Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10333

106 Personel Polresta Barelang Dirapid Test, Ini Hasilnnya….

0

batampos.co.id – Sebanyak 106 personel Polresta Barelang menjalani rapid test (tes cepat) di halaman Mapolresta Barelang, Kamis (7/5/2020) dan hasilnya seluruh personel dinyatakan non reaktif.

“Alhamdulillah, hasilnya non reaktif. Diikuti seluruh satuan (Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Lantas, Sat Sabhara, Sat Intelkam). Semuanya aman,” ujar Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro.

Purwadi mengatakan, tes cepat ini dilakukan untuk memastikan kesehatan seluruh personel yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Setiap hari kita juga lakukan pengecekan kondisi personel. Kalau memang ada yang kurang enak badan langsung masuk dokter dan diminta istirahat di rumah,” katanya.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Purwadi menambahkan, setiap anggota diwajibkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan.

Kemudian tetap memerhatikan physical distancing dan social distancing selama bertugas dan melayani pengunjung.

Selain itu, setiap pengunjung ke Polresta Barelang juga diwajibkan menggunakan masker, melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan infrared forehead thermometer.

Selain itu juga harus mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan di setiap pintu masuk ruangan.

“Mari sama-sama memutuskan rantai penularan virus corona ini. Dengan tetap di rumah, menjaga jarak, dan kebersihan,” tutupnya.(opi)

Masih Bekerja, Dua Warga Bengkong Diangkut Paksa

0

batampos.co.id – Empat warga Kecamatan Bengkong yang sempat berjamaah dengan pasien positif Covid-19 DD, turut diangkut ke lokasi karantina di rusun Tanjunguncang.

Empat orang ini hasil rapid diagnose test (RDT)nya reaktif. Dua di antaranya bahkan diangkut paksa, karena kedapatan masih bekerja meski sudah diminta untuk melakukan karantina diri di rumah sebelum dijemput petugas ke Rusun Tanjunguncang.

“Karena ini sudah semakin meluas, maka kami mengimbau masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Kami turun mengedukasi masyarakat, agar paham saat ini sedang terjadi penyebaran Covid-19,” kata Ketua Koordinator Kecamatan Bengkong, Yumasnur, kemarin.

Ia meminta masyarakat bekerjsama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Karena kalau berkembang terus, akan berdampak pada banyak hal,” kata Yumasnur lagi.

Apabila jumlah pasien positif terus bertambah, Yumasnur menyebutkan, akan timbul persoalan baru sehingga semakin sulit diselesaikan.

Tim percepatan penanganan Covid-19 Bengkong, saat memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mengelar salat berjamaah di masjid. Bengkong masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Patuhi protokol kesehatan. Hindari kerumunan orang, selalu pakai masker, jaga jarak,” pesan dia.

Sementara itu, tiga orang dalam pengawasan (ODP) terkait Covid-19 yang ada di
Rusunawa BP Batam Tanjunguncang dievakuasi ke rumah sakit.

Ketiganya mendadak sakit hebat sehingga harus mendapat penanganan medis yang sesuai. Ketiga ODP itu diketahui merupakan antaran terakhir pada Kamis, (7/5/2020) dari wilayah Batuampar.

“Yang sakit ini dari Batuampar. Pagi kemarin ada delapan orang diantar. Malamnya tiga orang di antaranya sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Nur Arifin, petugas dari Tagana yang berjaga di lokasi rusunawa, Jumat (8/5/2020).

Terkait sakit ketiga ODP ini, petugas di sana belum bisa memastikan, sebab belum ada keterangan medis.

“Baru diantar, jadi belum tahu lagi apa sakit mereka,” ujar Nur.

Jumlah ODP yang ada di Rusunawa BP Batam hingga Jumat (8/5/2020) ada 41 orang. Mereka adalah ODP yang diantar dari berbagai wilayah di Kota Batam, termasuk 20 orang yang berhubungan dengan pasien kasus 34 di Batam Center.

“Hari ini masih 41 orang karena semalam ada dua lagi yang diantar dari Bengkong. Yang 20 dari Batam Center hari ini rencananya mau dibawa ke rumah sakit juga buat swab,” ujar Nur.(iza/eja)

Baca, Ada 7 Klaster Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid­19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, di Provisni Kepri terdapat tujuh klaster penyebaran Covid-19.

Hal ini kata dia, berdasarkan hasil penelusuran tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kepri.

Dari tujuh klaster tersebut yang paling masif adalah klaster Dinas Pemberdayaan Perempuan Batam. Karena jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 17 orang.

Kemudian klaster Kecamatan Bengkong, klaster Jemaah Tabligh asal India dan klaster KM Kelud.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Sementara pasien Covid-19 yang dirawat di RS Galang tinggal empat orang setelah 25 orang lainnya dinyatakan sembuh. Mereka ditetapkan sebagai klaster KM Kelud. Semakin hari, banyak pasien Covid-19 yang sembuh. Ini merupakan kabar baik,” ujarnya.

Ditambahkannya, di Tanjungpinang juga hanya ada tiga klaster. Karena kasus positif yang dialami pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri adalah kasus tunggal dan tidak membentuk klaster baru.

Bahkan yang terpapar sudah dinyatakan sembuh. Ia berharap kondisi ini terus terjaga, sehingga kasus-kasus positif Covid-19 di Kepri terus membaik.

“Semoga menjelang Lebaran ini, makin banyak sembuh dan kasus positif tidak bertambah lagi. Maka dari itu, mari kita patuhi protokol kesehatan dan laksanakan anjuran pemerintah,” tutup Tjetjep.(jpg)

Positif Covid-19 WNA India Meninggal Dunia di Batam

0

batampos.co.id – Warga Negara Asing (WNA) India yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal dunia di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

WNA India tersebut berinisial SAA, meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Benar,” katanya Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (9/5/2020) saat ditanyai batampos.co.id via pesan singkat WhatsApp.

Baca Juga: Ini Hasil Swab Jamaah Tablig Indonesia yang Dikarantina di RS Galang

Perlu diketahui WNA India tersebut merupakan klaster Jamaah Tablig dan dinyatakan positif Covid-19 pada 3 Mei 2020 lalu.

Selain positif Covid-19, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan sempat mendapatkan perawatan di RS Budi Kemuliaan.

Baca Juga: Jadi Klaster Baru Baru Penyebaran Covid-19, Bengkong Masuk Zona Merah

Saat berada di RS Budi Kemuliaan, almarhum menjalani rapid test dan swab test. Hasilnya almarhum dinyatakan positif Covid-19.

Selanjutnya dirujuk ke RS Embung Fatimah.(esa)

Kini, Sudah 101 Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Hingga Jumat (8/5/2020), jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Provinsi Kepri sudah mencapai 101 orang.

Hal ini terjadi setelah ada tambahan tiga kasus positif di Batam. Bahkan, Batam terjadi penambahan klaster baru, yakni Kecamatan Bengkong yang langsung dinyatakan menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

Kabar baiknya, pasien positif Covid-­19 yang dinyatakan sembuh juga ikut bertambah.

“Perkembangan hari ini (Jumat,red), jumlah positif Covid­19 bertambah tiga menjadi 101 kasus. Tapi tren kesembuhan juga naik,” Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid­19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Jumat (8/5/2020).

“Ada tambahan empat kasus yang dikonfirmasi sembuh di Tanjungpinang dan satu dari klaster RS Galang,” ujarnya lagi.

Petugas medis RS Bhayangkara Polda Kepri mengambil darah salah seorang warga Batam untuk di tes menggunakan rapid test. Foto: Polda Kepri untuk batampos.co.id

Ia menjelaskan, kasus lokal yang belum sembuh ada 19 kasus. Dua di antaranya dilakukan karantina terpisah. Sementara 17 dirawat di rumah sakit.

Sedangkan di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Galang, Batam, dari 29 kasus, 25 kasus di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Menurut Tjetjep, petugas tergolong berhasil memutus rantai penularan.

Kondisi itu dapat dilihat dari banyaknya pasien Covid-19 yang tunggal, tidak membentuk klaster, kecuali di Batam yang muncul satu klaster baru di Kecamatan Bengkong (Klaster DD sesuai inisial nama pasien yang meninggal, red), hingga kecamatan itu kini ditetapkan sebagai zona merah.

Disebutkannya, di Kepri, jumlah pasien positif Covid-19 yang tidak membentuk klaster sebanyak 27 orang. Atas dasar itu, ia menilai proses penanganannya berhasil.

“Orang-orang yang tertular itu memiliki kesadaran yang tinggi melaksanakan protokol kesehatan agar sembuh dan tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain,” jelasnya.(jpg)

Citilink Terbang Dengan Membawa Empat Penumpang

0

batampos.co.id – Jumat (8/5/2020), Maskapai Citilink kembali melayani komersil meski hanya melayani empat penumpang dan Citilink memilih tetap terbang.

Direktur Badan Usaha Bandara Udara (Bubu) Hang Nadim, Suwarso, mengatakan, dari delapan penerbangan ke lima rute yang direncanakan, Citilink baru melayani dua rute saja.

“Rencana awalnya delapan penerbangan, tapi ada pembatalan,” ujarnya, Jumat (8/5/2020).

Pembatalan,kata Suwarso, disebabkan tidak adanya penumpang.

“Dari sana (Jakarta) bawa empat penumpang. Dari Batam bawa empat juga. Kasihan juga,” ujarny.

Selain ke Jakarta, Citilink juga melayani penerbangan ke Medan pada Sabtu (9/5/2020) hari ini.

“Jadwal hari ini juga belum tahu. Tergantung ada penumpang atau tidak,” katnaya.

Sementara itu, lanjutnya, Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan penumpang, mulai Minggu (10/5/2020) besok. Saat penerbangan Rabu (6/5/2020) lalu, Garuda membawa 40 penumpang.

Ilustrasi maskapai penerbangan Citilink. Citilink tetap memilih terbang pada Jumat (8/5/2020) dari Bandara Hang Nadim Batam meski hanya membawa empat penumpang. Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos

“Secara aturan memang tidak boleh full. Normalnya, pesawat jenis Boeing 737, rata-rata maksimal membawa 120 penumpang. Namun di saat pandemi ini, adanya aturan phsycal distancing, maskapai hanya diperbolehkan membawa maksimal sekitar 60 penumpang saja,” ujarnya.

Sementara Lion Air juga akan terbang 10 Mei 2020 mendatang. Namun, hingga kini Suwarso mengaku belum menerima jadwal penerbangannya.

“Prinsipnya kami siap memberikan pelayanan bagi maskapai yang sudah memiliki izin terbang,” ucapnya.

Terkait rencana terbang Lion Air Group, Distrik Manager Lion Air cabang Batam, M Zaini Bire, mengatakan, akan melayani ke seluruh rute yang ada.

“Rute-rute yang dijalani Lion Air sebelum pandemi,” paparnnya.

Dibukanya kembali penerbangan ini, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatur, ada syarat khusus bagi yang ingin terbang.

Paling penting dalam syarat diajukan yakni penerbangan dalam rangka tugas negara, perusahaan, bukan untuk tujuan mudik.

Lalu syarat khusus lainnya yang menunjukan surat bebas covid-19 dari instansi kesehatan atau bisa juga surat kesehatan dari fasilitas kesehatan yang ada.

Sementara itu, kalangan pengusaha menyarankan pemerintah mewaspadai kebijakan membuka penerbangan kembali. Ada dua sisi yang harus diwaspadai.

“Ada dampak positif dan juga negatifnya ketika penerbangan dibuka kemba li,” ujar ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.

Dampak negatifnya, berpotensi menyebabkan penyebaran virus secara luas. Terutama dari para OTG. Pengendalian wabah akan lebih sulit dilakukan ketika moda transportasi umum masih dibiarkan beroperasi.

“Dampak positifnya terhadap ekonomi. Sebagian aktivitas pebisnis berjalan,” tuturnya.

Rafky mengatakan, diizinkannya pelaku bisnis bepergian untuk kepentingan usaha, akan membuat bisnis tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kita berharap aparat di lapangan meningkatkan kewaspa daan sesuai protokol kesehatan dengan ketat ketika moda transportasi umum ini dibuka kembali,” harapnya.(ska/leo)

Peringatan, Masih Salat Berjemaah di Masjid Langsung Dikarantina

0

batampos.co.id – Empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadikan Kecamatan Bengkong masuk dalam daftar zona merah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Bahkan satu dari empat pasien yang dinyatakan positif di Bengkong sudah meninggal dunia dan sempat salat berjemaah di masjid.

Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah Bengkong, Yumasnur mengatakan, pihaknya terus menggelar inspekai mendadak (sidak) ke sejumlah masjid.

“Kegiatan ini bukan untuk melarang warga beribadah. Namun, lebih ke mengedukasi warga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” katanya, Sabtu (9/5/2020).

Ia menjelaskan pada Jumat (8/5/2020), pihaknya kembali turun ke lapangan dan mendapatkan empat masjid di wilayah Bengkong masih melaksanakan salat tarawih berjemaah.

Tim percepatan penanganan Covid-19 Bengkong, saat memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mengelar salat berjamaah di masjid. Bengkong masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Dari hasil penelusuran tim, kata dia, empat masjid yang ditemukan masih menggelar salat berjemaah itu ada yang sudah menggelar salat, ada yang hendak menggelar salat, bahkan ada yang hampir selesai salat.

“Sudah kita panggil semua pengurus masjid. Dan langsung kita ingatkan,” kata dia.

Ia meminta warga Bengkong untuk mengikuti imbauan pemerintah. Hal ini penting demi kemaslahatan bersama. Yumasnur mengatakan, setelah ada imbauan ini, warga diminta untuk patuh.

“Jika masih kita temukan, langsung kita bawa untuk dikarantina,” ujarnya.

Untuk mengedukasi warga yang membangkang, pihaknya juga sudah mendatangkan Kepala Kator Kementerian Agama Batam, Zulkarnain, agar warga memahami imbauan yang kita berikan.

“Agama (Islam) juga sudah mengajarkan bagaimana kita menghadapi suatu wabah,” ujarnya.(*/esa)

Covid-19 Mewabah, Wali Kota: Peserta Didik Baru Tidak Wajib Kenakan Seragam

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 dan penggunaan seragam bagi peserta didik baru. Surat dengan nomor 16/419.1/DISDIK/V/2020.

Surat yang di keluarkan pada Jumat (8/5/2020) itu ditunjukkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, seluruh Kepala Sekolah PAUD, SD/MI, SMP/MTs negeri dan swasta. Serta Ketua Yayasan Penyelenggara Pendidikan yang ada di Kota Batam.

Rudi mengatakan pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020-2021 bagi sekolah negeri dan swasta dilaksanakan menggunakan sistem online penuh.

Pihaknya meminta agar sekolah tidak membuka loket pendaftaran di sekolah yang bisa membuat kerumunan masyarakat.

“PPDB tahun ini kita harapkan tetap mengacu pada protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Karena itu dilakukan sepenuhnya online,” kata Rudi, Sabtu (9/5/2020).

Panitia PPDB SMPN 9 Batam di Sagulung, mengecek jarak rumah siswa dengan sekolah melalui peta digital di laptop, Kamis (16/5/2019) lalu. Tahun 2020 pendaftaran PPDB seluruhnya dilakukan secara online dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memerintahkans eluruh sekolah negeri dan swasta tidak mewajibkan seragam tertentuuntuk mengikuti proses belajar mengajar. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kemudian kata dia, mengingat semakin menurunnya kondisi ekonomi masyarakat termasuk orang tua calon peserta didik baru akibat wabah Covid-19, pihaknya meminta agar sekolah tidak mewajibkan penggunaan seragam sekolah atau seragam tertentu sampai kondisi ekonomi orang tua membaik.

“Karena itu Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD/MI dan SMP/MTs Negeri-Swasta bisa memahami dan menginformasikan hal ini kepada seluruh orang tua calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan, edaran yang dikeluarkannya tersebut menindak lanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat penyebaran Covid-19.

Di mana disebutkan bahwa Dinas Pendidikan dan Sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti Protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu juga mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 181 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Covid-19. Dengan demikian diharapkan dapat mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.

“Kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian bersama. Baik Sekolah ataupun juga orang tua peserta didik baru,” jelasnya.(*/esa)

Ada Kelompok Miskin Kagetan yang Juga Harus Terima Bansos

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, ada kelompok masyarakat miskin baru yang terdampak mewabahnya virus Korona. Kelompok ini dia istilahkan sebagai kelompok miskin kagetan.

“Mereka ini penduduk yang semula tidak terkategori tidak mampu atau tidak miskin, tapi sekarang menjadi jatuh miskin akibat dari Covid-19,” kata Muhadjir dalam keterangan pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5).

Muhadjir menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kelompok tersebut juga perlu mendapat perhatian. Karena situasi pandemi saat ini, terdapat sejumlah kelompok masyarakat menjadi miskin.

“Ini tentu saja perlu ada pencarian data, verifikasi data dan kemudian baru dipastikan mereka harus mendapatkan bantuan,” tegas Muhadjir.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini menuturkan, penerimaan bantuan sosial (bansos) tetap mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di bawah Kementerian Sosial. Karena, itu yang selama ini telah mendapatkan bantuan secara reguler.

“Dua kelompok ini, sesuai arahan bapak presiden, supaya diutamakan,” pungkasnya.(jpg)

Kasus Positif Covid-19 Tembus 13.112, Sembuh 2.494 Orang

0

batampos.co.id – Pemerintah kini membuktikan bahwa pengujian swab pasien Covid-19 tak hanya dengan metode real time PCR yang selama ini diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tapi Indonesia mulai menguji pasien Covid-19 dengan metode lainnya yakni Tes Cepat Molekuler (TCM).

TCM ini sebelumnya dimodifikasi dari pemeriksaan pasien Tuberkulosis. Hasilnya, kasus positif Covid-19 pada Jumat (8/5) menjadi 13.112 pasien positif.

Jumlah itu bertambah dari jumlah pasien harian berdasarkan metode PCR adalah sebanyak 13.026 kasus positif dan TCM sebanyak 86 kasus positif. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah sebanyak 244.480 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 29.087 orang.

“Kami mulai hari ini sudah menggunakan 2 metode pemeriksaan. Pada hari ini 2 sumber spesimen kami gunakan. Adalah 143.453 spesimen dari PCR dan 328 spesimen diperiksa dengan tes cepat molekuler,” kata Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Jumat (8/5).

Sedangkan jumlah kasus sembuh total sebanyak 2.494, bertambah 113 pasien sembuh. Dan pasien meninggal bertambah 13 jiwa sehingga menjadi 943 angka kematian.

Provinsi terdampak sudah menyebar di 34 provinsi dengan jumlah kabupaten kota terdampak di 356 wilayah. Dengan pasien sembuh terbanyak adalah dari Jakarta.

Pemeriksaan Metode TCM

Selama ini untuk menunggu hasil uji, pasien PDP harus menunggu selama 3 hari dengan metode pemeriksaan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction). Kini pemerintah sudah berhasil mengoptimalkan mesin pemeriksaan Tuberkulosis Tes Cepat Molekuler (TB TCM).

Caranya dengan mendatangkan alat berupa catridge untuk mengoptimalkan pemeriksaan. Sehingga pemeriksaan PCR dan hasil tes spesimen bisa dilakukan dengan lebih cepat tak harus di sejunlah laboratorium yang ditunjuk. Pemeriksaan PCR jauh lebih akurat dibandingkan rapid tes karena yang diperiksa adalah antigen, bukan antibodi.

Dengan adanya mesin TCM bisa memperpendek waktu pemeriksaan spesimen, tak perlu menuju lab yang ditentukan. Pemeriksaan PCR adalah pemeriksaan antigen. Pemeriksaannya pasti, apakah positif atau negatif. Begitupun dengan pemeriksaan metode TCM dengan juga menggunakan antigen. Sehingga hasilnya sudah diakui dan akurat atau pasti, beda dengan rapid tes yang menggunakan antibodi.(jpg)