Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10525

Siap-Siap! Ada Bantuan Sosial Dampak Covid-19 di Anambas

0

batampos.co.id – Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menyalurkan batuan sosial, baik secara ekonomi maupun kesehatan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris selaku Ketua Tim Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19, pada saat rapat koordinasi yang diadakan di aula Kantor Bupati lantai III, Pasir Peti, Kamis (9/4/2020).

Abdul Haris menegaskan, penyaluran bantuan sosial ini dapat diterima oleh masyarakat yang berdampak risiko sosial dan didata secara selektif. “Jangan sampai ada yang tidak terdata, sebab ini sudah mendapat instruksi dari beberapa menteri untuk membantu masyarakat kita dengan adanya wabah Covid-19, saya harapkan kepada RT dan RW masing-masing desa bisa mendata secara baik,” tuturnya.

Kegiatan rapat koordinasi bantuan sosial dampak Covid -19 yang diadakan di aula Kantor Bupati Anambas , Kamis (9/4/2020). ( Foto : Faidil/ batampos.co.id)

Kepada masyarakat Kepulauan Anambas, Abdul Haris meminta agar mengurangi aktifitas di luar rumah dan mengikuti aturan. Saat ini dilakukan penertiban masyarakat oleh TNI dan POLRI serta Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

“Kita wajib memikirkan dampak dari penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Anambas, mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat sangat sulit, sebab adanya kebijakan penerapan physical distancing. Kita perlu mengambil langkah-langkah kebijakan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan ekonomi terhadap masyarakat,” ujar Haris, Jumat (10/4/2020).

Selain itu, bagi para pedagang yang ada di Anambas, agar tidak mengambil keuntungan dengan adanya situasi dampak Covid-19 ini. (fai)

Polda Kepri Terapkan Besuk Online

0

batampos.co.id – Guna mencengah penyebaran Covid-19, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Kepri meniadakan jam besuk untuk tahanan.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan, para keluarga tahanan yang ingin membesuk kerabatnya dapt dilakukan dengan secara online.

“Cara besuk online yang dilakukan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang ingin berkomunikasi dengan keluarganya dan dapat berinteraksi secara langsung” jelasnya, Jumat (10/5/20).

Tahanan di Polda Kepri melakukan besok online. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

Direktur Tahti Polda Kepri, Kombes Dudus Harley Davidson, mengatakan, untuk mendukung besuk online, pihaknya menggunakan tiga unit komputer PC, WI-FI dengan kecepatan 100 MBPS, tiga unit speaker aktif, microphone, satu unit handphone dan tiga unit webcam camera.

“Teknis yang digunakan yaitu dengan menggunakan aplikasi Google Hangout, dan untuk setiap kali besuk Online dialokasikan waktu selama 15 menit setiap orangnya,” katanya dia.

Jadwal besuk online lanjutnya dapat dilakukan setiap Selasa dan Kamis.

“Selama jam besuk tersebut tetap diawasi oleh Personel Polri yang bertugas menjaga tahanan” jelasnya.(*/esa)

Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat

0

batampos.co.id – Sempat terpuruk akibat pandemi virus korona (Covid-19), nilai tukar rupiah perlahan tapi pasti meninggalkan level Rp 16 ribu. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, mata uang garuda bergerak stabil dan cenderung menguat. Kemarin, rupiah diperdagangkan Rp 15.930 per USD.

“Nilai tukar rupiah menguat sesuai dengan mekanisme pasar yang dinamis. Tidak terlepas dari peran pelaku pasar dan eksportir yang ikut menjaga stabilitas rupiah di pasar,” ucap Perry dalam video conference, Kamis (9/4).

Perry menuturkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah. Secara fundamental masih undervalue. Artinya, rupiah diperdagangkan lebih rendah daripada seharusnya. Sehingga, akan cenderung menguat terhadap USD.

Kemudian, keyakinan pasar akan langkah kebijakan mitigasi Covid-19 oleh BI bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Baik dari sisi fiskal, moneter, maupun kredit.

Alumnus Iowa State University, Amerika Serikat tersebut menilai, kondisi risiko global berangsur-angsur membaik. Pasar melihat tingkat kenaikan kasus Covid-19 berangsur-angsur menurun. Mengingat, berbagai negara membuat langkah-langkah preventif untuk menekan penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

“Termasuk Indonesia. Penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diterapkan DKI Jakarta mulai 10 April (hari ini, Red) diperkirakan akan dapat menekan penyebaran Covid-19,” kata Perry optimis.

Menguatnya rupiah, praktis mengurangi kebutuhan BI untuk melakukan stabilisasi nilai tukar. Makanya, Perry optimis cadangan devisa Indonesia akan meningkat akhir April nanti. Yakni, berkisar 125 miliar USD dari 121 miliar USD dari catatan akhir Maret lalu.

Bertambahnya jumlah cadang devisa juga karena penerbitan global bond senilai 4,3 miliar dolar AS oleh Kementerian Keuangan. “Jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk pembiayaan impor, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah,” jelas pria asal Sukoharjo itu.

Selain itu, BI juga menyampaikan, harga bahan pokok masih terkendali. Berdasarkan survei pemantauan harga hingga pekan kedua April, inflasi diprediksi 0,2 persen month to month (mom). Sedangkan, inflasi tahunan sebesar 2,8 persen.

Perry yakin inflasi terkendali karena pasokan bahan pokok terus tersedia. Kemudian, tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari kemampuan kapasitas produksi nasional. “Sehingga kita mengalami yang biasa disebut kesenjangan output yang negatif. Artinya, tekanan-tekanan inflasi dari sisi permintaan itu terkendali,” terangnya.

Orang nomor satu di BI itu menegaskan, pelemahan rupiah saat ini tidak terlalu berpengaruh pada harga bahan pokok. Artinya, ketika rupiah lemah tidak lantas membuat harga bahan pokok ikut naik tinggi.

Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penguatan rupiah menandakan sentimen Covid-19 mulai berkurang di pasar keuangan. Berkurangnya sentimen tersebut juga akan membawa balik arus aliran modal asing yang sempat keluar akibat kepanikan investor. Pelaku pasar mempertimbangkan langkah-langkah penanganan Indonesia dengan PSBB.

Kerjasama fasilitas repo dengan The Fed, bank sentral AS, sebesar 60 miliar USD menopang penguatan rupiah. Kerjasama tersebut sekaligus akan memperkuat second line of defense BI. Sehingga mampu meredam potensi keluarnya dana asing dari pasar keuangan domestik dan mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

Bagi pelaku pasar keuangan, penguatan ini menjadi angin segar bagi likuiditas USD di pasar. Sebab sejak para investor mengalihkan asetnya ke mata uang Paman Sam membuat ketetatan likuiditas.

Sementara itu, sinyal penguatan rupiah terhadap USD menjadi sinyal cerah bagi para pengusaha yang membutuhkan impor bahan baku atau barang modal. Mengingat, pelemahan rupiah memberikan tekanan terhadap biaya produksi di tengah lemahnya permintaan domestik maupun luar negeri.(jpg)

Warga Batam, Begini Cara Menganti Meteran Token ke Pasca Bayar

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam yang ingin menganti meteran listrik dari token pasca bayar sangat mudah.

Humas bright PLN Batam, Yoga Perdana, mengatakan syarat untuk menganti meteran token ke pasca bayar, pelanggan cukup membawa KTP dan sertifikat rumah atau surat kavling.

“Pelanggan juga harus membayar uang jaminan langganan, nilainya tergantung daya yang diinginkan pelanggan,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Customer Service Bright PLN Batam melayani pelanggan di kantor PLN Batam Center, beberapa waktu lalu. Foto: Rifki Setiawan/batampos.co.id

Yoga menjelaskan, perbedaan meteran listrik dengan token tidak ada sama sekali.

Hanya saja lanjutnya, pelanggan yang menggunakan token, dapat menyesuaikan kebutuhan pemakaiannya.

“Kalau pasca bayar pelanggan ditagih sesuai pemakaian. Artinya listriknya dipakai dulu baru dibayar,” sebutnya.

Selain itu lanjutnya pelanggan yang menggunakan token tidak dikenakan biaya beban atau abodemen.

“Yang ada biaya beban hanya pasca bayar,” tutupnya.(nto)

Takut Tularkan Virus Corona, Pria Malaysia Rela Jalan Kaki Sejauh 120 Km

0

batampos.co.id – Seorang pria Warga Negara Malaysia bernama Alixson Mangundok, 34, kembali ke negaranya usai dari Jepang. Dia sadar bahwa perjalanan dari luar negeri membuatnya bisa berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebagai pembawa virus Korona (carrier). Dia pun khawatir bisa menularkan virus Korona ke orang lain sehingga rela berjalan kaki untuk menghindari transportasi umum.

Mangundok rela berjalan kaki selama tiga hari dari Kota Kinabalu ke kota asalnya, Kota Marudu. Jaraknya sekitar 120 km. Dia ditemani dengan seekor anjing.

Sebelumnya dia bekerja di Jepang pada 25 Maret. Dia takut dirinya mungkin membawa virus Covid-19, sehingga memilih untuk tidak menggunakan transportasi umum atau meminta keluarganya untuk menjemputnya usai tiba di Malaysia.

“Setelah mencapai Bandara Internasional Kota Kinabalu, saya diperiksa dan meski pejabat kesehatan mengatakan saya baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejala virus, saya masih diminta untuk pergi ke Rumah Sakit Queen Elizabeth untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh,” katanya seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (9/4).

Setelah memberikan sampelnya di rumah sakit, dokter memberi tahu dia bahwa dia bisa menjalani karantina sendiri di rumah. Dia tidak diharuskan memeriksa kesehatan ke pusat karantina yang disediakan negara sambil menunggu hasil tes Covid-19-nya.

Sebelumnya, kerabat Mangundok telah membantunya membawa kembali dua barang bawaannya yang lebih besar dan meninggalkannya dengan tas jinjing karena dikira Mangundok akan dikarantina selama 2 pekan. Untuk menghindari risiko bagi siapa pun, dia memutuskan untuk berjalan jauh ke Kota Marudu.

“Karena saya terbiasa berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya karena pengalaman berburu dan bertani,” jelasnya.

Sebelum melakukan perjalanan, Mangundok makan siang dan membeli dua botol air di rumah sakit. Segera setelah dia memulai perjalanannya, seekor anjing datang dan mulai ikut dengan dirinya.

Dia membiarkan anjing itu, yang akhirnya dia beri nama Hachiko (anjing Akita Jepang dikenal karena kesetiaannya). “Saya pikir anjing itu hanya ikut setengah jalan tapi ternyata tetap ikut di sepanjang jalan, itulah sebabnya saya memutuskan untuk mengadopsi Hachiko,” kata Mangundok.

Sepanjang jalan, Mangundok beristirahat di halte bus dan melewati cukup banyak penghalang jalan, menerjang hujan dan cuaca panas, serta berjalan naik turun bukit. “Di setiap penghalang jalan, polisi dan pasukan keamanan lainnya yang bertugas akan menanyakan ke mana saya pergi dan ketika saya memberi tahu mereka bahwa saya sedang menuju ke Kota Marudu, mereka tidak bisa mempercayainya, tetapi akhirnya saya meyakinkan mereka bahwa saya tidak bercanda,” kata Mangundok.

Dia menjelaskan alasannya dan menunjukkan kepada mereka paspor dan surat-surat dari rumah sakit sebagai bukti. Polisi kemudian menyarankannya untuk berhati-hati, waspada dan beristirahat di tempat yang terang benderang.

“Mereka juga menawarkan untuk membantu saya naik bus tapi saya menolak karena saya membawa anjing dan saya tidak ingin menimbulkan risiko kesehatan bagi siapa pun,” katanya.

Mangundok mampir ke toko kelontong untuk membeli air dan ikan sarden untuk Hachiko. Pada pagi hari 28 Maret, dekat Kampung Tandasan di Kota Belud, Mangundok melihat saudara lelakinya yang mengemudi dan melambai padanya. “Dia balas melambai tetapi tidak mengenali saya,” katanya.

Mangundok mengatakan skrining pertamanya keluar dan hasilnya negatif. Dan pada 7 April, dia pergi untuk skrining Covid-19 kedua di rumah sakit Kota Marudu.

“Saya tidak akan beristirahat dan tidak akan bertemu keluarga saya sampai rumah sakit memberi saya konfirmasi bahwa saya bebas dari virus ini. Untuk saat ini, Hachiko dan saya menghabiskan waktu bersama di pondok,” kata Mangundok.

Ayah dua anak ini telah bekerja di luar negeri termasuk di Singapura, Aljazair, Australia, dan Korea Selatan sejak berusia 18 tahun. Dan demi rasa cintanya pada keluarga, dia rela untuk tidak pulang dulu ke rumah menahan rasa rindunya.(jpg)

Menkes Terawan, Jujurlah!

0

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menulis surat terbuka untuk Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Dalam surat itu Grace Natalie menuntut kejujuran Terawan dalam palagan membasmi wabah covid-19.

Dia menilai pemerintah terlambat dalam menangani wabah covid-19. Dampaknya menimbulkan krisis. Sejatinya krisis ini tidak perlu terjadi jika pemerintah, khususnya Menkes Terawan dan jajaran terbuka, transparan, dan jujur dalam menanggapi fenomena wabah ini muncul.

“Sejak awal kita menyia-nyiakan kesempatan untuk merespons ancaman ini dengan cara yang benar. Korban terus berjatuhan dan dampak berupa kerugian ekonomi semakin meluas,” kata Grace Natalie dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Belajar dari kondisi saat ini, eks jurnalis televisi itu mengingatkan Terawan dan elemen pemerintah lainnya agar tidak lagi menggunakan kata-kata ‘enjoy saja, makan yang cukup’ dalam menghadapi pandemi Korona ini.

“Bapak Terawan yang kami hormati, jujurlah. Kejujuran adalah pilihan terbaik di masa pandemi. Kami mendorong Bapak membuka semua data yang masuk secara lengkap dan cepat. Tidak boleh ada yang ditutupi,” katanya.

Kata Grace, PSI percaya keterbukaan bisa menjadi sumber persatuan, memulihkan kembali kepercayaan rakyat kepada pemerintah. “Kami sadar bahwa kebijakan apa pun tidak akan pernah mudah untuk diambil dalam masa sulit seperti sekarang. Tapi rupanya itulah takdir sejarah yang ada di pundak kita semua. Di pundak bapak Terawan,” ungkapnya.

Menurut Grace, kepada Terawan adalah bagian dari orang yang pernah salah mengambil langkah atau kebijakan. Tapi kemauan untuk segera mengoreksi diri dan bangkit dari kesalahan adalah cara manusia memperlihatkan kekuatan dirinya.

Atas kondisi ini, PSI menawarkan sembilan rekomendasi untuk Menkes Terawan dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Berikut isi rekomendasi tersebut.

1. Setelah Jakarta, tetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah penyangga ibu kota yakni Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Hentikan transportasi masuk atau keluar Jabodetabek, kecuali untuk keperluan logistik atau hal-hal mendesak lain.

2. Setelah itu tetapkan PSBB untuk seluruh wilayah Pulau Jawa. Permudah birokrasi, Bapak perlu bersikap pro-aktif dan tidak harus menunggu permintaan dari daerah. Jika ada daerah lain di luar Jawa yang dianggap perlu pemberlakuan PSBB, segera putuskan, tetapkan.

3. Agar PSBB berjalan efektif, warga di wilayah bersangkutan harus dipastikan mendapat bantuan sosial transfer tunai, untuk memastikan mereka tidak bekerja dan tetap tinggal di rumah. Untuk melaksanakan ini, lakukan kerja sama dengan kementerian terkait serta pemerintah daerah.

4. Kerahkan aparat keamanan TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan di fasilitas kesehatan, dan tempat strategis. Jalankan patroli rutin dengan aparatus birokrasi kelurahan, RT, dan RW.

5. Lakukan Tes PCR secara maksimal di wilayah yang telah diberlakukan PSBB. Bagi daerah yang belum memiliki fasilitas uji PCR, untuk sementara waktu menggunakan Rapid Test. Temukan sebanyak mungkin orang yang terinfeksi, isolasi, dan awasi pergerakan mereka.

6. Tunjuk satu rumah sakit yang khusus menerima pasien Covid-19 untuk setiap daerah. Rekrut pensiunan dokter, perawat, dan analis kesehatan, yang bersedia dan masih kuat secara fisik, untuk kembali bertugas. Kerahkan mahasiswa kedokteran dan pelajar sekolah perawat turun tangan membantu.

7. Berikan perlindungan maksimal kepada seluruh tenaga medis yang berjuang di garis depan dengan Alat Pelindung Diri (APD) memadai. Dalam situasi wabah, tenaga medis sangat berharga dan kita tidak boleh kehilangan mereka di saat-saat menentukan seperti sekarang.

8. Percepat kerja sama dengan kampus-kampus seluruh Indonesia untuk memperbanyak laboratorium uji Covid-19. Secara rutin, undang dan dengar pendapat para ahli. Serap masukan mereka untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan.

9. Koordinasi dengan kementerian teknis lain untuk melonggarkan impor peralatan medis terkait Covid-19 dan sembako. Ketersediaan alat medis akan menyelamatkan nyawa, sementara stabilitas harga sembako akan mendorong orang lebih patuh pada PSBB. Keran impor juga harus dibuka untuk memastikan kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan dan agrikultur agar tetap bisa berjalan.(jpc)

Cara Impor Alat Perlindungan Diri dan Alat Kesehatan untuk Penanggulangan Covid-19

0

batampos.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama tentang percepatan pelayanan impor barang untuk keperluan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kota Batam,
Sumarna, mengatakan, SOP tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang telah dirubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020.

“Dalam keputusan Presiden disebutkan Kepala BNPB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan memberikan kewenangan BNPB untuk menerbitkan rekomendasi ijin impor sebagai pengganti perizinan larangan/pembatasan,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Ia menjelaskan, permohonan rekomendasi dari BNPB dapat dilakukan secara online. Dengan cara mengakses laman resmi INSW di http://insw.go.id. Kemudian klik menu Aplikasi INSW dan memilih submenu Perizinan Tanggap Darurat.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berbincang dengan warga Batam yang di karantina di Rusun BP Batam dan sudah diperbolehkan pulang karena steril dari virus corona. Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Selanjutnya pemohon memilih menu Pengajuan Rekomendasi BNPB. Setelah itu mencentang jenis rekomendasi berupa Rekomendasi Pengecualian Tata Niaga Impor
dan Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor,” paparnya.

Kemudian lanjutnya, pemohon mengisi formulir pada laman INSW tersebut serta mengunggah dokumen persyaratan sesuai dengan jenis permohonan.

“Selanjutnya, pemohon cukup memantau status pengajuan rekomendasi melalui fitur Tracking Pengajuan Rekomendasi BNPB di laman resmi INSW,” jelasnya.

Sumarna melanjutkan, setelah proses analisis selesai, sistem akan menerbitkan persetujuan atau penolakan pengajuan rekomendasi.

Sementara untuk barang tujuan non komersial, setelah mendapat rekomendasi dari BNPB, pemohon mengajukan dokumen PPFTZ-01 dengan melampirkan rekomendasi dari BNPB.

“Selanjutnya, kita (bea cukai) akan memproses hingga terbitnya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor keluar Pelabuhan,” tuturnya.

Sedangkan untuk barang tujuan komersial, setelah mendapat rekomendasi dari BNPB, pemohon mengajukan dokumen PPFTZ-01 dengan melampirkan rekomendasi dari BNPB dan persetujuan impor dari BP Batam.

Setelah itu, bea cukai akan memproses hingga terbitnya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor keluar Pelabuhan.

Bea cukai Batam kata dia, berkomitmen untuk memberikan pelayanan cepat terhadap impor APD dan Alkes dalam rangka penanggulangan COVID-19 di wilayah Batam
dan Kepulauan Riau.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pelayanan pemasukan barang untuk penanggulangan Covid-19, dapat menghubungi Contact Center Bea Cukai Batam (0778) 429446 dan 0812-2111-1484 (Whatsapp Only),” jelasnya.(esa)

Gereja Katedral Tetap Gelar Paskah, Tapi Tanpa Kehadiran Umat

0

batampos.co.id – Gereja Katedral masih tetap merayakan Hari Paskah di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Namun, ibadah Paskah tersebut berlangsung secara sederhana tanpa dihadiri umat Kristen.

“Kita masih bisa merayakan di Gereja Katedral, di Paroki dengan cara yang sederhana tanpa kehadiran umat,” kata Plt Direktur Urusan Agama Katolik, Fx Rudi Andrianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4).

Rudi menyampaikan, menyikapi wabah Covid-19, Ditjen Bimas Katolik Kemenag sepakat untuk meniadakan semua kegiatan keagamaan kegerejaan yang bersifat mengumpulkan umat. Karenanya, ibadah Paskah akan memanfaatkan teknologi informasi agar berlangsung secara live streaming.

“Untuk itu kita akan memberikan pencerahan ataupun misa melalui online, live streaming Youtube, TVRI, RRI, dan sebagainya,” ucap Rudi.

Oleh karena itu, Rudi mengharapkan bertepatan pada Hari Paskah ini mengajak umat Kristen tetap berdoa dan melaksanakan ibadah di rumah. Karena, berdoa dapat saling memperkuat untuk lepas dari pandemi Covid-19.

“Tetap menjaga kesehatan dan memelihara kehidupan. Salam damai Tuhan memberkati,” tukas Rudi.

Untuk diketahui, secara nasional hingga Kamis (9/4) kemarin, tercatat 3.293 pasien positif terinfeksi virus korona. Jumlah pasien sembuh sebanyak 252 orang, sedangkan pasien meninggal akibat Covid-19 mencapai 280 jiwa.(jpg)

Surat Edaran Kemenag Imbau Salat Tarawih di Rumah Masing-Masing

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengharapkan umat Islam dapat melakukan segala aktivitas dan ibadah selama bulan suci Ramadan dilakukan di rumah. Hal ini sebagaimana dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020, terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, di tengah pandemi virus korona atau Covid-19.

“Umat Islam seluruh Indonesia diimbau agar dalam melaksanakan ibadah, baik itu salat dan segala aktivitas yang terkait dengan datangnya bulan suci Ramadan, diharapkan untuk tetap berada di rumah,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat (10/4).

Kamarudin menyampaikan, pelaksanaan ibadah puasa tentunya harus berdasarkan dengan hukum fiqih. Tentunya, pelaksanaan buka puasa bersama pada Ramadan kali ini harus ditiadakan, karena berpotensi mengumpulkan banyak orang.

“Salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, kemudian Nuzulul Qur’an juga akan ditiadakan, begitu juga pelaksanaan tadarus di masjid akan ditiadakan,” ucap Kamarudin.

Kamarudin memastikan, pelaksanaan ibadah di rumah tak mengurangi pahala dalam beribadah. Karena saat ini, dunia dan Indonesia, khususnya telah menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19.

“Insya Allah Allah SWT akan sangat memahami. Mari bersama melaksanakan kebijakan pemerintah, karena kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya tentu berorientasi kepada kemaslahatan,” tukasnya.

Untuk diketahui, secara nasional hingga Kamis (9/4) kemarin, tercatat 3.293 pasien positif terinfeksi virus korona. Jumlah pasien sembuh sebanyak 252 orang, sedangkan pasien meninggal akibat Covid-19 mencapai 280 jiwa.(jpg)

INTI Kepri Berikan Alat Perlindungan Diri untuk 11 Puskesmas di Batam

0

batampos.co.id – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Kepri bergerak membantu pemerintah untuk memerangi Covid-19 dengan menyalurkan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat suit dan baju bedah ke 11 Puskesmas di Kota Batam.

“Tenaga medis di Puskesmas, garda pertama masyarakat yang terkena covid-19,” ujar Ketua Inti Kepri, Beny Suwandi, SH, MH di sela-sela penyaluran bantuan, Kamis (9/4/2020).

Beny yang juga Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Inti Pusat itu berharap komponen masyarakat lainnya turut membantu sesuai porsi masing-masing.

“APD sebagaimana laporan beberapa dokter sangat minim. Kalau tenaga medis kita memiliki APD cukup, mereka percaya diri menangani masyarakat,” ujar Beny.

Memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini, menurut Beny, harus semua pihak berperan aktif membantu pemerintah.

Pengurus INTI Provinsi Kepri memberikan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) ke Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

“Inti ikut peduli covid-19 memberikan APD, sesuai program pemerintah. Mungkin organisasi lain ada yang fokus memberikan sembako, hand sanitazer, masker, dan lainnya sehingga program pemerintah cepat mengatasi covid-19,” harap Beny yang juga pengacara Batam ini.

Kepada masyarakat, Beny mengingatkan, agar menjaga kesehatan, rajin mencuci tangan, menjaga jarak (social distancing), dan berdiam diri di rumah (stay at home) sesuai anjuran pemerintah.

“Kalau ke luar rumah agar memakai masker. Minimal masker kain, sudah banyak yang dijual,” pesan Beny.

Dalam aktivitas sehari-hari, lanjut Beny, kalau ada yang batuk jangan langsung buru-buru menyebutnya corona atau covid-19. Sehingga, orang jadi takut batuk di depan umum.

“Mari kita saling menguatkan, dan memberikan dorongan energi positif. Agar imunitas tubuh kita kuat melawan kuman atau virus,” saran Beny.

Terakhir, Beny mengajak seluruh masyarakat dari berbagai lapisan dan latar belakang keyakinan, agar saling berdoa agar covid-19 ini cepat berlalu.

“Mari kita ambil hikmah dari covid-19 ini, agar kita saling bersatu. Semoga ini berlalu, agar ekonomi kita bangkit dan kita perbaiki apa yang tertinggal,” pungkas Beny.

Berikut daftar Puskesmas yang mendapatkan bantuan dari INTI Provinsi Kepri:

  1. Puskesmas Tanjungbuntung Bengkong.
  2. Puskesmas Sungaipanas.
  3. Puskesmas Tanjungsengkuang.
  4. Puskesmas Tiban Baru,
  5. Puskesmas Sekupang.
  6. Puskesmas Pancur Tanjungpiayu,
  7. Puskesmas Tanjunguncang.
  8. Puskesmas Seilekop.
  9. Puskesmas Seilangkai.
  10. Puskesmas Nongsa.
  11. Puskesmas Lubukbaja.(ash)