Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10536

Pengidap Corona di Malaysia Tembus 1.030 Kasus

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan hingga Jumat (20/3/2020) pukul 12.00 waktu setempat terdapat 130 kasus baru pengidap virus corona yang telah dipastikan.

Sehingga menjadikan jumlah kasus positif Covid-19 di Malaysia
mencapai 1.030 kasus.

Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Husham Abdullah, mengungkapkan data terbaru itu dalam siaran pers yang
disampaikan di Putrajaya, Jumat.

Sehari sebelumnya, total jumlah kasus mencapai 900 kasus karena terjadi penambahan sebanyak 100 kasus, yang 63 di antaranya berasal dari klaster perhimpunan tabligh di Masjid Jamek Sri Petaling, Kuala Lumpur.

Hisham mengatakan, 12 pasien corona sudah sembuh dan diperbolehkan pulang pada Jumat.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan pasien yang telah pulih sepenuhnya dari Covid-19, dan sudah dipulangkan dari ruang isolasi, sebanyak 87 orang.

”Berdasarkan penyelidikan awal, dari 130 kasus baru yang dilaporkan sebanyak 48 kasus adalah berkaitan dengan klaster perhimpunan tablig di Masjid Jamek Seri Petaling,” katanya.

Hingga kini, kata Hisham, sebanyak 26 pasien corona sedang dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) dan memelukan bantuan pernapasan.

Kebijakan karantina wilayah (lockdown) Malaysia, yang disebut sebagai Perintah Kawalan Pergerakan, telah dilaksanakan mulai 18 Maret 2020 dan akan berlaku hingga 31 Maret 2020.

Aturan itu merupakan larangan menyeluruh pergerakan guna membendung penyebaran wabah Covid-19 di Malaysia.

”Selama tempo pelaksanaan perintah ini, masyarakat diminta untuk berada di rumah. Walaupun tinggal di dalam rumah, disa-
rankan untuk tetap aktif melalui senam atau aktivitas fisik,” katanya.

”Senam yang menggunakan berat badan sendiri, seperti push-ups, squats, planks, burpees, dan lounges (tanpa memerlukan peralatan khusus), senaman tabata dan senam ringan seperti yoga atau tai chi,” katanya.(jpg)

Anak MenPAN-RB Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Tiga orang dekat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Tjahjo Kumolo dinyatakan tertular virus corona.

Yakni, sang putra, asisten pribadi, dan sopir. Tjahjo sendiri justru negatif Covid-19.

Informasi tersebut diperoleh Tjahjo setelah menjalani tes Covid-19 di RSPAD Senin (16/3/2020) lalu.

“Kamis sore (19/3/2020) saya ditelepon langsung oleh kepala RSPAD. Diberi info hasil tes,” ujarnya, Jumat (20/3/2020).

Ilustrasi

Nah, saat tes tersebut, ada tiga orang yang ikut. Hasilnya, ketiganya malah positif. Saat ini ketiganya sudah menjalani masa isolasi diri di rumah atas saran dokter.

“Mohon doanya,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kembali menegaskan isu soal Indonesia lockdown per Jumat (20/3/2020). Plt Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, menuturkan, pemerintah hanya menangguhkan kebijakan bebas visa kunjungan (BVK), visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival), dan bebas visa diplomatik/dinas selama satu bulan.

Bukan menutup pintu bagi warga negara asing (WNA).

“Hanya, sistem pengajuan visa kembali ke yang dulu. WNA harus ke kantor kedutaan Indonesia untuk mengajukan visa,” terang dia.(jpg)

Warga Batam, Layanan SIM dan Samsat Keliling Ditutup

0

batampos.co.id – Polda Kepri menutup pelayanan Surat Izin
Mengemudi (SIM) keliling dan Samsat keliling.

Langkah tersebut dilakukan sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang sudah melanda Kepri.

Direktur Lantas Polda Kepri, Kombes Mujiyono, mengatakan,
peniadaan layanan ini agar menghindari pengumpulan massa di tempat terbuka saat pengurusan perpanjangan SIM dan masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Ditiadakan sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Mujiyono, Jumat (20/3/2020).

Mujiyono menambahkan meski layanan keliling ditiadakan, masyarakat bisa melakukan pengurusan masa berlaku STNK di Kantor Samsat Batam Center.

Pemilik kendaraan bermotor mengantre untuk membayar pajak kendaraan mereka di Samsat Keliling yang berada di depan Vihara Maitrawira. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Di mana layanan ini dengan menjaga jarak sosial atau social distancing. Sedangkan untuk masyarakat yang mengurus SIM bisa menuju ke Polres maupun Polresta.

“Namun tetap kita perhatikan kebersihan dan kesehatan dengan disiapkan hand sanitizer dan ruangan disemprot dengan desinfektan,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany, mengatakan, setiap pemohon SIM wajib melalui  pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan.

Selain itu, Sat Lantas juga membagikan hand sanitizer kepada para pengunjung.

“Kami masih membuka tempat pelayanan, maka dari itu kegiatan ini kami lakukan setiap hari,” katanya.(opi/ska)

Setop Pemberian Bebas Visa Kunjungan

0

batampos.co.id – Pengelola Pelabuhan Internasional Sekupang, Jumarly, menjelaskan, berdasarkan surat keputusan terbaru, pemerintah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan bagi Warga Negara Asing yang masuk ke wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, salah satu negara yang mendapatkan fasilitas tersebut adalah Singapura.

”Keputusan ini mulai berlaku besok (hari ini, red). Jadi kon-
disi pelabuhan akan semakin sepi,” ujarnya, Jumat (20/3/2020).

Kata dia, hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19. Peraturan tersebut lanjutnya dipastikan berimbas pada pendapatan tenan-tenan yang beroperasi di pelabuhan tersebut.

Pihaknya berharap pemilik tenan tetap membuka usahanya dan pihaknya sudah mengusulkan pengurangan harga sewa kepada tenan.

Ia menyebutkan sebelumnya, pemerintah Singapura sudah
memperketat aturan untuk warga negara Indonesia yang ingin pergi ke Singapura.

Beberapa calon penumpang membeli tiket di konter Pelabuhan Internasional Batamcentre. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Mereka harus menjalani karantina dengan biaya sendiri. Kondisi ini membuat angka keberangkatan semakin menurun, dan berdampak terhadap operator kapal yang melayani rute Sekupang-Singapura.

”Jadi semakin sepi dan sulit keadaan. Harapannya semua kembali normal secepatnya. Karena semua sektor merugi karena serangan virus ini,” jelasnya.

Selain itu kondisi Pelabuhan Fery Internasional Batam Center juga semakin sepi. Jumlah penumpang yang turun drastis pasca merebaknya virus corona.

Manajer Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, menjelaskan jumlah trip kapal yang berangkat ke Malaysia dan Singapura sangat sedikit.

Hal itu disesuaikan dengan status lockdown Malaysia dan pembatasan kunjungan ke Singapura.

”Kapal yang berangkat bukan untuk umum, melainkan untuk paspor Malaysia dan Singapura, selain itu tak bisa berangkat,” terangnya.

Menurut dia, jumlah trip kapal yang berangkat kemarin sama dengan hari sebelumnya.

Yakni 7 trip ke Malaysia dan 6 trip ke Singapura.

”Jumlah penumpang hanya 188 orang. Jauh dibanding biasanya, di atas 5000 penumpang,” jelas Nika.

Meski kondisi sepi, operasional Pelabuhan Feri Internasional tetap seperti biasa.

Karena masih ada kapal yang berangkat. Bahkan pihaknya tetap mengawasi setiap pengunjung yang datang maupun berangkat.

Suhu tubuh pengunjung diperiksa, untuk memastikan mereka bebas dari virus corona.

”Memang sepi, tapi operasional Pelabuhan tetap jalan seperti biasa. Pengecekan suhu tubuh pengunjung tetap berlanjut,” imbuh Nika.(yui)

Di Sekupang, Kapal Tujuan Luar Negeri Hanya Diisi Empat Penumpang

0

batampos.co.id – Kondisi di Sekupang Feri Terminal (SFT) Internasional semakin sepi dari penumpang baik yang berangkat maupun keluar.

Saat ini, pemerintah sudah membatasi jumlah kunjungan dari  luar ke Indonesia termasuk Batam.

Pengelola SFT Internasional, Jumarly, mengatakan, memasuki triwulan pertama di tahun ini, angka kunjungan terjun bebas dari tahun lalu.

Merebaknya virus Covid-19 membuat berbagai kebijakan dikeluarkan untuk mencegah penularan virus ini.

Ilustrasi. Turis di pelabuhan internasional Sekupang beberapa waktu lalu. Kini aktivitas di pelabuhan internasional Sekupang turun drastis karena adanya kebijakan dari Pemko Batam untuk membatasi kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. 
foto: batampos.co.id / yulitavia

Berdasarkan manifest keberangkatan Jumat (20/3/2020), jumlah  penumpang yang berangkat hanya empat orang dengan rincian dua orang warga negara Singapura, satu orang India, dan satu orang lagi warga negara Bangladesh.

Kapal yang biasanya berkapasitas 300 penumpang hanya terisi empat kursi.

”WN Singapura dipulangkan karena tidak ada visa dari kedutaan. Hal ini merujuk pada surat edaran terbaru yang dikeluarkan pusat,” kata dia, Jumat (20/3/2020).

Jumarly menjelaskan kondisi yang sama juga terjadi di ruang kedatangan, biasanya untuk libur akhir pekan, jumlah penumpang yang masuk mencapai dua ribu hingga tiga ribu orang.

Hari ini hanya ada satu kapal yang masuk dan hanya mengangkut 17 penumpang. Dua orang merupakan warga negara Singapura, 15 warga negara Indonesia.(yui)

Pengunjung Engku Putri Dibatasi

0

batampos.co.id – Guna mempersempit penularan virus corona, Pemko Batam membatasi pengunjung ke Dataran Engku Putri, Batam Center.

Koordinator Satpol PP di Engku Putri, Sahroni, mengatakan, masyarakat masih diperbolehkan untuk berolahraga di dataran Engku Putri.

“Tapi tidak untuk anak-anak, sedangkan untuk kegiatan bersantai kami setop,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Ia menyebutkan, segala kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan panggung dan mengumpulkan orang banyak tidak
diperbolehkan untuk sementara waktu.

“Kami sudah diarahkan oleh pimpinan, baik dari Satpol PP Batam maupun Bagian Umum Pemko Batam. Sampai kapan kami tunggu arahan lebih lanjut,” ujarnya.

Pembatasan aktivitas di Engku Putri juga dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Azril Apriansyah.

Masyarakat Kota Batam saat melakukan aktivitas olah raga di area alun-alun engku Putri Batamcentre. Pemko Batam membatasi jumlah pengunjung di dataran Engku Putri untuk memutus mata rantai penularan virus corona di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, ruang publik ini tidak ditutup sepenuhnya. Hanya saja untuk kegiatan anak-anak dilarang untuk sementara waktu.

“Bisa untuk olahraga, tapi bukan untuk pelajar dan kami harap mereka bisa pulang ke rumah, nanti Satpol akan selektif,” jelasnya.

Biasanya kata dia, para remaja dan anak-anak berkumpul di lapangan futsal dan basket.

Terkait tempat hiburan yang masih beroperasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam memastikan akan ditutup.

Selama imbauan untuk tidak berkumpul dalam keramaian diberlakukan. Meski faktanya masih ada diskotik yang masih beroperasi di malam hari.

“Tempat hiburan, misal bar ataupun diskotik tutup,” kata Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata.

Ia mengatakan, kebijakan ini tidak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Karena itu, ia minta agar pelaku usaha dapat mematuhi kebijakan tersebut.

“Pokoknya kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, jangan dulu,” tambahnya.

Bagaimana jika ada pelaku usaha yang masih membandel?
Ardi mengatakan, ada tim yang akan melakukan penindakan.

Di Batam lanjutnya telah terbentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang diketuai Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi selaku pengarah bersama pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Batam.

“Tentu gugus tugas punya protapnya. Tapi kami yakin karena ini persoalan kita bersama, pelaku usaha akan mengedepankan keselamatan kita bersama seperti arahan Wali Kota,” imbuhnya.(iza)

Tim Gugus Tugas Covid-19 Sisir Tujuh Kecamatan di Batam

0

batampos.co.id – Tim gugus tugas Covid-19 menyisir tujuh kecamatan di Kota Batam guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, tim gugus tugas Covid-19 akan mengecek masyarakat dengan empat kategori.

“Tidak seluruh masyarakat Kota Batam akan diperiksa, hanya yang masuk dalam empat kategori saja,” jelasnya, Jumat (20/3/2020).

Ilustrasi

Masyarakat yang diperiksa lanjutnyam orang dalam pemantauan (OPD), pasien dalam pengawasan (PDP), kemudian suspect atau negatif dan positif.

Pihaknya mengerahkan empat unit mobil ambulan untuk mengangkut masyarakat yang suspect corona.

Soal keluhan dari tenaga medis terkait peralatan, Amsakar menyebutkan saat ini tenaga medis hanya meminta alat pelindung diri (APD).

“Target kita seribu peralatan dalam jangka pendek,” jelasnya.

Pelaku usaha kata dia, sudah siap membantu pihaknya untuk APD dan masker.

“Siap mengirimkan dua kontainer. Tetapi mereka (pengusaha, red) minta bantu dari kita dan Polres. Karena di Yogya barang ini
tidak dapat keluar, diawasi oleh pihak Polda di sana,” jelasnya.(gie)

Cegah Corona, Dana Bantuan Pengusaha Batam Tembus Rp 10 Miliar

0

batampos.co.id – Dana bantuan dari para pengusaha di Kota Batam untuk mencegah penularan viros corona (Covid-19) mencapai Rp 10 miliar.

Hal itu menandakan komitmen dan kepedulian pengusaha di untuk mencegah penyebaran Covid-19 sangat tinggi.

Hingga Jumat (20/3/2020), sumbangan dari para pengusaha sudah Rp 10 miliar lebih.

“Iya, bantuan dari para pelaku usaha kepada Pemerintah Kota Batam untuk memerangi penyebaran virus corona saat ini sudah terkumpul hampir Rp 10 miliar dari target Rp 20 miliar,” ujar perwakilan pengusaha, Abidin Hasibuan, saat jumpa pers bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, di Batam Center, Jumat (20/3/2020).

Pertemuan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP batam, Muhammad Rudi dengan para pengusaha beberapa waktu lalu. Saat ini dana bantuan untuk memerangi penyebaran virus corona di Kota Batam sudah mencapai Rp 10 miliar. Foto; batampos.co.id/Cecep Mulyana

Abidin menambahkan, selain bantuan dana dengan target Rp 20 miliar, pengusaha juga memberi bantuan peralatan pendukung.

Antara lain masker, baju pelindung untuk petugas medis, hand sanitizer, alat tes, dan peralatan pendukung lainnya.

“Kita beli dari Singapura dan sebagian dari Tiongkok untuk masker,” ujarnya.

Abidin menjelaskan, untuk bantuan alat, didahulukan untuk rumah sakit yang ada di Batam.

Seluruh rumah sakit nantinya diwajibkan menggunakan masker. Sebab, ia berharap jumlah pasien yang positif corona di Batam bisa ditekan.

“Jadi, masker saat ini sedang kita usahakan. Kapan bisa datang? kira-kira satu sampai dua minggu kalau pengirimannya dari Tiongkok,” ujarnya.(gie)

Dam Duriangkang Masih Bisa Bertahan 10 Hari

0

batampos.co.id – Kondisi musim panas mendorong pemakaian air secara berlebihan oleh sebagian masyarakat Batam.

Faktor ini akan mendorong penyusutan air di Dam Duriangkang lebih cepat. Saat ini, level elevasi terakhir dam tersebut dari spillway berada di minus 3,31 meter.

“Kondisi dam dengan musim panas yang berkepanjangan itu pengaruh. Kebetulan contohnya di Dam Seiharapan tak dirationing, maka pola pemakaian jadi boros,” kata Head of
Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Jumat (20/3/2020).

“Akibatnya pelanggan yang di hilir atau di ujung yang daerahnya tinggi jadi terkena dampaknya,”

Maria menjelaskan, selama musim panas terjadi pola penyerapan dari ‘tangki-tangki air’ ATB secara luar biasa.

Kondisi Dam Duriangkang. Dam Duriangkang masih bisa bertahan hingga 10 hari ke depan dalam musim kemarau yang terjadi di Batam. Foto: batampos.co.id/dalil Harahapi

“Ini jadi potret yang baik bagi kami untuk membaca pola seperti ini yang akan terjadi kalau rationing berlaku nanti,” ujarnya.

Khusus mengenai Dam Duriangkang sendiri, Maria menyebut masih bisa bertahan 10 hari.

ATB akan melakukan rationing kalau level dam sudah berada di minus 3,40 meter dari spillway.

“Hitung saja kalau dalam sehari turunnya dua sentimeter lebih,  maka akan lebih cepat surutnya,” ujarnya.

Apabila debit air minus 3,4 dari spillway dan tanpa melakukan apapun, mesin pompa yang ada di Dam Duriangkang otomatis akan mati dengan sendirinya dikarenakan air menyusut.

“Kami sebelumnya sudah melaporkan hal ini kepada BP Batam, mau tunggu minus 3,4 mesin pompa tumbang sendiri dan itu sudah kami sampaikan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, jika BP Batam tidak menangani dengan cepat debit air di dalam Dam Duriangkang akan semakin menyusut dan dipastikan akan berhenti beroperasi.(leo)

Pengumuman, Pasien Suspect Corona di Batam Kabur 

0

batampos.co.id – Seorang suspect corona berinisial CN, warga Marina, Tanjunguncang, kabur dari IGD Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji.

Ia kabur saat akan dimasukkan ke ruang isolasi sekira pukul 19.00 WIB, Jumat (20/3/202).

Pihak IGD RSUD sendiri sudah berusaha menjelaskan bahwa ia harus diisolasi, namun CN tetap menolak.

Wanita kelahiran Medan 1993 ini enggan diisolasi karena memiliki anak kecil.

Pihak kepolisian dan kecamatan sempat dibuat repot terkait sikap CN ini. Sebab, informasi awal CN ini pasien positif Covid-19 yang kabur dari RSUD.

Namun setelah ditelusuri, rupanya dia pasien dalam pengawasan (PDP), namun menolak diisolasi.

Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris, yang dihubungi tadi malam membenarkan adanya PDP yang kabur dari RSUD.

“Sedang dalam pencarian malam ini (Jumat 20 Maret 2020, red).  Nanti kalau dapat kami kabari,” ujarnya.

Ilustrasi

Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro yang dihubungi Jumat malam, sudah mengerahkan anggotanya untuk menjemput PDP yang kabur itu.

Jajaran Polsek Batuaji juga mengerahkan anggotanya mencari CN.

“Anggota masih di lapangan mencarinya,” ujar Kapolres.

Mengenai kaburnya PDP itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan.

“Dia pasien baru RSUD. Baru kembali dari Malaysia. Karena ada gejala pneumonia, maka petugas IGD RSUD memindahkan pasien ini ke ruangan isolasi,” jelasnya.

“Namun, tidak tahu kenapa pasien memilih meninggalkan rumah sakit tanpa izin,” ujar Didi lagi.

Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan. Karena tanpa pasien sadari, ada risiko menularkan virus kepada orang lain yang kontak langsung dengannya.

“Ini yang kami upayakan agar tidak terjadi. Makanya kami saran-
kan menjalani tes dan bersedia dirawat. Tapi malah pergi,” sebutnya.

Pasien terdaftar masuk ke rumah sakit bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (20/3/2020) sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung ditangani petugas medis.

Saat akan dipindahkan pasien meninggalkan rumah sakit
sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini, tim Satgas Covid-19 juga sedang di lapangan menjemput pasien dan memastikan dia mengikuti tes dan menjalani perawatan di ruangan isolasi.

“Belum sempat dites. Bahkan swab saja belum diambil, tapi karena ada gejala pneumonia petugas meminta pasien pindah ke ruangan isolasi. Namun malah pergi,” terang Didi.

Ia mengimbau demi keselamatan banyak pihak, warga yang merasakan gejala demam, pilek, flu yang berlangsung lebih dari tiga hari agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Terutama mereka yang pernah memiliki riwayat perjalanan dari kota dan negara terjangkit.

“Sekarang kondisi sudah berbeda pasca ada dua pasien positif. Jadi kami minta warga bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini,” kata dia.(yui,ska,opi,eja,gie)