Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 10399

Cek Kesehatan sebelum Lunasi Biaya Ibadah Haji

0

batampos.co.id – Mulai besok (19/3) calon jamaah haji (CJH) berhak lunas sudah bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kepala Subdirektorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Mukhammad Khanif mengatakan, CJH tidak boleh lupa cek kesehatan.

Dia menuturkan bahwa informasi soal kewajiban cek kesehatan sudah disampaikan pada 16 Maret. Dalam surat resmi Kemenag, dijelaskan bahwa CJH berhak lunas diminta segera melakukan pemeriksaan kesehatan tahap kedua. Pemeriksaan kesehatan tahap kedua itu bertujuan mengetahui jamaah tersebut memenuhi aspek istitaah (mampu) berhaji dari sisi kesehatan atau fisik.

Hasil cek kesehatan itu dibawa ke bank penerima setoran (BPS) untuk pelunasan biaya haji. ’’Diimbau jamaah melakukan pelunasan secara online,’’ katanya Selasa (17/3).

Imbauan tersebut disampaikan Kemenag sebagai bentuk pencegahan penularan wabah Covid-19. Seperti diketahui, saat ini kasus virus korona terus bertambah di Indonesia. Dia menjelaskan, ada sejumlah BPS yang membuka channel pembayaran online. Antara lain, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Muamalat.

Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali menuturkan, cek kesehatan itu penting untuk memastikan kesiapan berangkat haji. Cek kesehatan tersebut bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit. Nizar juga menekankan bahwa surat keterangan istitaah menjadi salah satu syarat pelunasan biaya haji.

Jika pelunasan dilakukan secara online, hasil tes kesehatan di puskesmas itu juga bisa dikirimkan secara online. ”Sudah ada link siskihatkes di puskesmas dengan bank,” tuturnya.

Kemenag menetapkan kuota haji tahun ini 221 ribu. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 kursi untuk jamaah haji reguler dan 17.680 kursi haji khusus.(jpg)

Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Diundur

0

batampos.co.id – Mewabahnya virus Korona atau COVID-19 menyebabkan jadwal seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Tahun Anggaran 2019 harus ditunda. SKB CPNS yang mulanya direncanakan pada 25 Maret 2020 harus diundur pelaksanaannya hingga menunggu waktu yang akan ditentukan.

Penundaan jadwal itu menyusul status Tanggap Darurat Bencana Nasional Non-Alam Pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah hingga 29 Maret 2020, serta imbauan Presiden Joko Widodo untuk bekerja di rumah (work from home) dan menghindari keramaian.

Penguman penundaan jadwal tertuang dalam Surat Nomor: B/318/M.SM.01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal Pelaksanaan SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019, yang ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo selaku Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Surat tersebut ditujukan kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat dan Daerah.

“Ditunda sampai dengan ditetapkannya kebijakan lebih lanjut berdasarkan evaluasi Panselnas yang hasilnya akan kami beritahukan kemudian dalam bentuk Surat Edaran,” kata Tjahjo dalam keterangannya, Rabu (16/3).

Meski ada penundaan jadwal SKB, lanjut Tjahjo, pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tetap dilaksanakan sesuai jadwal melalui portal resmi penerimaan CPNS Tahun 2019 masing-masing instansi. Adapun jadwal pengumuman tersebut pada 22 hingga 23 Maret 2020.

Penanganan penundaan pelaksanaan SKB ini dilakukan dengan pihak ketiga ini dilakukan sesuai dengan kaidah keadaan kahar atau kejadian luar biasa. “Kaidah keadaan kahar sebagai suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dalam kontrak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak tidak dapat dipenuhi,” pungkasnya.(jpc)

Isteri Polisi Dijambret

0

batampos.co.id – Polsek Sekupang mengamankan dua orang warga Nongsa berinisial J dan A. Keduanya diduga menjambret dan sempat diamuk massa di Jalan Patam Lestari, Kaveling KSB Patam, Sekupang.

Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, mengatakan, kedua pelaku nekat menjambret gelang emas pengendara motor, Fera, pada Jumat (13/3/2020) sekitar pukul 11.00 WIB lalu.

Usai dijambret, Fera yang juga berstatus Ibu Bhayangkari tersebut berteriak hingga pelaku dikejar warga setempat.

“Saat dikejar dua orang yang diduga pelaku ini terjatuh dan sempat dipukuli warga. Beruntung anggota cepat datang dan mengamankan,” ujar Yudi di Mapolresta Barelang, Selasa (17/3/2020) siang.

Dalam kejadian ini, polisi turut mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku
yakni Honda CB 150R BP 3273 HF, dan sebilah badik.

Sementara, barang bukti berupa gelang emas sempat dibuang pelaku sebelum diamankan
warga.

“Sampai sekarang gelang emas korban belum ditemukan. Dari pengakuan pelaku, badik itu hanya untuk berjaga-jaga,” kata Yudi.

Yudi menambahkan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan. Diduga, pelaku sengaja menjambret dan merampas barang berharga pengendara wanita.

“Sampai sekarang pelaku tidak mengakui perbuatannya. Bisa saja ada lokasi dan kor-
ban lainnya,” tutupnya.(opi)

Menerapkan Social Distancing, Sekolah Diliburkan dan UN Ditunda

0

Virus corona COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi ratusan ribu orang di dunia. Untuk mencegah virus ini semakin menyebar, ada dua hal penting yang harus kita lakukan, yaitu mencuci tangan dan social distancing.

Social distancing adalah langkah yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 dengan cara menjaga jarak.

Sebenarnya apa sih  Social Distancing itu ?  Jadi Social Distancing atau yang bisa disebut pembatasan sosial adalah sebuah cara yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang, sederhananya cara ini mengharuskan kita untuk menjaga jarak satu sama yang lain sehingga virus tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang yang lain.

Sebagai contohnya yaitu rutinitas menghindari kerumunan, pertemuan publik, atau tempat yang sering kita bertemu dengan orang dalam jumlah banyak yaitu menghindari tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan,bioskop,stadion olahraga dan termasuk sekolah.

Merespons perkembangan penyebaran virusnya,sejumlah pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas persekolahan selama dua minggu.

Tujuannya yaitu menekan laju penularan virus corona dengan mengurangi kontak ditengah kerumunan atau komunitas yang lebih besar.

Masyarakat diminta untuk mengambil jarak dengan orang lain, lebih banyak berdiam dirumah, menghindari kerumunan dan di himbau berjarak 2 meter jika bertatap muka atau berada dalam satu lokasi.

Kita diimbau jangan keluar rumah jika tidak terlalu penting dan mendesak harus selalu tetap dirumah ini merupakan salah satu cara kita menerapkan Social Distanding.

Ketika pemerintah membuat kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah ini adalah satu langkah baik untuk mencegah meningkatnya penyebaran Virus Corona dan tentunya Indonesia berarti sudah menerapkan Social Distanding atau pembatasan sosial,  diliburkannya siswa bukanlah untuk bersenang-senang melainkan tetap belajar namun dengan metode jarak jauh.

Maka dari itu semua siswa yang diliburkan sekolahnya diberikan Tugas Rumah yang akan mereka kerjakan selama waktu libur berlangsung. Wali murid pun dihimbau untuk tidak memamfaatkan waktu libur ini untuk tidak mengajak anak untuk bepergian ketempat umum seperti mall, pasar dan tempat rekreasi lainnya.

Ancaman Virus Corona ini pun membuat pemerintah membatalkan atau menunda sejumlah agenda dan kegiatan, salah satunya ialah bagi siswa yang akan melaksanakan Ujian Nasional secara serentak hari Senin mendatang terpaksa harus di tunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Penundaan pelaksanaan Ujian Nasional dimungkinkan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasioal 2019/2020 yang diterbitkan BSNP. Jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi pada gagalnya pelaksanaan UN, maka penyelenggara dan panitia UN tingkat pusat atau kemendikbud, akan siap untuk berkoordinasi dengan pemerintah terkait.

Pemerintah berharap dengan  Pembatalan Ujian Nasional ini  bisa dijadikan siswa  belajar lebih dalam lagi untuk mempersiapkan Ujian Nasional, dan benar-benar memamfaatkan waktu libur untuk hal yang berguna dan mamfaat.

Dengan menerapkannya Social Distanding atau pembatasan sosial dan kegiatan dengan cara meliburkan kegiatan sekolah adalah pilihan yang tepat untuk pemerintah mencegah penularan Virus yang sangat luar biasanya ini.

Tinggal kita sebagai masyarakatnya untuk sadar akan pentingnya Social Distanding ini dengan tidak keluar rumah jika tidak berkepentingan.

Social Distanding ini sudah diterapkan di beberapa negara yang terjangkit virus corona dan dinyatakan ampuh untuk mencegah atau memperlambat penularan virus ini. Kita harus melakukan segala upaya untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik dengan orang lain.

Tentunya Social Distanding ini tidaklah mudah untuk banyak orang karena kita harus mengubah kebiasan-kebiasaan kita, tetapi bagaimanapun itu Social Distanding sangat bagus untuk diterapkan agar kita dan orang disekitar kita bisa saling menjaga satu sama lain.

Untuk seluruh siswa yang diliburkan tetap dirumah, ikuti aturan yang telah ditetapkan yaitu kurangi aktivitas diluar rumah  jaga jarak dengan orang-orang ramai, kerjakan tugas yang telah diberikan, tetaplah tenang, cuci tangan dengan benar, jangan sentuh tangan,hidung, dan mulut lakukan aktivitas didalam rumah.

Semoga kita selalu terhindar dari virus yang berbahaya dan total kasus positif corona di Indonesia  bisa disembuhkan.

Oleh Mutiara Ayu Puspaseruni

Prodi Ilmu Administrasi Publik

Pemerintah Indonesia Tidak Akan Lakukan Lockdown, Ini Alasannya

0

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia hingga kini tetap mengambil sikap tegas untuk tidak melakukan lockdown atau menutup wilayah di Indonesia sebagai upaya pencegahan virus Korona. Hal ini lantaran kondisi di sejumlah daerah di Tanah Air akan semakin buruk jika lockdown dilakukan.

“Belum diambil karena lockdown itu artinya membatasi wilayah atau daerah dan memiliki implikasi ekonomi, sosial dan keamanan,” kata Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Wiku menyampaikan, pemerintah juga memperhatikan masyarakat Indonesia yang mengandalkan upah harian dalam mencari nafkah sehari-hari. Apabila di-lockdown, aktivitas ekonomi mereka tentu akan sangat terganggu.

“Dengan lockdown orang di rumah, maka aktivitas ekonomi sulit berjalan dan secara ekonomi itu berbahaya. Oleh karena itu kita belum mengambil ke arah sana,” bebernya.

Makanya, anjuran work from home atau bekerja dari rumah serta penerapan sosial distancing atau menjaga jarak saat ini dinilai menjadi tindakan paling tepat untuk mencegah penyebaran virus Korona.

“Kebijakan lockdown belum bisa diambil. Sosial distancing lebih efektif,” pungkasnya.(jpc)

Di Natuna Apel Pagi dan Sore Ditiadakan

0

batampos.co.id – Dampak wabah virus corona (Covid-19), membuat Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengeluarkan surat edaran terkait sejumlah kegiatan pemerintah daerah yang ditujukan kepada seluruh unsur OPD di lingkungan pemkab Natuna.

Di antaranya meniadakan apel pagi dan sore. Hamid mengatakan, surat edaran yang dikeluarkan merupakan tindak lanjut keputusan Presiden nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona sebagai upaya antisipasi penyebaran
virus corona.

Imbauan juga ditujukan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Natuna. Hamid merinci, edaran yang dikeluarkan di antaranya pelaksanaan apel pagi dan sore serta senam bersama ditiadakan.

Serta diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengurangi kegiatan berkumpul atau melakukan aktivitas di keramaian.

Suasana Kota Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna, yang menjadi pusat pemerintahan dan bisnis. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

”Edaran ini berlaku sejak 16 Maret kemarin. Masyarakat juga diimbau tidak berjabat
tangan atau kontak fisik secara langsung. Semua harus bisa melakukan pencegahan dari
penularan wabah corona ini,” kata Hamid, Selasa (17/3/2020).

Edaran tersebut juga berdampak pada kegiatan MTQ di Kecamatan Pulau Tiga. Beberapa kegiatan MTQ ditiadakan, termasuk kegiatan pawai taaruf dan bazar.

Namun, kegiatan inti dari MTQ tetap dilaksanakan. Bahkan kegiatan Popda yang direncanakan dilaksanakan di Natuna jadwalnya ditunda hingga batas waktu tidak di-
tentukan.

Hamid menambahkan, pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas luar daerah agar dilak-
sanakan secara terbatas dan selektif serta menghindari daerah yang terpapar virus
corona.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk, demam, gangguan tenggorokan, serta gangguan pernapasan agar menggunakan masker dan segera memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

”Masyarakat diimbau supaya membiasakan pola hidup sehat, rutin cuci tangan dan berolahraga di kediaman masing-masing. Tentunya dengan istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbaunya.

Saat ini ada tiga warga dilakukan pemantauan setelah dilakukan deteksi suhu tubuh. Mereka sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri.

Seperti diketahui, saat ini terdapat tiga orang warga Natuna dilakukan pemantauan oleh dinas kesehatan karena suhu tubuhnya agak tinggi saat dideteksi di bandara.

Meski tidak dikarantina, tiga orang yang dipantau ini ditekankan agar selalu memakai masker dan kurangi kontak langsung dengan orang lain.(arn)

Bandara Hang Nadim dan Terminal Ferry Punggur Tetap Beroperasi

0

batampos.co.id – Menyusul pemberitaan meningkatnya jumlah masyarakat Indonesia yang positif terinfeksi Corona Virus Disease (Covid-19), sejumlah fasilitas utama publik, seperti Bandara Internasional Hang Nadim dan Terminal Domestik Punggur tetap beroperasi dengan normal.

Berdasarkan informasi dari Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Teknologi Informasi dan Komunikasi BP Batam, Suwarso dan Direktur Badan Usaha Pelabuhan Batam, Nelson Idris, bahwa Bandara Internasional Hang Nadim tetap beroperasi seperti biasa.

Pihak bandara dan pelabuhqn Batam juga telah melakukan penyemprotan desinfektan sejak Senin (16/3/2020) lalu.

Bandara Internasional Hang Nadim juga telah memasang alat pemindai suhu tubuh otomatis atau thermal detector, beserta thermal gun di setiap pintu kedatangan penumpang pesawat domestik maupun internasional.

Para petugas kebersihan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area Bandara Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Direktur Badan Usaha Pelabuhan Batam Nelson Idris, mengatakan, pihaknya juga tidak melakukan lockdown di Terminal Ferry Domestik Punggur dan tetap dibuka untuk pelayaran kapal antarpulau.

Selain itu, pihaknya telah mengerahkan tenaga kebersihan untuk menyemprotkan desinfektan di kursi ruang tunggu, eskalator dan lift.

Hingga Selasa (17/3/2020) tercatat 2.004 penumpang yang telah melalui Pelabuhan Domestik Punggur.

Pelabuhan Batam juga telah menyiapkan hand sanitizer yang bisa digunakan oleh calon penumpang sebagai langkah preventif dari penyebaran virus ini.(*)

Polisi Cek Suhu Tubuh Pengemudi Angkutan Umum

0

batampos.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap para sopir angkutan umum di kawasan Panbil dan Mega Mall, Rabu (18/3/2020).

Dari pengecekan ini ditemukan beberapa pengemudi yang suhunya melebihi batas normal.

Atas temuan ini, polisi meminta pengemudi tersebut kembali ke rumah dan memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

“Pengecekan ini dilakukan, karena para pengemudi angkutan umum ini banyak bersentuhan dengan masyarakat banyak,” ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, AKBP Erick Marbun, Rabu (18/3/2020).

“Sehingga mereka ini cukup rentan tertular penyakit. Apalagi saat ini wabah corona sedang melanda Indonesia,” katanya lagi.

Erick mengatakan, pemeriksaan suhu ini, tidak hanya menyasar para pengemudi saja. Tapi juga para penumpang angkutan umum.

Dari pemeriksaan dilakukan kepolisian, suhu para penumpang angkutan umum masih terbilang normal.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, AKBP Erick Marbun, mengecek suhu tubuh salah seorang sopir angkutan umum. Pengecekan dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus corona. Foto: batampos.co.id/Fiska Juanda

“Tadi kami temukan satu pengemudi suhunya 37,5, di atas normal. Makanya kami sarankan untuk beristirahat. Kami minta sopir ini juga mengutamakan kesehatannya,” ungkapnya.

Ia mengatakan pengecekan ini, tidak hanya sekali ini saja. Nantinya jajaran Ditlantas Polda Kepri akan melakukan pengecekan secara berkala.

Tentunya untuk memastikan kesehatan para pengemudi dan penumpang angkutan umum.

“Terus menerus kegiatan ini. Tidak hanya di Batam, tapi juga dibeberapa daerah lainnya,” ucapnya.

Erick mengatakan, selain pengemudi dan penumpang angkutan umum. Pengecekan suhu juga dilakukan kepada para pengguna jalan raya lainnya.

“Makanya pengecekan ini akan kami lakukaa berkala,” tuturnya.

Selain melakukan pengecekan suhu. Jajaran Ditlantas Polda Kepri juga mensosialisasikan mengenai wabah virus corona.

Petugas Ditlantas menyampaikan ciri-ciri terjangkit virus corona, salah satunya panas tinggi.

“Kadang-kadang pengemudi ini, seperti sopir bimbar ini kurang monitor. Mereka hanya mendengar secara sekilas, makanya kami edukasi mengenai virus corona ini. Sehingga mereka paham bagaimana virus ini bekerja,” ucapnya.

Kepada masyarakat, Erick berharap selalu memperhatikan kesehatan. Apabila mengalami panas tinggi, nyeri tenggorokan dan batuk, bisa dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Selain itu, saat ini kurangi interaksi dengan orang banyak,” pungkasnya.(ska)

Hanya Sehari Pasien Positif Virus Korona di Iran Bertambah 1.178

0

batampos.co.id – Gelombang kedua penyebaran virus Korona jenis baru atau COVID-19 di luar Tiongkok makin mewabah. Terbaru, Iran mengonfirmasi 1.178 kasus baru hanya dalam sehari. Angka itu melonjak dalam waktu cepat. Peningkatan itu menjadi yang terbesar di negara tersebut selama 24 jam. Jumlah total kasus sekarang meroket jadi 16.169 kasus.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianush Jahanpour mengatakan ada 135 kematian baru sehingga total kematian menjadi 988 jiwa seperti dilansir dari Al Jazeera.

Iran telah mengeluarkan peringatan paling mengerikan tentang wabah virus Korona yang melanda negara itu. Angka itu menunjukkan prediksi jutaan orang bisa mati jika orang terus bepergian dan mengabaikan nasihat kesehatan.

Petugas menyemprot cairan disinfektan di jalan di Tehran, Iran (Vahid Salemi/AP)

Seorang jurnalis televisi negara, yang juga seorang dokter, dr. Afruz Eslami memberikan peringatan pada Selasa (17/3) mengutip sebuah studi oleh Universitas Teknologi Sharif di Teheran, yang memprediksi skenario mengenai wabah COVID-19 di Iran. Iran jadi salah satu negara yang paling mematikan di luar Tiongkok, negara penyakit itu berasal.

Dia mengatakan jika orang mulai bekerja sama sekarang, kasus akan lebih ditekan. Tetapi jika orang gagal mengikuti petunjuk apa pun, itu bisa menghancurkan sistem medis Iran yang sudah kacau saat ini.

“Jika fasilitas medis tidak memadai, akan ada empat juta kasus, dan 3,5 juta orang akan meninggal,” katanya.

Eslami tidak merinci matrik apa yang digunakan studi tersebut. Setidaknya 12 politisi dan pejabat Iran pun kini telah meninggal karena penyakit tersebut, dan 13 lainnya telah terinfeksi dan sedang dalam karantina atau dirawat.

Pada Selasa (17/3), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan keputusan yang melarang perjalanan tidak perlu di negara itu. Itu terjadi ketika publik mengabaikan peringatan berulang kali. Iran telah mendesak orang untuk tetap di rumah, tetapi banyak yang mengabaikan seruan itu.

Pada Senin (16/3) malam massa yang marah menyerbu ke halaman tempat pemujaan Imam Reza Masyhad dan tempat pemujaan Fatima Masumeh milik Qom. Kerumunan biasanya berdoa di sana 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, menyentuh dan mencium kuil. Kegiatan itu telah membuat para pejabat kesehatan khawatir. TV pemerintah lantas mengumumkan penutupan kuil, yang memicu demonstrasi. Polisi kemudian membubarkan massa.

Dalam upaya terbaru untuk menahan virus itu, polisi Iran melarang perayaan yang menandai festival api tradisional yang datang sebelum Nowruz, Tahun Baru Persia. Namun, sejak mengumumkan dua kematian pertamanya di kota suci Qom bulan lalu, Iran belum memberlakukan kuncian dan wabah telah menyebar ke 31 provinsi di negara itu.

Iran telah mengerahkan tim-tim untuk menyaring para pelancong yang meninggalkan kota-kota besar di 13 provinsi, termasuk ibu kota, Teheran. Tim-tim akan memeriksa suhu para pelancong dan mengirim mereka yang demam ke pusat-pusat karantina.

Juru bicara kementerian kesehatan Kianoush Jahanpour mengatakan lebih dari 15 juta orang Iran telah diskrining karena timbul gejala. Menurut Kementerian Kesehatan, tren peningkatan kasus infeksi yang dilaporkan adalah karena adanya pelacakan kontak dan meningkatnya jumlah tes yang dilakukan.(jpg)

Panic Buying Terjadi di Batuaji

0

batampos.co.id – Personel kepolisian mengawasi aktivitas belanja masyarakat yang melakukan pembelian kebutuhan pokk dalam jumlah banyak.

Pasalnya hingga saat ini Rabu (18/3/2020), aktivitas borong bahan kebutuhan pokok masih terjadi di Batuaji dan Sagulung.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, pihaknya menanggapi serius aktifitas panic buying tersebut.

“Kita langsung turun melakukan pengawasan dan pengecekan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, masyarakat yang berbelanja dalam jumlah banyak diberi pengertian bahwa tindakan seperti itu tidak perlu dilakukan.

Karena lanjutnya belum ada kebijakan apapun dari pemerintah terkait lackdown.

“Tidak saja pasar atau toko sembako, apotek juga kami datangi. Berbelanja dalam jumlah banyak atau sifatnya borong kita larang. Ini murni kepanikan saja makanya, kita juga berikan pengertian biar masyarakat tak terlalu panik seperti itu,” ujarnya.

Seorang personel Polsek Batuaji berpakaian sipil memberikan pengertian kepada pemilik toko agar tidak melayani pembelian bahan pokok dalam jumlah banyak. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Pihaknya juga mengimbau pemilik toko atau supermarket market untuk tidak melayani pembelian dalam jumlah banyak.

Dengan harapan pendistribusian sembako merata kepada semua masyarakat yang membutuhkan.

Dari pantau batampos.co.id, masyarakat banyak membeli beras, gula, telur dan minyak goreng.

Mereka khawatir jika aktivitas kota benar-benar dibatasi, akan kesulitan mendapatkan pasokan bahan kebutuhan pokok nantinya.

Masyarakat yang mendatangi pusat perbelanjaan, supermarket ataupun toko sembako umumnya berbelanja dalam jumlah yang banyak. Beras khususnya yang dibeli masyarakat umumnya di atas 20 kg.

Seperti di salah satu supermarket di pasar Aviari. Pembelian beras dalam jumlah yang banyak terjadi sejak pagihingga siang ini.

Bahkan pekerja di supermarket tersebut menyebutkan panic buying ini terjadi sejak Senin (16/3/2020) lalu.

“Biasanya tak seperti ini. Mungkin panik orang makanya pada belanja banyak. Biasanya yang paling laris beras karung 5 sampai 10 kg. Sekarang pada nyari yang 25 kg. Telur dan minyak gorengpun demikian umumnya diborong,” kata Haris, seorang pekerja.

Rusdi seorang warga yang dijumpai sedang berbelanja mengakui sangat takut apabila Kota Batam benar-benar lockdown.

Dalam benaknya, dia akan kesulitan mencari toko atau supermarket yang menjual bahan kebutuhan pokok nantinya.

“Makanya distok biar tak kesusahan nanti. Banyak anggota keluarga saya jadi harus beras yang 25 kg (yang dibeli),” ujarnya.(eja)