Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10419

Permintaan Tinggi, Harga Ayam Potong Meroket

0

batampos.co.id – Harga ayam potong segar atau broiler kembali naik di beberapa  pasar di Kota Batam. Naiknya harga ayam potong diduga karena permintaan meningkat sejak bulan Ramadan.

Saat ini, harga ayam potong dijual hingga Rp 40 ribu per kilogram (kg). Padahal, seminggu lalu, harga ayam potong masih berkisar Rp 35-37 ribu per kg.

Rudi, salah satu pedagang ayam potong di pasar Botania 1 Batam Center mengatakan, harga ayam naik sehari jelang bulan puasa.

Rata-rata, harga ayam naik Rp 3.000-4.000 per kg.

”Ayam naik jadi Rp 38 ribu, sebelumnya cuma Rp 34-35 ribu,” ujar Rudi, Senin (27/4/2020).

Harga ayam potong di Kota Batam kini meroket. Jika sebelumnya dikisaran Rp 35-37 ribu per kg, kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurut dia, memasuki bulan Ramadan, permintaan ayam potong meningkat dari biasanya. Bahkan, peningkatannya jauh dibanding bulan lalu yang sempat mengalami
kelesuan penjualan.

”Bulan lalu pas corona baru mewabah, pembeli sepi. Makanya harga ayam sempat
turun Rp 30 ribu, kemudian naik lagi jadi Rp 35 ribu. Sekarang Rp 38 ribu per kg, ” terangnya.

Kenaikan harga juga terpantau di Pasar Mustafa, Batam Center, harga ayam potong
segar dijual berkisar Rp 38-40 ribu per kg.

Bulan puasa dan permintaan tinggi menjadi penyebab kenaikan harga komoditas lauk pauk tersebut.

”Permintaan ayam memang tinggi dari biasanya. Harga naik memang dari peternak di Barelang,” imbuh Ari, karyawan pedagang ayam di pasar itu.

Sedangkan di Pasar Pagi Tos 3000 Jodoh, harga ayam dijual Rp 35-36 ribu per kg. Harga
ayam naik sekitar Rp 3.000-4.000 per kg.

”Sebelumnya cuma Rp 32-33 ribu per kg, sekarang naik Rp 35-36 ribu,” ujar Edi, pedagang ayam.(she)

5.000 KK Dapat Bantuan Sembako dan Uang Tunai di Anambas

0

batampos.co.id – Bagi masyarakat Kepulauan Anambas terdampak Covid -19, selain mendapat bantuan sembako juga akan diberikan bantuan uang tunai Rp 500 ribu. Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris dalam acara penyerahan simbolis bantuan sembako kepada 10 perwakilan masyarakat terdampak Covid-19 di kantor Lurah Tarempa, Senin (27/4/2020).

Haris mengatakan sebanyak 5000 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan terdampak Covid-19 yang ada di wilayah Kepulauan Anambas. Setiap KK akan mendapat uang tunai Rp 500 ribu. Adapun satu paket sembako untuk setiap KK itu berisikan 1 karung beras 10 kg, minyak makan 5 liter, 1 kilogram gula pasir, 1 kaleng sarden, 1 kaleng susu ukuran besar, dua papan telor dan 1 kotak mi instan.

“Bantuan ini kita salurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, itu 1 paket sembako dan uang tunai Rp 500 ribu per KK,” tuturnya.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris (tengah) saat akan memberikan paket sembako kepada masyarakat di Kantor Lurah Tarempa, Senin (27/4/2020). Foto: Faidillah/batampos.co.id

Menurut Haris penerima bantuan sembako setiap kecamatan berbeda jumlahnya. Untuk Kecamatan Siantan 853 KK, Kecamatan Palmatak 763 KK, Kecamatan Kute Siantan 463 KK, dan Kecamatan Siantan Utara 332 KK. Berikutnya Kecamatan Siantan Tengah dan Kecamatan Siantan Timur 532 KK, Kecamatan Siantan Selatan 448 KK dan untuk Kecamatan Jemaja Timur dan Jemaja Barat secara keseluruhan sebanyak 1.120 KK.

“Kalau ada keluhan dari masyarakat dan tidak terdata silakan nanti kita selesaikan kembali yang berhak sesuai aturan yang berlaku” jelasnya.

Abdul Haris mengatakan paket sembako tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Anambas. Sementarta penyerahan secara simbolis bantuan sembako telah dilangsungkan dan didampingi Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Allan Henri Baskara Harahap dan Kapolsek Siantan AKP Septimaris.(fai)

Batam Kehabisan Reagen, Uji Swab Tertunda

0

batampos.co.id – Beberapa hari ke depan, angka Covid-19 Batam diperkirakan tidak akan mengalami penambahan. Bukan tidak ada kasus, namun Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam kembali kehabisan reagen, sehingga uji swab menggunakan polymerase chain reaction (PCR) kembali tertunda.

Sebelumnya, pada Jumat (24/4) lalu sempat datang 200 reagen, namun habis dalam waktu singkat, akibat banyaknya sampel yang diuji di Kepri. Hampir seluruh negara membutuhkan reagen tersebut, sehingga cukup sulit mendapatkan reagen di masa pandemi Covid-19.

Plt Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, mengaku pemeriksaan PCR akan kembali dilakukan pada Rabu (29/4). “Saya dengar kabar reagen akan masuk di Batam, Selasa (28/4) sore. Jadi, bisa Rabu sudah dilakukan pengujian lagi,” katanya, kemarin.

Ia juga mengatakan, Jumat (24/4) lalu, BTKLPP direncanakan menerima sekitar dua boks reagen. Namun, karena harus dibagi ke daerah lain, sehingga hanya menerima satu boks reagen yang bisa digunakan untuk pengujian 200 sampel saja.

Saat ini, reagen yang ditunggu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tapi, ia mengaku tidak mengetahui, berapa jumlah reagen yang datang. Ia berharap reagen yang datang dalam jumlah banyak, sehingga mencukupi untuk pemeriksaan PCR bagi terduga Covid-19. “Semoga saja bisa cepat datang,” harapnya.

Ia menyebutkan, saat ini cukup sulit mendapatkan reagen tersebut. Karena semua pihak membutuhkan untuk pengujian Covid-19. “Terakhir pengujian dilakukan Minggu (26/4). Makanya dalam dua hari ini (Senin dan Selasa), tidak ada pengujian karena menunggu pasokan reagen,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, masih ada 40 sampel yang belum diuji menggunakan PCR. Namun, begitu reagen nantinya datang, ke-40 sampel tersebut langsung diperiksa.

“Sembari menunggu reagen datang, tim analis kami melakukan pembukaan sampel dan ektraksi terlebih dahulu. Sehingga begitu reagen datang, bisa langsung dilakukan pengujian. Jadi, tidak duduk saja, tetap bekerja,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan reagen, Pemprov Kepri meminta dukungan ke Kementerian Kesehatan. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan pihaknya sudah memesan 20 ribu reagen. “Reagen ini memang sangat kita butuhkan, agar seluruh swab dapat dideteksi apakah positif Covid-19 atau tidak. Awalnya, pihak produsen reagen menjanjikan dalam pekan ini mendistribusikan reagen tersebut ke Batam, namun sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Tjetjep, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, jumlah yang dibutuhkan sebenarnya lebih dari angka tersebut. Menurutnya, jika bisa seluruh swab yang dikirim ke BTKLPP itu dapat dites dengan menggunakan PCR. Karena pasien dan tim medis butuh jawaban secepatnya. Disebutkannya, biaya untuk tes PCR itu mahal.

“Harga 20 ribu reagen itu saja Rp 6 miliar, karena itu pemeriksaan swab dapat dilakukan secara efesien dan optimal. Kami juga sudah meminta bantuan kepada Kemenkes agar reagen untuk Kepri disediakan lebih banyak atau sesuai kebutuhan,” jelasnya. (ska/jpg)

Keputusan Haji Dilaksanakan atau Tidak akan Diumumkan 12 Mei

0

batampos.co.id – Calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia harus lebih bersabar menunggu kepastian haji tahun ini ditunda atau berjalan normal. Rencana semula kepastian pelaksanaan haji 2020 disampaikan pekan keempat April ini. Tetapi diundur menjadi 19 Ramadan atau 12 Mei depan.

Informasi terbaru pelaksanaan haji itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nizar, di Jakarta Senin (27/4). Dia mengatakan, pemerintah Arab Saudi akan mengumumkan kebijakan haji 2020 pada tanggal 19 Ramadan atau 12 Mei. Seperti diketahui pemerintah Saudi sampai saat ini menggunakan kalender hijriyah.

Nizar menjelaskan, dalam pengambilan keputusan haji nanti, Arab Saudi menunggu hasil survei yang dilakukan oleh The World Hajj and Umrah Convention (WHUC). Organisasi itu telah melakukan survei persiapan pelaksanaan haji 2020 di tengah wabah Covid-19 dan melibatkan 25 negara pengirim jemaah haji. ’’Dari 25 negara tersebut, salah satunya Indonesia,’’ katanya kemarin (27/4).

Dari 25 negara yang menjadi objek survei, 15 negara di antaranya sudah mengembalikan form isian survei. Nantinya hasil survei itu digunakan sebagai masukan untuk pemerintah Arab Saudi dalam mengambil kebijakan pelaksanaan haji 2020.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menuturkan, di antara materi surveinya adalah persiapan dan langkah kesehatan yang diambil setiap negara dalam penanganan wabah Covid-19. Kemudian tentang kesiapan setiap negara jika kebijakan haji akan mempertimbangkan pembatasan aspek umur maksimal 50 tahun.

’’Survei juga menanyakan tentang kesiapan negara jika harus ada karantina sebelum perjalanan dan ketika tiba di Saudi,’’ jelasnya.

Selain itu juga kesiapan setiap negara jika ada pengurangan kuota haji sebanyak 20 persen. Seperti diketahui kuota haji Indonesia tahun ini adalah 221 ribu jemaah. Jika ada pemangkasan 20 persen, berarti tinggal 176.800 orang.

Pelaksana Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Djoko Sulastomo menjelaskan, kebijakan pemberlakuan jam malam yang diatur dalam dekrit Raja Salman tertanggal 26 April. Di antaranya adalah pencabutan larangan bepergian di seluruh Arab Saudi antara pukul 09.00 – 17.00 waktu setempat. Aturan ini berlaku 26 April sampai 13 Mei. Ketentuan ini dikecualikan untuk Makkah dan sejumlah kota yang sebelumnya diisolasi.

Kemudian kegiatan ekonomi seperti pertokoan grosir dan eceran serta pusat perbelanjaan (mal) diizinkan kembali beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Aturan ini berlaku mulai 29 April sampai 13 Mei. Untuk klinik atau salon kecantikan, salon rambut, klub olahraga dan kebugaran, pusat rekreasi, bioskop, restoran, dan caf‚ masih dilarang beroperasi.

Aturan lainnya adalah mengizinkan perusahaan dan pabrik beroperasi normal tanpa pembatasan mulai 29 April sampai 13 Mei. Otoritas Arab Saudi tetap melakukan pengawasan protokol kesehatan. Selain itu hukuman tetap akan dikenakan kepada setiap pelanggar aturan pembatasan pergerakan atau sosial.

’’Untuk perkantoran belum ada perkembangan lebih lanjut,’’ kata Djoko. Dia menuturkan aturan itu berlaku sampai 13 Mei. Nanti pemerintah Arab Saudi akan meninjau kembali kebijakan tersebut. Djoko berharap kondisi Covid-19 di Saudi membaik. (jpg/wan)

Akses Batam Ditutup, Ekonomi Daerah Turun

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam Rahayuddin mengatakan, peran transportasi dalam mendukung perekonomian daerah sangatlah besar. Penutupan akses keluar masuk Batam sejak 25 April hingga 1 Juni 2020 diprediksi juga bakal berimbas terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Transportasi merupakan salah satu indikator di dalam menghitung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya kebijakan penutupan akses keluar masuk ini jelas akan mempengaruhi sisi ekonomi,” kata Rahayuddin.

Penutupan akses keluar masuk juga akan berdampak terhadap redistribusi ekonomi atau redistribusi kekayaan bakal terhambat. Dalam artian, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah-daerah akan merasakan dampak dari kebijakan penutupan akses ini.

“Misalnya orang naik pesawat kan beli oleh-oleh kalau bandara ditutup atau transportasi laut ditutup tentu tak akan lagi orang-orang yang akan belanja tersebut,” tuturnya.

Selanjutnya dari sisi bisnis dan ekonomi di masyarakat juga akan terganggu. Meskipun pengiriman barang tidak terganggu dari kebijakan ini, namun sedikit banyaknya akan berdampak terhadap pengiriman bisnis online. “Artinya semua sektor akan terdampak dari penutupan angkutan ini,” beber Rahayuddin.

Selanjutnya dari sisi transportasi juga akan berpengaruh. Sebab dengan tidak adanya larangan akses keluar masuk di Kota Batam, transportasi darat, laut dan udara sudah babak belur akibat pendemi wabah virus corona. “Apalagi sekarang sudah dilarang, bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi daerah juga pasti akan turun,” tuturnya.

Rahayuddin mengaku masih menghitung pertumbuhan ekonomi Batam di bulan ini. Ia juga menjawab belum bisa mempublikasikan. “Masih kita hitung (pertumbuhan ekonomi saat ini). Prediksi saya ke depan sektor transportasi akan kena. Pengiriman barang juga akan kena namun tidak akan terlalu terasa. Nanti 5 Mei kita publikasikan,” pungkas Rahayuddin.(rng)

Pendaftar Capai 8 Juta Orang, Ini Penyebab Tak Lolos Program Kartu Prakerja

0

batampos.co.id – Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja melaporkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 8 juta orang yang mendaftar program ini. Lebih dari setengahnya sudah melalui tahapan pendaftaran.

“Sekarang sudah delapan juta lebih yang daftar dan lebih dari setengahnya sudah bisa mengikuti gelombang pendaftaran,” kata Direktur Komunikasi, Kemitraan dan Pengembangan Ekosistem PMO Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky dilansir dari Antara, Selasa (28/4).

Jumlah itu melampaui pendaftaran gelombang pertama yakni ketika program ini diluncurkan pada Sabtu (11/4) hingga Kamis (16/4) jumlah pendaftar mencapai 5,9 juta orang.

Dari jumlah itu setelah melalui verifikasi, sebanyak 168.111 orang berhasil lolos menjadi peserta pada gelombang pertama. Namun, Panji tidak membeberkan berapa jumlah pendaftar dan peserta yang lolos pada gelombang kedua yang digelar pada 20-23 April 2020.

Pemerintah berencana akan membuat pelatihan dalam Kartu Prakerja ini yang berlangsung sebanyak 30 gelombang hingga akhir tahun. Pendaftaran Kartu Prakerja dilakukan secara bertahap.

Dia menyebutkan, target program ini tidak sulit direalisasikan karena jutaan pendaftar sudah masuk. Meski demikian, ada beberapa pendaftar tak lolos tahapan pendaftaran.

Salah satu penyebabnya, lanjut Panji, dikarenakan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak bisa diverifikasi. Selain itu, foto diri yang diverifikasi dengan membandingkan foto di kartu tanda penduduk (KTP) juga sulit dibaca sistem.

Penyebab lain, lanjut dia, foto yang diunggah kurang sesuai seperti kualitas foto. Posisi badan yang tidak menghadap ke depan, hingga adanya penutup kepala, hingga memakai kacamata.

“Namun itu tidak menjadi halangan karena tetap bisa mengunggah kembali, bisa mengubah dan merevisi sehingga bisa masuk gelombang pendaftaran selanjutnya,” katanya.(jpg)

Penerbangan Dihentikan, Ketua Apindo: Ini Pukulan Tambahan Bagi Pelaku Pariwisata

0

batampos.co.id – Penghentian penerbangan tidak hanya berdampak pada penurunan pendapatan Bandara di seluruh Indonesia, tapi juga menjadi pukulan tambahan bagi para pelaku usaha pariwisata.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, penghentian layanan penerbangan di Bandar Udara Hang Nadim hingga 1 Juni mendatang diperkirakan akan semakin berdampak kepada dunia usaha, khususnya pariwisata.

“Menurut saya penutupan Bandara di hampir seluruh wilayah Indonesia tersebut
merupakan pukulan tambahan bagi pelaku pariwisata,” ujarnya, Minggu (26/4/2020).

Jika sebelumnya yang paling terdampak adalah hotel dan pemandu wisata, maka akibat
penghentian ini akan meluas kepada pihak lain yang terkait.

“Misalkan pelaku usaha angkutan darat dan pelaku usaha rental mobil, serta karyawan berbagai tenan di bandara dan juga pelabuhan,” jelasnya.

Selanjutnya para pedagang kecil oleh-oleh dan makanan yang biasa berjualan di bandara juga terpaksa harus menutup usahanya.

Kondisi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terlihat sepi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Ini pukulan berat bagi sektor UMKM dan efeknya bisa merembet pada sektor keuangan juga, dimana akan banyak kredit macet perbankan akibat menurunnya kemampuan
pelaku usaha UMKM ini membayar angsuran kredit,” jelasnya.

Berbagai insentif yang diberikan pemerintah mulai dari relaksasi kredit dan penurunan  pajak memang akan membuat pelaku UMKM ini bisa sedikit bernafas.

Namun kemampuan pemerintah tentunya juga terbatas.

“Kita tahu saat ini APBN dan APBD juga mengalami penurunan dari sisi penerimaan akibat menurunnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.

“Jika kondisi ini terlalu lama terjadia maka kita khawatirkan efek dominonya akan lebih dahsyat,” katanya lagi.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar berdoa supaya kejatuhan ekonomi tidak akan  terjadi di tengah wabah Covid-19 ini.

“Kuncinya ada pada kedisiplinan masyarakat untuk mentaati imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan secara mandiri tanpa paksaan,” jelasnya.(leo)

Dilarang Mudik, Bandara Hang Nadim Kehilangan Rp 397 Juta per Hari

0

batampos.co.id – Pendapatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam terjun bebas setelah adanya larangan mudik sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, pendapatkan Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) ini juga turun drastis karena jumlah penumpang yang setiap harinya mengalami penurunan.

Kini, melalui aturan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai larangan pesawat komersial mengangkut penumpang yang berlaku sampai 1 Juni mendatang, membuat Hang Nadim kehilangan pendapatan.

“Berapanya (kehilangan pendapatan, red), waduh saya belum hitung-hitung,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Minggu (26/4/2020).

Namun, ia memperkirakan untuk tarif PSC (passengers service charge) yang diberlakukan di Hang Nadim, satu orangnya ditarik Rp 60 ribu.

Saat normal kata dia, Hang Nadim melayani sekitar 6 ribu penumpang yang berangkat setiap harinya.

Apabila dihitung-hitung dari PSC saja, Hang Nadim sudah kehilangan pendapatan sebesar Rp 360 juta per hari. Itu baru PSC saja. Ada lagi pendapatan dari pesawat yang datang ke Hang Nadim.

Kondisi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terlihat sepi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Secara keseluruhan itu, satu pesawat itu, landing fee jenis Boeing 737-900 biayanya sekitar Rp 750 ribu per pesawat,” ujarnya.

Bila dikalikan di saat normal ada sekitar 50 penerbangan seharinya, maka pendapatan
Bandara Hang Nadim yang hilang akibat dampak Covid-19 ini, sebesar Rp 37.500.000.

Sehingga jika ditotalkan sehari Bandara Hang Nadim diperkirakan kehilangan pendapatan Rp 397.500.000.

“Banyak pendapatan yang hilang,” ujarnya.

Selain itu, dampak larangan mengoperasikan pesawat komersil khusus penumpang ini dirasakan para tenan di Hang Nadim.

Puluhan tenan terpaksa menutup toko mereka sementara waktu. Demikian halnya para
pengemudi taksi dan porter di Hang Nadim juga merasakan dampak yang sama dari kebijakan ini.

Begitu juga para pengelola airlines. Walaupun tidak melayani penumpang, Suwarso mengatakan Bandara Hang Nadim masih tetap beroperasi 24 jam.

“Kami melayani kargo, dan mengantisipasi penerbangan yang membawa pasien Covid-19 ke Pulau Galang,” tuturnya.

Untuk kargo sendiri, Sabtu (25/4/2020), Bandara Hang Nadim melayani tiga penerbangan. Lalu di Minggu (26/4/2020) ada dua penerbangan.

“Semuanya ke Halim (Jakarta),” ucapnya.

Selain itu, Hang Nadim tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin melakukan refund atau reschedule jadwal penerbangan.

Penumpang dapat datang langsung ke konter maskapai di bandara. Namun, pengaturan waktu refund tiket ditentukan oleh pihak maskapai untuk menghindari terjadinya penumpukan di bandara dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami juga tengah berkoordinasi intens dengan pihak maskapai untuk membantu
masyarakat dalam melakukan proses refund atau reschedule bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket,” tambah Suwarso.

Selain itu, Bandara Hang Nadim juga tengah menyiapkan pengaturan parking stand pesawat yang akan parkir longstay pada periode ini. Sehingga tidak mengganggu operasional pesawat kargo atau pesawat yang membawa logistik yang masih beroperasi.(ska)

Terpapar dari Sebaran Lokal, Bocah Tujuh Tahun Positif Corona

0

batampos.co.id – Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, terkonfirmasi positif Covid-19 terpapar penyebaran lokal dari anggota keluarganya. Anak perempuan itu memiliki kontak erat dengan anggota keluarganya yang positif korona dan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Juru Bicara Rim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah seperti dilansir dari Antara mengatakan, saat ini pasien menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Kolonel Abun Jani di Bangko Kabupaten Merangin. Dari 32 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jambi, sebanyak 23 di antaranya terkait dengan pasien klaster Gowa atau yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut dia, dari klaster itu terjadi paparan lokal kepada anggota keluarga terdekatnya, sehingga upaya penelusuran dan pelacakan dilakukan secara intensif terhadap orang-orang yang memiliki perjalanan ke Ijtima Ulama di Gowa di Provinsi Sulsel yang jumlahnya ratusan orang. ”Jadi kepada masyarakat yang mempunyai riwayat perjalanan ke Gowa atau orang yang pernah berinteraksi dekat untuk jujur atas kondisi kesehatannya dan terus memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan di wilayah masing-masing,” kata Johansyah.

Hal itu dimaksudkan untuk kebaikan bersama dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Tim gugus tugas, lanjut dia, akan menelusuri riwayat kontak pasien positif Covid-19 dari klaster Gowa. ”Tim akan kembali tracking terhadap pasien dari klaster Gowa di seluruh kabupaten/kota. Masyarakat diminta jujur atas kondisi kesehatannya,” kata Johansyah.

Sementara itu Bupati Merangin H. Al Haris menyebutkan, pihaknya terus menindaklanjuti tracking kepada warganya yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan. Tak hanya yang bersangkutan, juga keluarga dan orang-orang yang pernah kontak dekat. ”Adanya tambahan tujuh orang positif Covid-19, merupakan hasil dari upaya Gugus Tugas Penangana Covid-19 di Kabupaten Merangin dalam melakukan tracking kepada mereka. Kita terus lakukan tracking ini dan meminta agar masyarakat membantu,” kata Al Haris.

Menurut dia, ada dua klaster paparan pasien terkonfirmasi positif di Merangin yakni klaster Bungo dan klaster Gowa. ”Hasil idenfitikasi kami di lapangan, yang positif itu saudara kita yang pernah bepergian ke Gowa. Sehingga, kami terus melakukan pendekatan agar mereka semua bisa kami tes. Sedangkan dari pendatang tidak ada kasus. Meski demikian, kami memperketat pemeriksaan kepada pendatang,” ujar Al Haris.

Terkait penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Merangin, menurut bupati, saat ini menjalani isolasi di RSUD di Merangin. ”Saya sudah melakukan koordinasi dengan tim kesehatan terkait kemampuan mereka menangani pasien positif ini untuk isolasi. Tim kesehatan di sini menyatakan mampu dan siap menangani mereka,” kata Al Haris.

Al Haris meminta agar warga Merangin tetap tenang dan tetap bahu membahu melewati kondisi tersebut. Warga juga diminta untuk tetap disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan, melakukan phsycal distancing atau jaga jarak, serta menghindari kerumunan massa.

Berdasar data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 302 orang dan PDP 59 orang didominasi klaster Gowa. Sementara pasien menunggu hasil uji lab sebanyak empat orang.(jpg)

Begini Alasan Yasonna Bebaskan Puluhan Ribu Napi saat Wabah Covid-19

0

batampos.co.id – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly membeberkan alasannya mengeluarkan puluhan ribu narapidana melalui program asimilasi dan integrasi di tengah pandemi virus Korona atau Covid-19. Yasonna menyebut Lapas di Indonesia kini sudah over kapasitas. Ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 kepada warga binaan Lapas.

“Pertama kali yang harus dilakukan adalah creating space pada seluruh Lapas, Rutan dan LPKA yang saat ini mengalami overcrowded. Maka dari itu saya selaku Menteri Hukum dan HAM menginstruksikan segera pada jajaran Pemasyarakatan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan pandemi Covid-19,” kata Yasonna dalam upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-56 secara virtual melalui teleconference, Senin (27/4).

Yasonna menyebut, berbagai hal turut disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Sampai pada kebijakan program asimilasi dan integrasi melalui Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Mulai penyiapan bilik sterilisasi, penghentian sementara penerimaan tahanan, subtitusi layanan kunjungan dengan layanan daring, pelaksanaan sidang online, sampai pada kebijakan program asimilasi dan integrasi melalui Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020,” ujar Yasonna.

Menurutnya, hanya bagi mereka yang memenuhi syarat diberikan pembinaan di luar lembaga atau di tengah-tengah masyarakat yaitu asimilasi di rumah. Yasonna mengklaim, pembinaan di luar lembaga merupakan salah satu program pembinaan yang selama ini telah berjalan dilakukan dengan membaurkan narapidana ke masyarakat umum.

“Itulah makna dari sistem pemasyarakatan. Dalam kondisi darurat ini narapidana lebih ditekankan untuk berada di rumah dan melakukan proses integrasi dengan keluarga inti,” imbuh Yasonna.

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut, bukan hanya Indonesia yang mengeluarkan napi di tengah pandemi Korona. Tapi, negara lain di antaranya Amerika Serikat, Iran, Afghanistan, Jerman, Kanada, Australia, dan Polandia sudah menindaklanjuti dengan mengambil kebijakan melakukan percepatan pengeluaran narapidana. “Supaya mencegah pandemi Covid-19 kian meluas,” urai Yasonna.

Oleh karena itu, Yasonna menegaskan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Dia menjelaskan, narapidana bukan serta merta dibebaskan, melainkan mereka tetap menjalani pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan dan bersinergi dengan petugas kepolisian.

“Pemasyarakatan adalah segala bentuk usaha untuk mengembalikan para pelanggar hukum ke tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu kedudukannya bukanlah terpisah dari masyarakat itu sendiri,” tukas Yasonna.

Seperti diketahui, sejumlah aktivis hukum yang tergabung kelompok masyarakat sipil menggugat kebijakan dibebaskannya narapidana melalui program asimilasi dan integrasi yang dilakukan Yasonna. Gugatan itu didaftarkan oleh Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen, dan juga Lembaga Pengawasan, dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia ke Pengadilan Negeri Surakarta pada Kamis (23/4) lalu.

Ketua Umum Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Boyamin Saiman menilai, kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Kami mewakili kepentingan masyarakat yang justru harus ronda di kampung-kampung wilayah Surakarta bahkan keluar biaya untuk membuat portal di jalan masuk gang,” kata Boyamin dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Boyamin menyebut, gugatan ini diajukan untuk mengembalikan rasa aman masyarakat. Meski gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Surakarta, Boyamin meyakini jika gugatan ini dikabulkan, maka akan berlaku di seluruh Indonesia.

Dalam gugatannya, Boyamin meminta Yasonna untuk menarik kembali napi asimilasi dan dilakukan seleksi serta psikotest secara ketat jika hendak menerapkan kebijakan asimilasi. Dia menilai, Kemenkumham tidak meneliti secara mendalam sebelum memberikan asimilasi kepada napi.

“Jadi yang dipersalahkan adalah teledor, tidak hati-hati dan melanggar prinsip pembinaan pada saat memutuskan napi mendapat asimilasi,” sesalnya.(jpg)