Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 10335

Pelni Tak Lagi Jual Tiket Hingga 8 Juni 2020

0

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional (Pelni) Persero menghentikan penjualan tiket penumpang hingga 8 Juni mendatang.

Hal ini menindaklanjuti larangan mudik Presiden Joko Widodo, untuk menekan penyebaran wabah Covid-19.

Humas PT Pelni Persero, Ahmad Sujadi, mengatakan, penghentian jual tiket ini dilakukan untuk semua penumpang domestik.

Untuk Batam sendiri, pihaknya selama ini mengangkut penumpang menuju Jakarta dan Belawan, Medan.

Penghentian ini juga berdampak terhadap aktivitas mudik gratis bersama BUMN yang sebelumnya sudah menjadi kegiatan rutin di daerah, termasuk Batam.

”Tidak ada mudik sementara ini. Kapal akan difokuskan untuk mengangkut logistik saja.
Larangan telah ditetapkan mulai hari ini (Juat, 24/4/2020, red) hingga 8 Juni mendatang,” kata dia, Jumat (24/4/2020).

Ilustrasi Kapal Pelni. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro, menyampaikan bahwa manajemen telah memutuskan untuk tidak menjual tiket kepada pelanggan hingga tanggal 8 Juni 2020.

”Berdasarkan aturan tersebut, sementara waktu kami akan mempersiapkan seluruh
kapal penumpang kami untuk mengangkut muatan logistik,” jelasnya.

“Manajemen akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator
untuk mengatur pola trayek agar dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya lagi.

Di tengah situasi pandemik Covid-19, PT Pelni (Persero) berkomitmen untuk terus
memaksimalkan pelayanan kapal-kapalnya, baik itu untuk angkutan penumpang maupun angkutan logistik.

”Pelni selalu siap untuk mengoperasikan kapal-kapalnya secara bergantian menuju wilayah yang tetap membuka pelabuhannya untuk angkutan barang,” terang Yahya.

Yahya menambahkan, sekitar 50 persen kapal penumpang Pelni memiliki ruang yang  dapat dimaksimalkan untuk mengangkut muatan kontainer, baik itu dry maupun reefer container, dan general cargo.

Bahkan, beberapa kapal mampu mengangkut kendaraan.

”Pelni sendiri memiliki komitmen untuk membantu pemenuhan kebutuhan logistik di seluruh wilayah di Indonesia, terutama Indonesia Timur,” sebutnya.

Beberapa kapal lanjutnya, telah dijadwalkan akan kembali beroperasi. Di antaranya KM Sinabung akan berlayar pada 24 April 2020 dari Tanjungpriok dengan rute Tanjungpriok-Kijang-Batam-Belawan (PP) menggantikan rute yang dioperasikan KM Kelud.(yui)

Polisi Panggil Kepala Syahbandar, Ini Kasusnya…..

0

batampos.co.id – Penyidik Reskrim Polres Kepulauan Anambas memanggil enam orang saksi, termasuk pemilik Kapal Tumin, terkait kasus pelayaran ilegal oleh MV Asiah Indah. Kini pemeriksaan itu diarahkan kepada Kepala Syahbandar Tarempa.

“Kita sudah selesai memeriksa enam orang saksi, selanjutnya, hari ini (Kamis, 23/4/2020), kita sedang menyiapkan surat panggilan kepada Kepala Kesyahbandaran Pelabuhan Tarempa, mungkin pak Darlis, karena dia yang banyak mengetahui soal perizinan kapal,” ujar Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas, Iptu Julius M Silaen, Kamis (23/4/2020).

Ia menjelaskan pemanggilan untuk mengetahui sistim dan mekanisme penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Makanya dilakukan pemeriksaan terhadap kepala Syahbandar Tarempa,” ujarnya.

Salah seorang Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Anambas memeriksa suhu tubuh penumpang Kapal Pelni Bukit Raya. Foto: Faidil/batampos.co.id

Pihaknya akan meminta penjelasan tentang tata cara penerbitan izin berlayar dan lain-lainnya.

“Semacam Sistim Operasional Prosedure atau SOP lah,” jelasnya.

Ia menyebut kemungkinan pemeriksan akan dilakukan minggu depan

“Ini suratnya sedang dibuat. Kenapa seminggu karena orang yang akan kita mintai keterangan itu tidak berada di Tarempa,” paparnya.

Seperti diketahui, MV Asia Indah milik Tumin, nekat mengangkut 32 mahasiswa dari Tanjungpinang, menuju Tarempa, pada Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 20.45 WIB.

Kejadian ini berawal saat KM Asia Indah membawa pasien rujukan dari Letung, pada Kamis (16/4/2020), dengan status charter oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Namun, saat hendak kembali ke Tarempa, kapal ferry berkapasitas 70 seat itu, mengangkut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Tanjungpinang dan hendak kembali ke Anambas.(fai)

Covid-19 Mewabah, Ratusan Mahasiswa Asal Papua Terkatung-katung di Batam

0

batampos.co.id – Dampak wabah Covid-19 memukul semua sektor dan mempengaruhi semua sendi kehidupan.

Tak terkecuali dari kalangan mahasiswa di Batam. Seperti, Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) Kota Batam yang saat ini berjumlah 225 orang.

Mereka kesulitan mencari tempat tinggal. Pasalnya, dampak Covid-19 membuat manajemen kampus tak memperbolehkan mereka tinggal di asrama.

Ketua KMP Kota Batam, Iman Elabi, mengatakan, mereka saat ini sangat kekurangan dan kesulitan. Salah satunya tempat tinggal dan biaya hidup sehari-hari.

”Jumlah mahasiswa asal Papua yang ada di Batam sebenarnya ada 250 orang. Namun yang 25 orang sudah terlebih dahulu meninggalkan Batam,” jelasnya, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, ada 225 mahasiswa asal Papua yang mengalami kesulitan hidup di Batam.

Iman Elabi mengatakan, sampai saat ini belum ada sama sekali bantuan yang mereka dapatkan dari Pemda.

Mahasiswa asal papua yang kesulitan akomodasi kini tinggal di rumah liar dekat Botania, Batam Center. Foto: Istimewa

Padahal, mahasiswa asal Papua di daerah lain, seperti di Jawa, diperhatikan penuh oleh Pemda Papua.

Mereka lanjutnya didukung penuh dengan berbagai bantuan, akomodasi, serta difasilitasi untuk pulang ke kampung halamannya.

”Perhatian dan kepedulian pemerintah daerah di Papua tempat asal kami tinggal inilah
yang kami inginkan. Semoga dengan suara kami ini, ada dari pemerintah daerah di Papua memperhatikan nasib mahasiswa asal Papua yang masih di Batam,” terangnya.

Saat ini kata dia, mereka terpaksa tinggal di rumah liar (ruli) dekat Botania, Batam Center.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan seharo-sehari sebagian dari mereka bekerja serabutan.

Sementara, mahasiswa asal Papua di Kota Batam, Permon Asso, yang datang ke kantor
redaksi Batam Pos didampingi rekan-rekannya juga mengaku saat ini nasib mahasiswa asal Papua di Batam terkatungkatung dan terpaksa tinggal di ruli.

”Kami harus tetap rukun bersatu demi satu sama lainnya untuk melewati kesulitan yang kami alami saat ini,” tuturnya.

Iman sangat berharap, Pemda Papua mau memberikan perhatian kepada mereka yang berada di Kota Batam.

“Kenapa daerah lain, mahasiswa asal Papua diperhatikan sepenuhnya, dibantu habis-habisan, sedangkan di Batam ini kami tak diperhatikan oleh pemerintah daerah Papua,” tanya Permon Asso.(gas)

52 Ribu Warga Tidak Mampu di Batam Dicoret dari Daftar Penerima Bantuan Sembako

0

batampos.co.id – Pemko Batam mencoret 52 ribu masyarakat Kota Batam yang tidak mampu dari daftar penerima bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) ditengah pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setelah meminta data dari Dinas Sosial (Dinsos) ada 52 ribu warga tidak mampu yang sudah diberi bantuan oleh pemerintah pusat dan dikeluarkan dari data penerima sembako yang diberikan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, hal itu bertujuan untuk menghindari tumpang tindih pemberian sembako. Karena lanjutnya, ada ketentuan masyarakat yang mendapatkan bantuan dari pusat tidak boleh menerima bantuan yang dibagikan daerah.

”Kami masih melibatkan perangkat RT/RW untuk pendataan warga penerima ini. Sebab, mereka yang paling paham warganya. Misalnya, pekerja yang dirumahkan atau PHK (pemutusan hubungan kerja) karena Covid-19 ini,” terangnya, Jumat (25/4/2020).

Wakil Wali Kota mengatakan, teknis pembagian masih menggunakan cara yang sama. Yaitu petugas mendatangi rumah warga.

Hal ini untuk mengurangi kerumunan ketika pendistribusian paket sembako ini berlangsung.

Pemberian bantuan ini akan diberikan selama enam bulan ke depan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan BP Batam terkait penyaluran bantuan ini.

Perangkat RT/RWmembawa bantuan sembako dari Pemko batam yang diambil dari kantor Lurah
Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020). Saat ini Camat sedang mendata ulang daftar penerima bantuan sembako tahap dua. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Nantinya, masyarakat akan menerima 10 kilogram (kg) beras, tiga liter minyak goreng, dan satu dus mi instan.

Amsakar menyebutkan, untuk pagu anggaran, disiapkan hingga 300 ribu paket sembako.
Angka ini memang lebih dari total bantuan 260 ribu paket.

”Hal ini untuk antisipasi kekurangan ketika proses pembagian nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, paket tahap dua sembako akan dimulai 9 Mei mendatang.

Untuk BP Batam, anggaran untuk bantuan ini sudah disetujui. Pemko Batam juga sudah siap untuk pengadaan sembako.

”Anggaran Rp 268 miliar ini sudah termasuk sembako ini. Mudah-mudahan bisa merngankan mereka yang terdampak Covid-19 ini,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sekupang, Muhammad Arman, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi ulang untuk penerima bantuan tahap dua mendatang.

Saat pendistribusian sembako tahap satu lalu, banyak warga yang menolak bantuan, karena mereka merasa mampu.

Sebab itu, pihaknya akan mengeluarkan nama tersebut dari daftar penerima bantuan.

”Karena mereka tidak mau terima. Kami sangat mengapresiasi warga yang tidak menerima karena memang mampu, sehingga paket sembako dialihkan untuk warga yang
kurang mampu lainnya,” ujarnya.

Selain itu, petugas kembali menyisir data penerima, untuk mengeluarkan warga yang  menerima bantuan pusat atau dari Kementerian Sosial.

”Saat tahap pertama, sudah kami keluarkan, namun takut ada yang tercecer jadi kami verifikasi lagi. Jangan sampai ada penerima ganda,” ujarnya.

Ia menargetkan, proses pendataan ini bisa selesai dalam waktu satu minggu ini atau sebelum jadwal pendistribusian tahap kedua dimulai.

”Secepatnya kami selesaikan. Karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” tambahnya.(yui)

Anggota DPRD Batam Jalani Rapid Test

0

batampos.co.id – Anggota DPRD Batam menjalani rapid test untuk menguji apakah mereka terindikasi paparan virus corona (Covid-19) atau tidak.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, menjelaskan, pengujian rapid test kepada puluhan anggota DPRD Batam ini bertujuan untuk mengetahui lebih dini jika terdapat gejala yang mengarah pada Covid-19.

“Kita sudah sudah lama meminta untuk dilakukan rapid test sekitar dua bulan lalu. Tapi karena saat itu Batam belum memiliki alat rapid test, maka urung dilaksanakan,” jelasnya, Jumat (24/4/2020).

Anggota DPRD Kota Batam mengikuti rapid test di gedung DPRD Batam, Jumat (24/4/2020). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Nuryanto menjelaskan, rapid test dilakukan untuk mengantisipasi dini agar anggota
DPRD tidak menjadi sumber penyebaran virus corona.

Apalagi, DPRD merupakan pelayanan publik yang selalu bersentuhan dengan masyarakat.

”Karena kita menyadarai betul kita merupakan bagian dari pelayanan publik. Kalau kita
bersih, bahwa kita tidak menjadi bagian dari agen penyebaran virus corona ini,” tuturnya.

Ia berharap, pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan terhadap 50 anggota DPRD Batam. Namun, juga dilakukan terhadap seluruh staf yang berada di DPRD Batam.

”Insya Allah akan saya perintahkan untuk koordinasi dulu dengan rumah sakit karena alatnya terbatas. Nanti kalau memang ada dan bisa, menjadi wajib,” imbuhnya.(gie)

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kepri Tidak Bertambah

0

batampos.co.id – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, penularan Covid-19 antar warga (transmisi lokal) tak ada penambahan.

Sementara daftar positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang, Batam, bertambah satu kasus.

“Hari ini (kemarin, red) tidak ada penambahan kasus positif untuk lokal. Namun, terjadi penambahan di RS Khusus Infeksi Covid-19 di Galang, Batam. Secara keseluruhan untuk lokal tercatat 54 kasus, sedang di RS Galang 29 kasus,” sebut Tjetjep, Jumat (24/4/2020) di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri itu menjelaskan, perkembangan kasus Covid-19 Provinsi Kepri, secara komulatif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terjadi peningkatan di Tanjungpinang dan Batam.

Secara keseluruhan PDP di Kepri sebanyak 276 orang. Kemudian Orang Dalam Penga-
wasan (ODP) juga terjadi peningkatan menjadi 3.004 orang.

Risti (dua dari kanan) bersama bayinya diperbolehkan pulang dari lokasi karantina di Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang. Risti adalah TKI yang pulang dari Malaysia, sehingga harus menjalani karantina bersama bayinya selama 14 hari. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sedangkat Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini tercatat 1.768 orang.

 

“Yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test sebanyak 76 orang. Sedangkan jumlah
pasien yang sembuh 9 orang. Sementara yang meninggal sebanyak 8 orang,” jelasnya.

Ditambahkannya, di Batam ada 22 pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Kemudian di Tanjungpinang ada dua yang dirawat.

Sedangkan yang dikarantina sebanyak 11 orang. Begitu juga di Bintan dan Karimun, pasien positif Covid-19 juga dirawat di rumah sakit.

Di Tanjungpinang selesai diisolasi di rumah ada juga yang di rumah singgah.

“Mereka yang dirawat terpisah ini karena kondisinya stabil. Salah satu yang sedang dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang adalah Wali Kota Tanjungpinang,” kata Tjetjep.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit
(BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, mengatakan, uji sampel swab menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) memang sempat terhenti akibat habisnya stok reagen.

“Tapi sudah masuk lagi 200 unit. Langsung kita gunakan untuk uji sampel swab yang
sudah banyak masuk,” ujar Slamet.

Hasil uji swab ini nanti akan diserahkan ke Tim Gugus Tugas masing-masing untuk diumumkan dan ditindaklanjuti.(jpg/ska)

Industri Batam Terancam jika Lockdown Negara Tujuan Ekspor Berlanjut

0

batampos.co.id – Kebijakan lockdown berkepanjangan di negara-negara tujuan ekspor Batam membuat sejumlah perusahaan industri tidak bisa melanjutkan lagi kontrak kerjanya.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, mengatakan, hingga saat ini operasional perusahaan-perusahaan industri manufaktur terbilang masih normal.

“Tapi ada beberapa perusahaan yang mengalami penurunan kapasitas produksi,” kata Jumat (24/4/2020).

Ia menjelaskan, sejumlah faktor yang menyebabkannya antara lain, pemberlakuan Movement Control Order di Malaysia hingga 28 April 2020 mendatang.

Akibatnya kata dia, beberapa bahan baku tidak bisa terkirim dan contract order dengan customer di Malaysia tidak bisa dilanjutkan.

Kemudian, pemberlakuan lockdown di sejumlah negara tujuan ekspor seperti Amerika, Malaysia, dan beberapa negara di Eropa.

“sehingga produk yang sudah siap untuk diekspor, mengalami penundaan pengiriman,” jelasnya.

Kawasan industri Batamindo. Foto: dalil harahap/batampos.co.id

Lalu kata dia, penurunan dari sisi permintaan secara global untuk komponen automotif, juga mempengaruhi kinerja industri manufaktur di Batam.

“Dengan kondisi tersebut di atas, beberapa perusahaan telah merumahkan sejumlah
karyawan akibat penurunan pada kapasitas produksinya,” jelasnya.

“Tetapi bagi perusahaan yang tidak masuk dalam tiga kategori tersebut di atas, mereka tetap melakukan kegiatan produksi seperti biasanya,” ucapnya.

Ia juga mengutarakan, di tengah pandemi Covid-19, sektor manufaktur, migas, industri orientasi ekspor, serta industri strategis lainnya, masih memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di Kepri dan Batam.

“Untuk menjaga ini, perlu kerja sama dan pengertian kita bersama. Apapun status
Batam nantinya, apakah itu PSBB (pembatasan sosial berskala besar) atau karantina wilayah, tetap diberikan ruang gerak bagi industriindustri tersebut untuk beroperasi,” jelasnya.

“Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam bekerja dan wajib memenuhi ketentuan pelaksanaan operasional pabrik,” ucapnya lagi.

Ia juga menyarankan agar pemerintah pusat juga memberikan ruang gerak kepada perusahaan-perusahaan supply chain dan aktivitas bongkar muat di pelabuhan khusus
untuk keperluan industri.

Serta pergerakan barang dan pergerakan orang (operator) agar diberikan izin untuk beroperasi.

“Kalau untuk perusahaan industri, tentunya dengan Surat Keterangan/Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang diterbitkan Kementerian Perindustrian melalui SIINAS,” jelasnya.

Sementara lanjutnya, bagi perusahaan dan jasa supporting lainnya dengan menunjukkan surat tugas dari perusahaan pemegang IOMKI tersebut.(leo)

Begini Suasana Terakhir di Bandara Hang Nadim Sebelum Penerbangan Komersial Ditutup

0

batampos.co.id – Jumat (24/4/2020) ratusan masyarakat Kota Batam memadati Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk melakukan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia.

Mereka berbondong-bondong membeli tiket untuk menuju kampung halamannya, meski dengan harga tinggi.

Sebab kemarin adalah kesempatan terakhir untuk mudik ke kampung halaman menggunakan pesawat terbang, sebab mulai hari ini tak akan ada lagi penerbangan komersial untuk penumpang hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Andra, salah satu calon penumpang tampak bergegas menuju bandara untuk mendapatkan tiket tujuan Padang.

Ia mengaku tak ingin melewatkan kesempatan untuk berlebaran di kampung halamannya karena pemerintah menghentikan operasional pesawat mengangkut penumpang.

“Tadi malam saya dapat informasi kalau hari ini (kemarin, red) terakhir adanya pesawat. Kapal juga sudah tidak ada,” ujarnya di Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (24/4/2020).

Sesampai di loket tiket Lion Air, Andra tak mendapatkan tiket yang diinginkan. Petugas
menyebutkan seluruh tiket tujuan Padang habis terjual.

“Awalnya pasrah saja karena tiket habis. Yang saya fikirkan tak bisa Lebaran bareng dengan anak dan istri di kampung,” kata pria 32 tahun ini.

Namun, niatnya untuk berlebaran di kampung halaman akhirnya terwujud. Warga Batuaji ini mendapatkan tiket dari seseorang. Ia membeli dengan harga Rp 1,2 juta.

Petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam memeriksa suhu tubuh penumpang di pintu keberangkatan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.idg nadim

“Ada yang menghampiri saya dan menawarkan tiket. Memang lebih mahal Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dari harga normal. Tapi daripada tak dapat, tak apalah,” ujarnya.

Sementara itu, Febri, warga Bengkong, mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah
menghentikan operasional pesawat.

Ia mengaku sudah membeli empat tiket Lion Air tujuan Padang untuk penerbangan 20 Mei nanti.

“Setelah dapat kabar tidak ada penerbangan, saya mau pastikan ke sini,” katanya.

Dia mengaku, empat tiket yang dibeli dengan harga Rp 4 juta tersebut dikembalikan
pihak Lion Air dalam bentuk voucher.

Voucher tersebut bisa digunakan untuk penjadwalan ulang atau mengganti rutenya pada kemudian hari.

“Nominalnya sama dengan harga saya beli tiket. Tapi percuma saja, karena sudah janjian pulang kampung Lebaran ini jadi batal,” gerutunya.(ska/opi)

PHK di Batam Terus Bertambah, Segini Jumlahnya Sekarang….

0

batampos.co.id – Saat ini ada 739 pekerja di Kota Batam yang telah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak mewabahnya virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan, para pekerja yang di PHK tersebut tersebar di 16 perusahaan.

“Dari data yang masuk ke kami, pekerja yang di-PHK terus bertambah. Jika sebelumnya 598 orang, saat ini sudah 739 orang,” ujarnya, Jumat (24/4/2020).

Selain itu, kata dia, wabah virus corona juga berdampak terhadap 321 perusahaan di Batam.

Sepuluh perusahaan di antaranya memilih tutup sementara. Ia menjelaskan, pekerja lainnya yang terdampak Covid-19 saat ini masih di angka 15.005 orang.

Berkurang 94 orang dari pekan lalu. Pekan lalu total pekerja yang terdampak wabah virus
corona di Batam mencapai 15.099 orang.

“Bisa jadi 94 orang ini dipanggil kembali bekerja,” ujarnya.

Rudi menuturkan, dari 15.005 pekerja tersebut, sebagian besar mengalami pengurangan jam kerja. Jumlahnya mencapai 9.107 orang.

Ilustrasi. Pekerja di Kota Batam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Dirumahkan 2.213 orang, cuti tanpa dibayar atau unpaid leaved 2.964 orang, dan PHK
739 orang.

“Data ini akan terus berubah-ubah setiap saat. Ada yang awalnya dirumahkan kemudian dipanggil lagi bekerja. Jumlahnya juga cukup banyak saat ini. Artinya kita terus update data yang masuk dari perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar perusahaan di Batam yang terdampak wabah virus corona ini bergerak di bidang pariwisata. Seperti perhotelan, restoran, travel, dan sebagainya.

“Sementara untuk perusahaan manufaktur belum terlalu berdampak. Kalau pun ada,
satu-satu yang sifatnya penunjang saja,” ujarnya.

Sementara itu, data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam menyebut, hingga saat ini sudah 33 hotel yang menyatakan berhenti beroperasi.

“Iya, data yang masuk sudah 33 hotel. Ada lima hotel bintang dua, 13 hotel bintang tiga, lima hotel bintang empat, satu bintang lima. Sisanya hotel-hotel kelas melati ke bawah,” kata ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur, Selasa (21/4/2020) lalu.

Sebelumnya, pada awal April, jumlah hotel tutup di Batam hanya 17 hotel. Namun dalam
tempo tiga pekan saja, jumlah hotel yang berhenti beroperasi naik 50 persen.

Mansur menyebut, data tersebut bisa saja akan terus bertambah, selama masa pandemi masih berlangsung.

“Kemungkinan masih ada hotel yang sudah tutup, namun mereka belum melapor,” ucapnya.

Mansur menambahkan, hotel yang masih bertahan untuk tetap beroperasi terseok-seok. Sebab okupansinya rendah. Okupansi tertinggi paling hanya 20 persen dan itupun jarang terjadi.(rng/leo)

Tiket Pesawat di Bandara Hang Nadim Ludes Dalam Hitungan Jam, Penyebabnya…..

0

batampos.co.id – Setelah adanya pengumuman penerbangan komersil disetop pada Sabtu (25/4/2020) hari ini, masyarakat berbondong-bondong memenuhi Bandara Internasional Hang Nadim untuk membeli tiket di menit-menit terkakhir.

Hasil dalam hitungan jam, tiket penerbangan untuk beberapa daerah di Indonesia khususnya dari maskapai Lion Air ludes.

Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, mengatakan, akibat kebijakan pemerintah tersebut, terjadi penumpukan penumpang di Bandara.

Akibatnya, seluruh tiket yang disediakan pihaknya langsung habis terjual sejak pagi hari.

“Semua rute sudah habis. Karena besok (hari ini, red) sudah tidak ada lagi penerbangan,”
katanya, Jumat (24/4/2020).

Dia menambahkan, untuk penumpang yang sudah membeli tiket dari 25 April hingga 1
Juni 2020, akan dikembalikan dalam bentuk voucher.

Calon penumpang pesawat melintas di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Kita kembalikan seratus persen. Sejauh ini walaupun ada penumpukan, tetap kondusif,” tutupnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto menegaskan, pesawat dilarang mengangkut penumpang dari 24 April hingga 1 Juni 2020.

Namun, diizinkan untuk mengangkut kargo khusus medis, sanitasi, logistik, dan kegiatan terkait percepatan penanganan Covid-19.

Namun, ada pengecualian untuk pimpinan lembaga negara, tamu, dan wakil negara organisasi internasional.

“Tetapi navigasi dan ruang udara tetap terbuka. Pesawat tetap buka 100 persen. Ban-
dara beroperasi seperti biasa melayani pesawat yang melintas,” ujarnya dalam video conference, Kamis (23/4/2020) malam.

Kebijakan ini diambil salah satu tujuannya untuk mencegah masyarakat mudik dari daerah satu ke daerah lainnya, demi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(ska)