Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10418

Osco Sumbang 5 Ribu Masker dan Sembako untuk Yayasan Sahabat Muda Kepulauan

0

batampos.co.id – Belum sebulan dipercaya oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk duduk di Departemen Energi Lingkungan Hidup Riset dan Teknologi, Osco Olfriady Letunggamu bergerak sinkron dalam mengikuti Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli.

Pada Minggu (26/4/2020), Osco mendatangi kantor Yayasan Sahabat Muda Kepulauan yang terletak di Sukajadi Batam.

Bakal Calon terkuat Wakil Wali Kota Batam 2020 ini meresponse Instruksi Ketua Umum Partai Demokrat yang dikeluarkan pada Sabtu (25/4/2020) bernomor 03/INSTRUKSI/DPP-PD/IV/2020 dengan memberikan sumbangan 5 ribu masker kain kepada Yayasan Sahabat Muda Kepulauan.

“Selain masker kain kita juga menyerahkan bantuan sembako atas nama Partai Demokrat,” kata Osco, Senin (27/4/2020).

Dengan memakai pakaian resmi jas Demokrat, Osco diterima Oleh Ketua Yayasan Sahabat Muda Kepulauan, Muhammad Jaya Putra dan Bendahara, Desi Lestari.

Yayasan Sahabat Muda Kepulauan merupakan sebuah yayasan sosial yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Bakal Calon Wakil Wali kota Batam, Osco Olfriady Letunggamu memberikan bantuan lima ribu masker dan sembako kepada Yayasan Sahabat Muda Kepulauan. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Khususnya pengembangan pulau sebagai destinasi wisata dan pemberdayaan manusia yang hidup di kepulauan.

Osco mengatakan, Yayasan Sahabat Muda Kepulauan merupakan tempat yang tepat untuk berdonasi.

“Saya akan selalu mendukung gerakan anak-anak muda di kepulauan yang ingin berkembang khususnya untuk menjadikan pulau sebagai tempat destinasi wisata,” tuturnya.

Ketua Yayasan, Muhammad Jaya Putra, mengucapkan terima kasih atas perharian Osco dan Partai Demokrat yang sangat peduli terhadap anak muda dan masyarakat kepulauan.

Setelah berbincang, Jaya baru menyadari bahwa Osco mempunyai pengetahuan yang sangat dalam terkait pola serta gaya hidup masyarakat kepulauan.

Tak heran, hal ini dikarenakan Osco mempunyai latar belakang keluarga yang berasal dari kepulauan.

“Pak Osco mengerti kesusahan hidup di Pulau yang minim akan supplai kebutuhan air bersih, bahan bakar untuk mesin motor kapal kayu dan lainnya,” kata dia.

Jaya mengatakan, sumbangan berupa masker kain sangat bermanfaat bagi yayasan yang dipimpinnya.

“Kami akan membagikan masker ini kepada warga sekitar,” ujarnya.

Ia mengatakan, masker kain sumbangan Osco dan Partai Demokrat sangat bagus. Selain lembut, kainnya juga sangat tebal.

“Maskernya ada busa sehingga dapat menyaring udara. Kami sangat senang mendapatkan masker ini dan bisa kami cuci berulang-ulang jika sudah kotor. Semoga Tuhan YME membalas kebaikan Pak Osco sekeluarga,” ucap Jaya.(*)

Warga Batam, Operator Kapal Berencana Menghentikan Pelayaran

0

batampos.co.id – Sepinya penumpang membuat operator kapal di Kota Batam berencana untuk menghentikan arus pelayaran sebagai antisipasi kerugian yang mereka alami sejak berlangsungnya pandemi Covid-19.

Humas Dumailine Sekupang, Asmadi, mengatakan, hingga saat ini kapal masih berangkat
untuk mengangkut penumpang ke sejumlah rute yang sekali sehari seperti Dumai, Bengkalis, Selatpanjang, dan Tanjungbalai.

“Tapi jumlah penumpang yang dibawa tidak banyak dan kita khawatir tidak menutup biaya operasional kapal,” ujarnya, Mingggu (26/4/2020).

Karena itu, lanjutnya, operator melakukan pengurangan jadwal keberangkatan.

”Sementara ini masih jalan. Terutama rute yang satu kali dalam sehari. Itupun jumlah penumpang tidak penuh kapal,” kata dia.

Karena kondisi saat ini, pihaknya mengurangi jadwal keberangkatan dari biasanya.  Misalnya kapal tujuan Tanjungbalai yang biasanya berangkat pukul 09.30, 12.30, dan 14.30 WIB tidak jalan semua.

”Kalau tidak salah yang Tanjungbatu juga banyak yang tidak berangkat karena sepi dari penumpang,” sebutnya.

Suasana Pelabuhan Domestik Sekupang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Asmadi menambahkan kondisi penumpang ini diperkirakan bisa terus menurun, apalagi sudah ada edaran terkait larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Menurutnya hal ini pasti akan berdampak terhadap arus mudik hingga Lebaran mendatang.

”Ya, kalau kami pesimis penumpang akan seperti tahun lalu. Kebijakan ini pastinya membuat masyarakat memilih bertahan di sini daripada mudik,” jelasnya.

Lanjutnya, kondisi penumpang yang diangkut saat ini jauh di bawah rata-rata. Ia berharap semuanya cepat pulih.

Sebab karena pandemi semua sektor menderita kerugian. Selama ini, jalur transportasi laut memang salah satu pilihan bagi pemudik yang tidak sanggup membeli tiket pesawat.

”Paling ramai itu Dumai. Sehari bisa tiga kapal yang berangkat saat arus mudik lebaran. Kalau sekarang belum tahu. Semoga cepat pulih saja dan kembali normal,” harapnya.

Beberapa waktu lalu sempat beredar surat yang menyatakan berhentinya sementara  waktu operasional beberapa rute di Pelabuhan Sekupang.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Sekupang, P Samosir, membantah hal tersebut.

”Sejauh ini masih ada kapal yang jalan,” katanya.

Ia menyatakan tidak ada pihak pengelola kapal yang melakukan penghentian operasi sementara waktu. Ia menduga surat edaran yang tersebar di kalangan pengelola kapal merupakan surat lama.

”Ada (surat) yang baru,” ujarnya.

Ia mengaku memang ada sempat wacana diberhentikannya sementara waktu pengoperasian beberapa rute di Pelabuhan Sekupang.

Namun, setelah dirapatkan, ada revisi lagi dari wacana tersebut.

”Yah tetap jalan. Seperti di Dumai kan masih menerima orang,” jelasnya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui kebijakan nantinya. Ia mengatakan akan mematuhi aturan sesuai kebijakan yang berlaku.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu dua bulan ini, jumlah penumpang kapal turun drastis. Ia mengatakan saat normal, satu kapal memuat 100 orang lebih.

Kini, satu kapal isinya di kisaran 30 hingga 40 orang saja.

”Turun jauh,” ujarnya.(yui)

Perantau Minang! Anda Diminta Tidak Mudik

0

batampos.co.id – Semenjak Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seluruh perbatasan kini ditutup. Penutupan itu untuk mencegah adanya perantau yang mudik.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kepada seluruh perantau Minang diminta untuk jangan mudik dulu. Pasalnya kini seluruh perbatasan Sumbar sudah ditutup. Penutupan itu berdasar pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020.

“Seluruh perbatasan kita tutup. Kendaraan umum maupun pribadi tidak bisa masuk. Kalau nekat mudik, nanti disuruh balik di perbatasan Sumbar,” kata Irwan Prayitno di Dharmasraya seperti dilansir Antara, Minggu (26/4). Pada kesempatan itu Irwan Prayitno meninjau kondisi perbatasan daerah. Lokasi perbatasan yang ditinjau di antaranya adalah wilayah Dharmasraya.

Lebih jauh Irwan menyebut, permenhub nomor 25/2020 khusus tentang larangan kendaraan yang keluar dan masuk daerah yang menerapkan PSBB, seperti Sumbar. Aturan tersebut sudah diterapkan sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Nantinya bisa diperpanjang tergantung kebijakan pemerintah.

Adapun sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.

Larangan itu dikecualikan untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, pejabat yang mengurus COVID-19, kendaraan dinas operasional dari TNI dan Polri. Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik sesuai dengan aturan permenhub tersebut.

“Mulai besok, Senin (27/4), posko perbatasan akan dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI sehingga tidak ada yang bisa lolos lagi,” ujarnya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska menambahkan, seluruh perangkat daearah kini semakin fokus memberikan penanganan Covid-19. Harapannya, penyebaran pandemi virus korona tidak semakin meluas.

“Penyebaran virus ini sangat cepat. Saya minta semua gugus tugas gencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat benar-benar mengerti dan paham tentang bahaya penyebaran wabah Covid-19,” katanya.(jpg)

Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di Wuhan

0

batampos.co.id – Kota Wuhan di Tiongkok sudah selesai dan menang lawan Covid-19. Tak ada lagi sisa kasus pasien Covid-19 di rumah sakit. Semua sudah sembuh. Wuhan adalah pusat pandemi virus Korona global dimulai. Seorang pejabat kesehatan setempat, Minggu (26/4) memastikan hal itu.

Virus Korona diyakini berasal dari pasar basah di Wuhan dan pertama kali muncul pada Desember sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Lebih dari 2,8 juta orang telah dilaporkan terinfeksi secara global dan hampir 200 ribu jiwa telah meninggal, menurut laporan Reuters.

“Berita terakhir adalah bahwa pada 26 April, jumlah pasien virus Korona baru di Wuhan adalah nol, berkat upaya bersama dari Wuhan dan staf medis dari seluruh negeri,” kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng dalam sebuah briefing seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (27/4).

Kota ini telah melaporkan 46.452 kasus, 56 persen dari total nasional. Dan jumlah kematian yakni 3.869 jiwa.

Wuhan dan provinsi Hubei sempat di-lockdown pada akhir Januari. Jalan ditutup, kereta api dan pesawat dibatalkan dan penduduk tidak dapat bergerak bebas selama lebih dari dua bulan. Kota ini kini mulai melonggarkan pembatasan.

Otoritas kesehatan Tiongkok sebelumnya telah melaporkan masih ada tambahan 11 kasus virus Korona baru di daratan pada 25 April. Dan jumlah itu turun dari 12 hari sebelumnya. Dan tanpa kematian.(jpg)

Nasi Anjing Halal Untuk Dimakan, Ini Bahan-bahannya

0

batampos.co.id – Polda Metro Jaya memastikan nasi anjing yang dibagikan kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, halal untuk dimakan. Tidak ada bahan baku yang diharamkan dalam kandungan makanan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jajarannya telah mendatangi langsung tempat pembuatan nasi anjing ini. Usai diperiksa bahan baku pembuatannya, seluruhnya bahan-bahan yang biasa ditemukan di pasaran.

“Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain,” ujar Yusri kepada wartawan, Senin (27/4).

Yusri menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus ini menjadi ramai di media sosial lantaran terjadi salah persepsi antara penerima dan pemberi ‘nasi anjing’. Istilah ‘nasi anjing’ dianggap oleh banyak penerima bantuan sebagai makanan yang haram untuk dimakan.

Sedangkan pemberi atau pembuat bantuan pun tak menjelaskan maksud dari penggunaan nama ‘nasi anjing’. Akhirnya semua pihak dipermutemukan untuk dimediasi, agar masalah ini tidak berlarut-larut.

“Meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti istilah ‘nasi anjing’ dengan istilah lain yang agar tidak menimbulkan persepsi lain,” jelas Yusri.

Sebelumnya, warga sekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara merasa dilecehkan setelah mendapat bantuan berupa bungkusan makanan yang bertuliskan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing’.

“Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dikonfirmasi, Minggu (26/4). “Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing,” tukas Yusri.(jpg)

Pengusaha Siapkan 120 Ribu Paket Sembako untuk Warga Batam

0

batampos.co.id – Pengusaha Batam melalui program Donasi Beras Covid-19, mengumpulkan donasi sebanyak 120 ribu paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Batam yang membutuhkan. Pendistribusian paket sembako itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kepedulian semua pihak dalam aksi kemanusiaan tersebut,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Minggu (26/4).

Rencananya, paket-paket tersebut akan mulai didistribusikan pada pekan kedua Ramadan. Saat ini, semua relawan sedang sibuk mempersiapkan dan mengepak paket-paket sembako tersebut.

”Kami juga sangat berterima kasih kepada ratusan relawan yang datang dari berbagai kalangan, yang dengan semangat membantu kami,” ucapnya.

Relawan membantu packing sembako yang akan didistribusikan bagi masyarakat Batam yang membutuhkan mulai pekan kedua
Ramadan. (istimewa)

Adapun, relawan tersebut berasal dari Maha Vihara Duta Maitreya Batam Center, Keluarga Besar Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti (PKTM), Ikatan Keluarga Besar Banyumasan, relawan gereja, resimen mahasiswa, dan perkumpulan-perkumpulan Tionghoa yang turut membantu namun tak bisa disebut satu per satu. ”Semangat mereka sungguh luar biasa,” kata Cahya.

Saat ini, tim juga tengah membahas daftar calon penerima paket sembako yang akan diprioritaskan lebih dulu, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.

”Karena kami sadar, paket ini juga belum cukup sebenarnya. Karenanya, kami ingin disalurkan ke tempat yang tepat sasaran dan warga yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dengan kondisi yang ada di tengah pandemi Covid-19. ”Bagi masyarakat yang benar-benar butuh bantuan sembako, nanti kami akan membuka peluang untuk penyaluran sembako tersebut,” tutupnya.(rna)

Semakin Disiplin, Semakin Cepat Wabah Covid-19 Berakhir

0

batampos.co.id – Bertepatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, peringatan hari tersebut berfokus pada pemutusan rantai penyebaran virus korona atau Covid-19. Ini karena masih belum terkendalinya penyebaran virus korona baru (Covid-19).

“Kegiatan hari Kesiapsiagaan Bencana di tahun 2020 tetap dilaksanakan dengan kegiatan yang berfokus pada pemutusan rantai penyebaran Covid-19, yaitu dengan tetap di rumah saja,” kata Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Minggu (26/4).

Doni tak henti-hentinya meminta masyarakat untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah. Mulai dari bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Menurutnya, untuk dapat memutus rantai penularan virus yang berasal dari Kota Wuhan itu, masyarakat diminta untuk tetap jaga jarak, menghindari kerumunan dan menggunakan masker. Selain itu, yang terpenting, masyarakat harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta tidak menyentuh mata, hidung dan mulut.

“Jadikanlah bulan suci Ramadan 1441 Hijriah ini sebagai momen untuk memutus mata rantai Covid-19,” harap Doni.

Doni pun mengajak masyarakat untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Karena itu, semakin disiplin, maka pandemi akan segera berakhir.

“Cepat atau lambatnya pandemi covid ini tergantung dari tingkat kepatuhan kita dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semakin disiplin, semakin cepat wabah berakhir,” urai Doni.

Doni pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik ataupun berkumpul dalam bentuk apapun. Hal ini semata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Apabila dilaksanakan dengan baik, anda sudah menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.(jpg)

Bertambah, Kini di Kepri Ada 57 Pasien Covid 19

0

batampos.co.id – Di Kota Tanjungpinang jumlah pasien positif Covid-19 juga bertambah dua orang. Hal ini dibenarkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

“Iya, daftar positif Covid-19 di Provinsi Kepri per 26 April 2020 terjadi penambahan tiga
kasus, dua di Tanjungpinang dan satu di Batam. Dengan adanya tambahan tersebut,
secara keseluruhan untuk lokal ada 57 kasus yang tersebar di empat kabupaten/kota,” ujar Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Minggu (26/4/2020).

Jika digabung dengan jumlah pasien yang positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus In-
feksi Covid-19 Galang, Batam, di Provinsi Kepri tercatat ada 86 kasus.

Dia menjelaskan, untuk kasus lokal saat ini ada 26 pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sedangkan 14 lainnya dilakukan karantina terpisah.

Tjetjep juga menyampaikan update mengenai data-data yang berkaitan dengan Covid-19.

Disebutkannya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampai Minggu (26/4/2020)
tercatat sebanyak 286 orang yang tersebar di enam Kabupaten, kecuali Lingga.

”Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.091 orang atau meningkat
33 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 104 orang dan menjadi 1.872,” jelasnya.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, untuk kasus sembuh belum terjadi penambahan, yakni masih tercatat 9 kasus yang tersebar di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun.

Sedangkan kematian 8 kasus yang terjadi di Tanjungpinang dan Batam.

“Sedangkan jumlah warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 sebanyak 80 orang. Sampai sejauh ini belum ada terlihat ditemukan adanya klaster baru, baik di Tanjungpinang maupun Batam,” jelasnya lagi.

Ia berharap, demi mencegah jangan sampai terjadinya penyebaran baru atau klaster  yang baru, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan imbauan pemerintah.

Ia yakin, jika masyarakat mematuhi hal itu, kasus Covid-19 di Provinsi Kepri bisa terus ditekan.

“Tanpa kerja sama dari masyarakat, tentunya segala upaya medis yang kita lakukan
terkesan sia-sia. Maka dari itu, butuh kerjasama semua pihak, sehingga wabah ini bisa segera berakhir di Provinsi Kepri,” tutup Tjetjep.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Daldul KB) Kota Tanjungpiang, Rustam.

Dengan penambahan dua kasus baru, maka kasus positif Covid-19 di Tanjungpinang menjadi 23 orang.

Ia menjelaskan, kasus terkonfirmasi ke 22 adalah laki-laki, 19 tahun dengan inisial RR.

“Yang bersangkutan merupakan kontak dekat dan satu klaster keluarga dengan kasus
terkonfirmasi positif nomor 21,” kata Rustam, Minggu (26/4/2020).

Saat ini, kasus positif ke 22 di Tanjungpinag itu dalam keadaan sehat dengan Orang
Tanpa Gejala (OTG) sehingga menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Kemudian terkonfirmasi positif ke 23 merupakan perempuan dengan inisial HJ, berusia 63 tahun, yang bersangkutan beralamat di Perumahan Kijang Kencana IV, merupakan kontak dekat dan istri dari kasus terkonfirmasi nomor 15.

“HJ saat ini dalam kondisi sehat dan sedang persiapan isolasi di rumah singgah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT),” paparnya.

Sebelumnya diketahui pasien positif ke 21 merupakan anak laki-laki usia 8 tahun, inisial
MH, yang merupakan cucu dari Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, yang terkonfirmasi  positif pada Senin (20/4/2020) lalu.

MH diketahui kontak erat dengan pasien ke-13 yang merupakan kakeknya dan pasien positf ke-19 yang merupakan neneknya serta pasien ke-20 yang merupakan dokter
pribadi dari pasien ke-13.(jpg)

Bebaskan 38.822 Napi, Menteri Yasonna Digugat ke Pengadilan

0

batampos.co.id – Sejumlah aktivis hukum yang tergabung kelompok masyarakat sipil menggugat kebijakan dibebaskannya narapidana melalui program asimilasi dan integrasi yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Gugatan itu didaftarkan oleh Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen, dan juga Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia ke Pengadilan Negeri Surakarta pada Kamis (23/4) lalu.

Ketua Umum Yayasan Mega Bintang Indonesia 1997, Boyamin Saiman menilai, kebijakan tersebut telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat di tengah pandemi virus korona atau Covid-19.

“Kami mewakili kepentingan masyarakat yang justru harus ronda di kampung-kampung wilayah Surakarta bahkan keluar biaya untuk membuat portal di jalan masuk gang,” kata Boyamin dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Boyamin menyebut, gugatan ini diajukan untuk mengembalikan rasa aman masyarakat. Meski gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Surakarta, Boyamin meyakini jika gugatan ini dikabulkan, maka akan berlaku di seluruh Indonesia.

Dalam gugatannya, Boyamin meminta menteri Yasonna untuk menarik kembali napi asimilasi dan dilakukan seleksi serta psikotest secara ketat jika hendak menerapkan kebijakan asimilasi. Menurutnya, Kemenkumham tidak meneliti secara mendalam sebelum memberikan asimilasi kepada napi.

“Jadi yang dipersalahkan adalah teledor, tidak hati-hati dan melanggar prinsip pembinaan pada saat memutuskan napi mendapat asimilasi,” sesalnya.

Selain itu, Boyamin menyoroti langkah Yasonna yang tidak memberikan pengawasan secara ketat setelah napi keluar dari Lapas. Padahal, mereka masih berstatus sebagai napi sehingga pembinaan dan pengawasan masih menjadi tanggungjawab Kemenkumham.

“Tidak melakukan pengawasan dan pembinaan oleh para Tergugat adalah Perbuatan Melawan Hukum,” ucap Boyamin.

Kendati demikian, hingga saat ini perkara tersebut belum teregister dalam nomor perkara yang dapat dilihat langsung oleh publik melalui laman https://sipp.pn-surakarta.go.id/. Boyamin mengklaim, baru bisa mendapatkan nomor perkara pada Senin (27/4) besok.

“Belum dapat nomor perkara. Karena sistem online, mungkin baru Senin besok dapat nomor perkaranya,” pungkasnya.

Sementara itu, Menkumham Yasonna Laoly tidak membalas konfirmasi JawaPos.com terkait gugatan yang dilayangkan sejumlah aktivis hukum.

Untuk diketahui, hingga Senin (20/4) Kemenkumham telah memgeluarkan 38.822 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi di tengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Kebijakan itu diatur dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 yang diterbitkan pada 1 April 2020 lalu.(jpg)

Kabar Baik, Pasien Sembuh Mencapai 1.107 Orang

0

batampos.co.id – Meski pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 terus mengalami peningkatan, tercatat hingga Minggu (26/4) ada 8.882 kasus positif. Namun, jumlah pasien sembuh lebih tinggi dari total pasien yang meninggal dunia.

“Pasien yang sembuh ada 1.107 orang, ada penambahan 65 orang yang sembuh,” kata juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (26/4).

Sementara itu, jumlah pasien meningga dunia berjumlah 743 jiwa. Terdapat penambahan 23 jiwa pasien meninggal dunia yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Meninggal 743 ada penambahan 23 orang,” ucap Yuri.

Yuri menyampaikan, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak pasien sembuh Covid-19. Tercatat ada 335 orang, berhasil sembuh di wilayah ibu kota.

“Kemudian Jawa Timur 138 orang, Sulawesi Selatan 99 orang, Jawa Barat 93 orang, Bali 75 orang, Banten, 33 orang dan Sulawesi Selatan 99 orang,” ucap Yuri.

Yuri menyampaikan, penyebaran Covid-19 bisa dicegah dengan disiplin yang kuat dan semangat gotong royong untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, hal ini harus dilaksanakan secara bersama dan terus menerus tidak boleh putus.

“Masyarakat kita dapat memahami anjuran melaksanakan ini. Anjuran bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah,” ucap Yuri.

Selain itu, Yuri pun mengapresiasi langkah masyarakat yang terbangun solidaritasnya untuk membantu warga yang perekomiannya terdampak Covid-19. Menurutnya, uluran tangan serta bantuan sosial sangat dibutuhkan dalan situasi saat ini.

“Kita sedang diuji, stamina sosial kita diuji, kita tunjukin ke dunia. Kita tidak boleh pesimistis. Kita harus tunjukin kita mampu,” harap Yuri menandaskan.(jpg)