batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menggerebek rumah di Perumahan Cipta Asri 2, Blok Olive Nomor 43, Tembesi, Sagulung, Kamis (30/4/2020) malam.
Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan Amira, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Amira diduga disekap di dalam kamar oleh agensinya yang menampung di Batam. Tak hanya itu, wanita 37 tahun ini mendapatkan kekerasan fisik sehingga mengalami lebam di bagian wajah dan tangan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Arie Darmanto mengatakan, penggerebekan dan pembebasan TKI tersebut berdasarkan laporan rekan
korban yang bekerja di Singapura.
“Berdasarkan informasi ini, kita langsung turun ke lokasi dan akhirnya bisa menyelamatkan korban,” katanya, Jumat (1/5/2020).
Ilustrasi. Jawa Pos
Informasi yang didapatkan, penyekapan dan penganiayaan itu dilakukan agensi bernama Uli.
Korban meminta pulang ke kampung halamannya karena tak bisa bekerja ke luar negeri akibat pandemi Covid-19.
“Korban ditempatkan di sudut kamar gelap, pengap, dalam kondisi penuh lebam, dan trauma. Kita langsung bawa ke rumah sakit,” kata Arie.
Arie menjelaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Uli dan meminta keterangan korban. Hanya saja, hingga saat ini Uli membantah melakukan penyekapan terhadap korban.
“Saat pembebasan korban, yang bersangkutan (Uli) tidak mengakui perbuatannya. Kita tunggu kondisi korban membaik untuk dimintai keterangan,” terang Arie.
Arie menambahkan, dari keterangan warga setempat, Uli diketahui menempati rumah
tersebut seorang diri.
Wanita tersebut dikenal orang yang pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.
“Dia sendiri (menempati rumah). Kita fokus pembebasan korban semalam. Sekarang masih tahap pemeriksaan,” tutupnya.(opi)
batampos.co.id – Bayi laki-laki ditemukan di dalam kandang kucing oleh warga
Perumahan Telaga Indah, Blok F Nomor 3, Bengkong Sadai, Jumat (1/5/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Bayi tersebut dibungkus menggunakan kain dan masih terlihat tali pusarnya. Bayi itu pertama kali ditemukan pemilik rumah, Erniati.
Saat itu, Erniati menuju kandang kucing yang berada di samping rumah.
“Pemilik rumah hendak mencari kucingnya ke kandang. Ternyata ada bungkusan kain.
Dilihat, ternyata isinya bayi yang dibedong,” ujar Kapolsek Bengkong, AKP Yuhendri.
Bersama bayi tersebut, juga ditemukan botol dot berisi susu dan pampers. Kemudian, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Bengkong untuk diperiksa kesehatannya.
ilustrasi
“Alhamdulillah sehat. Sudah dimandikan. Karena saat ditemukan masih ada darah. Untuk sementara bayinya dititip di sana (Puskesmas,red),” ujarnya.
Yuhendri menambahkan, dipastikan sang ibu adalah pelakunya dengan memanfaatkan situasi perumahan yang sedang sepi.
“Memang lagi sepi karena persiapan buka puasa. Kami masih melakukan penyidikan
mencari orangtua bayi ini,” kata Yuhendri.
Yuhendri menegaskan akan mengecek seluruh puskesmas dan persalinan untuk mengetahui identitas orang tua bayi.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi ke pihak kepolisian jika ada warga yang dicurigai.
“Jika ada tetangganya yang hamil dan tiba-tiba kempes tanpa ada anak. Segera laporkan ke kita,” katanya.(opi)
batampos.co.id – Sebanyak 154 orang yang melakukan kontak primer dengan kasus positif Covid-19 terus dilakukan pengawasan bahkan sampel swab mereka sudah diambil dan sedang di uji di Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.
Pelaksana Tugas BTKLPP Batam, Ismail Damhuji, menyebutkan, sampel tersebut sampai ke BTKLPP Batam sejak Kamis (30/4/2020) dan Jumat (1/5/2020).
Hasilnya kata dia, akan diumumkan secara bertahap tergantung hasil pemeriksaan.
“Kami perkirakan Selasa atau Rabu tuntas semua pemeriksaan swab ini. Begitu ada hasilnya kami akan informasikan ke Dinkes,” kata Ismail, Jumat (1/5/2020).
Ia menyebutkan, bantuan reagen dan dari berbagai pihak beberapa waktu lalu membuat
kegiatan pemeriksaan sampel di BTKLPP berjalan lancar.
Untuk diketahui, proses ekstraksi di BTKLPP sempat terkendala akibat habisnya stok reagen, beberapa waktu lalu.
“Sehari paling tidak bisa running 48 sampel,” imbuhnya.
Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusumarjadi, menambahkan, 154 sampel swab ini sebagian besar statusnya sebagai kontak primer dari pasien Covid-19 di Batam.
Sisanya mereka yang sebelumnya menjalani pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“Iya, mayoritas itu hasil penelusuran kontak primer,” kata Didi.
Pengambilan swab dibantu sejumlah rumah sakit dan balai kesehatan di masing-masing kecamatan. Di antaranya dari:
Rumah Sakit Awal Bros Batam 28 orang.
RSUD Embung Fatimah 22 orang.
RS Elisabeth 45 orang.
RSBP 32 orang.
RS Budi Kemuliaan 27 orang.
Sebelumnya, Didi menjelaskan, jika ada beberapa pasien positif Covid-19 Kota Batam yang telah menjalani swab dengan hasil negatif.
Mereka akan menjalani pemeriksaan swab lanjutan untuk memastikan status mereka, apakah sudah sembuh atau masih harus menjalani masa karantina.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan bantuan reagen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Jumlahnya 10 ribu reagenPolymerase Chain Reaction (PCR), dan 7.500 ektrasi RNA. Selain itu, Pemprov Kepri juga mendatangkan sebanyak 1.500 ektrasi RNA.
Ismail menyebutkan, stok reagen dan komponen lain yang uji swab menggunakan
PCR bisa untuk pengujian 9.000 sampel swab.
“Cukup lah selama tiga bulan ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, pihak BTKLPP, Pemerintah Kota Batam dan Pemprov Kepri, juga terus berupaya mengadakan sebanyak mungkin cadangan reagen dan ektrasi.
Hal ini, agar dapat terus melakukan pengujian sampel swab pasien terduga Covid-19.
“Kemungkinan akan datang lagi, minggu kedua atau ketiga Mei ini,” ujarnya.
Ia mengaku, dengan banyak jumlah reagen dan ektrasi yang datang, membuat BTKLPP
bisa melakukan pengujian lebih banyak lagi.
Ia membenarkan saat 154 sampel swab yang sedang dikerjakan merupakan sampel warga yang melakukan kontak primer dengan pasien positif Covid-19.
“Pengambilan sampel swabnya sudah kami lakukan sejak kemarin (Kamis, 30/4/2020). Mereka ini (warga terdeteksi kontak primer dengan pasien Covid-19) tersebar di lima
rumah sakit seperti disebutkan Dinkes Batam,” ujarnya.
Cepatnya pengambilan swab ini, kata Ismail, akan dapat memetakan langsung siapa yang terjangkit atau tidak.
Sehingga, bisa dengan cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kepri. Ia berharap dengan banyaknya uji PCR, penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan.
“Semoga setelah puasa ini bisa selesai, dan tidak ada lagi yang positif,” harapnya.(iza/ska)
batampos.co.id – Rumah Sakit Bhayangkara Podla Kepri memberikan pelayanan rapid tes gratis kepada masyarakat dan dari 374 yang mengikuti tes tersebut, satu di antaranya dinyatakan reaktif.
“Sampai kemarin (Kamis) ada satu yang reaktif dan langsung kita tangani,” ujar
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart, Jumat (1/5/2020).
Dia menjelaskan, sebelum menjalani rapid test, warga yang reaktif tersebut tidak
memiliki gejala Covid-19. Kemudian, ia ditempatkan ke ruang isolasi RS Bhyangkara.
“Sudah langsung kita isolasi,” tegasnya
Meskipun tidak ada gejala, Harry meminta kepada masyarakat untuk bersedia mengikuti Drive Thru Screening Rapid Test di RS Bhyangkara.
Petugas medis RS Bhayangkara Polda Kepri mengambil darah salah seorang warga Batam untuk di tes menggunakan rapid test. Foto: Polda Kepri untuk batampos.co.id
Tujuannya untuk memastikan kesehatan dan memutus rantai penularan Covid-19.
“Pemeriksaan tidak dikenakan biaya dan saat tes bisa menggunakan kendaraannya.
Jadi, tidak ada antrean atau kerumunan,” katanya.
Harry menjelaskan, layanan ini tersedia dari Senin-Jumat dari pukul 09.00-11.00 WIB.
Kemudian pukul 13.00-15.00 WIB.
Sebelum dilakukan pemeriksaan, masyarakat akan diberikan hand sanitizer, pengambilan nomor antrean dengan mengisi nama dan nomor ponsel.
“Nanti hasil tesnya akan dikirim berdasarkan nomor ponsel yang sudah dicantumkan,” kata Harry.
Ia juga berharap seluruh masyarakat bisa terus mentaati imbauan pemerintah untuk tetap di rumah, menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan tidak melakukan mudik.(opi)
batampos.co.id – Hingga Jumat (1/5/2020) jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di provinsi Kepri berjumlah 22 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, merinci, jumlah pasien yang sembuh di antarnya:
Kota Batam mencatatkan kesembuhan tertinggi dengan 12 kasus.
Kota Tanjungpinang dengan 8 kasus.
Karimun 2 kasus.
Tjetjep menyampaikan kondisi terkini kasus Covid-19 di Provinsi Kepri. Disebutkannya berdasarkan data yang dikumpulkan pihaknya dari tujuh kabupaten/kota, tidak terjadi penambahan kasus yang positif.
Tiga pasien Covid-19 dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah. Foto: Esebius Sara/batampos.co.id
Tren baik ini mulai bertahan sejak tiga hari lalu. Namun untuk jumlah Pasien Dalam
Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG)
terjadi penambahan.
“Per Jumat (1/5/2020) PDP bertambah 6, ODP 17 orang, dan OTG sebanyak 186
orang. Sementara kasus kematian tidak terjadi penambahan,” katanya, Jumaat (1/5/2020).
“Semoga ini menjadi sinyal untuk kita terbebas dari Covid-19 di Provinsi Kepri,” kata Tjetjep.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan kasus yang sembuh di Provinsi Kepri sebanyak 22 kasus. Sementara dari hasil pemeriksaan 90 orang reaktif Covid-19.
“Kita juga sedang menggesa proses swab, semoga tidak terjadi penambahan lagi,”
harapnya.
Terpisah, Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, menyampaikan dua pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, setelah dua kali berturut-turut hasil pemeriksaan PCR-nya negatif.
Pertama, atas nama SY, 54, warga Jalan Lembah Merpati, Kelurahan Batu Sembilan, kasus terkonfirmasi nomor urut 15.
Riwayat perjalanan sebelumnya adalah ke Jakarta tanggal 9-11 Maret 2020. Kedua, adalah IT, usia 68 tahun, warga Perumahan Kijang Kencana IV, Kelurahan Pinang Kencana. Kasus terkonfirmasi nomor urut 16.
“Meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh, kepada pasien di atas tetap diharuskan
untuk melakukan karantina di rumah selama 14 hari. Semoga tambahan kasus yang sembuh ini menjadi semangat bagi yang lainnya,” ujar Rahma.(jpg)
batampos.co.id – Kota Batam mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 tertinggi di Provinsi Kepri.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, membenarkan, per 1 Mei 2020 jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang di Kepri.
“Kita mendapatkan kabar baik, dengan adanya 11 pasien positif yang sembuh. Yakni di
Tanjungpinang ada dua kasus, Batam delapan kasus, dan Karimun satu kasus,” ujar Tjetjep, Jumat (1/5/2020) di Tanjungpinang.
Tiga pasien Covid-19 dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah. Foto: Esebius Sara/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, dengan bertambahnya daftar sembuh, saat ini tersisa 18 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Sedangkan sebanyak 11 kasus dilakukan karantina mandiri. Ia berharap kesembuhan ini
membawa kabar baik bagi pasien yang lainnya untuk meningkatkan semangat untuk turut sembuh.
“Mereka yang sembuh hari ini (kemarin, red) dua kasus dari kelompok karantina mandiri. Sedangkan sembilan kasus adalah mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Tjetjep.(jpg)
batampos.co.id – Ditengah pandemi Covid-19 Hotel Radisson Batam masih tetap beroperasi baik di bookingan Akomodasi dan restaurantnya.
Director Business Development Hotel Radisson, Surianti, mengatakan, pihaknya tetap melayani tamu yang menginap ataupun tamu yang sekedar berkunjung ke restaurant.
“Khususnya pada saat berbuka puasa dengan mengorder makanan take away (dibawa pulang) atau order di tempat,” katanya, Jumat (1//5/2020).
Ia mengatakan, makanan yang disajikan adalah masakan Nusantara dipadu dengan ciri khas makanan International Radisson.
“Kami tetap melayani tamu yang datang bersama dengan keluarga, teman atau relasi bisnis dengan tetap menjaga regulasi social distancing dan meyakinkan semua tamu nyaman di saat berinteraksi dengan yang lainnya,” ujarnya.
Surianti menjelaskan, banyak batasan yang diterapkan pihaknya saat menyambut tamu. Mulai dari memeriksa suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer, menjaga jarak dikursi restaurant, tidak menyediakan Buffet dan menjaga kebersihan restaurant.
Salah satu menu paket berbuka puasa di Hotel Radisson Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
“Semua makanan akan dipesan Ala Carte dan chef handal kami akan menyajikan sesuai dengan pesanan menu yang dipilih,” paparnya.
Terkait harga makanan, Surianti, sangat terjangkau dan disesuaikan dengan keadaan saat pandemi Covid-19.
“Kami yakin semua tamu akan merasa senang dan puas dengan layanan yang akan kami berikan,” paparnya.
Pihaknya juga mendekorasi Lobby Hotel dan restaurant bernuansa Ramadan.
“Ini sebagai partisipasi kami menyemarakkan Ramadhan dan ikut bergembira menyambut Bulan Suci Ramadan Ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk paket berbuka puasa di Hotel Radisson Batam dibanderol Rp 75 ribu dengan minimum pembelian 10 kotak.
“Pemesanan harus dilakukan sehari sebelumnya dan untuk pemesanan 50 kotak akan mendapatkan ice coffee per paxnya,” kata dia.
Nah Bagi Anda yang ingin berbuka puasa di restaurant Radisson bisa menghubungi +62 778 480 0888, 0812 66372416 atau email ke [email protected](*)
batampos.co.id – 12 pasien Covid-19 di Kota Batam dinyatakan sembuh. Jika sebelumnya empat orang, pada Jumat (1/5/2020) bertambah delapan pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke kediamannnya masing-masing.
Sehingga total pasien sembuh di Batam kini menjadi 12 orang. Pasien sembuh yang terbaru ini, merupakan tiga pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, dua pasien dari RS Covid-19 Galang, dan dua pasien dari Rumah Sakit Badan
Pengusahaan (RSBP) Batam, serta satu lainnya, dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK)
Batam.
“Semuanya dipulangkan hari ini (kemarin, red),” ujar Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Jumat (1/5/2020).
Dengan bertambahnya jumlah pasien sembuh, maka tersisa 13 pasien positif yang
dirawat.
Tiga pasien Covid-19 dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah. Foto: Esebius Sara/batampos.co.id
Di antaranya delapan pasien di RSBP, empat pasien di RSUD Embung Fatimah,
dan satu pasien di RS Covid-19 Galang.
Jumlah ini, tidak termasuk dari kru KM Kelud yang dirawat di RS Galang. Informasi terbaru percepatan penanganan Covid-19 di Batam ada 30 kasus.
Lima di antaranya dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu.
“Selebihnya, yang masih dirawat ada potensi sembuh, kita tunggu hasil uji swab-nya,”
ujar Didi.
Senada dengan rilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, pemeriksaan
swab yang diperoleh dari Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam, didapati tujuh (terpisah tambah satu dari RSBP, red) pasien positif Covid-19 Kota Batam yang sembuh.
“Mereka yang sembuh ini tetap menjalani karantina di rumah mereka masing-masing
selama 14 hari. Sebelum nantinya kembali berbaur bersama masyarakat umum,”
kata Ketua Gugas Covid-19 tingkat Kota Batam, Muhammad Rudi.(iza)
batampos.co.id – Jumlah pasien sembuh terus bertambah. Setiap hari, pasien sembuh angkanya melebihi kasus kematian. Terbaru pada Jumat (1/5), jumlah pasien sembuh bertambah 69 orang sehingga menjadi 1.591 orang. Sedangkan angka kematian bertambah 8 orang menjadi 800 jiwa.
Dari angka itu, jumlah pasien sembuh Covid-19 hampir dua kali lipat daripada angka korban meninggal. Kasus kematian didominasi oleh pria sebanyak 66 persen.
“Keberhasilan membendung Covid-19 tentunya akan sangat memengaruhi beban perawatan di RS. Semakin sedikit pasien dirawat semakin ringan beban kita. Sebab jika semakin banyak pasien, beban layanan nanti akan semakin berat,” tegas Juru Bicara Untuk Pemerintah Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Jumat (1/5).
Pasien dinyatakan sembuh jika setelah dua kali pemeriksaan dinyatakan negatif Covid-19. Setelah itu pasien juga tetap harus melakukan isolasi mandiri 2 minggu di rumah usai dinyatakan sembuh dan wajib memakai masker.
Yurianto juga selalu mengingatkan agar masyarakat wajib menggunakan masker saat ke luar rumah. Jika terpaksa ke luar rumah pun sebaiknya waktunya dibatasi agar segera pulang.
“Gunakan masker jika terpaksa pergi dari rumah. Batasi waktunya secepat mungkin. Jangan naik angkutan umum berdesakan. Lindungi saudara dan keluarga yang berusia lanjut dan menderita penyakit kronis,” tandasnya.
Untuk itu, ia juga menekankan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan yang tak perlu apalagi mudik. Sebab perjalanan yang dilakukan akan sangat berisiko jika bertemu dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Kalau mudik, malah balik ke kampung menulari keluarga dan jadi sakit,” jelasnya.(jpg)
batampos.co.id – Bertepatan dengan Hari Buruh International, Jumat (1/5/2020) 2020, Bakal Calon Wakil Wali Kota Batam, Osco Osco Olfriady Letunggamu memberikan bantuan 3 ribu Masker kain atas nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua PDRI Kepri, Yenni Marlina, yang menerima bantuan tersebut langsung mendistribuksikan masker kepada masyarakat dan turun ke jalan bersama Anggota PDRI lainnya.
“Kita dibantu oleh Sahabat Osco untuk membagikan masker kepada masyarakat di Tanjungpiayu dekat Pasar Sei Pancur dari pukul 15:00 sampai 17:00 WIB,” jelasnya.
Yenni mengatakan, masker kain yang diberikan Osco sangat bagus.
“Kainnya berlapis dan ada busa yang memang berfungsi untuk memfilter udara luar ke dalam,” paparnya.
Ia menjelaskan, Osco merupakan orang yang perfeksionis. Sehingga masker yang bagikan kepada masyarakat pun dibuat dengan sangat baik.
Ketua PDRI Kepri, Yenni Marlina saat membagikan masker kain untuk masyarakat Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
“Kita tidak menyangka sampai kualitas maskerpun diperhatikannya, apalagi ini hanya sumbangan” ucap Yenni.
Yenni dan juga anggota PDRI lainnya juga merasa senang Ketum Partai Demokrat AHY, memperhatikan kader Perempuan di Kepri.
“Walaupun hari ini adalah Hari Buruh Internasional tapi Hati kami merasa seperti hari Valentine berbunga-bunga tahu bahwa Ketum kami yang ganteng dan bang Osco yang gagah masih peduli kepada kami”, sambung Yenni.
Ketua Sahabat Osco, Boy Hermansyah, menjelaskan, masker kain berkualitas baik tersebut banyak diproduksi Osco.
“Pada masker hanya ada tulisan dengan tagar (#)MaskerUntukSemua. Ini seperti gaya pak AHY ketika pilkada Jakarta #AHY | #01 dan pak SBY #JanganDiam dalam mengekspresikan sesuatu,” jelasnya.
Boy menyampaikan, masker kain tersebut tidak ada logo Partai dan tidak ada slogan kampanye.
“Rupanya inilah yang disukai oleh masyarakat di Kota Batam ini, ketulusan dalam memberi tanpa ada embel-embel kampanye,” tuturnya.
Masker kain tersebut lanjutnya, diserbu oleh masyarakat.
“Kami (Sahabat Osco) dan Perempuan Demokrat kewalahan membaginya. Mereka senang dan bangga sekali memakai masker tersebut,” paparnya.
Boy menjelaskan, Osco merupakan sosok yang santai dan low profile. Sehingga Osco kata dia, enggan menulis slogan kampanyenya di masker yang dibagikan kepada masyarakat.
” Pak Osco selalu bilang kalo nyumbang, tangan kanan memberi tangan kiri ngak perlu melihat. Jadi tulus saja,” tutup Boy.
Dengan kegiatan PDRI hari ini lanjutnya, Osco sudah menyumbang 8 ribu masker kain.
“Gerakan #MaskerUntukSemua belum selesai, nanti akan kita bagikan lagi kepada masyarakat Batam di lokasi yang berbeda,” paparnya.(*)