Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10522

Indonesia Produksi Ventilator Sendiri, 25 April sudah Tersedia

0

batampos.co.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pada 25 April mendatang, Indonesia akan memiliki alat bantu pernafasan ventilator portable. Bukan dari impor, melainkan diproduksi oleh dua perusahaan di dalam negeri.

Kedua perusahaan yang memproduksi adalah PT Len Industri (Persero) dan PT Poly Jaya Medikal. Pada minggu ini, Bambang mengatakan bahwa alat tersebut akan selesai tahap pengujian di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Masing-masing pabrik mempunyai kapasitas memproduksi 100 unit portable ventilator per minggu. Jadi diharapkan 25 April kita bisa mendapatkan 200 unit pertama buatan Indonesia yang dibuat oleh dua perusahaan,” kata dia dalam Telekonferensi Pers, Rabu (15/4).

Selain yang dikembangkan oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), ada desain ventilator lainnya, dari perguruan tinggi, lembaga penelitian hingga dari masyarakat dan pihak swasta.

“Mereka harus melakukan pengujian di Kemenkes, dan kami sudah minta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian BUMN agar ada partner yang bisa memproduksi prototype yang sudah di uji,” katanya.

Bambang juga mengatakan, akan ada tambahan dua perusahaan yang bersedia sebagai produsen pembuatan alat tersebut. Salah satunya PT Indofarma (Persero).

“Dua lagi menyatakan siap, salah satunya ada BUMN, Indofarma. Kita harap nanti bisa 400 unit per minggu, kita nanti sesuaikan kebutuhannya dengan kebutuhan BNPB,” tuturnya.

Melanjutkan perkataan Bambang, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menuturkan, untuk pengembangan alat kesehatan ini, pihaknya telah berkomunikasi dengan empat pengembang dari perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Tim Yogyakarta bukan hanya jangka pendek, merek bicara jangka panjang. Mereka nanti akan memprodukisi ventilator yang high grade (kualitas tinggi). Kira-kira produksinya akan lebih lama, sekitar Mei atau Juni,” tambah dia.(jpc)

283.593 Warga Batam Melakukan Sensus Secara Online

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam melaporkan data terkini dari sensus penduduk online yang dilakukan sejak 15 Februari 2020.

Hingga saat ini, sebanyak 283.593 penduduk Batam sudah melakukan sensus penduduk secara online per 14 Maret 2020.

”Jumlah penduduk yang tuntas memasukkan datanya yakni 283.593 penduduk. Kemudian untuk keluarga sebanyak 73.280,” kata Kepala BPS Batam Rahayuddin, Selasa (14/4/2020).

Disebutnya bahwa jumlah masyarakat yang melakukan sensus penduduk terus bertambah seiring adanya perpanjangan sensus online akibat pendemi wabah Covid-19 hingga 29 Mei nanti.

Hal ini juga berdampak pada sensus penduduk tatap muka atau wawancara yang sebe-
lumnya direncanakan akan dilakukan pada 1 hingga 31 Juli mendatang.

”Namun dengan kondisi saat ini, pelaksanaan sensus penduduk wawancara diundur mulai 1 -30 September mendatang.”

Seorang warga sedang melihat laman sensus.bps.go.id tentang sensus penduduk online, Selasa (3/3/2020) lalu. Per 14 Maret 2020, 283.593 penduduk Batam sudah melakukan sensus penduduk secara online. Foto: batampos.co.id/Cecep Mulyana

Rahayuddin menambahkan, bagi warga Batam yang belum melakukan sensus penduduk online bisa manfaatkan kesempatan perpanjangan ini dengan cara mengetik sensus.bps.go.id.

Lalu mengikuti tata acara yang diminta yakni memasukkan Nomor Induk Penduduk (NIK) 16 digit dan dibawah NIK ada No Kartu Keluarga.

Ada kode angka acak enam digit, lalu cek keberadaan. Selanjutnya, diminta membuat password cukup satu untuk satu keluarga.

Jika sudah berhasil, langkah berikutnya mulai mengisi, yang pertama muncul keterangan keluarga dimulai dengan alamatnya. Jawaban harus sesuai dengan kondisi sekarang.

”Ada 17 pertanyaan yang bakal diisi. Jika terdapat masalah, dapat disimpan sementara. Unduh bukti pengisian bukti kuesioner Sensus Penduduk 2020,” paparnya.(rng)

ATB Lakukan Pendalaman Alur di Intake Tanjungpiayu Perpanjang Umur IPA Hingga 40 hari

0

batampos.co.id – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) melakukan pendalaman alur di sekitar Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu.

Pendalaman alur ini diharapkan mampu membuat IPA bisa tetap beroperasi hingga 40 hari kedepan.

“Kami akan melakukan berbagai upaya agar pelayanan air bersih bisa tetap terjaga baik,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Saat ini, pipa intake ponton di IPA Tanjungpiayu hanya tinggal 40 cm dari dasar waduk yang telah dipasang plat baja sebelumnya.

Diprediksi, pipa ini hanya akan mampu menyedot air selama 15 hari kedepan jika hujan tak kunjung turun dengan intensitas yang memadai.

Karena itu, ATB melakukan rekayasa pendalaman alur dan membuat kolam kecil di sekitar ponton.

Secara teknis, alur yang dibuat akan mengumpulkan air di kolam yang berada di bawah Ponton. Sehingga Pipa Intake bisa lebih leluasa mengambil air.

Upaya ini akan membuat IPA Tanjungpiayu akan bisa memanfaatkan air di Dam Duriangkang hingga elevasi air mencapai minus 4 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

Pendalaman Alur. PT. Adhya Tirta Batam (ATB) melakukan rekayasa pendalaman alur di sekitar Pipa Intake Ponton IPA Tanjungpiayu. Upaya ini dilakukan untuk memperpanajng umur operasional IPA Tanjungpiayu hingga 40 hari kedepan. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Umur IPA Tanjungpiayu bisa kita perpanjang hingga 40 hari lagi. Kita berdoa semoga hujan cepat turun,” jelasnya.

IPA Tanjungpiayu adalah salah satu instalasi yang mengambil air dari waduk Duriangkang. IPA ini melayani sekitar 21 ribu pelanggan di wilayah Tanjungpiayu dan Sekitarnya.

Kondisi kekeringan membuat IPA ini terancam berhenti beroperasi, dan berpotensi membuat 21 ribu pelanggan kehilangan suplai air bersih.

Namun ATB telah melakukan berbagai upaya untuk memperpanjang operasional IPA Tanjungpiayu. Sebelumnya, ATB melakukan pemasangan plat baja di atas permukaan lumpur di dasar waduk Duriangkang.

Tujuannya agar pipa Intake tak menyedot lumpur dari dasar waduk, dan akhirnya membuat Instalasi mengalami gagal operasi.

Ketika pipa intake semakin mendekati dasar waduk, ATB kembali melakukan rekayasa pendalaman alur agar 21 ribu pelanggan bisa tetap mendapat suplai air bersih sebagaimana mestinya.

Pekerjaan ini telah mulai dilakukan pada Senin (13/4/2020) dan akan selesai pada Minggu (19/4/2020) mendatang.

ATB sadar, ditengah Pandemi Corona, masyarakat butuh air untuk mencuci tangan. Namun, Maria tetap mengimbau masyarakat bijaksana menggunakan air. Matikan keran saat sedang mengusap tangan dengan sabun selama 20 detik.

Dan hidupkan lagi saat akan membasuhnya. Cara ini terbukti mampu menghemat penggunaan air 15 sampai 20 liter per orang perhari.

Selain itu, dia juga mengimbau pelanggan mulai menerapkan budaya 3R (Recycle, Reuse, Reduce).

Budaya 3 R terbukti mampu menghemat penggunaan air bersih, karena hanya dimanfaatkan hanya untuk kebutuhan yang penting saja.

“Kita sama-sama bahu membahu menjaga agar air kita bisa bertahan lebih lama,” imbuhnya.(*)

Positif Covid-19 Capai 5.136 Kasus dengan PDP 11.165 Orang

0

batampos.co.id – Masyarakat harus lebih patuh dan disiplin lagi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Sebab, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia makin bertambah setiap hari.

Angka kasus positif pada Rabu (15/4) bertambah 297 kasus. Sehingga totalnya jadi 5.136 kasus. Sedikitnya dalam dua hari berturut-turut, angka kasus positif lebih landai di bawah 300 kasus.

Kabar baik datang dari angka pasien sembuh yang melebihi angka kasus meninggal. Ada pertambahan 20 pasien sembuh sehingga total pasien sembuh sebanyak 446 orang. Dan angka kasus meninggal bertambah 10 jiwa sehingga menjadi 469 kematian. Angka kasus meninggal ini lebih sedikit dibandingkan kemarin, Selasa (14/4), yakni mencapai 60 orang dalam sehari.

Meski begitu, alarm peringatan bahaya penularan virus bagi masyarakat justru terjadi pada angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jumlah ODP adalah sebanyak 165.549 orang dan PDP adalah sebanyak 11.165 orang.

“Data yang kami sajikan ini sebagai penularan masih terjadi. Penyebaran penyakit masih terjadi. Mari bahu membahu saling membantu. Saling menjaga pastikan tak ada lagi penularan. Tak ada lagi yang menular. Dan tak ada lagi kelompok rentan tertular,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Rabu (15/4).

Sejauh ini, total yang sudah diuji dengan real time PCR seluruh Indonesia adalah sebanyak 36.431 spesimen. Hasil spesimen negatif Covid-19 adalah 27.865 orang.(jpc)

Pengusaha Minta Sektor Maritim Dikembangkan

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 membuat pemerintah daerah belum bisa fokus pada sektor pengembangan maritim.

Pengusahapun kembali mengingatkan agar pengembangan bisa dilakukan secara paralel agar potensi dari sektor maritim tidak tersia-siakan.

”Dengan terjadinya krisis ekonomi global menyebabkan banyak perusahaan melakukan efisensi karena menurunnya permintaan di beberapa sektor industri,” kata ketua Indonesia National Shipyard Association (INSA) Batam, Osman Hasyim, Selasa (14/4/2020).

“Turunnya daya beli menyebabkan turunnya permintaan barang maupun jasa transportasi barang, turunnya permintaan service berbagai jenis kapal di industri minyak dan gas. Sehingga secara keseluruhan mengakibatkan turunnya aktivitas kapal,” kata dia lagi.

Potensi sektor maritim ini sangat luar biasa. Osman mengungkapkan, banyaknya kapal yang tidak beraktivitas di dunia menjadikan kapal dalam keadaan standby.

Kapal-kapal yang tidak beroperasi tersebut membutuhkan area anchorage atau tempat “menunggu” yang aman.

Aktivitas labuh jangkar di sekitar pelabuhan Batuampar Kota Batam. Foto: batampos.co.id/ Cecep Mulyana

”Batam bisa jadi pilihan, karena Batam itu strategis, memiliki infratruktur pelabuhan, tersedianya supply-chain, jasa transportasi dan banyaknya galangan kapal yang menyediakan kebutuhan perbaikan dan perawatan kapal menjadikan Batam menjadi salah satu alasan,” tegasnya.

Setiap kapal yang berkunjung dalam rangka selain melakukan kegiatan niaga akan membutukan docking, repairing, berbagai perawatan, ruang untuk bersandar dan  bermacam kegiatan lainnya.

Dengan banyaknya kapal yang berkunjung menjadi sumber pendapatan bagi shipyard dan tentunya menjamin ketersediaan lapangan kerja.

Tiap-tiap kapal yang berkunjung ke Batam akan berkontribusi bagi perekonomian serta menciptakan efek berantai bagi sektor ekonomi lainnya.

Bermacam-macam suplai dan pelayanan yang dibutuhkan mulai dari bunkering, provision, jasa surveyor, safety equipment, mekanikal, elektrikal, trading, bongkar/muat, transportasi, stevedoring, cargodoring, jasa kepelabuhanan, perhotelan, kuliner, entertainment dan lainnya.

Tapi, potensi tersebut tidak bisa dioptimalkan, akibat pengelolaan yang hanya mengejar pendapatan melalui jasa kepelabuhanan sehingga menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Ia juga menyebut banyak pungutan di luar ketentuan yang terjadi di Batam.

”Hilangnya kepercayaan akibat dari banyaknya pungutan di luar ketentuan ini mengakibatkan kapal-kapal yang ingin berkunjung melihat Batam sangat “menakutkan”,” jelasnya.

“Menjadikan biaya kepelabuhanan dan biaya lain yang harus ditanggung menjadi sangat mahal. Bahkan sebagian mereka bersumpah “tidak akan lagi” memasukkan kapalnya
ke Batam,” terangnya lagi.

Pelaksanaan kebijakan kepelabuhanan Batam yang salah menyebabkan terbunuhnya industri maritim.

Dari 115 perusahaan shipyard di Batam, diperkirakan hanya 30 persen yang masih aktif mengerjakan proyek kapal.

”Sebagai industri padat karya, penurunan proyek pembuatan dan perawatan kapal menyebabkan anjloknya serapan tenaga kerja,” tuturnya.

”Penyelenggaraan dan pengelolaan pelabuhan Batam harus direset, dan harus di-restart kembali. Dan ini sebuah keniscayaan yang mutlak,” tegasnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sendiri menegaskan, bahwa pihaknya akan berkonsentrasi untuk memutus mata rantai penyebab Covid-19 di Batam terlebih dahulu.(leo)

Tes Massal, DPRD: Apalagi yang Ditunggu

0

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mempertanyakan langkah Pemko Batam yang belum menjalankan tes massal untuk mempercepat pemutusan penyebaran virus corona penyebab Covid-19 di Batam.

”Beberapa waktu lalu, saat rapat gugus, wali kota menyampaikan akan dilakukan tes massal. Kapan?” ujar anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, Selasa (14/4/2020).

Ia mengungkapkan, Batam sudah mendapatkan bantuan lebih dari seribu rapid test.
Atas dasar bantuan itu, rapid test rencananya akan dilakukan secara bertahap.

”Cuma ini kok belum. Apalagi yang ditunggu,” ujarnya.

Aman pun menilai penanganan Covid-19 di kota ini terlalu lamban. Sampai sekarang tes massal belum dilakukan, maka Komisi IV berencana memanggil Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial terkait dengan peningkatan fasilitas kesehatan termasuk Alat Pelindung Diri (APD), masker untuk masyarakat dan sebagainya.

Kemudian juga, pemanggilan dinas terkait itu juga untuk memastikan pelaksanaan jaring pengaman sosial.

”Belum jalan tes secara massal itu, apa mungkin pemko Batam sedang mengatur strateginya agar tidak terjadi penumpukan masyarakat,” jelasnya.

Karena itu Pemko Batam diminta mengatur langkah yang tepat. Sementara itu, untuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Batam menurut dia, harus melihat kondisi daerah.

Ilustrasi. batampos.co.id

Laporan dari tim gugus yang harus diperbaharui dan dilaporkan ke pemerintah pusat secara cepat dan sahih.

Dimana, menurut dia, Batam yang awalnya lima orang positif, tapi terbaru, angkanya justru melonjak menjadi 12 pasien terkonfirmasi.

Tak hanya itu, jumlah PDP yang meninggal yang belum diketahui hasil swab-nya juga banyak yang meninggal dunia.

”Saya pikir, pemerintah daerah juga harus tanggap melihat kondisi perkembangan seperti ini,” tuturnya.

PSBB dalam kondisi seperti ini, Aman menyarankan pemerintah mempersiapkan beberapa langkah. Pertama kata dia, jaring pengaman sosial terkait dengan orang yang tidak mampu harus dipersiapkan kebutuhan pokoknya melalui pemberian subsidi.

Serta bagaimana dengan anggaran yang dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri sebesar lebih dari Rp 200 miliar.

”Kemudian yang jadi permasalahan di kita adalah data masyarakat kita yang tidak mampu itu. Data kita selama ini tidak valid karena banyak orang miskin yang
tidak mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Menurutnya, masih banyak orang kelas menengah ke atas yang justru mendapatkan  bantuan, tapi yang membutuhkan, justru tidak dapat.

Sehingga jika diterapkan PSBB, Pemko harus betul-betul melakukan pendataan dengan melibatkan Kecamatan, Lurah hingga RT/RW untuk mendata warganya secara valid.

”Disisir dari rumah ke rumah. Mana yang benar-benar tidak mampu dan harus disubsidi
oleh pemerintah kota, itu dipastikan semuanya dapat,” tegas Aman.

Karena lanjutnya, jika ada warga yang tak mampu tidak mendapatkaan bantuan akan menjadi persoalan dikemudian hari.

”Inilah yang jadi persoalan penting, bagi pemerintah kota batam,” tambahnya.

Oleh karenanya, dalam penerapan PSBB pemerintah harus menimbang sebaran Covid-19 di Batam dan kemudian juga, memastikan bahwa fasilitas dari pemerintah terdistribusi dengan tepat sasaran.(rng)

Masuk Batam Lewat Jalur Tikus, 47 Pekerja Migran Ditangkap

0

batampos.co.id – Sebanyak 47 pekerja migran Indonesia diamankan di pelabuhan tikus di Perairan Nongsa, Teluk Mata Ikan, Batam, oleh petugas Bakamla RI pada Rabu (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Dini hari tadi Bakamla mengamankan 47 TKI yang mencoba masuk lewat jalur ilegal” ujar Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia kepada wartawan, Rabu (15/4).

“Mereka mencoba masuk melalui jalur tikus sekitar pukul 02.00 rabu dinihari namun tertangkap dan dapat diamankan oleh patroli Bakamla yang sedang melaksanakan Operasi Garda Lintas Batas Bakamla,” tambahnya.

Saat ini seluruh pekerja migran ini diamankan di Pangkalan Armada Zona Maritim Barat Bakamla di Batam. Sebagian besar mereka berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh dan Cilacap. Petugas kemudian melakukan pengecekan kesehatan mereka guna memastikan tidak ada yang terjangkit virus Covid-19.

Hasil pengecekan awal semuanya dinyatakan sehat. Tanpa ada gejala Covid-19, sedangkan suhu tubuh mereka rata-rata 35 derajat celcius. Selanjutnya, para pekerja migran ini akan diserahkan kepada petugas kesehatan dan karantina daerah untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bila nanti ada yang terindikasi sebagai ODP maka akan dilaksanakan karantina selama 14 hari sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.(jpc)

Pak Wali Kota Segera Bagikan Sembakonya Dong

0

batampos.co.id – Pemko Batam diminta segera merealisasikan pembagian sembako kepada masyarakat Batam di tengah wabah Covid-19.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, mengatakan, masyarakat saat ini sangat menunggu pembagian sembako tersebut.

”Masyarakat saat ini sudah menjerit, oleh sebab itu kami minta Pemko Batam segera distribusikan sembako ke masyarakat,” ujar Safari, Senin (13/4/2020).

Menurutnya jika masih menunggu pendataan atau lainnya, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada masyarakat.

Pasalnya kata dia, kebutuhan sehari-hari masyarat tidak tercukupi. Karena itu dengann adanya bantuan sembako diharapkan bisa membantu meringankan beban masyarakat saat ini.

”DPRD Kota Batam mendukung penuh atas kebijakan yang dibuat oleh Pemko Batam dalam menagani wabah Covid-19 saat ini, agar masalah Covid-19 cepat selesai, Batam kembali kondusif dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

AMC Group memberikan paket sembako dan nasi kepada masyarakat yang mencari nafkah di jalanan, Sabtu (11/4/2020). Masyarakat Kota Batam berharap Pemko Batam segera membagikan sembako yang dijanjikan ditengah pandemi Covid-19. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Menurutnya, pendataan pembagian sembako sudah selesai dan RT/RW pasti mengetahui siapa-siapa masyarakatnya yang berhak mendapatkannya.

“Kalau bisa masyarakat yang menerima tidak usah dipilah-pilah, berikan saja kepada seluruh masyarakat Batam, karena untuk memilahnya saat ini juga susah, sebab dampak Covid-19 ini mempengaruhi semua ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Melani, warga Batuaji, mengaku sudah sangat kesulitan dengan kondisi saat ini. Apalagi ia sudah tak bekerja lagi sejak tiga minggu yang lalu.

Bahkan untuk keperluan dapur saja, ibu dua anak itu mengaku sudah sangat
kewalahan.

”Kami sangat berharap bantuan sembako pemerintah. Harapannya agar segera didistribusikan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Rini warga Perumahan Rici. Ia mengaku sudah dua minggu tak jualan di pasar. Begitu pun dengan suaminya yang juga sudah dirumahkan.

Kondisi ini semakin sulit ketika mereka menyambung hidup tanpa ada pendapatan.

”Kemarin kami sudah didata. Tapi belum tahu kapan akan disalurkan (sem-
bako),” paparnya.(gie/rng)

Aksi Sosial DPC Himpunan Pramuwisata Kota Batam

0

batampos.co.id – DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batam menyerahkan bantuan sembako kepada Anggota DPC HPI Kota Batam dan Sopir Bus Pariwisata. Pembagian dilakukan di Kantor Sekretariat DPC HPI Kota Batam, Rabu (15/4).

Ketua DPC HPI Kota Batam, Fri Subakti, mengatakan, seluruh jajaran DPC HPI Kota Batam ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Ada 80 paket sembako yang kami bagikan,” jelasnya.

Sembako tersebut lanjutnya digalang dari restoran-restoran, toko-toko collection, toko oleh-oleh serta donatur.

Bantuan sembako tersebut lanjutnya, berisi beras 3 kilogram, gula pasir berjumlah 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, mie instan 5 bungkus, dan teh.

“Sembako tersebut kami serahkan kepada tour guide dan sopir pariwisata,” ujarnya.

Kadisbudpar kota Batam, Ardiwinata (kiri) memberikan secara simbolis bantuan sembako kepada tour guide dan sopir bus pariwisata di Kota Batam. Foto; Disbudpar untuk batampos.co.id

ia menjelaskan, pemberian sembako sudah dilakukan pihaknya dua kali. Pada kesempatan itu pihaknya mengimbau agar para tour guide dan sopir bus pariwisata tetap menjaga jarak dan menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengajak pelaku pariwisata melawan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Ardi juga mengucapkan terima kasih kepada DPC HPI Kota Batam yang berinisiatif mengalang dana untuk membantu pelaku pariwisata.

“Kita akan distribusikan kepada pelaku pariwisata,” katanya.

Ardi menyampaikan Wali Kota Batam, Muhamad Rudi, terus berupaya mengatasi penyebaran Virus Corona di Kota Batam.

Karena itu lanjutnya, pelaku pariwisata diminta bersama mendukung pemerintah melawan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat dan minum air putih yang cukup.

“Virus Corona bisa diatasi secara bersama-sama, sehingga wisata Batam akan bangkit kembali seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.(esa)

Dua Lagi ASN di Batam Positif Covid-19, Salah Satunya Tenaga Kesehatan

0

batampos.co.id – Kasus positif Coronavirus disease (Covid-19) di Batam bertambah lagi. Per hari ini, Rabu (15/4/2020), kembali ada tambahan dua kasus berdasarkan hasil pemeriksaan sample swab baru dari (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) BTKL PP Kelas I Batam.

“Adapun informasi tersebut menjelaskan hasil pemeriksaan swab yang telah dilakukan sebelumnya di Fasyankes Kota Batam, dengan kesimpulan terdapat dua orang warga Kota Batam Terkonfirmasi Positif. Semuanya perempuan,” jelas Wali Kota Batam Muhammad Rudi melalui siaran pers, Rabu (15/4).

Lebih lanjut Rudi menyamapikan, kasus 16 adalah seorang perempuan berusia 38 tahun. Seorang ASN Tenaga Kesehatan. Kemudian kasus 17 seorang perempuan, berusia 51 tahun. Juga ASN yang satu kantor dengan kasus 07 dan kasus 08. Dengan demikian, kasus positif Covid-19 di Batam sudah 17. Sehari sebelumnya terjadi penambahan 3 kasus. (uma)