Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 10349

KPK Selidiki Dugaan Imam Nahrawi Bawa Ponsel Masuk Sel

0

batampos.co.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi harus berurusan dengan otoritas pengamanan rumah tahanan negara (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terdakwa kasus suap terkait hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan penerimaan gratifikasi itu juga terancam sanksi disiplin tahanan.

Persoalan disiplin di luar pokok perkara itu merupakan buntut dari inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kamar rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur pekan lalu. Petugas rutan menemukan sebuah ponsel di kamar sel Imam. Dalam ruang tahanan itu, Imam mendekam bersama beberapa tahanan KPK lain. ”Para tahanan ini kan ada aturannya, (membawa ponsel) itu dilarang dan ada sanksinya berupa hukuman disiplin,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (11/3).

Sampai saat ini KPK masih mendalami apakah ponsel itu benar milik Imam. Bila terbukti, Imam terancam sanksi disiplin. Dugaan bahwa Imam adalah pemilik ponsel itu mencuat seiring adanya laporan terkait unggahan status di story WhatsApp Imam pada 5 Maret lalu.

Postingan itu lah yang menjadi acuan KPK melakukan sidak di sejumlah kamar di rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur sehari setelah unggahan itu dilaporkan. Saat dikonfirmasi, Imam yang kemarin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta mengaku tidak mengetahui siapa si empu ponsel itu. Dia memilih menunggu hasil forensik yang tengah dilakukan KPK. ”Yang pasti (ponsel di rutan) bukan milik saya,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut saat dikonfirmasi.

Imam menyebut hasil forensik atau pendalaman yang dilakukan KPK akan membuat polemik kepemilikan ponsel itu menjadi proporsional. ”Orang kayak saya ini kan rentan juga dituduh-tuduh, sudah disidang, sudah lah kita tunggu (hasil pendalaman KPK). Yang pasti itu (ponsel) bukan milik saya,” tuturnya.

Ditanya soal postingan yang ada di story WA, Imam belum mau memberikan pernyataan sebelum ada hasil pendalaman dari KPK. ”Saya belum memberikan statement apa pun (soal postingan di story WA). Kita tunggu hasil (pendalaman) dari KPK,” paparnya.

Imam menegaskan tidak pernah menggunakan ponsel selama ditahan di rutan KPK.Sementara itu, dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, jaksa menghadirkan bekas Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salam sebagai saksi perkara suap dan gratifikasi Imam.

Di persidangan Alfitra mengaku mendapat informasi terkait perilaku Miftahul Ulum (asisten pribadi Imam) yang kerap meminta uang ke pejabat Kemenpora. Namun, Imam menilai pengakuan Alfitra itu hanya berdasar persepsi. Bukan berasal dari sumber atau fakta yang akurat. ”Tidak ada satu fakta pun, hanya persepsi. Tidak ada dari saksi yang mengatakan memberikan kepada saya. Semua katanya, kan ini susah,” ujar Imam. (tyo)

Raja dan Ratu Belanda Berkunjung ke Danau Toba

0

batampos.co.id – Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Turun di Bandara Silangit, rombongan langsung bertolak ke Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Tiba di Singgolom, Raja Willem dan Ratu Maxima disambut oleh Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Wishnutama Kusbandio, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, dan Dirut BPODT Ari Prasetyo.

Raja Willem dan Ratu Maxima tampak begitu modis dan cerah. Willem memakai setelan jas berwarna gold, sedangkan Maxima, memakai dress berwarna peach bermotif floral.

Pada kesempatan itu, Raja Willem dan Ratu Maxima melakukan sesi foto dengan berlatar belakang pemandangan Danau Toba dengan bingkai Pulau Samosir nan memikat.

Sebelumnya Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin (9/3).

Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia tersebut membawa misi untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Berdasarkan siaran pers dari Kemenlu, kunjungan kenegaraan penguasa Belanda, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, ke Indonesia akan membawa empat menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha.

Kunjungan Raja-Ratu Belanda selama 9 hingga 13 Maret 2020 itu dikhususkan untuk fokus ke Indonesia karena bukan merupakan rangkaian lawatan kenegaraan.(Antara)

Aktor Tom Hanks dan Istrinya Umumkan Positif Virus Korona

0

batampos.co.id – Kabar cukup mengagetkan datang dari aktor gaek Tom Hanks. Aktor yang tenar lewat film Forrest Gump itu mengumumkan bahwa dia dan istrinya, Rita Wilson, positif virus Korona.

Aktor peraih Academy Awards yang berusia 63 tahun itu saat ini berada di Australia. Dia dan istrinya terjangkit di sana. Hanks sedang dalam proyek film tentang kehidupan Elvis Presley.

Lewat akun Twitter-nya, seperti dilansir The New York Times, Hanks tiba-tiba merasakan gejala seperti flu.

“Halo teman-teman. Saya dan Rita ada di Australia. Kami merasa sedikit lelah, seperti pilek, dan beberapa tubuh sakit. Rita mengalami flu meriang yang datang dan pergi. Demam ringan juga,” katanya, Kamis (12/3).

“Untuk bisa menjalani proses syuting dan berakting, seperti yang diperlukan di dunia saat ini, kami dites untuk virus Korona, dan ternyata hasilnya positif,” lanjut pengisi suara Woody dalam film Toy Story itu.

Dia menambahkan bahwa dia dan istrinya akan diobservasi, diamati dan diisolasi. Hal itu demi keselamatan mereka dan orang-orang di sekitar mereka. Hal ini juga patut dilakukan karena sudah ada 120 kasus virus Korona di Australia.

“Kami akan terus mengabari kalian tentang kondisi kami,” katanya.

Dalam proyek film tentang Elvis Presley itu, Hanks berperan sebagai Kolonel Tom Parker, manajer eksentrik Presley yang mengangkat penyanyi terkenal itu menjadi bintang pada tahun 1950-an. Produksi film yang disutradarai oleh Baz Luhrmann itu harusnya dimulai pada hari Senin mendatang.(jpg)

Dukung Soerya Maju Bakal Cagub Kepri, Gerindra-PDIP Berkoalisi

0

batampos.co.id – DPD Gerindra Provinsi Kepri dan DPD PDIP Kepri resmi berkoalisi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kepri, tahun ini. Koalisi tersebut keluar setelah PDIP dengan Gerindra menggelar pertemuan di kediaman Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani di Banten, Selasa 10/3).

Atas koalisi tersebut, artinya Gerindra Kepri sah akan mendukung Soerya Respationo maju menjadi bakal calon Gubernur Kepri 2020. ”Yang pasti koalisi ini (Gerindra-PDIP) sudah final, tak bisa lagi digoyang,” ujar Sekjen Gerindra Kepri Onward Siahaan, Rabu (11/3).

Atas koalisi yang sudah final tersebut, lanjut Onward, pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menggelar rapat pimpinan daerah (rapimda).

”Rapimda untuk mengkonsolidasikan seluruh pengurus dan kader Gerindra di Kepri merapatkan barisan menguatkan dan mendukung koalisi. Intinya koalisi ini harus menang dan bisa mengantarkan jagoan atau pasangan yang diusung Gerindra duduk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Rapimda akan kami gelar Maret,” terang Onward.

Sebelum digelar rapimda, pihaknya akan mengumumkan bakal calon Wakil Gubernur Kepri yang akan mendampingi Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo, maju dalam pencalonan bakal Gubernur Kepri.

”Intinya sebelum digelar rapimda Gerindra, nama yang akan mendampingi Soerya Respationo itu sudah keluar,” ujarnya.

Berdasarkan PKPU, Gerindra dan PDIP sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan bakal calon Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri tahun ini.

”Kalau tak ada halangan, Senin (16/3) nanti kami dari Gerindra, PDIP, dan PKB akan bertemu untuk menggelar rakor mematangkan strategi di Pilgub Kepri,” tegasnya.

Meskipun Gerindra telah resmi berkoalisi dengan PDIP namun siapa yang nantinya akan mendampingi Soerya Respationo di Pilgub Kepri, sampai saat ini masih belum diputuskan.(jpg)

Antisipasi Penularan Virus Korona, Sekolah Diminta Sediakan Tisu

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan surat edaran (SE) terkait antisipasi penularan virus Korona atau Covid-19. Dalam SE 3/2020 tersebut, sejumlah kegiatan diimbau untuk tak dilakukan terlebih dahulu. Mulai bersalaman hingga kegiatan kemah atau studi wisata.

Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan, tidak hanya sekolah, tapi juga perguruan tinggi negeri. Baik formal maupun nonformal. ”Surat edaran ini sesuai dengan protokol yang dibuat KSP,” ujar Kepala Biro Hukum Kemendikbud Dian Wahyuni.

Dia menjelaskan, ada beberapa poin yang dijelaskan secara detail mengenai pencegahan penularan Covid-19. Namun, intinya mengacu pada bagaimana seluruh satuan pendidikan bisa mengoptimalkan peran unit kesehatan sekolah atau unit pelayanan kesehatan di perguruan tinggi. Baik dalam meningkatkan koordinasi dengan unit pelayanan kesehatan setempat maupun melakukan pencegahan persebaran Covid-19. ”Kita minta setiap satuan pendidikan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun,” tuturnya.

Selain itu, menghindari penggunaan alat-alat secara bergantian. Lap tangan sebaiknya diganti menjadi tisu sekali pakai. Penggunaan alat-alat sarana pendidikan seperti peluit, seruling, dan sebagainya secara bergiliran pun tidak diperkenankan.

Kegiatan makan dan minum dalam wadah yang sama juga dilarang. Dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan anak-anak. ”Sebaiknya alat-alat yang selalu kena pegang tangan itu dibersihkan secara rutin, paling tidak satu kali setiap habis pakai.”

Sekolah ataupun perguruan tinggi turut diminta memonitor absensi atau ketidakhadiran siswa. Ketika terjadi ketidakhadiran dalam jumlah besar terkait persoalan pernapasan, mereka wajib melapor ke dinas kesehatan dan dinas pendidikan setempat. Siswa harus diberi izin libur jika memang terjangkit atau sakit.(jpg)

Polisi Janji Terus Menumpas Tambang Pasir Ilegal

0

batampos.co.id – Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri akan menghitung kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir ilegal di kawasan Sambau, Nongsa.

Kasubdit IV Ditreskrimsus, AKBP Wiwit Ari Wibisono, mengaku sedang berkoodinasi
dengan dinas terkait, untuk penghitungan kerusakan lingkungan tersebut.

”Belum keluar hasilnya, kami menunggu dari dinas terkait untuk menghitungnya,”
katanya, Rabu (11/3/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sudah menetapkan satu orang pelaku sebagai tersangka
yakni Aguan. Saat ini, yang bersangkutan juga masih dimintai keterangan polisi.

”Proses pemeriksaan masih terus berlanjut,” ungkapnya.

Wiwit mengaku, tidak menutup kemungkinan tersangka kasus ini akan bertambah.  Namun, semua itu butuh pembuktian dan penyelidikan mendalam.

”Yang pasti, kasusnya masih kami dalami dulu,” ucapnya.

Selain mengamankan Aguan, polisi juga mengamankan 20 orang yang disuruh melakukan
penambangan.

Status 20 orang tersebut, masih sebatas saksi. Dari 20 orang tersebut, memiliki peran berbeda, sebanyak empat orang sebagai operator alat berat, empat orang sebagai tukang checker (pencatat), 11 orang sopir truk, dan satu orang penjual makanan.

”Kami pastikan kegiatan penambangan tanah ilegal ini, tidak memiliki izin,” ungkap
Wiwit.

Pengungkapkan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Dari laporan tersebut, polisi menghentikan aksi kawanan penambang pasir ilegal ini, Jumat (6/3/2020) lalu.

Selain mengamankan para penambang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 11 unit truk, empat unit ekskavator, dan empat buku rekapan hasil penjualan tambang.

Dari pantauan di lokasi penambangan pasir, terdapat banyak ceruk akibat penggerukan. Cerukan-cerukan tersebut memiliki kedalaman yang berbeda-beda.

Lahan yang rusak akibat penambangan pasir ini diperkirakan seluas 1 hektare. Setelah penindakan, tidak ada aktivitas penambangan pasir di kawasan tersebut.

Di tempat ini hanya tersisa satu unit ekskavator rusak, yang sudah dilingkari garis polisi. Wiwit juga menyebut, pihaknya akan terus menindak praktik penambangan pasir ilegal di Batam.

Tak hanya di wilayah Nongsa, tapi juga di kawasan lainnya yang terjadi praktik ilegal yang merusak lingkungan tersebut.

”Penindakan tetap terus kami lakukan,” kata Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Selasa (10/3/2020).

Ia mengatakan, dari awal tahun, Subdit IV Ditreskrimsus sudah melakukan penindakan. Penindakan yang dilakukan tak hanya di kawasan Sambau, Nongsa, tapi juga di Teluk Mergung, Nongsa.

”Di Teluk Mergung, kami sudah police line beberapa tempat,” ucapnya.

Saat ditanyakan, masih ada praktik pencucian pasir di Kampung Panglong. Wiwit mengaku akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

”Terima kasih, nanti akan kami cek,” ucapnya.

Namun, ia mengaku fokus penindakan hanya dilakukan terhadap praktik penambangan.

”Setahu saya di daerah itu (Kampung Panglong), hanya pencucian. Kalau penambangan kami tumpas, tidak akan ada lagi pencucian. Tapi kami akan cek untuk melihat lagi di
sana,” Wiwit juga berharap laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan ilegal itu.

”Sampaikan saja. Kami akan melakukan penindakan langsung,” ujarnya.(ska)

Warga Batam, Suhu Saat Ini Mencapai 32 Derajat Celcius

0

batampos.co.id – Sudah hampir dua bulan Batam dilanda musim kemarau, selain krisis air, suhu udara meningkat hingga 32 derajat celcius.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas l Hang Nadim Batam, Suratman, menyampaikan, suhu udara saat ini masih terbilang normal.

“Suhu ini sebenarnya masih normal, yang membuat panas karena lapisan awannya tipis,” jelansya, Kamis (12/3/2020).

Kata dia, lapisan awan yang tipis membuat sinar matahari langsung sampai kepermukaan bumi.

Para pekerja menggunakan payung saat keluar dari tempat kerja mereka. Saat ini suhu udara di Kota Batam mencapai 32 derajat celcius. Foto: batampos.co.id/Yusuf

“Ini mengakibatkan penguapan tinggi, sehingga disamping terasa panas juga gerah,” ujarnya.

Selain itu salah seorang warga Batam, Nurliya, mengatakan suhu panas dan gerah dirasakan sudah hampir tiga minggu terakhir.

“Rasa panas dan gerah mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB mas, bahkan hampir setiap ruangan yang ada kipas, kita nyalakan semua, jelasnya.

Nur berharap musim kemarau yang melanda Batam cepat berakhir dan meminta agar hujan turun.

“Supaya tidak panas lagi dan debu tak bertebaran,” tutupnya.(nto)

Krisis Air Bisa Matikan Industri

0

batampos.co.id – Rencana penggiliran suplai air atau rationing di Batam mulai 15 Maret, tak hanya meresahkan konsumen rumah tangga, tapi juga kalangan pengusaha.

Mereka gelisah, situasi saat ini seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka menuntut agar interkoneksi dari Dam Tembesi ke Dam Mukakuning segera dilakukan secepat mungkin, tanpa ditawar-tawar lagi.

“Di saat epidemi virus corona belum selesai, malah ada krisis air bersih. Ini meresahkan karena ada 2.900 industri dan 30 ribu pelanggan komersil/bisnis di Batam yang bisa terdampak,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Rabu (11/3/2020).

Menurut Tjaw, kondisi ini tidak ideal bagi kawasan industri.

“Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup industri di Batam,” ujarnya.

Seharusnya kata dia, dicarikan solusi bersama. Karena lanjutnya, air sangat vital bagi industri.

“Tanpa adanya air, bisa-bisa industri akan shutdown dan tidak beroperasi semua. Ini lebih berbahaya dari virus corona,” katanya lagi.

Ia melanjutkan, tanpa adanya air yang mengalir selama dua hari, tentu situasinya akan  sangat buruk.

“Ada bahan baku tapi tanpa adanya air, bagaimana mau produksi. Kami harapkan segera dicarikan jalan keluar dan jangan selalu salahkan keadaan,” ujarnya.

“Saran kami, mungkin yang bisa dilakukan adalah mengambil air dari pulau-pulau terdekat untuk disalurkan ke dam-dam yang ada atau memanfaatkan Dam Tembesi,” harapnya.

Sedangkan, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad
Mansur, mengatakan, rationing tentu berdampak tidak baik bagi bisnis hotel.

Tapi, hotel masih punya cara untuk mengantisipasinya.

“Tiap hotel punya cadangan dari ground tank yang didistribusikan ke kamar-kamar,” ujarnya.

Biasanya kata dia, hotel-hotel memiliki dua ground tank.

“Jadi, satu untuk suplai, dan satu lagi stand by,” sambungnya.

Tapi, ia tetap khawatir, jika rationing selama dua hari dilakukan tetap berdampak tidak baik.

“Kalau hotel lagi dalam keadaan full, selesai kita,” ucapnya.

Sebab, air cadangan tidak akan cukup. Namun, Mansur masih tetap bersyukur, karena saat sulit air seperti ini, tingkat okupansi sedang turun imbas dari epidemi virus corona.

“Okupansi 40 persen pun susah. Jadi ada sisi negatif dan positifnya juga,” jelasnya.

Head of Corporate Secretary PT Adhya Tirta Batam (ATB), Maria Jacobus, mengatakan, rationing dilakukan atas kesepakatan dengan BP Batam guna  untuk memperpanjang usia
Dam Duriangkang.

“Kami bisa saja tidak melakukan rationing atau penggiliran tapi begitu 16 Juni, Dam Duriangkang akan kolaps, tutup,” terangnya.

“Untuk mengembalikan lagi Duriangkang naik sampai minus 2 meter batas aman, pertama tunggu hujan yang mungkin intensitasnya harus 7 bulan atau satu tahun baru
Duriangkang akan normal. Sedangkan masa konsesi kami berakhir November,” sambung Maria.

Maria juga mengatakan, ketersediaan air baku menjadi tanggung jawab BP Batam. BP Batam tak bisa berlepas tangan.

“Kecuali ketika ketersediaan air baku bagus, tapi kami gagal dalam memenuhi kewajiban sesuai konsesi untuk menyalurkan dan mendistribusikan air bersih, ya silakan salahkan kami,” jelas Maria.

ATB sudah memperkirakan krisis air bersih ini jauh-jauh hari sebelumnya.

“Sudah disampaikan ATB tiga-empat tahun sebelumnya,” jelasnya.

“Kita tidak mengharapkan adanya krisis, tapi hal ini telah disampaikan beberapa tahun yang lalu, sehingga Dam Tembesi harus segera digesa,” kata Maria lagi.

Dam Tembesi hingga saat ini masih dalam tahapan lelang yang terus tertunda. BP Batam
juga menyebut, persediaan air yang sudah tertampung di dam tersebut akan dialirkan
melalui pipa sepanjang 2,8 KM ke Dam Mukakuning.

Hal ini sebagai solusi mengatasi krisis air di Dam Duriangkang. Namun rencana ini baru
bisa diimplementasikan paling cepat dua bulan lagi.

Sementara Dam Duriangkang saat ini terancam setop beroperasi, karena kapasitas air terus mengalami penyusutan.

“Kalau curah hujan cukup, maka bisa saja pulih. Tapi berapa lama ini bertahan. Kami prediksi ini cuma satu tahun. Dan untuk mencapai benar-benar di titik pulih itu harus sampai di minus 1 cm,” ungkapnya.

Maria yakin kapasitas dam akan pulih berkat hujan di April dan Mei mendatang.

“Ya mudah-mudahan dengan hujan di bulan April, permukaan air bisa naik dari minus  3,14 ke minus 2,8,” terangnya.

Ia berharap, BP Batam dapat menjelaskan situasi ini dengan baik kepada dunia usaha di
Batam.

“Jika sudah mencapai minus 3,4 cm, maka mesin pompa di Piayu dan Mukakuning akan mati sendiri. Jalan yang paling cepat adalah transfer air baku dari Tembesi ke Mukakuning. Sekarang BP Batam harus melakukan quick action,” tuturnya.(leo/gie)

Pusat Gelontorkan Rp 24,3 Triliun untuk Perbatasan

0

batampos.co.id – Pembangunan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan perbatasan negara digenjot. Tahun ini, jumlah anggaran yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk mengejar ketertinggalan di wilayah terpinggirkan mencapai Rp 24,3 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat membuka Rapat Koordinasi Pengamanan Perbatasan Negara di Jakarta, Rabu (11/3). “Sekarang itu negara mempunyai anggaran untuk itu di APBN, itu besar sekali Rp 24,3 triliun,” ujarnya.

Kepada jajaran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Mahmud meminta untuk mengoordinasikan penggunaan anggaran itu secara terintegrasi. Sebab jika masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) jalan sendiri-sendiri, manfaat dari penggunaannya kurang efektif.

Misalnya, jika ada kementerian membangun dermaga laut, maka kementerian lain bersinergi dengan membangun akses jalan menuju lokasi.

“Coba diintegrasikan sehingga menjadi satu wujud di satu tempat program yang sama,” imbuhnya.

Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, anggaran tersebut tersebar di 27 K/L. Sementara BNPP seniri hanya bertugas sebagai koordinator untuk memastikan program di masing-masing K/L untuk perbatasan berjalan sesuai arahan Presiden.

Terkait alokasi yang mencapai Rp 24,3 triliun, Tito mengatakan angka tersebut didapat berdasarkan hasil diskusi bersama Bappenas. Meski besar, dia menyebut sebetulnya masih jauh dari angka yang dibutuhkan. “Menyesuaikan kemampuan negara,” kata dia.

Imbasnya, dari 700-an kecamatan yang ada di daerah perbatasan, fokus pembangunan akan dilakukan di 222 kecamatan lebih dahulu.

Uang tersebut akan digunakan sesuai tupoksi masing-masing K/L. Misalnya, Kementerian Kesehatan untuk pembangunan fasilitas kesehatan. “Kemudian alat tangkap ya KKP, bangun pasar Kementerian Perdagangan, kemudian koperasi ya Kementerian Koperasi dan UMKM,” imbuhnya.

Pembangunan di masing-masing kecamatan di perbatasan, kata dia, tidak dilakukan seragam. Melainkan akan sesuai dengan kebutuhan. Namun pada prinsipnya, harus menyasar pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan. Tito menyebutkan, ketertinggalan dan kesejahteraan masih jadi persoalan.

Berdasarkan data yang ada, dari 15 provinsi yang memiliki daerah berbatasan langsung dengan wilayah negara lain, 10 di antaranya memiliki angka kemiskinan di atas rata-rata nasional. Padahal, kesejahteraan menjadi kunci untuk stabilitas.

“Jadi kebanggaan, national pride untuk ke-NKRI-an kita. Kenapa? Dia gak perlu lagi cemburu melihat negara sebelahnya serba cukup,” pungkasnya.(jpg)

Imigrasi Terbitkan 16.498 Paspor Selama Dua Bulan

0

batampso.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menerbitkan 16.498 paspor selama Januari hingga Februari 2020.

Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Ijin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Guntur S Hamonangan, mengatakan, tidak semua pemohon diterbitkan paspornya.

“Ada juga yang tidak kita keluarkan,” ujarnya, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya penundaan penerbitan paspor dikarenaka kecurigaan petugas imigrasi terhadap pemohon.

“Dua bulan ini ada delapan yang kita tunda karena terindikasi TKI non prosedural,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor bisa melakukkannya di tiga lokasi.(nto)