Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10417

Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Polisi di Batam Dirawat 11 Hari

0

batampos.co.id – Seorang personel Polda Kepulauan Riau yang bertugas di polsek dinyatakan positif Covid-19. Hal ini dipastikan usai pasien dilakukan tes swab oleh tenaga medis.

“Iya benar, sesuai hasil tes swab yang dilakukan ada satu personel kita yang terkonfirmasi positif,” kata Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Kombes Pol Harry Goldenhardt saat dikonfirmasi, Senin (27/4).

Harry menjelaskan, anggotanya itu sebelumnya sudah mendapat perawatan 11 hari sebelum dinyatakan positif. Saat ini yang bersangkutan telah dirujuk ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menjalani isolasi.

“Diawal diisolasi di RS Bhayangkara setelah 11 hari dilakukan perawatan, dilakukan tes swab dan dinyatakan terkonfirmasi positifn sehingga dirujuk ke RS BP Batam,” jelasnya.

Buntut dari terinfeksinya satu personel ini, tim medis dari Bid Dokkes Polda Kepulauan Riau terus memantau kesehatan anggota lainnya. Sedangkan bagi anggota yang melakukan kontak langsung dengan personel positif, dilakukan isolasi mandiri. “Untuk saat ini kita masih terus melakukan pemantauan kesehatan personel setiap hari,” pungkas Harry. (jpg)

Pengaruh Virus Corona pada Kesehatan Jantung

0

Banyak yang beranggapan bahwa virus corona jenis baru penyebab COVID-19 hanya menyerang saluran pernafasan.

Meskipun awalnya pernyataan ini tampaknya benar, beberapa ilmuwan telah melaporkan bahwa virus corona ini tidak hanya menyerang saluran pernafasan, tetapi juga berbagai sistem organ lain, seperti jantung, kulit, mata, saluran pencernaan, dan sebagainya.

Hal ini yang membuat penilaian klinis terhadap pasien yang dicurigai terserang COVID-19 menjadi kabur karena gejala awal yang tidak khas.

Salah satu organ penting yang terlibat dalam penyakit COVID-19 adalah jantung. Tingkat kematian pada pasien COVID-19 yang memiliki keterlibatan jantung merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan keterlibatan organ lain.

Umumnya, angka kematian yang disebabkan oleh COVID-19 berkisar diangka 2,3 persen. Akan tetapi, angka ini meningkat pesat apabila pasien memiliki keterlibatan sistem jantung dan pembuluh darah seperti pada hipertensi (6 persen) dan penyakit jantung pembuluh darah (10,5 persen).

Banyak ilmuwan juga telah mengonfirmasi bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan faktor risiko terbesar dari kematian akibat COVID-19.

Pengaruh COVID-19 terhadap penyakit jantung dapat berupa gejala yang lebih berat pada pasien dengan riwayat penyakit jantung sebelumnya, penyakit jantung baru yang disebabkan secara langsung oleh virus COVID-19, atau efek jangka panjang pada jantung yang disebabkan karena infeksi virus.

Penelitian di China mengungkapkan bahwa sebanyak 16,4 persen pasien COVID-19 di China memiliki riwayat penyakit jantung dan kebanyakan dari mereka mengalami gejala yang berat dan membutuhkan terapi yang intensif.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan serangan jantung. Hal ini disebabkan karena virus corona jenis baru dapat menyerang jantung secara langsung akibat melimpahnya reseptor dari virus corona di jantung.

Selain itu, adanya badai Sitokin dapat menyebabkan kegagalan organ-organ tubuh seperti jantung. Perubahan kebutuhan dan asupan oksigen dari jantung akibat adanya infeksi, serta terlepasnya sumbatan akibat peradangan dari virus corona ini juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Beberapa efek samping pengobatan dari COVID-19 juga dapat menimbulkan risiko terjadinya gangguan irama jantung yang dapat berujung pada kematian.

Meskipun risiko tertular virus COVID-19 tidak berbeda dengan masyarakat umumnya, pasien dengan penyakit jantung perlu lebih waspada karena memiliki risiko mengalami komplikasi yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, bagi pasien dengan penyakit jantung, pencegahan kontak merupakan kunci terpenting dalam masa pandemi ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pasien dengan penyakit jantung sebagai tindakan pencegahan adalah membatasi keluar rumah dan berhenti merokok.

Pasien dengan penyakit jantung sebaiknya keluar rumah hanya untuk kontrol berobat. Kunjungan dari keluarga juga sebaiknya dibatasi, serta olahraga sebaiknya dilakukan dengan menerapkan prinsip pembatasan sosial. Tetap di rumah merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19.

 

Oleh dr Afdhalun A. Hakim, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC

Di PHK, Warga Batam Banyak Mencari Ikan di Dam Duriangkang

0

batampos.co.id – Sejumlah warga yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memanfaatkan air surut saat mencari ikan di Dam Duriangkang, Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (26/4/2020).

Apalagi Batam sedang dilanda cuaca panas yang membuat dam kering dan ikan berloncatan ke darat.

Sebagian ikan mati. Warga sambil ngabuburit mencari ikan menggunakan jala, bubu, mancing sambil memakai perahu dan jaring.

Namun, sebagian dari mereka berangkat menjala ikan setelah sahur. Bila berangkat subuh, udara masih segar dan tidak panas seperti yang dikatakan Zohar Napitupulu.

Zohar, warga Tanjunguncang, Batuaji, mengaku mendapatkan ikan mujair lumayan banyak.

”Dapat 15 kilogram dan kadang 25 kilogram. Kami pergi ramai- ramai,” katanya.

Apalagi saat ini, sedang mewabah Covid-19.

“Serba susah ekonomi. Dengan cari ikan bisa membantu meringankan. Lauk tidak perlu
lagi beli. Bisa cukup seminggu lah,” ujarnya.

Ada yang menarik di sela-sela mencari ikan tersebut, sambung Een, warga Batuaji,
korban PHK karena terimbas Covid-19.

Mantan pekerja galangan kapal tersebut terpaksa mencari ikan untuk kebutuhan hidup.

Warga menjala ikan di Dam Duriangkang, Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (26/4/2020). Warga memanfaatkan dam yang surut mencari ikan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Daripada anak istri tak makan, semua pekerjaan harus dikerjakan. Melamar pekerjaan ke sana kemari tidak ada lowongan perusahaan banyak yang tutup dan karyawan dirumahkan serta di-PHK,” tuturnya.

Dia bisa mendapatkan 20 kilogram (kg) sampai 30 kg ikan bila rajin seharian mencari ikan. Kadang ia memancing saat malam dan siang hari.

“Sementara ini mencari ikan dulu untuk menyambung hidup,” ucapnya.

Een mengaku keliling kompleks menjual ikan mujair hasil tangkapannya Rp 20
ribu per kg.

“Kadang habis, kadang tidak habis,” sebutnya saat dijumpai di Dam Tanjungpiayu, Minggu pagi.

Rido, warga Bengkong, mengaku korban PHK juga dari perusahaan bidang perhotelan.

Senada dengan Een, ia mencari ikan untuk menyambung hidup. Menurutnya, mencari
ikan bisa dapat duit dengan cepat dan jadi obat stres.

Rido mengaku diajak temannya. Bersama temannya ia kerja sama dengan sistem bagi hasil.

”Daripada tak makan anak istri, angsuran rumah dan motor dan susu anak menunggu,” sebut pria yang mengaku baru seminggu mencari ikan.

Ia mengatakan bila kondisi semakin sulit, Rido berencana akan pulang kampung usai
Lebaran.

”Buat sementara, mencari ikan ini dulu dikerjakan. Saya sudah melamar ke sana kemari tidak ada lowongan,” ujarnya.

Dia berharap wabah Covid-19 segera berakhir dan ekonomi segera normal kembali.

”Kalau tak salah yang mencari ikan ini semua kebanyakan korban PHK,” kata Rido.

Kata Rido, teman-teman satu pekerjaan di perhotelan ada yang pulang kampung satu bulan lalu, ada yang jadi tukang ojek dan buruh bangunan untuk bertahan hidup di Batam.

“Bila begini zamannya, apa saja pekerjaan harus dikerjakan asal halal dan bisa makan,” katanya sambil melempar jalanya.

Beda dengan pengakuan Sakri Afandi Siregar yang sudah dari Februari sudah berhenti berjualan buah di pasar kaget Batuaji, Sekupang dan Sagulung.

Kini, beralih usaha berjualan kue rumahan, yakni kue bawang yang dititipkan ke warung-warung.

”Karena buah kita, buah impor yang dijual. Bila buah lokal mahal. Tak sesuai pengeluaran dengan pemasukan,” kata Sakri.

Sakri pun terpaksa setop dan beralih profesi. Selain usaha rumahan, ia kadang bekerja
sebagai buruh bangunan dan kadang mencari ikan.

“Kita harus banyak bersabar dan berdoa kepada Allah. Pasti hambanya dilindungi-
Nya,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos, warga sangat ramai yang mencari ikan dengan menggunakan jala, bubu, dan jaring. Kebanyakan untuk dijual karena himpitan ekonomi.(ali)

Osco Sumbang 5 Ribu Masker dan Sembako untuk Yayasan Sahabat Muda Kepulauan

0

batampos.co.id – Belum sebulan dipercaya oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk duduk di Departemen Energi Lingkungan Hidup Riset dan Teknologi, Osco Olfriady Letunggamu bergerak sinkron dalam mengikuti Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli.

Pada Minggu (26/4/2020), Osco mendatangi kantor Yayasan Sahabat Muda Kepulauan yang terletak di Sukajadi Batam.

Bakal Calon terkuat Wakil Wali Kota Batam 2020 ini meresponse Instruksi Ketua Umum Partai Demokrat yang dikeluarkan pada Sabtu (25/4/2020) bernomor 03/INSTRUKSI/DPP-PD/IV/2020 dengan memberikan sumbangan 5 ribu masker kain kepada Yayasan Sahabat Muda Kepulauan.

“Selain masker kain kita juga menyerahkan bantuan sembako atas nama Partai Demokrat,” kata Osco, Senin (27/4/2020).

Dengan memakai pakaian resmi jas Demokrat, Osco diterima Oleh Ketua Yayasan Sahabat Muda Kepulauan, Muhammad Jaya Putra dan Bendahara, Desi Lestari.

Yayasan Sahabat Muda Kepulauan merupakan sebuah yayasan sosial yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Bakal Calon Wakil Wali kota Batam, Osco Olfriady Letunggamu memberikan bantuan lima ribu masker dan sembako kepada Yayasan Sahabat Muda Kepulauan. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Khususnya pengembangan pulau sebagai destinasi wisata dan pemberdayaan manusia yang hidup di kepulauan.

Osco mengatakan, Yayasan Sahabat Muda Kepulauan merupakan tempat yang tepat untuk berdonasi.

“Saya akan selalu mendukung gerakan anak-anak muda di kepulauan yang ingin berkembang khususnya untuk menjadikan pulau sebagai tempat destinasi wisata,” tuturnya.

Ketua Yayasan, Muhammad Jaya Putra, mengucapkan terima kasih atas perharian Osco dan Partai Demokrat yang sangat peduli terhadap anak muda dan masyarakat kepulauan.

Setelah berbincang, Jaya baru menyadari bahwa Osco mempunyai pengetahuan yang sangat dalam terkait pola serta gaya hidup masyarakat kepulauan.

Tak heran, hal ini dikarenakan Osco mempunyai latar belakang keluarga yang berasal dari kepulauan.

“Pak Osco mengerti kesusahan hidup di Pulau yang minim akan supplai kebutuhan air bersih, bahan bakar untuk mesin motor kapal kayu dan lainnya,” kata dia.

Jaya mengatakan, sumbangan berupa masker kain sangat bermanfaat bagi yayasan yang dipimpinnya.

“Kami akan membagikan masker ini kepada warga sekitar,” ujarnya.

Ia mengatakan, masker kain sumbangan Osco dan Partai Demokrat sangat bagus. Selain lembut, kainnya juga sangat tebal.

“Maskernya ada busa sehingga dapat menyaring udara. Kami sangat senang mendapatkan masker ini dan bisa kami cuci berulang-ulang jika sudah kotor. Semoga Tuhan YME membalas kebaikan Pak Osco sekeluarga,” ucap Jaya.(*)

Warga Batam, Operator Kapal Berencana Menghentikan Pelayaran

0

batampos.co.id – Sepinya penumpang membuat operator kapal di Kota Batam berencana untuk menghentikan arus pelayaran sebagai antisipasi kerugian yang mereka alami sejak berlangsungnya pandemi Covid-19.

Humas Dumailine Sekupang, Asmadi, mengatakan, hingga saat ini kapal masih berangkat
untuk mengangkut penumpang ke sejumlah rute yang sekali sehari seperti Dumai, Bengkalis, Selatpanjang, dan Tanjungbalai.

“Tapi jumlah penumpang yang dibawa tidak banyak dan kita khawatir tidak menutup biaya operasional kapal,” ujarnya, Mingggu (26/4/2020).

Karena itu, lanjutnya, operator melakukan pengurangan jadwal keberangkatan.

”Sementara ini masih jalan. Terutama rute yang satu kali dalam sehari. Itupun jumlah penumpang tidak penuh kapal,” kata dia.

Karena kondisi saat ini, pihaknya mengurangi jadwal keberangkatan dari biasanya.  Misalnya kapal tujuan Tanjungbalai yang biasanya berangkat pukul 09.30, 12.30, dan 14.30 WIB tidak jalan semua.

”Kalau tidak salah yang Tanjungbatu juga banyak yang tidak berangkat karena sepi dari penumpang,” sebutnya.

Suasana Pelabuhan Domestik Sekupang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Asmadi menambahkan kondisi penumpang ini diperkirakan bisa terus menurun, apalagi sudah ada edaran terkait larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Menurutnya hal ini pasti akan berdampak terhadap arus mudik hingga Lebaran mendatang.

”Ya, kalau kami pesimis penumpang akan seperti tahun lalu. Kebijakan ini pastinya membuat masyarakat memilih bertahan di sini daripada mudik,” jelasnya.

Lanjutnya, kondisi penumpang yang diangkut saat ini jauh di bawah rata-rata. Ia berharap semuanya cepat pulih.

Sebab karena pandemi semua sektor menderita kerugian. Selama ini, jalur transportasi laut memang salah satu pilihan bagi pemudik yang tidak sanggup membeli tiket pesawat.

”Paling ramai itu Dumai. Sehari bisa tiga kapal yang berangkat saat arus mudik lebaran. Kalau sekarang belum tahu. Semoga cepat pulih saja dan kembali normal,” harapnya.

Beberapa waktu lalu sempat beredar surat yang menyatakan berhentinya sementara  waktu operasional beberapa rute di Pelabuhan Sekupang.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Sekupang, P Samosir, membantah hal tersebut.

”Sejauh ini masih ada kapal yang jalan,” katanya.

Ia menyatakan tidak ada pihak pengelola kapal yang melakukan penghentian operasi sementara waktu. Ia menduga surat edaran yang tersebar di kalangan pengelola kapal merupakan surat lama.

”Ada (surat) yang baru,” ujarnya.

Ia mengaku memang ada sempat wacana diberhentikannya sementara waktu pengoperasian beberapa rute di Pelabuhan Sekupang.

Namun, setelah dirapatkan, ada revisi lagi dari wacana tersebut.

”Yah tetap jalan. Seperti di Dumai kan masih menerima orang,” jelasnya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui kebijakan nantinya. Ia mengatakan akan mematuhi aturan sesuai kebijakan yang berlaku.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu dua bulan ini, jumlah penumpang kapal turun drastis. Ia mengatakan saat normal, satu kapal memuat 100 orang lebih.

Kini, satu kapal isinya di kisaran 30 hingga 40 orang saja.

”Turun jauh,” ujarnya.(yui)

Perantau Minang! Anda Diminta Tidak Mudik

0

batampos.co.id – Semenjak Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seluruh perbatasan kini ditutup. Penutupan itu untuk mencegah adanya perantau yang mudik.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kepada seluruh perantau Minang diminta untuk jangan mudik dulu. Pasalnya kini seluruh perbatasan Sumbar sudah ditutup. Penutupan itu berdasar pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020.

“Seluruh perbatasan kita tutup. Kendaraan umum maupun pribadi tidak bisa masuk. Kalau nekat mudik, nanti disuruh balik di perbatasan Sumbar,” kata Irwan Prayitno di Dharmasraya seperti dilansir Antara, Minggu (26/4). Pada kesempatan itu Irwan Prayitno meninjau kondisi perbatasan daerah. Lokasi perbatasan yang ditinjau di antaranya adalah wilayah Dharmasraya.

Lebih jauh Irwan menyebut, permenhub nomor 25/2020 khusus tentang larangan kendaraan yang keluar dan masuk daerah yang menerapkan PSBB, seperti Sumbar. Aturan tersebut sudah diterapkan sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Nantinya bisa diperpanjang tergantung kebijakan pemerintah.

Adapun sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.

Larangan itu dikecualikan untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, pejabat yang mengurus COVID-19, kendaraan dinas operasional dari TNI dan Polri. Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik sesuai dengan aturan permenhub tersebut.

“Mulai besok, Senin (27/4), posko perbatasan akan dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI sehingga tidak ada yang bisa lolos lagi,” ujarnya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska menambahkan, seluruh perangkat daearah kini semakin fokus memberikan penanganan Covid-19. Harapannya, penyebaran pandemi virus korona tidak semakin meluas.

“Penyebaran virus ini sangat cepat. Saya minta semua gugus tugas gencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat benar-benar mengerti dan paham tentang bahaya penyebaran wabah Covid-19,” katanya.(jpg)

Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di Wuhan

0

batampos.co.id – Kota Wuhan di Tiongkok sudah selesai dan menang lawan Covid-19. Tak ada lagi sisa kasus pasien Covid-19 di rumah sakit. Semua sudah sembuh. Wuhan adalah pusat pandemi virus Korona global dimulai. Seorang pejabat kesehatan setempat, Minggu (26/4) memastikan hal itu.

Virus Korona diyakini berasal dari pasar basah di Wuhan dan pertama kali muncul pada Desember sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Lebih dari 2,8 juta orang telah dilaporkan terinfeksi secara global dan hampir 200 ribu jiwa telah meninggal, menurut laporan Reuters.

“Berita terakhir adalah bahwa pada 26 April, jumlah pasien virus Korona baru di Wuhan adalah nol, berkat upaya bersama dari Wuhan dan staf medis dari seluruh negeri,” kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng dalam sebuah briefing seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (27/4).

Kota ini telah melaporkan 46.452 kasus, 56 persen dari total nasional. Dan jumlah kematian yakni 3.869 jiwa.

Wuhan dan provinsi Hubei sempat di-lockdown pada akhir Januari. Jalan ditutup, kereta api dan pesawat dibatalkan dan penduduk tidak dapat bergerak bebas selama lebih dari dua bulan. Kota ini kini mulai melonggarkan pembatasan.

Otoritas kesehatan Tiongkok sebelumnya telah melaporkan masih ada tambahan 11 kasus virus Korona baru di daratan pada 25 April. Dan jumlah itu turun dari 12 hari sebelumnya. Dan tanpa kematian.(jpg)

Nasi Anjing Halal Untuk Dimakan, Ini Bahan-bahannya

0

batampos.co.id – Polda Metro Jaya memastikan nasi anjing yang dibagikan kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, halal untuk dimakan. Tidak ada bahan baku yang diharamkan dalam kandungan makanan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jajarannya telah mendatangi langsung tempat pembuatan nasi anjing ini. Usai diperiksa bahan baku pembuatannya, seluruhnya bahan-bahan yang biasa ditemukan di pasaran.

“Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain,” ujar Yusri kepada wartawan, Senin (27/4).

Yusri menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus ini menjadi ramai di media sosial lantaran terjadi salah persepsi antara penerima dan pemberi ‘nasi anjing’. Istilah ‘nasi anjing’ dianggap oleh banyak penerima bantuan sebagai makanan yang haram untuk dimakan.

Sedangkan pemberi atau pembuat bantuan pun tak menjelaskan maksud dari penggunaan nama ‘nasi anjing’. Akhirnya semua pihak dipermutemukan untuk dimediasi, agar masalah ini tidak berlarut-larut.

“Meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti istilah ‘nasi anjing’ dengan istilah lain yang agar tidak menimbulkan persepsi lain,” jelas Yusri.

Sebelumnya, warga sekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara merasa dilecehkan setelah mendapat bantuan berupa bungkusan makanan yang bertuliskan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing’.

“Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dikonfirmasi, Minggu (26/4). “Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing,” tukas Yusri.(jpg)

Pengusaha Siapkan 120 Ribu Paket Sembako untuk Warga Batam

0

batampos.co.id – Pengusaha Batam melalui program Donasi Beras Covid-19, mengumpulkan donasi sebanyak 120 ribu paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Batam yang membutuhkan. Pendistribusian paket sembako itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kepedulian semua pihak dalam aksi kemanusiaan tersebut,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Minggu (26/4).

Rencananya, paket-paket tersebut akan mulai didistribusikan pada pekan kedua Ramadan. Saat ini, semua relawan sedang sibuk mempersiapkan dan mengepak paket-paket sembako tersebut.

”Kami juga sangat berterima kasih kepada ratusan relawan yang datang dari berbagai kalangan, yang dengan semangat membantu kami,” ucapnya.

Relawan membantu packing sembako yang akan didistribusikan bagi masyarakat Batam yang membutuhkan mulai pekan kedua
Ramadan. (istimewa)

Adapun, relawan tersebut berasal dari Maha Vihara Duta Maitreya Batam Center, Keluarga Besar Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti (PKTM), Ikatan Keluarga Besar Banyumasan, relawan gereja, resimen mahasiswa, dan perkumpulan-perkumpulan Tionghoa yang turut membantu namun tak bisa disebut satu per satu. ”Semangat mereka sungguh luar biasa,” kata Cahya.

Saat ini, tim juga tengah membahas daftar calon penerima paket sembako yang akan diprioritaskan lebih dulu, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.

”Karena kami sadar, paket ini juga belum cukup sebenarnya. Karenanya, kami ingin disalurkan ke tempat yang tepat sasaran dan warga yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dengan kondisi yang ada di tengah pandemi Covid-19. ”Bagi masyarakat yang benar-benar butuh bantuan sembako, nanti kami akan membuka peluang untuk penyaluran sembako tersebut,” tutupnya.(rna)

Semakin Disiplin, Semakin Cepat Wabah Covid-19 Berakhir

0

batampos.co.id – Bertepatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, peringatan hari tersebut berfokus pada pemutusan rantai penyebaran virus korona atau Covid-19. Ini karena masih belum terkendalinya penyebaran virus korona baru (Covid-19).

“Kegiatan hari Kesiapsiagaan Bencana di tahun 2020 tetap dilaksanakan dengan kegiatan yang berfokus pada pemutusan rantai penyebaran Covid-19, yaitu dengan tetap di rumah saja,” kata Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Minggu (26/4).

Doni tak henti-hentinya meminta masyarakat untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah. Mulai dari bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Menurutnya, untuk dapat memutus rantai penularan virus yang berasal dari Kota Wuhan itu, masyarakat diminta untuk tetap jaga jarak, menghindari kerumunan dan menggunakan masker. Selain itu, yang terpenting, masyarakat harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta tidak menyentuh mata, hidung dan mulut.

“Jadikanlah bulan suci Ramadan 1441 Hijriah ini sebagai momen untuk memutus mata rantai Covid-19,” harap Doni.

Doni pun mengajak masyarakat untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Karena itu, semakin disiplin, maka pandemi akan segera berakhir.

“Cepat atau lambatnya pandemi covid ini tergantung dari tingkat kepatuhan kita dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semakin disiplin, semakin cepat wabah berakhir,” urai Doni.

Doni pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik ataupun berkumpul dalam bentuk apapun. Hal ini semata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Apabila dilaksanakan dengan baik, anda sudah menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.(jpg)