Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 10334

Terdampak Covid-19, Lima Ribu KK Diberikan Sembako dan Uang Tunai Rp 500 Ribu

0

batampos.co.id – Masyarakat Kepulauan Anambas yang terdampak Covid-19, tidak hanya mendapatkan sembako tapi juga akan diberikan juga diberikan uang tunai Rp 500 ribu.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, mengatakan, ada 5 ribu Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan berupa sembako.

“5 ribu KK itu juga akan diberikan uang tunai Rp 500 ribu dan akan diberikan dalam waktu dekat ini,” katanya saat memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada 10 perwakilan masyarakat di Kantor Lurah Tarempa, Senin (27/4/2020).

Ia menjelaskan ada satu KK akan menerima sembako yang terdiri dari beras 10 kg, minyak makan 5 liter, 1 kilogram gula pasir, 1 kaleng sarden, 1 kaleng susu ukuran besar, dua papan telur dan 1 kotak mi instan.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris (tengah) saat akan memberikan paket sembako kepada masyarakat di Kantor Lurah Tarempa, Senin (27/4/2020). Foto: Faidillah/batampos.co.id

Berikut daftar kepala keluarga di setiap kecamatan yang menerima bantuan sembako:

  1. Kecamatan Siantan 853 KK
  2. Kecamatan Palmatak 763 KK
  3. Kecamatan Kute Siantan 463 KK
  4. Kecamatan Siantan Utara 332 KK
  5. Kecamatan Siantan Tengah 532 KK
  6. Kecamatan Siantan Timur 532 KK
  7. Kecamatan Siantan Selatan 448 KK
  8. Kecamatan Jemaja Timur dan Jemaja Barat secara                  sebanyak 1.120 KK.

“Kalau ada keluhan dari masyarakat dan tidak terdata silahkan disampaikan, nanti kita akan salurkan kembali kepada warga yang berhak dan sesuai aturan yang berlaku” sebutnya.

Abdul Haris mengatakan paket sembako tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Penyerahan secara simbolis bantuan sembako tersebut langsung didampingi Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Allan Henri Baskara Harahap dan Kapolsek Siantan AKP Septimaris.(fai)

Warga Mengamuk di Posko Covid 19, Ini Penyebabnya….

0

batampos.co.id – Seorang warga mengamuk di Posko antisipasi Covid -19 di Desa Pesisir Timur Anambas, Senin (27/4/2020) malam.

Akibatnya meja dan kursi hancur akibat perbuatannya tersebut.

Informasi yang diterima batampos.co.id, posko antisipasi Covid-19 itu porak porak poranda karena ada anak warga sekitar yang terjatuh tidak jauh dari lokasi tersebut.

Posko antisipasi Covid-19 Pemuda Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan , Kabupaten Kepulauan Anambas hancur akibat amarah seorang warga sekitar. Foto: Faidillah/batampos.co.id

“Saya dapat info dari ketua posko jadi kurang tahu persis kejadiannya. Tidak ada yang dipukul cuma ngamuk-ngamuk, meja kursi rusak,” kata Kepala Desa Pesisir Timur, Sabli.

Ia mengatakan, pihaknya akan akan memanggil pelaku ke kantor desa.

“Besok (Selasa,red) rencananya kita panggil di kantor desa. Bagaimana nanti kita lihat dulu apakah harus memanggil pihak Polres, lihat besok lah,” sebutnya.(fai)

Bank Mandiri Berikan Bantuan APD dan Asuransi Senilai Rp 2,1 Miliar

0

batampos.co.id – Bank Mandiri menyerahkan bantuan berupa 100 unit Alat Pelindung Diri (APD) dan asuransi jiwa kepada RSBP Batam.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Area Head Bank Mandiri Provinsi Kepri, Wisnu Jatmiko dan diterima langsung oleh Walikota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, di Dataran Engku Puteri Batam Center, Senin (27/4/2020).

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Direktur Rumah Sakit BP Batam, dr. Sigit Riyarto, yang juga menerima secara simbolis bantuan asuransi senilai Rp 2,1 miliar.

Area Head Bank Mandiri Provinsi Kepri, Wisnu Jatmiko, mengatakan, sumbangan ini untuk mendukung pemerintah menangani penyebaran Covid-19 terutama di Kota Batam.

“Pemberian bantuan terus menerus kami lakukan secara berkesinambungan ke Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan hari ini kami salurkan bantuan ke BP Batam untuk RSBP Batam,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga memberikan bantuan kepada instansi dalam bentuk sembako dan kebutuhan lainya.

“Sampai saat ini kami masih mendata agar yang kami salurkan tepat sasaran dan tepat guna, seperti RSBP Batam saat ini kami berikan APD dan asuransi karena mereka garda terdepan,” tambah Wisnu.

Area Head Bank Mandiri Provinsi Kepri, Wisnu Jatmiko (kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi (tengah) dan Direktur Rumah Sakit BP Batam, dr. Sigit Riyarto. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Direktur RSBP Batam, dr. Sigit Riyarto, mengatakan, RSBP Batam bersyukur mendapat bantuan dari Bank Mandiri berupa peralatan pendukung serta asuransi jiwa untuk tenaga medis.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Mandiri yang telah memberikan bantuan yang saat ini kita butuhkan terutama alat pelindung diri,” ujarnya.

“Walaupun saat ini kami dalam kondisi aman, tapi kami tetap butuh stok untuk mejamin jumlah APD kita tidak kurang, dan sumbangan ini sangat berarti bagi kami,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, asuransi yang diberikan Bank Mandiri memberikan rasa aman kepada petugas medis serta keluarga.
“Namun kita tetap berharap yang terbaik untuk semua tim medis dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan,” tambahnya.

Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Mandiri atas bantuan yang diberikan kepada RSBP Batam.

Ia mengatakan bantuan ini akan digunakan RSBP Batam dengan baik.

“Ada beberapa alat yang telah kami pesan, tapi hingga 1 bulan lebih ini tak sampai-sampai, karena seluruh Indonesia memerlukannya,” katanya.

Rudi menegaskan, semua imbauan yang dilakukan pemerintah saat ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus dan demi kebaikan semua.

“Sekarang selain menggunakan masker, kalau boleh jangan berhadapan kalau berbicara, jadi menyamping saja, kalaupun berhadapan kasih jarak 2 meter, kurang sopan tidak apa-apa, saat ini semua demi keselamatan kita,” kata Muhammad Rudi.(*)

Peduli Nasib Anggotanya yang Terdampak, Tidar Group Bagi Sembako

0

batampos.co.id – Bertempat di Kantor Pusat Tidar Group di Pasir Putih Batam Center, Sabtu 25 April 2020 lalu digelar acara penyerahan Paket Sembako kepada 50 orang Personel baik Satpam maupun Cleaning Service.

Hal ini merupakan penyerahan ke 5 kali setelah sebelumnya juga secara bertahap diserahkan Paket Sembako kepada karyawan Tidar Group yang terkena dampak pengurangan atau dirumahkan oleh pengguna jasanya.

Semenjak wabah Virus Covid 19 atau biasa disebut Corona ini merebak beberapa bulan lalu, sudah lebih dari 200 karyawannya baik Satpam dan Petugas CS yang dikurangi atau dikembalikan oleh pengguna jasa.

“Sampai dengan saat ini sudah lebih dari 200 orang anggota kami dirumahkan dan tidak bekerja, terutama berasal dari sektor industri pariwisata seperti hotel dan resort” tegas Dwifung saat dijumpai di sela sela kesibukannya.

Hal ini tentunya sangat berdampak terutama sekali ke para karyawan yang terkena pengurangan dimana tentunya mereka tidak bekerja dan berpenghasilan.

Inilah yang mendasari Dwifung untuk membuat aksi nyata guna membantu kesulitan karyawannya tersebut. Aksi kemanusiaan ini sengaja digagasnya sebagai wujud kepedulian terhadap banyaknya karyawannya yang dikembalikan.

PT Putra Tidar Perkasa (PTP) membagikan sembako kepada para mitranya yang kini telah dirumahkan. Foto: Angga/batampos.co.id

“Kita segera mendata semua personel yang terkena dampak dan membuat aksi nyata untuk membantu mereka dengan memberikan paket Sembako seperti beras, minyak goreng, telor dan mie sehingga mereka tetap bisa makan” lirihnya sambil menahan rasa sedih.

Kegiatan ini disampaikan Dwifung akan terus berlanjut sampai dengan kondisi kembali normal dan mereka bisa bekerja kembali.

“Paket Sembako ini tidak akan hanya diberikan sekali saja namun akan kita berikan kembali secara periodik secara bertahap supaya jaminan terhadap kebutuhan makan mereka tetap terjamin” ungkapnya menambahkan.

Dwifung juga mengajak kepada para pengusaha dan pimpinan perusahaan lainnya untuk memikirkan nasib karyawannya yang dirumahkan atau tidak bekerja karena dampak virus ini.

Karena ini merupakan tanggung jawab moral kita semua ditengah pandemik yang belum tahu akan sampai kapan.

Bahkan Dwifung sebagai wujud empatinya juga membuat program Sembako Murah untuk karyawannya yang masih bekerja sehingga ditengah kondisi yang sulit ini mereka dan keluarganya tetap bisa secara hemat memenuhi kebutuhan pokoknya berupa bahan makanan.

“Kami bekerja sama dengan pihak lain untuk pengadaan bahan kebutuhan pokok ini sehingga ketika mereka belum menerima gaji, mereka tetap bisa memiliki Sembako dengan memanfaatkan program kita” tambahnya.

“Dari tanggal 13 April lalu telah diberikan paket sembako dan sampai dengan kemarin sudah kita distribusikan 250 paket. Awal bulan depan akan kita berikan kembali kepada mereka” tegasnya kembali. Dalam harapannya yang disiratkan saat bertatap muka, agar wabah ini segera selesai dan semua dapat melakukan aktifitasnya secara normal.(*)

Polisi Awasi Proses Penyerahan Sembako

0

batampos.co.id – Penyerahan bantuan dari Pemerintah Daerah berupa sembako ke masyarakat yang membutukan, telah bergulir sejak beberapa waktu lalu.

Agar pengawasan ini tepat sasaran dan tidak diselewengkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri
melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran sembako ini.

Tim pengawasan sembako ini, sudah bekerja sejak Sabtu (25/4/2020).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Hanny Hidayat, mengatakan, sudah ada dua kelurahan yang diawasi pihaknya dalam pembagian sembako.

“Pertama kita lakukan pengawasan di Kelurahan Belian dan kedua di Bengkong Sadai,” katanya, Senin (27/4/2020).

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran sembako. Foto: Fiska Jaunda/batampos.co.id

Pemantauan kata dia bertujuan agar penyaluran benar-benar tepat sasaran. Serta meminimalisir terjadinya penyalahgunaan.

Hanny mengaku pengawasan ini akan terus berlanjut.

“Selama pandemi ini, ada beberapa bantuan dikucurkan pemerintah ke masyarakat,” jelasnya.

Ia mengaku tidak ingin ada penyelewengan penyaluran sembako selama pandemi Covid-19.

“Saya pastikan akan memberikan tindakan tegas, bagi yang melakukan penyimpangan terkait bantuan sosial dari pemerintah,” tuturnya.

Hanny mengatakan sudah mempersiapkan berbagai pasal berlapis bagi orang-orang melakukan penyelewengan bantuan sosial selama pandemi Covid-19.

Ia mengimbau agar penyaluran tersebut benar-benar diterima orang yang berhak.

Sehingga, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kecil yang terdampak akibat pandemi corona.

“Sekali saya katakan, anggota kami di lapangan terus mengawasi penyaluran bansos ini,” jelasnya.(ska)

Layanan Distribusi ATB, ditengah Pandemi Covid 19

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 semakin menghantui Batam. Perintah untuk melakukan Social Distancing, Work From Home dan dirumah saja semakin ketat.

Bahkan, aparat keamanan mulai rutin berpatroli untuk memastikan tidak ada yang membandel.

Namun, di tengah ketakutan terhadap Pandemi Covid-19 ini, ada orang-orang yang tetap harus bekerja seperti biasa.

Mereka tak bisa bekerja di rumah saja. Karena pundaknya memikul kebutuhan seluruh masyarakat.

Mereka harus rela menantang resiko tertular Covid-19. Karena virus ini bisa ada dimana saja.

Tak kasat mata. Sehingga tak mungkin dihindari. Tapi, demi memastikan kebutuhan air bersih di Batam tetap terjaga, mereka rela mengambil resiko besar tersebut.

Inilah beban yang harus dipikul oleh tim Distribusi ATB. Orang-orang yang memastikan distribusi air kepada seluruh pelanggan di pulau Batam tetap Andal.

Di satu sisi, mereka takut tertular Covid-19. Namun di sisi lain, tanggungjawab kepada masyarakat Batam harus tetap mereka jaga.

Tim Distribusi ATB tengah melakukan pekerjaan perbaikan. Di tengah Pandemi Covid-19, tim distribusi ATB tetap melakukan pekerjaan dengan dilenagkapi APD standar untuk memastikan keandalan suplai air bersih pelanggan. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Ini soal hajat hidup orang banyak. Apa jadinya kalau distribusi air bersih kepada pelanggan terganggu. Padahal suplai air yang andal adalah harapan bagi mereka yang sedang di rumah demi menghindari penyebaran Covid-19,” ujar Manager Distribusi ATB, Wahyu Widiyanto.

Di tengah Pandemi global Covid-19, setiap orang diharuskan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan air bersih jadi sangat krusial bagi warga Kota Batam.

Karena itu, ketersediaan air bersih menjadi hal yang semakin penting. ATB tetap berupaya untuk dapat memastikan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas suplai terhadap pelanggan tetap andal.

Departemen Distribusi ATB adalah yang bertanggung jawab terhadap kontinyuitas suplai. Terdiri dari beberapa tim lapangan yang setiap hari bertugas mengontrol sistem suplai yang tersebar di seluruh kota.

Tim ini telah dibekali dengan sistem ATB SCADA 4.0 Terintegrasi. Dengan sistem ini memang membuat pekerjaan distribusi bisa dapat dikontrol jarak jauh. Dengan demikian, ATB tetap memegang kendali mutu terhadap proses produksi air bersih sekaligus pendistribusiannya kepada pelanggan.

Namun kondisi dilapangan tetap mengharuskan tim Distribusi untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Tidak jarang tim ini harus bekerja hingga larut malam untuk memastikan pelanggan mendapatkan suplai air dengan jumlah cukup.

Untuk tetap memastikan keselamatan petugas di tengah Pandemi Covid-19, semua anggota tim harus taat menjalankan aturan pencegahan COVID-19 yang dikeluarkan oleh ATB. Semua karyawan ATB khususnya tim Distribusi diwajibkan menggunakan APD dalam menjalankan tugasnya, baik dikantor maupun dilapangan.

Ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan pelanggan. Pandemi ini bukan alasan buat tim untuk menurunkan tingkat pelayanannya. Tim Distribusi harus siap kapanpun mengatasi permasalahan yang ada dilapangan.

Ini menjadi alasan ATB berulang kali menyampaikan bahwa budaya toleransi dalam menampung dan menggunakan air seperlunya menjadi hal penting. Karena hanya dengan cara itu semua orang tetap mendapatkan suplai air bersih.(*)

Harga Sayur Mahal, Warga Batam Mulai Berkebun

0

batampos.co.id – Mahalnya harga sayur-sayuran, membuat warga Kota Batam berlomba-lomba melakukan aktivitas bercocok tanam di pekarangan rumahnya masing-masing.

Seperti yang dilakukan Dahlia Tambunan. Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam cabai dengan menggunakan pot.

Dahlia juga memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong untuk menanam cabai, tomat, kangkung, daun ubi, gambas, labu, kacang panjang dan beberapa tanaman lainnya.

“Saya menanam tanaman yang cepat bisa dipanen,” ujarnya, Senin (27/4/2020)

Terlebih lanjutnya, saat pandemi Covid-19 akses untuk bepergian tidak leluasa seperti sebelumnya.

“Lebih bagus berdiam diri di rumah sama keluarga dan mengajak anak-anak untuk berkebun supaya senang dan tidak suntuk selama di rumah,” jelasnya.

Salah seorang warga Batam menanam beragam sayuran untuk mengatasi mahalnya harga sayuran. Berkebun juga dapat menghilangkan stres selama di rumah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia mengatakan hampir semua kebutuhan pokok yang dijual di pasar naik.

“Berkebun ini menjadi alternatif untuk memnuhi kebutuhan dapur,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini harga sayur mayur khususnya bayam di pasar dipatok Rp 25 ribu per kilogram.

Hal itu tentu saja membuatnya pusing. Karena itu berkebun di rumah menjadi alternatif baginya.

“Berkebun ini banyak juga manfaatnya, bisa menghilangkan stres dan bisa bawa anak-anak juga agar tidak suntuk di rumah,” tuturnya.

Dengan berkebun lanjutnya, bisa membantu ekonomi keluarganya. Pasalnya sata panen, dirinya tidak perlu membeli sayuran yang harganya selangit.

“Jadi uangnya bisa untuk beli minyak goreng dan beras aja,” ujarnya.

Timargana Harahap juga melakukan hal yang sama. Selain memanfaatkan pekarangan rumahnya, ia juga menanam beragam sayuran di sisa jalan perumhan yang kosong.

“Saya nanam daun ubi, pepaya, kangkung, cabai, terong. Semuanya yang cepat bisa dipanen,” paparnya sebutnya.

“Dengan berkebun sangat membantu sekali, tidak membeli lagi di pasar,” paparnya.

Timargana berharap pandemi Covid-19 sgeera berakhir. Sehingga seluruh masyarakat Batam bisa beraktivitas seperti biasa.(ali)

Warga Negara Singapura Terlantar di Indonesia, Begini Kondisinya…

0

batampos.co.id – Warga Negara Singapura, Hardev Prem Grewal, kehabisan biaya selama tinggal di Bali.

Ia pun memilih untuk tinggal di bedeng di Jimbaran, Kuta Selatan, Bali.

Pria 27 tahun itu mengaku tidak bisa kembali ke negaranya karena semua akses keluar Indonesia ditutup sebagai dampak pandemi Covid-19.

Camat Kuta Selatan, Gede Arta mengatakan, awalnya Prem tiba di Bali pada tanggal 29 Februari 2020 lalu untuk liburan.

Dia memilih tinggal di sebuah guest house di Jimbaran Kuta Selatan selama satu bulan.

“Pada tanggal 30 Maret dia mau balik ke negaranya, tetapi tidak bisa karena tidak ada pesawat ke sana. Situasi penerbangan di lock down,” terang Gede Arta, Senin (27/4/2020).

Hardev Prem Grewal mengenakan masker kuning saat dimintai keterangan setelah ditemukan tinggal di bedeng di Jimbaran, Kuta Selatan. (Istimewa/jawapos.com)

Dia memutuskan untuk kembali ke Jimbaran. Dalam perjalanannya, dia mulai kehabisan uang.

Dia pun memutuskan untuk tinggal di sebuah bedeng milik warga bernama Joko di Jimbaran.

Minggu, (26/4/2020) warga melaporkan hal ini ke pihak Camat Kuta Selatan. Senin (27/4/2020) sekitar pukul 08.00, Jro Bendesa Jimbaran, Kuta Selatan, berkoordinasi dengan Camat Kuta Selatan mengecek keberadaan WNA tersebut.

Camat Kuta Selatan lalu menugaskan Kasi Trantib Kecamatan dan anggota untuk melakukan koordinasi dengan Jro Bendesa Jimbaran dan pihak kelurahan Jimbaran.

Selain itu, Satgas Covid – 19 Desa Adat jimbaran melakukan koordinasi dan langsung menjemput Prem. Prem kemudian dibawa ke kantor desa adat untuk dimintai keterangan.

“Melalui Kasi Trantib Kecamatan akhirnya dia dibawa ke Kantor Imigrasi untuk ditindak lebih lanjut menghubungi keluarganya dan konsulatnya,” jelasnya.

“Dan, sementara sampai saat ini, WNA itu masih berada di Kantor Imigrasi untuk di minta keterangan,” tambah Gede Arta.

Kini kata dia, pihak Imigrasi sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Singapura di Jakarta untuk mengurus kondisi dan keberadaan Prem di Bali.(jpg)

Lingga Himpun Data Warga Terdampak Covid-19

0

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lingga, Kisanjaya, terus bekerja keras untuk menghimpun data seluruh warga yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Bunda Tanah Melayu ini.

Sehingga data yang akan digunakan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah ini tidak tumpang tindih.

“Apalagi kami hanya memiliki waktu yang singkat dalam menghimpun data tersebut,”
ujar Kisanjaya kepada Batam Pos, Minggu (26/4/2020).

Terlebih, data ini tidak hanya sampai pada tingkat daerah bahkan yang ada juga sebagai panduan pemerintah tingkat desa untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Karena data tersebut sangat penting dan harus tepat, untuk itu Dinas Sosial terus bekerja keras menghimpun agar tidak terjadi kesalahan.

Data ini nantinya akan digunakan pemerintah sebagai landasan untuk penyerahan  bantuan. Sehingga ke depan, dengan data ini akan dapat membantu warga khususnya
yang terkena dampak Covid-19.

Selain itu, data tersebut juga sebagai landasan untuk hal-hal lainnya bilamana diperlukan.

“Ini perlu waktu yang cukup. Dari data yang diusulan desa, kami harus singkronkan dengan NIK di Dinas Kependudukan,” kata Kisanjaya.

Kisanjaya menambahkan, data yang jelas sangat dibutuhkan karena dari tingakat RT dan RW yang paling mengetahui warga mereka yang benar-benar terdampak pandemi Covid-19 ini.

Sedangkan untuk bentuk bantuan hingga saat ini masih dalam proses dan penentuan apakah berbentuk barang atau uang tunai.

Namun, selain dari bantuan pemerintah, Kisanjaya, mengaku, sejumlah ASN di jajaran  Dinas Sosial telah melakukan kegiatan sosial secara pribadi dengan menyisihkan pendapatan mereka untuk berbagi kepada sesama atau warga yang lebih membutuhkan.

Ini sebagai bentuk kepedulian mereka kepada warga.(wsa)

Pemko Batam Masih Siapkan Pelaksanaan Karantina Wilayah, Begini Rencananya

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan saat ini tengah menyiapkan konsep yang akan diterapkan dalam karantina wilayah yang akan dilaksanakan Pemko Batam. ”Kita sedang konsep,” kata Didi saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dia belum bisa menginformasikan detail konsep yang akan diterapkan tersebut, termasuk indikator dalam penentuan zona nantinya, seperti jumlah kasus di satu kecamatan.

Berdasarkan data Covid-19 terbaru, saat ini ada 30 pasien positif Covid-19 di Batam. Lima di antaranya meninggal dunia (kasus 01, 03, 04, 10, dan 11). Dua sembuh (kasus 08 dan 23).

Jika dilihat per kecamatan, Batam Kota memiliki pasien positif terbanyak yaitu, 17 kasus dan 45 PDP. Disusul Sekupang lima positif dan 15 PDP. Kemudian Lubukbaja dua positif, 29 PDP. Satu dinyatakan sembuh.

Menyusul Seibeduk dua positif dan 12 PDP, Bengkong dua orang positif dan 17 PDP, Batuaji satu positif dan 26 PDP, Sagulung satu positif dan 22 PDP. Batuampar dan Nongsa belum ada positif, namun masing-masing ada sembilan PDP.

Untuk hinterland hingga saat ini belum ada pasien positif. Hanya Belakangpadang yang melaporkan satu PDP, Bulang satu PDP, dan Galang belum ada PDP.

Selain itu, sejauh ini sudah 1.757 orang sudah menjalani RDT dengan hasil 60 orang reaktif dan 1.697 nonreaktif.
Hingga saat ini, total PDP sebanyak 187 orang. 32 di antaranya meninggal dunia dengan rincian, 26 meninggal akibat penyakit peyerta, satu reaktif, dan lima positif Covid-19. Sedangkan ODP ada 2.294 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan karantina wilayah akan disusun berdasarkan zona nantinya. Konsep akan disiapkan Dinkes Batam. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran.

Selama 14 hari warga diharapkan tidak keluar rumah, bila tidak ada kepentingan yang mendesak. Semua sudah mulai berjalan sekolah dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah.

”Jadi nanti saya minta perangkat RT mau membantu mengawasi warganya. Sembako sudah kami kasih, jadi tolong bantu pemerintah, agar virus ini cepat selesai,” harapnya.(yui/iza)