid-19 ini bukan lagi sekadar wabah, namun sudah menjadi teror dunia. Menurutnya, tidak ada satupun negara di dunia yang 100 persen bisa mengatasi ini. Bahkan sekelas Tiongkok yang semula dikira berhasil pun, ternyata kini kembali khawatir dengan yang mereka sebut sebagai kasus Covid-19 import. Bagi JK, musibah ini sangat keras karena menyangkut segala aspek kehidupan.

“Apapun yang kita kerjakan, entah itu ekonomi, ibadah, tidak akan bisa selesai tanpa kita menyelesaikan sebab, apapun yang diberikan kepada masyarakat hanya mengisi supaya masyarakat tetap semangat, apapun yang kita lakukan, tidak bisa tanpa mengurangi sebab,” katanya‎.

“Waktunya kita bersatu melawan ini, kita bersama-sama, khususnya umat ini, bagaimana masing-masing menjaga kedisplinan memakai masker dan jarak,” tambahnya.

JK menambahkan, beberapa ahli memprediksi bahwa puncak Covid-19 berlangsung pada bulan Mei ini. Menurutnya, dengan menjadi puncak, maka akibat yang ditimbulkan juga mencapai puncak pula. Bukan hanya dari sisi kesehatan dengan berjatuhannya korban, namun juga dari sisi ekonomi akan sangat terasa. Apalagi dengan struktur penduduk yang mayoritas beragama Muslim, maka akan semakin banyak Muslim yang terkena imbas Covid-19.

JK pun mendorong berbagai lembaga amil zakat, infaq, maupun shadaqah (ZIS) bahu membahu membantu sesama Muslim. Bila tidak, lanjut JK, maka akan timbul masalah keamanan seperti penjarahan di banyak tempat.

“Ini bulan Mei banyak yang memperkirakan puncaknya, berarti puncaknya PHK, kemiskinan, dan kekurangan makanan, maka bagaimana kita bersama-sama mengektifkan ziswaf bersama-sama kepada yang tidak mampu minimal melalui masjid,” katanya.

“Kalau tidak, akan timbul masalah keamanan, kalau tidak makan ya bisa terjadi berbagai macam-macam seperti tahun 1998, ketika masyarakat tidak bisa makan, maka terjadi penjarahan atau apapun di banyak tempat,” pungkasnya.(jpg)